1 ANALISIS FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KETIDAKTEPATAN PERHITUNGAN
BIAYA PROYEK PADA PROSES PERENCANAAN OLEH KONSULTAN PERENCANA
(Studi Kasus Konsultan Perencana di Kota Padang)
Fielda Roza, Alizar Hasan, M. Nursyaifi Yulius
Magister Teknik Sipil Pasca Sarjana Universitas Bunga Hatta. Email : [email protected]
Abstract
To implement the construction project required the construction of a perfect planning and good. Consultans planner is appointed by the assign to perform the work of planning a construction project.
The last fiew years often swelling cost of the project is one of the causes is a mistake either in the planning stages of design and implementation phase of the impact on quality, cost, and time project (Idzurnida Ismael, 2013).
Imprecision in calculating the cost of the project planning process by consultant planners and the many differences between the planning and realization of the field will cause the project cost overruns. For that to know the factors that influence the cost calculation inaccuracies in the planning process, and what is the most dominant factor affecting the project cost calculation inaccuracies.
The research method is quantitative by distributing to 130 respondents. Statistical data processing using confirmatory factor analysis. Results of analysis of the data shows that there are two main factors causing innaccuracies in the calculation of the cost the project planning process by consultant planners that one factor is the qualifed experts and appropriate technology as well as the factor of 2 capability planners and coordination. From the two most dominant factors are the causes of innaccuracy is one factor that is qualified experts and adequate technology.
Keywords : Planning, Cost Calculation Inaccuracy, Qualification Expert.
I. Pendahuluan
Proyek konstruksi merupakan proses dimana perencanaan dan spesifikasi para perencana dikonversikan menjadi struktur dan fasilitas fisik. Proses perencanaan konstruksi ini melibatkan organisasi dan koordinasi dari semua pihak yang terlibat didalamnya. Konsultan perencana adalah pihak yang ditunjuk oleh pemberi tugas
untuk melaksanakan pekerjaan
perencanaan suatu proyek konstruksi. Beberapa tahun terakhir sering terjadi pembengkakan biaya proyek yang salah
satu penyebabnya adalah kesalahan
perencanaan baik dalam tahap disain
maupun tahap pelaksanaan yang
berdampak pada mutu, biaya dan waktu proyek (Idzurnida Ismael, 2013).
Perencanaan yang tidak sempurna menghasilkan dokumen perencanaan yang
2
tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Seringnya perencanaan yang salah
sehingga dalam pelaksanaan banyak
terdapat perubahan design, yang membuat biaya pelaksanaan melambung tinggi, yang akhirnya proyek tidak bisa diselesaikan dengan baik.
Seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah bahwa kesalahan perencanaan baik dalam tahap disain maupun tahap pelaksanaan berdampak pada mutu, biaya dan waktu proyek.
Ketidaksesuaian antara perencanaan
dengan realisasi dilapangan dan
ketidaktepatan perhitungan dalam
perencanaan akan menimbulkan
pembengkakan biaya proyek pada
pembangunan proyek nantinya sehingga efisiensi proyek sulit dicapai.
Berdasarkan wawancara langsung
dengan beberapa orang ahli yang terlibat langsung dalam pengelolaan proyek dan
pengamatan di lapangan diketahui
terjadinya ketidaktepatan perhitungan
dalam perencanaan oleh konsultan
perencana suatu proyek disebabkan oleh beberapa rencana penggunaan sumber daya
perencanaan tidak sesuai dengan
pelaksanaan pekerjaan serta metoda
pelaksanaan pekerjaannya yang tidak tepat ketika melakukan pekerjaan perencanaa proyek tersebut.
Penelitian ini bermaksud
mengidentifikasi beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi ketidaktepatan
perhitungan biaya proyek dalam proses perencanaan oleh konsultan perencana. Sasaran tersebut dapat diwujudkan melalui tujuan penelitian sebagai berikut :
1. Mengetahui faktor-faktor apa saja
yang mempengaruhi
ketidaktepatan perhitungan biaya proyek dalam proses perencanaan oleh konsultan perencana.
2. Mengetahui faktor apa yang paling
dominan yang mempengaruhi
ketidaktepatan perhitungan biaya proyek dalam proses perencanaan oleh konsultan perencana
II. Metodologi Penelitian
Data penelitian diambil melalui studi
literature dan kuesioner yang akan
disebarkan ke konsultan perencana proyek konstruksi dengan Kualifikasi Badan Usaha Kecil, berkantor di Kota Padang. Adapun tujuan yang diharapkan adalah untuk mengurangi kesalahan konsultan perencana dalam menghitung kebutuhan biaya proyek, sehingga tidak terjadi lagi pembengkakan biaya proyek konstruksi
yang menyebabkan kerugian bagi
3
a. Alur Pikir Penelitian
Gambar 3.1 Alur Pikir Penelitian
Penelitian ini direncanakan menjadi beberapa tahap, yaitu :
- Identifikasi masalah dan tujuan
penelitian
Identifikasi masalah dan tujuan
penelitian sebagaimana diuraikan pada bab pendahuluan.
- Studi pendahuluan mengenai
penyebab pembengkakan biaya proyek
adalah karena ketidaktepatan
perencana dalam menghitung
kebutuhan biaya proyek. Menurut beberapa orang ahli atau pihak
pengelola proyek ketidaktepatan
perencana dalam menghitung
kebutuhan biaya proyek disebabkan karena penggunaan sumber daya dalam proses perencanaan yang tidak
sesuai dengan pelaksanaan.Untuk
dapat mengidentifikasi faktor-faktor
penyebab ketidaktepatan penggunaan
sumber daya dalam proses
perencanaan, maka dilakukan
pengamatan dilapangan dan
penyebaran questioner kepada
konsultan perencana dengan
Kualifikasi Badan Usaha Kecil dikota Padang.
- Analisis data
Hasil pengolahan data dengan
menggunakan teknik statistik
menggunakan analisis faktor
kofirmasi, kemudian output pada analisa faktor dijadikan input untuk
analisa regresi yang dihasilkan
langkah (b) kemudian dianalisis dan dikaji lebih lanjut. Penggolongan faktor faktor penyebab ketidaktepatan
penggunaan sumber daya dalam
proses perencanaan kemudian dikaji
untuk menyimpulkan teori yang
dikeluarkan oleh Idzuraida Ismael 2013.
- Kajian dan usulan pembahasan
dilakukan berdasarkan temuan
mengenai faktor-faktor yang dominan yang mempengaruhi ketidaktepatan
perhitungan biaya proyek dalam
proses perencanaan proyek konstruksi. b. Model Penelitian
Suatu model dapat digambarkan dalam berbagai bentuk, sesuai dengan kondisi atau kejadian nyata yang dimodelkan.
4
Model dapat disusun berdasarkan
variabel-variabel yang terlibat, dengan
mempertimbangkan berbagai dasar teori yang relevan. Dalam rangka memberikan arah yang jelas dalam penyusunan model penelitian ini, maka berikut ini akan dijabarkan tentang variabel penelitian, instrumen penelitian serta rencana analisis data.
Model pada penelitian ini,
direncanakan berdasarkan penyebab
pembengkakan biaya proyek konstruksi adalah karena ketidaktepatan perencana
dalam menghitung kebutuhan biaya
proyek. Ketidaktepatan perencana dalam menghitung biaya proyek disebabkan oleh penggunaan sumber daya yang tidak sesuai dengan pelaksanaan. Model penelitian yang telah disederhanakan, yang dipakai dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.2 berikut :
Gambar 3.2. Model Penelitian Sumber : Dokumen Kontrak Perencanaan
Gedung.
c. Variabel Penelitian
Variabel yang digunakan didalam penelitian ini disajikan kedalam tabel berikut :
Tabel 3.3 Variabel Penelitian
Faktor Indikator
Sumber Daya Manusia
Pendidikan (x1)
Jumlah Tenaga Ahli (x2) Pengalaman (x3) Keahlian (x4) Teknologi/Peralatan Teknologi Software (x5) Teknologi Hardware (x6) Peralatan Kantor (x7) Metoda Pelaksanaan Penyusunan Konsep Perencanaan (x8) Pembagian Tugas (x9) Pembagian Schedule Pekerjaan (x10) Survey Pendahuluan (x11) Konsultasi/Koordinasi
5
(x12)
Penyusunan Dokumen Perencanaa (x13)
d. Jenis Penelitian
Pada penelitian ini akan dilakukan
survey ke perencana proyek untuk
mengetahui penggunaan sumber daya pada proses perencanaan proyek. Serta mencari
faktor-faktor apa saja yang dapat
memberikan pengaruhnya terhadap
penggunaan sumber daya pada proses perencanaan proyek konstruksi. Metode
penelitian menggunakan metode
kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan hasil kuesioner, analisis dokumen disusun dan mulai melakukan analisa data. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai
bahan pembahasan hasil penelitian.
Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif
dengan penelitian kualitatif. Dalam
penelitian kuantitatif penelitian berangkat dari teori menuju data dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan, sedangkan penelitian kualitatif bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu teori.
e. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini melakukan metode pengumpulan data dengan menggunakan
kuesioner yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden. Kuesioner diisi oleh responden sesuai yang “dia” kehendaki/ketahui/rasakan.
f. Analisis Data - Analisa Faktor
Penyebaran Kuesioner
Pengujian Validitas dan Realibilitas Kuesioner
Uji Validitas Melalui Uji Korelasi Correlation
Total) (r hitung > r tabel) maka
variabel/item VALID tidak
Uji Realibilitas (Alpha Cronbach s)
dengan kriteria realibel jika nilai alpha > 0,7 ya
Uji Kelayakan Untuk Dilakukan
Analisis Faktor (KMO dan MSA >
0.5) Pembentukan Jumlah faktor berdasarkan nilai Eigen > 1 Mengelompokkan
Variabel mana masuk faktor mana (loading
factor > 0.6
Gambar 3.3
Tahapan Analis Melalui Factor Analysis
Hasil output yang diperoleh pada tahapan analisis faktor dalam bentuk skor faktor nantinya akan dijadikan input pada tahapan analisis regresi dengan langkah-langkah regresi sebagai berikut:
6
- Analisis Regresi Skor Faktor Untuk
Variabel Bebas (berdasarkan jumlah faktor yang terbentuk)
Skor Faktor Untuk Variabel Terikat (berdasarkan jumlah faktor yang terbentuk)
Analisis Regresi Variabel Dependent (Y) dan
Independent (X) Tentukan Nilai R2 Nilai Yang Menjelaskan besarnya kontribusi pengaruh X terhadap Y Tentukan Nilai F
Nilai yang menjelaskan tingkat signifikansi keseluruhan variabel X
secara bersama dan simultan
Tentukan Nilai t
Nilai yang menjelaskan tingkat signifikansi masing-masing variabel X Signifikan Jika F hitung > F Tabel Signifikan Jika t hitung > t Tabel Gambar 3.4 Tahapan Analis Regresi
III. Analisa dan Pembahasan
Hasil pengolahan data setelah
menyebarkan kuisoner ke 130 responden, dengan 13 variabel.
Tabel 4.14
Faktor Pertama dan Variabel Pembentuknya (F1)
Nama Variabel Nama Faktor Kualifikasi Pendidikan Tenaga Ahli Kualifikasi Tenaga Ahli dan Peralatan ataupun Teknologi yang Memadai Ketersediaan jumlah Tenaga
Ahli
Pengalaman tenaga ahli Keahlian tenaga ahli Ketersediaan teknologi software
Ketersediaan teknologi Hardware
Ketersediaan peralatan kantor dan gambar
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015
Tabel 4.15
Faktor Kedua dan Variabel Pembentuknya (F2)
Nama Variabel Nama Faktor Kematangan Konsep yang
disiapkan
Kemampuan perencaan dan Koordinasi Membagi tugas dan waktu
sebelum pekerjaan Penyelesaian pekerjaan tepat waktu
Adanya survey pendahuluan
Konsultasi dengan pihak pengelola proyek
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015 Faktor-faktor yang memiliki pengaruh
dominan menyebabkan ketidaktepatan
perhitungan biaya pada tahap perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana didapatkan dengan menggunakan hasil analisis regresi melalui kriteria penilaian
secara statistik. Hasil rekapitulasi
perhitungan disajikan kedalam tabel
dibawah ini (rincian terlampir).
Tabel 4.18
Rekapitulasi Perhitungan Parameter Regresi
Variabel B t
hitung Tol VIF R
2 F hitung
Constant 0.004 .000
0.966 1798,04
Faktor1 0.967 58.994 1.00 1.00
Faktor 2 0.176 10.763 1.00 1.00
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2015 Hasil rekapitulasi pada tabel 4.18
diatas menunjukkan bahwa secara
keseluruhan faktor 1 dan faktor 2 menentukan ketidaktepatan perhitungan biaya perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencanan di Kota Padang adalah sebesar 96,.6% dan sisanya 3.4% ditentukan oleh faktor lain diluar dari dua faktor tersebut. Untuk tingkat signifikansi pengaruh yang ditimbulkan oleh dua faktor secara bersama-sama atau simultan terlihat dari hasil uji F yang diperoleh. Hasil uji F yang diperoleh sebesar 1798,04. Sementara untuk standar F pada α = 5% (n-k-1) dimana n adalah jumlah sampel (130), k adalah jumlah variabel (2 variabel) diperoleh nilai 3.07. Dari dua nilai F yang
7
diperoleh dapat disimpulkan bahwa F1 dan F2 memiliki pengaruh yang signifikan karena F hitung > F tabel. Selanjutnya untuk melihat signifikansi masing-masing faktor terhadap ketidaktepatan perhitungan biaya ditentukan berdasarkan nilai t hitung yang diperoleh. Untuk penelitian ini t tabel adalah sebesar 1.65 dengan nilai α = 0.05, jika dibandingkan dengan nilai t hasil perhitungan maka disimpulkan seluruh faktor berpengaruh signifikan terhadap
ketidaktepatan perhitungan biaya
perencanaan. Dari dua faktor tersebut
dapat diurutkan berdasarkan level
signifikan terbesar hingga terkecil yaitu : F1 (Kualifikasi Tenaga Ahli dan
Peralatan ataupun Teknologi yang
Memadai) memiliki signifikansi
pengaruh paling tinggi dengan nilai t = 58,994.
F2 (Kemampuan perencaan dan
Koordinasi) sebesar 10,763
Berdasarkan nilai parameter yang
diperoleh maka dapat dituliskan persamaan regresi yang terbentuk untuk menjelaskan
pengaruh Penyebab Ketidaktepatan
Perhitungan Biaya Proyek Pada Proses Perencanaan Oleh Konsultan Perencana dengan persamaan sebagai berikut:
Y = 0.004 + 0.967F1 + 0.176F2 Dimana :
Y : Ketepatan Perhitungan Biaya
Perencanaan
F1 : Kualifikasi Tenaga Ahli dan
Peralatan ataupun Teknologi yang
Memadai
F2 : Kemampuan Perencana dan
Koordinasi
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti yang diringkas pada tabel 4.18 maka dapat disimpulkan bahwa persamaan regresi yang menjelaskan hubungan antara pengaruh Faktor 1 (Kualifikasi Tenaga Ahli dan Peralatan ataupun Teknologi yang Memadai) dan Faktor 2 (Kemampuan
perencaan dan Koordinasi) terhadap
ketepatan perhitungan biaya perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencanan
khususnya di Kota Padang dapat
digunakan untuk melakukan penilaian dimasa akan datang, secara sederhana digambarkan sebagai berikut:
Faktor 1 Kualifikasi Tenaga Ahli dan Peralatan ataupun Teknologi
yang Memadai
Faktor 2 Kemampuan perencaan dan
Koordinasi Ketepatan Perhitungan Biaya Perencanaan INDEPENDENT VARIABEL DEPENDENT VARIABEL 0.967 0.176 96.6% Gambar 4.1
Ilustrasi Hubungan Pengaruh Faktor 1 dan Faktor 2 terhadap ketepatan perhitungan biaya
8 IV. PENUTUP
IV.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat disajikan pada bagian akhir ini adalah sebagai berikut: 1. Terdapat dua (2) faktor baru yang
memiliki pengaruh pada ketepatan
perhitungan biaya pada tahap
perencanaan yang dilakukan oleh konsultan perencana di Kota Padang, yaitu Faktor 1 (Kualifikasi Tenaga Ahli dan Peralatan ataupun Teknologi
yang memadai) dan Faktor 2
(Kemampuan perencanan dan
Koordinasi). Masing-masing faktor
memiliki bobot pengaruh pada
ketepatan perhitungan biaya adalah sebesar 0.967 untuk faktor pertama dan 0.176 untuk faktor kedua.
2. Kedua faktor yang diperoleh pada penelitian ini secara keseluruhan sangat menentukan keberhasilan konsultan
perencana dalam melakukan
perhitungan biaya sebesar 96.6% dan sisanya disebabkan oleh faktor lain sebesar 3.4%. Dari dua faktor tersebut, yang sangat berpengaruh dominan adalah faktor pertama karena memiliki nilai uji t lebih besar yaitu sebesar 58.994 sementara t table untuk level signifikansi 5% hanya sebesar 3.07.
Faktor dominan tersebut adalah
Kualifikasi Tenaga Ahli dan Teknologi yang memadai.
IV.2. Saran
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Untuk mendapatkan hasil perhitungan biaya proyek yang tepat pada proses perencanaan oleh konsultan perencana,
maka diperlukan upaya untuk
meningkatkan kemampuan Sumber
Daya Manusia dan kelengkapan
peralatan dengan teknologi terkini. Kemampuan sumber daya manusia didalam hal ini meliputi pendidikan, pengalaman dan keahlian serta jumlah
tenaga ahli yang dimiliki oleh
konsultan perencana.
2. Untuk penelitian lebih lanjut,
disarankan untuk menggali lebih jauh
faktor-faktor lain yang memiliki
peluang menyebabkan timbulnya
ketidaktepatan perhitungan biaya yang dilakukan oleh konsultan perencana,
meskipun faktor tersebut hanya
memiliki kontribusi relative kecil yaitu sebesar 3.4%.
Daftar Pustaka
1. Idzurnida. Ismail. (2013). Analisis Faktor Resiko Penawaran Dibawah Estimate Terhadap Kinerja Kualitas Pada Proyek Konstruksi Gedung di Kota Padang. Padang 26 April 2015.
2. Kristi. Elsina. Leatemia. (2013).
9
Menggunakan Program Lindo (Studi Kasus : Pembangunan Dermaga Penyeberangan Salakan Tahap II). Maret, Vol.1, No.4.
3. Bonny. F. Sompie. (2012). Kajian Proporsional Model Sumber Daya Pada Proyek Konstruksi Gedung. Vol.2, No.3.
4. Imam. Soeharto. (2005). Manajemen Proyek, dari Konseptual Sampai
Operasional. Jakarta : Penerbit
Erlangga.
5. Andi. Muammar. Naufal. (2013). Pengertian Sumber Daya.16 Maret 2013.
6. Alia. Widyarini. (2011), Artikel
Arsitektur Presentasi Universitas
Indonesia. Jakarta.
7. Prabowo. (1999). Keberhasilan
Pelaksanaan Proyek Konstruksi.
Jakarta
8. Asiyanto. (2005). Construction
Project Cost Management. Jakarta : Pradnya Paramita.
9. Peraturan Mentri Pekerjaan Umum
Nomor 45/PRT/M Tahun 2007.
Tentang Pedoman Teknis
Pembangunan Bangunan Gedung
Negara.
10. Pedoman Standar Minimal 2012. Biaya Langsung Personil dan Non
Personil untuk kegiatan Jasa
Konsultansi, Buku Inkindo, Padang. 11. Buku Standar INKINDO Propinsi
Sumatera Barat. (2013).
12. Arif. Rachmansyah. (2013). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Pembengkakan Biaya (Cost Overrun) pada Proyek Konstruksi Gedung di Kota Ambon. Malang.
13. Sonny. Sumarsono. (2003).
Pengertian Sumber Daya Manusia Menurut Para Ahli. Jakarta, hal.4. 14. Pedoman Standar Minimal. (2012).
Biaya Langsung Personil dan Non
Personil untuk Kegiatan Jasa
Kontruksi. Padang. Inkindo.
15. Imam. Zuhri (2002). Kemajuan
Teknologi dalam Bidang Informasi dan Aplikasi. Jakarta.