PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI RANAI
BULAN OKTOBER 2015 DEFLASI 0,17 PERSEN
Pada Bulan Oktober 2015 di Ranai terjadi deflasi sebesar 0,17 persen. Kota-kota pemasok barang ke Ranai juga mengalami deflasi, deflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 1,01 persen dan terendah terjadi di Kota Jakarta sebesar 0,05 persen.
Deflasi di Ranai disebabkan oleh turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar sebesar 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 1,14 persen.Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga adalah pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,41 persen; kelompok sandang sebesar 0,38 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,62 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,01 persen.
Laju inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2015 Ranai sebesar 3,20 persen. Laju inflasi ‘year on year’
Ranai (Oktober 2015 dibandingkan dengan Oktober 2014) sebesar 6,89 persen.
Gambar 1: Inflasi Ranai Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Oktober 2015
BERITA RESMI STATISTIK
KABUPATEN NATUNABulan Oktober 2015, Ranai mengalami deflasi sebesar 0,17 persen. Deflasi Ranai bulan ini ditandai dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 122,13 pada Bulan September 2015 menjadi 121,92 di bulan ini. Terjadinya perubahan harga-harga pada 143 komoditi kebutuhan masyarakat menjadi pemicu terjadinya inflasi di Ranai Bulan Oktober 2015, dimana 70 komoditi mengalami penurunan harga/tarif, antara lain: rampela hati ayam, cumi-cumi, selar/tude, tongkol, ikan asin belah, buncis, kacang panjang, kangkung, ketimun, terong, anggur, teh, sari kedelai, semen, kipas angin, baju kaos berkerah pria, kemeja pandek anak-anak, jam tangan, play station, tarif listrik, solar, angkutan udara dan lain-lain.
Sementara 73 komoditi mengalami peningkatan harga/tarif, antara lain: beras, tepung terigu, daging ayam kampung, kembung, tenggiri, wortel, bawang putih, gula pasir, sari jeruk, batu bata, air conditioner, sabun detergen bubuk/cair, bahan baju katun, emas dan perhiasan, obat dengan resep, obat batuk, obat sakit kepala, bedak, sepatu oleh raga, ban luar motor dan lain-lain.
Tabel 1: Inflasi/Deflasi Bulanan, Inflasi/Deflasi Kumulatif, dan Inflasi/Deflasi
Year on Year Nasional dan 3 Kabupaten / Kota di Provinsi Kepulauan Riau
Kota Oktober Januari-Oktober Inflasi Tahun ke
Tahun1) 2014 2015 2014 2015 1. Ranai 2. Batam 3. Tanjungpinang 4. Nasional -0,25 0,29 0,66 0,47 -0,17 -0,67 -1,01 -0,08** 5,28 3,26 3,77 3,46 3,20 3,16 1,41 2,15** 6,89 7,51 5,04 6,24** 1)
Persentase Perubahan IHK Oktober 2015 terhadap IHK Oktober 2014
Inflasi tahun ke tahun (year on year) Kota Batam tertinggi sebesar 7,51 persen, diikuti Ranai sebesar 6,89 persen dan Kota Tanjung Pinang sebesar 5,04 persen. Inflasi year on year nasional sebesar 6,24 persen.
Gambar 2: Andil Inflasi Dominan Ranai Bulan Oktober 2015
Tabel 2: IHK dan Inflasi Nasional dan 3 Kabupaten / Kota di Provinsi Kepulauan Riau Serta Kota-kota Asal Barang di Ranai
Kabupaten / Kota Indeks Oktober 2015 Inflasi Oktober 2015 [1] [2] [3] 1. Nasional 121,57** -0,08** 2. Tanjung Pinang 121,01 -1,01 3. Batam 120,71 -0,67 4. Ranai 121,92 -0,17 5. Jakarta 122,32 -0,05 6. Pontianak 128,70 -0,07 7. Surabaya 120,73 -0,34
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa Kota Tanjung Pinang, Batam, Jakarta, Pontianak dan Surabaya yang merupakan daerah penyuplai barang/jasa ke Ranai seluruhnya mengalami deflasi, yang terbesar terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar -1,01 persen dan terendah di Kota Jakarta sebesar -0,05 persen. Hal ini sangat berpengaruh terhadap harga barang/jasa di Ranai sehingga Ranai pada Bulan Oktober 2015 mengalami deflasi yaitu sebesar 0,17 persen.
Tabel 3: IHK, Inflasi dan Andil Inflasi Ranai
Menurut Kelompok Pengeluaran Bulan Oktober 2015
Kelompok Pengeluaran Indeks Oktober 2015 Inflasi Oktober 2015 Andil Inflasi [1] [2] [3] [4] U m u m 1. Bahan Makanan
2. Makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 3. Perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 4. Sandang
5. Kesehatan
6. Pendidikan, rekreasi dan olahraga 7. Transpor, komunikasi dan Jasa keuangan
121,92 117,35 129,49 121,19 127,10 124,98 115,32 121,14 -0,17 -0,71 0,41 -0,01 0,38 0,62 0,01 -1,14 (0,17) (0,16) 0,08 (0,00) 0,02 0,03 0,00 (0,15)
Perkembangan IHK Menurut Kelompok Pengeluaran
Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun Indeks Harga Konsumen (IHK) Ranai Bulan Oktober 2015, deflasi di Ranai disebabkan oleh turunnya indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks harga yaitu kelompok bahan makanan turun sebesar 0,71 persen; kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar turun sebesar 0,01 persen; dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 1,14 persen. Sementara kelompok yang mengalami peningkatan indeks harga yaitu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,41 persen; kelompok sandang naik sebesar 0,38 persen; kelompok kesehatan naik sebesar 0,62 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga naik sebesar 0,01 persen.
1. Kelompok Bahan Makanan
Masih seperti bulan lalu kelompok bahan makanan bulan ini juga mengalami penurunan indeks harga sehingga mengakibatkan deflasi sebesar 0,71 persen, atau turun dari 118,19 di Bulan September menjadi 117,35 di bulan ini. Dari sebelas subkelompok yang menyusun kelompok bahan makanan, tercatat lima subkelompok yang menjadi pemicu terjadinya deflasi di kelompok pengeluaran ini, yaitu: subkelompok ikan segar turun sebesar 1,15 persen; subkelompok sayur-sayuran turun sebesar 7,02 persen; subkelompok buah-buahan turun sebesar 2,69 persen; subkelompok lemak dan minyak
turun sebesar 1,29 persen; dan subkelompok bahan makanan lainnya turun sebesar 0,08 persen.
Sementara subkelompok yang mendorong laju inflasi atau mengalami kenaikan harga adalah subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya naik sebesar 5,14 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya naik sebesar 0,04 persen; subkelompok ikan diawetkan naik sebesar 4,10 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya naik sebesar sebesar 0,04 persen; subkelompok kacang-kacangan naik sebesar 0,02 persen; dan subkelompok bumbu-bumbuan naik sebesar 1,32 persen.
Deflasi sebesar 0,71 persen dari kelompok bahan makanan telah memberikan andil sebesar -0,16 persen untuk menghambat terjadinya inflasi Ranai di Bulan Oktober. Sebagaimana kita ketahui bahwa kelompok pengeluaran bahan makanan termasuk volatile foods yaitu barang-barang yang harganya sangat berfluktuasi karena ketersediaan barangnya bergantung pada keadaan cuaca, musim, gangguan hama, dan distribusi.
2. Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau selalu mengalami kenaikan indeks. Kenaikan indeks bulan ini tercatat sebesar 0,41 persen atau naik dari 128,96 pada Bulan September 2015 menjadi 129,49 di bulan ini. Naiknya indeks kelompok ini disebabkan oleh naiknya indeks harga pada subkelompok makanan jadi sebesar 0,18 persen dan subkelompok minuman yang tidak beralkohol naik sebesar 1,76 persen. Sedangkan subkelompok tembakau dan minuman yang beralkohol cenderung stabil di bulan ini persen.
Terjadinya kenaikan indeks harga sebesar 0,41 persen berarti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau pada bulan ini telah mendorong laju inflasi Ranai dengan memberikan andil sebesar 0,08 persen.
3. Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks Harga Konsumen kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada Bulan Oktober 2015 ini mengalami penurunan indeks yaitu sebesar 0,01 persen atau turun dari 121,20 pada Bulan September 2015 menjadi 121,19 pada bulan ini. Dengan penurunan indeks sebesar 0,01 persen berarti kelompok perumahan, air, listrik, gas
dan bahan bakar pada bulan ini telah menghambat laju inflasi Ranai dengan andil sebesar -0,00 persen.
Menurunnya indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar pada bulan ini disebabkan oleh turunnya indeks pada subkelompok bahan bakar, penerangan dan air mengalami penurunan indeks sebesar 0,08 persen dan subkelompok perlengkapan rumah tangga turun sebesar 2,15 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal mengalami kenaikan indeks sebesar 0,16 persen dan subkelompok penyelenggaraan rumah tangga naik sebesar 1,35 persen.
4. Kelompok Sandang
Pada Bulan Oktober 2015, kelompok sandang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,38 persen atau naik dari 126,62 menjadi 127,10 pada Bulan Oktober 2015. Peningkatan indeks kelompok sandang dipicu oleh peningkatan indeks harga pada tiga subkelompok penyusunnya. Peningkatan indeks subkelompok sandang wanita mengalami kenaikan indeks sebesar 0,20 persen; subkelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,28 persen dan subkelompok barang pribadi dan sandang lain naik sebesar 1,68 persen.
Sedangkan subkelompok sandang laki-laki mengalami penurunan indeks sebesar 0,45 persen. Dengan peningkatan indeks sebesar 0,38 persen berarti kelompok sandang telah mendorong laju inflasi Ranai dengan andil sebesar 0,02 persen.
5. Kelompok Kesehatan
Bulan Oktober 2015 ini tercatat kelompok pengeluaran kesehatan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 0,62 persen dimana pada Bulan September 2015 indeks sebesar 124,21 naik menjadi 124,98 di bulan ini. Hal ini ditandai dengan naiknya subkelompok obat-obatan yang mengalami kenaikan indeks sebesar 2,96 persen dan subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika naik sebesar 0,05 persen.
Sementara subkelompok pengeluaran jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani cukup stabil di bulan ini. Dengan peningkatan indeks sebesar 0,62 persen berarti kelompok kesehatan mendorong laju inflasi Ranai dengan andil sebesar 0,03 persen.
6. Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami kenaikan indeks sebesar 0,01 persen di Bulan Oktober, atau naik dari 115,31 pada Bulan September menjadi 115,32 di bulan ini. Dengan kenaikan indeks ini berarti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mendorong laju inflasi Ranai di Bulan Oktober dengan andil sebesar 0,00 persen. Subkelompok yang menyumbang inflasi adalah subkelompok olahraga naik sebesar 1,63 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami penurunan indeks adalah subkelompok rekreasi yang mengalami penurunan indeks sebesar 0,07 persen.
Sementara subkelompok jasa pendidikan, subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan dan subkelompok kursus-kursus/pelatihan cukup stabil di bulan ini.
7. Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Kelompok pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa mengalami penurunan indeks di Bulan Oktober 2015, yaitu sebesar 1,14 persen atau turun dari 122,54 pada Bulan September 2015 menjadi 121,14 di bulan ini. Menurunnya indeks kelompok ini disebabkan terjadinya penurunan indeks harga pada subkelompok transpor sebesar 1,81 persen. Sedangkan subkelompok sarana dan penunjang transpor mengalami kenaikan indeks sebesar 0,22 persen. Sementara subkelompok komunikasi dan pengiriman dan subkelompok jasa keuangan cukup stabil di bulan ini.
Penurunan indeks sebesar 1,81 persen di Bulan Oktober 2015 pada kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan telah menghambat laju inflasi Ranai bulan ini dengan andil sebesar 0,15 persen.
Tabel 4: Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Ranai Bulan September 2015 dan Oktober 2015 (Tahun 2012 = 100)
Kelompok/Sub Kelompok IHK
September 2015 % Perub thd Agustus 2015 IHK Oktober 2015 % Perub thd September 2015 (1) (4) (5) (6) (7) U M U M / T O T A L 122,13 0,02 121,92 -0,17 I. BAHAN MAKANAN 118,19 -0,58 117,35 -0,71
Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 117,21 -0,57 119,99 5,14
Daging dan Hasil-hasilnya 109,89 -2,49 109,94 0,04
Ikan Segar 121,37 8,30 119,97 -1,15
Ikan Diawetkan 114,33 1,94 119,02 4,10
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 115,85 0,31 115,90 0,04
Sayur-sayuran 124,98 -9,16 116,21 -7,02
Kacang – kacangan 99,94 0,02 99,96 0,02
Buah – buahan 141,41 -2,98 137,60 -2,69
Bumbu – bumbuan 106,79 -2,22 108,20 1,32
Lemak dan Minyak 110,09 -0,27 108,67 -1,29
Bahan Makanan Lainnya 141,72 0,78 141,60 -0,08
II. MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 128,96 0,12 129,96 0,41
Makanan Jadi 132,42 0,09 132,42 -0,18
Minuman yang Tidak Beralkohol 116,34 0,40 118,39 1,76
Tembakau dan Minuman Beralkohol 129,26 0,00 129,26 0,00
III. PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 121,20 0,25 121,19 -0,01
Biaya Tempat Tinggal 115,25 0,23 115,44 0,16
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 136,74 -0,20 136,64 -0,08
Perlengkapan Rumahtangga 137,90 1,05 134,94 -2,15 Penyelenggaraan Rumahtangga 124,42 0,46 126,09 1,35 IV. SANDANG 126,62 0,50 127,10 0,38 Sandang Laki-laki 131,78 0,12 131,19 -0,45 Sandang Wanita 125,91 0,30 126,16 0,20 Sandang Anak-anak 123,41 1,34 123,75 0,28
Barang Pribadi dan Sandang Lain 124,77 0,40 126,86 1,68
V. KESEHATAN 124,21 0,24 124,98 0,62
Jasa Kesehatan 115,80 0,21 115,80 0,00
Obat-obatan 131,93 0,13 135,83 2,96
Jasa Perawatan Jasmani 134,51 0,00 134,51 0,00
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 125,62 0,40 125,69 0,05
VI. PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 115,31 0,18 115,32 0,01
Pendidikan 111,74 0,00 111,74 0,00
Kursus-kursus / Pelatihan 124,65 0,00 124,65 0,00
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 116,58 -1,15 116,58 0,00
Rekreasi 124,98 2,13 124,90 -0,07
Olahraga 126,73 -1,91 128,80 1,63
VII. TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 122,54 0,01 121,14 -1,14
Transpor 122,40 0,01 120,18 -1,81
Komunikasi Dan Pengiriman 111,89 0,00 111,89 0,00
Sarana dan Penunjang Transpor 154,66 0,00 155,01 0,22