*Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DAN STATUS PEKERJAAN DENGAN KUALITAS HIDUP PENDUDUK DI KELURAHAN KINILOW KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON

Sendy Wulan Lumanauw*, Sekplin A.S. Sekeon*, Angela F.C. Kalesaran* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK

Kualitas hidup didasarkan pada dimensi kemampuan berjalan, perawatan diri, aktivitas yang biasa dilakukan, rasa nyeri/ ketidaknyamanan dan kecemasan/ depresi. Indonesia untuk indeks kualitas hidup di Asia dari 23 negara berada diurutan kelima terendah dan di Asia Tenggara Indonesia diurutan kedua terendah. Kualitas hidup dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan status pekerjaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dan status pekerjaan dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk dewasa berusia ≥ 17 tahun dan teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu multistage random sampling dan jumlah sampel sebanyak 96 responden. Instrument yang digunakan berupa kuesioner yang berisi karakteristik responden, Euro Quality of Life – 5 Dimension (EQ-5D) dan International Physical Activity Questionnare (IPAQ). Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon pada bulan April-Juni 2017.Uji statistik yang digunakan adalah chi square dengan CI = 95% dan α = 0,05. Hasil penelitian aktivitas fisik dengan kualitas hidup menunjukkan nilai p = 0,000 dan status pekerjaan dengan kualitas hidup menunjukkan nilai p = 0,000.Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup, dan terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.

Kata kunci:Kualitas Hidup, Aktivitas Fisik, Status Pekerjaan

ABSTRACT

The quality of life is based on the dimensions of mobility, self-care, usual activities, pain/ discomfort, and anxiety/ depression. In the quality of life index in Asia from 23 countries, Indonesia was ranked the fifth lowest and in Southeast Asia, Indonesia was ranked the second lowest. Quality of life may be affected by physical activity and occupational status. The purpose of this research was to determine the relationship between physical activity and occupational status towards the quality of life of the population in Kinilow Sub-District Tomohon Utara District, Tomohon. This research used analytical survey method with cross-sectional study approach. The population in this research was the adult population aged ≥ 17 years oldand sampling technique used was multistage random sampling and the number of samples was amounted to 96 respondents. Instruments used were in the form of questionnaires which contained the characteristics of the correspondents, Euro Quality of Life - 5 Dimension (EQ-5D) and International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). This research was conducted in Kinilow Sub-district Tomohon Utara District, Tomohon in April-June 2017. The statistical test used was Chi square with CI = 95% and α = 0,05. The research result of physical activity with the quality of life indicated the p value = 0,000 and occupational status with the quality of life indicated p value = 0,000. Conclusion from this research was that there was a relationship between physical activity towards the quality of life, and there was a relationship between occupational status towards the quality of life of the population in Kinilow Sub-district Tomohon Utara District, Tomohon.

(2)

PENDAHULUAN

Indeks kualitas hidup Negara Indonesia berada diurutan kelima terendah dari 23 negara yang ada di Asia. Dari 6 negara di Asia Indonesia berada diurutan kedua terendah dan untuk indeks kualitas hidup tertinggi adalah Singapura. (Numbeo, 2017). Kualitas hidup menurut EuroQoL untuk menilai kemampuan berjalan, perawatan diri, aktivitas yang biasa dilakukan, rasa nyeri/ tidak nyaman, rasa cemas/ depresi (Reenen dan Janssen, 2015). Salah satu hal yang dapat meningkatkan kualitas hidup yaitu melakukan aktivitas fisik (CDC, 1996). Teratur dalam melakukan aktivitas fisik sangat bermanfaat dalam mengatur sistem jantung, pembuluh darah, mengontrol berat badan dan merupakan faktor yang penting dalam mencegah penyakit tidak menular (Kemenkes 2013; Pucci, dkk., 2012).

Survei dari WHO, menyatakan bahwa 1 dari 4 orang dewasa tidak cukup aktif dalam melakukan aktivitas fisik.(WHO, 2017). Indonesia proporsi yang melakukan aktivitas fisik secara kurang aktif secara umum adalah 26,1%. Sulawesi Utara berada diurutan ke 19 yang aktif dalam melakukan aktivtas fisik

dengan presentase 68.3% (Kemenkes, 2013). Aktivitas fisik harus dilakukan dalam rutinitas setiap karena bermanfaat bagi kesehatan (Habsari, 2014). Kualitas hidup bukan hanya ditentukan oleh bagaimana melakukan aktivitas fisik, namun dari aspek kekayaan, pekerjaan, lingkungan binaan, fisik dan kesehatan mental, pendidikan, rekreasi dan waktu luang (Widagdo, 2015). Penduduk usia kerja menurut kabupaten/ kota di Sulawesi Utara dengan jenis kegiatan bekerja, Tomohon berada di peringkat ke sebelas terendah dari 15 kabupaten/ kota yang ada (BPS, 2014). Berdasarkan BPS Kota Tomohon presentase penduduk usia kerja yang bekerja menurun dari tahun 2013 – 2015. Tingkat pengangguran mengalami peningkatan dalam tiga tahun berturut dimana tahun 2013 dengan presentase 5,73%, tahun 2014 dengan presentase 7,84% dan tahun 2015 dengan presentase 10,94% (BPS Tomohon, 2016). Data tahun 2015, jumlah penduduk menurut jenis pekerjaan Kelurahan Kinilow berada diurutan terendah

dari sepuluh kelurahan di Kecamatan

Tomohon Utara (BPS Tomohon,

(3)

kualitas hidup dimana kualitas hidup baik untuk orang yang bekerja 9.81 kali lebih besar

daripada orang yang tidak bekerja

(Supraba2015).

Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara aktivitas fisik dan status pekerjaan dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini yaitu penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota

Tomohon pada bulan April-Juni 2017.

Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk umum berusia ≥17 tahundengan teknik

pengambilan sampel adalah multistage

ramdom samplingdan jumlah sampel 96 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang berisi karakteristik responden, Euro Quality of Life – 5 Dimension(EQ-5D)

danInternational Physical Activity

Questionnare (IPAQ). Uji statistik yang

digunakan adalah uji chi square (CI = 95% dan α = 0,05).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik Responden n (96) % Umur 17-25 tahun 10 10,4 26-35 tahun 7 7,3 36-45 tahun 26 27,1 46-55 tahun 20 20,8 56-65 tahun 20 20,8 >65 tahun 13 13,5 Jenis Kelamin Laki-laki 38 39,6 Perempuan 58 60,4 Pendidikan Terakhir SD 24 25 SMP 25 26 SMA 40 41,7 Perguruan Tinggi 7 7,3

Tabel 1, menunjukkan bahwa berdasarkan kelompok umur paling banyak responden pada kelompok umur 36-45 tahun dan yang paling sedikit pada kelompok umur 26-35 tahun. Hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa responden paling banyak dengan jenis kelamin

perempuan (60,4%) daripada responden

dengan jenis kelamin laki-laki (39,6%). Untuk pendidikan terakhir responden menunjukkan bahwa paling banyak dengan pendidikan terakhir SMA, dan paling sedikit perguruan tinggi.

(4)

Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Penelitian Distribusi Responden n (96) % Kualitas Hidup Kurang Baik 34 35,4 Baik 62 64,6 Aktivitas Fisik Ringan 16 16,7 Sedang 25 26 Berat 55 57,3 Status Pekerjaan Tidak Bekerja 59 61,5 Bekerja 37 38,5

Tabel 2 menunjukkan bahwa dari 96 sampel paling banyak responden dengan kualitas hidup baik yaitu 64,6%, sedangkan untuk responden dengan kualitas hidup kurang baik berjumlah yaitu 35,4%. Hasil ini dilihat dari jawaban yang responden yang diberikan dari 5 pertanyaan setiap pertanyaan ada 5 pilihan jawaban, dari jawaban yang responden berikan

kemudian didapat 5 digit angka dan

disesuaikan ke tabel indeks value kualitas hidup. Hal ini memberi gambaran bahwa kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow memiliki kualitas hidup yang baik dimana kemampuan berjalan, perawatan diri, kegiatan

yang biasa dilakukan tidak memiliki kesulitan dan tidak ada rasa nyeri/ tidak nyaman, dan rasa cemas/ depresi yang dirasakan.

Variabel aktivitas fisik dari 96 sampel paling banyak responden melakukan aktivitas fisik berat dan paling sedikit responden melakukan aktivitas fisik ringan. Kategori aktivitas fisik dihitung berdasarkan jenis dan lama kegiatan yang dilakukan yaitu berjalan, ringan dan berat selama 7 hari terakhir.

Dalam penelitian ini untuk variabel status pekerjaan di bagi atas tidak bekerja dan bekerja. Hasil yang didapat lebih banyak responden yang tidak bekerja dibandingkan responden yang bekerja. Kategori responden yang bekerja dalam penelitian yaitu buruh harian lepas, petani, sopir, PNS, pegawai swasta, dan pendeta sedangkan yang termasuk tidak bekerja yaitu ibu rumah tangga, pengangguran, pensiunan dan mahasiswa.

(5)

Tabel 3. Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Status Pekerjaan dengan Kualitas Hidup Penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon

Hubungan antar Variabel

Kualitas Hidup

Kurang Baik % Baik % Total % p value

Aktivitas Fisik Ringan 14 87,5 2 12,5 16 100 Sedang 12 52 12 48 25 100 0,000 Berat 7 12,7 48 87,3 55 100 Status Pekerjaan Tidak Bekerja 29 49,2 30 50,8 59 100 0,000 Bekerja 5 13,5 32 86,5 37 100

Tabel 3, Hasil penelitian untuk variabel aktivitas fisik dengan kualitas hidup berdasarkan uji statistik chi square didapat hasil bahwa terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow. Hal tersebut dikarenakan responden yang melakukan aktivitas fisik berat jarang melaporkan permasalahannya dalam berjalan, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa nyeri dan cemas dibandingkan dengan yang melakukan aktivitas fisik ringan sebagian besar responden mengeluhkan rasa nyeri/ tidak nyaman dan rasa cemas/ depresi dan ada beberapa yang mengeluhkan bahwa terdapat kesulitan dalam berjalan. Responden yang melakukan aktivitas fisik ringan banyak pada kelompok lanjut usia karena fungsi fisiologis yang mulai menurun sehingga kegiatan yang dilakukan sudah terbatas bahkan

jarang untuk keluar rumah dan bersosialisasi dengan masyarakat sehingga rasa cemas dan depresi sering dirasakan. Untuk usia produktif paling banyak melakukan aktivitas fisik berat karena kondisi tubuh yang baik sehingga masih bisa melakukan aktivitas fisik baik di rumah maupun di tempat kerja. Melakukan aktivitas fisik secara teratur dapat mengurangi depresi dan kecemasan, dan dapat meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan tugas

sehari-hari (CDC, 1996) Hasil

penelitian ini didukung dengan penelitian dari Anoyke, dkk (2012), tentang kualitas hidup dengan aktivitas fisik yang diteliti pada penduduk usia 40-60 tahun di Inggris dengan menggunakan kuesioner EQ-5D hasil yang didapat melakukan aktivitas fisik yang tinggi memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Adapun penelitian dari Huang, dkk (2017)

(6)

dengan kuesioner EQ-5D-3L untuk menilai kualitas hidup yang berkualitas pada orang dewasa di China, melalui analisis multivariat ditemukan bahwa orang yang melakukan aktivitas fisik setiap minggu nilai indeks kualitas hidupnya lebih tinggi daripada yang tidak melakukan aktivitas fisik. Jarang

ditemukan untuk melaporkan masalah

kesehatan seperti mobilitas, perawatan diri, aktivitas biasa dan rasa cemas atau depresi.

Berbeda dengan

penelitian dari Burhan, dkk (2013), hasil yang diperoleh aktivitas fisik tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas hidup. Perbedaan hasil ini karena perbedaan sampel yang diambil dimana Burhan, dkk (2013) mengambil sampel pada dua tempat yang berbeda yaitu di dataran rendah dan dataran tinggi sedangkan peneliti dalam penelitian mengambil sampel hanya pada satu tempat.

Kualitas hidup seseorang dapat ditingkatkan dengan melakukan aktivitas fisik, karena melakukan aktivitas fisik secara teratur bermanfaat dalam mengatur sistem jantung, pembuluh darah dan berat badan, faktor penting dalam pencegahan penyakit tidak

menular, menurunkan angka kematian

dibandingkan dengan yang kurang aktif melakukan aktivitas fisik (CDC, 1996; Kemenkes, 2013; Pucci, dkk., 2012).

Hasil penelitian untuk variabel status pekerjaan dengan kualitas hidup berdasarkan uji statistik chi square didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kualitas hidup penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Hal tersebut dikarenakan responden yang bekerja jarang melaporkan masalah dalam berjalan, perawatan diri, kegiatan yang biasa dilakukan, rasa nyeri/ tidak nyaman, dan rasa cemas/ depresi karena memiliki aktivitas

yang lebih banyak dan mendapatkan

penghasilan atau upah dari pekerjaan yang dilakukan. Berbeda dengan yang tidak bekerja seperti ibu rumah tangga dan pengangguran tidak memiliki penghasilan atau upah namun kegiatan atau aktivitas yang dilakukan cukup banyak sehingga sering merasakan nyeri/ tidak nyaman dan rasa cemas/ depresi dikarenakan aktivitas yang dilakukan setiap hari yang monoton, dan ibu rumah tangga yang merasa

(7)

tidak ada waktu libur/ rekreasi sehingga sering mengalami rasa stres.

Hasil penelitian ini didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Supraba (2015), dengan analisis multivariat didapat hasil bahwa terdapat hubungan antara status pekerjaan dengan kualitas hidup lansia, dimana lansia cenderung mengalami rasa takut dan cemas karena tidak memiliki pekerjaan. Kualitas hidup yang kurang cenderung pada lansia yang tidak bekerja. Penelitian dengan hasil yang sama oleh Huang, dkk (2017) dengan kuesioner EQ-5D-3L untuk menilai kualitas hidup yang berkualitas pada orang dewasa di China, dimana dari 5 dimensi kualitas hidup, responden yang mengganggur cenderung

melaporkan masalah dalam mobilitas,

perawatan diri, aktivitas yang biasa dilakukan serta rasa sakit atau ketidaknyamanan

dibandingkan dengan pensiunan yang

cenderung melaporkan tentang masalah

kecemasan atau depresi. Hasil

penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian dari Adawiyah dan Kariasa (2014), penelitian yang betujuan mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kualitas

hiduppasien pasca stroke hasil uji statistik tidak ada hubungan antara status pekerjaan dengan kualitas hidup. Perbedaan hasil penelitian ini karena penelitian Adawiyah dan Kariasa (2014) mengambil sampel pada orang dengan kesehatan terganggu dan jumlah sampel terlalu sedikit sedangkan peneliti dalam penelitian ini mengambil sampel populasi umum baik sehat maupun sakit.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon, maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Mayoritas responden melakukan aktivitas fisik berat dibandingkan dengan melakukan aktivitas fisik ringan dan sedang.

2. Responden yang tidak bekerja lebih banyak dibandingkan responden yang bekerja. 3. Mayoritas responden memiliki kualitas

hidup baik daripada responden yang memiliki kualitas hidup kurang baik. 4. Terdapat hubungan antara aktivitas fisik

dengan kualitas hidup penduduk di

Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.

(8)

5. Terdapat hubungan antara status pekerjaan

dengan kualitas hidup penduduk di

Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.

SARAN

1. Bagi responden yang memiliki kualitas

hidup kurang baik untuk dapat

meningkatkan kesadaran mengenai

pentingnya melakukan aktivitas fisik sehari-hari karena melakukan aktivitas fisik dapat mengurangi stres, cemas, dan meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan faktor-faktor risiko lainnya yang mungkin memiliki pengaruh besar terhadap kualitas hidup.

3. Bagi pemerintah untuk bisa memberikan penyuluhan, pembinaan serta pelatihan

kerja bagi masyarakat agar bisa

menciptakan lapangan kerja sendiri sesuai

minat dan kemampuan guna untuk

meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah dan Kariasa. 2014. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup pada Pasien Pasca Stroke. FIK UI, 2014 (Online),http://lib.ui.ac.id/ naskahringkas/2016-08//S56513-Rob iyatul%20Adawiyah

Anokye dkk, 2012. Physical Activity and Health Related Quality of Life. Biomed

Central, (Online),

https://bmcpublichealth.biomedcentral.c om/articles/10.1186/1471-2458-12-624 BPS. 2014. Berita Resmi Statistik Provinsi

Sulawesi Utara. Manado: BPS Provinsi Sulawesi Utara

BPS Tomohon. 2016. Statistik Daerah Kota Tomohon 2016. Tomohon: Badan Pusat Statistik Kota Tomohon

BPS Tomohon. 2016. Statistik Daerah

Kecamatan Tomohon Utara 2016. Tomohon: Badan Pusat Statistik Kota Tomohon

Burhan dkk, 2013. Hubungan Care Giver Terhadap Status Gizi dan Kualitas Hidup Lansia Pada Etnis Bugis. JST Kesehatan, (Online), Vol. 3, No. 3: 264 – 273

(9)

CDC. 1996. Physical Activity and Health. A Report of Surgeon General Executive Summary. Centers for Disease Control and Prevention.

Habsari, D.O. 2014. Hubungan Aktivitas Fisik pada Lansia di Desa Margoagung

Kecamatan Seyegan Sleman

Yogyakarta. Skripsi. Yogyakarta:

Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Huang dkk, 2017. Assessing Health-Related Quality of Life of Chinese Adults in Heilongjiang Using EQ-5D-3L. Int. J.Environmental Research and Public Health.(Online),

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articl es/PMC5369060/

Kemenkes RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar. Kementerian Kesehatan RI. Jakarta. Numbeo. 2017. Quality of Life Index for

Country 2017. (online)https://www.

numbeo.com/quality-of-life/rankings _by_country.jsp

Reenen dan Janssen. 2015. EQ-5D User Guide. Netherland: EuroQoL Research Foundation.

Pucci G, Reis RS, Rech CR, Hallal PC. 2012. Quality of Life and Physical Activity Among Adults: Population-Based Study in Brazilian Adults. Qual Life Res,

(Online), http://www.pgedf

.ufpr.br/Quality%20of%20life%20and% 20physical%20activity%20%20RR%202 .pdf

Supraba, N.P. 2015. Hubungan Aktivitas Sosial, Interaksi Sosial dan Fungsi Keluarga dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di wilayah Kerja Puskesmas I Denpasar Utara Kota Denpasar. Tesis.

Denpasar: Program Pasca Sarjana

Universitas Udayana.

WHO, 2017. Media Centre, Physical Activity.

(online) http://www.who.int

/mediacentre/factsheets/fs385/en/

Widagdo P. 2015. Indeks Kualitas Hidup dan

Indeks Pembangunan Manusia.

(Online),https://www.academia.edu/ 28654423/INDEKS_KUALITAS_HIDU P_DAN_INDEKS_PEMBANGUNAN_ MANUSIA

(10)

Figur

Tabel 1. Distribusi Karakteristik Responden  Karakteristik  Responden  n (96)  %  Umur     17-25 tahun  10  10,4     26-35 tahun  7  7,3     36-45 tahun  26  27,1     46-55 tahun  20  20,8     56-65 tahun  20  20,8  >65 tahun  13  13,5  Jenis Kelamin

Tabel 1.

Distribusi Karakteristik Responden Karakteristik Responden n (96) % Umur 17-25 tahun 10 10,4 26-35 tahun 7 7,3 36-45 tahun 26 27,1 46-55 tahun 20 20,8 56-65 tahun 20 20,8 >65 tahun 13 13,5 Jenis Kelamin p.3
Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan   Variabel Penelitian  Distribusi Responden  n (96)  %  Kualitas Hidup  Kurang Baik  34  35,4  Baik  62  64,6  Aktivitas Fisik  Ringan  16  16,7  Sedang  25  26  Berat  55  57,3  Status Pekerjaan  Tidak Bekerja  59

Tabel 2.

Distribusi Responden Berdasarkan Variabel Penelitian Distribusi Responden n (96) % Kualitas Hidup Kurang Baik 34 35,4 Baik 62 64,6 Aktivitas Fisik Ringan 16 16,7 Sedang 25 26 Berat 55 57,3 Status Pekerjaan Tidak Bekerja 59 p.4
Tabel 3. Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Status Pekerjaan dengan Kualitas Hidup   Penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon

Tabel 3.

Hubungan antara Aktivitas Fisik dan Status Pekerjaan dengan Kualitas Hidup Penduduk di Kelurahan Kinilow Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon p.5
Related subjects :