LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI TENTANG METABOLISME.docx

12 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

METABOLISME

METABOLISME

DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH: NAMA

NAMA : : MAJU MAJU LUBISLUBIS NPM

NPM : : E1D013125E1D013125 CO.ASS

CO.ASS : : 1. 1. AHMAD AHMAD JOYO JOYO SUSINOSUSINO 2. AGUS TAUFIK .H

2. AGUS TAUFIK .H DOSEN

DOSEN : : ATRA ATRA ROMEIDA,Dr.Ir.,ROMEIDA,Dr.Ir.,M.SiM.Si

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BENGKULU

UNIVERSITAS BENGKULU

2013

2013

(2)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1

1.1 Latar BelakangLatar Belakang

Setiap makhluk hidup melakukan proses metabolisme, sebab metabolisme adalah Setiap makhluk hidup melakukan proses metabolisme, sebab metabolisme adalah suatu proses kimia yang terjadi pada setiap tubuh makhluk hidup mulai dari makhluk hidup suatu proses kimia yang terjadi pada setiap tubuh makhluk hidup mulai dari makhluk hidup  bersel

 bersel satu satu (uniseluler) (uniseluler) hingga hingga bersel bersel banyak banyak (multiseluler). (multiseluler). Metabolisme Metabolisme pada pada organismeorganisme multiseluler meliputi transport materi dan energi. Pada tumbuhan maupun hewan multiseluler meliputi transport materi dan energi. Pada tumbuhan maupun hewan  pengangkutan z

 pengangkutan zat at hara, hara, pertukaran pertukaran zat zat dan dan hasil hasil metabolisme metabolisme cukup cukup dari dari satu satu sel sel ke ke sel sel lainlain dengan menembus membran plasma dan berlangsung secara aktif dan pasif.

dengan menembus membran plasma dan berlangsung secara aktif dan pasif.

Pengangkutan secara pasif adalah jika searah dengan gradien konsentrasi, misal difusi Pengangkutan secara pasif adalah jika searah dengan gradien konsentrasi, misal difusi dan osmosis. Sedangkan pengangkutan secara aktif yaitu jika berlawanan dengan gradien dan osmosis. Sedangkan pengangkutan secara aktif yaitu jika berlawanan dengan gradien konsentrasi, molekul bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi memerlukan konsentrasi, molekul bergerak dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi memerlukan energi berupa ATP, pompa ion Na, K dan protein carrier.

energi berupa ATP, pompa ion Na, K dan protein carrier.

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Faktor yang mempengaruhi proses difusi adalah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Faktor yang mempengaruhi proses difusi adalah ukuran partikel, ketebalan membran, luas area, jarak dan suhu. Sedangkan osmosis adalah ukuran partikel, ketebalan membran, luas area, jarak dan suhu. Sedangkan osmosis adalah  perpindahan air dari membran permeabel

 perpindahan air dari membran permeabel selektif dari bagian selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yangyang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat terlarut yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.

terlarut yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran.

Apabila suatu sel diletakkan dalam larutan hipertonis terhadap sitoplasma maka air Apabila suatu sel diletakkan dalam larutan hipertonis terhadap sitoplasma maka air dalam sel akan berdifusi keluar sehingga sitoplasma mengkerut dan membran sel terlepas dari dalam sel akan berdifusi keluar sehingga sitoplasma mengkerut dan membran sel terlepas dari dinding (plasmolisis). Apabila kemudian di letakkan ke dalam cairan yang hipotosis maka air dinding (plasmolisis). Apabila kemudian di letakkan ke dalam cairan yang hipotosis maka air akan masuk ke dalam sel dan sitoplasma kembali mengembang (deplasmolisis).

akan masuk ke dalam sel dan sitoplasma kembali mengembang (deplasmolisis).

1.2

1.2 TujuanTujuan

Ada beberapa tujuan dari praktikum ini yaitu : Ada beberapa tujuan dari praktikum ini yaitu :

1.

1. Mengetahui proses difusi dan osmosis pada organisme hidup.Mengetahui proses difusi dan osmosis pada organisme hidup. 2.

2. Mengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis pada sel-selMengetahui proses terjadinya plasmolisis dan deplasmolisis pada sel-sel tumbuhan.

(3)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

Metabolisme berasal dari kata Yunani

Metabolisme berasal dari kata Yunani “Metabole”“Metabole”  yang berarti perubahan.  yang berarti perubahan. Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan Metabolisme kadang juga diartikan pertukaran zat antaara satu sel atau secara keseluruhan dengan lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah pembentukan dengan lingkungannya. Salah satu aktivitas protoplasma yang penting adalah pembentukan sel baru dengan cara pembelahan. Sebelum sel melakukan pembelahan, maka protoplasma sel baru dengan cara pembelahan. Sebelum sel melakukan pembelahan, maka protoplasma akan aktif mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak lagi akan aktif mengumpulkan serta mensintesa karbohidrat, protein, lemak dan banyak lagi senyawa kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar senyawa kompleks yang merupakan bagian dari protoplasma dan dinding sel. Bahan dasar untuk sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar untuk sintesa senyawa organic tersebut adalah unsure-unsur aorganic yang diserap oleh akar dan gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses fotosintesa (asimilasi dan gula yang dibentuk dari karbon dioksida dan air pada proses fotosintesa (asimilasi karbon).

karbon).

Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks hidup, mulai makhluk hidup bersel satu hingga yang memiliki susunan tubuh kompleks seperti manusia. Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa seperti manusia. Dalam hal ini, makhluk hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarn

kimia dari sekitarnya untuk mempertahankan hidupnya.ya untuk mempertahankan hidupnya.

Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. senyawa atau komponen dalam sel hidup. Semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam metabollisme adalah perenannya dalam penawar racun atau Hal lain yang penting dalam metabollisme adalah perenannya dalam penawar racun atau detoksifikasi.

detoksifikasi.

Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat Proses metabolisme yang terjadi didalam sel merupakan aktivitas yang sangat terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi terkoordinasi, melibatkan kerjasama berbagai system enzim yang mengkatalis reaksi-reaksi secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme secara bertahap dan memerlukan pengaturan metabolic untuk mengendalikan mekanisme reaaksinya. Proses metabolisme bagi organisme hidup memiliki empat fungsi spesif

reaaksinya. Proses metabolisme bagi organisme hidup memiliki empat fungsi spesif ik, yaitu :ik, yaitu :

Untuk memperoleh energi kimia dalam bentuk ATP dari hasil degradasi zat-zat Untuk memperoleh energi kimia dalam bentuk ATP dari hasil degradasi zat-zat makanan yang kaya energi yang berasal dari lingkungan.

makanan yang kaya energi yang berasal dari lingkungan.

Untuk mengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor unit Untuk mengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor unit  pembangun bagi biomo

 pembangun bagi biomolekul sel.lekul sel.

Untuk menyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nikleat, lipida, Untuk menyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nikleat, lipida,  polisakarida, dan komponen sel lain.

 polisakarida, dan komponen sel lain.

Untuk membentuk dan merombak biomolekul. Untuk membentuk dan merombak biomolekul.

(4)

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/ berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian Difusi adalah peristiwa mengalirnya/ berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian yang berkonsentrasi tinggi kebagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang yang berkonsentrasi tinggi kebagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.

ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi yaitu : Faktor-faktor yang mempengaruhi difusi yaitu :

Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan  bergerak sehingga kecepatan difusi semakin tinggi

 bergerak sehingga kecepatan difusi semakin tinggi

Ketebalan membran. Semakin tebal membrane, semakin lambat kecepatan difusi. Ketebalan membran. Semakin tebal membrane, semakin lambat kecepatan difusi. Luas suatu area. Semakin besar luas area, maka semakin cepat kecepatan difusinya. Luas suatu area. Semakin besar luas area, maka semakin cepat kecepatan difusinya. Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.

difusinya.

Suhu. Semakin tinggi suhu, semakin cepat pula kecepatan difusinya. Suhu. Semakin tinggi suhu, semakin cepat pula kecepatan difusinya.

Osmosis adalah perpindahan air melalui membrane permeable selektif dari bagian yang Osmosis adalah perpindahan air melalui membrane permeable selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh pelarut, lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. tetapi tidak boleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradient tekanan sepanjang membran. Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada Tekanan osmotic merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

konsentrasi zat terlarut dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Plasmolisis hanya terjadi pada Plasmolisis merupakan dampak dari peristiwa osmosis. Plasmolisis hanya terjadi pada kondisi eksterm, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium kondisi eksterm, dan jarang terjadi di alam. Biasanya terjadi secara sengaja di laboratorium dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan dengan meletakkan sel pada larutan bersalinitas tinggi atau larutan gula untuk menyebabkan ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang ekosmosis, seringkali menggunakan tanaman Elodea atau sel epidermal bawang yang memiliki pigmen warna sehingga proses dapat diamati dengan jelas.

(5)

BAB III BAB III METODOLOGI METODOLOGI

3.1

3.1 Alat dan BahanAlat dan Bahan 3.1.1 3.1.1 Alat-alatAlat-alat Pipet tetes Pipet tetes Erlenmeyer Erlenmeyer Gelas ukur Gelas ukur Gelas penutup Gelas penutup Gelas piala Gelas piala Silet Silet Mikroskop Mikroskop Stopwatch Stopwatch 3.1.2 3.1.2 BahanBahan Kristal CuSO Kristal CuSO44 Aquades Aquades Sukrosa 15 % dan 20 % Sukrosa 15 % dan 20 % Metilen biru Metilen biru Gliserin Gliserin

Kentang ukuran besar Kentang ukuran besar

Daun bangka-bangkaan (Rhoeo discolor) Daun bangka-bangkaan (Rhoeo discolor)

3.2

3.2 Cara kerjaCara kerja

Sediaan 1. Melihat terjaadinya difusi Sediaan 1. Melihat terjaadinya difusi

a.

a. Teteskan larutan metilen biru pekat ke dalam gelas piala berisi aquadea. KemudianTeteskan larutan metilen biru pekat ke dalam gelas piala berisi aquadea. Kemudian mengamati penyebaran warna biru dari metilen biru.

mengamati penyebaran warna biru dari metilen biru.  b.

 b. Masukkan kristal CuSO4 ke dalam gelas piala berisi aquades. Kemudian mengamatiMasukkan kristal CuSO4 ke dalam gelas piala berisi aquades. Kemudian mengamati  penyebaran warna biru kristal CuSO

 penyebaran warna biru kristal CuSO44 c.

c. Catat waktu sampai warna larutan merata, kemudian menggambar dan menjelaskanCatat waktu sampai warna larutan merata, kemudian menggambar dan menjelaskan hasil pengamatan saudara.

hasil pengamatan saudara. d.

d. Ulangi percobaan Ulangi percobaan dengan metilen bdengan metilen bir ir dan kristal Cudan kristal CuSOSO44 di atas, tetapi setelah penetesan di atas, tetapi setelah penetesan larutan segera diaduk. Apa yang terjadi (jelaskan dan gambarkan)

(6)

Sediaan 2. Melihat terjadiya osmosis Sediaan 2. Melihat terjadiya osmosis

a.

a. Kupaskan kentang, kemudian lubangi bagian tengahnyaKupaskan kentang, kemudian lubangi bagian tengahnya  b.

 b. Isi gliserin pada lubang tersebut dan beri tandaIsi gliserin pada lubang tersebut dan beri tanda c.

c. Letakkan pada gelas piala yang telah diberi air dan eosin.Kemudian menjaga janganLetakkan pada gelas piala yang telah diberi air dan eosin.Kemudian menjaga jangan sampai air melimpah masuk ke permukaan kentang.

sampai air melimpah masuk ke permukaan kentang. d.

d. Biarkan kurang lebih 15 menit. Kemudian mengamati Biarkan kurang lebih 15 menit. Kemudian mengamati permukaaan gliserin padapermukaaan gliserin pada lubang kentang. Kemudian mencatat dan menggambar hasil pengamatan saudara. lubang kentang. Kemudian mencatat dan menggambar hasil pengamatan saudara.

Sediaan3.Plasm

Sediaan3.Plasmolisis dan olisis dan deplasmolisis pada daun deplasmolisis pada daun bangka-bangkaabangka-bangkaan(Rhoeo discolor)n(Rhoeo discolor) a.

a. Sayat permukaan bagian daun Rhoeo discolor (bagian bSayat permukaan bagian daun Rhoeo discolor (bagian berwarna ungu merah)erwarna ungu merah)  b.

 b. Letakkan sayatan pada kaca objek yang telah ditetesi aqudes dan tutuplah dengan kacaLetakkan sayatan pada kaca objek yang telah ditetesi aqudes dan tutuplah dengan kaca  penutup.

 penutup. c.

c. Amati di bawah mikroskop. Apabila sel-sel daun Rhoeo discolor sudah tampak jelas,Amati di bawah mikroskop. Apabila sel-sel daun Rhoeo discolor sudah tampak jelas, teteskan larutan sukrosa pada salah satu tepi gelas penutup dan pada tepi lainnya teteskan larutan sukrosa pada salah satu tepi gelas penutup dan pada tepi lainnya tempelkan kertas pengisap ( kertas saring) sehingga aquads akan tertarik oleh kertas tempelkan kertas pengisap ( kertas saring) sehingga aquads akan tertarik oleh kertas  penghisap dan medium sayatan digan

 penghisap dan medium sayatan diganti larutan sukrosa.ti larutan sukrosa. d.

d. Amatilah dengan mikroskop selama 5 menit. Kemudian mencatat semua perubahanAmatilah dengan mikroskop selama 5 menit. Kemudian mencatat semua perubahan yang terjadi terutama waktu terjadinya plasmolisis.

yang terjadi terutama waktu terjadinya plasmolisis. e.

e. Gantilah larutan sukrosa dengan aquades, amati lagi selama 5 menit. KemudianGantilah larutan sukrosa dengan aquades, amati lagi selama 5 menit. Kemudian mencatat semua perubahan yang terutama waktu terjadinya deplasmolisis.

mencatat semua perubahan yang terutama waktu terjadinya deplasmolisis. f.

(7)

BAB IV BAB IV

HASIL PENGAMATAN HASIL PENGAMATAN

4.1

4.1 Tabel pengamatan difusiTabel pengamatan difusi 4.1.1 Metilen Biru tanpa diaduk 4.1.1 Metilen Biru tanpa diaduk

Waktu

Waktu Persentase Persentase penyebaran penyebaran warna warna KeteranganKeterangan Menit

Menit ke ke 1 1 5 5 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 2 2 15 15 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 3 3 30 30 % % Warna Warna sedikit sedikit menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 4 4 35% 35% Warna Warna sedikit sedikit menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 5 5 50 50 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 6 6 60 60 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 7 7 80 80 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 8 8 90 90 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 9 9 95 95 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 10 10 100 % 100 % Warna Warna menyebar menyebar sempurnasempurna

Gambar percobaan difusi dengan metilen biru tanpa diaduk dan diaduk Gambar percobaan difusi dengan metilen biru tanpa diaduk dan diaduk

Metilen

(8)

4.1.2 Kristal CuSO

4.1.2 Kristal CuSO44tanpa diaduktanpa diaduk Waktu

Waktu Persentase Persentase penyebaran penyebaran warna warna KeteranganKeterangan Menit

Menit ke ke 1 1 5 5 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 2 2 10 10 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 3 3 20 20 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 4 4 30% 30% Warna Warna belum belum menyebar menyebar  Menit

Menit ke ke 5 5 35 35 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 6 6 40 40 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 7 7 60 60 % % Warna Warna belum belum menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 8 8 70 70 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 9 9 90 90 % % Warna Warna hampir hampir menyebarmenyebar Menit

Menit ke ke 10 10 100 % 100 % Warna Warna menyebar menyebar sempurnasempurna

Gambar percobaan difusi dengan kristal CuSO

Gambar percobaan difusi dengan kristal CuSO44diaduk dan tanpa diadukdiaduk dan tanpa diaduk Kristal CuSO

(9)

4.2 Pengamatan Proses Osmosis 4.2 Pengamatan Proses Osmosis

4.3 Tabel pengamatan plasmolisis dan

4.3 Tabel pengamatan plasmolisis dan deplasmodeplasmolisislisis

Waktu

Waktu Proses Proses terjadinya terjadinya plasmolisis plasmolisis Proses Proses terjadinya terjadinya deplasmolisisdeplasmolisis

Menit

Menit ke ke 1 1 Sel Sel mengempis mengempis Sel Sel mulai mulai mengembang mengembang sedikit sedikit demidemi sedikit

sedikit

Menit

Menit ke ke 2 2 Warna Warna sel sel mulai mulai memudar memudar Sel Sel semakin semakin mengembangmengembang

Menit

Menit ke ke 3 3 Warna Warna ungu ungu menjadi menjadi putih putih Sel Sel mengembang mengembang dan dan terlihat terlihat garisgaris  pemisah antar sel

 pemisah antar sel

Menit

Menit ke ke 4 4 Warna Warna ungu ungu mulai mulai hilang hilang Sel Sel hampir hampir kembali kembali seperti seperti semulasemula

Menit

Menit ke ke 5 5 Dominan Dominan Putih Putih Sel Sel seperti seperti semulasemula

Gambar proses plasmolisis dan deplasmolisis Gambar proses plasmolisis dan deplasmolisis

Proses

(10)

BAB V BAB V PEMBAHASAN PEMBAHASAN

Metabolisme tumbuhan

Metabolisme tumbuhan mengalami proses ymengalami proses yang panjang ang panjang dan semua dan semua telah dipraktekantelah dipraktekan oleh praktikan yaitu tentang difusi ,osmosis ,plasmolisis,dan deplasmolisis.

oleh praktikan yaitu tentang difusi ,osmosis ,plasmolisis,dan deplasmolisis.

Difusi dalam prosesnya mengalami proses penyebaran metilen biru dan Kristal Difusi dalam prosesnya mengalami proses penyebaran metilen biru dan Kristal CuSO

CuSO44yang mengakibatkan air yang tadinya putih akan bercampur berubah menjadi warnayang mengakibatkan air yang tadinya putih akan bercampur berubah menjadi warna  biru.

 biru. Tetesan Tetesan aquades aquades yang yang diberikan diberikan akan akan menyebar menyebar ke ke dalam dalam air air dan dan itulah itulah yangyang menyebabkan air berubah maenjadi warna biru.

menyebabkan air berubah maenjadi warna biru.

Kentang yang tadinya berwarna kuning menyerap eiosin yang dicampur dengan Kentang yang tadinya berwarna kuning menyerap eiosin yang dicampur dengan aquadessehingga kentangmengalamiperubahan warna menjadi warnayang lebih pekat karena aquadessehingga kentangmengalamiperubahan warna menjadi warnayang lebih pekat karena adanya proses osmosis dan penambahan gliserin pada kentang.

adanya proses osmosis dan penambahan gliserin pada kentang. Daun bangka-bangkaan atau

Daun bangka-bangkaan atau rhoeo discolorrhoeo discolor yang yang berwarna berwarna ungu ungu mengalamimengalami  perubahan

 perubahan warna warna menjadi menjadi warna warna putih putih pada pada selnya selnya pada pada saat saat pemberian pemberian sukrosa sukrosa selsel mengalami p

mengalami pengkerutan dan engkerutan dan warnanya pwarnanya perlahan menjadi erlahan menjadi memudar memudar dan saat dan saat pemberianpemberian aquades sel yang ada mengalami pengembangan dan pembesaran.

aquades sel yang ada mengalami pengembangan dan pembesaran.

5.1

5.1 Perbedaan antara difusi dan osmosisPerbedaan antara difusi dan osmosis

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

Sedangkan osmosis adalah perpindahan air malalui membran permeabel selektif dari Sedangkan osmosis adalah perpindahan air malalui membran permeabel selektif dari  bagian

 bagian yang lebih yang lebih encer encer kebagian kebagian yang lebih yang lebih pkat. pkat. Membran Membran semipermeabel semipermeabel dapat dapat ditembusditembus oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat ter

oleh pelarut, tetapi tidak boleh zat terlarut yang mengakibatkan gradien sepanjang membran.larut yang mengakibatkan gradien sepanjang membran.

5.2

5.2 Fungsi kentang dalam percobaan osmosisFungsi kentang dalam percobaan osmosis

Fungsi kentang dalam percobaan osmosis adalah sebagai membran permeabel yang Fungsi kentang dalam percobaan osmosis adalah sebagai membran permeabel yang akan dilalui oleh air dan eosin. Dan perpindahan air terjadi karena sel-sel kentang hipertonis akan dilalui oleh air dan eosin. Dan perpindahan air terjadi karena sel-sel kentang hipertonis terhadap gliserin.

terhadap gliserin.

5.3

5.3 Perbedaan antara plasmolisis dan deplasmolisisPerbedaan antara plasmolisis dan deplasmolisis

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasma protoplasma dari dinding sel jika ada Plasmolisis adalah peristiwa terlepasma protoplasma dari dinding sel jika ada  penurunan volume vak

 penurunan volume vakuola yang sangat besar.uola yang sangat besar.

Sedangkan deplasmolisis adalah kembalinya kedalam bentuk semula apabila Sedangkan deplasmolisis adalah kembalinya kedalam bentuk semula apabila lingkungan sel tersebut diganti dengan larutan yang hipertonik (lebih encer dari larutan s

(11)

BAB VI BAB VI PENUTUP PENUTUP 6.1 6.1 KesimpulanKesimpulan

Ada beberapa kesimpulan dari hasil praktikum ini yaitu : Ada beberapa kesimpulan dari hasil praktikum ini yaitu :

Metabolisme merupakan petukaran zat suatu sel atau suatu organisme secara Metabolisme merupakan petukaran zat suatu sel atau suatu organisme secara keseluruhan dengan lingkungannya.

keseluruhan dengan lingkungannya.

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.

osmosis adalah perpindahan air malalui membran permeabel selektif dari bagian yang osmosis adalah perpindahan air malalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat.

lebih encer ke bagian yang lebih pekat.

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasma protoplasma dari dinding sel jika ada Plasmolisis adalah peristiwa terlepasma protoplasma dari dinding sel jika ada  penurunan volume v

 penurunan volume vakuola yang sangat besar.akuola yang sangat besar.

deplasmolisis adalah kembalinya kedalam bentuk semula apabila lingkungan sel deplasmolisis adalah kembalinya kedalam bentuk semula apabila lingkungan sel tersebut diganti dengan larutan yang hipertonik (lebih encer dari larutan se

tersebut diganti dengan larutan yang hipertonik (lebih encer dari larutan se l).l).

6.2 Saran 6.2 Saran

Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum ini waktu yang telah ditentukan digunakan Sebaiknya di dalam pelaksanaan praktikum ini waktu yang telah ditentukan digunakan dengan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan dengan efektif.Selain itu dengan sebaik-baiknya sehingga praktikum dapat berjalan dengan efektif.Selain itu  pelaksanaan

 pelaksanaan praktikum praktikum harus harus lebih lebih cermat cermat dan dan yang yang lebih lebih penting penting kehati-hatian kehati-hatian dalamdalam menggunakan alat-alat praktikum.Laboratorium juga diperhatikan kebersihannya,serta para menggunakan alat-alat praktikum.Laboratorium juga diperhatikan kebersihannya,serta para  pratikan harus lebih aktif lagi agar semua preparat dapat diamati.

(12)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

 Buku PenuntunPra

 Buku PenuntunPraktikum Biologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkuluktikum Biologi Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu Cambell, Neil A.2000.

Cambell, Neil A.2000. biologi .biologi . Jakarta : ErlanggaJakarta : Erlangga George.H, Hademenos. 2005.

George.H, Hademenos. 2005. BIOLOGI Edisi Kedua . BIOLOGI Edisi Kedua .Jarkarta:ERLANGGA.Jarkarta:ERLANGGA. Sudjadi Bagod, Laila Siti .2007.

Sudjadi Bagod, Laila Siti .2007. BIOLOGI 2.Jakarta:Yudhistira. BIOLOGI 2.Jakarta:Yudhistira. Priadi Arif, Silawati Tri.2007.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :