Deflasi Kota Kendari bulan Agustus tahun 2017, tercatat sebesar 1,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 126,86. Secara nasional dari 82 kota yang menghitung inflasi, empat puluh tujuh kota tercatat deflasi dan tiga puluh lima kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Ambon (Provinsi Maluku) 2,08 persen dan deflasi terendah tercatat di Samarinda (Provinsi Kalimantan Timur) 0,03 persen. Sementara itu inflasi terbesar tercatat di Lhokseumawe (Provinsi Aceh) 1,09 persen.
Deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 5,11 persen dan transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,81 persen. Sementara kelompok yang tercatat inflasi yaitu makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,24 persen; Kesehatan 0,15 persen; Pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,10 persen; Perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar serta sandang masing-masing 0,02 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar adalah layang/benggol, cakalang/sisik, bayam, angkutan udara, teri, rambe, ekor kuning, katamba, sawi hijau, dan kangkung.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi adalah Bandeng/bolu, tomat sayur, kemeja pendek katun pria, roti tawar, daging ayam ras, daun kelor, jantung pisang, jeruk nipis/limau, seragam sekolah anak dan tembang.
Dari sebelas kota di Pulau Sulawesi, enam kota tercatat deflasi dan lima kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Baubau (Provinsi Sulawesi Tenggara) 1,76 persen dengan IHK 132,46 dan deflasi terendah tercatat di Manado (Provinsi Sulawesi Utara) 0,21 persen dengan IHK 129,61.
Tingkat inflasi Kota Kendari tahun kalender (Januari-Agustus) 2017 tercatat 4,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) 4,27 persen.
Laju inflasi pada periode yang sama Agustus 2016 tercatat 0,01 persen, tahun kalender (Januari – Agustus) 2016 sebesar 3,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Agustus 2016 terhadap Agustus 2015 tercatat 3,73 persen.
No. 47/09/Th. XX, 4 September 2017
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI KOTA
K
ENDARI
AGUSTUS 2017 DEFLASI 1,48 PERSEN
Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya didaerah perkotaan. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK dan diumumkan ke publik setiap awal bulan (hari kerja pertama) oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Mulai Januari 2014, pengukuran inflasi di Indonesia menggunakan IHK tahun dasar 2012=100. Ada beberapa perubahan yang mendasar dalam penghitungan IHK baru (2012=100) dibandingkan IHK lama (2007=100), khususnya mengenai cakupan kota, paket komoditas, dan diagram timbang.Perubahantersebut didasarkan pada Survei Biaya Hidup (SBH) 2012 yang dilaksanakan oleh BPS, yang merupakan salah satu bahan dasar utama dalam penghitungan IHK. Hasil SBH 2012 sekaligus mencerminkan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat dibandingkan dengan hasil SBH sebelumnya.
SBH 2012 dilaksanakan di 82 kota, yang terdiri dari 33 ibukota provinsi dan 49 kota besar lainnya. Dari 82 kota tersebut, 66 kota merupakan cakupan kota SBH lama dan 16 merupakan kota baru. Survei ini hanya dilakukan di daerah perkotaan (urban area) dengan total sampel sebanyak 13.608 Blok Sensus dan total sampel rumahtangga sebanyak 136.080. SBH 2012 dilaksanakan secara triwulanan selama tahun 2012 sehingga setiap triwulan terdapat 34.020 sampel rumahtangga.
Paket komoditas nasional hasil SBH 2012 terdiri dari 862 komoditas. Paket komoditas terbanyak ada di Jakarta yaitu 462 komoditas, dan yang palling sedikit di Singaraja sebanyak 225 komoditas.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS di Kota Kendari pada Agustus 2017 tercatat deflasi sebesar 1,48 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 128,76 pada Juli 2017 menjadi 126, 86 pada Agustus 2017. Tingkat inflasi tahun kalender (Januari-Agustus) 2017 4,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) sebesar 4,27 persen.
Deflasi yang terjadi di Kota Kendari disebabkan oleh turunnya indeks harga pada kelompok bahan makanan 5,11 persen dan transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,81 persen. Sementara kelompok yang tercatat inflasi yaitu makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,24 persen; Kesehatan 0,15 persen; Pendidikan, Rekreasi, dan olah raga 0,10 persen; Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar serta Sandang masing-masing 0,02 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Agustus 2017 antara lain: layang/ benggol; teri; sawi hijau; bayam; daun kacang panjang muda; kerang; cakalang/sisik; katamba; celana dalam anak; dan rambe.
Sedangkan komoditas yang mengalami kenaikan harga adalah kemeja pendek katun pria; jeruk nipis/limau; garam; tomat sayur; daun kelor; piring; bandeng/bolu; roti tawar; pulpen/bollpoin; serta pensil hitam.
Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi pada Agustus 2017, yaitu: kelompok bahan makanan 1,36 dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,17.Sedangkan yang memberikan sumbangan positif yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,02 ; Perumahan, air, listrik, gas dan air minum 0,01; kelompok kesehatan serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga masing-masing 0,007 persen.
Tabel 1
IHK dan Tingkat Inflasi Kota Kendari Agustus2017, Tahun Kalender 2017, dan Tahun ke Tahun 2017, Menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)
Kelompok Pengeluaran
IHK Inflasi Bulan
Agustus20171) Laju Inflasi Tahun Kalender 20172) Inflasi Tahun Ke Tahun 3) Agustus 2016 Desember2016 Agustus 2017 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 121,66 121,68 126,86 -1,48 4,26 4,27 1 Bahan Makanan 128,75 125,29 140,75 -5,11 12,34 9,32
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok & Tembakau 126,85 129,37 131,05 0,24 1,30 3,31
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar 123,25 123,63 126,09 0,02 1,99 2,30
4 Sandang 102,55 103,38 104,56 0,02 1,14 1,96
5 Kesehatan 119,73 121,62 123,82 0,15 1,81 3,42
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 114,15 114,51 115,11 0,10 0,52 0,84
7 Transpor & Komunikasi dan Jasa Keuangan 120,30 121,68 124,42 -0,81 2,25 3,42
1) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2017 terhadap IHK bulan sebelumnya 2) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2017 terhadap IHK bulan Desember 2016 3) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2017terhadap IHK bulan Agustus2016
Gambar 1
Perkembangan Inflasi/Deflasi Kota Kendari (2012=100), Agustus2016 – Agustus 2017 -8.00 -3.00 2.00 7.00 12.00 17.00 8 9 10 11 12 1 2 3 4 5 6 7 8 U M U M Bahan Makanan
Makanan Jadi, minuman, Rokok dan Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan bakar
Sandang Kesehatan
Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga Transpor & Komunikasi dan Jasa Keuangan
2016
2017
Tabel 2
Perkembangan Inflasi dan Laju Inflasi Kota Kendari dan Nasional Bulan Januari 2015 –Agustus 2017(2012 = 100,00)
B u l a n Inflasi (%) Laju Inflasi (%)
Kota Kendari Nasional Kota Kendari Nasional
(1) (2) (3) (4) (5) Januari -0,96 -0,24 -0,96 -0,24 Februari -0,91 -0,36 -1,86 -0,61 Maret 0,57 -0,17 -1,30 -0,43 April -0,03 0,36 -1,33 -0,08 Mei 0,64 0,50 -0,70 0,42 Juni 0,28 0,54 -0,42 0,96 Juli 0,75 0,93 0,33 1,90 Agustus 0,64 0,39 0,97 2,29 September 0,61 -0,05 1,58 2,24 Oktober -0,36 -0,08 1,22 2,16 November -0,10 0,21 1,12 2,37 Desember 0,51 0,96 1,64 3,35 Januari 1,49 0,51 1,49 0,51 Februari 0,07 -0,09 1,56 0,42 Maret 0,23 0,19 1,80 0,62 April -0,62 -0,45 1,16 0,16 Mei 0,15 0,24 1,31 0,40 Juni 0,93 0,66 2,25 1,06 Juli 0,77 0,69 3,04 1,76 Agustus 0,01 -0,02 3,05 1,74 September -0,01 0,23 3,04 1,97 Oktober 0,12 0,14 3,16 2,11 November -0,22 0,47 2,93 2,59 Desember 0,13 0,42 3,07 3,02 Januari 0,88 0,97 0,88 0,97 Februari 0,49 0,23 1,37 1,21 Maret -0.,24 -0,02 1,13 1,19 April -0,13 0,09 1,00 1,28 Mei 0,68 0,39 1,69 1,67 Juni 3,58 0,69 5,33 2,38 Juli 0,46 0,22 5,82 2,60 Agustus -1,48 4,26
Tabel 3
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi di Kota Kendari Juli 2017 dan Agustus 2017(2012=100)
No. Kelompok Pengeluaran
Andil Inflasi (%) Juli Agustus (1) (2) (3) U M U M 0,46 -1,48 1. Bahan Makanan 0,42 -1,36
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0,02 0,02
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar -0,07 0,01
4. Sandang 0,01 0,001
5. Kesehatan 0,003 0,007
6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga 0,026 0,007
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan 0,06 -0,17
Gambar 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi Kota Kendari (2012=100) Agustus 2017 (Persen)
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan Makanan
Kelompok bahan makanan pada Agustus 2017 tercatat deflasi 5,11 persen atau terjadi penurunan indeks dari 148,33 pada Juli 2017 menjadi 140,75 pada Agustus 2017.
Dari sebelas subkelompok bahan makanan, tercatat delapan subkelompok diantaranya deflasi dan tiga subkelompok tercatat inflasi. Subkelompok yang tercatat deflasi adalah subkelompok ikan segar 11,30;
sayuran 7,53; bumbu-bumbuan 2,99; lemak dan minyak 1,09; kacang-kacangan 0,85; bahan makanan lainnya 0,44; serta padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,06. Sedangkan subkelompok yang mengalami inflasi adalah daging dan hasil-hasilnya 1,27; ikan diawetkan 0,80 serta telur, susu dan hasil-hasilnya 0,48.
Kelompok ini pada Agustus 2017 memberikan sumbangan deflasi sebesar 1,36 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi antara lain: layang/benggol 0,30; cakalang/sisik 0,26; bayam 0,18; teri 0,11 serta rambe 0,10.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok ini pada Agustus 2017 tercatat inflasi 0,24 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 130,74 pada Juli 2017 menjadi 131,05 pada Agustus 2017.
Semua subkelompok tercatat inflasi pada Agustus 2017 yaitu makanan jadi 0,29 persen; minuman tidak beralkohol 0,22 persen serta tembakau dan minuman beralkohol 0,12 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi yaitu roti tawar 0,01; es krim 0,003 serta air kemasan, minuman ringan, dan rokok putih masing-masing 0,002 .
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Kelompok ini pada Agustus 2017 mencatat inflasi sebesar 0,02 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 126,06 pada Juli 2017 menjadi 126,09 pada Agustus 2017.
Dari empat subkelompok tercatat satu subkelompok inflasi, dua subkelompok tercatat deflasi, dan satu subkelompok tidak mengalami perubahan/relatif stabil. Subkelompok yang tercatat inflasi adalah subkelompok perlengkapan rumah tangga 0,36 persen. Subkelompok yang mengalami deflasi yaitu subkelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,09 persen dan subkelompok biaya tempat tinggal 0,03 persen, Sedangkan subkelompok yang tidak mengalami perubahan adalah bahan bakar, penerangan dan air.
Pada Agustus 2017 kelompok ini secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi piring 0,01 persen; kompor dan panci masing-masing 0,003 persen serta setrika 0,001 persen.
4. S a n d a n g
Kelompok sandang pada Agustus 2017 tercatat inflasi sebesar 0,02 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 104,54 pada Juli 2017 menjadi 104,56 pada Agustus 2017.
Tiga subkelompok yang tercatat inflasi yaitu subkelompok sandang laki-laki 0,98 persen; barang pribadi dan sandang lain 0,25 persen dan sandang wanita 0,02 persen. Sedang satu subkelompok tercatat deflasi pada Agustus 2017 yaitu subkelompok sandang anak-anak 1,26 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,001 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan positif yaitu kemeja pendek katun pria 0,02 persen;
seragam sekolah anak dan pakaian bayi masing-masing 0,01 persen; emas perhiasan 0,004 persen dan seragam sekolah pria 0,002 persen.
5. K e s e h a t a n
Kelompok kesehatan pada Agustus 2017 tercatat inflasi 0,15 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 123,63 Juli 2017 menjadi 123,82 pada Agustus 2017.
Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok obat-obatan 0,25 persen dan perawatan jasmani dan kosmetika 0,22 persen. Sedang subkelompok subkelompok jasa kesehatan dan jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.
Kelompok ini pada Agustus 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan positif yaitu sabun mandi 0,003 persen; shampo dan obat gosok masing-masing 0,002 persen serta pelembab dan obat batuk masing-masing 0,001 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Agustus 2017 tercatat inflasi 0,10 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari 115,00 pada Juli 2017 menjadi 115,11 pada Agustus 2017.
Subkelompok yang tercatat inflasi pada Agustus 2017, yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan 0,47 persen, sedang subkelompok rekreasi mengalami deflasi sebesar 0,01 persen. Sementara subkelompok pendidikan; kursus-kursus/pelatihan serta olahraga tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.
Kelompok ini pada Agustus 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil inflasi sebesar 0,01 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan positif yaitu pulpen/bollpoin 0,003 persen, buku tulis bergaris dan pensil hitam masing-masing sebesar 0,002 persen. Sedang komoditas lain tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Agustus 2017 tercatat deflasi 0,81 persen atau terjadi penurunan indeks dari 125,44 pada Juli 2017 menjadi 124,42 pada Agustus 2017.
Subkelompok yang tercatat deflasi adalah subkelompok transpor 1,20 persen. Sedang subkelompok yang mengalami inflasi yaitu subkelompok jasa keuangan 0,20 persen serta komunikasi dan pengiriman 0,06 persen. Sementara subkelompok sarana dan penunjang transpor tidak mengalami perubahan.
Kelompok ini pada Agustus 2017 secara keseluruhan memberikan sumbangan/andil deflasi sebesar 0,17 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan negatif yaitu tarif angkutan udara sebesar 0,17 persen. Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi yaitu tarip pulsa ponsel 0,003 persen serta biaya administrasi kartu ATM 0,001 persen. Sedang komoditas lain tidak mengalami perubahan atau relatif stabil.
Tabel 3
IHK dan Inflasi Kota Kendari Menurut Kelompok dan Sub Kelompok Bulan Agustus 2017(2012 = 100)
No. Kelompok/Sub kelompok IHK Inflasi %
(1) (2) (3)
A U M U M 126,86 -1,48
I BAHAN MAKANAN 140,75 -5,11
Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 124,00 -0,06
Daging dan Hasil-hasilnya 118,67 1,27
Ikan Segar 141,79 -11,30
Ikan Diawetkan 167,53 0,80
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 127,70 0,48
Sayur-sayuran 174,45 -7,53
Kacang – kacangan 112,05 -0,85
Buah – buahan 152,43 -0,85
Bumbu – bumbuan 170,49 -2,99
Lemak dan Minyak 125,63 -1,09
Bahan Makanan Lainnya 120,92 -0,44
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK DAN TEMBAKAU 131,05 0,24
Makanan Jadi 127,00 0,29
Minuman yang Tidak Beralkohol 115,93 0,22
Tembakau dan Minuman Beralkohol 153,70 0,12
III PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS DAN BAHAN BAKAR 126,09 0,02
Biaya Tempat Tinggal 112,25 -0,03
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 172,57 0,00
Perlengkapan Rumahtangga 111,08 0,36 Penyelenggaraan Rumahtangga 123,51 -0,09 IV SANDANG 104,56 0,02 Sandang Laki-laki 104,67 0,98 Sandang Wanita 106,59 0,02 Sandang Anak-anak 112,33 -1,26
Barang Pribadi dan Sandang Lain 96,35 0,25
V KESEHATAN 123,82 0,15
Jasa Kesehatan 114,48 0,00
Obat-obatan 118,41 0,25
Jasa Perawatan Jasmani 119,42 0,00
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 133,07 0,22
VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 115,11 0,10
Pendidikan 114,75 0,00
Kursus-kursus / Pelatihan 148,24 0,00
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 106,89 0,47
Rekreasi 111,62 -0,01
Olahraga 105,84 0,00
VII TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 124,42 -0,81
Transpor 133,08 -1,20
Komunikasi Dan Pengiriman 102,49 0,06
Sarana dan Penunjang Transpor 132,86 0,00
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN
Deflasi Kota Kendari Agustus 2017 tercatat 1,48 persen dan tahun kalender (Januari - Agustus) 2017 tercatat 4,26 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016) tercatat 4,27 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama Agustus 2016 tercatat 0,01 persen, tahun kalender (Januari – Agustus) 2016 sebesar 3,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun untuk Agustus 2016 terhadap Agustus 2015 tercatat 3,73 persen.
Tabel 4
Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Tahun ke Tahun, 2013-2017
Inflasi 2013 2014 2015 2016 2017
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Agustus 1,00 -0,11 0,64 0,01 -1,48
2. (Januari - Agustus) tahun kalender 8,82 2,23 0,97 3,05 4,26
3. Agustus terhadap Agustus (year on year)
(tahun n) (tahun n-1)
8,12 0,31 6,08 3,73 4,27
PERBANDINGAN ANTARKOTA
Pada Agustus 2017 di Kota Kendari tercatat deflasi sebesar 1,48 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 126,86. Dari 82 kota IHK, empat puluh tujuh kota tercatat deflasi dan tiga puluh lima kota tercatat inflasi. Deflasi terbesar tercatat di Ambon 2,08 persen dengan IHK 128,03 dan deflasi terendah tercatat di Samarinda sebesar 0,03 persen dengan IHK 133,21. Sementara inflasi tertinggi tercatat di Lhokseumawe 1,09 persen dengan IHK 125,68 dan inflasi terendah tercatat di Batam 0,01 persen dengan IHK 129,50.
Perbandingan Antarkota di Pulau Sumatera
Kota-kota IHK diwilayah Pulau Sumatera yang berjumlah 23 kota, pada Agustus 2017 delapan kota tercatat deflasi dan lima belas kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Pangkal Pinang (Provinsi Bangka Belitung) 0,78 persen dengan IHK 134,88 dan deflasi terendah tercatat di Metro (Provinsi Lampung) 0,13 persen dengan IHK 136,31. (lihat Tabel 5).
Tabel 5
Perbandingan Indeks dan InflasiAgustus 2017 Kota-Kota di Pulau Sumatera dengan Nasional
(2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Meulaboh 128,30 0,24 2. Banda Aceh 123,11 0,42 3. Lhoksesmawe 125,68 1,09 4. Sibolga 132,94 1,01 5. Pematang Siantar 134,16 0,83 6. Medan 133,87 1,06 7. Padangsidimpsan 127,50 0,43 8. Padang 134,25 -0,36 9. Bukittinggi 126,23 0,28 10. Tembilahan 133,96 0,80 11. Pekanbaru 131,26 0,20 12. Dumai 132,13 0,14 13. Bungo 128,34 -0,19 14. Jambi 127,98 -0,19 15. Palembang 127,30 -0,20 16. Lubuklinggau 127,36 0,23 17. Bengkulu 138,86 0,19 18. Bandar Lampung 129,95 -0,42 19. Metro 136,31 -0,13 20. Tanjung Pandan 137,94 -0,70 21. Pangkal Pinang 134,88 -0,78 22. Batam 129,50 0,01 23. Tanjung Pinang 128,73 0,20
Perbandingan Antarkota di Pulau Jawa
Pada Agustus 2017 kota-kota IHK di wilayah Pulau Jawa dua puluh kota tercatat deflasi dan enam kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Surakarta (Provinsi Jawa Tengah) 1,02 persen dengan IHK 124,72, terendah tercatat di Tangerang (Provinsi Banten) 0,07 persen dengan IHK 136,35 (lihat Tabel 6).
Tabel 6
Perbandingan Indeks dan InflasiAgustus 2017 Kota-Kota di Pulau Jawa dengan Nasional
(2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. DKI Jakarta 129,88 0,13 2. Bogor 129,66 -0,36 3. Sukabumi 129,15 0,09 4. Bandung 128,07 0,06 5. Cirebon 125,61 -0,28 6. Bekasi 125,80 -0,10 7. Depok 128,55 -0,22 8. Tasikmalaya 128,23 0,23 9. Cilacap 131,79 -0,23 10. Purwokerto 126,78 -0,54 11. Kudus 135,38 -0,16 12. Surakarta 124,72 -1,02 13. Semarang 127,63 -0,48 14. Tegal 126,04 -0,30 15. Yogyakarta 126,61 -0,45 16. Jember 125,76 -0,09 17. Banyuwangi 125,12 -0,11 18. Sumenep 125,85 -0,25 19. Kediri 125,70 -0,17 20. Malang 130,01 -0,57 21. Probolinggo 125,86 -0,19 22. Madiun 127,55 -0,16 23. Surabaya 129,51 -0,19 24. Tangerang 136,35 -0,07 25. Cilegon 136,58 0,21 26. Serang 138,64 0,12
Perbandingan Antarkota di Pulau Sulawesi
Pada Agustus 2017 kota IHK di wilayah Pulau Sulawesi enam kota tercatat deflasi dan lima kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Baubau (Provinsi Sulawesi Tenggara) 1,76 persen dengan IHK 132,46 dan terendah di Manado (Provinsi Sulawesi Utara) 0,21 persen dengan IHK 129,61 (lihat Tabel 8).
Tabel 8
Perbandingan Indeks dan Inflasi Agustus 2017 Kota-Kota di Pulau Sulawesi dengan Nasional
(2012=100) Agustus IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Manado 129,61 -0,21 2. Palu 132,23 0,05 3. Bulukumba 136,39 0,39 4. Watampone 126,91 0,30 5. Makassar 130,71 -0,34 6. Pare-Pare 125,32 -0,33 7. Palopo 127,53 0,05 8. Kendari 126,86 -1,48 9. Baubau 132,46 -1,76 10. Gorontalo 126,20 -0,97 11. Mamuju 129,54 0,42
Perbandingan Antar kota Wilayah Luar Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi
Pada Agustus 2017 dari kota-kota IHK di wilayah luar Pulau Jawa,Sumatera dan Sulawesi tercatat tiga belas kota deflasi dan sembilan kota tercatat inflasi. Deflasi tertinggi tercatat di Ambon (Provinsi Maluku) 2,08 persen dengan IHK 128,03 dan terendah tercatat di Samarinda (Provinsi Kalimantan Timur) 0,03 persen dengan IHK 133,21. Sedang inflasi tertinggi tercatat di Singaraja (Provinsi Bali) 0,49 persen dengan IHK 137,26 (lihat Tabel 7).
Tabel 7
Perbandingan Indeks dan InflasiAgustus 2017
Kota-Kota di Luar Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi dengan Nasional (2012=100) K O T A Agustus IHK Inflasi/Deflasi (%) (1) (2) (3) 1. Singaraja 137,26 0,49 2. Denpasar 126,05 0,26 3. Mataram 127,17 -0,38 4. Bima 132,22 0,25 5. Maumere 123,09 0,12 6. Kupang 129,12 -0,61 7. Pontianak 139,80 0,14 8. Singkawang 130,31 0,18 9. Sampit 130,19 -1,09 10. Palangkaraya 127,09 0,12 11. Tanjung 129,73 -0,29 12. Banjarmasin 130,44 0,03 13. Balikpapan 133,25 -0,62 14. Samarinda 133,21 -0,03 15. Tarakan 140,32 -0,80 16. Ambon 128,03 -2,08 17. Tual 151,21 -2,05 18. Ternate 132,53 -1,51 19. Manokwari 123,32 -1,30 20. Sorong 129,08 -0,40 21. Merauke 132,36 -0,88 22. Jayapura 129,87 0,22
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara
Email: [email protected] Informasi lebih lanjut hubungi:
Ir. Surianti Toar, MS