BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Permasalahan remaja yang dihadapi sekarang berkaitan dengan

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

1.1.Latar Belakang Masalah

Permasalahan remaja yang dihadapi sekarang berkaitan dengan masalah seperti pernikahan dini yang disebabkan kehamilan diluar nikah, AIDS, penyalahgunaan NAPZA, kondisi seperti ini membutuhkan pendekatan, penaganan, dan strategi demi menghindari dan mengurangi masalah tersebut mengingat remaja sebagai generasi penerus dan harapan bangsa dalam membangun negara.

Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah lembaga pemerintahan yang mempunyai fungsi dan peran yang diatur dalam undang undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, “Penduduk Tumbuh Seimbang 2015” dengan misi “mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera”.

Untuk mencapai visi dan misi tersebut, BKKBN mempunyai tugas dan fungsi untuk melaksanakan pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 56 Undang-Undang tersebut di atas. Dalam rangka pengendalian penduduk dan penyelenggaraan keluarga berencana di daerah, pemerintah daerah membentuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah yang selanjutnya disingkat BKKBD di tingkat provinsi dan kabupaten dan

(2)

kota yang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya memiliki hubungan fungsional dengan BKKBN (pasal 54 ayat 1 dan 2).1

Ditingkat provinsi DKI Jakarta badan yang membantu BKKBN pusat adalah badan pemberdayaan masyarakat dan perempuan dan keluarga berencana (BPMPKB) yang selanjutnya dalam tingkat kota administratif kantor KB.

Menurut United Nations Development Economic And Social Affairs (UNDESA, 2010), Indonesia merupakan negara ke-37 dengan jumlah pernikahan dini terbanyak di dunia di tahun 2007. Untuk level ASEAN, tingkat pernikahan dini di Indonesia berada di urutan kedua terbanyak setelah Kamboja. Menurut Riskesdas 2010, Perempuan muda di Indonesia dengan usia 10-14 tahun menikah sebanyak 0,2 persen atau lebih dari 22.000 wanita muda berusia 10-14 tahun di Indonesia sudah menikah. Jumlah dari perempuan muda berusia 15-19 tahun yang menikah lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki muda berusia 15-19 tahun (11,7 % perempuan dan 1,6 % laki-laki usia 15-19 tahun).2

"Saat ini saja pasangan nikah muda berusia 15-19 prosentasenya mencapai 46 persen, bahkan yang menikah di bawah 15 tahun sekitar 5 persen," kata Fasli Jalal Kepala BKKBN saat menghadiri pembukaan

1

Disarikan dari website www.bkkbn.go.id (sabtu,21 nopember 2015 jam : 09.00 WIB)

2 Jurnal hasil pernikahan dini.BKKBN.2011 (www.bkkbn.go.id),(Download Sabtu, 21

(3)

kampanye Peduli Kesehatan Ibu 2014 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (28/4/2014).3

Jumlah aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta pertahun. Sekitar 750.000 diantaranya dilakukan oleh remaja (BKKBN, 2011).4

Menurut Kepala Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Surya Chandra Surapaty berdasarkan data Badan Narkotika Nasional tahun 2013, sebanyak 22% dari 4 juta penduduk Indonesia adalah penyalah guna Napza. "Sekitar 880.000 penyalah guna Napza adalah pelajar, remaja dan mahasiswa.5

Selain itu Surya juga mengungkapkan data statistik remaja yang mengidap HIV/AIDS, berdasarkan laporan perkembangan HIV-AIDS triwulan III tahun 2014 Kementerian Kesehatan, masalah besar yang dihadapi saat ini adalah banyaknya kasus AIDS.

Secara akumulatif, kasus AIDS sejak tahun 1987 sampai September 2014 mencapai 55.799 kasus. Sebanyak 2,9% di antaranya berada pada kelompok usia 20-29 tahun. Dan 3,1% merupakan kelompok usia 15-19 tahun, ungkapnya.6

Dalam mengurangi jumlah tersebut BKKBN sebagai Badaan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional membuat program kampanye Generasi berencana dan membentuk badan Koordinasi Keluarga

3

http://www.tribunnews.com/kesehatan/2014/04/29/pernikahan-dini-di-indonesia-tergolong-tinggi

4

Jurnal Hasil Pernikahan Dini.2011 ( www.bkkbn.go.id ) ( Di Download Sabtu, 21 November 2015 Jam : 09.00 WIB)

5

(4)

Berencana Daerah BKKBD di setiap daerah. Selain membentuk badan koordinsi di setiap wilayah.

Perlunya strategi komunikasi dalam kampanye generasi berencana, yakni langkah langkah dan komunikasi yang strategis di dalam internal dan eksternal yang direncanakan secara matang dari perencanaan dan pelaksanaan program kampanye sampai ke tingkat kota, dalam penelitian ini peneliti meniliti di Kantor KB wilayah Jakarta Barat dalam program kampanye generasi berencana di wilayah Jakarta Barat, karna tingginya permasalah remaja yang terjadi.

Agar pelaksanaan kampanye dapat merata di wilayah Jakarta Barat dan terjangkau program komunikasi maka didalam kampanye generasi berencana dibentuk PIK, Hal tersebut disampaikan oleh Bapak Aris Pujianto selaku humas Kantor KB wilayah Jakarta Barat dalam wawancara dengan peneliti.

Dalam Program Generasi Berencana (GenRe) didalamnya Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R), dan kalau di lingkungan universitas pusat Informasi konseling remaja Mahasiswa (PIK-M), dalam program ini kita kesekolah yang sudah kita bentuk 60 sekolah, dan untuk PIK -M universitas baru kita bentuk, dan kita sudah bekerja sama dengan Universitas Mercu Buana dan baru direncanakan di universitas lainnya di

(5)

jakarta barat yakni UKRIDA dan Bina Nusantara untuk mengurangi tingginya angka permasalahan remaja.7

Karna tingginya permasalah remaja yang terjadi. Agar pelaksanaan kampanye dapat merata di wilayah Jakarta Barat dan terjangkau,maka didalam kampanye generasi berencana dibentuk PIK, Adanya PIK (Pusat Informasi dan Konseling) di Jakarta Barat ini juga sebagai langkah strategi yang dicapai untuk langkah preventif dan mengurangi jumlah remaja yang mempunyai problem seperti Sosialisasi (PUP) Pendewasaan Usia Pernikahan, peningkatan pengetahuan Kespro (kesehatan produksi), untuk menghindari dari TRIAD KRR (Tiga Resiko Remaja yang harus dihindarkan yakni NAPZA, Free sex, dan HIV/AIDS)

Penulis mengambil judul ini tertarik karena adanya program baru yang dibentuk, yakni program terbaru dari generasi berencana yang dilaksanakan oleh kantor KB, dikatakan juga didalam wawancara antara peneliti dengan staff Kantor KB wilayah Jakarta Barat.

Pelaksanaannya Genre penanganannya di adakan

lomba-lomba,sekarang dengan pembinaan dengan membuat yakni PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja).program terbarunya kita mau bentuk M (Pusat Informasi Konseling Mahasiswa) di jakarta barat dan juga PIK-masyarakat.8

Revitalisasi Program ini juga sebagai Strategi komunikasi dari kantor KB Jakarta Barat dalam meningkatkan jumlah peserta Generasi berencana, dan mengurangi angka pernikahan dini, penggunaan NAPZA, dan HIV/AIDS terutama di Generasi muda. strategi komunikasi dari kantor KB

7Aris Pujianto,(Humas Kantor Walikota Kota Administrasi Jakarta Barat), Wawancara.

(6)

dan Pusat Informasi Konseling langsung menyasar pada publik sasaran yakni remaja, pelajar ,dan mahasiswa, dengan bekerja sama dengan pihak sekolah dan universitas untuk melakukan pembinaan dan mendirikan pusat informasi konseling, hal tersebut diungkapkan Aris Pujianto.S.Sos dalam wawancara Pra penelitian dengan penelti,

Jadi kami tidak hanya kesekolah sekolah tetapi juga ke universitas .program baru di Jakarta Barat kami ke masyarakat dan kampus kampus bekerja sama dengan kampus di wilayah Jakarta Barat, membuat PIK-Mahasiswa yang bekerja sama juga dengan mahasiswa, selain itu ke masyarakat dan tidak hanya itu kami juga ke remaja- remaja di tingkat Rukun warga yang terwadah di dalam karang taruna juga,dan masyarakat seperti orang tua yang memiliki anak remaja.9

Berdasarkan data yang peneliti peroleh mengenai permasalahan remaja diatas, serta program yang sudah dilaksanakan maka dari itu peneliti tertarik meneliti program kampanye Generasi berencana Kantor KB di wilayah Jakarta Barat dalam mensosialisasikan salam genre atau TRIAD KKR (tiga resiko yang harus dihindari Seks Bebas, Napza,HIV/AIDS) dalam kampanye generasi berencana yang dilakukan Kantor KB wilayah Jakarta Barat.

1.2.Fokus Penelitian

Penelitian ini berfokus pada bagaimana strategi komunikasi Kantor Keluarga Berencana Wilayah Jakarta Barat, pada program kampanye Generasi Berencana melalui Program PIK (Pusat Informasi dan Konseling).

9 ibid

(7)

1.3.Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian peneliti di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menggambarkan strategi komunikasi Kantor KB wilayah Jakarta Barat dalam kampanye Generasi Berencana melalui PIK. 1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1 Manfaat Akademis

Secara akademis dengan adanya penelitian ini diharapkan nantinya dapat memberikan kontribusi keilmuaan bagi ilmu komunikasi, khususnya mengenai kajian program komunikasi dan kampanye yang dilakukan oleh organisasi dan Public Relations.

1.4.2. Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat memberikan gambaran secara umum strategi program komunikasi dalam kampanye Generasi Berencana yang dilakukan oleh Kantor KB wilayah Jakarta Barat.Selain itu penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai masukan atau sumbangan saran mengenai program komunikasi kampanye Generasi Berencana.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...