DAFTAR ISI. BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian...

Teks penuh

(1)

1

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... ii

PERNYATAAN LEMBAR PERSETUJUAN ... iii

PERNYATAAN LEMBAR PENGESAHAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... vii

ABSTRACK ...viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiv

DAFTAR SINGKATAN ... xv BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 5 1.3 Tujuan Penelitian ... 5 1.4 Manfaat Penelitian ... 6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pendidikan Kesehatan ... 7

2.1.1 Definisi Pendidikan Kesehatan ... 7

2.1.2 Media Pendidikan Kesehatan ... 7

2.1.3 Definisi Media Audio Visual ... 9

2.2 Ergonomi ... 10

2.2.1 Definisi Ergonomi ... 10

2.2.2 Ruang Lingkup Ergonomi ... 10

2.2.3 Tujuan Ergonomi ... 11

2.2.4 Posisi Ergonomi saat Kerja ... 12

(2)

2

2.3 Dampak Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer yang Tidak

Ergonomi ... 19

2.3.1 Gangguan Muskuloskeletal ... 19

2.3.2 Gangguan Penglihatan ... 20

2.4 Pengetahuan dan Sikap ... 20

2.4.1 Definisi Pengetahuan ... 20

2.4.2 Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan ... 21

2.4.3 Pengukuran Pengetahuan ... 23

2.4.4 Definisi Sikap ... 23

2.4.5 Komponen Sikap ... 23

2.4.6 Faktor yang Mempengaruhi Sikap ... 24

2.4.7 Pengukuran Sikap ... 25

2.4.8 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Berbasis Audio Visual Terhadap Pengetahuan dan Sikap ... 25

BAB 3 KERANGKA KONSEP 3.1 Kerangka Konsep ... 27

3.2 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel ... 28

3.2.1 Variabel Penelitian ... 28

3.2.2 Definisi Operasional Variabel ... 28

3.3 Hipotesis Penelitian ... 30

BAB 4 METODE PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian ... 31

4.2 Kerangka Kerja ... 32

4.3 Tempat dan Waktu Penelitian ... 33

4.4 Populasi, Sampel, Teknik Sampling Penelitian dan Besar Sampel .... 33

4.4.1 Populasi ... 33

4.4.2 Sampel ... 33

4.4.3 Besar Sampel ... 34

4.4.4 Teknik Sampling Penelitian ... 34

4.5 Jenis dan Cara Pengumpulan Data ... 34

4.5.1 Jenis Data ... 34

(3)

3

4.5.3 Instrumen Pengumpulan Data ... 36

4.5.4 Etika Penelitian ... 37

4.6 Pengolahan Data dan Analisis Data ... 39

4.6.1 Teknik Pengolahan Data ... 39

4.6.2 Teknik Analisis Data ... 40

BAB 5 HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian ...41

5.1.1 Kondisi Lokasi Penelitian ...41

5.1.2 Karakteristik Responden Penelitian ...41

5.1.3 Gambaran Pengetahuan Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual ...42

5.1.4 Gambaran Sikap Siswa Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual ...43

5.1.5 Analisis Pengaruh Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa kelas X Jurusan Komputer di SMK PGRI 1 Denpasar ...43

5.2 Pembahasan Hasil Penelitian ...44

5.2.1 Pengetahuan Siswa Sebelum dan Setelah diberikan Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual ...44

5.2.2 Sikap Siswa Sebelum dan Setelah Diberikan Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual ...45

5.2.3 Pengaruh Pendidikan Kesehatan Posisi Ergonomi Berbasis Audio Visual terhadap Pengetahuan dan Sikap Siswa Jurusan Komputer di SMK PGRI 1 Denpasar ...46

5.3 Keterbatasan Penelitian ...47

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Simpulan ...48

6.2 Saran ...48

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(4)

4 ABSTRAK

Penggunaan komputer yang terlalu lama dan tidak ergonomi dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada musculoskeletal dan penglihatan. Penerapan sikap yang tidak ergonomi akan menimbulkan rasa nyeri pada leher, bagian atas punggung, bahu, lengan, atau tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa jurusan komputer. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental yaitu one group sample

pretest-posttest. Responden pada penelitian ini adalah siswa jurusan komputer berjumlah

33 orang yang dipilih secara purposive sampling. Berdasarkan uji Wilcoxon pada pengetahuan dan sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan berbasis Audio

Visual didapatkan nilai p= 0,00 (p<0,05) artinya terdapat perbedaan pengetahuan

dan sikap sebelum dan sesudah diberikan intervensi pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual. Berdasarkan hasil temuan diatas, disarankan

(5)

5

kepada siswa untuk menerapkan posisi ergonomi saat menggunakan komputer guna mencegah terjadinya gangguan musculoskeletal dan gangguan penglihatan. Kata Kunci: audio visual, posisi ergonomi, pengetahuan, sikap

ABSTRACT

The use of computers that are too old and not ergonomic can cause health problems in musculoskeletal and vision. Implementation of an ergonomic attitude will cause pain in the neck, upper back, shoulders, arms, or hands. This study aims to find out health education ergonomic position based on audio visual in improving knowledge and attitude of computer majors students. The design of this study using pre-experimental design is one group sample pretest-posttest. Respondents in this study are students of computer majors amounted to 33 people selected by purposive sampling. Based on Wilcoxon test on knowledge and attitude after given Audio-based health education obtained p value = 0,00 (p <0,05) it means there is difference of knowledge and attitude before and after given by education intervention health education based on visual audio. Based on the findings above, it is recommended that students apply ergonomic positions

(6)

6

when using computers to prevent musculoskeletal disorders and visual impairment..

(7)

7 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Saat ini komputer bukan hal asing lagi dikalangan masyarakat. Kemudahan yang diberikan oleh komputer membuat masyarakat menjadikan komputer sebagai kebutuhan pokok terutama di perkantoran, selain itu di sekolah-sekolah juga masih banyak yang menggunakan komputer terutama sekolah SMK ( Sekolah Menengah Kejuruan) yang memiliki jurusan multimedia. Hal ini disebabkan karena keberadaan komputer memberikan dampak positif berupa peningkatan kualitas, produktifitas dan efisiensi dalam pekerjaan (Blehm, Vishnu, Khattak, Mitra, & Yee, 2005).

Menurut Yates (2007) terdapat hampir 1 miliar komputer digunakan di dunia. Penggunaan komputer telah menjadi pilihan utama untuk memudahkan pekerjaan di segala bidang. Sekitar 75% pekerjaan di dunia bergantung pada komputer (Kanitkar, Carlson, & Yee, 2005). Menurut Blehm dkk. (2005) pada tahun 2000 sebanyak 75% pekerjaan kantor memerlukan komputer. Penduduk yang menggunakan komputer pada tahun 2006 diperkirakan terdapat sekitar 28 juta baik di perkantoran maupun di rumah (Uchino et al, 2008). Penggunaan internet dengan komputer pribadi di rumah mulai meningkat pada tahun 1990 dan hal ini semakin meningkatkan jumlah pengguna komputer di dunia. Survei yang dilakukan sepanjang 2016 menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet dan sebanyak 2,2 juta orang atau 1,7 persen masih mengakses dengan menggunakan komputer (Widiartanto, 2016).

Peningkatan interaksi manusia dengan komputer tentunya bermanfaat dalam efisiensi dan efektifitas kerja tetapi, di sisi lain juga berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan akibat kerja. Gangguan kesehatan akibat kerja yang dapat ditimbulkan adalah gangguan muskuloskeletal dan gangguan penglihatan (Hendra dan Oktaviani, 2007). Gangguan muskuloskeletal akibat penggunaan komputer dikenal dengan istilah Commulative Trauma Disorders (CTD), yaitu cidera

(8)

8

atau penyakit yang mempengaruhi otot, tendon, syaraf dan pembuluh darah. Biasanya akan menimbulkan rasa nyeri pada leher, bagian atas punggung, bahu, lengan, atau tangan. Penerapan sikap ergonomi yang tidak baik saat mengggunakan komputer dapat mengakibatkan tangan mudah lelah, badan pegal-pegal, dan sering kesemutan (Harianto, 2008). Rasa pegal tersebut dapat disebabkan karena otot statis, sehingga terjadi penurunan aliran darah ke otot yang mengubah glukosa menjadi laktat. Laktat yang menumpuk pada otot dapat menyebabkan otot lelah dan pegal. Menurut Ganong (2008) diperlukan oksigen adekuat yang diperoleh melalui peregangan tubuh untuk mengurangi rasa pegal dan membuang sisa laktat dalam tubuh. Gangguan penglihatan dari penggunaan komputer ada dua yaitu visual discomfort dan visual impairment.

Visual discomfort memiliki gejala mata terasa sakit, gatal, panas, lelah, kering, sakit

yang menusuk, terasa terbakar dan pusing sedangkan visual impairment memiliki gejala penglihatan kabur (rabun dekat dan jauh) atau ada bayangan dan susah untuk fokus antara monitor dan peralatan kerjanya (Oborne, 1995 dalam Hendra dan Oktaviani, 2007).

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Kusumawati, Syawal dan Sirajuddin (2012) mengenai pengaruh penggunaan komputer terhadap timbulnya gejala Computer

Vision Syndrome (CVS) didapatkan hasil terjadi perubahan yang bermakna (p=0,000)

terhadap keluhan astenopia, visus, hasil tes Schirmer dan BUT (Break up time) sesudah penggunaan komputer. Disimpulkan bahwa secara keseluruhan gejala astenopia menjadi lebih berat, visus mengalami penurunan dan gangguan permukaan okuler menjadi lebih berat setelah bekerja menggunakan komputer. Makin lama penggunaan komputer maka makin berat gejala CVS yang terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh Wahyuni, Winaya dan Primayanti (2016) mengenai sikap duduk ergonomis mengurangi nyeri punggung non spesifik dengan uji statistik menggunakan uji beda Wilcoxon Signed Rank Test, didapatkan rerata nilai nyeri sebelum diintervensi adalah 2,441 dan rerata setelah di-intervensi adalah 1,411. Dan didapatkan nilai p= 0,000 (P < 0,005) yang memperlihatkan adanya perbedaan yang bermakna antara nilai nyeri sebelum dan setelah pemberian sikap duduk ergonomis.

(9)

9

Hal ini memperlihatkan bahwa pemberian sikap duduk ergonomis dapat menurunkan nyeri punggung bawah non spesifik.

Penelitian yang dilakukan oleh Fitriani (2012) terhadap para operator komputer bagian Sekretariat di Inspektorat Jendral Kementrian Pekerjan Umum didapatkan hasil bahwa sebagaian besar (64,7%) operator komputer berisiko terhadap dugaan

Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Sedangkan operator yang tidak berisiko terhadap

dugaan CTS adalah sebesar 35,3%. Hal tersebut disebabkan oleh gerakan berulang pada pergelangan tangan saat memegang mouse dan mengetik yang umumnya menggunakan kombinasi antara kekuatan dan pengulangan gerakan pada jari-jari tangan dalam waktu yang relatif lama sehingga menyebabkan CTS pada operator komputer (Aizid, 2011).

Salah satu cara yang bisa dipakai untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan tersebut adalah dengan pendidikan kesehatan dan memperhatikan posisi ergonomi. Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem dan pekerjaan yang mengaplikasikan teori, prinsip, data dan metode untuk merancang suatu sistem yang optimal, dilihat dari sisi manusia dan kinerjanya (Nurmianto, 2008). Tujuan penerapan perilaku ergonomi yang baik adalah untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja di suatu instansi, organisasi ataupun tempat-tempat manusia melakukan aktivitasnya (Santoso, 2004).

Pendidikan kesehatan merupakan segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. Pendidikan kesehatan mempunyai peranan yang penting untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku (Mubarak dan Chayatin, 2009) . Jika pengetahuan seseorang meningkat, maka akan mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam bertindak (Notoatmodjo, 2007). Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan penginderaan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya (mata, hidung, telinga, dan lain sebagainya). Adapun beberapa media yang dapat

(10)

10

digunakan dalam pendidikan kesehatan yaitu booklet, leaflet, flyer (selebaran),

flipchart (lembar balik), rubrik, poster, foto, film atau audio visual (Fitriani, 2011).

Salah satu media yang paling efektif digunakan pada pendidikan kesehatan adalah media audio visual. Menurut (Rohani dalam Haeratunisa 2011) media audio visual adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman. Media

audio visual merupakan alat peraga yang bersifat dapat didengar dan dilihat sehingga

pendidikan kesehatan yang diberikan dengan media audio visual lebih mudah dipahami.

Penelitian Hidayati (2016) yang dilakukan pada pasien DM dengan memberikan pendidikan kesehatan menggunakan audio visual. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan rancangan non equivalent control group pretest and

posttest design. Sampel berjumlah sebanyak 50 orang dibagi menjadi kelompok

kontrol yang diberi intervensi leaflet dan kelompok eksperimen yang diberi intervensi video dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian terdapat peningkatan pengetahuan setelah diberikan intervensi pada kelompok kontrol dan eksperimen (masing-masing p=0,00) serta tidak terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap antara kelompok kontrol dan eksperimen setelah intervensi (masing-masing p=0,39 dan p=0,62).

Hal ini juga didukung oleh penelitian Indriani (2015) pada siswa kelas 5 di SD Negeri Sabrang 03 Jember. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media audio

visual terhadap hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKN, kegiatan ini dilakuakan

selama 10 hari, tiga kali pertemuan dengan kelompok control dan 3 kali pertemuan dengan kelompok eksperimen. Didapatkan hasil ada perbedaan peningkatan hasil belajar dan pengaruh positif yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen yang diberikan perlakuan berbeda menggunakan media audio visual dan tanpa menggunakan media audio visual.

Berdasarkan hasil wawancara bersama kepala SMK PGRI 1 Denpasar, menyatakan belum pernah ada yang melakukan penelitian mengenai posisi ergonomis saat

(11)

11

menggunaan komputer di sekolah tersebut. Selain itu dari hasil wawancara bersama 10 orang siswa jurusan komputer di SMK PGRI 1 Denpasar, enam dari siswa tersebut belum mengetahui posisi ergonomi saat menggunakan komputer.

Berdasarkan latar belakang diatas, peneliti tertarik untuk meneliti tentang pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa jurusan komputer di SMK PGRI 1 Denpasar.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa jurusan komputer di SMK PGRI 1 Denpasar?”

1.3 Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Mengetahui pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa jurusan komputer di SMK PGRI 1 Denpasar.

1.3.2 Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi pengetahuan siswa jurusan komputer mengenai posisi ergonomi saat menggunakan komputer sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual.

b. Mengidentifikasi sikap siswa jurusan komputer mengenai posisi ergonomi saat menggunakan komputer sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan media audio visual.

(12)

12

c. Menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan posisi ergonomi terhadap pengetahuan dan sikap siswa setelah diberikan pendidikan kesehatan berbasis

(13)

13 1.4 Manfaat

1.4.1 Manfaat Teoritis

a. Bagi tenaga kesehatan diharapkan dapat dijadikan sebagai media untuk menambah wawasan dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.

b. Dapat memberikan informasi berupa pertimbangan bagi peneliti selanjutnya dan sebagai motivasi untuk menyadari penyuluhan dengan media audio visual terhadap pengetahuan dan sikap siswa mengenai posisi ergonomi saat menggunakan komputer.

1.4.2 Manfaat Praktis

a. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi tenaga pendidikan maupun tenaga kesehatan yang akan memberikan intervensi mengenai pendidikan kesehatan posisi ergonomi berbasis audio visual terhadap pengetahuan dan sikap siswa saat menggunakan komputer.

b. Sebagai bahan masukan atau alat bantu dalam mengambil suatu kebijakan bagi pemerintah dan institusi kesehatan guna meningkatkan pengetahuan dan sikap melalui pendidikan kesehatan berbasis audio visual.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :