• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III MODEL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III MODEL PENELITIAN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

27 BAB III

MODEL PENELITIAN

3.1 Setting dan Karakteristik Subjek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di kelas 5 di SD Salatiga 03 pada mata pelajaran matematika semester genap tahun pelajaran 2013/2014, dengan subjek penelitian siswa kelas 5 sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan.

Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 sebanyak 40 siswa yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 20 siswa perempuan tentu saja memiliki perbedaan antara siswa-siswi dalam kemampuan menangkap materi yang diajarkan, ada yang pintar, ada yang sedang dan ada yang kurang. Hal ini dibuktikan dengan ada beberapa siswa yang mendapat nilai melebihi nilai KKM, ada siswa yang hanya mencapai nilai KKM, dan ada siswa yang mendapatkan nilai dibawah nilai KKM. Banyak penyebab yang membuat perbedaan tersebut, antara lain keaktifan dan kerajinan siswa dalam belajar, orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya, atau orang tua dengan latar belakang pendidikan rendah sehingga orang tua kesulitan membantu siswa-siswi dalam belajar di rumah.

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Variabel

Priyatno (2010: 8) menyatakan “variabel adalah suatu konsep yang beragam atau bervariasi. Variabel dibedakan menjadi dua yaitu: (1) Variabel bebas yaitu (variabel independen) yaitu variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Problem Solving. (2) Variabel terikat (variabel dependen) yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah hasil belajar.

(2)

3.3 Model Penelitian Tindakan Kelas

Model penelitian yang digunakan mengacu pada rancangan Kemmis & Taggart. Rancangan Kemmis & Taggart mencakup sejumlah siklus, masing-masing terdiri dari tahap-tahap : perencanaan (plan), pelaksanaan dan pengamatan (act & observe), dan refleksi (reflect). Tahapan-tahapan ini berlangsung secara berulang-ulang, sampai tujuan penelitian tercapai. Dituangkan dalam gambar, rancangan Kemmis & Taggart sebagai berikut :

Diagram 2

Siklus dalam Rancangan Kemmis & Taggart

Langkah pertama pada setiap siklus adalah penyusunan rencana tindakan. Tahapan berikutnya pelaksanaan dan sekaligus pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hasil pengamatan kemudian dievaluasi dalam bentuk refleksi. Apabila hasil refleksi siklus pertama memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan, maka selanjutnya disusun lagi rencana untuk dilaksanakan pada siklus kedua. Demikian seterusnya sampai hasil yang diinginkan benar-benar tercapai.

3.4 Prosedur Penelitian

Rencana tindakan merupakan rencana atau rancangan yang akan dilaksanakan oleh peneliti sebagai acuan kegiatan yang dilaksanakan. Desain yang digunakan adalah desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemis dan Mc

(3)

Tagart yang tiap-tiap siklus terdiri dari perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflection).

Diagram 3

Siklus Penelitian Tindakan Kelas 3.4.1 Rencana Siklus 1

1. Perencanaan (planning)

Pada tahap ini dilakukan apa saja yang akan direncanakan untuk mengatasi masalah yang ada di sekolah berdasarkan indentifikasi yang dilakukan pada tahap pra penelitian. Peneliti dan guru merencanakan apa saja segala keperluan dalam penelitian ini, mulai dari merancang skenario pembelajaran (RPP), menyiapkan materi/bahan ajar untuk pembelajaran dengan menggunakan problem solving, evaluasi, serta lembar observasi. Semuanya dipersiapkan secara matang. Dalam tahap ini juga diperhitungkan segala kendala untuk melakukan antisipasi agar penelitian dapat berlangsung dengan baik sesuai hipotesis yang telah ditentukan.

Tindakan dan Observasi

Rencana awal

Rencana yang Direvisi Refleksi

Tindakan dan Observasi Refleksi

(4)

2. Tindakan (acting)

Tahap ini merupakan pelaksanaan atau implementasi dari rencana yang telah dibuat pada tahap perencanaan yaitu dengan melaksanakan tindakan yang sesuai dengan skenario yang telah dibuat dalam kegiatan pembelajaran dan melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai materi yang telah ditentukan. Pada tahap tindakan ini menerapkan model problem solving.

3. Observasi (observing)

Kegiatan observasi ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pada tahap tindakan atau acting. Data yang dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil intruksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang telah dikembangkan oleh peneliti.

Pengamatan dilakukan terhadap proses pembelajaran menggunakan lembar observasi untuk guru dan siswa. Data yang dikumpulkan berupa data tentang proses mengajar guru dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran akibat dari pelaksanaan tindakan.

4. Refleksi (reflection)

Pada tahap ini merupakan tahap yang amat penting yaitu tahapan untuk memproses data yang didapat saat dilakukan pengamatan. Data yang didapatkan kemudian dikaji dan dianalisis tentang segala sesuatu yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya seperti keadaan siswa, suasana kelas ataupun langkah-langkah mengajar yang telah diterapkan oleh guru yang kemudian digunakan untuk menetapkan langkah pada siklus 2.

3.4.2 Rencana Siklus 2

Tahap pada siklus 2 ini diawali dengan identifikasi masalah berdasarkan hasil refleksi pada siklus 1. Masalah-masalah yang timbul pada siklus 1 kemudian ditetapkan alternatif pemecahan masalahnya dengan harapan tidak terulang kembali pada siklus 2.

(5)

1. Perencanaan (planning)

Masalah yang ada pada siklus 1 yang belum berhasil diverifikasi kemudian dianalisis, menyusun rencana untuk mengatasi masalah pada siklus 1. Bersama-sama dengan guru kelas menyusun rancangan kegiatan pembelajaran serta merencanakan apa saja segala keperluan dalam penelitian ini, mulai dari merancang skenario pembelajaran (RPP), menyiapkan materi/bahan ajar untuk pembelajaran dengan menggunakan model problem solving, evaluasi, serta lembar observasi.

2. Tindakan (acting)

Melaksanakan tindakan yang telah direncanakan pada siklus 2 berdasarkan hasil refleksi pada siklus 1. Tentu saja disesuaikan dengan penggunaan problem solving.

3. Observasi (observing)

Kegiatan observasi ini dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pada tahap tindakan atau acting. Data yang dikumpulkan pada tahap ini berisi tentang pelaksanaan tindakan dan rencana yang sudah dibuat, serta dampaknya terhadap proses dan hasil intruksional yang dikumpulkan dengan alat bantu instrumen pengamatan yang telah dikembangkan oleh peneliti. Pengamatan dilakukan terhadap proses pembelajaran menggunakan lembar observasi untuk guru dan siswa. Data yang dikumpulkan berupa data tentang proses mengajar guru dan keaktifan siswa selama proses pembelajaran akibat dari pelaksanaan tindakan. Refleksi (reflection).

Peneliti menganalisis hasil pembelajaran siklus 2, kemudian melakukan refleksi terhadap strategi yang dilakukan dalam tindakan kelas. Jika hasil yang dicapai oleh siswa belum sesuai dengan yang diharapkan, maka peneliti merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya.

3.5 Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data 3.5.1 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Sugiyono (2010: 308) teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian

(6)

adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, tes, dan dokumentasi.

1. Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data. Marshall (dalam Sugiyono 2010: 310), menyatakan bahwa “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut. Dengan kata lain, observasi dapat mengukur atau menilai hasil dan proses belajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar, tingkah laku guru dalam mengajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam simulasi, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar.

Pengamatan dilakukan saat pelaksanaan pembelajaran berlangsung. Pengamatan ini bertujuan untuk mengetahui terlaksananya kegiatan sesuai rencana pembelajaran dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran matematika dengan penerapan problem solving di SD Salatiga 03.

2. Tes ini dilakukan untuk memperoleh data tentang peningkatan hasil belajar siswa dan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar yang dilakukan diakhiri kegiatan setiap siklus dengan memberi sejumlah soal tes kepada subyek penelitian kepada siswa kelas 5 SD Salatiga 03.

3. Dokumentasi. Menurut Sugiyono (2010: 329), dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumentasi bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk mendapatkan data-data yang diperlukan sebagai data awal penelitian yang berupa jumlah siswa, daftar nama siswa, dan daftar nilai siswa kelas 5 SD Salatiga 03 serta Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah dibuat dengan bekerja sama dengan guru kelas dan foto-foto yang membuktikan proses pembelajaran mulai siklus 1 sampai siklus 2.

(7)

3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data menurut Trianto (2011:54) adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan data agar kegiatan tersebut sistematis dan dipermudah olehnya.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan soal tes.

1. Kisi-kisi Lembar Observasi

Lembar observasi digunakan untuk mengamati kegiatan mengajar guru dan kegiatan siswa mulai dari awal pembelajaran, saat pembelajaran sedang berlangsung sampai akhir pembelajaran. Dalam lembar observasi guru dan siswa, hal yang diamati pada intinya adalah kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir pembelajaran sesuai dengan indikator dalam kisi-kisi lembar observasi di bawah ini.

Tabel 3

Kisi-Kisi Lembar Observasi Guru

No Aspek yang diamati Nomor

1 Pra pembelajaran 1,2 2 Pembukaan 3,4 3 Kegiatan inti a. Penguasaan materi 5,6,7,8 b. Pendekatan/strategi 9,10,11,12,13, 14,15 c. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar 16,17,18,19 d. Pembelajaran yang menantang dan memacu

keterlibatan siswa

20,21,22,23, 24,25 e. Penilaian proses dan hasil belajar 26,27

f. Penggunaan bahasa 28,29,30

4 Penutup 31,32,33

Tabel 4

Kriteria Penilaian Observasi Guru

No Skor Kualifikasi 1 116 – 132 A 2 95 – 115 B 3 74 – 94 C 4 54 – 74 D 5 33 – 53 E

(8)

Di bawah ini merupakan kisi-kisi lembar observasi aktivitas belajar siswa yang telah disusun adalah sebagai berikut.

Tabel 5

Kisi-kisi Lembar Observasi Aktivitas Siswa

No Aspek yang diamati Nomor

1 Pra pembelajaran 1,2

2 Kegiatan awal pembelajaran 3,4

3 Kegiatan inti pembelajaran

a. Penjelasan materi pembelajaran 5,6,7,8

b. Pendekatan/strategi pembelajaran 9,10,11,12,13, 14,15 c. Pemanfaatan media pembelajaran/sumber belajar 16,17,18 d. Penilaian proses dan hasil belajar 19,20

e. Penggunaan bahasa 21

4 Penutup 22,24

Tabel 6

Kriteria Penilaian Observasi Siswa

No Skor Kualifikasi 1 83 – 92 A 2 70 – 82 B 3 47 – 69 C 4 24 – 46 D 5 23 – 35 E 3.6 Indikator Kinerja

Pelaksanaan tes pada akhir siklus akan membantu peneliti dalam mendapatkan data tentang penguasaan materi yang telah diajarkan yang menandakan sebagai hasil belajar. Untuk mengukur keberhasilan pembelajaran tiap siklus, tolak ukurnya adalah sistem belajar tuntas yaitu pencapaian nilai Kriteria Minimal (KKM) yang ditentukan sebesar ≥ 68 dan dengan batas ketuntasan minimal adalah 75%.

3.7 Analisis Data

Analisis data dilakukan setelah seluruh data yang akan diteliti telah terkumpul, data yang terkumpul berupa data kuantitatif yang berupa skor hasil belajar siswa. Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis

(9)

ketuntasan belajar dan analisis komparatif dengan teknik analisis yang digunakan dengan presentase, menghitung rata-rata (mean), skor minimal, skor maksimal pada tiap akhir siklus kemudian membandingkan nilai tes serta presentase ketuntasan kondisi awal (prasiklus), siklus 1, dan setelah siklus 2 untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa, dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Nilai Rata-rata = 𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉𝒂𝒏 𝒔𝒆𝒍𝒖𝒓𝒖𝒉 𝒔𝒊𝒔𝒘𝒂 𝑩𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝑺𝒊𝒔𝒘𝒂

Nilai rata-rata merupakan perbandingan antara jumlah skor perolehan tes oleh siswa dibanding dengan banyaknya siswa yang mengikuti tes.

Persentase Ketuntasan = 𝑩𝒂𝒏𝒚𝒂𝒌𝒏𝒚𝒂 𝒔𝒊𝒔𝒘𝒂 𝒕𝒖𝒏𝒕𝒂𝒔

𝑱𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒔𝒊𝒔𝒘𝒂 𝑥 100 %

Presentase ketuntasan merupakan hasil perbandingan banyaknya siswa tuntas dibandig dengan jumlah total siswa yang mengikuti tes dan dikalikan dengan seratus persen.

Untuk menentukan penyajian tabel distribusi frekuensi bergolong dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Menghitung rentang (R)

Rentang = data terbesar – data terkecil 2. Menentukan banyaknya kelas (k)

Kelas dapat ditentukan dengan menggunakan aturan Strurgess yaitu: k = 1 + 3,3 log n

3. Menghitung interval kelas (i) i = R/k

Referensi

Dokumen terkait

kesesuaian tindakan aktor yang terlibat. • Yang menunjukkan bahwa lebih berpengaruh dibandingkan variabel lainnya, yang mana menunjukkan besarnya kekuatan masyarakat dalam

Kantor DPRD sendiri memiliki Persatuan Wartawan Legislatif (PWL) Tugas persatuan wartawan legislatif ini biasa nya meliput atau memuat berita tentang apa saja

Berfungsi mengatur dan mengendalikan kegiatan bagian pelayanan keperawatan sesuai dengan visi dan misi Rumah Sakit Roemani menuju terwujudnya pelayanan keperawatan yang prima.

membukukan dana MAP dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta I pada Rekening KSP/USP Koperasi. menarik dan menerima angsuran jasa/bunga serta pembayaran angsuran

bermacam bentuk, seperti gerakan separatis dan lain-lain, antara lain: Gerakan Separatis dengan lepasnya Timor Timur dari Indonesia yang dimulai dengan

Saran peneliti untuk penelitian selanjutnya adalah perlu dilakukan penelitian untuk meneliti dosis toksik, efek samping, dan dosis efektif, dilakukan penelitian

Field research adalah sumber data yang diperoleh dari lapangan penelitian yaitu mencari data terjun langsung ke obyek penelitian untuk memperoleh data yang kongret

3.3.1.5 Melalui kegiatan pengamatan yang dipandu dengan LKPD 2, peserta didik dapat mengidentifikasi sendi-sendi yang bekerja dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan