MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : KEP.112/MEN/V/2008 TENTANG
KRITERIA PENILAIAN DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN
SOSIAL/PROGRAM BIDANG KETENAGAKERJAAN DAN KETRANSMIGRASIAN TAHUN ANGGARAN 2008
MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, dan pengentasan kemiskinan serta menanggulangi pengangguran diperlukan partisipasi masyarakat untuk turut serta dalam penyelesaian masalah ketenagakerjaan dan ketransmigrasian;
b. bahwa untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, masyarakat dapat diberikan bantuan sosial/program oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Sekretariat Jenderal atau Direktorat Jenderal atau Badan sesuai Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA);
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dan huruf b perlu dibuat kriteria penilaian dan mekanisme pemberian bantuan sosial/program bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 37, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3682);
2. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4786);
4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
5. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66), Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pediman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara sebagaimana telah diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 72 Tahun 2004;
8. Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketujuh atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003;
9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PKM.06/2005 tentang Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;
10. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.35.A/MEN/VII/2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Negara Bidang Ketenagakerjaan Ketransmigrasian;
11. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.05/MEN/IV/2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
12. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.16/MEN/VII/2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-06/MEN/III/2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KESATU : Kriteria penilaian dan mekanisme pemberian bantuan sosial/program bidang ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Tahun Anggaran 2008, dengan bentuk atau jenis bantuan sosial/progra, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Keputusan Menteri.
KEDUA : Bantuan sosial/program sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU diberikan dalam rangka pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan.
KETIGA : Bantuan sosial/program sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU dapat diberikan antara lain kepada :
a. Organisasi Kemasyarakatan;
b. Lembaga Swadaya Masyarakat; atau c. Perseorangan.
KEEMPAT : Persyaratan Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA ditetapkan oleh Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
KELIMA : Bantuan sosial/program sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU diberikan melalui mekanisme sebagai berikut :
a. Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan yang telah memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA mengajukan proposal kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi;
b. Proposal sebagaimana dimaksud dalam huruf a, dilakukan penilaian oleh Tim yang dibentuk oleh Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan;
c. Tim sebagaimana dimaksud dalam huruf b mempunyai tugas :
1. melakukan penilaian kelayakan dan verifikasi terhadap proposal yang diajukan oleh Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan;
2. melaporkan hasil penilaian kelayakan dan verifikasi kepada Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
d. Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan menyampaikan hasil penilaian kelayakan dan verifikasi yang dilakukan oleh Tim kepada Menteri Tanaga Kerja dan Transmigrasi untuk memperoleh persetujuan; e. Tata cara pertanggungjawaban penggunaan dana bantuan sosial/program yang
diterima oleh Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan diatur lebih lanjut oleh Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan sesuai peraturan perundang-undangan;
f. Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan penerima bantuan sosial/program wajib melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan, setelah menerima bantuan sosial/program.
KEENAM : Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan yang bersangkutan melakukan pembinaan, evaluasi dan monitoring bantuan sosial/program yang telah diberikan kepada Organisasi Kemasyarakatan atau Lembaga Swadaya Masyarakat atau Perseorangan sekurang-kurangnya 1 (satu) tahun 1 (satu) kali, dan hasilnya dilaporkan kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
KETUJUH : Biaya yang timbul sebagai akibat ditetapkannya Keputusan Menteri ini dibebankan pada anggaran Sekretaris Jenderal atau Direktur Jenderal atau Kepala Badan yang mengalokasikan dana bantuan sosial/program Tahun Anggaran 2008.
KEDELAPAN : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan dan mempunyai daya laku surut sejak Januari 2008.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Mei 2008
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
ttd
Dr. Ir. ERMAN SUPARNO, MBA., M.Si. Tembusan :
1. Sekretaris Jenderal, Depnakertrans; 2. Inspektur Jenderal, Depnakertrans;
3. Para Direktur Jenderal di Lingkungan Depnakertrans; 4. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
5. Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan;
6. Kepala Badan Penelitian, Pengembangan dan Informasi, Depnakertrans; 7. Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara ybs.
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA
NOMOR : KEP. 112/MEN/V/2008 TENTANG
KRITERIA PENILAIAN DAN MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN
SOSIAL/PROGRAM BIDANG KETENAGAKERJAAN DAN KETRANSMIGRASIAN TAHUN ANGGARAN 2008
BENTUK DAN JENIS BANTUAN SOSIAL/PROGRAM
NO. KEGIATAN JENIS BANTUAN KETERANGAN
I. Bantuan Sarana dan Prasarana Program Ketransmigrasian dalam rangka Pengen-tasan Kemiskinan dan Pengurangan Pengangguran
1. Bantuan Perlengkapan/stimulan pengembangan kelembagaan.
2. Buku tulis dan buku perpustakaan.
3. Mesin Jahit dan Mesin Obras.
4. Buku Pelajaran dan Alat Peraga SD.
5. Sound System.
6. Angkutan Peralatan Kesenian dan Pendidikan.
7. Bantuan Sosial Budaya.
8. Bibit dan Pupuk.
9. Mesin Pengepres Tanaman Jarak.
10.Kompor Masak.
11.Penerapan Teknologi Pengolah Hasil Pertanian.
12.Penerapan Teknologi Pengolah Hasil Non Pertanian.
13.Penerapan Teknologi Hasil Pertanian dan Non Pertanian Ramah Lingkungan.
14.Penerapan Teknologi Tepat Guna Mendukung Pemasaran.
15.Alat Penjernih Air.
16.Bantuan Sarana dan Prasarana.
17.Bantuan Uang TGunai.
18.Penerapan Teknologi Penerangan Jalan Umum.
19.Pembuatan Alat Pengolah Air Lahan Gambut
20.Pembuatan Fasilitas Umum Dengan Teknologi Bambu Awet Tahan Hama.
21.Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM): - Bantuan Beasiswa S2.
22.Bantuan Sosial Lainnya :
- Pengembangan Teknologi Kawasan Transmigrasi;
- Pemberdayaan Transmigran dan Masyarakat Lokal di Kawasan PLG (Dempolot), ILP, Energi LKM;
- Pembibitan Kelapa Sawit.
23.Sarana lainnya yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan di kawasan transmigrasi.
II. Bantuan Sarana dan Prasarana Program Ketena-gakerjaan dalam Penanggulangan Pengangguran
1. Subsidi Program dalam rangka Perluasan Kesempatan Kerja.
2. Pemberdayaan Masyarakat melalui Terapan Teknologi Tepat Guna.
3. Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan melalui Pendampingan.
4. Pendayagunaan Tenaga Kerja Pemuda Mandiri Profesional.
5. Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.
6. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pola Grameen Bank.
7. Padat Karya Produktif.
8. Padat Karya Infrastruktur.
9. Pemberdayaan Tenaga Kerja Perempuan melalui Pembekalan Teknis Kader Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan Penempatan Tenaga Kerja Berwawasan Gender dan Penyandang Cacat.
10.Pemberdayaan Tenaga Kerja Lansia dan Tenaga Kerja Penyandang Cacat.
11.Orientasi Kerja Bagi Tenaga Kerja Muda.
12.Pilot Proyek Pengembangan Kewirausahaan.
13.Uji Coba Inkubasi Bisnis Pencari Kerja/Masyarakat.
14.Meningkatkan Kualitas dan Keterampilan Masyarakat :
Peralatan Pelatihan Keterampilan;
Program Pelatihan.
15.Bantuan Uang Muka Perumahan Pekerja.
16.Pengembangan SDM Serikat Pekerja/Buruh.
17.Bantuan Pengembangan Koperasi Pekerja.
18.Peningkatan Usaha Produktif Bagi Pekerja di Perkebunan.
19.Sarana lainnya yang berkaitan dengan penanggulangan pengangguran.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 29 Mei 2008
MENTERI
TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA,
ttd