PETUNJUK PELAKSANAAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL (O2SN)
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (ABK)
TAHUN 2018
DIREKTORAT PEMBINAAN PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS
DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
i
KATA PENGANTAR
Pemerintah melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus menerus melakukan upaya peningkatan mutu peserta didik berkebutuhan khusus di Indonesia melalui pengembangan prestasi dan potensi di bidang olahraga dan kebugaran jasmani. Untuk mengetahui salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran pendidikan jasmani yang adaptif terhadap peserta didik berkebutuhan khusus tersebut maka dipandang perlu menyelenggarakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) untuk pencapaian prestasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tingkat nasional. Melalui kegiatan ini diharapkan ABK mampu menumbuhkan sikap sportif dan kompetitif di bidang olahraga.
Sehubungan dengan hal tersebut maka disusun Buku Panduan O2SN sebagai acuan kerja bagi para juri, peserta dan pendamping serta panitia dalam melaksanakan kegiatan.
Akhirnya, kepada seluruh peserta dan pendamping kami ucapkan selamat berlomba dan mengikuti kegiatan O2SN ini. Kepada panitia, kami harapkan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan ini kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, Januari 2018 Direktur Pembinaan PKLK,
Poppy Dewi Puspitawati NIP. 196305211988032001
ii DAFTAR ISI Kata Pengantar ……… i Daftar Isi ……… ii BAB I PENDAHULUAN ……… 1 A. Latar Belakang ……… 1 B. Dasar Hukum ……… 2 C. Tujuan ……… 2
D. Hasil yang Diharapkan ……… 3
E. Sasaran ……… 3
BAB II PELAKSANAAN PERTANDINGAN ……… 4
A. Ketentuan Umum ……… 4
B. Cabang yang Dilombakan ……… 5
C. Waktu dan Tempat ……… 5
D. Penghargaan Pemenang ……… 5
E. Pembiayaan ……… 6
F. Tata Tertib ……… 6
BAB III KETENTUAN PERTANDINGAN ……… 7
A. Bulutangkis Putra untuk SMPLB ……… 7
B. Bocce Putri untuk SDLB, SMPLB, SMALB ……… 14
C. Lari Putri 80 Meter untuk SDLB, 100 Meter untuk SMPLB, 100 Meter untuk SMALB ……… 23
D. Balap Kursi Roda Putra untuk SMPLB ……… 38
E. Lomba Catur Putra/Putri untuk SDLB/SMPLB/SMALB ……… 55
BAB IV PENUTUP ……… 61
1
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam era globalisasi ini pengelolaan pendidikan dituntut untuk dapat memotivasi dan mengoptimalisasi segala aspek kehidupan, termasuk sumber daya manusia. Hal tersebut juga selaras dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan olahraga di Sekolah Luar Biasa (SLB), perlu dilaksanakan kegiatan dalam bentuk lomba yang kompetitif sebagai upaya untuk menumbuhkan motivasi dan kecintaan terhadap olahraga. Untuk itu, Direktorat Pembinaan PKLK menyelenggarakan O2SN ABK secara berkesinambungan. Penyelenggaraan kegiatan O2SN merupakan upaya sistematis untuk meletakkan fondasi dan tradisi keunggulan di bidang olahraga bagi siswa. Pendidikan tidak hanya menjadikan manusia yang cerdas tetapi juga menginginkan manusia yang tangguh, segar dan bugar baik fisik maupun jiwanya. Keikutsertaan siswa dan guru pada O2SN juga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Mereka dapat saling mengenal dan memahami perbedaan satu sama lain yang akan menggugah kesadaran bahwa Indonesia merupakan negara yang bhinneka tunggal ika, dan diharapkan ketika berlaga di tingkat internasional akan bersatu untuk menunjukkan supremasinya pada bidang olahraga.
2
B. Dasar Hukum
Dasar hukum pelaksanaan O2SN:
1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang RI Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional;
3. Permendiknas Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik yang Memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau Bakat Istimewa;
4. Permendiknas Nomor 39 Tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;
5. Permendikbud Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;
6. Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti; 7. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Direktorat Pembinaan PKLK Tahun
Anggaran 2018.
C. Tujuan
Pelaksanaan O2SN bertujuan untuk:
1. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak peserta didik berkebutuhan khusus dalam bidang olahraga sebagai bagian dari pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan melalui persaingan yang sehat dan sportif; 2. Meningkatkan motivasi, minat, bakat dan kecintaan peserta didik
berkebutuhan khusus terhadap olahraga;
3. Meningkatkan kesegaran jasmani dan pembentukan kondisi fisik untuk pembelajaran pendidikan jasmani adaptif peserta didik berkebutuhan khusus yang kuat;
4. Meningkatkan sikap toleransi, empati, kompetitif dan sportif peserta didik berkebutuhan khusus;
5. Melahirkan bibit-bibit olahragawan ABK potensial yang dapat dibanggakan di masa depan.
3
D. Hasil yang Diharapkan
Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan O2SN adalah:
1. Terwujudnya kemampuan dan keterampilan gerak, serta meningkatnya motivasi, minat, bakat dan kecintaan peserta didik berkebutuhan khusus terhadap olahraga;
2. Terwujudnya rasa cinta peserta didik berkebutuhan khusus terhadap pendidikan jasmani adaptif dan pembentukan kondisi fisik siswa yang kuat; 3. Terwujudnya sikap toleransi, kompetitif dan sportif peserta didik
berkebutuhan khusus yang lebih meningkat dalam bidang olahraga.
E. Sasaran
Peserta Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2018 adalah peserta didik pada jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar 612 orang yang berasal dari 34 provinsi yang terdiri atas 306 peserta dan 306 pendamping.
4
BAB II
PELAKSANAAN PERTANDINGAN A. Ketentuan Umum
Ketentuan umum pada pelaksanaan O2SN tahun 2018 adalah sebagai berikut: 1. Jumlah peserta sebanyak 9 orang untuk 9 cabang lomba;
2. Jumlah pendamping sebanyak 9 orang untuk setiap provinsi;
3. Biaya perjalanan pergi-pulang peserta dibebankan kepada dana dekonsentrasi Direktorat Pembinaan PKLK yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi;
4. Biaya perjalanan pergi-pulang pendamping dibebankan kepada APBN Pusat (Direktorat Pembinaan PKLK);
5. Akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal dari hotel ke tempat lomba/venue selama kegiatan berlangsung ditanggung oleh Direktorat Pembinaan PKLK;
6. Apabila jumlah peserta dan pendamping melebihi kuota yang telah ditentukan di atas maka kelebihan tersebut di luar tanggung jawab panitia tetapi menjadi tanggung jawab penuh provinsi yang bersangkutan;
7. Membawa bendera kontingen;
8. Membawa Surat Keterangan dari kepala sekolah bahwa peserta adalah peserta didik aktif yang dibuktikan dengan melampirkan foto copy rapor; 9. Membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter dan membawa kartu
askes/jamsostek/BPJS;
10. Membawa Surat Pernyataan bahwa data tersebut adalah benar yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Provinsi bermaterai (formulir terlampir) dan apabila data tersebut tidak benar maka peserta akan didiskualifikasi;
5
B. Cabang Yang Dilombakan
1. Bulutangkis Putra jenjang SMPLB (Tunarungu)
2. Bocce Putri jenjang SDLB (Tuna Grahita Sedang/Down Syndrome) 3. Bocce Putri jenjang SMPLB (Tuna Grahita Sedang/Down Syndrome) 4. Bocce Putri jenjang SMALB (Tuna Grahita Sedang/Down Syndrome) 5. Lari Putri 80 Meter jenjang SDLB (Tuna Grahita Ringan)
6. Lari Putri 100 Meter jenjang SMPLB (Tuna Grahita Ringan) 7. Lari Putri 100 Meter jenjang SMALB (Tuna Grahita Ringan)
8. Balap Kursi Roda Putra jenjang SMPLB (Tunadaksa, Paralegia, dan CP Berat – kelainan fungsi 1 atau 2 kaki)
9. Catur Putra/Putri jenjang SDLB/SMPLB/SMALB (Tunanetra Total)
C. Waktu dan Tempat Pelaksanaan O2SN
Jadwal pelaksanaan kegiatan tingkat nasional akan dilaksanakan pada 16 s.d 20 September 2018 di Yogyakarta, D.I. Yogyakarta.
D. Penghargaan Pemenang
1. Juara per cabang lomba terdiri dari juara I,II, III dan juara harapan I, II, III 2. Hadiah kejuaraan:
Juara I : medali emas, piala, piagam, dan uang kejuaraan; Juara II : medali perak, piala, piagam, dan uang kejuaraan; Juara III : medali perunggu, piala, piagam, dan uang kejuaraan; Juara Harapan I : medali, piala, piagam, dan uang kejuaraan;
Juara Harapan II : medali, piala, piagam, dan uang kejuaraan; Juara Harapan III : medali, piala, piagam, dan uang kejuaraan;
3. Kontingen provinsi yang menjadi juara umum akan memperoleh piala dan uang pembinaan.
4. Semua pendamping, panitia dan peserta yang tidak menjadi juara memperoleh sertifikat partisipasi O2SN ABK dari panitia penyelenggara.
5. Semua narasumber, fasilitator dan wasit dan pembantu wasit memperoleh sertifikat partisipasi O2SN ABK dari panitia penyelenggara.
6
E. Pembiayaan
1. Pembiayaan kegiatan O2SN bersumber dari Pemerintah dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat;
2. Pembiayaan pada tingkat provinsi dialokasikan pada dana dekonsentrasi Direktorat Pembinaan PKLK yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan Provinsi;
3. Pembiayaan pada tingkat nasional dianggarkan dari dana APBN tahun 2018 yang dialokasikan pada DIPA Direktorat Pembinaan PKLK tahun anggaran 2018, kecuali biaya perjalanan peserta.
F. Tata Tertib
1. Peserta wajib mengikuti jadwal pelaksanaan (time schedule) yang telah ditetapkan;
2. Peserta yang dinyatakan diskualifikasi tidak diikutsertakan dalam lomba tanpa kecuali;
3. Peserta harus melakukan registerasi kepada panitia dan menyerahkan biodata, Surat Tugas, SPPD, tiket, pas foto dan bahan-bahan lain yang telah ditentukan;
4. Setiap peserta, pendamping, pembina, panitia, dan wartawan diwajibkan memakai pengenal selama kegiatan lomba berlangsung;
5. Seluruh peserta selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Apabila sakit dan memerlukan dokter dapat menghubungi panitia;
6. Akomodasi disediakan dan diatur oleh panitia; 7. Peserta mematuhi peraturan yang telah ditentukan;
8. Waktu makan diatur/disesuaikan dengan jadwal, termasuk makanan kecil (snack) disediakan pada waktu istirahat;
9. Semua pengeluaran yang berkaitan dengan cucian, makanan dan minuman tambahan serta telepon menjadi tanggungan peserta yang bersangkutan dan harap diselesaikan sendiri dengan pihak penginapan/hotel sebelum meninggalkan penginapan/hotel.
7
BAB III
KETENTUAN PERTANDINGAN A. Bulutangkis Putra untuk SMPLB
1. Persyaratan Peserta
a. Peserta perlombaan bulutangkis putra tingkat nasional tahun 2018 diatur berdasarkan peraturan O2SN ABK tahun 2018;
b. Peserta merupakan peserta didik aktif SMPLB tunarungu total (B) dibuktikan dengan Surat Keterangan dari kepala sekolah dilampiri dengan fotokopi halaman identitas rapor;
c. Usia maksimal peserta SMPLB adalah 18 tahun per 31 Desember 2018
d. Peserta merupakan juara 1 tingkat provinsi hasil seleksi di daerah tahun 2018 (melampirkan sertifikat/SK juara tingkat provinsi) dan belum pernah menjadi juara 1 (satu) pada cabang olahraga dan jenjang pendidikan yang sama di O2SN yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan PKLK, Ditjen Dikdasmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun sebelumnya;
e. Peserta harus dilengkapi dengan Surat Keterangan Sehat dari Dokter; f. Peserta harus melakukan registrasi kepada panitia penyelenggara; g. Peserta membawa raket dan perlengkapan sendiri.
2. Ketentuan Umum Pertandingan
a. Ketentuan raket boleh berbagai ukuran dan bentuk serta berat, sesuai ketentuan PBSI dan IBF;
b. Ketentuan pakaian:
1) Pemain harus memakai pakaian olahraga bulutangkis di arena pertandingan;
2) Pakaian pertandingan sesuai ketentuan PBSI dan IBF;
3) Pada bagian belakang pakaian harus ada nama dan provinsi asal pemain; 4) Pemain harus memakai sepatu olahraga/bulutangkis;
8
5) Pendamping/pelatih saat mendampingi pemain dilapangan tidak boleh memakai celana jeans dan harus bersepatu.
c. Shuttlecock yang digunakan sesuai ketentuan PBSI dan IBF dan disediakan oleh panitia;
d. Perlengkapan pertandingan atlet disediakan oleh kontingen masing-masing.
3. Ketentuan Khusus
a. Pertandingan pada babak kualifikasi dibagi menjadi 3 pool dengan menggunakan sistem gugur tunggal untuk menghasilkan juara 1 dan 2 pada masing-masing pool;
b. Pada babak utama (penyisihan) peserta dibagi menjadi 2 (dua) pool menggunakan sistem ½ kompetisi untuk mempertandingkan juara pool A dan runner up pool A, juara pool B dan runner up pool B, serta juara pool C dan runner up pool C;
c. Terdapat enam peserta dari juara dan runner up pool A, B, C. Selanjutnya di undi kedalam 2 pool masing-masing terdiri dari 3 finalis, untuk diperoleh peringkat 1 dan peringkat 2 dimasing-masing pool untuk masuk ke babak semifinal menggunakan sistem gugur;
d. Pada babak semifinal akan bertanding peserta yang memperoleh peringkat ke-1 di pool ke-1 akan bertanding melawan peserta peringkat ke-2 di pool 2 dan peserta peringkat ke-1 di pool 2 akan melawan peserta peringkat ke-2 di pool 1;
e. Dan pertandingan grand final untuk memperoleh juara I, dan II akan bertanding peserta yang juara pada babak semifinal dan peserta yang kalah pada babak semifinal akan dipertandingkan untuk memperoleh juara III dan harapan I. Sedangkan untuk memperebutkan harapan II dan III dipertandingkan peserta peringkat 3 di babak utama/penyisihan (poin no 3); f. Skema pertandingan dapat dilihat pada halaman berikutnya.
9
Kualifikasi Sistem Gugur
Babak utama (Penyisihan) ½ kompetisi
Pool A Pool B Pool C JUARA & RUNNER UP POOL(6 org)
(4 peserta) Pool 1 (3 peserta) Pool 2 (3 peserta) Semifinal Sistem gugur Hari 1 Lomba Hari 2 Lomba
Juara I, II, III
Skema Pertandingan Bulutangkis
4. Teknik Pelaksanaan
a. Penjelasan Teknis (Technical Meeting)
Penjelasan teknis pertandingan bulutangkis putra SMPLB tingkat nasional tahun 2018 dilaksanakan 1 hari sebelum pertandingan dimulai. Penjelasan teknis hanya akan dibicarakan masalah teknis pelaksanaan pertandingan sesuai dengan peserta yang telah mendaftarkan diri dan hadir, serta dinyatakan sah oleh juri keabsahan.
b. Protes
Setiap protes tehnik dapat disampaikan pada saat pertandingan berlangsung kepada wasit (referee) oleh pendamping/pelatih. Pengajuan protes kepada wasit dilakukan oleh pendamping/pelatih secara tertulis paling lambat 10 menit setelah pertandingan.
10
5. Ketentuan Babak Kualifikasi, Babak Penyisihan, Babak Semifinal dan Final
a. Semua peserta diundi untuk dikelompokkan menjadi 3 pool.
b. Babak kualifikasi menggunakan sistem gugur untuk diperoleh peringkat ke-1 dan peringkat ke-2 di masing-masing pool;
c. Babak penyisihan menggunakan sistem ½ kompetisi untuk memperoleh peringkat ke-1 dan peringkat ke-2 di masing-masing pool.
d. Babak semifinal akan disilang peserta peringkat ke-1 di pool 1 melawan peringkat ke-2 di pool 2 dan sebaliknya.
e. Final mempertandingkan peserta yang menang di babak semifinal untuk memperebutkan juara I dan juara II, dan peserta yang kalah di babak semifinal akan bertanding memperebutkan juara III dan harapan I. Sedangkan untuk memperebutkan harapan II dan III dipertandingkan peserta peringkat 3 di babak utama/penyisihan.
6. Kriteria Penilaian
a. Setiap Pertandingan berlaku prinsip “The best of Three Games”;
b. Scoring System yang berlaku sebagai berikut: pertandingan menggunakan skor 15 x 3 rally point;
c. Bila terjadi one game all, pemain diijinkan beristirahat tidak melebihi 120 detik sebelum melanjutkan game yang ketiga (game terakhir);
d. Pendamping/pelatih boleh mendatangi pemain untuk memberikan instruksi atau pemain boleh mendatangi pendamping/pelatih untuk meminta instruksi.
7. Wasit
a. Wasit dikoordinir oleh tiga orang wasit utama dan 4 orang asisten wasit. b. Wasit sekurang-kurangnya memiliki sertifikasi/lisensi daerah, nasional, dan
dibantu oleh para asisten wasit.
11
8. Perlengkapan
a. Alat yang dibawa peserta:
1) Raket sesuai dengan peraturan PBSI dan IBF;
2) Pemain harus memakai pakaian olahraga bulutangkis di arena pertandingan;
3) Pakaian pertandingan sesuai ketentuan PBSI dan IBF;
4) Pada bagian belakang pakaian harus ada nama dan provinsi asal Pemain; 5) Pemain harus memakai sepatu olahraga/bulutangkis.
b. Alat yang disiapkan panitia: 1) Lapangan 4 unit; 2) Shutllecock (50 slop); 3) Raket cadangan 6 buah; 4) Fotokopi scoring sheet; 5) Laptop dan printer (1 set); 6) Kertas A4 2 rim;
7) Spidol warna permanen;
8) Meja panitia 4 buah, medis 2 buah; 9) Bolpoint 2 pak;
10) Scoring pet/papan untuk menulis 6 buah; 11) Scoring board (skore nilai);
12) Clip penjepit;
13) Kaos panitia/petugas;
14) Alat cleaning 8 buah untuk 4 lapangan; 15) Stopmap binding/lobang dan alat pelubang.
9. Materi Pertandingan
Pertandingan bulutangkis bagi peserta didik SMPLB putra dengan ketunaan tunarungu total (B).
12 10. Pemenang a. Juara I b. Juara II c. Juara III d. Harapan I e. Harapan II f. Harapan III
11. Tempat, Jadwal, dan Mekanisme Pertandingan
a. Tempat pertandingan di Universitas Negeri Yogyakarta. b. Jadwal Pertandingan
Pelaksanaan O2SN berlangsung pada tanggal 16 s.d 22 September 2018.
Waktu Kegiatan Keterangan Minggu, 16 september 2018
10.00 – selesai Registrasi Peserta Kontingen Panitia
Senin, 17 September 2018
08.00 – 12.00 Pembukaan Referee, Panitia, Pembina dan Peserta 14.00 – 16.00
16.00 – 18.00
Technical Meeting (TM)
Uji coba Lapangan Bulutangkis Panitia, Pembina, dan Peserta
Selasa, 18 September 2018
08.00 – 08.45 Menuju GOR Bulutangkis Wasit, Panitia, Kontingen 08.45 – 09.00 Persiapan Pertandingan Peserta , Pendamping 09.00 – 12.00 Pelaksanaan Pertandingan
12.00 – 13.00 ISHOMA
13
12. Penutup
Hal-hal yang belum tercantum dalam panduan dan materi pertandingan ini akan diinformasikan dan dibahas pada waktu technical meeting.
13. Lampiran
Format Penilaian
Rabu, 19 September 2018
08.00 – 09.00 Persiapan Pertandingan Babak final Juri, panitia dan kontingen 09.00 – 12.00 Pelaksanaan Pertandingan Babak final Panitia, Juri, dan Kontingen
12.00 – 13.00 ISHOMA
13.00 – 15.00 Pelaksanaan Pertandingan Final Panitia, Juri, dan Kontingen
15.00 – 19.00 ISHOMA
19.00 – 22.00 Pengumuman pemenang, pembagian hadiah dan penutupan
Kamis, 20 September 2018
14
B. Bocce Putri untuk SDLB,SMPLB,SMALB 1. Peserta
a. Peserta merupakan peserta didik aktif SDLB, SMPLB, dan SMALB Tunagrahita sedang/C1 (Down Syndrome) yang masih terdaftar (belum lulus sekolah) pada tahun pelajaran 2018/2019 dibuktikan dengan surat keterangan kepala sekolah yang disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi; b. Membawa surat keterangan yang menyatakan Tunagrahita sedang/C1
(Down Syndrome) dari Psikolog/Orthopedagog;
c. Usia maksimal peserta SDLB 15 tahun per 31 Desember 2018, SMPLB 18 tahun per 31 Desember 2018, dan SMALB 21 tahun per 31 Desember 2018 dan dibuktikan dengan akta kelahiran;
d. Peserta adalah juara 1 hasil seleksi tingkat provinsi dibuktikan dengan sertifikat/piagam/surat keterangan yang ditandatangani oleh kepala Dinas Pendidikan Provinsi;
e. Jumlah peserta setiap provinsi 1 orang siswi.
2. Tempat dan Waktu Pertandingan
Pertandingan dilaksanakan di Lapangan Bocce UNY dengan jadwal pertandingannya adalah sebagai berikut:
Waktu Kegiatan Keterangan Minggu, 16 september 2018
10.00 – selesai Registrasi Peserta Kontingen Panitia
Senin, 17 September 2018
08.00 – 10.00 Upacara Pembukaan Panitia, Peserta 10.00 – 12.00 Uji coba lapangan Panitia dan Peserta
15
Waktu Kegiatan Keterangan Selasa, 18 September 2018
08.00 – Selesai Babak Penyisihan Wasit, Panitia, Official, dan Peserta
Rabu, 19 September 2018
08.00 – Selesai Babak Semi Final & Final Wasit, Panitia, Official, dan Peserta 19.00 – 21.30 Penutupan
Kamis, 20 September 2018
08.00 – 12.00 Kembali ke daerah masing – masing Check out Maks. pukul 12.00
3. Sistem Pertandingan
a. Pertandingan terdiri atas babak penyisihan, semi final dan final;
b. Pertandingan diselenggarakan dengan menggunakan sistem gugur tunggal, baik pada babak penyisihan, semi final maupun final;
c. Penentuan pool dan bagan pertandingan akan ditentukan pada saat technical meeting setelah diperoleh kepastian jumlah peserta;
d. Pemenang pada babak penyisihan ditentukan dengan the best of three, yaitu peserta yang terlebih dahulu memenangkan 2 set pertandingan;
e. Pemenang pada babak semi final dan final ditentukan melalui perolehan point dengan dibatasi waktu selama 12 menit. Jika ada salah satu peserta yang terlebih dahulu memperoleh point 12 sebelum 12 menit, maka peserta tersebut dinyatakan sebagai pemenang dan atau jika waktu pertandingan telah habis maka peserta dengan perolehan point terbesar dinyatakan sebagai pemenang (tergantung mana yang lebih dahulu dicapai);
f. Jika pada satu pertandingan (semi final dan final) terjadi seri, maka akan dilakukan satu set pertandingan untuk menentukan pemenangnya, dan jika
16
masih seri maka akan dilakukan satu set berikutnya, sampai diperoleh pemenang;
g. Para pemenang terdiri atas; 1) Juara I 2) Juara II 3) Juara III 4) Harapan I 5) Harapan II 6) Harapan III
h. Harapan I adalah peserta yang kalah pada saat perebutan juara III, sedangkan harapan II dan III adalah peserta yang memperoleh point tertinggi pada babak 8 besar;
i. Upacara penghormatan pemenang
Upacara penghormatan pemenang dilaksanakan sesaat setelah seluruh pertandingan selesai dan announcer mengumumkan masing-masing pemenang.
4. Tata Tertib Peserta dan Official
a. Setiap peserta dari masing-masing Propinsi wajib mentaati peraturan yang telah ditentukan oleh panitia;
b. Peserta yang akan bertanding harus hadir 15 menit sebelum pertandingan dimulai, jika dalam waktu yang ditentukan dan setelah dlakukan pemanggilan sebanyak tiga kali tak kunjung hadir maka dianggap gugur dan peserta lawannya dinyatakan menang;
c. Peserta yang tidak memenuhi persyaratan pertandingan bocce tidak diperbolehkan untuk ikut bermain sampai terpenuhinya persyaratan tersebut; d. Setiap peserta dan tim ofisial harus berperilaku sopan, tidak boleh berkata kotor atau melakukan tindakan anarkis yang bisa menimbulkan keributan, perkelahian, kerusuhan dan lain-lain;
17
e. Pendamping peserta hanya bertugas memberikan instruksi kepada peserta tentang strategi yang diterapkan dan tidak diperbolehkan untuk ikut bermain dalam arena pertandingan;
f. Pendamping peserta berada pada daerah yang telah ditentukan dan dilarang untuk masuk melewati garis lapangan permainan.
g. Tiap peserta wajib untuk memakai perlengkapan permainan lengkap, yaitu pakaian kontingen sesuai dengan asal daerah masing-masing;
h. Semua peserta tidak boleh memakai aksesoris yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain;
i. Setiap keputusan wasit bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat;
j. Protes menyangkut hasil pertandingan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah suatu hasil pertandingan diumumkan secara resmi oleh announcer;
k. Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan dan diikuti secara tertulis dan ditandatangani oleh pendamping/pelatih atas nama atlet tersebut kepada panitia. Panitia pertandingan akan mempertimbangkan bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan (disediakan lembar protes);
l. Pengajuan protes kepada panitia pertandingan hanya dilakukan oleh tim pendamping/pelatih secara tertulis dan ditandatangani.
5. Ketentuan Umum
a. Pertandingan bocce diselenggarakan berdasarkan peraturan O2SN tahun 2018;
b. Peraturan pertandingan mengacu pada Peraturan Pertandingan Bocce secara Nasional dan Internasional yaitu Special Olympics Indonesia (SOIna) dan Special Olympics International (SOI);
c. Semua peserta pertandingan dan pendamping dianggap telah mengetahui dan mengerti isi peraturan tersebut;
18
1) Tehnical meeting dilaksanakan 1 hari sebelum pertandingan dimulai dan dihadiri oleh pendamping/pelatih;
2) Tehnical meeting menjelaskan pelaksanaan teknis pertandingan (drawwing, bagan dan jadwal pertandingan)
e. Diskualifikasi
Peserta yang dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh tim keabsahan tidak akan dipertandingkan.
6. Ketentuan Khusus
a. Wasit memanggil kedua atlet yang akan bertanding dan dilakukan undian/lemparan koin untuk menentukan memilih warna bola bocce dan pelempar pallina pertama;
b. Atlet memulai lemparan bola palina dan bola bocce ketika sudah diinstruksikan oleh wasit;
c. Lemparan dapat dilakukan oleh satu atau dua tangan dengan ketentuan di bawah pinggang;
d. Hasil lemparan dinyatakan tidak sah jika sebagian atau seluruh anggota tubuh melewati garis lemparan;
e. Pertandingan dinyatakan selesai apabila wasit sudah memutuskan salah satu peserta pemenang;
7. Wasit Pertandingan
Wasit pertandingan bocce merupakan professional yang terdiri atas unsur praktisi dan akademisi sebanyak 9 orang (masing-masing jenjang 3 orang wasit) dan dibantu oleh asisten wasit.
8. Perlengkapan
1. Perlengkapan
a. Perlengkapan yang harus dibawa oleh peserta: 1) Kelengkapan pribadi (baju, celana, sepatu, dsb); 2) Obat-obatan pribadi;
19
b. Perlengkapan pertandingan bocce yang disediakan oleh panitia dengan spesifikasi yang sesuai keketentuan. Adapun Perlengkapan yang disediakan oleh panitia adalah sebagai berikut:
1) 6 set lapangan bocce sesuai dengan ketentuan dan standar internasional; 2) 12 set bola bocce dan pallina yang sesuai dengan standar;
3) 12 set bendera (6 set warna merah 6 set warna biru); 4) 6 buah meteran dengan panjang 5 meter;
5) 6 buah stopwatch 100 memory; 6) 9 buah peluit;
7) 3 Kg magnesium; 8) 6 buah kain lap 9) 6 buah scoring board;
10) 150 lembar scoring sheet babak penyisihan + 50 lembar scoring sheet babak semi final dan final;
11) Alat tulis kantor (spidol, steples, papan white board secukupnya); 12) 9 buah Papan dada;
13) Meja & kursi;
14) Tenda panitia & peserta; 15) 1 set Sound system.
9. Ketentuan Lain
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan ini dan masih dianggap perlu akan dibicarakan dan disepakati bersama dalam penjelasan teknis (tehnical meeting).
10. Peraturan Permainan a. Start
Koin dilemparkan oleh Wasit untuk menentukan peserta mana yang akan diberi Pallina dan memilih warna bola.
20
1) Pallina digelindingkan oleh peserta yang menang undian koin. 2) Bola Palina harus bergulir melewati garis tengah (15,24 m);
3) Jika belum melewati garis tengah, maka atlet diberi kesempatan untuk kembali melakukan lemparan sebanyak dua kali;
4) Jika dari tiga kali kesempatan yang diberikan masih gagal, maka selanjutnya lawan diberikan satu kali kesempatan untuk melempar bola palina;
5) Jika lemparan lawan juga gagal melewati garis tengah, maka wasit akan meletakkan bola palina melewati garis tengah;
6) Peserta A yang menggelindingkan bola pallina selanjutnya menggelindingkan bola Bocce pertama;
7) Peserta B melempar bola Bocce pertama dan wasit yang menentukan bola peserta mana yang paling dekat dengan pallina
8) Peserta dengan bola terjauh dari pallina melanjutkan lemparannya sampai bola Bocce mendekati bola pallina,
9) Ketika kedua peserta telah melemparkan ke 4 bola mereka, set permainan selesai
c. Penilaian atau pencatatan Angka/Skor
1) Pada akhir setiap set, Wasit akan menentukan banyaknya bola Bocce dari salah satu peserta yang paling dekat dengan pallina;
2) Keputusan ini dapat dibuat dengan cara melihat atau mengukur;
3) Peserta yang menang pada set itu, diberi penghormatan untuk melempar pallina pada set berikutnya.
4) Jika permainan imbang/seri (jarak bola bocce kedua peserta dengan pallina sama) maka set tersebut diulang.
5) Pallina dilemparkan oleh peserta yang menyebabkan permainan jadi imbang/seri.
21
SCORING SHEET
CABANG OLAHRAGA BOCCE PUTRI O2SN PKLK TAHUN 2018
TINGKAT : ……….
BABAK : PENYISIHAN
NO NO.
DADA NAMA ATLET PROVINSI
SET
TOTAL 1 2 3
PEMENANG : ……….
Pendamping/pelatih Pendamping/pelatih Jogyakarta, 2018
Propinsi: ……….. Propinsi: ……….. Wasit
22
SCORING SHEET
CA BANG OLAHRAGA BOCCE PUTRI O2SN PKLK TAHUN 2018 TINGKAT : ……….
BABAK : SEMIFINAL/FINAL
NO NO.
DADA NAMA ATLET PROVINSI
SET
TOTAL 1 2 3 4 5
PEMENANG : ………..
Pendamping/pelatih Pendamping/pelatih Jogyakarta, 2018
Propinsi: ……….. Propinsi: ……….. Wasit
23
C. Lari Putri 80 Meter untuk SDLB dan 100 Meter untuk SMPLB dan SMALB
1. Peserta
a. Peserta adalah peserta didik tunagrahita ringan (C) yang aktif belajar di SDLB pelajaran 2018–2019 dibuktikan dengan buku rapor dan surat keterangan kepala sekolah yang disahkan oleh dinas pendidikan provinsi, bahwa yang bersangkutan memang bersekolah di SDLB yang bersangkutan. b. Peserta dinyatakan sebagai juara pertama pada seleksi O2SN tingkat provinsi
dibuktikan dengan SK Dinas Pendidikan Provinsi/sertifikat/piagam asli yang bersangkutan.
c. Setiap provinsi hanya mengirimkan 1 (satu) orang peserta O2SN pada cabang olahraga atletik nomor lari 80 m putri.
d. Peserta membawa surat keterangan yang menyatakan menyandang tunagrahita ringan (C) dari psikiater atau psikolog.
e. Peserta diwajibkan membawa surat keterangan sehat dari dokter.
f. Peserta yang pernah menjadi juara pertama nasional (O2SN) tidak diperkenankan mengikuti perlombaan tahun berikutnya.
g. Peserta dari tiap provinsi memiliki memiliki prestasi waktu maksimal 14,99 detik untuk SDLB, 16,00 detik untuk SMPLB dan 15,00 detik untuk SMALB. h. Usia maksimal peserta SDLB 15 tahun per 31 Desember 2018
i. Usia maksimal peserta SMPLB 18 tahun per 31 Desember 2018 j. Usia maksimal peserta SMALB 21 tahun per 31 Desember 2018 2. Ketentuan Umum Lomba
a. Peraturan perlombaan mengacu pada peraturan lomba atletik secaraInternasional (IAAF Competititon Rules 2016-2018) dan nasional yaitu Peraturan Teknis perlombaan atletik 2016-2017 serta technical hand book peraturan perlombaan atletik PKLK tahun 2017-2018. Secara garis besar sebagai berikut :
24
1) Garis start dan finish dalam lintasan lari ditunjukan dengan sebuah garis selebar 5 cm dengan batas tepi dalam lintasan. Jarak perlombaan harus diukur dari tepi garis start ke tepi garis finish terdekat dengan garis start; 2) Aba – aba yang digunakan dalam lomba lari jarak pendek adalah : “
BERSEDIA”, “SIAP” dan “ YA” atau bunyi pistol;
3) Semua peserta lomba lari mulai berlari pada saat aba – aba “ YA” atau bunyi pistol yang ditembakkan ke udara;
4) Peserta yang membuat kesalahan pada saat start harus diperingatkan (dalam satu seri lomba hanya diperbolehkan terjadi kesalahan start satu kali, apabila terjadi kesalahan yang ke dua maka orang yang melakukan kesalahan tersebut yang didiskualifikasi);
Perlombaan atletik bagi siswa berkebutuhan khusus tunagrahita ringan(C) tingkat nasional tahun 2018 diselenggarakan berdasarkan peraturan perlombaan atletik O2SN PKLK tahun 2018;
b. Semua peserta perlombaan dianggap telah mengetahui dan mengerti isi peraturan tersebut;
c. Pakaian
1) Pakaian seragam perlombaan atletik harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan seragam daerah/kontingen yang bersangkutan; 2) Para peserta perlombaan diharuskanan memakai pakaian yang bersih dan
potongan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalannya perlombaan;
d. Penjelasan Teknis
Penjelasan teknis perlombaan lari 80 meter untuk SDLB putri bagi peserta didik berkebutuhan khusus tunagrahita ringan (C) tingkat nasional tahun 2018 dihadiri oleh pendamping dan peserta dilaksanakan 1 hari sebelum perlombaan dimulai.
Dalam penjelasan, hanya akan dibicarakan masalah pelaksanaan teknik perlombaan.
25 e. Protes
Protes menyangkut hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah suatu hasil perlombaan diumumkan secara resmi oleh announcer;
1) Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan atau pendamping/pelatih atas nama atlet tersebut kepada panitia perlombaan. Panitia perlombaan akan mempertimbangkan bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan;
2) Pengajuan protes kepada panitia perlombaan dilakukan oleh tim pendamping secara tertulis.
f. Lain-lain
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam peraturan ini dan masih dianggap perlu akan diatur kemudian.
3. Peraturan Perlombaan :
a. Lari 80 meter putri SDLB
1) Ketentuan Khusus
a) Penentuan Urutan Lintasan
Penentuan urutan lintasan disesuaikan berdasarkan data prestasi terakhir atlet, dan / atau dari data registrasi;
b) Pemanggilan Atlet
Pemanggilan atlet untuk memasuki arena perlombaan akan dilakukan dari ruangan roll call di dekat lapangan pemanasan. Pembagian waktu pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut:
i. Untuk seluruh nomor lintasan, pemanggilan PERTAMA dilaksanakan 30 menit sebelum nomor perlombaan dimulai, dan pemanggilan terakhir 20 menit sebelum dimulai. Selanjutnya 10
26
menit sebelum perlombaan dimulai para atlet masuk ke arena perlombaan;
ii. Ketika peserta namanya dipanggil oleh panitia, mereka harus menunjukkan nomor atlet kepada panitia/petugas roll call;
iii. Tiap atlet diharuskan menggunakan nomor atlet masing-masing, yang dipakai di dada dan di punggung;
iv. Para pendamping tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila atlet sudah masuk ruangan roll call.
Keterangan:
Panggilan pertama, atlet/pendamping diharuskan membubuhkan tanda (V) di depan nama atlet sebagai tanda hadir.
Panggilan kedua, atlet diharuskan masuk ruangan roll call. Para atlet dan pendamping harus hadir tepat sesuai jadwal. 2) Teknik Pelaksanaan
Sebelum pelari mengikuti aba-aba start lomba, para pelari duduk di kursi di belakang start block
a) Persiapan Lomba
i. Atlet oleh panitia diperkenankan untuk membetulkan dan mencoba start block, kemudian kembali ke tempat duduk;
ii. Announcer akan menyebut namanya satu persatu. Pada waktu seorang atlet disebut nama dan nomor dada, yang bersangkutan maju selangkah sambil melambaikan tangannya kepada penonton dan kembali duduk;
iii. Starter memberi aba aba “BERSEDIA”;
iv. Atlet didampingi panitia lapangan menuju kegaris start. b) Permulaan Lomba
i. Sesudah aba-aba “BERSEDIA” semua pelari harus mengambil sikap dibelakang garis start di jalur lintasan yang telah ditentukan. Kedua tangan dan satu lututnya harus kontak dengan tanah, dan
27
kedua kakinya harus kontak dengan start blok (start jongkok), sebelum pelari melakukan posisi aba – aba bersedia dengan benar yaitu posisi start jongkok dan tidak melakukan gerakan (diam), maka aba-aba perlombaan tidak boleh dilanjutkan, tetapi harus menunggu sampai start jongkok benar;
ii. Pada aba-aba “SIAP” semua pelari secara serentak tanpa tunda-tunda waktu harus segera mengambil sikap siap yaitu mengangkat panggul posisi waktu ini paling lama sekitar 2 detik, gagal melakukan aba-aba ini dalam waktu yang pendek, maka pelari dianggap melakukan start yang salah;
iii. Jika semua atlet telah “SIAP”, maka alat start yang sah diaktifkan oleh starter. Kemudian atlet langsung berlari sepanjang garis lintasan menuju garis finish;
iv. Hal–hal yang dianggap sebagai start salah, jika menurut Starter sebagai berikut :
Seorang atlet gagal mentaati aba-aba “bersedia” atau “siap” setelah suatu tengat waktu yang layak;
Seorang atlet setelah aba-aba “BERSEDIA”,mengganggu atlet lainnya dengan menggunakan suara atau cara lainnya;
Seorang atlet mencuri waktu sebelum alat start dibunyikan. c) Saat Lomba
i. Pada saat lomba pelari berada di lintasan masing-masing, atlet harus tetap berada di lintasan yang ditentukan kepadanya sejak start sampai finish;
ii. Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya, dan bila tak ada keuntungan yang diperoleh, maka atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi;
28
Berlari di luar lintasannya di bagian lurus, namun tidak ada keuntungan yang diperoleh, maka dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi.
d) Finish.
i. Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso, yang dibedakan dari kepala, leher, lengan, tungkai, tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertical pada sisi terdekat garis finish;
ii. Hasil lomba yang sah berdasarkan kedatangan dan catatan waktu.
3) Ketentuan Babak Penyisihan dan Babak Final i. Babak Penyisihan
Babak penyisihan terdiri dari 5 seri ii. Babak Final
Peserta final diambil dari :
Lima (5) peserta kedatangan pertama di setiap seri; Dan 3 waktu terbaik dari seluruh seri;
Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan lintasan atau Track yang tersedia di tempat lomba.
4) Kriteria Penilaian
Hasil lomba yang sah berdasarkan kepada : a) Kedatangan atlet di garis finish dan; b) Catatan waktu tercepat.
5) Dewan Juri
Tim juri terdiri dari 3 orang profesional/praktisi/akademisi di bidang pendidikan jasmani dan olahraga ditambah 17 orang asisten juri / panitia lapangan. Dengan pembagian tugas sebagai berikut:
a) Starter 1 orang;
29 c) Timer 3 orang;
d) Pengawas Lintasan 2 orang; e) Juri kedatangan 8 orang; f) Juri pencatat hasil 1 orang; g) Juri pengolah data 1 orang;
Penunjukan asisten juri/panitia lapangan diserahkan ke juri/wasit masing-masing cabor dengan ketentuan sebagai berikut:
a) Memiliki sertifikat dalam cabornya; b) Berpengalaman dalam cabornya. 6) Materi Lomba
Materi Lomba atletik nomor lari 80 meter untuk SDLB putri dengan ketunaan tunagrahita.
30
b. Peraturan Perlombaan Lari 100 meter putri SMPLB dan Lari 100 meter putri SMPLB SMALB
1) Ketentuan Khusus
a) Penentuan Urutan Lintasan
Penentuan urutan lintasan disesuaikan berdasarkan data prestasi terakhir atlet, dan / atau dari data registrasi;
b) Pemanggilan Atlet
Pemanggilan atlet untuk memasuki arena perlombaan akan dilakukan dari ruangan roll call di dekat lapangan pemanasan. Pembagian waktu pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan sebagai berikut:
i. Untuk seluruh nomor lintasan, pemanggilan PERTAMA dilaksanakan 30 menit sebelum nomor perlombaan dimulai, dan pemanggilan terakhir 20 menit sebelum dimulai. Selanjutnya 10 menit sebelum perlombaan dimulai para atlet masuk ke arena perlombaan;
ii. Ketika peserta namanya dipanggil oleh panitia, mereka harus menunjukkan nomor atlet kepada panitia/petugas roll call;
iii. Tiap atlet diharuskan menggunakan nomor atlet masing-masing, yang dipakai di dada dan di punggung;
iv. Para pendamping tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila atlet sudah masuk ruangan roll call.
Keterangan:
Panggilan pertama, atlet/pendamping diharuskan membubuhkan tanda (V) di depan nama atlet sebagai tanda hadir.
Panggilan kedua, atlet diharuskan masuk ruangan roll call. Para atlet dan pendamping harus hadir tepat sesuai jadwal. 2) Teknik Pelaksanaan
31
Sebelum pelari mengikuti aba-aba start lomba, para pelari duduk di kursi di belakang start block
a) Persiapan Lomba
i. Atlet oleh panitia diperkenankan untuk membetulkan dan mencoba start block, kemudian kembali ke tempat duduk;
ii. Announcer akan menyebut namanya satu persatu. Pada waktu seorang atlet disebut nama dan nomor dada, yang bersangkutan maju selangkah sambil melambaikan tangannya kepada penonton dan kembali duduk;
iii. Starter memberi aba aba “BERSEDIA”;
iv. Atlet didampingi panitia lapangan menuju kegaris start. b) Permulaan Lomba
i. Sesudah aba-aba “BERSEDIA” semua pelari harus mengambil sikap di belakang garis start di jalur lintasan yang telah ditentukan. Kedua tangan dan satu lututnya harus kontak dengan tanah, dan kedua kakinya harus kontak dengan start blok (start jongkok), sebelum pelari melakukan posisi aba – aba bersedia dengan benar yaitu posisi start jongkok dan tidak melakukan gerakan (diam), maka aba-aba perlombaan tidak boleh dilanjutkan, tetapi harus menunggu sampai start jongkok benar;
ii. Pada aba-aba “SIAP” semua pelari secara serentak tanpa tunda-tunda waktu harus segera mengambil sikap siap yaitu mengangkat panggul posisi waktu ini paling lama sekitar 2 detik, gagal melakukan aba-aba ini dalam waktu yang pendek, maka pelari dianggap melakukan start yang salah;
iii. Jika semua atlet telah “SIAP”, maka alat start yang sah diaktifkan oleh starter. Kemudian atlet langsung berlari sepanjang garis lintasan menuju garis finish;
32
iv. Hal–hal yang dianggap sebagai start salah, jika menurut Starter sebagai berikut :
Seorang atlet gagal mentaati aba-aba “bersedia” atau “siap” setelah suatu tengat waktu yang layak;
Seorang atlet setelah aba-aba “BERSEDIA”,mengganggu atlet lainnya dengan menggunakan suara atau cara lainnya;
Seorang atlet mencuri waktu sebelum alat start dibunyikan. c) Saat Lomba
i. Pada saat lomba pelari berada di lintasan masing-masing, atlet harus tetap berada di lintasan yang ditentukankepadanya sejak start sampai finish;
ii. Jika seorang atlet didorong atau dipaksa oleh atlet lain untuk berlari di luar lintasannya, dan bila tak ada keuntungan yang diperoleh, maka atlet tersebut tidak harus didiskualifikasi;
iii. Bila seorang atlet:
Berlari di luar lintasannya di bagian lurus, namun tidak ada keuntungan yang diperoleh maka dia juga tidak harus dikenakan diskualifikasi.
d) Finish.
i. Kedatangan atlet harus diurutkan menurut bagian tubuhnya (yaitu: torso, yang dibedakan dari kepala, leher, lengan, tungkai, tangan atau kaki) yang menyentuh bidang vertical pada sisi terdekat garis finish;
ii. Hasil lomba yang sah berdasarkan kedatangan dan catatan waktu. 3) Ketentuan Babak Penyisihan dan Babak Final
i. Babak Penyisihan
Babak penyisihan terdiri dari 5 seri ii. Babak Final
33
Lima (5) peserta kedatangan pertama di setiap seri; Dan 3 waktu terbaik dari seluruh seri.
Atau ditentukan kemudian dalam technical meeting sesuai dengan lintasan atau Track yang tersedia di tempat lomba.
4) Kriteria Penilaian
Hasil lomba yang sah berdasarkan kepada : i. Kedatangan atlet di garis finish dan; ii. Catatan waktu tercepat.
5) Dewan Juri
Tim juri terdiri dari 3 orang profesional/praktisi/akademisi di bidang pendidikan jasmani dan olahraga ditambah 17 orang asisten juri/panitia lapangan. Dengan pembagian tugas sebagai berikut:
i. Starter 1 orang;
ii. Recall Starter 1 orang; iii. Timer 3 orang;
iv. Pengawas Lintasan 2 orang; v. Juri kedatangan 8 orang; vi. Juri pencatat hasil 1 orang; vii. Juri pengolah data 1 orang;
Penunjukan asisten juri/panitia lapangan diserahkan ke juri/wasit masing-masing cabor dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Memiliki sertifikat dalam cabornya; ii. Berpengalaman dalam cabornya. 6) Materi Lomba
Materi Lomba atletik nomor lari 100 meter untuk SMPLB putri dan SMALB dengan ketunaan tunagrahita.
34 4. Perlengkapan
Perlengkapan yang harus dibawa oleh peserta adalah perlengkapan perlombaan yang sifatnya personal yang harus dibawa oleh peserta lomba adalah :
1) Sepatu lomba atau sepatu khusus sprinter (Spikes); 2) Kaos lomba;
3) Celana Lomba; 4) Kaos kaki; 5) Handuk; 6) Minuman.
5. Alat yang disiapkan panitia untuk lomba lari SDLB, SMPLB dan SMALB.
NO ALAT BAHAN JUMLAH
1 Start block (S) Alumunium 8
2 Nomor Dada (B) Kain 34 x 3 warna berbeda
3 Stopwatch (B) 100 Memory 10
4 Bendera start dan
tongkat (B) Kain 2
5 Pluit (B) Plastik 6
6 Bendera juri lintasan (B) Kain 5 warna putih
5 warna merah 7 Bangku tangga juri
kedatangan Besi dan kayu 1 set
8 Lintasan atletik Gravel/tartan 8 lintasan
9 Keranjang perlengkapan
atlet (B) Plastik 10
10 Tenda roll call 1 set
11 Tenda petugas kesehatan 1 set
12 Tenda panitia 1 set
13 Sound system 1 set
14 Garis pembatas Plastik 10 set
15 Kursi Plastik Plastic 8 buah
16 ATK (spidol, whiteboard)
17 Kamera video
(handycam), tripod
1. s e t
35
36 LAY OUT TEMPAT PERTANDINGAN
37
LAMPIIRAN
OLIMPIADE OLAHRAGA SISWA NASIONAL (O2SN)
DIREKTORAT PENDIDIKAN KHUSUS DAN LAYANAN KHUSUS PENDIDIKAN MENENGAH ………. 2018
NOMOR LOMBA : LARI 80 METER, 100 METER (PUTRI) SERI :
NO PROVINSI NAMA ATLET NOMOR DADA CATATAN WAKTU LINTASAN KEDATANGAN 1 2 3 4 5 6 7 8
38
D. Balap Kursi Roda Putra untuk SMPLB
1. Persyaratan Umum
Balap Kursi Roda 100 meter perorangan putra bagi peserta didik SMPLB tunadaksa (D), paralegia, dan CP berat – kelainan fungsi 1 atau 2 kaki (1 peserta tiap provinsi) dengan persyaratan :
a. Peserta merupakan peserta didik tunadaksa (D), paralegia, dan CP berat yang memiliki kelainan fungsi salah satu kaki/keduanya;
b. Peserta merupakan peserta didik aktif SMPLB dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah dan fotokopi lembar identitas buku rapor; c. Usia maksimal peserta SMPLB 18 tahun per 31 Desember 2018, dibuktikan
dengan Surat Keterangan Kepala Sekolah;
d. Peserta merupakan juara 1 tingkat provinsi hasil seleksi di daerah tahun 2018 (melampirkan sertifikat/SK juara tingkat provinsi) dan belum pernah menjadi Juara 1 (satu) pada cabang olahraga dan jenjang pendidikan yang sama di O2SN yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan PKLK, Ditjen Dikdasmen, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun sebelumnya;
e. Seragam saat berlomba dipersiapkan sendiri oleh masing-masing kontingen, sedangkan kursi roda untuk pelaksanaan perlombaan disiapkan oleh panitia di arena lomba;
f. Di daftarkan secara resmi kepada panitia sesuai dengan mekanisme dan jadwal pendaftaran serta lolos seleksi keabsahan peserta.
2. Ketentuan Umum Lomba a. Peraturan Umum
1) Perlombaan Balap Kursi Roda bagi peserta didik tunadaksa (D), paralegia, dan CP Berat yang memiliki kelainan fungsi salah satu kaki/keduanya; 2) Semua Peserta Perlombaan dianggap telah mengetahui dan mengerti isi
39
No Jenis Lomba Jenis Ketunaan Satuan Pendidikan Jenis Kelamin Jumlah/ Prov
1.
Balap Kursi Roda 100 m
Tuna Daksa (D), paralegia, dan CP berat, yang memiliki kelainan fungsi salah satu kaki/keduanya.
SMPLB Putra 1 Orang
3. Ketentuan Khusus a. Peserta
1) Peserta perlombaan balap kursi roda tingkat nasional tahun 2018 diatur berdasarkan Peraturan O2SN tahun 2018;
2) Peserta adalah benar-benar peserta didik SLB yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepala sekolah dilampiri dengan fotokopi halaman identitas rapor;
3) Peserta harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat dari dokter; 4) Peserta harus melakukan registerasi dengan dilengkapi foto ukuran 4 x 6
cm berwarna 4 lembar. 1) Penentuan Urutan Lintasan
Penentuan urutan lintasan Balap Kursi Roda untuk babak penyisihan berdasarkan hasil undian dan babak final berdasarkan hasil babak penyisihan, dan semi final.
2) Penentuan untuk menuju babak berikutnya menunggu jumlah peserta dan jumlah hit atau seri setelah seluruh pendaftar lomba masuk ke panitia; 3) Semua nomor lintasan lari balap kursi roda menggunakan babak
penyisihan, semifinal, dan final. 4. Teknik Pelaksanaan
a. Pemanggilan Atlet
Pemanggilan atlet untuk memasuki arena perlombaan atletik akan dilakukan dari ruangan roll call di dekat lapangan pemanasan. Pembagian waktu pemanggilan atlet untuk setiap nomor perlombaan adalah sebagai berikut:
40
1) untuk seluruh nomor lintasan, pemanggilan PERTAMA dilaksanakan 30 menit sebelum nomor perlombaan ini dimulai dan pemanggilan terakhir 20 menit sebelum dimulai. Selanjutnya 10 menit sebelum perlombaan dimulai para atlet masuk ke arena perlombaan;
2) Pada panggilan pertama di roll call, bila peserta namanya dipanggil oleh panitia,mereka diharapkan menunjukkan nomor atlet kepada panitia/petugas roll call sebagai presensi tahap 1;
3) Pada panggilan kedua, tiap atlet masuk ruang pemeriksaan di roll call. Tiap atlet diharuskan menggunakan nomor atlet yang masing-masing dipakai di dada dan di punggung. Petugas roll call berhak menolak memasukkan atlet ke dalam arena lomba, apabila atlet tidak memakai nomor dada dan kelengkapan lain tidak sesuai;
4) Para official/coach tidak diperkenankan mendampingi atletnya bila atlet sudah masuk ruangan roll call dan arena lomba, kecuali diminta oleh panitia.
Keterangan:
Para atlet dan coach/pendamping harus hadir tepat sesuai jadwal pemanggilan pertama roll call;
Panggilan pertama, atlet/coach diharuskan membubuhkan tanda (V) di depan nama atlet sebagai tanda hadir;
Panggilan kedua, atlet diharuskan masuk ruang pemeriksaanroll call. b. Penjelasan Teknis (Technical Meeting)
Penjelasan teknis perlombaan atletik bagi peserta didik sekolah khusus/SMPLB dilaksanakan 1 hari sebelum perlombaan dimulai. Dalam penjelasan teknis hanya membicarakan masalah pelaksanaan teknik perlombaan atas dasar peserta riil yang telah mendaftarkan diri dan hadir; c. Panitia Perlombaan
Panitia dan juri perlombaan ditentukan dan ditetapkan oleh Panitia Penyelenggara tingkat nasional tahun 2018;
41 d. Protes
1) Protes menyangkut hasil perlombaan dapat diajukan paling lambat 30 menit setelah suatu hasil perlombaan diumumkan secara resmi oleh penyiar/announcer;
2) Setiap protes tingkat pertama dapat disampaikan secara lisan oleh atlet yang bersangkutan atau pendamping/pelatih atas nama atlet tersebut kepada panitia perlombaan. Panitia perlombaan akan mempertimbangkan dengan disertai bukti-bukti yang cukup dan dianggap perlu untuk diambil keputusan;
3) Pengajuan protes ditujukan kepada masing-masing juri nomor lomba dilakukan oleh pendamping/pelatih secara tertulis dengan membayar denda sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).
e. Pakaian
1) Pakaian seragam perlombaan Balap Kursi Roda harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan merupakan seragam daerah/kontingen yang bersangkutan;
2) Para peserta perlombaan diwajibkan memakai pakaian yang bersih dan desain/potongan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu jalannya perlombaan;
3) Para peserta wajib menggunakan sepatu olahraga; 4) Para peserta wajib menggunakan helm/tutup kepala; 5) Para peserta/atlet boleh menggunakan sarung tangan.
42 f. Cara Memperkenalkan Atlet
Sebelum atlet mengikuti aba-aba start memulai lomba, penyiar akan memperkenalkan namanya satu persatu. Pada waktu seorang atlet disebut namanya, maka yang bersangkutan maju selangkah sambil melambaikan tangannya kepada penonton;
g. Upacara Penghormatan Pemenang
Pemenang Juara I, II, III, dan harapan I, II, III setiap nomor akan dipanggil dan diantar ke ruang tunggu untuk mengikuti pelaksanaan upacara penghormatan pemenang;
h. Piagam Penghargaan dan Medali Kejuaraan
a) Piagam penghargaan diberikan kepada seluruh peserta lomba;
b) Medali kejuaraan diberikan kepada pemenang Juara I, II, III, dan harapan I, II, III diberikan langsung pada saat Upacara Penghormatan Pemenang; i. Lain-lain
Hal-hal lain yang belum tercantum dalam ketentuan ini dan masih dianggap perlu akan diatur kemudian.
5. Ketentuan Babak Penyisihan dan Babak Final
a. Peserta yang berhak masuk ke babak berikutnya adalah, juara I dan II ditambah tiga catatan waktu terbaik dari semua seri;
b. Peserta yang berhak masuk ke babak semi final adalah, juara I dan II dari setiap seri, ditambah dua cacatan waktu terbaik dari seluruh seri;
c. Ketentuan juara adalah, juara I, II, dan III dan harapan I, II, dan III adalah, catatan waktu terbaik I, II, dan III dan harapan I, II, dan III.
43 6. Dewan Juri
a. Koordinator Juri; b. 3 orang Juri;
c. Asisten Juri 12 orang;
d. Tenaga administrasi 2 orang. 7. Perlengkapan
Alat yang disiapkan peserta :
a. Pelindung-pelindung tubuh yang diperlukan; b. Sarung tangan;
c. Pakaian seragam lengkap ada identitas provinsi dan nama atlet; d. Sepatu.
Alat yang disiapkan panitia: 1. Kursi Roda (12 buah) beserta
teknisinya 2 orang. 2. Helm (10 buah)
3. Nomor dada (sesuai jumlah peserta)
4. Stopwach 6 buah 5. Camera finish (1 buah) 6. Bendera start (2 buah) 7. Pluit (2 buah)
8. Meja (dua buah) 9. Komputer
10. Perlengkapan administrasi scoring (alat tulis)
11. Kunci-kunci roda (kunci pas, tang, obeng, kunci inggris) 12. Pompa
13. Tenda untuk di start dan finish 14. Bendera merah putih (dipasang di
kursi roda)
15. Sound system &Microphone 16. ATK (spidol, whiteboard) 8. Jadwal Lomba
No Nomor Lomba Tempat Hari/Tanggal Pelaksanaan
1 Balap kursi Roda 100 M Putra/SMPLB
Yogyakarta; Lap.
Ke 1/Tgl. Ke 2/Tgl.
45
REKAP DAFTAR PESERTA LOMBA KURSI RODA 100 M O2SN SMPLB PKLK TAHUN 2018 DI YOGYAKARTA HASIL REKOMENDASI JURI KEABSAHAN YANG BERHAK MENGIKUTI UNDIAN
No Provinsi Nama Siswa No.
Dada Seri-Lintasan Keterangan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 Yogyakarta, ……… September 2018
46
FORMAT PENILAIAN HASIL CATATAN WAKTU LOMBA KURSI RODA O2SN PKLK SMPLB Tahun 2018 di YOGYAKARTA TIMER Acara : ………. Babak : ……….. Seri : ……… Pengawas lintasan: ………..
Lintasan Provinsi No. Dada Waktu
1 2 3 4 5 6 Yogyakarta, ………… September 2018 Timer (………)
47
FORMAT PENILAIAN HASIL KEDATANGAN LOMBA KURSI RODA O2SN PKLK SMPLB Tahun 2018 di YOGYAKARTA KEDATANGAN Acara : ………. Babak : ……….. Seri : ……… Pengawas lintasan: ………..
Lintasan Provinsi No. Dada Kedatangan
1 2 3 4 5 6 Yogyakarta, ………… September 2018 Juri kedatangan (………)
48
REKAP HASIL URUTAN FINISH PER SERI
LOMBA 100 M KURSI RODA O2SN PKLK SMPLB Tahun 2018 di YOGYAKARTA
Acara : ………. Babak : ………. Seri : ………. Urutan
kedatangan Waktu Lintasan No. Dada Provinsi Keterangan Pengawas Lintasan 1 2 3 4 5 6 Yogyakarta, ………….. September 2018
Juri Lomba Koordinator Lomba
49
REKAPITULASI HASIL LOMBA BALAP KURSI RODA 100 M BABAK I (Penyisihan)
O2SN PKLK SMPLB di YOGYAKARTA
Juara 1 dan 2 tiap seri, ditambah ditambah 6 waktu terbaik masuk babak II (semi final)
Seri 1
Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu
1 2 3 4 5 6 Seri 2 Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu 1 2 3 4 5 6 Seri 3 Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu 1 2 3 4 5 6
50
Seri 4
Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu
1 2 3 4 5 6 Seri 5 Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu 1 2 3 4 5 6 Seri 6 Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu 1 2 3 4 5 6 Seri 7 Lintasan Dada No. Nama Provinsi Urutan Waktu 1 2 3 4 5 6
51
HASIL RANGKING WAKTU TERBAIK BABAK I SELURUH SERI LOMBA BALAP KURSI RODA 100 M O2SN PKLK SMPLB Tahun 2018 di
YOGYAKARTA
52
HASIL PENEMPATAN SERI DAN LINTASAN BABAK II LOMBA KURSI RODA O2SN SMPLB PKLK TAHUN 2018 DI YOGYAKARTA
Juara 1 tiap seri, ditambah 3 waktu terbaik masuk babak Final
Seri 1
Lintasan No.
Dada Nama Provinsi Urutan Datang Waktu 1 2 3 4 5 6 Seri 2 Lintasan No.
Dada Nama Provinsi Urutan Datang Waktu 1 2 3 4 5 6 Seri 3 Lintasan No.
Dada Nama Provinsi Urutan Datang Waktu 1 2 3 4 5 6
53
HASIL RANGKING WAKTU TERBAIK BABAK II SELURUH SERI LOMBA BALAP KURSI RODA 100 M O2SN PKLK SMPLB Tahun 2018 di
YOGYAKARTA
54
HASIL PENEMPATAN LINTASAN BABAK FINAL LOMBA KURSI RODA O2SN SMPLB PKLK TAHUN 2018 DI YOGYAKARTA
Diambil juara 1, 2, 3
Seri 1
Lintasan No.
Dada Nama Provinsi Urutan Datang Waktu 1 2 3 4 5 6
HASIL RANGKING JUARA BABAK FINAL LOMBA KURSI RODA 100 M O2SN SMPLB PKLK TAHUN 2018 DI YOGYAKARTA
Diambil juara 1, 2, 3
Seri 1
Lintasan No.
Dada Nama Provinsi Juara Waktu 1 2 3 4 5 6 Yogyakarta, ……… September 2018 Koordinator Lomba (………)
55
E. Lomba Catur Putra/Putri untuk SDLB/SMPLB/SMALB
1. Peserta
Usia maksimal peserta SDLB 15 tahun per 31 Desember 2018, SMPLB 18 tahun per 31 Desember 2018, dan SMALB 21 tahun per 31 Desember 2018 yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Kepala Sekolah dan fotokopi rapor terakhir dan dengan ketunaan tunanetra total (A) diselenggarakan berdasarkan Peraturan O2SN tahun 2018 (peraturan lomba yang terbaru). 2. Materi Pertandingan
Pertandingan catur perorangan tunanetra putra/putri 3. Peraturan Pertandingan
a. Peraturan Umum
1) Pertandingan menggunakan sistem swiss 5 babak. Pairing menggunakan Program Swiss Perfect/ Swiss Manager.
2) Nomor Pertandingan Catur Standar dengan waktu pikir masing-masing peserta adalah 60 (enam puluh) menit sampai dengan selesai.
3) Pemain yang terlambat hadir 15 menit setelah pertandingan dimulai, dinyatakan kalah .
4) Peserta diwajibkan berpakaian olahraga, bersepatu serta memakai ID Card dari Panitia.
5) Peserta, Official/Pelatih dan penonton dilarang merokok
6) Pendamping dan Peserta lomba Catur yang mengeluarkan HP ketika lomba berlangsung dinyatakan kalah.
7) Keputusan wasit mutlak dan mengikat, tidak dapat diganggu gugat. b. Peraturan Khusus
Peraturan pertandingan mengacu pada peraturan FIDE/PERCASI
1) Setiap peserta wajib didampingi oleh satu pendamping yang bertugas membantu atletnya dalam hal :
a) Giliran melangkah.
56 c) Menjalankan jam catur.
d) Mengisi dan menandatangani Form Hasil Pertandingan (Score). 2) Atlet/ Pemain wajib memberitahu kepada lawannya dalam hal :
a) Mengancam Raja (skak). b) Rokade
4. Perlengkapan
Seluruh perlengkapan pertandingan disediakan oleh panitia pelaksana. 5. Perlengkapan Lomba
Peralatan yang diperlukan antara lain :
a. Menyediakan Software/aplikasi Swiss Manager (License) atau swiss perfect (license)
b. Papan Catur: Petak hitam lebih menonjol dari petak putih (20 buah). c. Buah Catur: Buah catur warna hitam diberi paku/pines (20 Pasang).
d. Jam Catur: Peserta wajib menggunakan jam catur. Official/pelatih dibolehkan memberitahu sisa waktu piker peserta (20 buah)
e. Penutup Mata: Selama pertandingan berlangsung setiap peserta wajib menggunakan penutup mata (40 buah)
f. Notebook/Laptop. g. LCD Proyektor h. Printer i. Sound system. j. Kabel rol k. White Board l. Bolpoint
m. Spidol white board besar n. Kertas A4.
o. Staples kecil
p. Cello Tape bening dan Double Tape q. Stop map
57 r. Gunting,
s. Cutter.
6. Penilaian/Penentuan Juara
Penilaian/Penentuan Juara berdasarkan : a. Berdasarkan MP (Match Point)
b. Bila sama ditentukan dengan BH (Buchholz)/Solkoff c. Bila sama ditentukan dengan SB (Sonnebern Berger) d. Bila sama ditentukan dengan PS (Progressive Score) 7. Dewan Juri
Dewan Juri berasal dari 3 orang juri/wasit professional dari Praktisi, Perguruan tinggi, dan ditambah 3 petugas lapangan.
8. Lokasi, Jadwal Dan Mekanisme Pertandingan a. Tempat Pertandingan
Pelaksanaan pertandingan catur bertempat di ruang yang disediakan panitia dan pihak Hotel di Yogyakarta.
b. Jadwal Pertandingan
Pelaksanaan O2SN berlangsung selama 5 (lima) hari yaitu tanggal 16 s.d 21 September 2018
Waktu Kegiatan Tempat Keterangan Minggu, 16 September 2018
10.00 – selesai Registrasi Peserta Kontingen Hotel Panitia Tes Keabsahan
Senin, 17 September 2018
08.00 – Selesai Pembukaan Panitia Panitia
14.00 – Selesai Technical Meeting Hotel Dewan Juri & Panitia
20.00 – 22.00 Babak 1 Hotel Dewan Juri &
Panitia
Selasa, 18 September 2018
08.00 - 10.00 10.30 - 12.00
Pertandingan Babak 2
Pertandingan Babak 3 Hotel
Dewan Juri & Panitia
58
Waktu Kegiatan Tempat Keterangan
14.00 - 16.30 Pertandingan Babak 4
19.30 - 21.30 Review Hotel Panitia
Rabu, 19 September 2018
08.00 – 08.15 Persiapan Pertandingan
Hotel Dewan Juri & Panitia 08.15 – 10.15 Pertandingan Babak 5
10.15 – 12.00 UPP Hotel Panitia
12.00 – 13.00 ISHOMA Kamis, 20 September 2018 08.00 – 12.00 Kembali ke daerah masing – masing Check out Maks. pukul 12.00 c. Mekanisme Pertandingan
a. Pada hari pertama pertandingan 1 babak b. Pada hari kedua pertandingan 3 babak c. Pada hari ketiga pertandingan 1 babak 9. Penutup
Demikian panduan dan materi lomba catur ini kami buat. Semua peserta dianggap telah mengerti ketentuan dan peraturan pertandingan yang telah di informasikan dan di sepakati pada saat Technical Meeting.
Hal-hal yang belum tercantum dalam ketentuan dan peraturan pertandingan ini akan diatur kemudian.
59
Lampiran
DENAH PERTANDINGAN CATUR
WHITE BOARD ADM KETERANGAN : Meja Kursi pemain
AREA
PE
NON
TON
AREA
PE
NON
TON
60
Meja Bangku ADM
Bangku Pendamping Bangku Pemain
PERTANDINGAN CATUR O2SN TAHUN 2018 SCORING SHEET
TANGGAL : . . . BABAK : . . .
MEJA : . . .
NAMA/PROPINSI SKOR NAMA/PROPINSI
PENDAMPING PENDAMPING
61
BAB IV PENUTUP
Keberhasilan penyelenggaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2018 sangat bergantung dari partisipasi aktif semua unsur yang terlibat. Pelaksanaan kegiatan secara tertib, teratur, dan penuh tanggung jawab yang tinggi akan mendorong terhadap suksesnya kegiatan ini.
Dengan memahami panduan ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga mencapai hasil yang optimal.