• Tidak ada hasil yang ditemukan

One Step Beyond. Laporan Tahunan Annual Report

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "One Step Beyond. Laporan Tahunan Annual Report"

Copied!
156
0
0

Teks penuh

(1)

www.wintermar.com

Beyond

2012

Laporan Tahunan

Annual Report

O

ne

S

te

p B

ey

on

d

(2)

8 Ikhtisar Keuangan / Financial Highlights 9 Ikhtisar Saham / Stock Highlights

11 Penghargaan & Sertifikasi / Awards & Certifications

12 Laporan Dewan Komisaris / Report of the Board of Commissioners 18 Laporan Direksi / Report of the Board of Directors

LAPORAN MANAJEMEN / MANAGEMENT REPORT

26 Analisa dan Diskusi oleh Manajemen / Management Discussion and Analysis 34 Sumber Daya Manusia / Human Resources

42 Tanggung Jawab Sosial Perusahaan / Corporate Social Responsibility 46 Tata Kelola Perusahaan / Good Corporate Governance

DATA PERSEROAN / CORPORATE DATA 60 Struktur Perusahaan / Corporate Structure 61 Struktur Organisasi / Organization Structure

62 Profil Dewan Komisaris / Board of Commissioners’ Profile 64 Profil Direksi / Board of Directors’ Profile

67 Profil Komite Audit / Audit Committee Profile 72 Manajemen Senior / Senior Management 73 Informasi Perusahaan / Company Information 74 Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar Modal /

Capital Market Institutions and Supporting Professionals

75 Nama dan Alamat Anak Perusahaan / Names and Addresses of Subsidiaries 76 Surat Pernyataan Anggota Dewan Komisaris & Direksi /

(3)

PT Wintermar Offshore Marine Tbk has a strong

commitment to ensuring that our corporate value of

Integrity is well entrenched in the culture of the company

and reflected in the quality of our personnel, fleet and

services provided to clients. Our forward thinking

approach has prompted the Company to be the first mover

in establishing a fleet of high value Indonesian flagged

offshore support vessels with a strong track record.

PT Wintermar Offshore Marine Tbk

berkomitmen kuat untuk memastikan

bahwa budaya Perseroan yaitu

Integritas telah tertanam dan tercermin

dalam kualitas personil, kapal dan

jasa yang diberikan kepada penyewa

kapal. Dengan berpikir jauh ke depan

telah membawa Perseroan untuk

menjadi Perseroan yang pertama

mengoperasikan kapal lepas pantai

bernilai tinggi dan berbendera Indonesia

dengan rekam jejak yang kuat.

(4)

Terdepan dalam pengelolaan armada kapal di bidang industri energi di Asia Tenggara.

To be the leading operator of marine vessels for the energy industry in South East Asia.

Visi Vision

Misi Mission

• Menyediakan jasa penunjang angkutan laut berkualitas tinggi melalui pengembangan dan penerapan solusi inovatif dengan komitmen teguh pada keselamatan.

• Mencapai standar profesionalitas tertinggi melalui integritas, kualitas, kerja sama dan efisiensi serta memastikan kesinambungan jangka panjang demi keuntungan semua pihak yang berkepentingan. • To provide high quality marine support services

through development and implementation of innovative solutions with strong commitment to safety.

• To achieve the highest standards of professional conduct through integrity, quality, teamwork and efficiency; and to ensure long-term sustainability benefiting all stakeholders.

(5)

Nilai utama di dalam lingkup Perseroan adalah Integritas. Integritas dapat diartikan sebagai berikut:

a. Taat pada standar moral atau kode etik yang berlaku b. Suatu keadaan yang tanpa cacat; kesempurnaan c. Suatu kondisi yang utuh; berkompeten

Integritas mengendalikan tindakan semua personil yang berhubungan dengan 3 (tiga) hal utama:

• Integritas Manusia

Semua karyawan Perseroan taat pada kode etik Perseroan. Kejujuran: melakukan yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.

• Integritas Armada/Kapal

Armada kapal Perseroan selalu dalam keadaan baik, berkualitas tinggi dan tidak rusak.

• Integritas Jasa

Bekerja sebagai satu tim untuk memberikan suatu produk jasa terbaik untuk pelanggan.

The core value of the Company is Integrity. Integrity can be defined as follows:

a. Steadfast adherence to a strict moral or ethical code b. The state of being unimpaired; soundness.

c. The quality or condition of being whole and undivided

Integrity governs the actions of all personnel associated with 3 (three) main aspects:

• Integrity of People

We abide by a strict ethical code. Honesty: doing the right thing even when nobody is watching.

• Integrity of Our Fleet/Vessel

Our vessels are all sound, of high quality and undamaged.

• Integrity of Our Services

We work as one united team to provide the best service to our customers.

(6)

Jejak Langkah

Milestones

1970 - 1979

1970:

PT Wintermar, anak perusahaan dari PT Wintermar Offshore Marine Tbk, didirikan dan memperoleh salah satu dari sembilan izin pelayaran lepas pantai yang diberikan di Indonesia.

1970:

PT Wintermar, subsidiary of PT Wintermar Offshore Marine Tbk, was incorporated and obtained one of nine offshore shipping licenses awarded in Indonesia.

2001 - 2004

2001:

Sertifikasi ISM oleh BKI. 2003:

• Menerima sertifikasi ISO 9001:2000 oleh ABS. • Merelokasi personil darat ke

lokasi kantor baru. 2004:

Sertifikasi ISPS oleh BKI. 2004-2006:

Investasi TI untuk mendukung operasional onshore and offshore.

2001:

ISM Certification by BKI.

2003:

• Obtained ISO 9001:2000 Certification by ABS. • Relocated shore based

personnel to new and larger office premises.

2004:

ISPS Certification by BKI.

2004-2006:

Invested in IT to interface onshore and offshore operations.

1991 - 1994

1991:

Memulai program baru untuk pembangunan, memperbaharui dan

mempertahankan umur muda armada kapal.

1992:

PT Wintermar memperoleh kontrak minyak dan gas pertama dengan Perseroan minyak internasional PT Virginia Oil Company. 1991:

Started a new building program to renew and maintain young fleet.

1992:

PT Wintermar obtained first oil and gas contract with international oil company PT Virginia Oil Company.

1995 - 2000

1995:

Perseroan didirikan dengan nama PT Swakarya Mulia Shipping.

1997:

PT Wintermar memenangkan tender pertama dari Chevron. 1998:

• Sertifikasi ISM (International Safety Management Code) oleh ABS

• Sertifikasi ISM oleh BKI 1995:

The Company was originally established under the name of PT Swakarya Mulia Shipping.

1997:

PT Wintermar won first tender from Chevron. 1998: • ISM (International Safety Management Code) Certified by ABS. • ISM Certification by BKI.

1980 - 1990

1980-1990:

Perseroan menyediakan jasa transportasi kayu untuk industri perkayuan

1980-1990:

The Company was involved in transporting logs for the timber industry.

(7)

2005 - 2009

2007-2009:

Divestasi kapal yang bernilai rendah. Menambah armada untuk kapal offshore. 2008-2009:

Restrukturisasi Perseroan dalam rangka persiapan IPO. 2009:

• Membeli dan membangun lahan baru untuk perluasan kantor.

• Akuisisi lokasi baru untuk pengembangan pelatihan awak kapal.

2007-2009:

Divested low-tier vessels. Expanded fleet of specialized offshore vessels.

2008-2009:

Restructured companies in preparation for IPO.

2009:

• Secured and constructed a new site for office expansion.

• Acquired a new site to be developed into a Crew Training Center.

2010 - 2012

2010:

• Perseroan mengakuisisi 2 Platform Supply Vessels berbendera Indonesia. • Penawaran Saham Perdana

di Bursa Efek Indonesia. 2011:

• Memperoleh sertifikasi Integrated Management System oleh Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) dalam hal kualitas, lingkungan dan kesehatan dan keamanan (ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007). • Memperoleh kredit dari DEG (Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH – lembaga pembiayaan pembangunan asal Jerman), dari Bank Mandiri dan dari IFC (International Finance Corporation-World Bank Group).

• Akuisisi dua unit kapal jenis AHTS (Anchor Handling Tug Supply) dan 11 unit kapal-kapal offshore tipe lainnya. • Mendirikan anak Perusahaan: PT WIN Offshore , PT WINPAN Offshore, PT WM Offshore. 2010: • The Company acquired the first 2 Platform Supply Vessels under the Indonesian flag. • IPO on the Indonesian Stock Exchange. 2011: • Awarded Integrated Management System certification by Lloyd’s Register Quality Assurance (LRQA) comprising quality, environmental and occupational health and safety standards (ISO 9001:2008, ISO 14001:2004, OHSAS 18001:2007).

wilayah Asia. Hal ini merupakan perwujudan dari

visi Perseroan untuk menjadi Perusahaan nasional

yang memiliki standar internasional.

Pembentukan kerja sama strategis dengan pelaku

usaha di bidang yang sama dan telah memiliki

pengalaman yang kuat di pasar regional, akan

menunjang Perseroan dalam perluasan pasar dan

jaringan pelanggan. Hal ini juga didukung dengan

masuknya beberapa armada kapal baru yang

memiliki kemampuan menyediakan berbagai jenis

pekerjaan dengan tingkat kesulitan relatif lebih

tinggi.

providing access to other Asian markets,

reflecting our vision to be a national company

operating to international standards.

The Company has formed strategic alliances

with key partners which complement our

strengths through providing access to

overseas markets and higher value fleet.

These alliances support our fleet expansion

into more sophisticated vessels with a higher

level of complexity.

• Signed Loan Agreements with DEG (Deutsche Investitions-und Entwicklungsgesellschaft mbH –Germany), Bank Mandiri and IFC (International Finance Corporation-World Bank Group).

• Acquired 2 units AHTS (Anchor Handling Tug Supply) vessel and 11 units of other types of offshore vessels. • Establishment of new subsidiaries: PT WIN Offshore, PT WINPAN Offshore, PT WM Offshore. 2012: • Obtained shareholders approval for non-preemptive share issue prior to June 2014

• Acquired 2 units of 8000 BHP AHTS vessels and 1 AHT

• Strategic alliance with PACC Offshore Services Holding Group

• Arranged USD 10 million Convertible Loan with IFC 2012:

• Memperoleh persetujuan pemegang saham untuk penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) hingga Juni 2014

• Akuisisi 2 unit kapal AHTS 8.000 BHP dan 1 unit kapal AHT

• Aliansi strategis dengan PACC Offshore Services Holding Group

• Memperoleh fasilitas Convertible Loan limit USD 10 juta dari IFC

(8)

INDIA Kakinada Dumai Jambi Batam SINgApore MAlAySIA Kepulauan Anambas Tarakan Songkla THAIlAND VIeTNAM

Palembang Bangka Belitung

Natuna Jakarta Madura Lamongan Surabaya Samarinda Balikpapan Banjarmasin Pulau Laut Selat Makassar Tanjung Bara

(9)

Sorong Arafura Sea Teluk Bintuni Kupang Kendari

PT Wintermar Offshore Marine Tbk berusaha untuk menjadi operator kapal laut pilihan dalam mendukung industri minyak dan gas di Asia Tenggara.

PT Wintermar Offshore Marine Tbk strives to be the operator of choice for marine vessels supporting the oil and gas industry in Southeast Asia.

(10)

(USD Ribu) 2012 2011 2010 (USD Thousand)

Ringkasan Laba Rugi Summary Profit And Loss

Pendapatan 124,121 115,922 74,155 Revenue

Laba bruto 35,060 28,797 20,644 Gross profit

Laba usaha 28,482 22,820 17,371 Income from operation

Laba tahun berjalan - pemilik entitas induk 20,200 16,394 10,757 Income for the year - owner of the parent

entity

Laba tahun berjalan - kepentingan non

pengendali 3,816 4,240 2,861 Income for the year - non controlling interest Laba tahun berjalan - total 24,016 20,633 13,612 Income for the year - total

Laba Komprehensif - pemilik entitas induk 20,211 16,391 10,761 Comprehensive income - owner of the parent entity

Laba Komprehensif - kepentingan non

pengendali 3,816 4,240 2,861

Comprehensive income - non controlling interest

Laba Komprehensif - total 24,027 20,630 13,612 Comprehensive income - total

EBITDA 42,274 33,335 24,392 EBITDA

Jumlah saham yang beredar (dalam juta) 3,610 3,550 3,550 Outstanding shares (in million)

Rata-rata tertimbang jumlah saham yang

beredar (dalam juta) 3,610 3,550 1,817 Weighted average outstanding shares (in million)

Laba bersih per saham dasar (Dalam Sen

USD) 0.57 0.46 0.59 Basic earning per share (in Cent USD) Laba bersih per saham dilusian (Dalam Sen

USD) 0.57 0.46 n/a Diluted earning per share (in Cent USD) Ringkasan Posisi Keuangan Summary of Financial Position

Modal kerja bersih 11,373 2,585 12,056 Net working capital

Jumlah investasi 22,824 19,046 15,848 Total investment

Jumlah aset 338,971 265,308 230,708 Total assets

Jumlah liabilitas 161,528 122,116 109,827 Total liabilities

Jumlah ekuitas 177,443 143,192 120,880 Total equity

Rasio Ratio

Rasio laba* terhadap jumlah aset 5.96% 6.18% 4.66% Income to asset ratio

Rasio laba* terhadap ekuitas 11.38% 11.45% 8.89% Income to equity ratio

Rasio laba* terhadap pendapatan 16.27% 14.14% 14.50% Income to revenue ratio

Rasio lancar 124% 106% 126% Current ratio

Rasio liabilitas terhadap ekuitas 91% 85% 91% Liabilities to equity ratio

Rasio pinjaman bersih terhadap ekuitas 45% 45% 16% Net debt to equity ratio

Rasio liabilitas terhadap jumlah aset 48% 46% 48% Liabilities to assets ratio

Utilisation Rate Utilisation Rate

Low tier 68% 73% 71% Low tier

Mid tier 83% 74% 63% Mid tier

High tier 76% 92% 100% High tier

Rata-rata 74% 74% 70% Average

* Laba tahun berjalan - pemilik entitas induk

(11)

Pernyataan Pendaftaran Efektif

Effective Registration Statement 19 November 2010

Jumlah Saham yang Ditawarkan

Number of Shares Offered 900,000,000

Persentase Saham yang Ditawarkan Ke Masyarakat

Percentage of Shares Offered to the Public 25.35%

Jumlah Waran yang Ditawarkan Menyertai Saham

Number of Warrants Offered (Distributed with Shares)

90,000,000 Harga Penawaran

Offering Price Rp 380

Harga Pelaksanaan Waran Seri I

Price Execution Warrant Series I Rp 450

Periode Pelaksanaan Waran Seri I

Period of Execution Warrant Series I 30 May 2011 - 29 November 2012

Kronologis Pencatatan Saham | Share Listing Chronology

Periode

Period Harga TertinggiHighest

(Rp) Harga Terendah Lowest (Rp) Harga Penutupan Closing (Rp) 2012 2011 2012 2011 2012 2011 Triwulan I Quarter I 455 390 315 315 430 385 Triwulan II Quarter II 520 390 400 320 440 335 Triwulan III Quarter III 460 475 395 320 445 390 Triwulan IV Quarter IV 480 410 405 305 480 330

(12)

2011

Volume (Rupiah)

Volume Harga Saham Share Price Harga Warrant Warrant Price

180,000,000 160,000,000 140,000,000 120,000,000 100,000,000 80,000,000 60,000,000 40,000,000 20,000,000 0 450 400 350 300 250 200 150 100 50 0 31 Jan 11

1 Jan 11 28 Feb 11 31 Mar 11 29 Apr 11 31 May 11 30 Jun 11 29 Jul 11 26 Aug 11 30 Sep 11 31 Oct 11 30 Nov 11 30 Dec 11

Kinerja Saham | Stock Performance

Volume

2012

(Rupiah)

Volume Harga Saham Share Price Harga Warrant Warrant Price

Dec 11

Nov 11 Jan 12 Feb 12 Mar 12 Apr 12 May 12 Jun 12 Jul 12 Aug 12 Sep 12 Oct 12 Nov 12 Dec 12

180,000,000 160,000,000 140,000,000 120,000,000 100,000,000 80,000,000 60,000,000 40,000,000 20,000,000 0 550 300 200 250 150 100 50 350 400 450 500 0

(13)

BP Migas-CNOOC QHSE Performance Award 2012

Operating with excellence QHSE performance

Pertamina PHE ONWJ Recognition Award

Best Performing Vessel Q1 2012

The achievement of ZERO incident, ZERO downtime, efficient fuel consumption and office management support

CHEVRON

Certificate of Excellence Contractor Health, Environment and Safety Management

PT Medco E&P Indonesia

Safety Award

Twelve (12) Years No Lost Time Incident Bangka Marine Terminal

(14)

Pada tahun mendatang, terdapat

kesempatan untuk investasi

kapal-kapal lepas pantai bernilai tinggi.

Dengan jejak rekam yang kuat,

Perseroan mendapatkan tempat

yang baik untuk memenangkan

tender di tahun-tahun mendatang.

In the upcoming year, there are significant

opportunities for investment in higher value

OSVs for established multinational oil and

gas companies. With our strong track record,

we are well placed to win a good share of the

available tenders in the coming year.

(15)

Laporan Dewan Komisaris

(16)

Pemegang Saham dan Pemangku

Kepentingan Yang Terhormat,

Kami anggota Dewan Komisaris telah mengevaluasi Laporan Keuangan Audit untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2012 dan menyatakan bahwa laporan tersebut telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Aryanto Amir Jusuf Mawar & Saptoto dengan opini wajar dalam semua hal yang material.

Ekspansi Armada Menyumbangkan Kinerja

Yang Baik

Wintermar kembali memiliki satu tahun yang sukses dalam pertumbuhan yang kuat melalui strategi penambahan armada kapal bernilai tinggi yang menyumbangkan pencapaian pendapatan dan marjin lebih tinggi. Hingga akhir Desember 2012 separuh dari 64 armada kapal merupakan kapal bernilai tinggi yang menyumbangkan 80% laba kotor dari Divisi Kapal Milik.

Jejak rekam kinerja yang baik dengan perusahaan-perusahaan migas telah memungkinkan Wintermar untuk memenangkan kontrak-kontrak kapal bernilai lebih tinggi dan meningkatkan marjin dalam bidang sewa kapal.

Dear Shareholders and Stakeholders,

My fellow commissioners and I have reviewed the Audited Financial Statements for the year ending 31 December 2012, and confirm that these have been audited by the firm Aryanto Amir Jusuf Mawar & Saptoto with an unqualified opinion in all material things.

Fleet Expansion Pays Off

Wintermar has had another successful year of strong growth as our strategy of expanding the higher value fleet has paid off in achieving higher revenues and margins. By the end of December 2012, half of the Company’s fleet of 64 vessels are higher value vessels, which contributed 80% of the gross profit of the Own Vessel Division for the financial year under review.

The Company’s demonstrated track record with the oil and gas companies has enabled Wintermar to win charter contracts for higher value vessels, improving the margins in the chartering business.

Johnson Williang Sutjipto

(17)

Cabotage Closes the Door to Foreign Flagged

PSV, AHTS (>5000BHP) and Diving Support

Vessels

At the end of December 2012, foreign flagged vessels will no longer be allowed to work in the offshore sector in Indonesia, leading to several foreign vessels having to leave the country by the end of 2012. This has reduced the supply of vessels in the market and underpins our pricing power. We expect strong growth in Indonesian flagged offshore tonnage in 2013 and aim to retain our position as a key player in the market.

Human Capital Development

We continue to face a tightening labour pool of qualified crew as we grow our fleet in the higher value vessel segment. In this regard, our internal marine cadet training program will be supplemented with the recruitment of experienced seamen to train and grow our own talent in this new area. Our aim is to build up our own pool of qualified Indonesian seafarers to complement the new Indonesian flagged tonnage. On shore as well, we continue to recruit experienced management as we move up the value chain in managing more sophisticated Offshore Support Vessels (OSVs).

Financial Performance

The company achieved strong net profit growth of 23% to USD 20.2 million on revenue growth of only 7%. This was largely because of a deliberate focus to grow revenues from Owned Vessels which return a higher gross profit margin than Chartered Vessels. With our strong track record and credentials with the oil and gas companies, we were successful in winning several large vessel contracts starting in the 4th Quarter for higher value vessels which also contributed to higher margins in the Chartering Division. Despite taking on higher debt for vessel acquisitions, we have also enjoyed reduced borrowing rates over the past year. Our total interest income rose. The Company has changed the reporting currency from Rupiah to US Dollars to reflect the functional currency of the Company’s operations.

Cabotage Menutup Penggunaan Kapal

Berbendera Asing Jenis PSV, AHTS

(>5000BHP) dan Diving Support

Setelah bulan Desember 2012 kapal-kapal berbendera asing tidak dapat lagi beroperasi di sektor lepas pantai Indonesia, sehingga kapal-kapal berbendera asing meninggalkan Indonesia di akhir Desember 2012. Hal ini telah mengurangi pasokan kapal di pasar dan memperkuat Perseroan dalam menetapkan harga. Kami memperkirakan pertumbuhan yang tinggi atas kapal-kapal lepas pantai berbendera Indonesia pada tahun 2013 dan kami akan mempertahankan posisi sebagai pemain kunci di pasar.

Pengembangan Sumber Daya Manusia

Kami menghadapi ketatnya ketersediaan awak kapal yang berkualifikasi saat kami menambah armada kapal bernilai lebih tinggi. Oleh karena itu program pelatihan kadet pelaut di internal akan dilengkapi dengan rekrutmen pelaut-pelaut yang berpengalaman untuk melatih dan menambah talenta dalam bidang ini. Tujuan kami adalah membangun ketersediaan pelaut-pelaut Indonesia yang berkualitas dalam mendukung kapal berbendera Indonesia. Untuk tenaga di darat kami terus melanjutkan rekrutmen manajemen yang berpengalaman untuk menyokong manajemen kapal-kapal lepas pantai yang lebih canggih.

Kinerja Keuangan

Perseroan berhasil memperoleh pertumbuhan laba bersih sebesar 23% menjadi USD 20,2 juta dimana pertumbuhan pendapatan sebesar 7%. Hal ini karena fokus Perseroan untuk meningkatkan pendapatan dari Kapal Milik yang memberikan marjin laba kotor lebih tinggi. Dengan rekam jejak kami yang kuat dan kepercayaan dari perusahaan migas, kami berhasil memenangkan beberapa kontrak kapal bernilai besar di kuartal keempat untuk kapal-kapal bernilai lebih tinggi yang juga memberikan kontribusi marjin lebih tinggi di Divisi Kapal Sewa. Meskipun dengan peningkatan pinjaman untuk pembelian kapal, kami juga menikmati tingkat bunga lebih murah di 2012. Dalam laporan keuangan Perseroan, mata uang yang digunakan sebelumnya adalah Rupiah, diganti dengan USD, untuk dapat mencerminkan mata uang operasional dalam operasi Perseroan.

(18)

Tata Kelola Perusahaan

Pada tahun laporan ini kami telah mengadakan rapat reguler Komisaris untuk menerima laporan Direksi dan juga mendiskusikan strategi pertumbuhan Perseroan. Kolega kami di Komite Audit, Bapak Paul Capelle dan Bapak Alex H. Wreksoremboko dan kami sendiri telah bertemu 10 kali untuk membahas laporan keuangan sebelum dipublikasikan dan juga bertemu secara reguler dengan pemeriksa internal, dan bilamana diperlukan dengan auditor eksternal. Kami juga bertemu dengan para manajemen senior untuk membahas hal-hal yang penting. Kami juga melakukan review untuk memastikan ketaatan dan kepatuhan atas peraturan perundangan yang berlaku. Kami juga tetap melanjutkan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan usaha dan menerapkan manajemen resiko yang wajar dan baik. Untuk tahun 2012 Perseroan telah merubah mata uang dalam laporan keuangannya menjadi USD. Kami yakin bahwa perubahan ini merupakan perbaikan yang signifikan dalam penyajian yang lebih akurat aktivitas Perseroan karena mencerminkan mata uang fungsional Perseroan yaitu USD.

Corporate Governance

Over the course of the year, we had regular Commissioners meetings to receive the reports of the Board of Directors and also to discuss the growth strategies of the Company. My colleagues on the Audit Committee, Mr Paul Capelle, Mr Alex H. Wreksoremboko and I met 10 times over the course of the year to review the financial statements before public announcements and also met regularly with the internal auditor, and external auditor whenever required. In addition, we met with senior management to discuss specific issues. We made sure that we complied with all existing rules and regulations, also continuing to be prudent in our business and our adopting proper risk management. In the financial year 2012, the Company changed its reporting currency to US Dollars. We believe this change in reporting currency is a significant improvement in presenting an accurate and fair view of the Company’s state of affairs as it reflects our functional currency of business, the US Dollar.

Darmawan Layanto

(19)

Kesempatan Pertumbuhan di Tahun

Mendatang

Sejak tahun 2011 kami telah menyaksikan meningkatnya aktivitas dalam eksplorasi migas dan produksi migas dimana pemerintah melanjutkan untuk penekanan dalam peningkatan hasil produksi migas Indonesia. Pada tahun mendatang terdapat beberapa proyek eksplorasi laut dalam yang akan mulai dijalankan dan mengantisipasi tahun yang sibuk bagi Perseroan karena adanya kesempatan untuk investasi kapal-kapal lepas pantai bernilai tinggi. Dengan jejak rekam yang kuat, Perseroan mendapatkan tempat yang baik untuk memenangkan tender di tahun-tahun mendatang.

Kami sangat menghargai Direksi dan manajemen Perseroan, yang tidak hanya membangun nama baik bagi Wintermar Group dalam penyediaan jasa berkualitas untuk kapal-kapal lepas pantai, tetapi juga dedikasi yang kuat untuk membangun Wintermar menjadi perusahaan yang solid dengan reputasi baik dalam integritas.

Sebagai penutup, marilah kita mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas petunjuk dan anugerah yang diberikan kepada Wintermar.

Strong Growth Opportunities in the Year

Ahead

Since 2011, we have seen increasing activity in oil exploration and production in Indonesia as the government continues to place strong emphasis on growing the country’s output of oil and gas. In the upcoming year, there are several large deepwater exploration projects starting and we anticipate a very busy year for Wintermar as there are significant opportunities for investment in higher value OSVs for established multinational oil and gas companies. With our strong track record, we are well placed to win a good share of the available tenders in the coming year. I commend the Board of Directors and the Management of the Company, not only for building a determined brand franchise for Wintermar Group as a high quality provider of offshore marine services, but also for their determined dedication to build Wintermar into a solid company with a strong reputation for integrity.

In closing, we give thanks to the Almighty God for His continued guidance and blessing for Wintermar.

Atas nama Dewan Komisaris

On behalf of the Board of Commissioners PT Wintermar Offshore Marine Tbk

Jonathan Jochanan Komisaris Utama (Independen)

(20)

Tahun 2013 adalah tonggak

perubahan untuk perkembangan

industri penunjang kapal lepas

pantai Indonesia, dimana pada bulan

Desember 2012 merupakan batas akhir

diizinkannya kapal asing. Kami

sangat bersemangat dalam melihat

prospek Perseroan ke depan sebagai

pemimpin dalam penyediaan kapal

lepas pantai bagi industri migas

Indonesia.

2013 marks a watershed in the Indonesian

offshore support vessels industry, with the

passage of the December 2012 deadline for

cabotage compliance. We are very excited

about our prospects as a leading provider of

offshore support services for Indonesian oil

and gas industry.

(21)

Laporan Direksi

(22)

Pemegang Saham yang Terhormat,

Di tahun 2012 terdapat gema yang sangat penting dalam aktivitas di sektor eksplorasi lepas pantai Indonesia, terutama di pasar kapal lepas pantai untuk ukuran lebih besar, bersamaan dengan dimulainya beberapa proyek eksplorasi lepas pantai di wilayah timur Indonesia. Mengantisipasi berakhirnya penggunaan kapal lepas pantai yang lebih besar dan berbendera asing pada akhir 2012 karena implementasi azas cabotage, kami terus melanjutkan program peningkatan armada kami, dengan menjual 6 kapal bernilai rendah dan bersamaan dengan itu menambahkan 3 kapal bernilai tinggi untuk tahun ini dengan total belanja modal sejumlah USD48 juta. Dengan senang hati kami menyampaikan bahwa pada akhir tahun 2012, setengah dari armada kami terdiri dari armada kapal bernilai lebih tinggi yang memberikan kontribusi 76% dari pendapatan Perseroan dan 80% dari laba kotor Divisi Kapal Milik.

Beberapa hal yang menjadi perhatian dalam tahun 2012: • Kami menerima dua kapal yang pertama dalam armada

kami untuk kapal tipe 8.000 BHP Anchor Handling Towing and Supply (AHTS) yang mulai dioperasikan pada kuartal IV tahun 2012 di wilayah timur Indonesia oleh sebuah Perusahaan migas.

• Pada bulan Juni 2012 RUPS Perseroan telah menyetujui penerbitan saham baru tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sejumlah 10% dari total saham Perseroan. Saham baru ini dapat diterbitkan setiap waktu hingga Juni 2014.

Dear Shareholders,

In 2012 there was a notable uptick in the level of activity in the Indonesian offshore exploration sector, especially in the larger offshore vessel market, as a few offshore deepwater exploration projects kicked off in Eastern Indonesia. In anticipation of the closure of the large sized offshore support vessel market to foreign flagged vessels by end of 2012 because of the Cabotage law, we continued with our fleet upgrading program, selling 6 low value vessels while adding 3 high value vessels for the year with a total capital expenditure of USD48million. We are pleased to report that at the end of 2012, half of our fleet is comprised of higher value vessels and during the year, these vessels contributed 76% of revenue and 80% of the gross profit of our Owned Vessels Division.

Some highlights of 2012:

• We took delivery of our first two 8000 BHP class Anchor Handling Towing and Supply (AHTS) vessels, which went on hire in the 4th Quarter of 2012 with a multinational oil and gas company in Eastern Indonesia.

• In June 2012 our shareholders approved a non pre-emptive share issue of 10% of the Company’s shares. These shares can be issued any time until June 2014. Ooi Ka Lok Direktur | Director Philippe Surrier Direktur | Director

(23)

Nely Layanto

Direktur | Director

• Bulan September 2012 WINS menandatangani perjanjian Convertible Loan sejumlah USD 10 juta dengan International Finance Corporation dengan harga saham per lembar Rp500. Adanya fasilitas ini bersamaan dengan penerbitan saham tanpa HMETD, akan meningkatkan kemampuan finansial Perseroan dengan tersedianya dana untuk mendapatkan lebih banyak kontrak kapal dalam mengantisipasi pertumbuhan yang tinggi atas kapal berbendera Indonesia pada tahun 2013 karena lebih ketatnya implementasi azas cabotage.

• Mitra usaha strategis kami yaitu PACC Offshore Services Holdings Group (POSH), Singapura telah membeli sebagian saham anak perusahaan yaitu PT WIN Offshore. Kerja sama ini menandai hubungan jangka panjang yang memadukan kekuatan Perseroan di pasar domestik dan POSH yang memiliki kekuatan dalam kapal-kapal lepas pantai.

• Sepanjang tahun 2012 Perseroan membangun tim manajemen senior untuk memperkuat kemampuan dalam mengoperasikan dan merawat kapal-kapal lepas pantai yang lebih tinggi nilainya, khususnya kapal dengan kemampuan Dynamic Positioning System (DP), yang membutuhkan sertifikasi dan latihan khusus. • Untuk memperoleh gambaran yang lebih baik atas

landasan mata uang transaksi keuangan Perseroan, sejak tahun 2012 Perseroan telah menggunakan mata uang USD dalam laporan keuangan Perseroan yang sesuai dengan PSAK no. 10.

• In September 2012, WINS signed a USD10million Convertible Loan provided by the International Finance Corporation, with an exercise price of Rp500. This and the non-preemptive shares provide standby capital to increase our financial capability to take on more contracts in anticipation of strong growth in Indonesian flagged offshore vessels in 2013 with the stricter implementation of the cabotage law.

• We formalized our strategic alliance with the PACC Offshore Services Holdings Group (POSH) with their purchase of a stake in our subsidiary company, PT WIN Offshore. This marks the start of a strong partnership as our local strength and marketing ability is complemented by the strength of the POSH offshore fleet.

• During the year we also built up our vessel teams through the hire of senior management to strengthen our capacity to operate and maintain the higher value vessels, in particular vessels with Dynamic Positioning System (DP) capability, which require specialist certification and training.

• To better reflect the underlying transactional currency of the Company’s business, we have adopted the US Dollar as our reporting currency with effect from 2012 in line with the new accounting standard of PSAK no. 10.

Endo Rasdja

(24)

• Inisiatif-inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perseroan: o Acara tahunan kami yaitu “Wintermar JFS 5K

Family Fun Run” yang diadakan pada tanggal 29 April 2012 merupakan suatu keberhasilan besar bagi kami dimana lebih dari 1.000 pelari yang mendaftar. Saya menyampaikan terima kasih kepada staf, mitra bisnis, pemasok dan masyarakat umum yang telah memberikan dukungannya dimana dana yang terkumpul didonasikan untuk Mary’s Cancer Kiddies.

o “sahabatWINS” berperan dalam menciptakan “WINS Community of Integrity” dalam budaya Perseroan yaitu “Integritas” melalui keluarga besar WINS dengan program-program:

• Bea Siswa penuh sekolah pelaut untuk anggota keluarga karyawan darat maupun awak kapal • “Career Talks” untuk siswa-siswa sekolah

menengah

• Dana Bantuan untuk membiayai pelajaran dalam kegiatan-kegiatan di luar sekolah untuk anak-anak karyawan yang berpenghasilan relatif rendah

Kinerja Keuangan

Karena bertambahnya kapal-kapal bernilai tinggi dalam armada Perseroan, kami menikmati tumbuhnya pendapatan dan marjin pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ini menjadi kunci yang mendorong tumbuhnya laba bersih sebesar 23% yaitu USD 20,2 juta. Sedangkan EBITDA tumbuh signifikan yaitu 27% dan melampaui jumlah USD 40 juta dimana Earnings Per Share sebesar USD 57 sen atau ekuivalen Rp 53. Melalui ekspansi marjin usaha kami telah berhasil meningkatkan laba kotor sebesar 10% dari Divisi Kapal Sewa yaitu sejumlah USD 2,6 juta meskipun terjadi penurunan dalam pendapatan dari kapal sewa karena kami lebih fokus pada kapal milik. Bersamaan dengan peningkatan skala ekonomis, marjin laba operasi juga tumbuh menjadi 21,5% dimana sebelumnya adalah 18,5%.

Penambahan armada kapal dibiayai dari kombinasi pinjaman dan dana kas internal Perseroan, yang telah meningkatkan pengeluaran biaya bunga sebesar 41%. Meskipun demikian, perbandingan antara beban keuangan bersih dengan ekuitas Perseroan masih relatif rendah yaitu 45%.

• Corporate Social Responsibility (CSR) initiatives: o Our Annual Wintermar JFS 5K Family Fun Run

on 29 April 2012 was a huge success with over 1000 registered runners. We would like to thank our staff, clients, suppliers and the public for the support as we raised funds together for Mary’s Cancer Kiddies.

o sahabatWINS worked to create a “WINS Community of Integrity” modeled on our corporate culture of Integrity amongst the families of WINS Staff and Crew with the following programs: • Full Marine Cadet Scholarship for children of

our staff and crew

• Career Talks for High School Students

• Enrichment Funds to lower-income employees to help with costs of extracurricular lessons

Financial Performance

As the Company ramped up our new fleet of higher value vessels, we enjoyed revenue and margin growth in 2012 as compared with the previous financial year. This was the key driver behind the net profit growth of 23% to USD 20.2 million. EBITDA for the year jumped 27% and breached the USD 40 million mark while earnings per share for the year was 0.57 US cents, equivalent to Rp 53.

Through margin expansion, we were able to grow our gross profit from the Chartering Division by 10% to USD 2.6 million year-on-year despite a decline in overall chartering revenues as we prioritized our own fleet over third party fleets. As we reaped some benefits of increased economies of scale, operating margins also rose from 18.5% to 21.5% from the previous year.

The fleet expansion was funded by a combination of debt and internally generated cash, leading to a rise in interest expenses of 41%. However, net debt over equity was still relatively low at 45%.

(25)

Tinjauan Ke Depan

Tahun 2013 adalah batasan bagi industri penunjang kapal lepas pantai Indonesia, dimana pada bulan Desember 2012 merupakan batas akhir diizinkannya kapal asing untuk jenis Anchor Handling Towage and Supply (AHTS) di atas 5.000 BHP, Platform Supply Vessels, DP Vessels dan Diving Support Vessels. Perpaduan antara implementasi azas cabotage yang semakin ketat dan meningkatnya aktivitas pengeboran lepas pantai memberikan dorongan besar bagi kapal-kapal lepas pantai berbendera Indonesia. Terdapat beberapa proyek laut dalam di Indonesia yang dimulai pada akhir 2013 nanti dan kami secara aktif akan mengikuti tender untuk proyek-proyek tersebut. Kami sangat bersemangat dalam melihat prospek Perseroan ke depan sebagai pemimpin dalam penyediaan kapal lepas pantai bagi industri migas Indonesia.

Ke depan kami merencanakan untuk membentuk lebih banyak kerja sama dengan para mitra bisnis untuk mengembangkan kemampuan kami dalam kapal-kapal lepas pantai yang lebih besar. Tantangan kami adalah membangun sumber daya manusia untuk mengoperasikan kapal-kapal yang lebih canggih dalam waktu pendek dan juga akan menanamkan investasi lebih banyak pelatihan bagi awak kapal maupun karyawan darat yang mengelola kapal-kapal tersebut.

Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas anugerah-Nya dan kami akan terus memperjuangkan nilai utama Perseroan yaitu Integritas dalam tiap aktivitas usaha dan masing-masing personil dalam menjaga keagungan Tuhan.

Outlook

2013 marks a watershed in the Indonesian offshore support vessels industry, with the passage of the December 2012 deadline for cabotage compliance for Anchor Handling Towage and Supply (AHTS) Vessels above 5000BHP, Platform Supply Vessels, DP Vessels and Diving Support Vessels. The convergence of tighter cabotage implementation and a higher level of offshore drilling activity provide a very strong growth impetus for Indonesian flagged Offshore Support Vessels(OSVs). There are several large deepwater projects starting up in Indonesia in late 2013 and we will be actively tendering for contracts. We are very excited about our prospects as a leading provider of offshore support services for Indonesian oil and gas industry.

Looking ahead we will be aiming to form more strategic partnerships to develop our capability in the larger size OSVs. The challenge for us in the year ahead is to build up our human capital to operate these highly sophisticated vessels in the short period required, and to this end we will be looking to invest more into training of crew and onshore vessel teams.

We give thanks to God for the blessings of the past year and continue to strive to uphold our core value of Integrity in all our business and personal dealings to the glory of God.

Sugiman Layanto Direktur Utama

Managing Director

Atas nama Direksi

On behalf of the Board of Directors PT Wintermar Offshore Marine Tbk

(26)

Laporan

Manajemen

(27)

dapat diatribusikan kepada pemilik entitas

induk naik 23% menjadi USD 20,2 juta

dibandingkan tahun 2011.

In 2012 net income attributable to owner of the

parent entity increased by 23% to USD 20.2 million

compared to 2011.

(28)

Selama tahun 2012, Perseroan membeli 3 unit kapal

serta menjual 6 unit kapal yang lebih tua sehingga

pada akhir tahun 2012 jumlah kapal dimiliki menjadi

64 kapal dari 67 kapal pada akhir 2011.

During 2012 the Company acquired 3 vessels and sold

6 older vessels, bringing the total fleet size to 64 by the

end of 2012 from 67 vessels at the end of 2011.

Kapal Milik Owned Vessel Kapal Disewa Chartered Vessel Lainnya Others

Ribuan USD 2012 2011 2012 2011 2012 2011 USD Thousand

Pendapatan 65,288 54,361 45,701 52,303 13,132 9,258 Revenue

Beban Langsung Direct Expenses

Penyusutan 13,533 10,319 - - - - Depreciation

Crew 10,399 8,296 - - - - Crew

Operasi Kapal 4,779 4,040 - - - - Fleet Operation

Pemeliharaan Kapal-Kapal 3,148 3,189 - - - - Fleet Maintenance

Bahan Bakar &

Pelumas-pelumas 3,429 3,298 - - - - Fuel Bunker and Lubricant Oil

Sewa - - 43,061 49,901 - - Charter

Lain-Lain - - - - 10,711 8,081 Others

Jumlah 35,288 29,143 43,061 49,901 10,711 8,081 Total

Laba Bruto 30,000 25,218 2,640 2,402 2,421 1,177 Gross Profit

(29)

KINERJA KEUANGAN Pendapatan

Pendapatan Perseroan dibagi atas tiga segmen yang terdiri dari pendapatan kapal milik, pendapatan kapal disewa dan ship management dan jasa-jasa lainnya. Pendapatan dari kapal milik meningkat sebesar 20% yaitu USD 65,3 juta karena tambahan 13 kapal bernilai lebih tinggi pada tahun 2011 dan tambahan 3 kapal (1 mid-tier dan 2 unit high-tier) pada tahun 2012. Selama tahun 2012 kapal bernilai lebih tinggi (yaitu kapal mid dan high tier) menyumbang 77% dari pendapatan Divisi Kapal Milik, dan pada akhir tahun 2012 merupakan 50% dari armada. Meskipun terjadi penurunan 12,6% pada pendapatan segmen chartering, namun bisnis ini menghasilkan laba kotor sebesar USD 2,6 juta atau naik 10% dibandingkan tahun sebelumnya. Segmen pendapatan lainnya juga mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 42% dibandingkan tahun lalu menjadi USD 13,1 juta karena adanya beberapa kontrak yang sangat menguntungkan pada tahun 2012. Tingkat utilisasi kapal untuk jenis mid dan high-tier masing-masing 83% dan 76%, sedangkan untuk kelompok low-tier sebesar 68%. Jumlah kapal yang dioperasikan Perseroan selama tahun 2012 terdiri dari 70 kapal milik dan 39 kapal disewa. Sedangkan pada tahun 2011, pendapatan Perseroan diperoleh dari 72 kapal milik dan 42 kapal yang disewa.

Selama tahun 2012, Perseroan membeli 3 unit kapal serta menjual 6 unit kapal yang lebih tua sehingga pada akhir tahun 2012 jumlah kapal dimiliki menjadi 64 kapal dari 67 kapal pada akhir 2011.

Beban Langsung

Beban langsung Perseroan dipengaruhi oleh jumlah kapal dan jenis kapal yang dioperasikan oleh Perseroan. Beban penyusutan kapal dan beban crew mendorong meningkatnya beban langsung selama tahun 2012. Meskipun jumlah kapal yang dimiliki menurun, harga beli kapal-kapal baru yang lebih tinggi dan kebutuhan kompetensi crew yang lebih andal menjadi pemicu dari kenaikan beban penyusutan dan beban crew. Sebagai perbandingan, komposisi kelompok kapal mid dan high tier ini mewakili 50% dari jumlah armada pada akhir tahun 2012 sedangkan pada akhir tahun 2011 hanya 43%.

FINANCIAL PERFORMANCE Revenue

The Company’s revenue is derived from three business segments: owned vessels, chartered vessels and ship management and other services.

Revenues from Owned Vessels rose by 20% to USD 65.3million, fuelled by fleet additions of 13 units of higher value vessels in 2011 and 3 additional vessels (2 high tier and 1 mid tier) in 2012. During 2012, higher value vessels (ie, mid and high tier) contributed 77% of Owned Vessels Revenue, and by the end of December 2012, made up 50% of fleet composition. Although chartering revenue fell by 12.6%, this business generated gross profit of USD 2.6 million, up 10% compared to previous year. Other revenues also recorded a significant increase of 42% compared to previous year to USD 13.1 million due to a number of one-off contracts in 2012. Utilization rates for mid and high tier vessels were 83% and 76% for FY2012 compared to 68% for low tier vessels. The total number of vessels operated by the Company during 2012 consisted of 70 units of owned vessels and 39 units of chartered vessels. In 2011, the Company’s revenue was derived from 72 units of owned vessels and 42 units of chartered vessels.

During 2012 the Company acquired 3 vessels and sold 6 older vessels, bringing the total fleet size to 64 by the end of 2012 from 67 vessels at the end of 2011.

Direct Expense

The Company’s direct expense is determined by vessel quantity and vessel type operated by the Company. Vessel depreciation expenses and crew expenses boosted direct expenses for the year 2012. Even though the fleet size was reduced, the higher purchase price of new vessels and was need for qualified and experienced crew resulted in the increase of depreciation expenses and crew expenses. Mid and high tier vessels now comprise 50% of fleet composition, an increase from 43% at the end of 2011.

(30)

Laba Bruto

Pada akhir tahun 2012, laba bruto meningkat menjadi USD 35,0 juta dari USD 28,8 juta pada tahun 2011. Kapal milik menyumbang 86% dari laba bruto, naik USD 4,7 juta atau 19% dibandingkan tahun 2011. Marjin bruto kapal milik terjaga stabil pada 45.9% dibandingkan 46,4% pada tahun 2011 dan tingkat utilisasi armada dipertahankan di 74%. Dengan semakin efisiennya operasi chartering, bisnis ini menghasilkan laba bruto USD 2,6 juta atau naik 10% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan pendapatan segmen lainnya yang signifikan menyebabkan laba bruto segmen ini naik 106% menjadi USD 2,4 juta.

(USD Ribuan) 2012 2011 Perubahan/Change (USD Thousand)

Pemasaran 351 302 49 16% Marketing

Umum dan Administrasi 8,077 7,066 1,011 14% General and Administrative

Jumlah 8,428 7,368 1,060 14% Total

Beban Usaha

Beban operasi meningkat 14% terutama dari gaji dan tunjangan karyawan yang lebih tinggi pada pos beban umum dan administrasi.

Beban gaji naik 13% dari USD 4,8 juta pada tahun 2011 menjadi USD 5,4 juta pada tahun 2012 karena pembentukan tim-tim kapal untuk menangani kapal-kapal yang bernilai lebih tinggi.

Laba Usaha

Dengan adanya perubahan skala keekonomian, maka laba usaha Perseroan pada tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar USD 5,6 juta atau naik 25% dari USD 22,8 juta pada tahun 2011 menjadi USD 28,4 juta pada tahun 2012.

Gross Profit

At the end of 2012, gross profit increased to USD 35.0 million from USD 28.8 million in 2011. Owned vessels contributed 86% of total gross profit, an increase of USD 4.7 million or 19% compared to 2011. Gross margin of owned vessels remained stable at 45.9% compared to 46.4% in 2011 with the overall fleet utilization rate maintained at 74%. As the chartering operation became more efficient, we generated a gross profit of USD 2.6 million, increasing by 10% compared to the previous year. The significant increase of other revenues from one-off contracts pushed the gross profit of this segment to increase 106% to USD 2.4 million.

Operating Expenses

Operating expenses rose by 14%, mostly from higher employee salary and allowances in general, as well as administrative expenses.

Salary expenses rose by 13% from USD 4.8 million in 2011 to USD 5.4 million in 2012 as we built up our vessel teams to prepare for the ship management of higher value vessels.

Income from Operation

As a result of increased economies of scale, the Company’s income from operation in 2012 increased USD 5.6 million or 25% from USD 22.8 million in 2011 to USD 28.4 million in 2012.

(31)

Lainnya

Laba Entitas Asosiasi

Laba Entitas Asosiasi hampir sama dengan tahun lalu sebesar USD 3,2 juta yang berasal dari PT Salam Pacific Offshore, Fast Offshore Supply Pte Ltd dan Satria Samudra Pte Ltd.

Beban Bunga dan Keuangan

Dengan adanya ekspansi armada, sebagaimana yang telah kami rencanakan, pinjaman juga bertambah, sehingga biaya bunga meningkat 45% menjadi USD 5,7 juta. Laba Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

Pada tahun 2012 laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 23% menjadi USD 20,2 juta dibandingkan tahun 2011. EBITDA tahun ini sejumlah USD 40,4 juta, dengan peningkatan 27% dibandingkan tahun 2011.

ASET DAN LIABILITAS

Total Aset tumbuh 27,8% menjadi USD 338,9 juta yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan nilai buku kapal yang meningkat menjadi USD 233 juta, sebelumnya USD 177 juta.

Aset lancar naik sebesar 32% dari USD 43,8 juta pada tahun 2011 menjadi USD 57,9 juta pada tahun 2012 terutama karena kenaikan kas dan setara kas yang diperoleh dari Convertible Loan.

Aset tidak lancar naik 27% dari USD 221,4 juta pada tahun 2011 menjadi USD 281,0 juta pada tahun 2012 terutama disebabkan oleh pembelian 3 unit kapal baru yang terdiri dari 2 unit kapal jenis 8000HP Anchor Handling Towage and Supply and 1 unit Anchor Handling Tug.

Others

Equity in Net Earning of Associated Companies

Equity in Net Earning of Associated Companies was almost the same as the previous year amounting to USD 3.2 million, originating from PT Salam Pacific Offshore, Fast Offshore Supply Pte Ltd and Satria Samudra Pte Ltd.

Interest and Financial Charges

As the fleet expanded, we took on more debt as planned, resulting in an increase in interest expenses of 45% to USD 5.7 million YOY.

Net Income Attributable to Owner of the Parent Entity

In 2012 net income attributable to owner of the parent entity increased by 23% to USD 20.2 million compared to 2011. The EBITDA for the FY2012 totalled USD 40.4 million, which was higher by 27% compared to FY2011.

ASSETS AND LIABILITIES

Total Assets grew by 27.8% to USD 338.9million mainly from the increase of the book value of our vessels to USD 233 million at the end of 2012 from USD 177 million the previous year.

Current assets increased 32% from USD 43.8 million in 2011 to USD 57.9 million in 2012, mainly derived from cash and cash equivalents received from the Convertible Loan proceeds.

Non current assets increased 27% from USD 221.4 million in 2011 to USD 281.0 million in 2012 mainly due to purchase of 3 new vessels, consisting of 2 units of 8000HP Anchor Handling Towage and Supply Vessels and 1 unit of Anchor Handling Tug.

(32)

Liabilitas jangka pendek naik 13% dari USD 41,2 juta pada tahun 2011 menjadi USD 46,5 juta pada tahun 2011 karena kenaikan porsi lancar pinjaman jangka panjang dan liabilitas keuangan lancar lainnya.

Liabilitas jangka panjang meningkat 32% dari USD 80,8 juta pada tahun 2011 menjadi USD 114,9 juta pada tahun 2012 sebagian besar karena adanya penerimaan pinjaman jangka panjang untuk pembelian kapal baru sebesar USD 43,5 juta.

Total pinjaman di akhir tahun 2012 sejumlah USD 97,8 juta, menjadi penyebab kenaikan total liabilitas dari USD 122 juta pada tahun 2011 menjadi USD 161 juta pada akhir 2012.

Nilai ekuitas juga meningkat sebesar 23,9% sejumlah USD 177,4 juta, dimana perbandingan hutang bersih dibandingkan dengan ekuitas sebesar 45,3%.

ARUS KAS

Arus kas bersih dari aktivitas operasi meningkat 42% dari USD 20,2 juta menjadi USD 28,8 juta pada tahun 2012. Kenaikan ini sebagian besar disumbangkan oleh meningkatnya penerimaan dari pelanggan dari USD 112,1 juta menjadi USD 119,9 juta pada tahun 2012. Arus kas untuk investasi tetap dari USD 59,6 juta menjadi USD 41,4 juta pada tahun 2012, perolehan aset tetap kapal sebesar USD 43,1 juta merupakan komponen utama pengeluaran kas pada pos ini. Arus kas pendanaan masih positif USD 20,4 juta pada tahun 2012 yang sebagian besar berasal dari perolehan pinjaman sebesar USD 43,5 juta.

SOLVABILITAS DAN PERPUTARAN PIUTANG USAHA Kestabilan kemampuan Perseroan dalam melunasi liabilitas jangka pendek yang tercermin dari rasio lancar tetap membaik dari 1,06 kali pada tahun 2011 menjadi 1,24 kali pada tahun 2012.

Rasio lain seperti rasio solvabilitas aset dan solvabilitas ekuitas yang menunjukkan solvabilitas Perseroan yang berlanjut pada tahun 2012 dibandingkan dengan tahun sebelumnya seperti di bawah ini:

2012 2011 Perubahan/Change

Rasio solvabilitas aset 2.10 2.17 (0.07) (3) Asset solvency ratio

Rasio solvabilitas ekuitas 1.10 1.17 (0.07) (6) Equity solvency ratio

Rasio perputaran piutang meningkat dari 89 hari pada tahun 2011 menjadi 98 hari pada tahun 2012 yang disebabkan oleh beda waktu antara pengakuan piutang usaha dan penerbitan invoice.

Short term liabilities increased 13% from USD 41.2 million in 2011 to USD 46.5 million in 2012 due to an increase of the current portion of long term loans and other short term financial liabilities.

Long term liabilities increased 32% from USD 80.8 million in 2011 to USD 114.9 million in 2012 due to the addition of new long term loans for acquisition of new vessels amounting to USD 43.5 million.

Financial debt at the end of December 2012 totalled USD 97.8 million and was the main contributor to the increase of liability from USD 122 million in 2011 to USD 161 million at the end of 2012.

Total equity also increased 23.9% at the end of 2012 to USD 177.4 million, with net debt to equity at 45.3%.

CASHFLOW

Net cashflow provided by operating activities increased 42% from USD 20.2 million to USD 28.8 million in 2012. Most of the increase came from higher amount of cash received from customers, which rose from USD 112.1 million to USD 119.9 million in 2012. Cash flow used in investing activities amounted to USD 41.4 million in 2012 compared to USD 59.6 million in 2011. The acquisition of vessels amounting to USD 43.1 million being the main component of the use of cash. Cash flow from financing activities was still positive at USD 20.4 million in 2012, mainly because of loan proceeds amounting to USD 43.5 million.

SOLVENCY AND ACCOUNTS RECEIVABLE TURNOVER

The enhanced capacity of the Company to cover the short term liabilities is reflected by the improvement in the current ratio from 1.06 times in 2011 to 1.24 in 2012.

Other ratios such as the asset solvency ratio and equity solvency ratio also indicate continued solvency in 2012 compared to the previous year as shown below:

Accounts receivable turnover increased slightly from 89 days in 2011 to 98 days in 2012 because a timing difference between the account receivables recording and invoice issuance.

(33)

STRUKTUR PERMODALAN

Tujuan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga dapat tetap memberikan imbal hasil bagi pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya dan untuk mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif. Dalam rangka mengelola struktur modal, Perseroan mungkin menyesuaikan jumlah dividen, menerbitkan saham baru atau menambah/mengurangi jumlah utang. Perseroan mengelola risiko ini dengan memonitor rasio gearing dihitung dengan membagi jumlah pinjaman bersih dibagi total ekuitas.

Strategi Perseroan selama tahun 2012 dan 2011 adalah mempertahankan rasio gearing kurang dari 100%. Perseroan telah mempertahankan rasio gearing masing-masing 57% pada tahun 2012 dan 2011.

KEBIJAKAN DIVIDEN

Kebijakan dividen Perseroan membagikan dividen sampai dengan 20% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Ini dengan mempertimbangkan aliran kas dan rencana investasi Perseroan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan tanpa mengurangi hak dari RUPS untuk menentukan hal lain sesuai ketentuan Anggaran Dasar Perseroan. Pada tahun 2012, Perseroan membagikan dividen Rp 5 per saham atau ekuivalen USD 1,874,451 dari laba tahun 2011.

PENGGUNAAN DANA HASIL PENAWARAN UMUM PERDANA

Berikut penggunaan dana hasil penawaran umum sesuai dengan laporan terakhir Perseroan kepada Bapepam-LK per 31 Desember 2012:

Rencana/Plan (Rp miliar/ Rp billion)

Realisasi/Realisation Saldo/Balance

(Rp miliar/

Rp billion) (Rp miliar/

Rp billion) %

Pembelian kapal 235 238 101 - Vessel acquisition

Pembayaran pokok pinjaman bank 54 55 102 - Payment of principal of bank

loan

Modal kerja 36 36 100 - Working capital

Biaya-biaya penawaran umum 14 14 102 - Public offering expenses

Jumlah 339 342 101 - Total

Terdapat sedikit perbedaan dari rencana dan realisasi karena adanya perbedaan kurs pada saat penyusunan rencana dan pelunasan dan juga karena selisih estimasi.

CAPITAL STRUCTURE

The objectives of managing the capital structure are to maintain the Company as a going concern in order to provide shareholders’ return and benefits for other stakeholders and to maintain an optimal capital structure to minimize the effective cost of capital. In order to maintain the capital structure, the Company may adjust the amount of dividends, issue new shares or increase/ decrease debt levels. The Company manages the risk by monitoring gearing ratio, calculated by dividing net debt the total equity.

The Company’s strategy during 2012 and 2011 was to maintain the gearing ratio at or below 100%. In both 2011 and 2012, the gearing ratio was maintained at 57%.

DIVIDEND POLICY

The Company’s dividend policy is to distribute up to 20% of net income attributable to owner of parent entity as dividends. This will take into consideration the Company’s cash flow and investment plans, as well as the applicable statutory regulations, without reducing the right of the General Meeting of Shareholders (GMS) to determine otherwise in accordance with the Articles of Association of the Company. In 2012, the Company distributed dividends per share of Rp 5, which came up to a total sum of USD 1,874,451 from the incomes of 2011.

USAGE OF INITIAL PUBLIC OFFERING PROCEEDS

Below is the usage of initial public offering proceeds according to the Company’s report to Bapepam-LK as of 31 December 2012:

There is a slight difference between the plan and realisation due to the foreign exchange rate difference at the time of plan preparation and settlement, as well as differences in estimation.

(34)

Pada tahun 2011, ekspansi armada Perseroan berupa pembelian 1 unit kapal AHTS-DP2 (Anchor Handling Tug and Supply – Dynamic Positioning System 2), dan perolehan kapal jenis lain terdiri dari 1 AHTS (Anchor Handling Tug and Supply), 1 unit AHT (Anchor Handling Tug), 4 unit ASD Tug, 3 unit fast utility vessel, 2 unit utility vessel dan 1 unit Heavy Load Ballastable Barge.

EKSPANSI TAHUN 2012

Selama tahun 2012, untuk mendukung ekspansi, Perseroan telah menyelesaikan transaksi pembelian kapal sebagai berikut:

Kapal AHTS 8000 bhp DP2 2 Units AHTS 8000 bhp DP2 vessels

Kapal AHT 1 Unit AHT vessels

TRANSAKSI AFILIASI DAN BENTURAN KEPENTINGAN Sebagaimana umumnya perusahaan pelayaran, Perseroan menyewakan kapal dan melakukan transaksi lainnya dengan entitas anak dan entitas afiliasi yang mendukung kegiatan usaha utama Perseroan.

Berdasarkan pendapat manajemen Perseroan, selama tahun 2012 tidak ada transaksi afiliasi yang mengandung benturan kepentingan.

PERUBAHAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN

Peraturan Pasar Modal

Penyampaian Laporan Tahunan

Pada tanggal 1 Agustus 2012, Bapepam dan LK menerbitkan Peraturan Nomor X.K.6 tentang Penyampaian Laporan Tahunan Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi dalam laporan tahunan Emiten dan Perusahaan Publik sebagai sumber informasi penting bagi pemegang saham dan masyarakat dalam membuat keputusan investasi. Pedoman Penyajian Laporan Keuangan

Pada tanggal 25 Juni 2012, Bapepam dan LK menerbitkan Peraturan Nomor VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik yang merupakan penyempurnaan dari peraturan sebelumnya dalam rangka perubahan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) sehubungan dengan adanya program konvergensi International Financial Reporting Standard (IFRS).

In 2011 the company acquired 13 vessels comprising 1 AHTS-DP2 (Anchor Handling Tug and Supply – Dynamic Positioning System 2), 1 AHTS (Anchor Handling Tug and Supply), 1 AHT (Anchor Handling Tug), 4 ASD Tug, 3 fast utility vessels, 2 of utility vessels and 1 Heavy Load Ballastable Barge.

EXPANSION IN 2012

During 2012, the Company has completed the purchase of 3 units of vessels as follows to support fleet expansion:

AFFILIATED TRANSACTION AND CONFLICT OF INTEREST

The Company, as part of its normal course of business of shipping, carries out vessel charters and other transactions with subsidiaries and affiliated companies that support its main business activities.

According to the Company’s management, during 2012 there were no affiliated transactions involving a conflict of interest.

CHANGES IN REGULATIONS

Capital Market Regulation

Submission of Annual Report

On August 1, 2012, the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency issued Regulation Number X.K.6 concerning the Submission of Annual Report for Issuer or Public Company, updating the previous regulation by improving the quality of information disclosure on the Issuer’s or Public Company’s annual report as a source of important information for shareholders and the public in making investment decisions.

Financial Statements Presentation Guidance

On June 25, 2012, the Capital Market and Financial Institution Supervisory Agency issued Regulation Number VIII.G.7 concerning Financial Statements Presentation Guidance, improving the previous regulation in order to accommodate changes in the Statement of Financial Accounting Standard (SFAS) in relation to the International Financial Reporting Standard (IFRS) convergence program.

(35)

PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI, ALASAN DAN DAMPAKNYA

Pada tahun 2012, sesuai dengan program konvergensi IFRS, beberapa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mulai berlaku efektif (lihat catatan 2.a atas laporan keuangan konsolidasian) dan berikut ini adalah dampak atas perubahan PSAK tersebut yang relevan dan yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian: PSAK No. 10 (Revisi 2010): ”Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”

Standar revisi ini mengatur pengukuran dan penyajian mata uang suatu entitas dimana pengukuran mata uang harus menggunakan mata uang fungsional sementara penyajian mata uang dapat menggunakan mata uang selain mata uang fungsional.

Penerapan standar tersebut berdampak terhadap perubahan mata uang penyajian laporan keuangan dari Rupiah menjadi US Dollar.

PSAK No. 24 (Revisi 2010), “Imbalan Kerja”

Beberapa revisi penting pada standar ini yang relevan adalah sebagai berikut:

Pengakuan Keuntungan/(Kerugian) Aktuarial

a. Standar yang direvisi ini memperkenalkan alternatif metode baru untuk mengakui seluruh keuntungan/ (kerugian) aktuarial melalui pendapatan komprehensif lainnya.

b. Pengungkapan

Standar yang direvisi ini mengemukakan beberapa persyaratan pengungkapan, antara lain:

- Jumlah atas nilai kini liabilitas imbalan pasti untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya; dan

- Jumlah penyesuaian pengalaman yang muncul atas liabilitas program dan aset program untuk periode tahun berjalan dan empat periode tahunan sebelumnya.

PSAK No. 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” PSAK No. 60 memperkenalkan tiga tingkat hirarki pengungkapan nilai wajar dan mengharuskan entitas untuk menyediakan pengungkapan tambahan mengenai keandalan pengukuran nilai wajar. Sebagai tambahan, standar ini menjelaskan keharusan atas pengungkapan risiko likuiditas.

Penerapan standar tersebut berdampak terhadap pengungkapan mengenai manajemen risiko keuangan.

CHANGES IN ACCOUNTING POLICY, REASON AND IMPACT

In 2012, in line with the IFRS convergence program, certain Statements of Financial Accounting Standard (SFAS) became effective (see note 2.a to consolidated financial statements). The relevant and significant impacts of these amendments to consolidated financial statements are as follows:

SFAS No. 10 (Revised 2010): “The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates”

This revised standard specifies the measurement and presentation of the currency of an entity where the measurement of currency is in the functional currency while the presentation of currency may be in a currency other than the functional currency.

As a result of the adoption of this standard, the presentation currency of financial statements has been changed from Rupiah to US Dollars.

SFAS No. 24 (Revised 2010),”Employee Benefits”

Several notable revisions are as follows: Recognition of Actuarial Gains/(Losses)

a. The revised standard introduces a new alternative method to recognise actuarial gains/ (losses) in full as part of other comprehensive income.

b. Disclosures

The revised standard introduces a number of disclosure requirements, including the disclosure of: - The present value of the defined benefit obligation

for the current annual period and the previous four annual periods; and

- The amounts of the experience adjustments arising on the plan liabilities and plan assets for the current annual period and the previous four annual periods.

SFAS No. 60 “Financial Instrument: Disclosures”

SFAS No. 60 introduces three hierarchy levels for value measurement disclosures and requires entities to provide additional disclosures about the relative reliability of fair value measurements. In addition, the standards clarify the requirement for the disclosure of liquidity risk.

The effect of the adoption of this standard is shown in the disclosure on financial risk management.

Gambar

Tabel berikut memperlihatkan liabilitas keuangan yang diukur      pada biaya perolehan diamortisasi berdasarkan sisa umur jatuh  temponya:
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar
Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar

Referensi

Dokumen terkait

Keseluruhan pendapatan dalam bentuk gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013

1) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan Penetapan Kinerja (PK) Kabupaten Karimun Tahun 2014. Indikator output

Dalam penelitian ini dilakukan observasi dan pengumpulan data dari ibu rumah tangga serta remaja pengguna internet di Desa Jrebeng melalui penyebaran kuisioner untuk

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Analisis Struktur Modal Optimal Perusahaan dalam Industri Semen yang Terdaftar pada BEI Periode 2008-2012

INVESTING FOR A CHANGE INVESTASI UNTUK SEBUAH PERUBAHAN ANNUAL REPORT LAPORAN TAHUNAN 2016 PT Sat Nusapersada Tbk • Annual Report 2016 1 2 PT Sat Nusapersada Tbk • Laporan Tahunan

2019 LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT ENABLING REFINERY DEVELOPMENT PROJECTS SUSTAINING REFINERY BUSINESS 2019 LAPORAN TAHUNAN ANNUAL REPORT ENABLING REFINERY DEVELOPMENT PROJECTS

Dari latar belakang di atas, maka permasalahan yang timbul adalah seberapa besar tingkat ketelitian dan kecepatan akses internet untuk mencapai nilai fix

tetapi siswa pada umumnya. Mereka juga kadang- kadang tampak didorong untuk mencari pola-pola dalam rangka untuk memahami prinsip-prinsip matematika. Mereka juga mahir di