• Tidak ada hasil yang ditemukan

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SALINAN

GUBERNUR JAWA TIMUR

PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 26 TAHUN 2012

TENTANG

PEDOMAN PENGHARGAAN PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TIMUR

GUBERNUR JAWA TIMUR,

Menimbang : bahwa untuk mendorong peningkatan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup guna menunjang pembangunan yang berkelanjutan, pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada orang atau kelompok masyarakat yang dinilai berjasa dalam memelihara dan melestarikan fungsi lingkungan hidup dengan menetapkan Pedoman Penghargaan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur dalam Peraturan Gubernur Jawa Timur.

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419);

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844); 3. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan

Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5059);

4. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);

(2)

SALINAN

6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 10 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Lembaga Teknis Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2008 Nomor 3, Seri D) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 8 Tahun 2010 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2010 Nomor 2, Seri D);

7. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 13 Tahun 2011 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2012 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 Nomor 3, Seri A);

8. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 105 Tahun 2008 tentang Uraian Tugas Sekretariat, Bidang, Sub Bagian dan Seksi Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 105 Tahun 2008/E1);

9. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 94 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2012 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 98 Tahun 2011; 10. Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/759/KPTS/013/2011

tanggal 23 Desember 2011 tentang Pedoman Kerja dan Pelaksanaan Tugas Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun Anggaran 2012.

MEMUTUSKAN:

MENETAPKAN : PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR TENTANG PEDOMAN PENGHARGAAN PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan yang dimaksud dengan: 1. Provinsi adalah Provinsi Jawa Timur.

2. Pemerintah Daerah Provinsi adalah Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.

3. Gubernur adalah Gubernur Jawa Timur.

4. Penghargaan Pelestarian adalah penghargaan yang diberikan kepada mereka baik individu maupun kelompok masyarakat yang dinilai berjasa dalam memelihara dan melestarikan fungsi lingkungan hidup;

(3)

SALINAN

-3-

5. Pelestarian Fungsi Lingkungan adalah suatu tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang serta merupakan tatanan yang diidamkan karena melambangkan hutan, tanah, air, udara, dan makhluk hidup;

6. Perintis Lingkungan adalah seseorang bukan pegawai negeri dan bukan tokoh dari organisasi formal yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi provinsi yang bersangkutan;

7. Pengabdi Lingkungan adalah petugas lapangan dan/atau pegawai negeri yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui tugas pokoknya;

8. Penyelamat Lingkungan adalah kelompok masyarakat yang berhasil melakukan upaya penyelamatan terhadap fungsi lingkungan hidup; 9. Pembina Lingkungan adalah pengusaha atau tokoh masyarakat

yang berhasil melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan mempunyai pengaruh dan prakarsa untuk membangkitkan kesadaran lingkungan dan peran serta masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan.

BAB II

JENIS PENGHARGAAN DAN PERSYARATAN Pasal 2

Penghargaan Pelestarian meliputi 4 (empat) kategori, yaitu: a. Perintis Lingkungan;

b. Pengabdi Lingkungan; c. Penyelamat Lingkungan; d. Pembina Lingkungan.

Pasal 3

Untuk mendapatkan penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, para calon kecuali Penyelamat Lingkungan, harus memenuhi persyaratan umum sebagai berikut:

a. Warga Negara Indonesia; b. Berkelakuan baik;

c. Saat diusulkan tidak sedang dijatuhi hukuman pidana yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

(4)

SALINAN

Pasal 4

Selain persyaratan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, para calon penerima penghargaan Pelestarian harus memenuhi persyaratan khusus sebagai berikut:

A. Perintis Lingkungan:

1. Kegiatan dilakukan oleh seseorang bukan pejabat dan/atau petugas pemerintah;

2. Telah melakukan suatu usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang sangat menonjol dan relatif baru bagi daerahnya; 3. Berhasil dalam merintis pengembangan dan pelestarian fungsi

lingkungan hidup;

4. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

B. Pengabdi Lingkungan:

1. Kegiatan dilakukan oleh petugas lapangan dan/atau pegawai negeri;

2. Telah mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui tugasnya;

3. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

C. Penyelamat Lingkungan:

1. Kegiatan dilakukan oleh kelompok masyarakat atas prakarsa sendiri;

2. Telah berhasil melakukan usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup;

3. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

D. Pembina Lingkungan:

1. Kegiatan dilakukan oleh pengusaha atau tokoh masyarakat atas prakarsa sendiri;

2. Telah berhasil melestarikan fungsi lingkungan hidup melalui upaya pencegahan pencemaran tanah, air, dan udara;

3. Telah berhasil melakukan upaya pencegahan terhadap kerusakan ekosistem dan/atau melakukan upaya pelestarian keanekaragaman hayati;

4. Kegiatan yang dilakukan memberikan dampak positif terhadap lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat sekitarnya.

(5)

SALINAN

-5-

BAB III

BENTUK PENGHARGAAN PELESTARIAN Pasal 5

Penerima penghargaan Pelestarian diberikan Piagam Penghargaan yang ditandatangani oleh Gubernur, Piala (trophy), dan dapat disertai dengan hadiah.

BAB IV

TATA CARA PENGUSULAN CALON PENERIMA PENGHARGAAN PELESTARIAN

Pasal 6

(1) Setiap orang, organisasi, instansi, dan/atau pemerintah daerah dapat mengajukan calon penerima penghargaan Pelestarian kepada Gubernur.

(2) Pengajuan calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mengisi formulir usulan yang telah disediakan oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Pasal 7

Calon penerima penghargaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) akan diteliti lebih lanjut oleh Tim Penilai Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur.

Pasal 8

Pedoman Penilaian Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup sebagaimana tercantum dalam Lampiran.

Pasal 9

Penerima penghargaan Pelestarian Provinsi Jawa Timur ditetapkan dengan Keputusan Gubernur dan diselenggarakan setiap tahun dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup.

(6)

SALINAN

BAB V

PEMBIAYAAN Pasal 10

Segala biaya atas pelaksanaan kegiatan dalam Peraturan Gubernur ini dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Timur pada Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

BAB VI

KETENTUAN PENUTUP Pasal 11

Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan Gubernur ini sepanjang mengenai teknis pelaksanaannya diatur lebih lanjut dengan Keputusan Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur.

Pasal 12

Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penetapannya dalam Berita Daerah Provinsi Jawa Timur.

Ditetapkan di Surabaya

Pada tanggal 14 Maret 2012 DIUNDANGKAN DALAM BERITA DAERAH

PROVINSI JAWA TIMUR

Tgl. 14 – 3 – 2012 No. 26 Th. 2012/D

GUBERNUR JAWA TIMUR ttd

Dr. H. SOEKARWO

(7)

SALINAN

LAMPIRAN PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR TANGGAL : : 26 TAHUN 2012 14 MARET 2012 PEDOMAN PENILAIAN

PENGHARGAAN PELESTARIAN FUNGSI LINGKUNGAN HIDUP A. KATEGORI PERINTIS LINGKUNGAN

NO KRITERIA NILAI

TERTINGGI RIIL

1 2 3 4

1. DORONGAN PELAKSANAAN KEGIATAN: a. Alasan melaksanakan kegiatan:

1) Inisiatif sendiri; 2) Dorongan orang lain;

3) Dorongan petugas pemerintah;

b. Yang membantu melaksanakan kegiatan: 1) Keluarga sendiri;

2) Orang lain/dari luar keluarga;

90 50 25

50 30 2. VOLUME DAN KUALITAS KEGIATAN:

a. Volume besar dengan kualitas baik; b. Volume besar dengan kualitas sedang; c. Volume kecil dengan kualitas baik; d. Volume besar dengan kualitas kurang;

90 75 50 25 3. AKTIFITAS YANG DILAKSANAKAN:

a. Frekuensi dan intensitas tinggi; b. Frekuensi dan intensitas sedang; c. Frekuensi dan intensitas rendah;

90 75 25 4. JANGKA WANTU KEGIATAN:

a. Lebih dari 5 tahun; b. 3 – 5 tahun;

c. 2 tahun;

90 75 50 5. BIAYA YANG TELAH DIKELUARKAN:

a. Seluruhnya dari uang pribadi;

b. Sebagian dari uang pribadi dan sebagian dari orang lain;

c. Seluruhnya dari bantuan pemerintah atau orang lain;

90 50 25

(8)

SALINAN

1 2 3 4

6. DAMPAK KEGIATAN:

a. Terhadap sosial ekonomi:

1) Dirasakan oleh sebagian besar masyarakat; 2) Dirasakan oleh sebagian kecil masyarakat; 3) Hanya dirasakan oleh anggota keluarga; b. Terhadap komponen lingkungan fisik:

1) Terjadi perubahan yang tinggi; 2) Terjadi perubahan yang sedang; 3) Terjadi perubahan yang kecil; c. Luas Dampak:

1) Di tingkat Provinsi;

2) Di tingkat Kabupaten/Kota; 3) Di tingkat Kecamatan;

4) Di tingkat Desa yang bersangkutan;

90 50 25 90 50 25 90 75 50 25 7. LAIN-LAIN: a. Lokasi Kegiatan:

1) Jauh dan terisolasi dari fasilitas perkotaan; 2) Dekat dan terisolasi dari fasilitas perkotaan; 3) Jauh tetapi mudah memperoleh fasilitas

perkotaan;

b. Pengorbanan awal yang dirasakan oleh calon: 1) Sosial;

2) Ekonomi; 3) Fisik;

c. Kelengkapan dokumen kegiatan: 1) Foto-foto dan catatan lengkap; 2) Foto-foto dan catatan tidak lengkap; 3) Tidak ada; 90 50 25 90 60 40 50 30 10 JUMLAH NILAI 1.000

B. KATEGORI PENGABDI LINGKUNGAN

NO KRITERIA NILAI TERTINGGI RIIL 1 2 3 4 1. KEPEGAWAIAN: a. Status: 1) Honorarium;

2) Pegawai Negeri Golongan I; 3) Pegawai Negeri Golongan II;

50 30 15

(9)

SALINAN

-3-

1 2 3 4

b. Masa kerja menjadi Petugas/Penyuluh Lapangan: 1) Lebih dari 15 tahun;

2) 10 – 15 tahun;

3) Kurang dari 10 tahun; c. Pendidikan terakhir:

1) SD tamat;

2) SLTP tamat dan berijazah; 3) SLTA tamat dan berijazah;

4) Perguruan Tinggi tamat dan berijazah;

50 30 15 50 40 30 15 2. DORONGAN PELAKSANAAN KEGIATAN:

a. Inisiatif sendiri;

b. Anjuran Tekan Tugas; c. Anjuran orang lain; d. Anjuran atasan;

50 40 30 15 3. SARANA DAN PRASARANA DI TEMPAT TUGAS:

a. Waktu pelaksanaan tugas: 1) Siang dan malam hari; 2) Malam hari;

3) Siang hari;

b. Jarak domisili dan tempat tugas: 1) Lebih dari 20 Km;

2) 15 – 20 Km; 3) 10 – 15 Km; 4) 5 – 10 Km;

c. Kualitas jalan yang dilalui:

1) Jalan desa, hanya dapat dilalui pejalan kaki; 2) Jalan desa, hanya dapat dilalui kendaraan roda 2; 3) Jalan aspal, dapat dilalui kendaraan roda 2 dan

roda 4;

d. Alat transportasi yang digunakan: 1) Jalan kaki;

2) Sepeda;

3) Sepeda motor;

e. Status alat transportasi yang digunakan: 1) Milik sendiri; 2) Disewakan Dinas; 3) Milik Dinas; 50 30 15 50 40 30 15 50 30 15 50 30 15 50 30 15 f. Status

(10)

SALINAN

1 2 3 4

f. Status rumah/tempat tinggal: 1) Milik sendiri;

2) Disewakan Dinas; 3) Milik Dinas;

g. Pelaksanaan kegiatan: 1) Sendiri;

2) Dengan teman sekerja; 3) Dengan masyarakat;

4) Dengan masyarakat dan teman sekerja;

50 30 15 50 40 30 15 4. VOLUME DAN KUALITAS KEGIATAN:

a. Mempunyai satuan luas besar (75 Ha) dan kualitas terhadap lingkungan baik;

b. Mempunyai satuan luas besar dan kualitas terhadap lingkungan sedang;

c. Mempunyai satuan luas sedang (25 – 50 Ha) dan kualitas terhadap lingkungan baik;

d. Mempunyai satuan luas sedang dan kualitas terhadap lingkungan sedang;

e. Mempunyai satuan luas kecil (kurang dari 15 Ha) dan kualitas terhadap lingkungan baik;

50 40 30 15 5

5. AKTIFITAS YANG DILAKSANAKAN:

a. Melebihi batas tanggung jawab/tugas pokok dan melebihi waktu kerja yang tersedia;

b. Melebihi batas tanggung jawab/tugas pokok dan sesuai dengan waktu kerja yang tersedia;

c. Sesuai dengan batas tanggung jawab/tugas pokok dan melebihi waktu kerja yang tersedia;

50 30 15

6. BIAYA YANG TELAH DIKELUARKAN:

a. Seluruhnya biaya sendiri dengan jumlah lebih dari Rp. 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah); b. Sebagian besar biaya sendiri dan sebagian dari

bantuan;

c. Seluruhnya bantuan dari swasta; d. Seluruhnya bantuan dari Pemerintah;

50 40 30 15 7. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN:

a. Lebih dari 10 tahun; b. 5 – 10 tahun;

c. Kurang dari 5 tahun;

50 30 15

(11)

SALINAN

-5-

1 2 3 4

8. DAMPAK KEGIATAN: a. Kualitas pekerjaan:

1) Dapat meningkatkan pendapatan, kesejahteraan dan kelestarian lingkungan alam masyarakat sekitarnya;

2) Dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat;

3) Dapat meningkatkan kelestarian lingkungan alam masyarakat sekitarnya;

b. Pengaruh terhadap Kesadaran Masyarakat:

1) Masyarakat langsung berpartisipasi dan meniru setelah 2 – 3 tahun kegiatan dilakukan;

2) Masyarakat berpartisipasi dan meniru setelah 3 – 5 tahun kegiatan dilakukan;

3) Masyarakat berpartisipasi dan meniru setelah lebih dari 5 tahun kegiatan dilakukan;

c. Tempat tinggal orang/kelompok masyarakat yang meniru kegiatan:

1) Banyak ditiru dan dilakukan masyarakat wilayah Kecamatan dan Kabupaten lokasi kegiatan; 2) Banyak ditiru dan dilakukan masyarakat wilayah

Kecamatan lokasi kegiatan;

3) Banyak ditiru dan dilakukan masyarakat hanya di Desa lokasi kegiatan;

50 30 15 50 30 15 50 30 15 9. LAIN-LAIN: a. Lokasi Kegiatan:

1) Pada lingkungan alam; 2) Pada lingkungan sosial; 3) Pada lingkungan binaan; b. Kegiatan Pendukung:

1) Kegiatan yang didukung dengan data dan dokumentasi dengan lengkap;

2) Kegiatan kurang didukung dengan data yang lengkap (tidak terdokumentasi dengan baik); 3) Tidak ada data pendukung;

50 30 15 50 30 15 JUMLAH NILAI 1.000 C. KATEGORI

(12)

SALINAN

C. KATEGORI PENYELAMAT LINGKUNGAN

NO KRITERIA NILAI

TERTINGGI RIIL

1 2 3 4

1. DORONGAN PELAKSANAAN KEGIATAN: a. Alasan melaksanakan kegiatan:

1) Inisiatif sendiri; 2) Dorongan orang lain;

3) Dorongan petugas pemerintah;

b. Yang membantu melaksanakan kegiatan: 1) Keluarga sendiri;

2) Orang lain/dari luar keluarga;

90 50 25

50 30 2. VOLUME DAN KUALITAS KEGIATAN:

a. Volume besar dengan kualitas baik; b. Volume besar dengan kualitas sedang; c. Volume kecil dengan kualitas baik; d. Volume besar dengan kualitas kurang;

90 75 50 25 3. AKTIFITAS YANG DILAKSANAKAN:

a. Frekuensi dan intensitas tinggi; b. Frekuensi dan intensitas sedang; c. Frekuensi dan intensitas rendah;

90 75 25 4. JANGKA WANTU PELAKSANAAN:

a. Lebih dari 5 tahun; b. 3 – 5 tahun;

c. 2 tahun;

90 75 50 5. BIAYA YANG TELAH DIKELUARKAN:

a. Seluruhnya dari uang kelompok;

b. Sebagian dari uang kelompok dan sebagian dari bantuan pemerintah;

c. Seluruhnya dari bantuan pemerintah;

90 50 25 6. DAMPAK KEGIATAN:

a. Terhadap sosial ekonomi:

1) Dirasakan oleh seluruh masyarakat;

2) Hanya dirasakan oleh seluruh anggota kelompok; 3) Hanya dirasakan oleh sebagian anggota

kelompok;

b. Terhadap komponen lingkungan fisik: 1) Terjadi perubahan yang tinggi; 2) Terjadi perubahan yang sedang; 3) Terjadi perubahan yang kecil;

90 50 25 90 50 25 c. Luas

(13)

SALINAN

-7- 1 2 3 4 c. Luas Dampak: 1) Di tingkat Provinsi; 2) Di tingkat Kabupaten/Kota; 3) Di tingkat Kecamatan;

4) Di tingkat Desa yang bersangkutan;

90 75 50 25 7. LAIN-LAIN: a. Lokasi Kegiatan:

1) Jauh dan terisolasi dari fasilitas perkotaan; 2) Dekat dan terisolasi dari fasilitas perkotaan; 3) Jauh dan mudah memperoleh fasilitas perkotaan; b. Pengorbanan awal yang dirasakan oleh calon:

1) Sosial; 2) Ekonomi; 3) Fisik;

c. Kelengkapan dokumen kegiatan: 1) Foto-foto dan catatan lengkap; 2) Foto-foto dan catatan tidak lengkap; 3) Tidak ada; 90 50 25 90 60 40 50 30 10 JUMLAH NILAI 1.000

D. KATEGORI PEMBINA LINGKUNGAN

NO KRITERIA NILAI

TERTINGGI RIIL

1 2 3 4

1. KEPEGAWAIAN:

a. Pengusaha/Manajer Perusahaan Swasta; b. Tokoh Masyarakat/Pemuka Masyarakat bukan

Pegawai Negeri; c. Pegawai Negeri;

100 60 20 2. DORONGAN PELAKSANAAN KEGIATAN:

a. Inisiatif sendiri; b. Anjuran orang lain; c. Instruksi atasan;

100 50 20 3. VOLUME DAN KUALITAS KEGIATAN:

a. Volume besar dengan kualitas baik; b. Volume besar dengan kualitas sedang; c. Volume kecil dengan kualitas baik; d. Volume besar dengan kualitas kurang;

100 75 50 25

(14)

SALINAN

1 2 3 4

4. AKTIFITAS YANG DILAKSANAKAN:

a. Melebihi batas tanggung jawab yang dilaksanakan; b. Melebihi batas waktu kerja yang tersedia;

c. Disiplin sesuai dengan tanggung jawab dari jam kerja;

100 60 40

5. BIAYA YANG TELAH DIKELUARKAN:

a. Biaya sendiri lebih dari Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah);

b. Biaya sendiri kurang dari Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah);

c. Bantuan dari pihak luar bukan Pemerintah; d. Bantuan dari Pemerintah;

100 80 60 20 6. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN:

a. Lebih dari 5 tahun; b. 3 – 5 tahun; c. 2 tahun; 100 75 50 7. DAMPAK KEGIATAN:

a. Telah dirasakan oleh masyarakat, sudah dicontoh dan sebagainya;

b. Dapat diterima oleh masyarakat tetapi belum dicontoh dan sebagainya;

100 50

8. LAIN-LAIN:

a. Lokasi Kegiatan:

1) Pada lingkungan alam; 2) Pada lingkungan sosial; 3) Pada lingkungan binaan; b. Kegiatan Pendukung:

1) Kegiatan yang didukung dengan data dan dokumentasi dengan lengkap;

2) Kegiatan kurang didukung dengan data yang lengkap (tidak terdokumentasi dengan baik); 3) Tidak ada data pendukung;

50 30 15 50 30 15 JUMLAH NILAI 800

DIUNDANGKAN DALAM BERITA DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR

Tgl. 14 – 3 – 2012 No. 26 Th. 2012/D

GUBERNUR JAWA TIMUR ttd

Referensi

Dokumen terkait

Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Laboratorium Kemetrologian dan diundangkan dalam

Menimbang : bahwa sehubungan dengan kebijakan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur untuk menambah golongan masyarakat miskin yang menjadi peserta dan

Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut ketentuan Pasal 39 ayat (8) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah

Menimbang : bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2010 tentang Pengumpulan Sumbangan di Provinsi Jawa Timur yang diundangkan

Menimbang : bahwa peranan pupuk sangat penting di dalam peningkatan produktivitas dan produksi komoditas pertanian untuk mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional dan untuk

Menimbang : bahwa tarip dasar retribusi penjualan produksi Daerah sebagaimana diatur dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 71 Tahun 2002 tentang Petunjuk Pelaksanaan

Salah satu upaya mendorong pembangunan daerah tersebut perlu didukung dengan sumber pembiayaan daerah melalui ekstensifikasi sumber pendapatan daerah, yaitu dari

Menimbang : bahwa dalam rangka tertib administrasi pengelolaan keuangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai Surat Deputi Bidang