• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 / HUK / 2015 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 / HUK / 2015 TENTANG"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22 / HUK / 2015

TENTANG

PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS PENYELENGGARA SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Mengingat :

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 4 huruf d Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan untuk mencapai tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, perlu dibentuk Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial;

b. bahwa mereka yang namanya tercantum dalam Lampiran Keputusan ini memenuhi syarat untuk diangkat menjadi Satuan Tugas Penyelenggara Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Pembentukan Satuan Tugas Penyelenggara

Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial;

1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

(2)

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

4. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916);

5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4967);

6. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

7. Peraturan Pemerintah Nomr 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 127, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4890);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5294);

9. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja;

10. Peraturan Presiden Nomor 165 Tahun 2014 tentang Penataan Tugas dan Fungsi Kabinet Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 339);

(3)

11. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);

12. Peraturan Menteri Sosial Nomor 86/HUK/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial;

13. Peraturan Menteri Sosial Nomor 33 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di Lingkungan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Berita Negera Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 646);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS PENYELENGGARA

SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL.

KESATU : Membentuk Satuan Tugas Penyelenggara Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial, dengan susunan keanggotaan sebagaimana dimaksud dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.

KEDUA : Satuan Tugas Penyelenggara Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU terdiri atas :

a. pengarah;

b. penjaminan mutu; c. ketua;

d. wakil ketua; e. sekretaris; f. tim kerja; dan g. sekretariat.

KETIGA : Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

a. penyusunan program kerja penyelenggaraan; b. penyusunan petunjuk pelaksanaan;

c. internalisasi dan implementasi;

d. monitoring dan penyelenggaraan; dan e. penyusunan laporan penyelenggaraan.

(4)

KEEMPAT : Pengarah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas mengarahkan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah agar sesuai dengan tujuan, kebijakan, dan rencana tindak yang telah disusun.

KELIMA : Penjaminan mutu sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas :

a. membantu pengarah dalam mengarahkan dan menyusun kebijakan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; dan

b. membantu pengarah dalam melaksanakan pengendalian untuk menjamin kualitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

KEENAM : Ketua sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas :

a. menyusun kebijakan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;

b. menyusun dan menyampaikan laporan kemajuan atas realisasi penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah secara berkala; dan

c. menyusun dan melaporkan kegiatan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial kepada Pengarah.

KETUJUH : Wakil ketua sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas:

a. mempersiapkan rencana tindak dan jadwal kegiatan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah sesuai dengan arah dan kebijakan yang telah ditetapkan;

b. mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Satuan Tugas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di lingkungan Kementerian Sosial; dan

c. menyampaikan laporan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah kepada ketua.

(5)

KEDELAPAN : Sekretaris sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA merangkap anggota tim kerja mempunyai tugas:

a. bersama-sama dengan tim kerja menyusun dan membahas rencana tindak penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan melaporkan kepada ketua;

b. bersama-sama Tim Kerja melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan monitoring penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah antar unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial.

KESEMBILAN : Tim Kerja sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas:

a. merumuskan dan menyusun rencana tindak penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah pada tingkat entitas Kementerian Sosial;

b. menyelenggarakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah pada tingkat entitas Kementerian Sosial sesuai dengan Pedoman Teknis Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah;

c. melaksanakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah antar unit kerja di lingkungan Kementerian Sosial;

d. melaksanakan monitoring penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di unit-unit kerja Kementerian Sosial;

e. mempersiapkan bahan untuk penyusunan laporan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di tingkat entitas Kementerian Sosial; dan

f. melakukan studi banding dan mengkaji penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah di luar Kementerian Sosial.

(6)

KESEPULUH : Sekretariat sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA mempunyai tugas:

a. mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah; dan

b. menyiapkan laporan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah.

KESEBELAS : Semua pembiayaan sehubungan dengan ditetapkannya Keputusan ini dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Inspektorat Jenderal Tahun Anggaran 2015.

KEDUABELAS : Dengan ditetapkannya Keputusan ini, Keputusan Menteri Sosial Nomor 61/HUK/2012 tentang Pembentukan Satuan Tugas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Lingkungan Kementerian Sosial, dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

KETIGABELAS : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember

2015, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 9 Maret 2015

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA, ttd.

KHOFIFAH INDAR PARAWANSA Salinan Keputusan ini disampaikan Kepada Yth :

1. Wakil Presiden Republik Indonesia.

2. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

3. Kepala Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.

4. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Republik Indonesia.

5. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan.

(7)

LAMPIRAN

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 22/HUK/2015

TENTANG : PEMBENTUKAN SATUAN TUGAS

PENYELENGGARA SISTEM

PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH

DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

SOSIAL. NO JABATAN DALAM TIM JABATAN DALAM INSTANSI UNIT KERJA

01 02 03 04

1. Pengarah Menteri Sosial Kementerian Sosial 2. Penjaminan Mutu 1. Sekretaris Jenderal

2. Dirjen Rehabilitasi Sosial 3. Dirjen Dayasos dan

Gulkin

4. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial

5. Kepala badan pendidikan dan Penelitian Kessos

1. Sekretariat Jenderal 2. Ditjen Rehabilitasi

Sosial

3. Ditjen Dayasos dan Gulkin

4. Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial

5. Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kessos 3. Ketua Inspektur Jenderal Inspektorat Jenderal 4. Wakil Ketua 1. Kepala Biro Organisasi

dan Kepegawaian 2. Sekretaris Inspektur Jenderal 3. Sekretaris Dirjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulanan Kemiskinan 4. Sekretaris Dirjen Rehabilitasi Sosial 5. Sekretaris Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial 6. Sekretaris Badan Pendidikan dan Penelitian Kessos

1. Biro Organisasi dan Kepegawaian 2. Sekretariat Inspektorat Jenderal 3. Sekretariat Ditjen Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan 4. Sekretariat Ditjen Rehabilitasi Sosial 5. Sekretariat Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial 6. Sekretariat Badan Pendidikan dan Penelitian Kessos

SALINAN

(8)

01 02 03 04 5. Sekretaris Inspektur IV. Bid. Penunjang Inspektorat IV. Bid.

Penunjang Penunjang 6. Tim Kerja 1. Koordinator Auditor

Insp. I Bid.

Pemberdayaan Sosial dan Gulkin

2. Koordinator Auditor Insp. II Bid. Rehabilitasi Sosial

3. Koordinator Auditor Insp. III Bid.

Perlindungan dan Jaminan Sosial 4. Koordinator Auditor

Insp. IV. Bid. Penunjang 5. Kabag. Keuangan

6. Staf Bag. Keuangan

I. Inspektorat Jenderal

1. Kabag TU Pusat Penyuluhan Sosial 2. Kabag. Verifikasi dan

Akuntansi Biro Keuangan

3. Kabag. TU Pusat kajian Hukum

4. Staf Sekretariat Jenderal

II. Sekretariat Jenderal

1. Kasubdit Pengembangan Kelembagaan Dit

Pelayanan Sosial Lanjut Usia

2. Kasubdit Rehsos Orang Dengan Kecacatan Tubuh dan Bekas Penderita Penyakit

Kronis Dit Rehsos Orang Dengan Kecacatan

3. Kasubdit Kelembagaan, Perlindungan dan

Advokasi Sosial Dit Rehsos Korban

Penyalahgunaan NAPZA

III. Ditjen Rehabilitasi Sosial

(9)

01 02 03 04 4. Staf Ditjen Rehabilitasi

Sosial.

1. Kasubdit Pengelolaan Logistik Bencana Dit Linsos Korban Bencana Alam

2. Kasubdit Pengelolaan Sumber Dana Bantuan Sosial Dit. PPSDBS 3. Kasubdit Tanggap

Darurat Dit. Linsos Korban Bencana Sosial 4. Staf Ditjen Perlindungan

dan Jaminan Sosial

IV. Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial

1. Kabag TU Puslitbang Kessos

2. Kabag TU Pusbin Jabfung

3. Peksos dan Penyuluh Sosial

4. Kabag Pengembangan Sistem Informasi Pusdatin Kessos 5. Staf Badiklit Kessos

V. Badan Pendidikan dan Penelitian Kessos

7 Sekretariat 1. Kabag Umum Itjen

2. Kabag Ortala Biro Orpeg 3. Kabag Umum Ditjen

Rehabilitasi Sosial 4. Kabag Umum Ditjen.

Linjamsos

5. Kabag Umum Ditjen Dayasos dan Gulkin 6. Kabag Umum Badiklit

Kessos 1. Inspektorat Jenderal 2. Sekretariat Jenderal 3. Ditjen Rehabilitasi Sosial 4. Ditjen. Linjamsos 5. Ditjen Dayasos dan

Gulkin

6. Badiklit Kessos 7. Inspektorat Jenderal

(10)

01 02 03 04 7. Kasub. Bag Evalap Itjen

8. Kasubag. Rumah Tangga 9. Staf Bag. Umum Itjen

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

KHOFIFAH INDAR PARAWANSA

SALINAN

Referensi

Dokumen terkait

Panti Sosial Bina Karya mempunyai tugas memberikan bimbingan, pelayanan dan rehabilitasi sosial yang bersifat kuratif, rehabilitatif, promotif dalam bentuk bimbingan pengetahuan

KETIGA : Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam diktum KEDUA, Petugas Pencatatan dan Penyusunan Laporan keuangan dan Laporan Barang Milik Negara

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Bantuan Usaha

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Nama-Nama Penerima Bantuan Usaha

dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Penetapan Desa Dalam Program Pengembangan Model Desa Sejahtera Mandiri

bahwa untuk melaksanakan dan mensukseskan peringatan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial Republik Indonesia tentang Panitia Pusat

bahwa sebagai pelaksanaan keputusan Menteri Sosial Nomor 06/HUK/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Sosial dipandang perlu menyempurnakan kembali kedudukan,

(1) Seksi Rehabilitasi Sosial Dalam Panti mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria,