T
ef{*6
TA PBNGANTAR
Penyususnan dokumen Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupatcn Sambas Tahun
2006 -201 I adalah merupakan penjabaran dari Visi dan Misi Bupati serta wakil Bupati sambas, sekaligus merupakan amanah t-Jnctang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan pembangunan
Nasional. Syukur Arhamduriilat kami panjatkan kehadirat Ailah swr, karena Pemerintah Kabupaten Sambas telah selesai menyusun Rancangan
Akhir Rencana Pernbangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabuparen sambas 'l-ahun 2006-201| sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Penyusunan Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten sambas'l.ahun
2006-201 I ini melalui beberapa tahap yaitu pembahasan pada tingkat Tim .I.eknis
Kabuparen, Konsultasi Publik tingkat Kecamakn, dan Musrenbang
RpJMD pada tingkat Kabupaten. Proses tahapan ini dilakukan dalam rangka penjaringan aspirasi
dan saran-saran oleh para pemangku kepentingan, agar rumusan Rancangan
Akhir RpJMD ini crapat dipertanggungjawabkan kepada publ ik.
Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten Sambas Tahun 2006-2011
Insya Allah pada tahun 2007 akan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah, selanjutnya
akan dijadikan sebagai bahan acuah daram penyusunan Rencana
strategis sKpD di Iingkungan Pemerintah Kabupaten Sambas,
dan pada setiap tahur: hingga 20ll akan di.iabarkan dalam dokumen Rchcanl Kcrj.: pcrncrintah Dacrah (RKI)D) Kabupatcn Sanrbas.
Kami sangat menyadal'i bahwa nrateri yang terkandung dalanr pancangan Akhir RPJMD Kabupaten sambas Tahun 2006-201 I irri rnasih jauh dari harapan
para pemangku kepentingan. Karni mohon saran dan liritik dari scrnua pinak demi penyempurnaanrlya.
Pada kesempatan ini pula saya sarnpaikan ucrpan terima
kasih kcpatla scmua pihak yang telah terlibut baik secara rangsung maupun tidak langsung daram proses penyusunan Rancangan Akhir RPJMD Kabupaten
sambas Tahun 2006_20r r, semoga Ailah SWT melimpahkan rahmat dan hidayahNya pada kita semua. anricn.
Descmber 2006 Kabupaten Sambas
M . l l r . 5
BAB I
BAB II
DAT'TAR ISI
RENCA}TA PEMBANGT,NAI{ JA}TGKA
MENENGAII DAERAII (RPJMd)
KABUPATEN SA}4BAS
PENDAHULUAN Latar Belakang Maksucj dan Tujuan Landasan Hukum
Hubungan RPJMD Kabupaten Sambas Dengan Dokumen perencanaan Lainnya
Pola Pikir
Sistimatika penulisan
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH Kinerja Perekonomia n Daera h
Perkembangan pDRB lnvestasi
Kondisi Geograf is
Letak dan Luas Wilayah Kabupaten Sambas Demografi
Topografi l k l i m
Sumber Daya Alam
Wilayah perbatasa Kabupaten Sambas Statistik Bidang Sosial Budaya
Kependudukan, Ketenagakerjaan dan pengan Eguran Kemiskinan
Pendidikan Kesehatan Agama
Pariwisata dan Budaya Kesejahtraan Sosial
Statistik Bidang Ekonomi Daerah Tanaman pangan dan Holtikultura
t t t -7
2
3
r - 3
t - 4 t - 4 i l - 1 i l - 1 i l - 5 i l - 6 i l - 6 , l _ 7n - 7
i l - 8 i l - 8 il- 10i l - + 2
u - 7 2
i l - 1 3 u - L 4 | - 1 4 i l - 1 5 i l - 1 6 i l - 1 6 | - L 7 i l - 7 7Perkebunan Kehutanan Peternakan
Perikanan dan Kelautan Pertambangan dan Galian Industri dan perdagangan Perdagangan
Potensi Sektor Unggulan Daerah Sektor Informal
Statistik Bidang Fisik prasarana Pola Penataan Ruang Lingkungan Hidup
Kondisi Jalan, Jembatan dan perhubungan Sumber Daya Air
Statistik Penrerintahan Umum Pelayanan pencatatan Sioil Perizinan
Pemadam Kebakaran
Pasar Tradisional
Ketentraman dan Ketertiban Umum PDAM
Pelayanan dari Kecamatan dan Desa Pelayanan Umum pemerintahan Lainnya Evaluaasi dan Penataan pERDA
VISI, MISI, ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI Visi
Misi
Arah Kebijakan Strategi
Agenda Pokok dan Sub Agenda pembangunan
ANALISIS LI NGKU NGAN STRATEGIS
Analisis Lingkungan Internal (Kekuatan & Kelemahan) Analisis Lingkungan Eksternal (peluang & Ancaman)
i l - 1 9
n - 2 t
i l - 2 2 i l - 2 3 | - 2 4r - 2 5
i l - 2 6 i l - 2 7 | - 2 8 i l - 3 0 i l - 3 0 i l - 3 0 i l - 3 1r - 3 2
l l - 3 2 i l - 3 3 i l - 3 3 i l - 3 4 i l - 3 4 i l - 3 4 n - 3 4 i l - 3 5 i l * 3 5 i l - 3 6 BAB III i l t -1 i l t - 2u t - 2
i l t - 3 i l t - 5t v - 1
tv -2
BAts
IV
BAB V
BAB VI
Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan La ngka h-La ngka h Strategis
Analisis Skala Prioritas
KEBIJAKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH Penerimaan Daerah
Belanja Daerah
Kebijakan Pengelolaan Keuangan Daerah
MATRIKS INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS Agenda Mewujudkan Sambas yang Mandiri
Revitalisasi Pertanian dan pengelolaan SDA yang Berwawasan Lingkungan
Pengembangan Pertambangan dan Galian Pemberdayaan Potensi Sektor Unggulalr Percepatan Pem banguna n lnfrastru ktu r Peningkatan Investasi
Pengembangan Industri Pengembanga n Perdagangan Pengembangan Sektor Informal
Agenda Mewujudkan Sambas yang Berprestasi Peningkatan Kualitas pendidikan
Peningkatan Kesehatan Masyarakat Pengembangan Pariwisata dan Budaya fuenda Mewujudkan Sambas yang Madani
Peningkatan Ketentraman & Ketertiban Umum Peningkatan Tata pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa
Revitalisasi dan Otonomi Daerah
Peningkatan Kualitas Kehidupan Demokrasi fuenda Mewuju<Jkan Sambas yang Sejahtera
Penaggulangan Kemiskinan Ketenagakerjaan
Peningkatan Kualitas Kehidupan Beragama Peningkata n Keseja htraan Sosial
tv -2
t v - 3
t v - 4
v - 1
v - 3
v - 4
v t - 1
vt - 1
vt - 9
v t - 1 0
v t - 1 1
V I _ 1 8
v r - 2 0
v t - 2 2
v t - 2 4
v l - 2 6
v t - 2 6
v r - 3 0
v t - 3 4
v l - 3 6
v t - 3 6
v t - 3 9
v t - 4 3
v t - 4 7
v r - 4 9
v t - 4 9
v l - 5 1
v r - 5 2
v t - 5 4
Matrik Indikasi Program
v t - 5 7
BAB VII PENUTUP
Kaidah Pelaksanaan Vll - 1
Penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Vll -2 Daerah Tahun 2O12
Tabel 2.1 Tabel2.2 T a b e l 2 . 3 Tabel 2.4 Tabel 2.5 T a b e l 2 . 6 Tabel2.7 T a b e l 2 . 8 Tabel 2.9 Tabel 2.10 Tabel.2.1-L Tabel2.t2 Tabel 2.13 Tabel 2.14 Tabel 2.15 Tabel 2.16 Tabel 2.17 Tabel 2.18 Tabel 2.19 Tabel 2.2O
DAFTAR TABEL
PDRB Kabupaten Sambas Tahun 2OO1-20O5 (Juta Rp) Atas Dasar Harga Konstan 2O0O
Distribusi Persentase pDRE Kabupaten sambas Tahun 2ooe-2oo4
A l i r s l ) i r : ; ; r r l l i r r l l ; r K < l r r ; l i r n 2 O O O
Komposisi Kelompok Sektor pDRB Kabupaten Sambas Tahun 2001-2005 Atas Dasar Harga Konstan 2OOO
Kinerja Perekonomian Kabupaten Sambas Tahun 2OOO_2OO4
Luas Panen, Rata-Rata produksi, Dan produksi padi
(Sawah+ Ladang) 1999-2OO4
Luas Panen, Rata-Rata produksi dan produksi Jagung Dan Ubi
Kayu
Luas Tanam Dan produksi Lada dan Kopi (1999_2OO4) Luas Tanam Dan Produksi Kakao dan Aneka Tanaman (1ggg_ 2OO4)
Luas Kawasan Hutan Di Kabupaten Sambas (Ha) 2OOO _2OO3 Produksi Kayu Burat MenurutAsar Kayu di Kabupaten sambas Logs Production By Source of rimber In sambas Regency 2ooo - 2ooi ( M 3 )
Jumlah rernak Dan Unggas Di Kabupaten Sambas Tahun 2ooo-20'o4
Produksi Perikanan Menurut sub Sektor perikanan (Ton) lggg -2004
Struktur Geologi Kabupaten Sambas PT Sumber Djantin Ekspor Komoditi Karet
i l - z i l - 3 i l - 4 i l - 5 | - t 7 | - ] - 7
Luas Panen, Rata-Rata produksi dan produksi Ubi Jalar Dan
il _ 1g Kacang Tanah
Luas Panen, Rata-Rata produksi, dan produksi Kederai
Dan Kacang il - 1g Hijau (2OOO-2004)
Luas Panen, Rata-Rata produksi, dan produksi
(1999-2OO4) Sayur-Sayuran ll - 19
Luas Panen, Rata-Rata produksi, dan produksi Buah- ll _ 19 Buahan(2OOL-2OA4)
Luas Tanam Dan Produksi Karet dan Kerapa Daram(1999 -2oaq u - 20 Luas Tanam Dan Produksi Kerapa Hibrida dan Kerapa sawit (1999 - l - 20 20041 u - 2 1 l t - 2 L I t - 2 2 i l - 2 2 z 5 2 7 r -23 i l - 2 3 i l i l
-Tabel 2.21- Banyaknya Unit Usaha Informal Dan Tenagakerja Di Kabupaten Sambas
Tabel 2.22 Jalan Kabupaten Lokal Prirner Tabel 2.23 Jalan Kabupaten Lokal Sekunder
Tabel 5.1 Realisasi Penerimaan Kabupaten Sambas Tahun 2OOO-2OO4 Tabel 5.2 Realisasi Belanja Kabupaten Sambas Talrun 2OOO - 2OO4 Tabel 5.3 Perkiraan Penerimaan Kabupaten Sambas Tahun 2AOO - 2OO4
u - 2 9 i l - 3 1 i l - 3 1
v - 2
v - 4
v - 4
G a M B A R 2 . 1
G a M B A R 2 . 2
G a M B A R 2 . 3 G a M B A R 2 . 4
DAFTAR
GAMBAR
Pertumbugan Sektor pDRB Kabupaten Sambas (Harga konstan 2000) Tahun 2OO4
Distribusi PDRB Kabupaten sambas (Harga Konstan 2ooo) Tahun 2OO4 P D R B P e r k a p i t a T a h u n 2 O O 1 - 2OO5 P e r k e m b a n g a n J u m t a h I n d u s t r i T a h u n 2 O O 3 - 2006 (Juni) i l - 1 l t - 2 i l - 5 i l - 2 5 v t l
DAFTAR
I-AMPIRAN
P R E D I K S I P D R B , D I S T R I B U S I S E K T O R , K O M P O S I S I S E K T O R , P E R T U M B U H A N E K O N O M I D A N
P R E D I K S I K I N E R J A P E R E K O N O M I A N K A B . S A M B A S 2 0 0 6 . 2 0 T I
Lampiran . 1 Prediksi PDRB Kabupaten Sambas Tahun 2OO6-2ALL (Juta Rp) Atas Dasar Harga Konstan 2OOO
Lampiran . 2 Prediksi Distribusi Persentase PDRB Kab.Sambas Tahun 2006-2011 Atas Dasar Harga Konstan 2OOO
Lampiran . 3 Prediksi Komposisi Kelompok Scktor PDRB Kab. Sambas Tahun 2OO6-2OL! (Atas Dasar Harga Konstan 2OOO)
Larnpiran .4 Prediksi Pertumbuhan PDRB Kabupaten Sambas Tahun 2006-2011 Atas Dasar Harga Konstan 2OOO
Lampiran . 5 Prediksi Kinerja Perekonomian Kab. Sambas Tahun 2OO6-2OLL
BAB
I
PEIIDAIIULUAN
I.ATAR
BEI,AKANG
Hubungon RprMD Kobupcrten tqmbqr Dengcrn
Polo Plhlr
-sejak terjadinya krisis ekonomi berkepanjangan yang kemudian berkembang m e n j a d i krisis multidimensional d i b i d a n g p o l i t i k , hukum, dan soslal. pembangunan di Kabupaten sambas mengalami kemunduran. Kondisi yang demikian ini sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat, dimana perubahan cepat terjadi pada sikap dan perilaku mereka yang penuh kekhawatiran dan ketidakpastian dalam menjalankan aktivitasnya, sementara kepercayaan terhadap pemerintah menurun tenrtama berkaitan dengan penegakan hui<um. Perubahan menuju perbaikan yang diharapkan juga berjalan ietatif lambat, karena berbagai faktor yang melatarbelakanginya.
Keadaan ini mendorong munculnya pemikiran baru dalam pembangunan yang akan lebih banyak melibatkan peran serta masyarakat dalim prosei pembangunan dan mengurangi peranan pemerintal-r yang terlalu dominan selama ini. Dengan pemikiran baru ini diharapkan semua kepentingan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial, budaya, politik dan ekonomi dapat diakomodasikan, dengan fokus untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten sambas yang mandiri, berprestasi, madani dan sejahtera.
Dalam kaitan itu, serta seiring dengan perubahan lingkungan strategis yang 9epal, maka ada 4 (empat) tantangan utama yang akan dihadapi Kabupaten sambas kedepan, pertama; kemampuan untuk menggerakkan ekonomi rakyat, kedua kemampuan untuk mewujudkan kehidupan msyarakat yang lebih 19tio]us, ketiga kemampuan untuk meningkatkan kuatitas sumberdaya manusia ( s D M ) melalui pembangunan p e n d i d i k a n , d a n k e e m p a t kemampuan u n t u k meningkatkan kualitas sumberdaya manusia (sDM) melalui pembangunan kesehatan. Untuk menghadapi keempat tantangan utama tersebut tentu saja perhatian pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh komponen masyarakit sangat diperlukan, termasuk pula keharusan pemerintah untuk terus m e l a k u k a n r e g u l a s i , d e r e g u l a s i , d e b i r o k r a t i s a s i , r e p o s i s i , d a n r e s t r u k t u r i s a s i b e r b a g a i a s p e k p e n y e l e n g g a r a a n p e m e r i n t a h a n d e m i t e r u v u i u d n v a i k l i m u s a h a
l i c r r c i r r l r I t u r t l r : t t t r . l t t t t i t t t . l u r r s k l \ ' l c r r c l t s a h | ) u c r u l t
RPIMI
Kabupatcn Sirrnhirs
y a n g l e b i h k o n d u s i f d a n k e h i d u p a n masyarakat yang lebih damai dan sejahtera.
Untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya dalam pembangunan secara lebih proporsional, tentunya Pemerintah Kabupaten Sambas membutuhkan APBD yang kuat, baik besaran maupun strukturnya. Namun mengingat proporsi transfer pemerintah pusat dalam bentuk Dana Alokasi Umum (DAU) pada APBD Kabupaten Sambas sangat dominan, maka upaya memperkuat A P B D h a r u s d i l a k u k a n d e n g a n m e n g g a l i p o t e n s i s u m b e r p e n d a p a t a n a s l i daerah, baik melalui peningkatan penerimaan pajak dan retribusi daerah maupun dengan mencari sumber*sumber penerimaan baru sesuai dengan semangat otonomi daerah.
Dengan kondisi dan permasalahan di atas, maka tugas Pemerintah Kabupaten Sambas dalam penyelenggaraan pelayanan masyarakat menjadi semakin kompleks, terutama untuk menggerakkan ekonomi rakyat, meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan kesehatan dan mewujudkan kehidupan nrasyarakat yang lebih religius, dalam kerangka peningkatan kemandirian, prestasi, partisipasi, dan kehidupan yang sejahtera. Oleh karena itu, untuk memberikan arah pembangunan yang lebih jelas bagi para stakeholders pembangunan, maka disusunlah sasaran, arah kebijakan, program dan kegiatan pembangunan Kabupaten Sambas untuk lima tahun kedepan dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sambas Tahun 2006-2411.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten . Sambas Tahun 2006-2011 adalah dokumen perencanaan komprehensif yang . akan menjadi acuan bagi pemerintah daerah, masyarakat dan kalangan dunia usaha tentang arah pembangunan Kabupaten Sambas lima tahun kedepan. Oleh karena itu, agar RPJMD ini relevan dengan masalah-masalah yang d i h a d a p i p e m e r i n t a h d a e r a h , m a s y a r a k a t d a n k a l a n g a n d u n i a u s a h a , m a k a penyusunannya dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak, baik dari kalangan pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh-tokoh masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), maupun para akademisi.
Rencana program dan kegiatan pembangunan dalam RPJMD ini disusun se-realistis mungkin berdasarkan pada kondisi dan aspirasi rnasyarakat serta potensi daerah. Dengan demikian, RPJMD ini diharapkan dapat memacu penyelenggaraan pembangjunan di Kabupaten Sambas agar lebih menjamin tercapainya visi pembangunan lima tahun mendatang, terwujudnya masyarakat Kabupaten Sambas yang mandiri, berprestasi, madani dan sejahtera melalui TERPIKAT TERIGAS.
ITAKSUD DAI{ TU.]T'AI{
R e n c a n a P e m b a n g u n a n J a n g k a M e n e n g a h D a e r a h ( R P J M D ) K a b u p a t e n Sambas Tahun 2006-2011 ditetapkan dengan maksud memberikan arah sekaligus menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga seluruh upaya yang dilakukan oleh masing-masing pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat dan dunia usaha) bersifat sinergis, koordinatif dan melengkapi satu dengan l a i n n y a d i d a l a m s a t u p o l a sikap dan pola tindak. Disamping i t u , R P J M D in i d i s u s u n d e n g a n tu j u a n u n t u k m e n j a d i to l o k u k u r d a l a m m e n i l a i p e n c a p a i a n h a s i l p e m b a n g u n a n d a n k i n e r j a o r g a n i s a s i p e m e r i n t a h d a e r a h .
Itcrtcatra Itcrrr
RPIMM
I,AIIDASAI\I
HUKUM
Kirbupatcn Sarnhas
1 . Landasan idiit RPJMD Kabupaten Sambas ini adatah pancasila dan landasan konstitusionalnya adalah uuD jg4s, sedangkan landasan operasional meliputi seluruh ketentuan perundang-undangan yang berkaitan langsung dengan pembangunan sebagai berikut:
2. Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor Vll/MPR/2001 tentang Visi Indonesia masa depan.
3 . undang-Undang N o m o r 27 Tahun 1959 tentang penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang -pembentukan Daerah Tingkat ll di Katimantan.
4. undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara. 5. undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan Negara. 6. uirdang-undang Nomor 2s rahun 2004 tentang sistem perencanaan
P e m b a n g u n a n N a s i o n a l .
7. Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan Daerah. 8. Undang--undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang perimbangan Keuangan
antara Pemerintah Pusat dan pemerintah Daerai.
9. Peraturan Pemerintah Nomor s6 Tahun 200.', tentang pelaporan Penyelenggaraan pemerintahan Daerah, Tambahan Lembiran Negara R e p u b t i k I n d o n e s i a N o . 4 1 2 4 .
10. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja P e m e r i n t a h ( R K P ) .
11. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun zoo4 tentang penyusunan Rencana Kerja Kementerian/Lembaga.
12. Peraturan Pemerintah Nomor 5g rahun 2005 tentang pengelolaan Keuangan Daerah
13. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2006 tentang pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan pemerintahan Daerah.
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah
15. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2002 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sambas.
HUBUNGAI{ RP.JMd I(ABUPATEN
SAIVfIIAS DENGAI{
DOKUMEN PERENCAI{AAI{
I,AINNYA
Rencana _Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten sambas Tahun 2006-2011 merupakan penjabaran visi, misi dan program Blrpati Kabupaten sambas hasit pitkada tangsung pada butan nprii ranun 2006 yang lalu. RPJMD ini menguraikan tentang pelmasalahan pembangunan saat ini. Berdasarkan permasalahan tersebut ditetapkan arah kebijakan, program dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan selama lima
- r : r _ ' $ r , W E r & r | ! r . r : { f r l . r . 6 , ^ a , n , , . i { 6 , . l r . r $ j , . . _ , n : r . . , 1
l . ' , i l r r l ' . : r , . ; t . . r r l r r u r l ' , . . n . , : l r r . t r r r l l l | ) r r i . r ; r l r ( l 1 \ 1 , t , ; j r \ r ! . . . r . , ,
. r r { , r u . t h n r s ; - . r r - , , . , ! , , ? ! . i t t t l r r r t
r{cncana
pc
nrban
eu
nln
r an
sk
a}lelslg}lr
j)-s!4
R Pf tll !B
tahun kedePan.
P e n y u s u n a n R P J M D i n i d i l a k u k a n d e n g a n - m e m p e r h a t i k a n R e n c a n a P e m b a n g u n a n J a n g x a t v t e n e n g a h D a e r a h ( R P J M D ) P r o v i n s i , K a | i m a n t a n B a r a t Tahun 2006-200g, dan setanju'inya akan menjadi pedoman dalam penyusunan dokumen perencanaan lainnya seperti:
. R e n c a n a S t f a t e g i s ( R e n s t r a ) d a n R e n c a n a K e r j a ( R e n j a ) S a t u a n K e r j a Cerangfat Daeran (SKPD) Kabupaten Sambas'
. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPDJ [*lp3t:n Sambas' yang akan menjadi dasar dalam penyusunan RAPBD Kabupaten sambas s e t i a P t a h u n n Y a .
Dengan berpedoman kepada RPJMD ini diharapkan seluruh upaya yang dilakukan oleh masing-mlling pelaku pembangunan d.i Kabupaten Sambas akan bersifat sinergls] looro"initit dan'meteng'l<api satu dengan lainnya di dalam satu pola sikap dan pola tindak'
POLA PIKIR
P r o s e s p e n y u s u n a n R P J M D K a b u p a t e n S a m b a s T a h u n 2 0 0 6 - 2 0 1 1 i n i d i m u | a i ;;;;;;-i"ii"nir, oanuru memahami visi misi Kepala Daerah terpilih, isu
strategis yang menJaOiiLt"t 6"f"kang lahirnya visi mi'si tersebut serta skenario masa depan yang ;;fi-d'rcaRji'
-setetan
m9l{ui..11"L",'^t kekuatan dan
k e l e m a h a n s e r t a a n a l i s i s p e l u a n g d a n a n c a m a n ' v i s i m i s i t e r s e b u t a k a n dijabarkan dalam uentuk ireuijaxan umum dan strategi, untuk kemudian
diuraikan dalam o"ntr[ ptogram prioritas' Program e19{T inilah yang akan ;itd;;hk"" or"n d"lrln ft"Oa'Perangkat Dierah (SKPD) menjadi rencana tindak dan Rencan" Gii" Perangkat Daerah (RKPD) pada setiap tahun'
S I STE}IATIK;A
PENULI SAN
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Tahun ZOOO-201r oi'susun oeni"n sistematika penulisan sebagai
PENDAHULUAN
Bab ini memuat tentang latar belakang' maks^ud dan tujuan' EnO"i"n hukum, hubungin RPJMD Kabupaten Sambas. dengan dokumen p"r"n""nu"n lainnya, pola pikir dan sistematika penulisan
GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH
B a b i n i m e m u a t t e n t a n g d i s k r i p s i d a n d a t a s t a t i s t i k t e n t a n g lonoiii geografis, demigrafi, . perekonomian daerah' sosial
[rJ"v", infra"strukiur, pem-erintahan serta politik dan hukum di KabuPaten Sambas-,*!*.* d.r1*r ,-d'@.r eg r!.ss'-"**EEwm Rencana Sambas berikut: BAB I B A B II i t . r L l l r r r l , c r c r r c i i l I t l r r r l , c n r b u i l u r r r t l r r r l ) l t c n t l t r l ] \ l ' l ' l : l ) , \ ) K i l l r l l l ) i t t c l l : i l l l l l ) l l s
Itcncanl I'ctrr lran gu rrarr .l urr gka N lc'1q1g!r pi14!r
RPTMM
B A B I I I B A B IV BAB V BAB VI B A B V I I l i r i r r i ' . t . l , l i t r ' t t t r t r l ) . t . t r l l l l l K u l r t t n a t c n S i t t r t l r i t sVISI, MISI ARAH KEBIJAKAN DAN STRATEGI
Bab ini memuat tentang visi, misi dan program Bupati Kabupaten S a m b a s h a s i l p i l k a d a l a n g s u n g p a d a bulan April tahun 2006 dan penjabarannya dalam bentuk strategi pembangunan daerah
A N A L I S I S L I N G K U N G A N S T R A T E G I S
B a b i n i m e m u a t t e n t a n g a n a l i s i s l i n g k u n g a n s t r a t e g i s b a i k i n t e r n a l m a u p u n e k s t e r n a l
K E B I J A K A N P E N G E L O L A A N K E U A N G A N D A E R A H
Bab ini akan menjelaskan kecenderungan kenaikan dan penurunan pendapatan asli daerah (PAD) dan bagian penerimaan daerah yang bersumber dari dana perimbangan serta pola-pola alokasi belanja untuk setiap bidang pemerintahan
M A T R I K I N D I K A S I R E N C A N A P R O G R A M P R I O R I T A S
B a b i n i m e m u a t te n t a n g i n d i k a s i r e n c a n a p r o g r a m d a n k e g i a t a n , b a i k y a n g a k a n d i b i a y a i A P B D K a b u p a t e n S a m b a s m a u p u n y a n g a k a n d i b i a y a i d a r i s u m b e r A P B D P r o v i n s i d a n A P B N s e s u a i batas kapasitas fiskal.
P E N U T U P
B a b i n i m e m u a t t e n t a n g p e d o m a n t r a n s i s i d a n k a i d a h p e l a k s a n a a n . Secara umum uraian pada Bab ini akan menjelaskan tentang proses, mekanisme dan metode pelaksanaan tahunan atas RPJMD ini, mekanisme perencanaan partisipatif secara berjenjang serta evaluasi kinerja dan penyusunan laporan pelaksanaan atas kinerja tahunan dan lima t a h u n a n d e n g a n m e n g a c u p a d a a t u r a n p e r u n d a n g a n y a n g berlaku
BAB II
GAIUBARJN{ UMUM
KONDTSI DAERJNT
KINER.]A
PEREKONOMIAN
DAERAH
Xlncrf q Fetuhonomlon Dacruh Korrdbl Gloersf,r
ttqtl*lh Bldcnc Ehonoml Doersh ttatlrtlh Bidcrns Firlh Prarqranc ttadnth Pemcrlntohon Urnum
PenxgFTeANGAN PDRB
Kemajuan perekonomian Kabupaten Sambas selama ini secara umum dapat dilihat melalui indikator perkembangan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Mengacu pada pencapaian PDRB selama ini menunjukkan adanya peningkatan kegiatan perekonomian dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2004, PDRB Kabupaten Sambas atas dasar harga berlaku sebesar Rp 2.884.065,28 Juta, meningkat dibandingkan tahun 2003 yang nilainya Rp. 2.599.709,60 Juta. Sedangkan berdasarkan harga konstan tahun 2000, nilai PDRB tahun 2004 sebesar Rp 2,151 ,867.42 Juta meningkat dibandingkan tahun 2003 yang nilainya Rp. 2,050,246.04 Juta.
Berdasarkan perkembangan PDRB di atas, pencapaian laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sambas (harga konstan 2000) berturut-turut selama tahun 2001-2004 adalah sebagai berikut: pada tahun 2001 sebesar 5,22 %, kemudian turun menjadi 2,98 o/o pada tahun 2002, selanjutnya pada tahun 2003 meningkat menjadi 4,77 o/o, dan tahun 2004 sebesar 4,96 % (Pertumbuhan ekonomi Kalbar tahun 2004 = 4,79 %). Dengan demikian, selama tahun 2001-2004 pertumbuhan ekonomi yang dicapai rata-rata sebesar 4,47 o/o per tahun.
I . l r " i r : : t i l r I ' r \ l r ' l t : r , r r l r | ) l r . ' t : t l t
ffip$IUIm
' . 1 ; , .
T a b e l 2 . 1
P D R B Kabupaten S a m b a s T a h u n 2001-2003 ( J u t a Rp) Atas Dasar Harga Konstan 2000
No SEKTOR 2001 2002 2003 2004 2 0 0 5 '
( 1 ) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1 Pertanian 876,387.48 8 8 9 . 5 5 1 . 5 9 9 4 6 , 1 1 7 . 6 0 1,006.966.61 1,086.997.98
2 Pertamb. & Galian 3,749.20 3 , 8 1 6 . 7 6 3 , 8 7 1 . 0 6 3,974.26 4,08't.00
J Industri r 9 8 , 0 7 5 . 1 1 203,737.7A 206,872.79 2 1 t, 6 7 8 . 9 9 2',t7.573.78
4 Listrik & Air Minum 4,507.98 4,823.66 4,996.77 5,233.37 5,637.73
Bangunan 47,766.61 49,663.61 54.649.28 51 ,878.34 52.919.05
6 Perdag.,Htl & Rest 513.387.36 539,394.64 563,797.47 587,756.09 614.531 .71
7 Pengang. & Kom, 75,640.86 77,674.30 79,099.86 8't,770.09 84.014.40
6 Keu. & Persewaan 9 3 , 5 4 1 . 8 1 95,892.50 98,414.71 1 0 1 . 2 6 6 . 6 2 103,832.05
Jasa-Jasa 87,783.69 9 3 , 0 1 3 . 4 7 96,426.50 1 0 1 , 3 4 3 . 0 5 1 0 6 , 3 6 2 . 6 1
PORB 1 ,900,840. 10 1 , 9 5 7 , 5 6 8 . 2 32,050,246.04 2,151,867.42 2.275.950.31
Sumber: Kantor Statistik Kab. Sambas, 2006. ('= angka sementara)
G a m b a r 2 . 1 .
Pertumbuhan S€ktor PORB Kab. Sambas (Harga Konstan 2O0O) Tahun 200,1
O Perlarian
O Pertambangan t penglathn O Indust.i
O List.ik E Air Minum t 8dngun.n O P.rdagangsn. Hotot a R.st O Pcnglngkjtan I Komunikrli E Keuangsn, P!ts&a.n a J a s e - J a 3 a Pen.nbagan A P!rugehan 7.S% Pdd.gengr, noF { - 6 . c ? - @ r ' - F - 6 " r r * a . 1 f f i 1 n . - . _ r G . r * @ l l l t t l l t t t I ' c t c t l c l l l l i t i l l l l ) r r t l l ) : l l l r ' t t l t : t t t I ) t l c n t l t ( l t , . \ l ' l t l . l ) . \ ) K i r h r r l t u l u r r S l r r r r b l r : I n t u d n . 6 . 5 5 % L6rr\ d A( Mnuil ll sor,
Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten sambas pada tahun 2004 antara lain disebabkan mulai bangkitnya sektor riil seperti sektor pertanian dengan pertumbuhan sebesar 6,43 %, sektor jasa-jasa sebesar s,1o %, sektor listrik dan air minum sebesar 4,74 o/o, sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 4,2s %. Meski pertumbuhannya masih relatif kecil, beberapa sektor berikut ini ternyata juga memberikan kontribusi pertumbuhan yang cukup memadai, diantaranya: s e k t o r p e r t a m b a n g a n 2 , 6 7 %, kemudian d i s u s u l s e k t o r bangunan s e b e s a r 2 , 4 3 ' o / o .
MPIilI[E
dan sektor industri pengolahan sebesar Z,3Z %.
Bila dicermati peran masing-masing sektor dalam PDRB, menunjukkan bahwa struktur perekonomian Kabupaten Sambas sampai tahun 2004 masih didominasi sektor pertanian, dengan kontribusi sebesar 46,90 %. sektor lainnya yang memberi kontribusi cukup tinggi antara lain; sektor perdagangan, hotel -dan restoran sebesar 27,31 %, sektor industri pengolahan sebesar 9,g4 vo, sektor jasa-jasa sebesar 4,71 a/o, serta sektor keuangan dan persewaan sebesar 4,71 %. S e d a n g k a n s e k t o r l a i n n y a m a s i h dibawah 4 % .
G a m b a r 2 . 2 .
Distribusi PDRB Keb. Sambas ( Harga Konstan 2OOO ) Tahun 2004
O Pafrnran
O turtamOangan & Penggatan O lddugti
O LBtnk & Ar lJrnum O F a n q u f a t
o ltordegnngan Horet a Sestorril 6 Pengangkuten t Xomunr\asl O KGuengad. Pe6Man I JasaJasa
Tabel2.2
Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Sambas Tahun 2000-2004 Atas Dasar Harga Konstan 2000
Sumber: Kantor Statistik Kab.Sambas. 2006. (* = angka sementara)
No SEKTOR 2001 2002 2003 2004 2 0 0 5 '
1 QI ( 3 ) (4) (5) (6) 0\
'l Pertanian
4 6 . 1 1 45.44 46.15 46.80 4 7 . 7 6
2 Pertamb. & Galian 0.20 0 . 1 9 0 . 1 9 0 . 1 8 0 . 1 8
'l
Industri 10.42 1 0 . 4 1 1 0 . 0 9 9.84 9.56
4 Listrik & Air Minum 0 . 2 4 0 . 2 5 0.24 0.24 0.25
Bangunan 2 . 5 1 2 . 5 4 2 . 4 7 2 . 4 1 2.33
o Perdag.,Htl & Rest 2 7 . 0 1 2 7 . 5 5 27.50 2 7 . 3 1 27.00
7 Pengang. & Kom. J . V t ' 3 . 9 7 3.86 3.80 ? A O
8 Keu. & Persewaan 4 9 2 4 . 9 0 4 . 8 0 4 . 7 1 4 . 5 6
9 Jasa-Jasa 4 . 6 2 4 . 7 5 4 7 0 4 . 7 1 4 . 6 7
PDRB 100.00 1 0 0 . 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 . 0 0 100.o0
NPIMlE
B i l a d i b a n d i n g k a n d e n g a n k o n t r i b u s i s e k t o r P D R B t a h u n 2 0 0 1 , tampak bahwa beberapa sektor mengalami penurunan kontribusi, yaitu: sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, serta sektor keuangan dan persewaan. Untuk ,,ub sektor pertanian, selama tahun 2001-2004 telah terjadi pergeseran, dimana peran sub sektor perkebunan semakin dominan menggantikan sektor kehutanan.
Bila diamati dalam kelompok sektor, selama tahun 2001-2005 ternyata perekonomian Kabupaten sambas masih tergantung pada sektor primer (pertanian dan pertambangan/galian). Sebagai gambaran, peran sektor primer pada tahun 2001 sebesar 46,30 o/o dan meningkat menjadi 46,98 % pada tahun 2004. Besarnya peran sektor primer tentunya didukung dengan potensi sumber daya alam yang cukup besar. Hal ini menjadikan kegiatan ekonomi masyarakat dan swasta sebagian besar terfokus pada usaha di sektor pertanian.
Kelompok sektor berikutnya yang perannya cukup besar adalah sektor tersier (sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, dan sektor jasa-j a s a lainnya). P a d a ta h u n ta h u n 2001, peran sektor tersier s e b e s a r 4 0 , 5 3 % d a n pada tahun 2004 sebesar 4Q,54 o/o.
Selanjutnya, peran sektor sekunder (sektor industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, serta bangunan) cenderung menurun, yakni dari 13,17 % pada tahun 2001 menjadi 12,48 o/o pada tahun 2004. Kondisi yang dipaparkan ini menunjukkan bahwa selama tahun 2001-2004 perekonomian Kabupaten sambas sesungguhnya belum mengalami tranformasi struktural yang memadai, dikarenakan belum adanya peningkatan yang meyakinkan pada sektor sekunder.
T a b e l 2 . 3
Komposisi Kelompok Sektor PDRB Kabupaten Sambas Tahun 2001-2005 Atas Dasar Harga Konstan 2000
Sumber: Kantor Statistik Kab. Sambas, 2006. (* = angka sementara)
Kemajuan ekonomi Kabupaten sambas yang secara makro ditunjukkan pada peningkatan PDRB dan pertumbuhan ekonomi selama periode 2oo1-2004, ternyata diimbangi pula dengan peningkatan PDRB/kapita. pada tahun 2001, PDRB per kapita harga berlaku sekitar Rp 4,54 juta, dan meningkat menjadi sekitar Rp 6,63 juta pada tahun 2004 Sedangkan atas dasar harga konstan 2000, P D R B p e r k a p i t a p a d a tahun 2001 sebesar Rp 4,17 juta dan meningkat m e n j a d i s e k i t a r R p 4 , 4 7 ju t a p a d a tahun 2004. KELOMPOK SEKTOR 2001 2002 2003 2004 2 0 0 5 ' 1 (2) ( 3 ) G \ (5) (6) Primer 46.30 45.64 4 6 . 3 4 4 6 . 9 8 4 7 . 9 4 Sekunder 1 3 . 1 7 1 3 . 1 9 1 2 . 8 0 12.48 1 2 . 1 3 Tertier 40.53 4 1 . 1 7 4 0 . 8 6 40.54 3 9 . 9 3 P D R B 1 0 0 , 0 0 1 0 0 , 0 0 1 0 0 , 0 0 1 0 0 , 0 0 1 0 0 , 0 0
l { c r r t , r r r ; r I ' r ' r r r i r , r r r L r t r t . r r r t r r t r r : l ' l r \ l c r t t l t l g i r l l | ) i r c r i r l t
NPTffiffi
G a m b a r 2 . 3 . P D R B P e r K a p i t a T a h u n 2 0 0 1 - 2 0 0 5 ! o v @ I x N o o os
v It 4 . 7 4 . 6 4 . 5 4 . 4 4 . 3 4 . 2 4.',I 4 3 . 9tuffim
ZUU I 2002 2003 T a h u n K l r l r t t P l t l c t t S l t t t t l t l t : T a b e l 2 . 4Kinerja Perekonomian Kabupaten Sambas Tahun 2000-2004
Sumber: Kantor Statistik Kab. Sambas, 2006. (* = angka sementara)
I N V E S T A S I
Belum pulihnya kondisi makroekonomi secara nasional juga berdampak bagi Kabupaten Sambas. Gambaran yang dapat diamati adalah belum kondusifnya iklim berinvestasi dipandang sebagai faktor penyebab rendahnya minat berinvestasi di daerah ini.
Untuk investasi pemerintah, alokasi belanja pembangunan/belanja publik selama tahun 2000-2004 rata-rata sebesar 58,',1 o/o. Alokasi investasi pemerintah yang cukup tinggi terjadi pada tahun 2004, yakni sebesar Rp 210,007 Milyar atau sekitar 83,52 o/o dari total belanja sebesar Rp 251,439 Milyar.
Perkembangan investasi pemerintah yang diamati pada alokasi belanja pembangunan/belanja publik selama tahun 2001-2003 sebagai berikut: tahun 2 0 0 1 s e b e s a r R p 6 2 , 6 2 3 M i l y a r a t a u 3 3 , 4 9 o / o d a r i to t a l A P B D , t a h u n 2 0 0 2 s e b e s a r Rp 69,169 Milyar atau sekitar 32,16 % dari APBD, tahun 2003 sebesar Rp 212,955 Milyar atau sekitar 82,18 ok dari total APBD. Umumnya investasi p e m e r i n t a h difokuskan pada penrbangunan prasarana pemerintahan dan
NO INDIKATOR 2001 2002 2003 2004 2 0 0 5 ' (2j 13) _14) ( 5 (6) (7) PDRB (Jula Rp): Harga Eerlaku Haroa Konstan 2000 2.072.5'tO.33 1 .9 0 1 . 0 9 9 . 1 1 2 . 3 0 5 . 9 6 6 , 3 7 1 . 9 5 9 . 6 4 4 . 3 5 2 . 5 9 9 . 7 0 9 , 6 0 2 . 0 5 2 . 5 4 3 . 1 0 2 . 8 8 4 . 0 6 5 , 2 8 2 1 5 6 . 9 9 1 . 3 6 3.246.904.72 2 . 2 7 5 . 9 5 0 . 3 1 Pertumb. Ekonomi (%) Harga Berlaku Haroa Konstan 2000 1 4 , 7 3 5 . 2 4 1 1 , 2 6 3 . 0 8 1 1 , 0 0 4 . 7 4 12,67 5 . 0 9 12.82 a . r / 1 PDRB/Kapita (Juta RP) Harga Berlaku Haroa Konslan 2000 4 , 5 4 4 . 1 7 4 , 9 8 a 2 3 5 , 4 1 4 3 4 5 , S 8 4 . 4 7 o . o 5 4 . 6 5
.:":*T:::":,.:'::,.;.",.:"''.:-;::.*^@
l i e r r . , t t t . r | ' \ ' t n l \ i l i ; ' - u l l ' t : t . l . l t t l i ' . r r \ l c t t c t t r . l l t l t I ) l r e l . i i r
ffiPTM[E
K u l r t t P u l c t t \ l t t t t l r ; t .
infrastruktur Publik lainnYa.
Investasi masyarakat dan swasta juga diyakini sangat berperan dalam meningkatkan aktivitas perekonomian Kabupaten Sambas. Namun kegiatan investasi tersebut tidak terdata secara baik. Diperkirakan total investasi masyarakat Jan swasta berkisar antara 25 - 50 Milyar setiap tahun'
Sementara itu, investasi swasta berskala menengah besar yang berstatus PMDN dan PMA, belum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Sampai tahun 2004, realisasi investasi swasta hanya 4 (empat) perusahaan. Investasi swasta yang telah mendapat 'UlOang persetujuan dari BKPM meliputi: 2 perusahaan PMA di
perl<ebunan kelapa sawit dengan total investasi sebesar Rp 187.476.574 Ribu dan 1 perusahaan PMA lainnya tidak tersedia data investasinya , serta 1 perusahaan PMA di bidang pertambangan dengan total investasi sebesar US $ 1.100 Ribu. (Data Bakomapin Kal-Bar' 2006).
Sampai tahun 2004, terdapat sekitar 23 perusahaan PMDN di sektor perkebunan (6 perusahaan diantaranya sudah beroperasi) dan 20 perusahaan PMDN di sektor pertambangan yang sudah memiliki izin penguasaan lahan dan izin lokasi, namun belum memperoleh izin persetujuan penanaman rnodal.
KONDISI
GEOGRAFIS
LETeT DAN LUAS WILAYAH KABUPATEN SANAEA'S
Kabupaten Sambas terletak di bagian paling utara Provinsi Kalimantan Barat, y a i t u berada di posisi antara 0033'- 2008'Lintang Utara dan 108039'- 110004' -Bujur
Timur. Dengan terbitnya UU No. 10 tahun 1999 tentang Pembentukan . Kabupaten Bengkayang, maka setelah pemekaran wilAyah ini Kabupaten Sambas
memiliki luas 6.395,70 km2, terdiri dari 9 Kecamatan yaitu: Selakau, Pemangkat, Tebas, sambas, Jawai, Teluk Keramat, sejangkung, sajingan, Paloh, dengan letak administratif dan batas-batas wilayah sebagai berikut:
. Sebelah utara berbatasan dengan Sarawak (Malaysia Timur)dan Laut Natuna.
' Sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang
. Sebelah timur berbatasan dengan Sarawak dan Kabupaten Bengkayang. . Sebelah barat berbatasan dengan Laut Natuna.
Dari letak batas-batas tersebut di atas terlihat bahwa wilayah Kabupaten Sambas mempunyai karakteristik geografis yang relatif terbuka dan memiliki akses yang lebih'luai terhadap wilayah-wilayah lainnya, yaitu ke wilayah pedalaman seperti ke Kabupaten Bengkayang, ke witayah pesisir seperti ke Kota Singkawang sampai ke lbukota Provinsi, ke wilayah kepulauan lainnya di Laut Natuna, dan ke luar negeri yaitu ke Sarawak, Malaysia Timur. Posisi strategis wilayah tersebut tentunya memberikan peluang untuk peningkatan pembangunan dan aksesibilitas sosial budaya serta ekonomi yang lebih luas baik secara lokal yaitu terhadap daerah-daerah di dalam negeri maupun dalam skala regional yaiiu dengan negara-negara tetangga di kawasan ASEAN.
Kabupaten Sambas memiliki luas wilayah sekitar 6.395,70 Km2 atau kurang lebih 4,36 persen dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Barat. Sampai dengan. tahun 2004 jumlah Kecamatan yang semula 9 dimekarkan kembali sehingga menjadi 17 Kecamatan terdiridari 570 Dusun, 183 Desa dan 1 UPT (126 Desa Swasembada, 54 Desa Swakarya, 4 Desa Swadaya). Adapun Kecamatan-kecamatan baru hasil pemekaran adalah Semparuk, Tekarang, Subah, Galing, Sebawi, Sajad, Jawai ' S e t a t a n ,
mFf
[wm
Besar yaitu 1.391,20 km2 atau 21,75 persen dari wilayah Kabupaten Sambas, sedangkan Kecamatan yang paling kecil wilayahnya adalah Tekarang dengan luas 83,16 km2 atau sekitar 1,30 persen dariwilayah Kabupaten Sambas. Adapun Kecamatan yang paling banyak jumlah Desanya adalah Teluk Keramat (31 Desa) dan Tebas (23 Desa).
D E M o G R A F I
J u m l a h p e n d u d u k K a b u p a t e n S a m b a s t a h u n 2 0 0 3 m e n c a p a i 4 7 7 . 6 6 1 ji w a ( 7 0 jiwa/km2), dan berdasarkan angka hasil proyeksi penduduk setahun berikutnya maka penduduk Kabupaten Sambas tahun 2004 total berjumlah 484.861 jiwa, dengan laju pertumbuhan penduduk 1,47 persen. Berdasarkan perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduk tersebut maka rata-rata kepadatan penduduk Kabupaten Sambas tahun 2004 adalah 76 jiwalkm? atau rata-rata sekitar 2.650 jiwa per desa, suatu keadaan yang belum ideal untuk wilayah yang cukup luas. Penyekraran penduduk belum merata pada setiap Kecamatan. Pada tahun 2004, Kscamatan yang paling banyak penduduknya adalah Tebas (61.038 jiwa) dan Teluk Keramat (60.613 jiwa setelah dikurangi dengan jumlah penduduk Kecamatan Tangaran 21.446 jiwa). Berdasarkan jenis kelamin penduduk Kabupaten Sambas tahun 2004 terdiri dari laki-laki 246.755 jiwa dan perempuan 238.106 jiwa. Tingkat kepadatan penduduk tertinggi berada di Kecamatan Pemangkat yaitu sekitar 303 jiwa/km2 (tahun 2003: 299 jiwa/km2), sedangkan tingkat kepadatan penduduk terendah terdapat di Kecamatan Sajingan Besar yaitu 6 jiwa/km2.
. D i t i n j a u d a r i s e g i a g a m a y a n g d i a n u t p e n d u d u k K a b u p a t e n S a m b a s d a p a t '
diklasifikasikan sebagai berikut: memeluk agama lslam sebanyak 381.094 (83,4%), memeluk agama Katholik 16.252 (3,6%), memeluk agama Protestan 1 1 . 5 3 5 ( 2 , 5 Y o ) , m e m e l u k a g a m a H i n d u 3 8 ( 0 , 0 0 8 % ) , m e m e l u k a g a m a B u d h a 4 5 . 5 9 8 ( 1 0 o / o ) , d a n l a i n - l a i n 2 . 1 7 1 ( 0 , 5 % ) ( K a l i m a n t a n B a r a t D a l a m A n g k a 2 0 0 5 : 1 3 2 - 1 3 3 ) .
TopocR^a,pt
Topografi Kabupaten Sambas sebagian besar adalah datar dengan kemiringan antara 0 - 2 persen, yaitu mencakup areal seluas 488.855 ha atau 76,43 persen dari keseluruhan luas Kabupaten Sambas. Selebihnya memiliki kemiringan 2 - 15 persen seluas 67.940 ha atau 10,62 persen, kemiringan 15 - 40 persen seluas 74.760 ha atau 11,69 persen, serta kemiringan > 40 persen seluas 8.015 ha atau sekitar 1,25 persen dari keseluruhan luas Kabupaten Sambas (Strategi Daerah Pembangunan Daerah Tertinggal Kabupaten Sambas 2007-2009:8).
Kabupaten Sambas memiliki 12 macam kandungan tanah (soil bearing), yang terbanyak adalah kwarter (Quartenary) sskitar 658.975 Ha, trias (Triassic) sekitar 161.250 Ha, dan paleozoik (Paleozoic) sekitar 111.250 Ha (56.448 Ha menurut Kalimantan Barat Dalam Arrgka 2005:15). Dilihat dari tekstur tanahnya sebagian besar daerah Kabupaten Sambas terdiri dari:
Tanah Organosol (OGH) golongan saprik, hemik dan fibrik, yaitu tanah yang tersusun dari bahan organis/campuran bahan mineral dan bahan organik, terdapat setuas 136.230 (56.448 Ha menurut Kalimantan Barat Dalam Angka 2005:13) hektaare atau sekitar 213A persen dari total wilayah. Jenis tanah ini ber-PH rendah, bersifat asam, mudah mengerut tak balik, dan bila kering peka terhadap erosi dan mudah terbakar.
T a n a h A | l u v i a l , y a i t u j e n i s t a n a n b e r w a r n a k e l a b u , c o k l a t s a m p a i h i t a m ' y a n g
metiputi
"r"ui'.J#rui
zso.ogo
n.ru"i" (zga.zeg
Ha.
menurut
Kalimantan
Barat
Datam
Angra"i,itir.irgi
"1"u
r.rii"rlo,oo p"t."n. Jenis
tanah
ini mempunvai
sifaukarakteristik tidak peka terrrad;p;;;;i, ierbentuk-dari endapan laut' sungai' serta danau, dan merupakan ;enis tanah yang terbaik serta
paling cocok d i g u n a k a n u n t u k P e r t a n i a n '
T a n a h P o d s o l , y a i t u t a n a n y a n g b e r s i f a t b a s a d a n m i s k i n u n s u r h a r a d e n g a n tingkat kejenuhan basa yang |""ncJi, mJiputi areal 44.600 hektaare
(25'270 Ha menurut Kalimantan Barat Dalam n"ixt ZOOS'1,3),1!"Y sekitar 6'gT persen Jenis tanah ini berwarna kelabu, kunrng slmpai putih dan umumnya
bertekstur Kasar karena terbentuk dari batuan ""Oub* OJ" XIrang bagus untuk usaha budidaya'
T a n a h P o d s o | i d M e r a h K u n i n g ( P M K ) , y a i t u t a n a h b € r t e k s t u r h a l u s s a m p a i s e d a n g dengan o"n"n inaux batuan u"x, ilti batuan endapan, mencakup
areal sekitar lsT.g2ohektaare (2s1.066 rr" *en"u?rt-Gritantan barat Dalam Angka 2005:13) atau 24,60 persen, terdapat n"*p.i Ji seluruh kecamatan baik di yllyl
dataran maupun bukit cian gunung... lenis ianar' ini berwarna kuning sampai merah, bereaksi masam dengan tingkai telenunan basa.rendah, dan
sangat peka terhadap erosi. sebagian telah oiu*;oio"v"r"n untuk perkebunan
karet dan ladang.
T a n a h L a t o s o l , y a i t u t a n a n y a n g m e m i l i k i s o l u m t a n a h y a n g t e b a t a n t a r a . l 3 0 - 2 0 0 crn dengan batas antar horizon tij"r u"git, jelas., Meliouti areal 70 790 hektaare (7.948 n" 'i"nuiui Katimantan nli"tbJr"t Angka zoos:tg) atau sekitar
11'07
p e r s e n o a n . ' m e r u p a k a n j e n i s t " n " n y " n g p a | i n g s e c i k i t t e r d a p a t d i K a b u p a t e n Sambas. Jenis tanah ini Uerwaina toXiat, meian sampai kekuning-kuningan'
memiliki endapan bahan organik dan unsur hara yanq cukup tinggi serta sangat peka ternaJap erosi, dan ,"ng"i poi"nti"f u.nt1f ngrtanian' (Kabupaten Sambas Datam Angka 2004:9, Oan stratlil- oaeran Pembangunan Daerah Tertinggal Kabupaten Sanrbas 2007-2009:9-1 0)'
lxutu
Kabupaten sambas termasuk daerah pelonuian llng cukup tinggi intensitasnya' Tahun 2004 jumlah curah hujan tertinggi mencapai 5'tgs'oo miiimeter
(rata-rata 2go,82mm perbulan) terjadi oi daera[-=daerah yang berhutan tropis dan disertai te|emoaoan
P;;ilfiJuxup
tinggi seperti di Kecamatan Pa|oh.
pada umumnya curah nuian tiriliggi"a;-t"t1!:Fn.n di Kabupaten sambas terjadi paoa' duun Januari' ?J;;si";t ;yl* J:lT terendah rata-rata
bulanan terjadi p"il iJ"" n[r.tur. noapin rata.-rata gYLll"^ hari hujan tertinggi
tsrj3di pada butaii oesemoEr, "eo"ng[5n hari huian terendah terjadi pada bulan-bulan Juni dan Agustus'
SUMBER DAYA AUNU
S u m b e r d a y a a l a m K a b u p a t e n S a m b a s m e n c a k u p a s p e k d a r a t d a n l a u t . K a r e n a itu pctensi{ffi;t;"[rn x"uup"ten Sambas relatif beragam
yaitu: pertanian' perkebunan, peternakan, xenuian5n, pertambangan, pariwisata, perikanan
dan kelautan.
Pada
aspek
pertanian
vans
terah
q:1:P-*i":9::i"l:.:*'f3:31
X:El:i::
Pada asper penanran vdrrg tEra" "'"'""';;* p5ng"n terutama padi, palawiia, lntrX Oii"tbangkan lebih lanjut "dfl3hi?.,- ^^^a66man ^?.ri rehun 2004 sekitar
::Hi'i'ifJlilil'l;:Jffi
i?}5i'liylHir"';ffi
,'i:i;::t]i''ll;:F:lP:::i::lp^:l:ffi
l#-''lff rtr::::*x*::**,',%T;"J',5i
:'i'"';::":l
u ffr ii1
$T
: l JJ'H
iii i i 0r
of
1":i
::':i : F,!:lf i,Ll
u;:1
3
*" [:X1f
: 5
[*H#:'$:fi :ilT""'i;"lld;'i;i
j:riY;1.ti::i:f
': j::?:',5ffi
i'f;
l . . 1 l r r 1 ' r 1 1 . . r 1 \ . q 1 1 1 1 ' ; 1 . ,
mFtffim
sekitar 2.791 Ha dengan produksi 6.020,22 ton, sayur-sayuran sekitar 923 Ha ( t a h u n 2 0 0 2 s e k i t a r 1 . 0 1 4 Ha, tahun 2003 sekitar 9 6 0 H a ) d e n g a n p r o d u k s i 7 . 0 6 1 t o n ( t a h u n 2 0 0 3 s e b a n y a k 8 . 9 4 6 , 1 3 t o n ) , b u a h - b u a h a n s e k i t a r 3 . 9 1 5 , 7 4 H a ( t a h u n 2 0 0 3 s e k i t a r 3 . 0 2 6 , 9 5 H a ) dengan produksi m e n c a p a i 1 2 9 . 1 1 9 , 1 0 t o n ( t a h u n 2 0 0 3 sebanyak 74.073,83 torr).
Lahan yang sangat potensial untuk penanaman palawija tersebar di wilayah Kecamatan-kecamatan Jawai, Paloh, Sa.jingan Besar, Teluk Keramat, dan Tebas Sampai saat ini komoditas lroltikultr-tra yang masih rnenjadi unggulan Kabupaten s a m b a s adalah Jeruk siam (oranges) dengan luas lahan 2.s78,56 Ha dan p r o d u k s i 9 3 . B ' 1 9 , 3 0 t o n ( r a t a - r a t a p r o d u k s i 3 6 8 , 9 3 k u i n t a t p e r - H a ) .
Di bidang perkebunan Kabupaten Sambas memiliki lahan berpotensi untuk pengembangan seluas 344.583 Ha. sampai saat ini bidang perkebunan masih didominasi oleh usaha perkebunan rakyat dengan pola-pola: swadaya (partiat), u n i t p e l a y a n a n d a n p e n g e m b a n g a n ( u P P ) , p e r u s a h a a n i n t i r a k y a t (p l R ) , dan perkebunan besar swasta (PBS). Komoditi perkebunan yang diusahakan dalam skala besar dengan pola PBs adalah kelapa sawit, sedangkan perkebunan rakyai dengan pola lainnya pada umumnya menangani komoditi selain kelapa sawit yaitu karet dan kelapa dalam. selain itu komuditas perkebunan yang berkembang cli Kabupaten sambas mencakup kelapa hybrida, lada, kopi, kakao, cengkeh, kemiri, j a m b u mete, pinang, d a n te b u .
Di bidang peternakan sampai dengan saat ini masih didominasi oleh pola peternakan rakyat dengan skala kecil yang pada umumnya diusahakan oleh masyarakat pedesaan Kabupaten sambas secara tradisional. Teroapat dua golongan ternak yang paling banyak diusahakan mereka yaitu ternak ruminansia (Kambing, sapi, babi, dan kerbau), serta ternak unggas (ayam ras baik pedaging maupun petelur, ayam buras, dan itik).
Pada aspek kehutanan Kabupaten sambas tahun 2004 memiliki luas hutan seluruhnya 189.527,98 Ha (tahun 2003 seluas 201.367,75 Ha) terdiri dari Hutan L i n d u n g 2 9 . 0 3 9 , 8 3 H a , H u t a n P r o d u k s i r e r b a t a s 10.195,00 H a , H u t a n p r o d u k s i Biasa 103.806,65 Ha, Hutan Produksi yang dapat dikonversikan 14.480,00 Ha, Hutan Tanaman wisata 24.286,0a Ha, dan Hutan Lindung Bakau 7.72a,50 Ha. Kayu bulat yang dihasilkan oteh hutan di Kabupaten Sambas merupakan produksi non-HPH dengan total produksi 353,02 M3 (tahun 2003 sebanyak 743,57 M3). (Kabupaten Sambas Dalam Angka 2004:137-138).
Pada aspek lautan sumber daya alam Kabupaten Sambas menyediakan ikan yang cukup. Pada tahun 2004 produksi perikanan Kabupaten sambas mencapai 14.989,00 ton (14.145,90 ton hasil perikanan taut, 204,00 ton hasit perairan umum, dan 639,10 ton hasil budidaya) (Kabupaten Sambas Dalam Angka 2 0 0 4 : 1 3 1 ) .
Selain yang dapat diproduksi, sumber daya alam Kabupaten Sambas juga memberikan keindahan pemandangan dan nilai-nilai kesejarahan sebagai potensi obyek wisata yang tidak kalah menariknya dibandingkan dengan daerah lainnya. Terdapat 44 potensi obyek wisata (38 obyek wisata alam, 5 obyek wisata sejarah, dan 1 obyek wisata budaya) di Kabupaten sambas yang tersebar pada sepuluh Kecamatan dengan perincian sebagai berikut:
Kacamatan Lokasi Nama Obyek Jenis
Selakau Sungai Rusa
Parit Baru
Pantai Polaria Mesjid Siradjul lslam
Pantai Taniuno Gununo
Wisata Alam Wisata Sejarah Wisata Alam
Pemangkat Parit Pasir
Selindung Pemangkat
Air Terjun Gunung Selindung
Taman Rekreasi Gunung Selindung
Pantai Sinam P a n t a i T a n i u n q B a t u Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam
mP$$1qffi
Nama Obyek Jenis
Kacamatan Lokasi
Tebas Sejiram
Seberkat Tebas Serindano
Pasir Putih Sejiram Goa Kelelawar Air Terjun Sebetung Batu Mak Jage Bukit Seqoler Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam S a m b a s Sebedang Sepuk Taniung Dalam Kaum Tebing Eatu K u a v a n Danau Sebedang
Taman Rekreasi Bukit Luwing lstana Alwatzikoebillah
'l'aman Rekreasi Danau Melubun
Makam Bantilan v v l s a t a A l a l r l Wisata Alam Wisata Sejarah Wisata Alam Wisata Seiarah R a m i n J a d d e
#fi*'ffir;F***---t
Pantai Kalang Bau (Pasir Pandak) |
Pantai Sentebang (Natuna Indah) |
Pantai Dunsun Laut (RamaYq!!l--1
Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam . , a w a l Jawai Laut Sentebang Dungun Laut
anokunq Piantus Taman Rekreasr quqlt'lgnlge
Teluk Keramat Simpang EmPat
Arung Medang Arung Pa.ak Teluk Kerarnat
Taniung BaYung I
Pantai Suah NiPah I
Pantai Arung Parak
Taman Wisata Gunung
Meliniang-Pantai Pulau Tua
Pantai Rekreasi Gunung Besi Air Terjun Batu Lintang
Pantai Tanjung SelimPai
Batu Beiamban
Pantai Temaio
Taman Rekreasi Gunung Angsuang
Temajo
Pantai Tanah Hitam
Goa Batu Belidak
Pantai Tanjung Kemunung
Pantai Tanjung Bendera' ..
Pantai Tanjung Baiwan
-I Air Terlun Merasap I Goa Alam Maria I Air Teriun Pencarek I Air feriun Riarn Cgggst
---Wisata Alam Wisata Alam Wj:elqAlam _ ibung Tanah Hitam V'/isata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Se,iarah Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alarn Wisata Alam Wisata Alam Wisata Alam Wisata Seiarah Wisata Alam Wisata Alam S a . j i n g a n B e s a r Kaliau Santatlan Kampung Tanlung Batanq Air
Wruvn n Pg,nsarnsAN KABU PATEN Silr"r gas
W i | a y a h K a b u p a t e n S a m b a s y a n g - b e r b a t a s a n l a n g s u n g d e n g a n S a r a w a k , Malaysia Timui, adalah Kecamaian Paloh dan Kecamatan Sajingan Besar' yang masing-masing berada pada posisi 1035'35" - 2005'43" Lintang Utara dan 1 0 9 0 3 8 ' , 5 6 " * 1 0 9 0 3 8 ' 5 6 " B u j u r T i m u r u n t u k K e c a m a t a n P a l o h ' , s e r t a . l 0 2 5 ' 4 0 " -1 0 4 9 ' 4 0 " L i n t a n g
-
U t " r a d i n i O b O Z S ' f e " 1 0 9 0 4 5 ' 1 3 " B u j u r T i m u r u n t u k Kecamatan S4ini"n Besar. Untuk Kecamatan Paloh wilayahnya yang berbatasan l a n g s u n g d e n g a n S a r a w a k a d a l a h d i b a g i a n u t a r a , s e d a n g k a n K e c a m a t a n Sajingan gesir Oua bagian wilayahnya i"n' berbatasan langsung dengan Sarawak yaitu di bagian utara dan timur'
Kecamatan Paloh ibukotanya Liku, memiliki luas wilayah 1'148,84 km2 atau 17'96 persen dari wilayah Kabupaten sambas. Memiliki tiga jenis tanah yang utama y a i t u o r g a n o s o i rz . g z o H a , a l t u v i a l 7 5 . 1 0 0 H a , d a n P M K 2 6 . 8 1 4 H a , d e n g a n t e k s t u r ta n a h : h a t u s 1 5 , 9 6 9 H a , s e o a n g 2 1 . 1 1 5 . H a , k a s a r 3 1 . 0 4 2 H a , g a m b u t 7.g8l Ha, oin tainnya 3g.g77. Meskipun tidak ditemukan adanya rawa, namun terdapat seKiar 10.052 Ha wilayah Kecamatan Paloh yang merupakan daerah tergenang.
K e c a m a t a n P a | o h t e r d i r i d a r i S d e s a ( 6 d e s a s w a k . a r s a d a n 2 d e s a s w a s e m b a d a ) d a n 2 2 d u s u n ' T o t a | p e n d u o u r n y a o e 4 u m | a h 2 3 . 1 6 5 j i w a ( 1 1 . 8 8 0 | a k i - | a ! ^ 1 1 ^ 1 9 1 ffiupatdEmbFbalam An gka 2o04:1 2-1 3
;:ffiil;il" "i;' 5 rn-- k;p"ru.
i<"tu"'s";
^?:ng.?.i
j:T'IT ^j^":*"Xl
;il ;fi ;;;" "JJun i0
-
jiwa ber-K12
atau.
z ago
- y: -?"':?:"-"
^i::9,::,:ii:
ffi;ffi;;. p""orirx rata_rata 1,?-7 pertahun sebagian besar penduduknya
l { i r t c . l t ; r l ' \ ' n r l r , r n r - : { i i l i l n . l : r t t : : 1 . : t \ l c t t c r r , : r r l r l ) l r i l : r l r
i \ i r l ) u l ) i r l c r ) S ; r r r t l ' : r .
MPTMN
adalah Melayu dan beragama lslam. Rumah ibadah yang telah ada di sana adalah mesjid 26 buah, surau 7 buah, gereja Katholik 1 buah, gereja Protestan 10 buah, dan Vihara Budha 3 buah.
Potensi ekonomi di Kecamatan Paloh bertumpu pada pertanian dan perkebunan, seperti padi sawah dengan luas area 4.141 r1a dan produksi 12.699 ton, ubi kayu dengan luas area 5 Ha dan produksi 57,32 ton, karet dengan luas area 333 Ha dan produksi 200 ton, kelapa dalam dengan area 539 Ha dan produksi 323 ton, l a d a d e n g a n l u a s a r e a 1 8 8 H a d a n p r o d u k s i 3 5 5 t o n , k o p i d e n g a n l u a s a r e a 3 2 H a dan produksi 26 ton. Selain itu juga dibudidayakan peternakan seperti sapi, k a m b i n g , a y a n l b u k a n ra s , d a n i t i k .
Paloh dikenal sebagai daerah bersemayamnya orang-orang suci yang disebut Orang Kebenaran. Selain itu Paloh merupakan awal mula Kerajaan Sambas pra-Majapahit yaitu Kerajaan Raden Janur yang telah ada sebelum abad ke-14 M. Daerah ini menyimpan beberapa obyek wisata, baik Wisata Sejarah seperti Batu Bejamban di daerah Sibubus, maupun Wisata Alam seperti Pantai Pulau Tua dan Gunung Besi (di daerah Nibung), Pantai Tanjung Selimpai, Pantai Temajo, Air T e r j u n B a t u L i n t a n g , d a n T a m a n R e k r e a s i G u n u n g A n g s u a n g ( d i d a e r a h S i b u b u s ) , serta Goa Batu Belidak, Pantai-pantai Tanah Hitam, Tanjung Kemunung, Tanjung Bendera, dan Tanjung Baiwan (di daerah Tanah Hitam).
Kecamatan Sajingan Besar ibukotanya Sajingan, memiliki luas wilayah 1.391,20 km2 atau 21,75 persen dariwilayah Kabupaten Sambas. Memiliki lima jenis tanah yaitu organosol 30.946 Ha, alluvial 47.813 Ha, Podsol 22.120 Ha, Latasol 16.123 Ha, dan PMK22.118 Ha, dengan tekstur tanah: halus 48.206 Ha, sedang 29.389 H a , k a s a r 2 5 . 2 2 7 H a , g a m b u t 1 7 . 9 1 5 H a , d a n l a i n n y a 1 8 . 3 8 3 . M e s k i p u n t i d a k ditemukan adanya rawa, namun terdapat sekitar 53.764 Ha wilayah Kecamatan Sajingan Besar yang merupakan daerah tergenang.
Kecamatan Sajingan Besar terdiri dari 5 desa (4 desa swakarsa dan 1 desa swasernbada) dan 14 dusun. Total penduduknya berjumlah 8.112 jiwa (4.271 laki-laki, 3.841 perempuan) atau 1.383 Kepala Keluarga. Dengan demikian kepadatan penduduknya adalah 6 jiwa per-Km2 atau 1 .622 jiwa per-Desa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 2,64 pertahun. Sebagian besar penduduknya adalah Dayak dan beragama Kristen. Rumah ibadah yang telah ada di sana adalah mesjid 1 buah, gereja Katholik 16 buah, dan gereja Protestan 19 buah. Secara sosial dan ekonomi masyarakatnya berada di taraf yang masih rendah, data statistic 2004 menunjunjukkan daerah ini memiliki penduduk miskin 380 orang, wanita rawan sosial 7 orang, dan komunitas adat terpencilS4B orang. Potensi ekonomi di Kecamatan Sajingan Besar bertumpu pada pertanian dan perkebunan, seperti padi dengan luas area 573 Ha dan produksi 950 ton, ubi kayu dengan luas area 4 Ha dan produksi 37,24 ton, jagung dengan luas area 35 Ha dan produksi 46,33 ton, kacang tanah dengan lias area 1 Ha dan produksi 0,90 ton, karet dengan luas area 1498 Ha dan produksi 742 ton, kelapa dalam dengan area 6 Ha dan produksi 4 ton, lada dengan luas area 27 Ha dan produksi 42 ton, kopi dengan luas area 2O Ha dan produksi 18 ton, serta kakao dengan luas area 32 Ha dengan produksi '17 ton. Selain itu juga dibudayakan peternakan seperti sapi, kambing, ayam bukan ras, dan itik.
Daerah ini menyimpan beberapa obyek wisata, baik Wisata Sejarah seperti Goa Alam Maria di daerah Santaban, maupun Wisata Alam seperti Air Terjun Merasap di Kaliau, Air Terjun Pencarek di Kampung Tanjung, dan Air Terjun Riam Caggat d i d a e r a h B a t a n g A i r .
Mempertimbangkan potensi yang besar pada Kecamatan Paloh dan Sajingan dan mengingat statusnya sebagai daerah/kawasan tertinggal, mendorong Pemerintah Kabupaten Sambas menjadikan Kecamatan Paloh dan Sajingan (PALSA) sebagai k a w a s a n p e m b a n g u n a n t e r p a d u . T e k a d u n t u k m e m b a n g u n d u a k a w a s a n d i p e r b a t a s a n i n i t e n t u d i l a t a r b e l a k a n g i o l e h s u a t u k e n y a t a a n b a h w a K e c a m a t a n
K r r l r u g r ; 1 1 q ' 1 1 S r i l r r h l r s
RPIMID
Paloh dan Sajingan diakui sebagai kawasan strategis dan prioritas untuk ditangani secara sungguh-sungguh. Pengembangan dan pembangunan kawasan ini terutama berfungsi sebagai kawasan lindung dan kawasan budi daya. Sejak tahun 2003 Pemerintah Kabupaten Sambas mengadakan kerja sama dengan Badan Pengelola Otorita Batam. Pada tanggal 13 Mei 2003 Bupati Sambas menandatangani Kesepakatan Bersama denga Ketua Otorita Pengembangan Daerah lndustri Pulau Batam pertanda dimulainya realisasi rancangan pembangunan dua kawasan perbatasan tersebut di atas yang kemudian dikenal dengan sebutan PALSA. Kesepakatan ini bermaksud membantu mewujudkan Kabupaten Sambas khususnya di Kecamatan Paloh dan Sajingan Besar menjadi l(awasan Industri, Kawasan Pariwisata, Kawasan Perdagangan, dan Kawasan Pelabuhan (Laut dan Udara) yang menarik dan kompetitif di tingkat internasional. O l e h k a r e n a it u p a d a t a n g g a l 1 1 S e p t e m b e r 2 0 0 3 D P R D K a b u p a t e n S a m b a s , sebagaimana tertuang dalam SK No. 27lPintp.l2003, telah menyetujui Rancangan Keputusan Bupati Sambas tentang Pengembangan Pembangunan Kecamatan Paloh dan Sajingan Besar.
S e l a n j u t n y a p a d a tahun 2004, melalui Keputusan B u p a t i N o m o r : 42 tanggal 28 ianuari 2004, ditetapkan Peta Karvasan Pengembangan Pembangunan Kecamatan Palch dan Sa;ingan Besar dengan luas areal 112.271,52 hektaare untuk jangka waktu pengelolaan selama B0 tahun. Pada 18 Oktober 2004 dibentuklah Badan Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Paloh Sajingan Besar Kabupaten S.ambas yang disebut dengan BADAN PALSA. Kemudian pada 17 Maret 2005 Gubernur Kalimantan Barat mengeluarkan SK No. 69 Tahun 2005 tentang Dewan Kawasan Pengembangan dan Pembangunan Paloh dan Sajingan Besar Kabupaten Sambas, diketuai oleh Gubernur Kalimantan Barat, dan Bupati Sambas sebagai Ketua Harian. Sedangkan Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam sebagai Anggota.
Beberapa perkembangan pembangunan Palsa yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Sambas sampai dengan tahun 2005 antara lain adalah: . Menyusun masterplan pembangunan Palsa.
. Menyusun site plan kawasan industri terpadu bekerjasama dengan SEC (Serawak - Malaysia).
. Pembangunan jalan dan jembatan, penyiapan lahan, pembentukan Desa Temajuk yang berbatasan dengan Teluk Melano, normalisasi sungai s e p a n j a n g 2 . 1 0 0 m e t e r .
. Pengukuran garis tengah perbatasan antara Indonesia - Malaysia dalanr rangka pembukaan Border Aruk - Biawak.
. Ekspose pengembangan Kawasan Palsa ke berbagai pihak. . Promosi pariwisata.
. Studi Banding oleh anggota DPRD, Muspida dan Tokoh Masyarakat ke Batam, Singapura, dan Johor.
. Mempersiapkan lahan seluas 15 hektaare untuk Pangkalan TNI Angkatan L a u t d i T a n j u n g A p i , P a l o h .
. Pembangunan Sekolah Perikanan dan Sekolah Bahasa Mandarin
. Pembangunan Rumah Dinas dan Mess Otorita Batam di Sambas, dll. (Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Masa Jabatan Bupati S a m b a s 2 0 0 1 - 2 0 0 6 : 1 3 9 - 1 4 8 ) .
STATISTIK
BIDA}IG SOSIAI
BUDAYA
K g p E T . T o U D U K A N . K e T E N a C A , K E R J A A N D A N P E N G A N G G U F I A N
l i s n ! ; r r l , r I ' u r l l l r u t t * t r t t . t t t . l l r t t r k : r \ l r , ' t t c t t t : i l l l l ) l t d t i r l l
Rpfmn
K l t l r t t p i r t c r r S l r r r l r i r :
jumlah penduduk yang mendiami Kabupaten Sambas tercatat sebanyak 484.861 j i w a ( bertambah s e b e s a r 1 , 5 1 % d i b a n d i n g k a n t a h u n 2 0 0 3 ) . J u m l a h p e n d u d u k laki-laki (246.755 jiwa) lebih banyak dari penduduk perempuan (238.106 jiwa) d e n g a n S e k s R a t i o 1 0 3 , 6 .
Penduduk Kabupaten Sambas tersebar di 16 kecamatan dengan pola persebaran tidak merata. Jumlah penduduk terbanyak berada di Kecamatan Teluk Keramat (82.059 jiwa) dan jumlah penduduk sedikit berada di Kecamatan Sajingan Besar (8.112jiwa). Dari aspek kepadatan penduduk, Kecamatan Pemangkat merupakan daerah terpadat (303 jiwa per Km2) dan Kecamatan Sajingan merupakan daerah berpenduduk jarang (6 jiwa per Km2). Sebagian besar (84,68%) penduduk Kabupaten Sambas bertempat tinggal di pedesaan. Penduduk yang tinggal di d a e r a h p e r k o l a a n b a r u m e n c a p a i 1 5 , 3 2 p e r s e n .
Berdasarkan pengelompokan penduduk menurut usia, Kabupaten Sambas masih tergolong berstruktur penduduk muda. Dari jumlah penduduk sebanyak 484.861 jiwa, 32,96% diantaranya berusia 0 - 14 tahun. Penduduk yang tergolong usia produktif (15 - 64 tahun) sebanyak 63,38% dan selebihnya (3,66%) tergolong penduduk usia non produktif (65 tahun lebih). Keadaan ini memberi makna tingginya angka beban ketergantungan (dependency ratio) di Kabupaten Sambas. yaitu 57,8. Artinya setiap 100 penduduk usia produktif menanggung hamper 58 jiwa penduduk usia non produktif. Dependency Ratio (DR) Kabupaten Sambas
lebih besar dari DR Kalbar (54,67)
Seiring dengan pertambahan penduduk, jumlah tenaga kerja juga bertambah setiap tahunnya. Jumlah tenaga kerja (penduduk usia 15 tahun ke atas) tahun 2004 tercatat sebanyak 325.081 jiwa (67,04o/o dari jumlah penduduk). Indikator untuk mengukur aktivitas tenaga kerja dalam kegiatan ekonomi adalah Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). Ternyata TPAK Kabupaten Sambas (76,73%), meskipun tertinggi di Kalimantan Barat namun belum mencapai optimal. TPAK l a k i - l a k i ( 8 6 , 5 6 % ) l e b i h b e s a r d a r i T P A K p e r e m p u a n ( 6 7 , 1 3 ) .
Para tenaga kerja yang bekerja, sebagian besar (69,83%) bekerja di sektor pertanian dan sebagian besar (67,04%) berlatar belakang pendidikan SD ke bawah. Keadaan ini berimplikasi pada rendahnya ptoduktivitas kerja. Produktivitas tenaga kerja Kabupaten Sambas (Rp.3.027.298) jauh lebih rendah dibanding Produktivitas tenaga kerja Kota Pontianak (11.797.473).
Upah Minimum Propinsi (UMP) yang diterima oleh pekerja sebesar Rp.430.000 p e r bulan masih lebih rendah dari pengeluaran r i i l p e r k a p i t a (R p . 5 8 0 . 1 0 0 p e r bulan). Rendahnya Upah ini mendorong para tenaga kerja mencari pekerjaan dan bekerja di luar negeri, khususnya ke Serawak Malaysia. Tenaga Kerja lndonesia (TKl) asal Kabupaten Sambas yang bekerja dan mencari pekerjaan (status legal dan illegal) cenderung bertambah. TKI yang bekerja di Serawak hingga tahun 2004 tercatat sebanyak 1.456 jiwa, sebagian besar ( 82,90%) adalah TKI perempuan dan umumnya mereka dipekerjakan di lndustri Plynrood.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Sambas (4,20o/o) tergolong moderat. TPT di daerah Perkotaan (7,69%) jauh lebih tinggi dibanding TPT di daerah Pedesaan (3,12). Berdasarkan jenis kelamin ternyata TPT laki-laki (5,07o/,) lebih besar dari TPT perempuan (3,35). Pola demikian ini merupakan suatu halyang tidak lazim. Di Kalimantan Barat, TPT laki-laki (3,85%) lebih rendah d a r i T P T p e r e m p u a n ( 5 , 8 9 ) .
K E M I S K I N A N
Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sambas bertambah banyak dari 68.000 j i w a ( 1 4 , 4 9 o l o ) t a h u n 2 0 0 3 m e n j a d i 6 8 8 0 0 j i w a ( 1 3 , 9 1 % ) t a h u n 2 0 0 4 , d a n
i i . ' r r . . , r r i l r I ' t i t t l r l r t l t t r r l l r . l t r r t : ' L , r \ l c n . ' t t : ' . r l t | ) l t . r r l t
l ' . lt l r t t l t ; t l c t t \ : t t t t l r r t *
$!PfMm
lndeks Kedalaman Kemiskinan (Povefty Gap lndexl dan Indeks Keparahan Kemiskinan (Distributionally Sensitive lndex) semakin meningkat. PGI dan DSI s e b e s a r 2 , 2 2 d a n 0 , 5 4 ta h u n 2 0 0 3 , b e r k u r a n g m e n j a d i 2 , 0 6 d a n 0 , 5 0 ta h u n 2 0 0 4 . C a r i s K e m i s k i n a n j u g a mengalami penurunan d a r i R p . 1 1 0 . 2 3 0 p e r kapita per b u l a n t a h u n 2 0 0 3 m e n j a d i R p . 1 0 9 . 9 0 8 p e r kapita per bulan tahun 2 0 0 4 .
Persentase Penduduk Miskin yang Tidak Pernah Sekolah dan Tidak Tarnat SD bertambah dari 62,280/o tahun 2003 menjadi 64,29% tahun 2004. Persentase Penduduk Miskin yang tidak bekerja bertambah dari 6,13% tahun 2003 menjadi 1 4 , 3 8 o / o t a h u n 2 0 0 4 . P e r s e n t a s e p e n g e l u a r a n u n t u k m a k a n a n m e n i n g k a t d a r i 71,00 menjadi74,57 persen pada tahun yang sama.
PgNololxnr.l
Kemajuan Pembangunan Pendidikan tercermin dari perubahan Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Putus Sekolah (APS). Pada tahun 2005, APK pada jenjang pendidikart SD/MI relatif tinggi (110,06%). Sementara itu, APK jenjang pendidikan SMP/MTs (67,63%) dan SMtuSMl(MA (29,27o/o\ masih tergolong rendah dibandingkan Kalbar, (APK SMP/MIs dan SMNSMI</MA Kalbar = 68,26Yo dan 39,13%). Angka Partisipasi Murni (APM) semua jenjang pendidikan (kecuali SD) lebih rendah dariAPM Kalbar. APM SD/MI (91,640/o) lebih tinggi dari APM SD/MI Kalbar, namun APM SMP/MTs (49,71%) dan SMA/SMK/MA (20,15o/o) lebih rendah dari Kalbar, (APM Kalbar, SD/MI =
88,89: SMP/trlTs = 5A,88 ; SM,USMK/MA = 29,11). Angka Putus Sekolah anak u s i a S D = 1 , 4 5 o / o ; S M P / M T s = 2 , 7 6 0 / o d a n S M f u S M I ( M A = 1 , 1 8 o / o . A n g k a B u t a Huruf Penduduk usia 15 tahun keatas 11,7oo/o. Rata-rata Lama Sekolah (RLS) baru mencapai 5,7 tahun, lebih rencjah dibanding RLS Kalbar (6,4 tahun). Angka Partisipasi Sekolah usia 7 - 12 tahun 92,4}oh dan usia 13 - 15 tahun 75,58%, (lebih rendah dibanding APS Kota Pontianak yaitu 95,64 dan 89,65 tahun).
Kualitas pendidikan relatif masih rendah dan belum mampu memenuhi kebutuhan kompetensi peserta didik. Hal tersebut terutama disebabkan oleh (1) ketersediaan tenaga pendidik yang belum memadai, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hingga tahun 2005 jumlah tenaga guru SDIMI = 4.335 jiwa; SMP/MTs = 1.811 jiwa dan SMA/SMI(MA=701 jiwa. Guru yang tidak layak mengajar relatif banyak (SMP/MTs =31,98o/o ; SMfuSMt(MA=16,50%). Rasio Guru terhadap Siswa pada jenjang SD/MI=16,20, SMPiMTS=12,21 dan SMA/SMI(MA=9,43. {21 kesejahteraan tenaga pendidik yang masih rendah dan persebarannya tidak merata, (3) fasilitas belajar belum mencukupi, dan Gedung sekolah yang rusak berat relatif banyak. Gedung SD dan Ml yang rusak berat = 814 buah; Gedung SMP/MTs = 17 buah dan SMA/MA = 8 buah. (4) biaya operasional pendidikan belum disediakan secara memadai (alokasi dana bidang pendidikan dalam APBN dan APBD belum mencapai 2oo/o, ).
Sebagai cerminan keberhasilan pembangunan pendidikan dan kesehatan serta ekonomi, IPM Kabupaten Sambas (60,8) masih tergolong rendah dibandingkan Kota Singkawang (64,2) dan Kalbar (65,4). Dari 12 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas berada pada rangking 12.
Anggaran Pembangunan Pendidikan belum tersedia secara memadai. Melalui a m a n d e m e n U U D 1 9 4 5 d a n d i t e t a p k a n U n d a n g - u n d a n g N o m o r 2 0 T a h u n 2 0 0 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mengamatkan agar dana pendidikan selain gaji pendidik dan biaya pendidikan kedinasan dialokasikan minimal 20 persen dari APBN dan minimal 20 persen dari APBD, serta mewajibkan p e m e r i n t a h d a n p e m e r i n t a h d a e r a h m e n y e l e n g g a r a k a n p e n d i d i k a n d a s a r t a n p a