• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Permasalahan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang Permasalahan

Salah satu aspek individu yang diukur melalui pengukuran psikologis adalah kepribadian. Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi, tempramen, ciri-ciri khas dan perilaku seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen ini akan terwujud dalam tindakan seseorang jika dihadapkan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapi situasi yang dihadapi, sehingga menjadi ciri khas pribadinya (Lawrence, 2009). Kepribadian seseorang selalu berkembang dan dapat diukur melalui pengukuran kepribadian. Kepribadian seorang individu akan menentukan mudah atau tidaknya diterima di lingkungan masyarakat. Adanya tes kepribadian memberi manfaat untuk mengetahui kelebihan yang dimiliki seseorang, mendeteksi kelemahan yang dimiliki, mengetahui potensi diri, menyadarkan diri bahwa masih ada kekurangan sehingga pantang untuk bersikap sombong, dapat menempatkan diri dalam menjalin relasi dengan orang lain sehingga dapat membantu kesuksesan, membantu mengenal diri sendiri dan masih banyak lagi manfaat tes kepribadian bagi seorang individu. Berdasarkan uraian tersebut, maka tes kepribadian mempunyai peranan yang sangat penting.

Terdapat dua macam tes kepribadian, yaitu tes obyektif dan proyektif. Tes kepribadian dengan pendekatan obyektif tersusun atas pertanyaan pilihan ganda atau pertanyaan benar-salah. Jawaban seseorang dibandingkan dengan jawaban standar atau kriteria sehingga diperoleh suatu nilai atau beberapa nilai. Contoh tes kepribadian jenis objektif (MMPI-2) berbasis komputer sudah diterapkan oleh rumah sakit Sarjito Yogyakarta.

(2)

Menurut Gregory (2013), tes kepribadian dengan pendekatan proyektif, individu memberikan respon pada stimulus yang tidak terstruktur dan ambigu, sehingga diharapkan dengan menggunakan tes proyektif individu secara tidak sadar akan mengungkapkan, menggambarkan struktur atau sikap, karakteristik kepribadian, motivasi, dan keyakinan. Holaday (2000) menjelaskan bahwa Saks Sentence Completion Test (SSCT) adalah salah satu jenis tes proyektif yang digunakan untuk mengungkap dinamika kepribadian, yang dapat menampakkan diri individu dalam hubungan interpersonal dan dalam interpretasi terhadap lingkungan. Beberapa area yang diungkap dalam SSCT meliputi keluarga (serangkaian sikap terhadap ibu, ayah dan unit keluarga), seks (sikap terhadap wanita dan hubungan antar lawan jenis), hubungan antar manusia (sikap terhadap teman&kenalan, atasan atau bawahan, dan sejawat, kantor atau tempat kerja) dan konsep diri (ketakutan, perasaan bersalah, sikap terhadap kemampuan, masa lalu, masa depan dan cita-cita hidup/tujuan).

Pada tes SSCT, seseorang (responden) yang dites, diminta untuk melengkapi kalimat-kalimat berjumlah 60 nomor. Setelah tes SSCT selesai dikerjakan oleh responden, maka hasil tes tidak bisa langsung diketahui. Psikolog terlebih dahulu harus membaca kalimat pelengkap (jawaban) tiap item, mengelompokkan rumpun item kemudian melakukan interpretasi. Selanjutnya menentukan kesimpulan dari kalimat pelengkap tersebut untuk menentukan skor yang akan diberikan. Skor dari kalimat pelengkap tes akan menentukan sikap yang dimiliki oleh responden. Proses pelaksanaan tes sampai didapatkan hasil tes membutuhkan waktu yang cukup panjang, maka jika semakin banyak responden (peserta tes) SSCT, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan oleh psikolog dalam melakukan analisa, kesimpulan dan menentukan hasil dari tes. Kajian yang menarik adalah mewakilkan peran psikologi dalam melakukan interpretasi kepada perangkat lunak (intelligent agent).

Intelligent agent (IA) adalah program komputer yang membantu pengguna menjalankan tugas komputer rutin. Program ini menjalankan tugas tertentu

(3)

berdasarkan aturan yang telah ditentukan sebelumnya dan pengetahuan yang disimpan dalam basis pengetahuannya (Turban, 2005). Intelligent agent merupakan sebuah entitas otonom yang melakukan pengamatan dan dapat bertindak terhadap lingkungannya, serta mengarahkan aktivitasnya untuk mencapai tujuan tertentu (Romadhony dkk, 2009).

Pengembangan sistem berbasis intelligent agent untuk membantu peran psikolog dalam proses pelaksanaan tes SSCT menjadi sangat penting. Psikolog mendelegasikan tugas kepada agen cerdas (intelligent agent) berupa perangkat lunak komputer untuk melakukan analisa, kesimpulan dan menentukan hasil tes. Pengembangan sistem berbasis intelligent agent memungkinkan dan mendukung proses psikolog dalam mengerjakan tugas dan menentukan hasil tes yang dilakukan oleh responden. Penelitian tentang intelligent agent sudah banyak dilakukan, diantaranya pada sistem pembelajaran (Suteja dkk, 2009) dan (Rachman dkk, 2010), simulasi (Saputra dkk, 2012), (Widiantoro dan Wahono, 2009), monitoring perusahaan (Yunitarini, 2009), negosiasi (Tarmuji, 2009), dan penjadwalan (Romadhony dkk, 2009). Berbagai macam pendekatan diusulkan dalam penelitian tersebut. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metodologi prometheus yaitu difokuskan pada pembangunan sistem secara arsitektur internal agent. Arsitektur agent yang digunakan adalah BDI dengan mengimplementasikan perangkat lunak (intelligent agent) menggunakan platform JADE dalam bahasa pemrograman Java.

Beberapa metode sudah digunakan dalam mengembangkan aplikasi tes kepribadian diantaranya Fitriantri dkk. (2012) menggunakan sistem pakar model komputasi sistem produksi dengan pendekatan forward chaining. Winiarti (2004) juga menggunakan sistem pakar pendekatan forward chaining dalam penelusuran fakta. Adapun penelitian yang diusulkan tentang pengembangan aplikasi tes kepribadian berbasis intelligent agent menggunakan metode summary atau text summarization term frequency-inverse document frequency (tf-idf).

(4)

Summary atau ringkasan didefinisikan sebagai teks yang dihasilkan dari satu atau lebih teks, mengandung informasi dari teks sumber dan panjangnya tidak lebih dari setengah teks sumber (Gupta, 2010). Text summarization merupakan proses mengurangi dokumen teks dengan program komputer untuk menciptakan sebuah ringkasan yang mempertahankan poin paling penting dari dokumen asli. Terdapat dua pendekatan pada peringkasan teks, yaitu ekstraksi dan abstraksi. Tf-idf merupakan salah satu metode text summarization jenis ekstraksi. Tf-Tf-idf adalah cara pemberian bobot hubungan suatu kata (term) terhadap dokumen. Pada pengembangan aplikasi tes kepribadian berbasis intelligent agent ini, tf-idf akan diterapkan untuk meringkas hasil tes yang sudah dilakukan oleh sejumlah responden. Ringkasan yang dihasilkan adalah model kalimat pelengkap (jawaban) berupa kata-kata dan digunakan untuk melakukan interpretasi terhadap responden baru.

Penelitian yang akan dilakukan merupakan inisiasi awal untuk menyelesaikan permasalahan tentang lamanya waktu yang dibutuhkan oleh psikolog dalam memberikan interpretasi terhadap jawaban tes ssct dari banyak responden. Peran psikolog dalam memberikan interpretasi diwakilkan kepada intelligent agent. Metode summary (tf-idf) digunakan untuk mengetahui apakah model jawaban tes dari sejumlah data responden bisa didapatkan dan digunakan dalam proses interpretasi pada responden baru.

1.2 Rumusan Masalah

Masalah yang akan diselesaikan dalam penelitian ini yaitu bagaimana mengembangkan aplikasi tes kepribadian (SSCT) berbasis intelligent agent dan bagaimana mendapatkan model jawaban menggunakan metode summary (tf-idf).

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini meliputi:

1. Domain tes kepribadian yang dijadikan obyek penelitian adalah Saks Sentence Completion Test (SSCT).

(5)

2. Arsitektur agent yang digunakan adalah BDI dengan metodologi Prometheus.

3. Pengembangan aplikasi menggunakan toolkit JADE.

4. Untuk mendapatkan model jawaban menggunakan metode summary text summarization jenis ekstraksi term frequency-inverse document frequency (tf-idf).

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah aplikasi tes kepribadian berbasis intelligent agent dan mendapatkan model jawaban menggunakan metode summary.

1.5 Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat bagi para psikolog dalam menganalisa (memberi interpretasi) jawaban tes kepribadian, sehingga memudahkan pemberian laporan hasil tes (rekomendasi) kepada responden (testee).

1.6 Keaslian Penelitian

Penelitian dengan domain tes kepribadian sejauh ini telah banyak dilakukan, demikian pula penelitian tentang pengembangan aplikasi dengan intelligent agent. Beberapa penelitian tentang penerapan metode summary juga sudah dilakukan. Berdasarkan referensi dan kajian pustaka, penelitian yang diajukan sebagai tesis S2 Ilmu Komputer Universitas Gajah Mada Yogyakarta mengenai Pengembangan Aplikasi Tes Kepribadian Berbasis Intelligent Agent dengan Metode Summary belum pernah dilakukan.

Adapun kontribusi penting yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sebuah model prototype aplikasi (perangkat lunak) tes kepribadian (SSCT) berbasis intelligent agent.

(6)

1.7 Metodologi Penelitian

Tahap-tahap dalam melakukan penelitian meliputi: 1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan dua cara, yaitu studi pustaka dan wawancara.

a Studi Pustaka

Merupakan kegiatan untuk mempelajari literatur-literatur yang mendukung penelitian. Literatur yang dipelajari berkaitan dengan domain tes kepribadian, intelligent agent dan metode summary. Literatur diperoleh dari berbagai sumber antara lain dari jurnal ilmiah, laporan hasil penelitian dan buku.

b Wawancara

Wawancara adalah suatu metode yang dilakukan dengan menggunakan tanya jawab secara langsung kepada pihak yang memiliki kapasitas dan informasi yang dibutuhkan dalam pelaksanaan penelitian. Wawancara dilakukan dengan pakar psikologi, yaitu Psikolog dari Biro Konsultasi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

2. Perancangan Sistem

Proses perancangan sistem meliputi: a Spesifikasi Sistem

Pada tahap ini dilakukan identifikasi sistem antarmuka yang meliputi percept (informasi yang diperoleh dari lingkungannya), dan action. Selanjutnya akan ditentukan goals, fungsionalitas sistem dan scenarios use case. Keluaran dari tahap ini adalah sekumpulan deskripsi fungsionalitas sistem, deskripsi masukan (percept) dan keluaran (action), sistem goals, dan scenarios use case.

(7)

Tahap ini akan menggunakan keluaran yang dihasilkan pada tahap sebelumnya dan menentukan agent apa saja yang dibutuhkan, bagaimana mereka akan berinteraksi dan kejadian penting apa saja yang akan terjadi dalam lingkungan sistem. Keluaran dari tahap ini adalah diagram sistem keseluruhan (system overview diagram), deskripsi agent, protokol interaksi agent dan daftar kejadian penting antar agent.

c Rancangan Rinci

Tahap ini akan melihat bagaimana internal dari masing-masing agent dan bagaimana setiap agent menyelesaikan tugasnya dalam keseluruhan sistem. Keluaran dari tahap ini adalah diagram rinci (detailed diagram) yang memperlihatkan fungsionalitas internal dari setiap agent dan kemampuannya, proses diagram yang akan menunjukkan proses internal pengolahan dari agent, juga deskripsi dari struktur data yang digunakan oleh agent, tujuan dan plan.

3. Implementasi

Tahap ini berisi uraian hasil implementasi dari rancangan sistem, meliputi pengembangan aplikasi menggunakan toolkit JADE.

4. Pengujian

Pengujian dilakukan oleh seorang pakar psikologi (psikolog). Pengujian dilakukan dengan mengamati data masukan dari testee (responden) dan hasil tes. Jika hasil tes sudah sesuai dengan kaidah dalam ilmu psikologi tentang pengukuran hasil tes SSCT, maka aplikasi dinyatakan baik.

5. Evaluasi dan Perbaikan Kesalahan

Tahapan ini merupakan tahapan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan berdasarkan tahapan pengujian yang telah dilakukan. Jika hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi yang dikembangkan sudah baik, maka proses selanjutnya melakukan penyusunan hasil penelitian. Akan tetapi jika belum baik, maka proses perbaikan dilakukan.

(8)

6. Penyusunan Laporan Hasil Penelitian

Tahap ini akan dilakukan analisa pengujian dan menyimpulkan hasil penelitian, dan selanjutnya menuliskan dalam laporan hasil penelitian.

1.8 Sistematika Penulisan

Penulisan laporan penelitian terdiri dari tujuh (7) bab dengan masing-masing berisi:

Bab I Pendahuluan

Berisi latar belakang permasalahan, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, keaslian penelitian, metodologi penelitian dan sistematika penulisan laporan penelitian.

Bab II Tinjauan Pustaka

Berisi tinjauan pustaka yang memuat uraian tentang hasil penelitian terdahulu terkait tema penelitian yang sedang diteliti. Literatur yang dikumpulkan meliputi tes kepribadian, intelligent agent dan teks summarization.

Bab III Landasan Teori

Memuat tentang teori-teori dasar terkait dengan penelitian yang dilakukan dan menjadi dasar dalam memecahkan masalah. Teori tersebut diantaranya Sack Sentence Complation Test (SSCT), intelligent agent, arsitektur BDI, metodologi prometheus, karakteristik intelligent agent, toolkit JADE, dan term frequency-inverse document frequency (tf-idf).

Bab IV Analisis dan Perancangan Sistem

Berisi hasil analisis dan rancangan sistem yang akan dibangun meliputi analisis kebutuhan, deskripsi umum tentang sistem, bagan alir sistem, analisis dan rancangan agent berdasarkan metodologi prometheus, rancangan basis data dan rancangan antarmuka pengguna.

Bab V Implementasi

Menguraikan tentang implementasi sistem yang mengacu pada rancangan sebelumnya.

(9)

Bab VI Hasil Penelitian dan Pembahasan

Memuat hasil akhir dari sistem yang dibangun, disertai dengan pembahasan dan pengujian.

Bab VII Kesimpulan

Berisi kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, serta saran untuk penelitian lanjutan.

Referensi

Dokumen terkait

carlett Whitening merupakan brand lokal perawatan kecantikan asal Indonesia yang didirikan pada tahun 2017 oleh artis Indoneisa yang bernama Felicya

20 Tahun 2001 Tentang Pemilikan Saham Dalam Perusahaan yang Didirikan Dalam Rangka Penanaman Modal Asing yakni dalam rangka lebih mempercepat peningkatan dan perluasan kegiatan

Berdasarkan hal-hal yang telah penulis uraikan dalam pembahasan mengenai kesesuaian penetapan tersangka korupsi oleh KPK tanpa bukti permulaan yang cukup dengan asas due of

Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang peneliti lakukan dengan Bapak Sutoyo S.Pd., selaku guru PJOK dan beberapa siswa pada tanggal 20-21 Maret 2015 di SDN

Skripsi berjudul “PENGARUH RASIO KERENGGANGAN KATUP ISAP DAN KATUP BUANG TERHADAP UNJUKKERJA MOTOR BENSIN EMPAT LANGKAH” telah diuji dan disahkan oleh Fakultas

Menurut Kotler (2001:298) kepuasan pelanggan adalah sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan pembeli. Jika kinerja produk kurang dari

Gaya kepemimpinan yang ada pada seorang pemimpin dalam suatu perusahaan atau organisasi mempunyai perbedaan dalam penerapan gaya kepemimpinannya masing-masing, yang

Interpretasi politik kekuasaan KPK dan Polri dalam foto headline tiga surat kabar harian nasional pada penelitian ini yaitu Kompas, Koran Tempo, dan Media Indonesia