• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengantar Analisis Toksikologi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengantar Analisis Toksikologi"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

I M. A. Gelgel Wirasuta

Pengantar Analisis

Toksikologi

Introduce Analytical toxicology

z Concerned with the detection, identification and measurement of drugs and other foreign compounds (xenobiotics) and their metabolites in biological and related specimens

z Play important role in: diagnosis, management and, in some cases, prevention of poisoning,

•but to do so a basic knowledge of clinical and forensic toxicology is essential

z The analyst must be able to communicate effectively with clinicians, pathologists, coroners, police, and possibly, others

z In addition, a good understanding of clinical chemistry, pharmacology and pharmacokinetics is desirable

Historical development

z Mary Blandy at Oxford (1752) →membuktian kematian ayahnya melakukan analisis kimia, dan menemukan Arsen sebagai racun z Orfila in Paris (1787-1853) →bapak

toksikologi modern

memainkan peranan penting pada kasus LaFarge (kasus pembunuhan dengan arsen) di Paris, dengan metode analisis arsen, ia membuktikan kematian diakibatkan oleh keracuanan arsen.

Bapak toksikologi modern, yaitu toksikologi forensik.

Historical development

z Stas (1850-an)mengenalkan sistem ekstraksi cair-cair racun alkaloid (seperti nicotin) dari materi biologi,

z Oto (1850-an) meneruskan pengembangan metode ekstraksi dari Stas

z Pengukuran colorimetri barbutate dari cairan biologik (1933)

z Setelah tahun 1945-an berkembang sangat pesat berbagai metode analisis (instrument) mendukung berkembangnya analisis toksikologi

Modern analytical toxicology

z

Drugs and pesticides

z

Ethanol and other volatile substance

z

Trace elements and toxic metals

Modern analytical toxicology

Alcohol dehydrogenase – ethanol Enzyme-based assay

CIoned enzyme donor immunoassay (CEDIA) Enzyme linked immunosorbent assay (ELISA) Enzyme multiple immunoassay technique (EMIT) dll

Immunoassay

Capillary (zone) electrophoresis Capillary electro-chromatography Micellar electro-chromatography Electrophoretic GC (GSC / GLC); HPLC; (HP)TLC Chromatographic MS, NMR, Spectrophotofluorometry, UV-Vis Spectrometric Biosensor

Differential pulse polarography Electrochemical

Colour test chemical

Technique Principal

(2)

Drugs and Pesticides

z

Systematic Toxicological Analysis

Menghindari kesalahan analisis

Meningkatkan jaminan mutu dan control kualitas

z

Tiga Langkah dalam STA

Sample preparation

Differentiation/detection

Identification

The three key steps in Systematic Toxicological Analysis (STA)

Systematic Toxicological

Analysis (STA)

z

Problem by Sample preparation:

Sampel minimal

Screening test dengan sensitivitas tinggi untuk menghindari reaksi positiv palsu

Diperlukan derivatisasi untuk

meningkatkan LOD dan LOQ

Differentiation of parent drugs and metabolites

Waktu pengerjaan cepat (khususnya pada kasus clinik)

Systematic Toxicological

Analysis (STA)

z

Differentiation/detection

Aim: identify the relevant compounds in minimum amount of time

Need: combination universal and highly specific methods

z

Identification:

Compare the observed data with validated database information

Ethanol and other volatile

substance

z

Method:

GC

Enzymatic

z

Case

Driving under influence alcohol

Volatile substance abuse:

Glue sniffing, inhalant abuse,

Intoxication by volatile substance

CO, Butan, Phospine

Trace elements and toxic

metals

z

In order to help diagnose chronic

poisoning

z

Instrument:

Modern analytical method, that can differentiated metal metabolites

(3)

Provision of analytical

toxicology services

The stages in processing

analytical work

z Samples and sampling

Umumnya materi biologi

Dikerjakan oleh yang kompeten

Tatacara/tatalaksana ditentukan oleh tujuan analisis

z Choice of analytical method

Several factors including;

•The circumstances under which an analysis is requested •Sample to be analyzed

•The nature of analyte

•The expected concentration of any analyte(s), •The time available

The stages in processing

analytical work

z

Method implementation and validation

z

Quality control and quality assurance

Applications of analytical

toxicology

z

Clinical toxicology

z

Forensic toxicology

z

Drug abuse screening

z

Therapeutic drug monitoring (TDM)

z

Occupational and environmental toxilogy

I M.A.Gelgel Wirasuta

Pengantar Toksikologi

Klinik

Prevalensi Penanganan Instoksikasi

di IRD RS Sanglah Denpasar

30 s/d 50 kasus perbulan

Penyebab instoksikasi:

makanan,

insektisida rumah tangga, parasetamol,

spikotropika dan narkotika, alkohol (etanol dan metanol), detergen,

serta digitalis

Penegakan terapi, umumnya didasarkan pada

diagnose dari gejala-gejala klinis yang ditimbulkan,

(4)

Contoh kasus

Pasien dalam keadaan pingsan.

Menurut informasi pre-kasus, pingsannya karena pasien telah minum ”wiski” berlebih Pub.

Gejala-gejala klinis dan pengamatan diduga keracunan diakibatkan oleh alkohol dikombinasi dengan psikotropika atau narkotika.

Untuk memastikan diagnose awal, dokter menerok darah dan urin pasien guna selanjutnya dilakukan analisis toksikologi.

Usaha Uji Lab gagal

Langkah yang diperhatikan dalam menegakkan diagnose dari suatu kasus keracunan (Clarmann 1987) 1) Gejala-gejala klinis:

simtome,

gambaran klinis,

informasi proses keracunan dan gejala klinis yang ditimbulkan

2) melalui analisis racun (analisis toksikologi)

Clarmann: sekitar 20% dari kasus instoksikasi, diagnose akhir ditegakkan melalui hasil analisis toksikologi

Clarmann (1987), „Beduetung der Analytik für die Diagnose akuter Vergiftungen“in Mallinckrodt et al., „Klinisch-toxikologische Analytik, Gegenwärtiger Stand und Forderungen für die Zukunft, VCH, Weinheim.

Manfaat analisis toksikologi

• Utama dalam diagnose instoksikasi

– indentifikasi awal yang cepat, sebagai pendahuluan sebelum melakukan terapi yang spesifik dan terarah,

– untuk mengontrol keberhasilan dan efek dari penegakan terapi instoksikasi,

– untuk memastikan atau menjamin diagnose klinis.

• Penunjang

– studi metabolisme dan toksokinetik dari senyawa toksikan tertentu,

– studi penyimpangan farmakokinetik dari toksikan pada kasus instoksikasi (waktu paruh, volume distribusi, clearance), – evaluasi data-data toksisitas yang diperoleh dari hewan uji

terhadap kenyataannya pada manusia.

Tugas analisis toksikolog klinik:

mendeteksi dan mengidentifikasi toksikan yang terlibat

menentukan kadar toksikan dan metabolitnya

bersama-sama dengan dokter dan toksikolog klinik melakukan interpretasi temuan analisis dan data-data klinis, guna menyusun diagnose akhir

berorientasi pada toksikan,(sifat fisiko kimia, kelakuan toksikan dalam

analisis, pengumpulan metode dan prosedur analisis toksikan)

data klinik,(sifat toksokinetik, therapeutic and toxic blood levels, gejala-gejala

klinis yang ditimbulkan toksikan pada keracunan) DATA-DATA

Sistematika analisis toksikologi klinik

Sampel analisis toksikologi klinik

Materi/cairan biologi Selain materi/cairan biologi (Tablet, dll)

I) Analisis Pendahuluan:

Reaksi Warna

Immunoassay

Analisis Gas sisa pernafasan

I) Identifikasi cepat dari identitas tablet

HASIL SEMENTARA

II A) Analisis Lanjut II B) Perluasan target analisis a) pemastian dugaan/hasil pada analisis kualitatif (indentifikasi dan kharakterisasi), b) penetapan kadar toksikan serta metabolitnya

HASIL AKHIR

Kompetensi yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan analisis toksikologi klinik

penguasaan kimia analisis, yaitu penguasaan pengopreasian instrumentasi analisis, dari preparasi sampel, penyiapan prosedur analisis, sampai validasi hasil analisis;

penguasaan farmakologi dan toksikologi klinik;penguasaan farmakokinetik klinik dan metabolisme obat;serta kemampuan kimia klinik.

(5)

Kedokteran Forensik

Anal. Toksikologi

Kasus Orang Hidup Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI LAB FOR PORLI /BPOM Data Analisis (Interpretasi) Kasus Orang Mati

Surat Keterangan Pelengkap Visum

Analisis Toksikologi Forensik di Indonesia(Saat ini)

Kedokteran Forensik Anal. Toksikologi LABORATORIUM TOKSIKOLOGI Lab- Lainnya: BNN, Labda, dll Lab Toksikologi -Universitas BPOM Labfor Polri

Kasus Orang Hidup Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

-Perubahan Prilaku

Kasus Keracunan

(Analisis Toksikologi Klinik)

Uji Penapisan

Uji Pemastian Data Analisis Interpretasi

Penulisan Laporan

(Bukti Surat / Surat Keterangan / Keterangan Ahli)

Kasus Orang Mati

Analisis Toksikologi di Indonesia(Tuntutan di Masa depan)

Kedokteran Forensik

Anal. Toksikologi

Kasus Orang Hidup

Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

-Perubahan Prilaku

Kasus Keracunan (Anal. Tok. Klinik)

Kasus Orang Mati

Analisis Toksikologi di Indonesia(Tuntutan di Masa depan)

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI Lab- Lainnya: BNN, Labda, dll Lab Toksikologi -Universitas BPOM Labfor Polri Uji Penapisan

Uji Pemastian Data Analisis

Interpretasi Penulisan Laporan

(Bukti Surat / Surat Keterangan / Keterangan Ahli) 1. Otopsi

2. Dugaan keracunan 3. Pengambilan spesimen 4. Penyemasan dan penandaan 5. Pengiriman /Surat permohonan

analisis toksikologi

Kedokteran Forensik

Anal. Toksikologi

Kasus Orang Hidup

Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

-Perubahan Prilaku

Kasus Keracunan (Anal. Tok. Klinik)

Kasus Orang Mati

Analisis Toksikologi di Indonesia(Tuntutan di Masa depan)

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI Lab- Lainnya: BNN, Labda, dll Lab Toksikologi -Universitas BPOM Labfor Polri Uji Penapisan

Uji Pemastian Data Analisis

Interpretasi Penulisan Laporan

(Bukti Surat / Surat Keterangan / Keterangan Ahli) 1. Polisi Narkotika

2. Dugaan tindak pidana 3. Pemeriksaan Dokter 4. Pengambilan spesimen o/ Dokter 5. Penyemasan dan penandaan 6. Pengiriman /Surat permohonan

analisis toksikologi

Kedokteran Forensik

Anal. Toksikologi

Kasus Orang Hidup

Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

-Perubahan Prilaku

Kasus Keracunan (Anal. Tok. Klinik)

Kasus Orang Mati

Analisis Toksikologi di Indonesia(Tuntutan di Masa depan)

LABORATORIUM TOKSIKOLOGI Lab- Lainnya: BNN, Labda, dll Lab Toksikologi -Universitas BPOM Labfor Polri Uji Penapisan

Uji Pemastian Data Analisis

Interpretasi Penulisan Laporan

1. Keracunan 2. P3K oleh Dokter di RS 3. Dugaan Keracunan 4. Pengambilan spesimen o/ Dokter 5. Penyemasan dan penandaan 6. Pengiriman /Surat permohonan

analisis toksikologi Kedokteran Forensik Anal. Toksikologi LABORATORIUM TOKSIKOLOGI Lab- Lainnya: BNN, Labda, dll Lab Toksikologi -Universitas BPOM Labfor Polri

Kasus Orang Hidup Kasus Forensik

-Penyalahgunan Narkoba

-Perubahan Prilaku

Kasus Keracunan

(Analisis Toksikologi Klinik)

Uji Penapisan

Uji Pemastian Data Analisis Interpretasi

Penulisan Laporan

(Bukti Surat / Surat Keterangan / Keterangan Ahli)

Kasus Orang Mati

Analisis Toksikologi di Indonesia(Tuntutan di Masa depan)

UNTUK MENGHINDARI TUMPANG TINDIH ANTARA: TUGAS POKOK, FUNGSI DAN PERAN DARI MASING-MASING LEMBAGA

PENYELENGGARA ANALISIS TOKSIKOLOGI FORNSIK, MAKA

PERLU DISUSUN ATURAN PENATALAKSANAAN ANALISIS TOKSIKOLOGI DI INDONESIA

Referensi

Dokumen terkait

Meningkatkan pengetahuan bagaimana upaya mengurangi transduksi bakteri atau kuman ke jaringan insisi / luka sehingga menurunkan resiko tinggi infeksi.. Moorhouse,

Berdasarkan sistem pengenaan pajak berdasarkan UU PPh yang menempatkan keluarga sebagai satu kesatuan ekonomis dimana penghasilan atau kerugian dari seluruh

Contoh 2 mengilustrasikan bahwa, jika terdapat satu faktor integral F dari persamaan diferensial u(x,y) = c, maka selalu dapat diperoleh faktor-faktor integral

Sedangkan untuk jenis kedua, pembagian dengan membagi harta menjadi 10 bagian terlebih dahulu, masing-masing anak laki-laki mendapat 2 bagian (3x2=6), anak perempuan mendapat

Dilakukan penghitungan semua eritrosit yang mengalami hemolisis pada kaca preparat yang telah dibuat apusan sampel darah ditutupi dengan kaca hitung

Iklan Baris Iklan Baris Mobil Dijual Serba Serbi MOBIL DISEWAKAN MOBIL KREDIT MOTOR DICARI NOZOMI Motor Dijual HONDA YAMAHA.. YAMAHA FINO Sporty Clasic AT built up Thailand 09

Bahan yang digunakan dalam proses pengolahan dan produk akhir tidak disimpan terpisah di dalam ruangan yang bersih, aliran udara terjamin, suhu sesuai, cukup penerangan dan. bebas

Selain itu pasien dan keluarga juga sering menganggap bahwa penurunan fungsi kognitif yang terjadi pada awal demensia (biasanya ditandai dengan fungsi kognitif yang