RESPONS KARAKTER FISIOLOGI DAN PRODUKSI LATEKS BEBERAPA KLON TANAMAN KARET TERHADAP STIRlULASI ETILEN

19 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

RESPONS KARAKTER FISIOLOGI

DAN PRODUKSI LATEKS

BEBERAPA KLON TANAMAN KARET

TERHADAP STIRlULASI ETILEN

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

1999

(2)

y a

A u u

jadjkan aku

sebagai orang

yang selalu bersyukur

. . .

untuk yang tercinta Susi isterku,

yang selalu membangun

smnguiku;

yang tersayang amkumkku, Pam, Annis, lpu/& M n ; yang senantiasa

menumbuhkan inspirasiku.

(3)

ABSTRAK

RESPONS KAMKTER FISIOLOGI DAN PRODUKSI LATEKS BEBERAPA KLON TANAMAN

KARET

TERHADAP STIMULASI ETILEN

smmmmn

Pembimbing: Sudirman Yahya, Achmad Surkati Abidin, Alex Hartana, Bambang Sapta Purwoko, dan Siswanto

Penelitian bertujuan untuk mengetahui variasi musiman karakter fisiologi tanaman karet akibat pemberian etepon, dan hubungan antar karakter fisiologi dengan produksi lateks. Penelitian dilaksanakan di Bogor, Jawa Barat (250 m dpl) mulai September 1997 hingga Desember 1998. Percobaan dalam dua faktor perlakuan, yaitu delapan klon karet (AVROS 2037, BPM 24, PR 261, RRIM 712, GT 1, BPM 1, PR 228, dan LCB 1320) dan tiga sistem eksploitasi (& = '/z S d/2, El = '/z S d/3.ET2.5%, E2 = '/z S d/3.ETS.O%). Peubah yang diarnati adalah produksi lateks,

indeks penyumbatan, kadar karet kering, %-KAS, pH lateks, kadar sukrosa, kadar fosfat anorganik, kadar tiol, aktivitas SOD, produksi etilen, kadar ACC, aktivitas ACC-oksidase; dan protein dalam fraksi serum-C dan lutoid Hasil penelitian

menunjukkan bahwa perlakuan stimulasi meningkatkan produksi lateks pada empat klon (PR 261, BPM 24, PR 228, dan AVROS 2037). Produksi lateks yang tinggi ditandai oleh indeks penyumbatan

dan

kadar karet kering yang rendah, serta kadar fosfat anorganik, produksi etilen, dan kejadian KAS yang tinggi. Klon LCB 1320 dan RRLM 712 lebih peka terhadap gangguan KAS. Dari semua klon yang diuji, pengaruh stimulan terhadap penurunan kadar sukrosa hanya nyata pada AVROS 2037; sedangkan kadar ti01 tinggi hanya pada PR 261 sebagai klon yang paling responsif etepon. Kadar ti01 dan aktivitas SOD diduga dapat menghambat mekanisme penuaan dan kejadian KAS. Variasi musiman mempengaruhi semua peubah yang diamati, terutama pada sukrosa, tiol, dan fosfat anorganik. Pada siklus setahun terdapat pola peningkatan produksi lateks, kadar karet kering, dan fosfat anorganik; sedangkan indeks penyumbatan dan pH lateks cenderung menurun. Perlakuan etepon pada klon AVROS 2037 dan BPM 24 meningkatkan produksi etilen secara langsung, atau melalui metabolisme etilen dengan ditandai oleh peningkatan kadar ACC. Puncak produksi etilen terjadi 1 hari SAE (setelah aplikasi etepon), sedangkan puncak produksi lateks baru terjadi pada 8 hari SAE. Hasil elektroforesis (SDS-PAGE) mendapatkan protein responsif etilen 27 kDa pada serum-C yang diduga berhubungan dengan influks air dalarn sel pembuluh lateks; serta protein-protein 30,35,37,40, 56, 70, dan 88 kDa pada fraksi lutoid yang diduga berhubungan dengan mekanisme koagulasi lateks. Dengan elektroforesis-2D dari fiaksi ini diperoleh protein 35 dan 70 kDa dengan pHi 5.8.

Kata kunci: Karakter fisiologi, produksi lateks, stimulasi etilen, variasi musiman, Hevea

(4)

ABSTRACT

RESPONSE OF PHYSIOLOGICAL CHARACTERS

AND

LATEX PRODUCTION TO ETHYLENE STIMULATION

ON SEVERAL RUBBER TREE CLONES SUMARMADJI

Advisors: Sudirman Yahya, Achmad Surkati Abidin, Alex Hartana, Bambang Sapta Purwoko, and Siswanto

The objectives of the study were to determine the seasonal variation of physiological characters of hevea by ethephon application, and the relationship among physiological characters influencing latex production. The experiment was carried out in Bogor, West Java (250 m above sea level) from September 1997 to December 1998. It was designed with two factors of treatment, which were eight hevea clones (AVROS 2037, BPM 24, PR 261, RRIM 712, GT 1, BPM 1, PR 228, and LCB 1320) and three exploitation systems (& = "A S d12, El = "A S d/3.ET2.5%,

ES = % S d/3.ET5.0%). Observed variables were latex production, plugging index, dry rubber content, %-TPD, latex pH, contents of sucrose, thiol and inorganic phosphate, ethylene release, ACC content, activity of ACC-oxidase and SOD; and proteins in C-serum and lutoid fraction. The results showed that the stimulant increased the latex production in four clones (PR 26 1, BPM 24, PR 228, and AVROS 2037). The high latex production possessed low plugging index and dry rubber content, and high inorganic phosphate content, ethylene release, and incidence of TPD. Potentially, LCB 1320 and RRIM 712 were the most susceptible clones to incidence of TPD. In all clones tested, the significant effect of stimulant to sucrose content was found only in AVROS 2037. Otherwise, the highest thiol content was found in PR 261 as the most ethephon responsive clone. The results also suggested that thiol and SOD activity could inhibit the senescence process and incidence of TPD. Seasonal variation had influenced to all observed variables, mostly to sucrose, thiol, and inorganic phosphate. When the latex production, dry rubber content and inorganic phosphate content increased, on contrary the plugging index and latex pH decreased. Ethephon treatments in AVROS 2037 and BPM 24 induced the production of ethylene directly, and also endogenously, by increasing ACC content. Ethephon treatment could induce maximal production of ethylene at one day after the application, whereas that of latex occurred at the eighth day. By electrophoresis (SDS-PAGE), an ethylene responsive protein of 27 kDa was found in C-serum. This protein probably has relationship with water influx in laticiferous cells. Otherwise, proteins 30,35,37,40, 56,70, and 88 kDa was found in the lutoid, which may have relationship with mechanism of latex coagulation. By 2D-electrophoresis, proteins of 35 and 70 kDa with pHi 5.8 were found in this fraction.

Keyword: Physiological character, latex production, ethylene stimulation, seasonal variation, Hevea brasiliensis Muell. Arg.

(5)

RESPONS KARAKTER FISIOLOGI

DAN PRODUKSI LATEKS

BEBERAPA KLON TANAMAN KARET

TERHADAP STIMULASI ETILEN

Disertasi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar

Doktor

pada

Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor

PROGRAM PASCASARJANA

a

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

1999

(6)

Judul Disertasi

:

RESPONS KARAKTER FISIOLOGI DAN

PRODUKSI LATEKS BEBERAPA KLON

TANAMAN KARET TERHADAP

STIMULASI ETILEN

N a m a

SUMARMADJI

N I M

95526

Program

Studi

:

AGRONOMI

Komisi Pembimbing

.

-

I-

&

Dr. Ir. Sudirman Yahya, MSc

Anggota

Anggota h g g o t a

Ketua Direktur

Program Studi Agronomi Program Pascasarjana

JY&=

Dr. Ir. Sudirman Yahya, MSc afrida Manuwoto

(7)

Penulis dilahirkan di Rembang, Jawa Tengah tanggal 20 Mei 1959 sebagai anak ke tujuh dari delapan bersaudara hasil perkawinan bapak M. Roestarnadji dan ibu Kartidjah. Kedua orang tua kini telah almarhum.

Pada tahun 1983 penulis lulus dari Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor dan menyandang gelar Sarjana Pertanian. Pada tahun 1989 penulis menyelesaikan program Magister di Fakultas Pascasa jana, Institut Pertanian Bogor dan menyandang gelar Magister Sains. Kemudian mulai tahun 1995 penulis berkesempatan mengikuti pendidikan S3 (Doktor) di Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Sejak tahun 1984 hingga sekarang, penulis bergabung dengan Pusat Penelitian Karet di Sungei Putih, Sumatera Utara; sebagai staf peneliti dalam bidang agronomi, eksploitasi dan usahatani tanaman karet. Penulis telah menikah pada tahun 1986 dengan Susiana, dan sekarang telah dikaruniai dua orang anak laki-laki dan dua orang

anak perempuan; masing-masing Arief Pambudi (12 tahun), Annis Dwilestari (9 tahun), Syaiful Amrianto (7 tahun) dan Indyahragil Handayani (5 tahun).

(8)

UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahrnat, hidayah dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyusun laporan penelitian untuk menyelesaikan program S3 dalam bentuk disertasi ini.

Kepada Komisi Pembimbing, penulis menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang talc terhingga khususnya kepada Dr. Ir. Sudirman Yahya, MSc selaku ketua; Prof. Dr. Ir. H. Achmad Surkati Abidin, 'Dr. Ir. Alex Hartana, MSc, Dr.

Ir. Bambang S. Purwoko, MSc dan Dr. Siswanto, DEA masing-masing selaku anggota, atas birnbingan dan pengarahan selama penyusunan rencana dan pelaksanaan penelitian serta penulisan disertasi.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Pimpinan Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia (AP21), Pusat Penelitian Karet dan Pimpinan Bagian Proyek

Penelitian Karet Sungei Putih atas kesempatan bagi penulis mengikuti pendidkan S3, bantuan beasiswa dan dana penelitian selama pendidikan.

Pada kesempatan ini penulis juga menyampaikan terima kasih kepada:

1. Pimpinan beserta staf Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Program Pascasarjana IPB yang telah memberikan kesernpatan dalam pendidikan S3.

2. Pimpinan beserta staf Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor (UPBP) yang telah memberikan fasilitas laboratorium dan kebun percobaan, khususnya Sdr. Muhammad Hasan, SSi dan Sdr. Nurhandayani yang membantu pelaksanaan

(9)

teknis laboratorium; serta Sdr. Abad dan Sdr. Mica yang membantu pelaksanaan dan pengurnpulan data lapangan.

3. Kepala Balai Penelitian Teknologi Karet (BPTK) Bogor beserta staaaryawan atas bantuan dan kemudahan administratif berhubungan dengan Pusat Penelitian Karet selama penulis berdomisili di Bogor.

4. Kepala Laboratoriurn Biokimia & Enzimatik, Balitbio Tanaman Pangan beserta karyawan khususnya Sdr. Eman Sulaiman dan Sdr. Danuwarsa yang membantu analisis metabolisme etilen.

5. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam pendidikan S3 di IPB.

Khusus kepada isteri dan anak-anak tercinta, yang dengan sabar dan penuh pengertian, senatiasa memberi dorongan moril, membangun semangat dan menumbuhkan inspirasi, maka dengan ini penulis menyarnpaikan terima kasih yang tulus dan mendalam.

Akhirnya dengan disertai do'a dan harapan, kiranya hasil penelitian ini bermanfaat bagi banyak pihak khususnya bagi industri perkebunan karet di Indonesia.

(10)

DAFTAR SINGKATAN ACC ACC-oksidase AOS AP2I AVROS BO-2 Ba BB BM BN BPM CEPA CPO dl2, dl3 2D 2,4-D DAL DMAPP dpl DTNB

Eo

E 1 E2 EDTA EFE ERE EREBPS ET FA W s G c m GACC G-SH GT HEVER IEF

1 -arninocyclopropane-1 -carboxylic acid, prekursor etilen enzim oksidase terhadap ACC untuk menjadi etilen

active oxygen species, molekul oksigen toksik, senyawa radikal asosiasi penelitian perkebunan Indonesia

algemene veriniging rubber planters oostkust Sumatera kulit perawan bidang sadap kedua

bark application, aplikasi stimulan pada kulit bidang sadap brown bast, KAS, TPD

berat molekul

bark necrosis, gangguan bidang sadap karet yang bersifat patogenik balai penelitian Medan

2-chloroethyl phosphonic acid, etepon, Ethel@ crude palm oil, minyak sawit kasar

frekuensi sadap 2 hari sekali, 3 hari sekali 2 dimensi pada gel elektoforesis

2,4-dichlorophenoxyacetic acid (suatu auksin sintetik) daerah aliran lateks

dimetil alil pirofosfat di atas permukaan laut dithiobis-nitrobenzoat

perlakuan sistem eksploitasi pada percobaan: !4 S d/2

perlakuan sistem eksploitasi pada percobaan: ?4 S d/3.ET2.5% perlakuan sistem eksploitasi pada percobaan: !4 S d/3.ET5.0% etilen diamin tetra acetic acid

ethylene forming enzyme, enzim pembentuk etilen

ethylene responsive element, sekuens DNA berkorespondensi etilen protein pengikat sekuens DNA berkorespondensi etilen

sistem eksploitasi dengan aplikasi etepon fosfat anorganik, inorganic phosphate

gram (satuan massa), atau gravitasi (satuan dalam sentrifugasi)

groove application, aplikasi stimulan pada alur sadap satuan produksi lateks gram/pohon/sadap

gas chromatographylflame ionization detector T-glutamil-ACC

glutation Gondang Tapen

hevea ethylene responsive, nama gen karet yang responsif etilen isoelectric focussing, pemisahan protein berdasarkan gradien pH IP indeks penyumbatan, parameter aliran/koagulasi lateks

(11)

KAS kDa kgihalth kg/p/th KKK LAH LCB m MACC MGD

MH

MK mm

m M

MnSOD MVA NBT nrn PAGE PH pHi PI

PIR

PLD PR PTPN rpm RRIM R-SH % S SAE SAM SDS Serum-C SOD 2,4,5-T TCA TNB TPD UJGD UPBP

kekeringan alur sadap, penyakit fisiologis pada bidang sadap karet kilo dalton, satuan berat molekul

satuan produksi lateks: kilogram per ha per tahun satuan produksi lateks: kilogram per pohon per tahun kadar karet kering (%)

lipolitik ail-hidrolase land caoutchouc bedrijven meter (satuan panjang) malonil-ACC

musim gugur daun karet, terjadi setahun sekali selama 2 3 bulan musim hujan

musim kemarau

milimeter (satuan panjang) satuan kadar senyawa: milimolar gen SOD yang berikatan dengan

Mn

asam mevalonat nitroblue tetrazolium

mikrometer (satuan panjang), 1

o6

m nanometer (satuan panjang), 1

o - ~

m polyacrilamide gel electrophoresis

-

log

m

pH pada titik isoelektrik

plugging index, indeks penyurnbatan perusahaan inti rakyat

fosfolipase-D

proefstation voor rubber

perseroan terbatas perkebunan nusantara rotation per minute (putaran per menit) rubber research institute of Malaysia tiol, gugus R dengan sulfhidril '/Z spiral batang karet yang disadap setelah aplikasi etepon

S-adenosyl-L-methionine, Adomet, prekursor ACC sodium dodecyl sulphate

cairan sel, sitosol sel pembuluh lateks superoksida dismutase

2,4,5-trichlorophenoxyacetic acid (suatu auksin sintetik) asam trikloro asetat

thio-nitrobemoat

tapping panel dryness, KAS

' ujibeda jarak berganda Duncan

(12)

DAFTAR IS1 Halaman DAFTAR TABEL

...

x ... DAFTAR GAMBAR PENDAHULUAN ...

...

Latar Belakang ... Perurnusan Masalah

...

Tujuan dan Manfaat Penelitian

...

Hipotesis

...

TINJAUAN PUSTAKA

Botani Tanaman Karet

...

Produksi Lateks Tanaman Karet ... Pemberian Etepon ... Biosintesis Etilen Tanaman ...

...

Protein Responsif Etilen padaTanaman Karet

...

Identifikasi Protein dengan Elektroforesis .

.

...

Karakter F~s~ologi

Kekeringan Alur Sadap (KAS)

...

BAI-IAN DAN METODE ... Tempat dan Waktu

...

Bahan dan Alat ...

...

Metode Penelitian

...

HASIL

Kondisi Iklim dan Musim Gugur Daun

...

Hasil Analisis Statistik

...

Produksi Lateks (glp/s) ...

...

Kadar Karet Kering (KKK)

Indeks Penyurnbatan (IP)

...

Kekeringan Alur Sadap (KAS)

...

pH Lateks

...

... Kadar Sukrosa

...

Kadar Fosfat Anorganik (FA)

Kadar Ti01

...

Aktivitas Superoksida Dismutase (SOD)

...

...

(13)

. .

Produksi Etilen

...

...

Kadar ACC

Aktivitas ACC-oksidase ... Pola Pita Protein

...

...

PEMBAHASAN

...

Produksi Lateks

...

Karakter Fisiologi dan Kaitan dengan Produksi Lateks

...

Variasi Musiman Produksi Lateks dan Karakter Fisiologi

...

Kejadian KAS sebagai Tolok Ukur Eksploitasi Berlebih

...

Sistem Eksploitasi yang Diskriminatif

... Metabolisme Etilen dalam Jaringan Kulit

Protein Responsif Etilen pada Dua Fraksi Lateks ...

...

KESIMPULAN DAN SARAN

... Kesimpulan

...

Saran ... DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN ... Tabel ... Gambar

(14)

DAFTAR

TABEL

Nomor Halaman

1

.

Sifat beberapa klon skala besar (dalam nilai skor)

...

22 2

.

Musim gugur daun tahun 1998 masing-masing klon karet dan

pengaruh perlakuan stimulasi pada sistem eksploitasi El dan E2

...

40

...

3

.

Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap produksi lateks 44

4

.

Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap kadar karet kering

...

46 5

.

Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap indeks penyumbatan ... 49

...

6

.

Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap kekeringan alur sadap 51

7

.

Pengaruh klon dan sistem . eksploitasi terhadap kadar sukrosa lateks

...

53 8 . Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap kadar fosfat

anorganik lateks

...

-55 9

.

Pengaruh klon dan sistem eksploitasi terhadap kadar ti01 lateks ... 58

...

10

.

Pengaruh klon terhadap aktivitas enzim superoksida dismutase 60 1 1

.

Pengaruh sistem eksploitasi terhadap aktivitas ACC-oksidase 2 klon

karet

...

63 12

.

Pola pita protein yang muncul khas pada SDS-PAGE fraksi serum-C

beberapa klon dengan perlakuan

by

El dan EZ

...

-64

13

.

Penyebaran pita protein dari fiaksi lutoid masing-masing klon

dengan perlakuan eksploitasi

...

... ...

66 14

.

Kesesuaian sistem eksploitasi masing-masing klon berdasarkan

...

(15)

Lampiran

Nomor Halaman

1. Perhitungan produksi kg/ha/tahun pada perlakuan klon dan sistem

eksploitasi; serta respons masing-masing klon terhadap etepon ... 109 2. Tetua masing-masing klon, perkiraan jumlah pohodha dan lilit

batang tanaman yang digunakan dalam penelitian (umur 1 1 tahun) ... .I10 3. Kecepatan awal(5 menit pertama) aliran lateks pada faktor tunggal

klon (4 jenis) dan sistem eksploitasi Eo, El dan Ez ... 110 4. Analisis ragam: produksi lateks (g/p/s), kadar karet kering (KKK),

indeks penyumbatan

(IP),

kadar sukrosa, kadar fosfat anorganik

(FA), dan kadar ti01 ... 11 1

...

5. Analisis ragam: %KAS, pH lateks, dan aktivitas SOD 11 1

...

6 . Analisis ragam: etilen, kadar ACC, dan aktivitas ACC-oksidase 11 1 7. Rekapitulasi hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) beberapa peubah

... pada dua faktor perlakuan Klon x Eksploitasi 1 12

8. Rekapitulasi hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) beberapa peubah

pada dua faktor perlakuan Bulan x Klon ... 1 12

9. Rekapitulasi hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) beberapa peubah

... pada dua faktor perlakuan Bulan x Eksploitasi 1 12

10. Hasil ujibeda OJJGD pada P < 0.05) produksi g/p/s pada perlakuan

sistem eksploitasi setiap klon setiap bulan ... 1 13 1 1. Hasil ujibeda (UJGD pada P

.

.

.

< 0.05) KKK pada perlakuan sistem

eksplortasr setrap klon setiap bdan ... 113 12. Hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05)

IP

pada perlakuan sistem

.

.

.

eksplo~tasr setiap klon setiap bulan ... 1 14 13. Hasil ujiberla (UJGD pada P < 0.05) sukrosa pada perlakuan sistem

(16)

14. Hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) FA pada perlakuan sistem

...

eksploitasi setiap klon setiap bulan 1 15

15. Hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) ti01 pada perlakuan sistem

...

eksploitasi setiap klon setiap bulan.. 1 15

16. Hasil ujibeda (UJGD pada P < 0.05) pH lateks pada perlakuan sistem ...

eksploitasi setiap klon setiap bulan 116

... 17. Koefisien korelasi (r) linear sederhana menurut Pearson 116 1 8. Analisis regresifkorelasi ganda produksi lateks (g/p/s) terhadap

peubah-peubah lain ... 117 19. Analisis regrasikorelasi polinomial antara dua peubah penting ... 1 17

(17)

DAFTAR GAMBAR

Nomor Halaman

1. Anatomi batang karet (Hebant, 198 1).

...

10 2. Fraksi lateks setelah sentrifugasi 50 000 g selama 60 menit (d'Auzac

& Jacob, 1989)

...

1 1 3. Berbagai lintasan sintesis produk sekunder dalam tanaman (Taiz &

...

Zeiger, 199 1) 13

4. Sintesis karet dalam sel pembuluh lateks Hevea brasiliensis (Jacob

& Prevot, 1992).

...

1 5

5. Pengaruh stimulasi etepon terhadap daerah aliran lateks

(Pakianathan et al., 1989)

...

18 6. Degradasi membran lutoid dari tanaman produksi tinggi dan yang

...

terserang KAS (Chrestin, 1989) 28

7. Kondisi iklim selama waktu penelitian (September 1997 - Agustus

1998) berdasarkan data curah hujan, hari hujan, kelembaban udara, ...

dan suhu udara 39

8. Variasi musiman produksi lateks g/p/s masing-masing klon dengan

...

sistem eksploitasi

&,

El dan E2 45

.,

5'

9. Variasi musiman kadar karet kering masing-masing klon dengan

sistem eksploitasi Eo, El dan E2 ... 47

10. Variasi musiman indeks penyumbatan masing-masing klon dengan

...

sistem eksploitasi

&,

El dan E2 50

11. Variasi musiman pH lateks 8 klon karet selama beberapa bulan

pengarnatan

...

52

12. Variasi musiman kadar sukrosa lateks masing-masing klon dengan

sistem eksploitasi

&,

El dan E2

...

54

13. Variasi musiman kadar fosfat anorganik lateks masing-masing klon

(18)

14. Variasi musiman kadar ti01 lateks masing-masing klon dengan

dengan sistem eksploitasi EQ, El dan E2

... . . .

.

. . .

59 15. Variasi musiman produksi etilen pada ketiga sistem eksploitasi

... . . .

.

6 1 16. Variasi musiman kadar ACC bebas pada ketiga sistem eksploitasi ... .. ... ... 62

17. Variasi musiman aktivitas ACC-oksidase pada ketiga sistem

eksploitasi

...

63 18. Pita protein hasil elektroforesis SDS-PAGE fraksi serum-C klon

RRLM 71 2, GT 1, dan BPM 1 masing-masing dengan perlakuan EQ,

El danE2

...

65 19. Pita protein hasil elektroforesis SDS-PAGE fraksi lutoid beberapa

klon masing-masing dengan perlakuan EQ, El dan E2

...

67 20. Pita protein hasil elektroforesis IEF fraksi lutoid klon GT 1, BPM 24

dan

RRIM

7 12 masing-masing dengan perlakuan

&,

El dan E2..

. . .

68 21. Protein hasil elektroforesis-2D (IEF-SDS-PAGE) dari fraksi lutoid

klon GT 1 dan BPM 24 dengan perlakuan

&,

El dan E2

...

68 22. Produksi lateks beberapa klon dalam satuan kghaftahun dan %.

Masing-masing klon adalah AVROS 2037, BPM 24, PR 261, RRIM

712, GT 1, BPM 1, PR 228 dan LCB 1320..

. .. . .

.

.

.

.

. .

. . .

.

. .

.

.

. . .

. .

.

.

.

. .

.

.

70 23. Hubungan penurunan IP terhadap peningkatan produksi g/p/s

berbagai klon dan perlakuan eksploitasi

...

75 24. Pengaruh stimulasi terhadap IP dan produksi M s . Panjang dan

ketegakan garis menggambarkan respons produksi lateks masing-

masing klon terhadap stimulasi etepon 2.5%

...

76 25. Fluktuasi produksi lateks (a) dan kandungan etilen dalam jaringan

kulit pohon karet (b) klon AVROS 2037 dan BPM 24 pada 1

-

12

hari SAE (setelah aplikasi etepon) 2.5%(E1) atau 5.0%(E2) ... 94 26. Skema hipotetik: Stimulasi etilen terhadap produksi lateks dalam

sistem sel pembuluh lateks

...

96

(19)

Nomor

Lampiran

1

.

Lintasan biosintesis etilen dan jalur-jalur reaksi altematif lain

(Mathooko. 1996) ... 119

2

.

Transkrip

HEVER

(Hevea ethylene.responsive). dari sel daun Hevea (a) dan sel pembuluh lateks Hevea yang diinduksi oleh etepon (b). serta dari jaringan Hevea yang diinduksi oleh asarn salisilat (c); ... (Sivasubramaniarn et al.. 1995) 1 2 0 3

.

Denah percobaan di KP Ciomas. Bogor (250 m dpl)

...

121

4

.

Hubungan produksi glpls dan KKK ... 122

5

.

Hubungan produksi g/p/s dan IP ... 122

6

.

Hubungan produksi g/p/s dan FA

...

122

... 7

.

Hubungan KAS dan SOD 123 8

.

Hubungan produksi g/p/s dan etilen ... 123

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :