COMPANY PROFILE TOKO BATIK PRIMA SAPHIR SQUARE YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN PEMASARAN BERBASIS MULTIMEDIA.

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

COMPANY PROFILE TOKO BATIK PRIMA SAPHIR SQUARE

YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN

PEMASARAN BERBASIS MULTIMEDIA

Naskah publikasi

Diajukan oleh

Mohamad Nugroho Sulistiyadi

NIM :08.02.7337

Galang Okta YUdhasmara

NIM :08.02.7338

kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER

AMIKOM

YOGYAKARTA

2011

(2)
(3)

COMPANY PROFILE TOKO BATIK PRIMA AS MEDIA MARKETING INFORMATION SAPHIR SQUARE YOGYAKARTA

BASED ON MULTIMEDIA

COMPANY PROFILE TOKO BATIK PRIMA SAPHIR SQUARE YOGYAKARTA SEBAGAI MEDIA INFORMASI DAN

PEMASARAN BERBASIS MULTIMEDIA Mohamad Nugroho Sulistiyadi

Galang Okta Yudhasmara Jurusan Manajemen Informatika STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

ABSTRACT

Such modern developing advanced information technology. People who have been touched by information technology to change. Many people who begin to compete in the business world by using information technology. Even for those who are still using manual techniques, they began to miss and difficult to compete.

Along with technological developments, especially performance in the field of information technology, the use of computers to assist human task is needed toachive levels of effectiveness and high efficiency. Similarly the application of technology as a medium of information, with technology, to deliver information faster and easier.

by this author designed a company profile in one of the batik shop Yogyakarta. Company profile is one form of corporate identy which focues to provide information about the profile of a batik shop in the mall prime supernal saphir square. Saphir Square Yogyakarta is the reason that encourage excellent batik shop for conduct commercial sales of batik. Because batik is one of Indonesian cultural work which is still famous in the world. With one design company profile is expected to enhance the promotion of batik shop prime and information services to consument. Althought, for the future are expected to prime batik shop strengthen it identy into a store better in dealing with customers.

(4)

1. Pendahuluan

Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin pesat telah membawa perubahan yang sangat mendasar pada pola pikir manusia sehingga terbentuk sebuah dunia baru, interaksi baru, dan sebuah jaringan bisnis tanpa batas yaitu era globalisasi. Pada era ini sebuah perusahaan maupun Usaha Kecil Menengah (UKM) dituntut untuk lebih inovatif dalam penyajian informasi maupun strategi pemasaran sehingga mampu menyebabkan konsumen melakukan pembelian produk yang ditawarkan lewat pemasaran. Dengan teknologi informasi khususnya teknologi informasi berbasis multimedia bisa memberikan peranan penting dalam proses penyaluran informasi.

Keunggulan bersaing suatu perusahaan atau Usaha Kecil Menengah (UKM) sesungguhnya adalah keunggulan komunikasi sehingga masalah dalam bersaing adalah masalah dalam berkomunikasi. Dalam komunikasi, seperti halnya dalam arsitektur, lebih sedikit lebih baik. Usaha Kecil Menengah (UKM) maupun sebuah perusahaan harus mempertajam pesan agar masuk ke dalam pikiran konsumen. Multimedia dapat membantu mempertajam pesan tersebut karena kelebihan multimedia adalah menarik indera dan minat dan merupakan gabungan antara pandangan, suara, dan gerakan. Suatu lembaga riset dan penerbitan computer, yaitu Computer Technology Research (CTR) menyatakan bahwa orang hanya mampu mengingat 20% dari yang dilihat dan 30% dari yang didengar. Akan tetapi, orang dapat mengingat 80% dari yang dilihat, didengar, dan dilakukan sekaligus. Para pendukung multimedia menyatakan bahwa jika media berbagai indera ini dikombinasikan, maka efek yang dihasilkan melebihi penjumlahan bagian-bagiannya. Perusahaan-perusahaan top dunia yang unggul dalam bersaing menggunakannya untuk mempertajam pesan-pesan pemasarannya

.

(5)

2. Landasan Teori

2.1 Pengertian Umum Multimedia

Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi.

2.2 Elemen-Elemen Multimedia

2.2.1 Text

Merupakan elemen multimedia yang menjadi dasar utama dalam menyampaikan informasi, karena teks adalah jenis data yang paling sederhana dan membutuhkan tempat penyimpanan yang paling kecil. Biasanya dihasilkan oleh program pengolah kata dan merupakan informasi yang utama pada sebagian besar multimedia. Teks memegang peranan dasar dalam menyusun dokumen, karena hamper seluruh aplikasi multimedia menggunakan teks sebagai alat presentasi informasi yang paling sesuai untuk mendeskripsikan suatu nama, definisi atau aturan.

2.2.2 Gambar

Gambar atau grafik merupakan bagian yang penting sistem multimedia, pada dasarnya sebuah format gambar dapat direpresentasikan kedalam tipe bitmap atau vektor, perbedaan dari kedua format ini adalah pada bitmap terdapat informasi warna RGB (Red, Green, Blue) dalam pixel, sementara format vektor tidak.

2.2.3 Animasi

Animasi merupakan kumpulan gambar yang memiliki alur cerita gambar yang berbeda-beda untuk setiap framenya yang ditampilkan secara bergantian sehingga akan terlihat bergerak. Animasi dibuat khusus untuk mendukung konsep ilustrasi yang mengharuskan adegan gambar yang bergerak.

2.2.4 Video

Video merupakan elemen tambahan yang berisi rekaman dari kaset video atau yang lainnya yang bersifat analog. Kemudian dimasukkan dalam lingkungan komputer yang berubah menjadi gambar-gambar digital yang tidak jauh berbeda dengan animasi yang bersuara. Penggunaan video sudah banyak digunakan dalam aplikasi multimedia. 2.2.5 Audio/Suara

Suara adalah suatu media unik bila dibandingkan dengan media lain yang menjadi elemen multimedia. Bila bekerja dengan menggunakan suara dalam multimedia, sudah pasti akan ditemui suara yang diubah dalam bentuk digital.

(6)

2.3 Struktur Sistem Informasi Multimedia

Struktur Sistem Informasi Multimedia merupakan bagian yang sangat penting dari keseluruhan pembuatan aplikasi Multimedia. Struktur ini berguna untuk memvisualisasikan seluruh relasional dan apliksai yang sedang dibangun. Struktur ini menjelaskan organisasi file dari Macromedia sebagai perangkat lunak utama, grafik dan sumber daya lain, sehingga tidak hanya memudahkan dalam menemukan file tertentu, tetapi juga memudahkan untuk melakukan revisi pada tiap komponen dalam aplikasi Multimedia ketika dibutuhkan.

2.4 Langkah-langkah Pengembangan Sistem Multimedia

Yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem multimedia menurut Raymond MCLead, Jr5 diantaranya adalah:

2.4.1

Mendefinisikan Masalah

Analisis sistem mengidentifikasi kebutuhan pemakai dan menentukan

bahwa pemecahannya memerlukan multimedia.

2.5 Sistem Perangkat Lunak Yang Digunakan 2.5.1 Macromedia Director MX 2004

Macromedia Director adalah software yang berfungsi menyatukan berbagai media Image (citra gambar), animasi, video, audio dan teks untuk membuat sebuah produk presentasi yang lazim disebut Multimedia.

2.5.2 Adobe Photoshop CS2

Adobe Photoshop CS2 adalah salah satu software manipulasi image digital yang popular saat ini. Adobe Photoshop berguna untuk menghapus warna Image, Memperbaiki Image, Menggabungkan beberapa Image, Memberi efek khusus, seperti sorotan cahaya, tetesan air, efek timbul pada image, efek blur dan masih banyak lagi efek yang disediakan oleh Adobe Photoshop dengan menggunakan Plugin Adobe Photoshop.

2.5.3 Adobe Audition

Adobe Audition merupakan suatu program yang digunakan untuk merekam, mengedit suara dalam bentuk digital yang berbasis Windows. Program ini dilengkapi dengan modul-modul efek suara, seperti Delay, Echo, Pereduksi Noise/Hiss, Reverb, Pengatur Tempo, Pitch, Graphic Dan Parametric Equalizer.

2.6 Spesifikasi Perangkat Keras a) Processor intel pentium 4 keatas b) RAM minimal 512MB

c) Hardisk 40Gb

d) Monitor, Keyboard dan Mouse 2.7 Sistem Operasi yang Digunakan

(7)

3. Gambaran Umum

3.1 Sejarah Berdiri Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta

Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta merupakan salah satu tempat usaha yang bergerak dalam penjualan batik yang berada di Yogyakarta. Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta yang berlokasi di lantai 1 Saphire Square Yogyakarta, tepat berada di pusat kota sehingga memudahkan akses bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya. Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta mulai mendirikan usahanya pada tahun 2003. Pada tahun 2005 mulai membuka beberapa cabang toko di Saphire Square Yogyakarta. Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta sendiri merupakan toko batik yang menyediakan produk-produk bahan kain dan bahan jadi.

3.2 Latar Belakang Didirikan Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta Yogyakarta merupakan kota yang bernilai sejarah tinggi dan kota yang unik dalam sumber pariwisatanya dimana banyak turis manca negara dan turis lokal yang mengunjungi kota Yogyakarta pada setiap tahunnya. Sehingga tidak heran banyak orang yang mulai menjual makanan, barang-barang, kaos, pernak-pernik, dan batik sebagai oleh-oleh dari Yogyakarta. Dengan pertimbangan itu Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta didirikan. Disamping untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya Indonesia, selain itu Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta menyediakan tempat yang nyaman dan berkualitas sebagai tempat berbelanja batik di Saphire Square Yogyakarta.

3.3 Visi dan Misi Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta 3.3.1 Visi

Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta mengedepankan pengembangan batik, dimana komponen yang mendukung di antaranya adalah:

 Pengembangan batik di wilayah Yogyakarta termasuk pemasaran batik yang berkualitas,

 Menjadi salah satu tempat berbelanja batik yang nyaman dan berkualitas,

 Pengembangan sumber daya manusia di sekitar wilayah Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta.

3.3.2 Misi

Selain bergerak di bidang usaha pemasaran batik yang berorientasi profit. Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta juga ikut melestarikan batik sebagai budaya Indonesia.

3.4 Struktur Organisi Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta

Struktur organisasi bagi suatu unit usaha baik itu berskala kecil, menengah, atau besar merupakan unsure penting. Struktur organisasi ini memudahkan pembagian wewenang serta tanggung jawab setiap anggota organisasi. Struktur organisasi juga untuk menjelaskan tugas masing-masing dari tiap-tiap anggota organisasi. Struktur organisasi adalah merupakan perwujudan yang menunjukkan hubungan antara fungsi-fungsi dalam suatu organisasi yang bmenjalankan masing-masing secara efektif dan efisien.

(8)

Setiap unit usaha mempunyai bentuk dan model struktur organisasi yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan, dimana organisasi tersebut disusun atas beberapa bagian. Setiap[ bagian memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing dan di antara bagian-bagian tersebut mempunyai hubungan yang erat satu dengan yang lain. Jadi, jelasnya struktur organisasi menunjukkan kerangka fungsi bagian-bagian atau posisi-posisi, maupun orang-orang yang menunjukkan kedudukan, tugas, wewenang, tanggung jawab yang berbeda-beda dalam organisasi. Secara lengkap struktur organisasi Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta dapat dilihat pada gambar berikut:

Struktur Organisasi Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta

Gambar 3.1 Bagan struktur organisasi

3.5 Produk Unggulan

Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta mempunyai beberapa produk unggulan mulai dari bahan kain dan bahan jadi. Beberapa produk unggulan yang ditawarkan oleh Toko Batik Prima Saphire Square Yogyakarta antara lain:

 Bahan Kain: Sutra, Dolbi, Katun, Paris, Sanwos, Piskos, ATBM Sutra (alat tenun bukan mesin).

Bahan Jadi: Kemeja, Hem, Blous, Sekdres, dan Gamis.

PRIMA GROUP

OWNER

Anton

OWNER

Agung

OWNER

Heri

SUPERVISOR

Ari

(9)

4. Pembahasan 4.1 Identifikasi Masalah

Kendala yang dialami di perusahaan “Toko Batik Prima” yaitu sosialisasi perusahaan tersebut tidak begitu meluas sehingga masyarakat kurang memahami informasi tentang perusahaan yang bergerak di bidang penjualan batik. Oleh karena itu, dari permasalahan yang ada, penulis membuat solusi dengan membuat perangkat lunak profil perusahaan “Toko Batik Prima” yang berbasis multimedia yang di kemas dalam bentuk cd interaktif yang didalamnya berisi informasi tentang perusahaan “Toko Batik Prima” secara interaktif.

4.2. Merancang Konsep

Sebuah aplikasi multimedia sangat diperlukan konsep untuk merancang program kerja. Dengan adanya rancangan program kerja suatu pembuatan aplikasi akan berjalan terarah dan terorganisasi. Aplikasi multimedia pada Toko Batik Prima dirancang dengan sifat interaktif, interaktif disini adalah mampu menyajikan informasi secara cepat dan tepat apabila pengguna manekan tombol atau fasilitas pilihan dalam aplikasi. Dalam perancangan konsep menulis bekerjasama dengan professional komunikasi dengan pengguna.

4.3. Merancang Isi

Merupakan faktor utama yang harus diperhatikan pada kemudahan dan penyampaian informasi pembuatan aplikasi multimedia interaktif sehingga diperlukan perancangan isi yang benar-benar sempurna. Caranya adalah dengan membagi isi yang ada menjadi beberapa level atau urutan yang terinci. Sedangkan pembagian level itu sendiri didasarkan oleh beberapa faktor yang memiliki perbedaan yang menonjol.

Input multimedia berupa citra visual seperti objek gambar ataupun foto diedit dan dibuat sendiri. Sedangkan untuk input audio atau suara berupa lagu-lagu backsound diambil dari file lagu mp3, dan ada beberapa file lagu yang harus dilakukan dalam proses pengeditan.

Durasi atau lamanya tayang untuk tiap level berbeda disesuaikan dengan keinginan pengguna. Karena interaksi ini bersifat interaktif sehingga pengguna diberi kebebasan untuk mengatur navigasinya mau kemana, sesuai dengan tombol yang disediakan.

4.4. Menulis Naskah

Aplikasi ini dirancang dalam bentuk menu-menu pilihan sederhana baik dalam model teks maupun simbol gambar dengan maksud agar mudah dioperasikan oleh pengguna. Untuk itu pada menu-menu pilihan digunakan bahasa-bahasa yang biasa dipakai (familiar) yang sudah dipahami. Selain menu teks yang digunakan simbol-simbol pada sebuah tombol.

Pembukaan aplikasi tersebut diawali intro pengantar pada pengguna. Disaat program berjalan dan pengguna menggunakan aplikasi, setiap proses mengeklik sebuah tombol maka akan terdengar suara yang akan menambah kesan hidup dan menarik pada aplikasi multimedia, sehingga menghasilkan interaksi antara pengguna dan aplikasi multimedia ini.

Struktur yang digunakan pada pembuatan aplikasi multimedia ini menggunakan struktur hierarki. Bentuk hierarki yang digunakan pada aplikasi multimedia ini sebagai berikut:

(10)

Gambar 4.1 Rancangan Desain Struktur Aplikasi

4.5 Merancang Grafik

Bagian ini dilakukan proses pembuatan elemen-elemen yang diperlukan dan juga melakukan penggabungan dari beberapa software yang diperlukan. Tahapan ini adalah tahapan membangun dan mengembangan aplikasi, sesuai dengan naskah yang telah dibuat. Bagian ini merupakan kegiatan yang meliputi tentang pembuatan desain grafis yang mendukung semua dialog, membuat animasi yang sesuai dengan tema membuat teks sebagai penyampaian pesan dan juga animasi.

A

B1

C1

D1

B2 B3 B4

C2

C3

C4

C5

C6

C7

D2

D3

D4

D5

D5

D6

D7

(11)

4.5.1 Menu Utama

Tampilan awal utama. Berikut rancangan tampilan Menu Utama :

(12)

5. Penutup 5.1 Kesimpulan

Dari uraian penjelasan secara keseluruhan maka dapat diambil kesimpulan mengenai “Profil Toko Batik Prima Yogyakarta Berbasis Multimedia”, antara lain:

1. Aplikasi multimedia ini dibuat untuk menyampaikan informasi yang ada pada Toko Batik Prima Yogyakarta sebagai sarana informasi seperti Sejarah, Visi & Misi, Struktur Organisasi, Produk penjualan, dan info.

2. Dengan adanya aplikasi multimedia, pemberian informasi ke audience (masyarakat) diharapkan dapat lebih menarik dan efektif waktu untuk dapat mengenal tentang Toko Batik Prima Yogyakarta dan Produk-produk penjualannya.

3. Kelebihan aplikasi ini memudahkan para audience (masyarakat) untuk lebih mengenal Toko Batik Prima Yogyakarta tanpa memerlukan banyak waktu. 4. Kekurangan aplikasi ini tidak di sertai dengan database yang bisa di update

sewaktu-waktu, jadi jika ingin merubah atau menambahkan data penjualannya harus secara manual melalui program dir-nya.

5. Sound atau suara pada aplikasi kurang sehingga pada saat diam terdengar sunyi dan kurang interaktif.

5.2. Saran

Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan karena keterbatasan kemampuan penulis. Penulis berharap bahwa penyusunan laporan ini dapat berguna bagi Toko Batik Prima Yogyakarta pada khususnya dan pada para pembaca pada umumnya.

Untuk lebih memahami dan mengerti tentang sebuah aplikasi multimedia diperlukan pemahaman program aplikasi dan teknik pembuatan. Oleh karena itu penyusun mengemukakan beberapa saran yang sekiranya dapat dijadikan sebagai wacana dan wawasan baru yang dapat dipertimbangkan dibawah ini:

1. Dalam pembuatan aplikasi multimedia hendaknya dipikirkan sebuah tema yang jelas untuk melandasinya.

2. Penyusun mengharapkan program ini dapat lebih sempurna sesuai dengan yang diinginkan penulis.

3. Penguasaan banyak efek belum tentu menjamin dapat membuat karya multimedia yang bagus, yang terpenting adalah menguasai konsep pembuatan dan tahu kapan harus menggunakan efek tersebut.

4. Manfaat media penyimpanan yang tingkat keamanan lebih baik. Sehingga kualitas data terawat dengan baik, agar dapat digunakan kapanpun dibutuhkan, dalam hal ini media penyimpanan Compact disk (cd).

(13)

6. DAFTAR PUSTAKA

Hendratman, H. 2008. The Magic Of Macromedia Director, Bandung: Informatika.

McLeod, R. 1996. Sistem Informasi Manajemen Edisi Bahasa Indonesia jilid II, PT Prehallindo, Jakarta.

Prabowo, Eko. 2003. Presentasi Multimedia Director MX, Jakarta: Pt. Elex Media Kopuntindo

Suyanto, M. 2003. Multimedia Alat Untuk Meningkatkan Keunggulan Bersaing. Yogyakarta: Andi

Suyanto, M. 2004. Analisis & Desain Aplikasi Multimedia Untuk Pemasaran. Yogyakarta: Andi

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :