ARAH DAN KEBIJAKAN GREEN INVESTMENT
DISKUSI INTERAKTIF: MEWUJUDKAN INVESTASI PERUBAHAN IKLIM
PERKEMBANGAN, TANTANGAN DAN PELUANG PADA FESTIVAL IKLIM 2018
Oleh:
Hanung Harimba Rachman
TARGET NASIONAL UNTUK PENURUNAN EMISI (RPJMN 2015-2019)
• Target Indonesia, penurunan emisi GRK sekitar 26 persen pada tahun 2019
• Prioritas akan dilakukan di 5 (lima) sektor: kehutanan dan lahan gambut, pertanian, energi dan
transportasi, industri, dan limbah. Dengan sasaran pembangunan sebagai berikut:
No.
Pembangunan
Baseline 2014
Sasaran 2019
1
Emisi Gas Rumah Kaca (GRK)
15,5%
Turun 26%
2
Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH)
63,0-64,0
66,5-68,5
3
Tambahan Rehabilitasi Hutan
2 juta ha (dalam dan luar kawasan)
750 ribu ha (dalam kawasan)
Oil , 52%
Natural Gas,
Coal, 15%
Hydro power, 3%
Geothermal , 1%
Oil, 20%
Renewable
energy; 17%*
Natural Gas,
30%
Biofuel (5%)
*): Keterangan
Roadmap Kebijakan Energi Nasional
EMISI GAS RUMAH KACA (GRK) SEKTORAL, 2000-2014
Energi
31%
Proses Industri dan
Penggunaan Produk
3%
Pertanian
8%
Limbah
6%
Penggunaan Lahan,
Perubahan
Penggunaan Lahan dan
Kehutanan
35%
Kebakaran Lahan
Gambut
SUMBER EMISI UTAMA PROVINSI DI INDONESIA
•
Pada 2013 Indonesia baru mencapai 2.25% dari
keseluruhan target penurunan emisi gas rumah kaca di
tingkat provinsi tahun 2020.
•
Melihat bahwa Indonesia hanya memiliki sisa empat
tahun, provinsi-provinsi di Indonesia harus mendorong
implementasi yang lebih baik untuk mengejar
AMANAT UU PENANAMAN MODAL TERKAIT LINGKUNGAN HIDUP
No.
Pasal
Keterangan
1
Pasal 3 Ayat (1)
Huruf h
Penanaman modal diselenggarakan berdasarkan asas berwawasan lingkungan (asas penanaman
modal yang dilakukan dengan tetap memperhatikan dan mengutamakan perlindungan dan
pemeliharaan lingkungan hidup)
2
Pasal 12 Ayat (3)
Pemerintah berdasarkan Peraturan Presiden menetapkan bidang usaha yang tertutup untuk
penanaman modal, baik asing maupun dalam negeri, dengan berdasarkan kriteria kesehatan, moral,
kebudayaan, lingkungan hidup, pertahanan dan keamanan nasional, serta kepentingan nasional
lainnya
3
Pasal 15 Huruf b
Setiap penanam modal berkewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan (tanggung
jawab yang melekat pada setiap perusahaan penanaman modal untuk tetap menciptakan hubungan
yang serasi, seimbang, dan sesuai dengan lingkungan, nilai, norma, dan budaya masyarakat setempat
4
Pasal 16 Huruf d
Setiap penanam modal bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup
5
Pasal 17
Penanam modal yang mengusahakan sumber daya alam yang tidak terbarukan wajib mengalokasikan
dana secara bertahap untuk pemulihan lokasi yang memenuhi standar kelayakan lingkungan hidup,
yang pelaksanaannya diatur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
6
Pasal 18 Ayat (3)
Huruf g
Penanaman modal yang mendapat fasilitas sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah yang
sekurang-kurangnya memenuhi salah satu kriteria menjaga lingkungan hidup
7
Pasal 24 Huruf b
Kemudahan pelayanan dan/atau perizinan atas fasilitas perizinan impor sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 21 huruf c dapat diberikan untuk impor barang yang tidak memberikan dampak negatif
terhadap keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, dan moral bangsa
8
Pasal 30 Ayat (7)
Huruf a
Dalam urusan pemerintahan di bidang penanaman modal, yang menjadi kewenangan Pemerintah
adalah penanaman modal terkait dengan sumber daya alam yang tidak terbarukan dengan tingkat
RENCANA UMUM PENANAMAN MODAL (PERPRES NO. 16 TAHUN 2012)
•
Pasal 2 Perpres 16 Tahun 2012 mencantumkan bahwa arah kebijakan penanaman modal, meliputi:
•
Perbaikan iklim penanaman modal
•
Persebaran penanaman modal
•
Fokus pengembangan pangan, infrastruktur, dan energi
•
Penanaman modal yang berwawasan lingkungan (Green Investment)
•
Pemberdayaan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK)
•
Pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal
•
Promosi penanaman modal
•
Arah kebijakan penanaman modal yang berwawasan lingkungan (Green Economy), antara lain:
•
Perlunya sinergi dengan kebijakan dan program pembangunan lingkungan hidup , khususnya
program pengurangan emisi gas rumah kaca pada sektor kehutanan, transportasi, industri, energi,
dan limbah, serta program pencegahan kerusakan keanekaragaman hayati
•
Pengembangan sektor-sektor prioritas dan teknologi yang ramah lingkungan, serta pemanfaatan
potensi sumber energi baru dan terbarukan
•
Pengembangan ekonomi hijau (Green Economy)
•
Pemberian fasilitas, kemudahan, dan/atau insentif penanaman modal diberikan kepada
penanaman modal yang mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup termasuk
pencegahan pencemaran, pengurangan pencemaran lingkungan, serta mendorong perdagangan
karbon (carbon trade)
DEFINISI GREEN INVESTMENT
• Green Investment adalah kegiatan penanaman modal yang berfokus kepada perusahaan atau
prospek investasi yang memiliki komitmen kepada konservasi sumber daya alam, produksi serta
penemuan sumber alternatif energi baru dan terbarukan (EBT), implementasi proyek air dan udara
bersih, serta kegiatan aktivitas investasi yang ramah terhadap lingkungan sekitar.
• Fokus pengembangan ekonomi hijau (Green Economy) harus sejalan dengan tujuan pembangunan
lingkungan hidup seperti: perubahan iklim, pengendalian kerusakan keanekaragaman hayati dan
pencemaran lingkungan, serta penggunaan energi baru dan terbarukan
• Menurut Kementerian Perindustrian RI, Green Investment harus memiliki aspek:
• Penggunaan material input ramah lingkungan
• Intensitas material input rendah
• Penerapan konsep reduce, reuse, recycle, dan recovery
• Intensitas energi rendah
• SDM yang memiliki tingkat kompetensi dibidangnya dan memiliki wawasan lingkungan,
khususnya efisiensi sumber daya
• Volume air yang digunakan lebih rendah dan memenuhi baku mutu lingkungan
• Low carbon technology
RENCANA DAN REALISASI INVESTASI GREEN INVESTMENT, 2010-TW3/2017
No.
Kelompok Bidang Usaha
PMA (USD juta)
PMDN (Rp miliar)
Rencana
Realisasi
% Realisasi
Rencana
Realisasi
% Realisasi
1
Kehutanan (KBLI 02)
30,4
5,3
17,4
0,0
0,0
-2
Pengusahaan Tenaga Panas Bumi (KBLI 0620)
1.087,1
864,9
79,6
4.605,2
0,0
0,0
3
Industri Pengolahan (KBLI 2011)
547,3
1.412,3
258,1
6.410,8
2.257,8
35,2
4
Pengadaan Listrik (KBLI 3510)
25.135,2
2.477,6
9,9
169.317,0
28.553,5
16,9
5
Pengelolaan Sampah dan Daur Ulang (KBLI 38)
392,3
3,3
0,8
1.572,4
53,1
3,4
• Kelompok sektor investasi yang berpotensi didorong sebagai investasi hijau (Green Investment):
• Kehutanan*
• Pengusahaan tenaga panas bumi (geothermal)
• Industri pengolahan (industri biofuel)
• Pengadaan listrik (EBT, biogas, sampah)
• Pengelolaan sampah dan daur ulang
Keterangan:
* Yang dikelola secara ramah lingkungan
Rencana dan Realisasi Investasi per Kelompok Bidang Usaha Potensial
Investasi Hijau (Green Investment)
DAFTAR NEGATIF INVESTASI UNTUK GREEN INVESTMENT (1)
PERATURAN
PRESIDEN
REPUB
LI
K INDONE
SIA
NO
M
O
R
44 TA
H
UN
201
6 TE
NT
A
NG D
A
FTAR BID
ANG USAHA YA
NG
TER
TUTUP
DAN
B
IDANG U
S
AHA
YANG TERBUKA
D
EN
G
AN
P
ERSYARATAN
Dl
BIDANG PENANAMAN MO
D
AL
No.
BIDANG USAHA
KBLI
DNI
Sektor Energi
1.
Pengumpulan Sampah Tidak Berbahaya
38110
Terbuka 100%
2.
Pengelolaan dan pembuangan sampah
tidak berbahaya, dengan atau tanpa
menghasilkan bahan bakar substitusi
38211
Terbuka 100%
3.
Pengadaan gas bio, termasuk perngolahan
bahan bakar gas yang dapat dimanfaatkan
secara langsung sebaga bahan bakar yang
dihasilkan dari sampah/limbah
35203
Terbuka 100%
4.
Jasa Pengoperasian dan Pemeliharaan
Panas Bumi
06202
PMA Maks.90%
5.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
dengan Kapasitas < 10 MW
DAFTAR NEGATIF INVESTASI UNTUK GREEN INVESTMENT (2)
No.
BIDANG USAHA
KBLI
DNI
Sektor Perdagangan
1. Jasa Survei Lingkungan Hidup
00000
PMDN 100%
Sektor Kehutanan
1. Pengusahaan Perburuan di Taman Buru dan
Blok Buru
93193
93229
PMA Maks. 49%
2.
Penangkaran Satwa dan Tumbuhan serta
Lembaga Konservasi
0172
PMA Maks. 49%
3.
Pengusahaan Pariwisata Alam berupa
Pengusahaan Sarana, Kegiatan dan Jasa
Ekowisata dalam Kawasan Hutan meliputi
Wisata Tirta, Wisata Petuangalan Alam dan
Wisata Gua
93241
93242
93243
93249
93223
93222
PMA Maks. 51% atau 70% bagi penanam
modal dari negara-negara ASEAN
PERATURAN
PRESIDEN
REPUB
LI
K INDONE
SIA
NO
M
O
R
44 TA
H
UN
201
6 TE
NT
A
NG D
A
FTAR BID
ANG USAHA YA
NG
DAFTAR NEGATIF INVESTASI UNTUK GREEN INVESTMENT (3)
No.
BIDANG USAHA
KBLI
DNI
Sektor Kehutanan
4.
Pengadaan dan peredaran benih dan bibit
tanaman hutan
46207
PMDN 100%
5.
Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air di
Kawasan Hutan
02209
PMDN 100%
6.
Penangkapan dan Peredaran Tumbuhan dan
Satwa Liar dari Habitat Alam
01711
01712
01713
01714
01715
PMDN 100% dan
rekomendasi dari
KLHK
7.
Penangkapan Spesies Ikan yang Tercantum
dalam Appendix I Convention on International
Trade in Endangered Species of Wild Fauna and
Flora (CITES)
10719
Tertutup
PERATURAN
PRESIDEN
REPUB
LI
K INDONE
SIA
NO
M
O
R
44 TA
H
UN
201
6 TE
NT
A
NG D
A
FTAR BID
ANG USAHA YA
NG
DAFTAR NEGATIF INVESTASI UNTUK GREEN INVESTMENT (4)
No.
BIDANG USAHA
KBLI
DNI
Sektor Kelautan dan Perikanan
1.
Budidaya Koral / Karang Hias
0172
7
Rekomendasi dari KLHK
2.
Pemanfaatan koral / Karang dari Alam untuk
Bahan Bangunan / Kapur / Kalsium, Akuarium
dan Souvenir / Perhiasan serta Koral Hidup atau
Koral Mati dari Alam
0311
7
Tertutup
Sektor Perindustrian
1.
Industri Bahan Aktif Pestisida
2021
1
Tertutup
2.
Industri Bahan Kimia Industri dan Bahan Perusak
Lapisan Ozone
2011
9
Tertutup
3.
Industri Bahan Kimia Daftar-1 Konvensi Senjata
Kimia Sebagaimana Tertuang Dalam Lampiran I
2011
9
Tertutup
PERATURAN
PRESIDEN
REPUB
LI
K INDONE
SIA
NO
M
O
R
44 TA
H
UN
201
6 TE
NT
A
NG D
A
FTAR BID
ANG USAHA YA
NG
INSENTIF FISKAL DAN NON-FISKAL BAGI GREEN INVESTMENT
BEA MASUK
DITANGGUNG
PEMERINTAH
(Peraturan Menteri Keuangan No.76
Tahun 2012)
Untuk memenuhi
penyediaan barang
dan/atau jasa untuk
kepentingan umum dan
peningkatan daya saing
industri tertentu di dalam
negeri
Kriteriasektorindustri
FASILITAS BEA
IMPOR
(Peraturan Menteri Keuangan
No.76 Tahun 2012)
pengecualian bea impor
selama 2 tahun
atau
4
tahun
untuk perusahaan
yang menggunakan mesin
produksi lokal (minimal
30%) dan dapat
diperpanjang 1 tahun.
Mesin, barang, bahan
bakuuntukproduksi
Yang memproduksi
barang
dan/atau
jasa
dalam bidang:
1.
Budaya dan Pariwisata
2.
Transportasi Umum
3.
Kesehatan Masyarakat
4.
Pertambangan
5.
Konstruksi
6.
Telekomunikasi
7.
Pelabuhan
Industri
Investasi baru atau
PMA & PMDN
• Belum diproduksi di dalam
negeri
• Sudah diproduksi di dalam
negeri namun belum
memenuhi spesifikasi yang
dibutuhkan
• Sudah diproduksi di dalam
negeri namun jumlahnya
belum mencukupi
Kriteriabarang/ bahan
impor
PEMBEBASAN
PAJAK
(Peraturan Menteri Keuangan No.159
Tahun 2015)
5-10
tahun
Pembebasan pajak
,
terhitung sejak tahap
produksi komersial.
Industri pionir
1. Industri logam dasar;
2. Industri pemurnian minyak
bumi dan/atau
kimia
dasar organik (biofuel)
;
3. Industri mesin;
4. Industri dengan sumber
daya terbarukan;
5. Industri peralatan
komunikasi.
50
%
tambahan
dua tahun
Pengurangan pajak
penghasilan setelah
periode berakhir dan
bisa diperpanjang.
Rp
1
trilliun
minimal rencana
investasi & badan
hukum setelah
PENGURANGAN
PAJAK
(Peraturan Pemerintah No.9
Tahun 2016)
145
bidangusaha
Berhak masuk dalam
kriteria, dari hanya
143 bidang dalam
peraturan
sebelumnya.
30
% darinilaiinvestasi
Pengurangan dari PPh
badan netto selama 6
tahun, 5% per tahun.
Memenuhi
persyaratan khusus
antara lain: jumlah investasi dan
tenaga kerja minimal,serta lokasi
proyek (terutama di luar Pulau Jawa).
Pertanian
• Peternakan Sapi • Jagung • Kedelai • Padi • Buah TropisPembangkit
• Geothermal • Renewable energyMinyak dan Gas
• Kilang Minyak
Industri Manufaktur
• Baja dan Besi • Pakaian • Semi konduktor • Komponen Elektronik • Komputer • Alat Komunikasi • Televisi • Ban • Farmasi • Kosmetik