DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDANESIA RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT PANSUS RANCANGAN UNDANG UNDANG TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH

Teks penuh

(1)

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDANESIA

RISALAH RAPAT DENGAR PENDAPAT PANSUS RANCANGAN UNDANG UNDANG

TENTANG

PENGELOLAAN SAMPAH Tahun Sidang : 2006-2007

Masa Persidangan : IV Jenis Rapat : RDP Sifat Rapat : Terbuka

Hari/Tanggal : Kamis, 7 Juni 2007 Waktu : 13.00 - 16.00 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi VII, Gedung Nusantara 1 DPR-RI Jl. Gatot Subroto Jakarta

Ketua Rapat : Ir. Hendarso Hadiparmono, MBA Sekretaris : Dra. Dewi Barliana, M. Psi

Acara : Masukan RUU tentang Pengelolaan Sampah dari : 1. GUBERNUR DKI JAKARTA,

2. WALIKOTA BANDUNG 3. WALIKOTA BANDA ACEH Anggota Nadir : dari 50 Anggota Pansus Pimpinan :

1. Ir. Hendarso Hadiparmono ( Ketua/ F. PDIP ) 2. Syamsul Bachri, MSc ( Wakil Ketua / F. PKB ) 3. Hj. Szaidah Sakwan, MA ( Wakil ketua / F. PKB ) 4. Ir. Wahyudin Munavvir ( Wakil Ketua / F.PKS ) F. PARTAI GOLKAR

1. Drs. Mahadi Sinambela, M.Si

ARSIP

DAN

(2)

2. H.Saleh Djasit, SH 3. Ir. Azhar Romli, Msi 4. Dra. Watty Amir, SH 5. Ir. H. Soeharsojo

6. Hj. Hayani Isman Soetoyo 7. H. M. Malkan Amin

8. Prof. Drs. H. Rustam E Tamburaka, MA F. PDI PERJUANGAN

1. Ismayatun

2. Willem M Tutuarima, SH 3. Nazarudin Kiemas 4. Jaka Aryadipa Singgih 5. Anwar Fatta

6. Endang Karman 7. Ida bagus Nugroho 8. Tumbu Saraswati F. PARTAI DEMOKRAT

1. Drs. H. Sutan Bhatoegana, MM 2. Ir. Denny Sultani Hasan, PHd 3. Ir. H. Asfihani

4. Teuku Riefky Harsya F. PPP

1. KH. Ismail Muzaki 2. H. Choirul Anwar Lubis F. PAN

1. Ir. Ichwan Ishak, Msi 2. Ir. Tjatur Saptoedy, Msi 3. Ir. Afni Achmad

4. Darmayanto F. PKB

1. dr. Umar Wahid Hasjim, Sp. P 2. Muhammad Zubair

3. Drs. Muchotob Hamzah F. PKS

1. Drs. M. Idris Luthfi, M.Sc. 2. Kh. Ir. ABDUL Hakim MM F. BPD

1. Rapiuddin Hamarung

ARSIP

DAN

(3)

F. BINTANG REFORMASI

1. dr. Hj. Kasmawati Tahir Z Basalamah F. PDS

1. Drs. Hasurungan Simamora UNDANGAN :

1. Awan Gumelar - Dirut PD kebersihan

2. Sugiarto - ITB

3. Ari Darmawan - Pasek ITB

4. Hj. Illiza Sa’aduddin Djamal SE - Walikota Banda Aceh

5. Tiara Sutari AR SSRP - ASC Wakil walikota Banda Aceh 6. Muslim Hasjim - DKP Kota Banda Aceh

7. Dariang Kafrawi - kabag Kesbang DKI 8. Eko Bharuna - kadis Kebersihan DKI 9. Iwan Henry - Dinas Kebersihan 10. Djoko Suratno - Dinas Kebersihan 11. Wahyu P - Dinas Kebersihan 12. Belndrad Kant - Dinas

13. Tauchid - Ro ASP Pemrpv DKI 14. Hasjim Duski - kabid SPLH

15. Rusman Sagala - BPLHD DKI 16. Sutiyoso - Gub DKI 17. Ritola Tamasya - Sekda DKI

ARSIP

DAN

(4)

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Salam sejahtera untuk kita semua, selamat siang.

Yang saya hormati rekan-rekan Anggota Pansus Pengelolaan Sampah.

Bapak Gubernur DKI Bapak Sutiyoso, Walikota Bandung yang diwakilkan pada Bapak Awan Gumelar dari perusahaan daerah kebersihan, dan Walikota Banda Aceh yang diwakilkan kepada Wakil Walikota Ibu Bilizaza Adudin Djamal, dan beserta seluruh jajaran yang mengikuti.

Pertama-tama atas nama Pansus Pengelolaan Sampah kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak dan Ibu sekalian memenuhi undangan kami berkaitan dengan diserahkannya Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sampah oleh Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Menteri Negara Lingkugan Hidup dan telah ditindakianjuti oleh DPR dengan membentuk Pansus ini Pak. Pansus ini beranggotakan 50 orang dari seluruh fraksi dan telah melakukan rapat-rapat kerja dan rapat dengar pendapat umum, jadi ini rapat dengar pendapat umum yang kedua yang kami lakukan. Selain itu kami juga akan mengadakan kunjungan teknis ke lapangan, jadi ada yang memang kita undang kemari ada yang kita tinjau. Yang kita timbang-timbang untuk kita undang kemari adalah dari Banda Aceh, Jakarta, dan Bandung karena punya kekhasan kira-kira begitu pertimbangannya.

Bapak-bapak dan Ibu Anggota Pansus.

Pertama-tama ingin saya sampaikan bahwa berhubung kesibukan jadual Pak Gubernur DKI, Pak Gubernur mengusulkan agar diberi waktu duluan sehingga Beliau bisa presentasi duluan. Tapi saya juga minta kepada Pak Gubernur untuk ada pertanyaan dulu kepada Pak Gubernur sebelum Pak Gubernur meninggalkan tempat ini, baru setelah itu nanti dari Banda Aceh dan Bandung. Apakah bisa disetujui Pak ?

(RAPAT : SETUJU) (Rapat dibuka pukul : 13.30 WIB) Untuk menyingkat waktu, Pak Gubernur kami persilakan. PEMERINTAH : GUBERNUR DKI JAKARTA

Bismilaahirrohmaanirrohiim.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Pak Hendarso Hadi Pramono selaku Ketua Pansus RUU Pengelolaan Sampah.

Bapak\Ibu sekalian Anggota Dewan yang terhormat yang tergabung dalam Pansus RUU Pengelolaan Sampah yang saya hormati. Ibu Hj Isah yang mewakili Walikota Banda Aceh, Dirut PT Kebersihan dari Bandung, dan dari Tim DKI Jakarta.

Yang pertama saya ingin mengucapkan terima kasih karena Ketua telah memberikan waktu terlebih dulu dengan saya karena saya memang mohon maaf karena banyak sekali acara-acara jam 3 maupun jam 4 nanti yang harus saya pimpin sendiri.

ARSIP

DAN

(5)

Sampah Pak khusus di DKI Jakarta ini sejak saya jadi Gubernur saya amati terus. Produksi tahun 2002 misalnya kita survei kita gerak 6,2 (6.200) ton itu, dan pada tahun 2006 sudah menjadi 6.600 ton sehingga 4 tahun itu bertambah 400 ton. Dan saya meyakini bahwa sampah itu adalah momok di Indonesia ini untuk kota-kota di Indonesia, apalagi kota-kota besar. Oleh sebab itulah setiap kunjungan saya ke luar negeri saya selalu minta apabila waktu itu memungkinkan untuk meninjau pengolaham sampah di negeri itu terutama negara maju. Alhamdulillaah saya sudah melihat di Berlin, saya melihat di Vancouver di Kanada, saya sudah melihat di Shanghai, saya sudah melihat di Busan Korea, saya sudah melihat di Pyongyang, dan saya pernah melihat juga di Taipei.

Kesimpulan yang bisa saya sampaikan kepada RUU ini Pansus ini adalah bahwa diyakini negara-negara itu telah mengolah sampah secara baik, secara teknologi tinggi yang tidak merusak lingkungan. Dan sampah itu kalau di Indonesia ini jadi penyakit maka diolah dengan baik itu menjadi provit menjadi duit. Ini tentu saja mendorong saya yang kebetulan dapat kesempatan jadi gubernur untuk melakukan hal yang sama dengan mereka.

Apa yang kita lakukan selama jabatan saya ini ? Yang pertama saya pelajari dulu. Di Jakarta itu saya perhatikan Pak. Di Jakarta ini Pak, jadi TPA kita (Tempat Pembuangan Akhir) itu ada di Bantar Gebang. Bantar Gebang itu adalah tanah kita seluas 110 hektar kira-kira, dan teknologi yang kita gunakan namanya adalah sanitary landfill. Jadi sampah digelar di sebuah areal tanah yang luas, lalu prosesnya ada ditimbun tanah nanti lalu dipadatkan, dipasang pipa-pipa untuk membuang gasnya. Sangat rumit, biasanya sangat besar tetapi hasilnya tidak maksimal sehingga tetap saja merusak lingkungan walaupun skalanya tidak sebesar yang open dumping.

Bagaimana di kota-kota lain di Indonesia ? Saya yakinkan kepada Bapak dan Ibu sekalian adalah mereka menggunakan open dumping, jadi dionggokkan saja begitu sampah itu, dan itu berjalan puluhan tahun tidak pernah kita hentikan. Apa yang terjadi adalah perut bumi kita itu telah tercemar dengan hebat oleh lendir-lendir sampah itu tadi, dan yang akan merasakan akibatnya adalah sudah dipastikan anak cucu kita nanti, mereka akan tidak menemukan lagi air bawah tanah yang layak di konsumsi yang tidak berbahaya karena sudah tercemar dimana-mana.

Oleh sebab itu sungguh tepat apabila kemudian sekarang ini ada RUU Penanggulangan Sampah/Pengelolaan Sampah. Ini di mata saya tidak sederhana, makanya saya kesinipun semangat Pak untuk datang itu karena ini seolah ke depan harus kita hentikan segera.

Dengan begitu maka di dalam kunjungan saya di Vancouver misalnya, disana itu sampah yang akan jadi kompos itu di cumut untuk dilalap sama anu untuk membuktikan bahwa ini tidak ada bakterinya lagi. Tidak apa-apa anda coba saja, terus saya bilang tidak sebab saya sudah sarapan tadi di hotel sudah kenyang. Luar biasa itu pemandangan. Kata kunci yang saya dapat dari dia adalah di negara-negara maju seperti Kanada, Amerika, di supermarket itu ada tulisannya Pak 'sayur-mayur ini, buah-buahan ini menggunakan pupuk organik', itu harganya 20 persen lebih mahal dengan menggunakan pupuk yang biasa yang ginian. Artinya apa ? masyarakat negara maju pupuk pun sudah dipersoalkan, dia maunya adalah pupuk yang berasal dari sampah.

ARSIP

DAN

(6)

Masalah yang timbul di Kanada adalah sampahnya tidak cukup. Karena itulah lalu saya pamer saya saya raja sampah. Terjadilah sebuah kunjungan dari mereka, saya tunjukkan sampah saya 6000 ton satu hari. Dan rencana dari Kanada ini dia akan mengolah sampah dengan teknologi yang sama disini jadi kompos, lalu kompos itu hasilnya akan di ekspor ke Kanada, luar biasa Pak. Sementara yang non organik ini akan dilakukan daur ulang menjadi botol dan sebagainya, gayung yang sangat bermanfaat.

Jadi kesimpulannya bahwa ternyata sampah itu memang kalau diperlakukan sembarangan menjadi penyakit yang saya sebut tadi open dumping terutama. Tetapi kalau dikelola dengan baik menjadi profit menjadi duit.

Sampailah kepada perjanjian-perjanjian yang saya lakukan, ada 5 MoU yang saya tandatangani Pak, satu Kanada, satu Rusia, tiga dalam negeri, juga dalam negeri. Saya sudah mengkonsepkan sebenarnya untuk juga mengerjakan dengan tetangga-tetangga kita kita karena saya yakini Depok, Tangerang, Bogor, Bekasi juga masalahnya, cuma mereka belum teriak-teriak seperti Bandung saja, nunggu waktu saja begitu kalau sudah kewalahan.

Dari 5 ini maka PT Wira yang lebih duluan pioneer nya. PT Wira dalam negeri dia investasi 120 miliar Pak, dia perlu lahan. Dan sekali lagi Pak, teknologi itu sama dengan mereka hanya output nya masing-masing Pak. Kalau di Kanada yang saya lihat tadi dari kompos, tapi di tmpat lain ada yang listrik, ada yang gas, jadi produknya macam-macam sesuai dengan pasar yang minta. Tapi yang penting bagi kita kan asal sampah itu tidak bermasalah saja itu intinya.

Kemudian PT Wira ini karena dia perlu tanah yang lebih murah dari Jakarta maka bekerjasama dengan Pemerintah Bogor Pak. Ini cerita harus saya sampaikan di forum ini supaya apa akibatnya dari peristiwa itu. Lalu kapasitasnya ini adalah 500 ton pengolahan sampah yang akan jadi Ba/apress, untuk bisa bahan bakar itu pabrik, dan lalu limbah cari ini menjadi pupuk cair. Lalu yang non organik yang plastik-plastik itu disumbangkan ke kampung itu untuk di daur ulang seperti ini Pak lewat koperasi. Jadi itu konsepnya. Saya yakirikan kepada Bapak dan IBU sekalian, tidak mungkin saja kampung itu tidak tahu bahwa disitu akan ada pengolahan sampah.

Dari sentral pabrik dengan areal tanahnya yang kira-kira 25 hektar itu tadi kalau ditarik garis lurus yang paling dekat rumah yang paling dekat itu kira-kira 500 meter. Tetapi pada saat semua sudah memenuhi syarat, termasuk juga kerjasamanya dengan Bogor ini bahwa semuanya sudah diurus, termasuk penggunaannya lahan itu untuk apa dan sudah mulai mau beroperasi Pak. Meski ini fotocopi dari negara-negara maju itu tetapi kita harus melakukan uji coba untuk membuktikan apakah betul itu ramah lingkungan teknologi itu. Dan tidak ada penimbunan sampah disitu Pak, begitu malam berhenti tidak ada truk lagi yang masuk. Berbeda dengan TPA di Bantar Gebang kan memang dibuang kesitu.

Dan kita sekarang ini Pak, truk-truk di DKI inikan menggunakan kapsul Pak. Bapak dan Ibu sekalian jangan membayangkan truknya itu terus sampah terus dijaring, sudah lewat itu Pak kelasnya. Pakai kapsul tertutup rapat dikunci begini Pak, jadi tidak ada namanya kertas secuil terbang, juga tidak ada bau di jalan juga tidak ada Pak. Bahkan limbah cairan-cairan yang keluar

ARSIP

DAN

(7)

selama perjalanan itu ada tanki nya Pak ada saluran ada pipanya yang ini nanti kalau sampai di tempat lalu dituang menjadi pupuk cair itu tadi yang organik dari Ba/apress, kemudian yang organik ini disumbangkan masyarakat setempat lewat koperasi. Dan satpam, kemudian pegawai-pegawai semua saya minta agar diambil dari kampung-kampung itu.

Sejauh itu sebenarnya tidak ada masalah, tetapi begitu hari H kita mau uji coba mengirim truk disana untuk melakukan operasional pertama terjadi masalah yaitu truk kita dihalang-halangi oleh pohon, ini oleh masyarakat katanya. Kalau sudah masyarakat itukan paling manjur kalau darianya sudah masyarakat. Ini supaya kita ngerti persis sebenarnya apa kasus ini. Di halang-halangi dengan menebang pohon besar-besaer di pinggir-pinggir untuk menghalang-halangi truk kita. Lalu pabrik itu dijarahi dan dibakar. Yang kita sesalkan adalah itu LSM Lingkungan Hidup justru yang sebagai motornya.

Peristiwa ini menyebabkan sudah rusak semua ini, artinya kegagalan di Bojong itu Pak kegagalan di seluruh Indonesia. Padahal konsep saya Bapak saya akan mendirikan 4 instalasi, satu di Bogor itu tadi di Bojong Pak ya, Bogor membuang kesitu, Jakarta Timur membuang kesitu. Saya satu akan dirikan di Bekasi, Pemerintah Bekasi membuang kesitu, Jakarta Utara membuang kesitu. Satu di Depok, Depok membuang kesitu, Jakarta Selatan membuang kesitu. Dan satu di Tengerang, Jakarta Pusat dan Barat membuang kesitu, termasuk Tangerang membuang kesitu. Sehingga jabodetabek makanya saya mengangkat wacana megapolitan itu salah satu diantaranya masalah sampah ini. Jadi sampah Jakarta dan sekitarnya akan terolah dengan baik dengan teknologi tinggi yang tidak merusak Iingkungan.

Sekarang apa alasannya Pak, instalasi yang sudah jadi, investasi sebuah swasta dibakar seperti itu dan barangnya dijarahi. Sudah jelas Pak yang empat kabur semua termasuk yang Kanada. Padahal nilai ekonominya luar biasa Pak karena Kanada ini akan mengolah jadi kompos, habis itu komposnya di reekspor kesana, nilai ekonominya luar biasa, membuka peluang hidup investasi juga akan meningkat terus.

Peristiwa itulah menjadikan kita gagal total Pak. Jadi mohon ini mendapatkan perhatian dari bapak-bapak sekalian yang kebetulan menjadi Anggota Pansus RUU itu bahwa kelakukan kayak begitu jangan dibiarkan terus Pak. Tidak ada seorang pun jadi pesakitan Pak karena kita selalu membiarkan pelanggaran-pelanggaran yang seperti itu. Jarahin toko tidak ada orang jadi pesakitan, jarahin rumah-rumah prbadi begitu juga, meningkat sekarang. Instalasi sebuah investasi pun dibakar tidak ada orang. Saya teriak-teriak minta ditangkap sama polres orang itu untuk pembelajaran masyarakat karena saya tahu siapa yang menggerakkan, apa latar belakang politik dibelakangnya. Karena sudah ditangkap polres, begitu di demo lepas lagi. Kita tidak memperoleh pelajaran apa-apa Pak. Terus kita ingin investor datang, mimpi kita namanya Pak. Padahal Pak yang namanya mengolah sampah itu banyak sekali yang mau Pak dan kita tidak kehilangan apa-apa, tidak kehilangan duit kan, investasi kita hanya nyediakan tanah saja, tanah pun dia akan bell. Kalau di Jakarta kan tidak mungkin Pak karena kita sudah sempit, karena itu ini sekaligus menyelesaikan sampah bersama-sama dengan tetangga-tetangga, namanya daerah penyangga

ARSIP

DAN

(8)

jangan kena baunya saja tapi diapun menyelesaikan sampah yang berteknologi tinggi bersama-sama kita, karena tentu saja investor akan lebih percaya lebih mudah berhubungan dengan kita dibandingkan kota-kota kecil tadi, bukan merendahkan mereka tapi itu sebuah logika sederhana saja. Jadi maksudnya kitalah yang mencari investor, mereka menyediakan tanah, di tempat itu kita olah bersama-sama.

Saat ini karena peristiwa Bojong itu tadi lalu apa boleh buatlah sisa-sisa instalasi yang ada PT Wira saya panggil lagi 'sudahlah kamu tidak perlu patah semangat, marl kita coba lagi'. Sudah Pak tidak ada pilihan lain, akhirnya saya siapkan tanah Jakarta saja di Cilincing sana. Jadi produk di Cilincing itu adalah Balapress dengan kompos sekarang Pak. Dan disana juga ada pemulung Pak, pemulung ngambilin. Pemulung-pemulung di tempat begitu kan pakai masker, pakai sarung tangan, pakai sepatu bot, jadi tidak cekeran kayak yang ada di Bantar Gebang Pak. Dan ini memang disumbangkan sama pamulung, artinya pemulung-pemulung kita itu tidak lagi ada sesak napas dan lain penyakit itu Insya Allah tidak ada karena semuanya terawat dengan baik dan sehat.

Di Cilincing ini maksud saya mungkin Bapak dan Ibu sekalian perlu untuk meninjau kesana Pak supaya ini menjadi cikal bakal. Sekarang ini sudah berapa kabupaten yang mengambil kompos itu, 40 kabupaten cli Jawa sudah ngambil produk dari Cilincing itu Pak untuk pertanian komposnya. Sementara Balapress nya ini dibeli oleh Cilegon untuk pembakaran baja, untuk pembakaran semen juga. Jadi seperti itu Pak mestinya.

Saya memang bisa Pak di Jakarta juga. Dengan peristiwa itu lalu Bapak tahu sendiri di Bekasi itukan kita bermasalah terus Pak dengan Bekasi itu, padahal tanah-tanah kita. Bekasi buang situ tidak bayar, alat juga alat DKI semua, tapi Bapak ngerti sendirilah disana itu yang terus dikunci tiba-tiba. Aku minta sekolah bikin sekolah, aku dibikinkan jalan bikin jalan. Capek kita Pak, apa ada MoU seperti itu kan tidak ada. Tapi daripada berkelahi terus kan turutin saja mau bagaimana. Runnah sakit saya bikinkan. Sumur dalam, katanya sumurnya tercemar semua, kita semuanya yang bikin. Akhirnya saya sudahlah daripada berkelahi terus sama tetangga mending aku di tanahku sendiri saja bagaimanapu. Saya memang merencanakan 5 titik di Jakarta Pak, di Cilincing nanti utara sendiri, barat sendiri, pusat ikut dimana begitu karena pusat tidak mungkin mendirikan tempat.

Di Taipei yang saya lihat Pak Instalasi sampah di bawah, di atas restoran Pak. Itukan meledek sama kita itu, tidak masalah. Di Tokyo 24 Pak pengolahan sampah di tengah kota. Orang yang sudah berbudaya, orang maju sudah peduli lingkungan, tidak ada orang ribut Pak. Ini di Bojong disana dibakar dijarahin begiu kan. Itu investor itukan pada nyanyi semua Pak 'jangan investasi di Indonesia tidak ada perlindungan hukum disana'. Inilah kegagalan-kegagalan kita Pak.

800 investor saya jamu makan, sudah saya kehilangan duit, yang di datangkan sama kadin. Apa ada 1 dolar yang invest disini Pak ? bye-bye love saja Pak, setelah makan lihat Jaipongan pergi saja dia. 500 orang investor lagi databg ke DPD, Ban Yos suruh jamu welcome dinner lagi, habis bye-bye love lagi. Antara lain cerita yang kayak begini Pak.

ARSIP

DAN

(9)

Sekarang ada investor kuat dari Turki, karena kemarin saya ada summitdi Turki, dia akan datang ke Indonesia, saya yakini dia kaya sekali duitnya banyak. Itu Lisa dimakan habis Jakarta dan sekitarnya. Tetapi sekali lagi dalam konteks ini kita semua harus menjamin bahwa barang dia itu aman, peristiwa anu itu harus bisa kita netralisir, harus kita tunjukkan 'ini investor tidak apa-apa', memang pernah terjadi peristiwa di Bojong tapi sekarang kan tidak apa-apa. Itu menjadi bagian penting supaya orang menginvestasi lagi menjadi profit.

Kesimpulannya bapak-bapak sekalian bahwa saya sangat mendukung Pansus ini dan saya akan membantu apapun yang bisa saya lakukan. Dan yang saya sarankan adalah antara lain Bapak dan Ibu sekalian meninjau Cilincing yang saat sekarang sudah jadi, dia kapasitasnya 500 tapi akan ditingkatkan 3 kali jadi 1.500 sampah kita akan terolah disitu. Produknya nanti Bapak bisa melihat pemulung-pemulung yang pakai masker, pakai sarung tangan sehingga tidak ada lagi misalnya tertimbun tanah longsor mati di Lui Gajah, jadi peristiwa-peristiwa itu Insya Allah tidak terjadi di kita kalau dengan cara-cara seperti itu.

Yang saya yakinkan lagi kepada Bapak dan Ibu sekalian banyak sekali investor yang mau untuk mengolah sampah kita. Asal itu tadi jaminan keamanan saja investasinya. Produknya sesuai pasar nanti, ada yang ingin jadi listrik tentu harus dijual kepada PLN. Ada yang jadi kompos nanti kita jual kepada nantinya kabupaten juga sudah mau semua kan Pak, baru Jawa belum luar Jawa. Padahal luar Jawa pasti lebih besar karena lahannya lebih banyak yang akan menggunakan pupuk itu.

Lalu kemudian yang non organik ini Pak, itukan bisa disumbangkan masyarakat lewat koperasi. Mungkin kita sumbangkan juga kita bantu mesinnya untuk daur ulang Pak sehingga mereka tentu akan terbuka peluang kerja, pendapatan mereka juga bertambah akibat sampah itu. Namun sekali lagi semuanya perlu kerjasama yang baik termasuk masyarakat. Kita harus keras kepada pihak manapun termasuk LSM yang hanya kerjanya cuma begitu-begitu saja Pak, ini rusak negeri ini kalau yang kayak-kayak begitu kita biarkan terus.

Terima kasih Pak.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Wa'alaikumsalaam

Teirma kasih.

Saya kira kita dapat masukan yang berharga dari Pak Gubernur dan saya kira patut kita simaklah saran atau permintaan Pak Sutiyoso untuk kita meninjau Cilincing Pak ya. Kita tidak disarankan ninjau Vancouver, Shanghai. Bapak cerita Shanghai tidak disarankan, disarankan Cilincing, tapi apa boleh buatlah.

Baik rekan-rekan Anggota Pansus sekalian,

Seperti yang telah kita sepakati bersama kita akan ajukan pertanyaan untuk Pak Sutiyoso. Tapi mohon mengingat waktu jadi kalau bisa to the point- to the point saja dulu. Ada 6 orang,

ARSIP

DAN

(10)

mudah-mudahan dengan 6 ini cukup mewakili kita semua ya. Baik, saya persilakan pertama Pak Rifky.

ANGGOTA F.PD : TEUKU RIFKY HARSYA Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Pimpinan, Anggota Pansus, Pak Gubernur, dan Bapak/Ibu dari Kotamadya Banda Aceh dan Bandung.

Saya langsung to the point saja. Tadi Bapak bilang sempat ada 5 MoU dengan investor dari 5 negara asing. Pertanyaan saya waktu di MoU itu Pak apakah ada keterlibatan BUMD, apakah disini memang kita lebih baik di lepas semuanya ke pihak swasta entah itu asing apa lokal, atau kita lebih baik waktu itu pandangan Bapak ada baiknya untuk melibatkan BUMD.

Terima kasih Pimpinan.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih atas singkatnya pertanyaan.

Berikutnya kami persilakan itu Wati.

ANGGOTA : DR. KASMAWATI Z BASALAMAH Terima kasih.

Singkat saja saya mau tanya. Jadi keluhan Bapak mengenai pengolahan sampah yang dijarah sama masyarakat barangkali mungkin dari masalah teknik saja karena kita tahu masyarakat kalau kita langsung mengadakan alatnya tanpa memberi penyuluhan atau pengetahuan kepada masyarakat maka terjadi mis komunikasi, mungkin itu yang menyebabkan. Jadi kalau misalnya karena kita akan mengadakan Rancangan Undang-Undang Insya Allah terbentuk undangundang agar ada payung hukumnya sehingga kalau ada investor dari luar ada hukum untuk mengatasi ini. Jadi saya minta dengan kalau misalnya pengolahan sampah ini untuk DKI atau seluruh, kebetulan ada bupati-bupati, barangkali yang diutamakan dulu itu diberi pengertian kepada masyarakat apakah berupa penyuluhan, terutama masyarakat' yang masih kumuh ini yaitu face to face itu, karena kalau melalui media itu tidak nyambung. Jadi media itu untuk kalangan yang menengah ke atas, tapi yang untuk orang-orang kumuh ini yang kurang pengertian, yang pendidikannya tidak ada yaitu musti face to face. Dengan adanya penyuluhan pendidikan otomatis mis komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat itu bisa tidak terjadi. Barangkali saran saya itu saja.

Kemudian yang ketiga ini masalah itu pengolahannya yang dari rumah sampai ke TPA yang terakhir barangkali itu diutamakan supaya mengatur sampah mana, sampah basah, sampai kimia, sampah kering, itu disiapkan dulu sarananya agar masyarakat tidak bingung. Jadi dipisah-pisah, misalnya sampah basah itu 2 macam, itu apakah dari sisa-sisa makanan yang dari dapur atau restoran, kemudian yang sampah basah itu misalnya dari daun-daun atau sisasisa rumput semua. Yang kering itu macam plastik, kayu-kayu, kertas, dan kimia. Itu barangkali disiapkan kantong-kantongnya itu agar pemulung-pemulung atau petugas sampah ini sudah bisa

ARSIP

DAN

(11)

menempatkan. Dan kalau bisa Bapak juga mengatur itu bak-baknya itu dikasih warna, misalnya yang basah warna apa, yang kering warna apa, terus yang kimia warna apa, agar petugas juga tidak terkontaminasi dia sudah tahu, jadi sistemnya serba tertutup. Jadi dari rumah terus ke baknya, baknya yang berwarna, terus mobilnya juga dikasih berwarna juga, jadi kita masyarakat sudah tahu bahwa yang dimuat itu adalah sampah makanan, sampah basah, sampah kimia.

Itu saja barangkali, terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Wa'ailaikumsalaam.

ANGGOTA : IR. AFNI ACHMAD Interupsi Pimpinan.

Kita inikan dengar pendapat Pak, jadi oleh sebab itu mungkin kita mengeksplorasi dari pemerintah bukan memberikan saran. Jadi nanti dalam rangka penyusunan undang-undang jadi supaya terarah Pak. Saya minta Pimpinan mengarahkan Pak.

Terima kasih.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih Pak.

Saya kira pengarahan untuk kita semua ini, jadi terima kasih. Berikutnya kami persilakan Bapak Umar.

ANGGOTA : DR. UMAR WAHID

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati.

Kebetulan saya kenal betul Pak Sutiyoso, saya pernah jadi anak buahnya Pak Sutiyoso, mudah-mudahan masih ingat Pak.

Satu pertanyaan, Bapak mengatakan masalah di DKI adalah masalah tidak adanya kepastian keamanan dan kepastian hukum. Pertanyaan saya dalam rangka penyusunan RUU tentang Pengelolaan Sampah ini apa saran Bapak supaya di dalam RUU ini barangkali bisa dicantumkan hal-hal yang lebih bisa memberi kepastian mengenai masalah hukum dan keamanan itu bagi para investor.

Terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih.

Berikutnya kami persilakan Bapak Zubair. ANGGOTA : MUHAMMAD ZUBAIR Terima kasih Pak.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

ARSIP

DAN

(12)

Mungkin ada beberapa hal Pak. Pertama, mengenai sanksi pembuangan sampah yang sudah ada tapi tidak pernah tegas dilaksanakan oleh Pemda DKI Pak. Yang kedua Pak, yang Bapak sampaikan tadi bahwa pembuangan sampah yang katanya pakai tabung tidak bau. Tetapi kami ini lalu-lalang pulang JakartaBekasi jadual 24 jam pembuangan sampah itu tetap saja bau Pak. Jadi tolonglah itu juga mungkin ini akan menyebabkan ini juga kepada masyarakat penduduk sekitar yang Bapak punya jadual pembuangan 24 jam, bahkan sore juga bisa dibuang ke Bantar Gebang sehingga baunya tidak karu-karuan Pak.

Yang ketiga Pak, mungkin yang Bapak punya MoU dengan pemerintah yang baru negara mana Pak, itu perlu sosialisasi waktu yang memadai Pak, termasuk bisa jadi itu Pak LSM diundang jugalah sekali-sekali ke Bantar Gebang atau kemana, di bawa juga ke China biar tahu bahwa masalah sampah ini sangat penting untuk diselesaikan dan itu untuk kepentingan bersama Pak.

Itu saja Pak, terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Wa'alaikumsalaam.

Kami persilakan Pak Malkan Amin. ANGGOTA : MALKAN AMIN Terima kasih Pak.

Bismillaahirrohmaanirrohiim.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Selamat slang dan salam sejahtera untuk kita semua. Bapak Gubernur yang saya hormati,

Saya langsung saja Pak. Dengan pengalaman pahit Pak Gubernur dimana tadi dijelaskan secara singkat mengenai fasilitas pengelolaan sampah yang dijarah, di curi. Apakah menurut Pak Gubernur masih ada harapan. Mengapa saya tanya begini ? Oleh karena beberapa waktu yang akan datang Pak Gub sudah karena undang-undang bukan karena Bapak tidak disenangi rakyat masyarakat DKI, karena undang-undang Bapak sudah akan meninggalkan jabatan tersebut. Apa Bapak masih melihat bahwa masih ada kemungkinan untuk melakukan pengelolaan sampah seperti apa yang dulu Pak Gubernur rencanakan dengan baik itu, itu pertama.

Oleh karena menurut hemat saya sebagian besar atau sebagian dari masyarakat kita bukan melihat kepada manfaat program itu Pak, tapi dia melihat kepada senang atau tidak senang daripada persoalan yang dilakukan itu. Ada rasa kekhawatiran saya terhadap pengelolaan sampah di kemudian hari di DKI ini. Itu yang pertama.

Yang kedua, setelah Bapak Gubernur mengalami masa-masa pahit mengenai pengelolaan sampah tersebut, di dalam rancangan undang-undang atau pembahasan undang-undang ini apa Pak Gubernur tidak ingin memberi sumbangsih sedikit untuk menyampaikan kepada kami bahwa muatan-muatan di dalam rancangan undang-undang nanti atau daftar isian masalah yang ada itu lebih banyak dititikberatkan kepada aspek hukum dimana semua pihak yang terkait itu mempunyai

ARSIP

DAN

(13)

kewajiban memberikan dukungan sehingga pelaksanaan atau pengelolaan sampah itu bisa dilakukan secara aman. Oleh karena sepengetahuan saya terjadi kondisi seperti itu Pak Gubernur rasakan karena DKI jalan sendiri, lembaga-lembaga yang harusnya terkait katakanlah pihak kepolisian itu tidak melakukan fungsinya secara baik secara sempurna. Jadi kami ingin ini keluar dari pemikiran Bapak Gubernur untuk memberikan amanah kepada kami bahwa muatan itu selain daripada cara-cara pengelolaan, investasi, juga muatannya harus ada aspek hukum supaya ada keinginan dari lembaga-lembaga yang terkait untuk memberikan dukungan terhadap pengelolaan sampah di DKI ini khususnya. Karena hemat saya DKI ini merupakan barometer pengelolaan sampah di seluruh tanah air. Kalau DKI lolos dan bagus cara pengelolaannya Insya Allah di tempat lain dengan aman kita bisa lakukan.

Terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Wa'alaikumsalaam.

Terima kasih Pak.

Selanjutnya kami persilakan Pak Ichwan Ishak. ANGGOTA : ICHWAN ISHAK

Terima kasih Pimpinan.

Pak Gubernur Jakarta yang saya hormati beserta jajaran,

Ibu Walikota Banda Aceh dan teman-teman yang mewakili Walikota Bandung, Dan Teman-teman Pansus.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Pak Gubernur saya Ichwan Pak Gubernur, tinggal di Jakarta di Setiabudi sejak tahun 1957. Saya yang pertama ingin barangkali Pak Gubernur punya pandangan tentang pembangunan budaya peduli sampah dikaitkan dengan penegakkan hukum.

Maksud saya, apakah selama ini Pemda DKI juga sudah memberikan atau sudah punya satu program pembudayaan peduli sampah ini apa lewat pendidikan atau lewat penyuluhan dan sebagainya, mulai dari SD misalkan, dan ini terkait dengan penegakkan hukum.

Saya melihat misalkan saya sempat juga kadang-kadang lari pagi di Monas, memang budaya peduli sampah itu belum terbangun itu karena setelah kalau lad pagi itu sampah bertebaran dimana-mana. Apakah misalkan kita juga dari pengalaman Pak Gubernur bisa seperti Singapore dengan yang dikenal find city kota bagus tapi kota denda juga. Apakah buat orang Indonesia ini mungkin kita lakukan sehingga barangkali budaya peduli sampah itu bisa kita kembangkan. Kita lihat misalkan di bantaran sungai ini saudara-saudara kita itu dengan tidak disiplinnya itu membuang sampah sembarangan, apakah ini mungkin ada penegakkan hukum disitu.

Kemudian yang kedua dalam kerangka tadi keluhan Pak Gubernur tentang pengelolaan sampah dengan daerah interland Pak Gubernur punya usul apa begitu ya, karena inikan nanti

ARSIP

DAN

(14)

bukan Jakarta saja, ada Surabaya, ada Bandung, ada Medan dan sebagainya. Apakah ini juga barangkali di undang-undang ini misalkan bisa pemerintah pusat diberi wewenang untuk mengatur antar provinsi karena saya lihat kemarin itukan antar provisi ini menjadi persoalan kalau sudah persoalan sampah ini. Jadi dua hal itu saja Pak Gubernur, terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih.

Pak Gubernur, ada 6 penanya cukup banyak pertanyaannya. Kami persilakan Pak Gubernur untuk menjawab Pak, silakan Pak.

PEMERINTAH : GUBERNUR DKI JAKARTA Baik Bapak dan Ibu sekalian.

Mulai dari Pak Rifky bahwa MoU itu memang kita melibatkan BUMD kita, jadi BUMD di DKI Jakarta ini pada saat saya awal jadi gubernur itu mungkin jumlahnya sekitar 40 lebih Pak. Akhirnya ini kayak ibaratnya kayak tikus semua kecil-kecil lengkap ada kepalanya ada buntutnya, tetapi tidak berani tarung. Karena itu saya juga pusing Pak, saya jadi komisaris juga tidak pernah ikut rapat tahu-tahu dapat honor saja begitu. Jadi saya jadikan macan sekarang Pak, namanya Jakarta Property Indo Pak yang sama kor bisnisnya saya jadikan satu supaya modal dia juga jadi kuat. Jadi sudah terbentuk sub holding company namanya Jakarta Property Indo. Jadi proyek-proyek kayak begini saya libatkan Pak. Di PAM juga kita libatkan, nanti ada proyek-proyek di Jakarta di dalam kota juga dia ikut di dalamnya, supaya akses kita ke perusahaan itu tetap bisa kita awasi lewat perusahaan kita.

Yang kedua masalah Ibu Wati masalah penyuluhan. Seperti saya sampaikan tadi bahwa satu setengah tahun membangun instalasi di Bojong itu, artinya masyarakat itupun sudah tahu, apalagi sudah banyak yang mendaftarkan jadi satpam, jadi pemulung. Tapi inikan masalah di provokasi sama LSM yang di datangkan juga LSM yang di Bantar Gebang. Provokasinya amat sederhana, nanti kalau sampahnya itu lari kesana kamu tidak ada sampah lagi mau hidup bagaimana. Disana juga ada perusahaan real estate yang ikut terimbas, dia khawatir kalau satu rute dengan jalur sampah ini menjadi tidak laku real estate nya. Ini terbukti waktu kita cari kita geledah poster-poster yang panjang yang penolakan ketemunya di gudang dia. Waktu kita sadap juga laporan dia tanggal sekian penggalangan masyarakat 10 juta itu berarti persis hari-hari demo kan. Jadi sekali lagi saya yakinkan bahwa memang kiasik kita mencari 'ini sosialisasinya kurang', tetapi lebih dominan provokasi nya dari LSM itu tadi dibandingkan dengan sosialisasi kita. Karena rakyat itu lalu kehilangan akibat itu terus kita cabut dari sana itukan kehilangan peluang kerja, pendapatan dari koperasi yang akan menerima non organiknya juga tidak jadi kan.

Nyatanya setelah di Jakarta tidak ada orang ribut Pak karena kita sudah ngomong ini sudah semuanya memenuhi syarat, ini teknologi sudah kita tayangkan di video itu nanti kayak begini, jadi kalau kalian ngerusuhin ini akan saya tindak, begitu saja orang juga tidak ada masalah

ARSIP

DAN

(15)

kalau kita mau menegakkan hukum. Cuma masalahnya di Bojong tidak terjangkau oleh tangan saya Pak, itu negeri orang lain soalnya kan..

Terus Ibu Wati memang benar bahwa idealnya begitu pemisahan organiknon organik mulai dari rumah. Tetapi kan masyarakat kita angel tetapi harus dimulai, betul Ibu Wati itu. Saya merencanakan begini, kita mulai saja dari daerah-daerah elit, misalnya Menteng, Pondok Indah. Plastik kita kasih saja, begitu dia tidak dibungkus dengan plastik tidak dipisahkan tidak kita ambil saja kalau Bapak setuju dan Ibu. Memang rakyat kita kan harus ada seperti itu, kalau kita melakukan ada punishment nya itu baru dia kaget-kaget. Jadi sampah yang berceceran tidak kita ambil, dia harus dibungkus. Saya kira itu baik ya dengan perbedaan warna organik mana, non organik mana sehingga memudahkan disana. Tetapi kalau di pabrik yang saya ceritakan di Cilincing itu Pak, jadi setelah truknya ini datang itu terus ditumpahkan di terpal, terpalnya jalan begini lalu kirikanannya sebelah sana sama sini berbaris pemulung itu tadi ngambilin begini.

Lalu masalah jaminan keamanan dan kepastian hukum, Pak Umar memang itulah. Sebenarnya ini berlaku umum mengapa investor-investor itu enggan di tempat kita itu, itu Pak satu itu. Peraturan-peraturan investasi juga saya nganggap tidak ada manis-manisnya, pahit semua. Kemudian mereka lebih cenderung lad ke Kamboja, Vietnam. Jadi ini harus kita evaluasi peraturan-peraturan yang ada kaitannya dengan investasi harus kita kaji ulang kita cerna kembali apa yang tidak menarik mereka. Waktu urusannya juga panjang, lalu juga kita kan terlalu sentralistik Pak, investasi apa saja ngurusi di Jakarta padahal barangnya itu di Kalimantan Selatan sana menyebabkan terlalu panjang birokrasinya. Karena itu ya itu tadi kalau ada orang yang melanggar hukum ditindak itu saja pasti orang lain memperoleh pelajaran dari peristiwa itu. Masyarakat kita yang strata yang di bawah ini kan banyak Pak massal Pak, mereka cara berpikirnya juga sederhana 'ini reformasi, saya jarahin toko tidak apa-apa itu, saya jarahin rumah orang tidak apa-apa itu' terus jarahin investasi itu tadi antara lain. Tapi kalau kita kasih pelajaran tidak ada masalah 500 orang sekaligus kita adilin begitu, tetapi sebagai pelajaran saja jangan lama-lama dia disitu, tetapi harus ada tindakan hukum.

Kalau LSM diajak ini Pak, saya minta maaf harus mengatakan sejujurnya Pak ya, memang ada LSM yang benar yang ingin sesuatu itu baik membantu kita, tetapi ada juga yang 'pokoknya asal ngerecokin saja'. Masa saya ini melebarkan Thamrin sama Sudirman satu pohon tidak ada yang tumbang Pak, kita kan sudah ukur, kalau saya tambah 40 centi kembali tiga jalur lagi ini maka makin lancar, karena makin lancar kendaraan polusi yang dibuang juga semakin sedikit. Mestinya lingkungan hidup memuji saja kasih award, tapi saya malah dilaporkan sama polisi, bagaimana kita. Saya dapat award oleh asing di Jogja di acarakan kayak begitu meriahnya, mereka walk out begitu aku dapat. Inikan penghinaan Pak, tetapi `memang gua pikirin kamu' begitu kan, saya tidak dihargai kalian dihargai orang luar negeri. Saya dapat penghargaan begitu pada walk out justru LSM Indonesia. Jadi contoh-contoh seperti ini. Jadi mungkin menurut saya perlu dikeluarkan undang-undang mengenai LSM ini kita atur begitu. Semua organisasi keberadaannya harus searah dengan pemerintah dalam arti mensejahterakan masyarakat membantu kita, bukan cuma

ARSIP

DAN

(16)

ngerecokin saja sekedar untuk menghabiskan dana dari luar. Tidak ada Pak cerita kayak begitu, di negara lain juga LSM diatur.

Pengalaman buruk, Pak Malkan, masih ada tidak kira-kira investor yang masuk. Saya yakin masih. Ini yang dari Turki ini dia malah nantang saya ada tidak kira-kira 10.000 ton satu hari, saya 6.000 ton dia masih nambah segitu, nanti saya kasih sampai blenger kamu disini. Dia mau datang Pak asal kita yakinkan saja, maka dia datang mau saya ajak ke Cilincing saja, ini sudah ada kapasitas kecil berjalan mengapa anda ragu begitu.

Tapi kalau saya menyelesaikan di Jakarta sendiri Pak karena saking saya sudah ampun-ampun itu tadi, di Bekasi dikerjain, di Bogor dikerjain, ya sudahlah tanah sendiri sajalah. Padahal maksud saya Megapolitan itu tadi Pak kita selesaikan sama-sama.

Menurut saya Pak undang-undang yang Bapak usulkan itu harus dicantumkan Pak, jadi kota inti kota besar seperti Bandung dengan kota-kota kecil disekelilingnya itu diarahkan begitu Pak. Semarang, Ungaran dan sebagainya, Kendal bergabung kesitu. Jadi semua seluruh Indonesia tidak ada lagi kececeran sampah yang tidak terurus dengan baik. Jakarta ini dengan kan sudah mudah-mudahan Pak Effendi Simbolon usulan kita Megapolitan itu walaupun bahasanya lain, karena Megapolitan itu kayak alergi dengarnya. Bagi saya bahasa mau dikasih nama Paimin juga tidak masalah asal kita bergabung secara geografis tidak usah pakai Megapolitan. Ini nnudah-mudahan bisa masuk sehingga masalah banjir, masalah sampah itu bisa tertangani dengan baik, masalah transportasi tertangani secara sinergis. Jadi Pak Malkan saya yakinkan masih mau dia karena ini duit barang sampah ini, dia juga dapat untung dia jual listrik ada yang produknya dari gas untuk bahan baku kendaraan, itu bisa dijual semua.

Ini sekarang kuncinya Pak dalam RUU ini Bapak teliti mengenai Perpres Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2005 sampah itu harus dilelang. Ini yang membuat penghambat Pak, karena setiap investor itu spesifik Pak, teknologi berbeda output nya juga berbeda. Jadi kalau di lelang lalu rada aneh saja terhentinya karena ini juga karena ada perpres ini. Jadi ini perlu dikaji perlukah, yang penting kita kan sampahnya dikelola dengan baik, tidak menjadi penyakit, ramah Iingkungan, sudah selesai sebenarnya kepentingan kita. Apalagi Pak kalau MoU itu nanti biasanya begini Pak, pada sekian tahun pada saat investasi dia belum kembali kita masih bayar terus namanya aping key kita bayar. Pada saat sudah begini kita gratis tidak bayar apa-apa. Tetapi pada saat dia sudah begini kita dapat pembagian untung. Jadi diarahkan begitu pertanyaannya Pak. Jadi sekali Perpres Nomor 67 Tahun 2005 dikaji kembali karena itu jadi kendala.

Pak Ichwan mengenai pembangunan dikaitkan dengan hukum dan pembudayaan peduli sampah. Memang kita masih lemah disitu Pak walaupun kita sudah melakukan. Nanti karena saya juga akan tinggalkan Sekda, ada Asisten Pembangunan, juga Kepala Dinas Kebersihan nanti saya harapkan hari ini kita benar-benar bisa menemukan satu RUU mengenai penanggulangan sampah ini secara baik dan aplikatif bisa dilaksanakan sesegera mungkin. Mereka memang punya proyek Pak membudayakan lewat sekolah-sekolah, tetapi juga belum maksimal begitu, melalui PKK begitu. Jadi Kalau Bapak pernah mendengar ada ide dari RT/RW mengolah sampah dibakar itu

ARSIP

DAN

(17)

dari Iingkungan hidup sebenarnya tidak memenuhi syarat Pak. Kita teratasilah sementara dibakar terus jadi abu, tetapi ini tidak menyelesaikan masalah karena zat-zat yang dibakar itu harus dalam panas derajat yang 1.000 derajat, jadi dipastikan kalau alat-alat yang sederhana di kampung-kampung itu tidak memenuhi syarat itu. Sekilas kayaknya kita sudah teratasi tapi saya kira tidak perlu kita teruskan itu kalau kita siap dengan teknologi yang Iebih tinggi 1.000 derajat itu tadi.

Bapak dan Ibu sekalian,

Saya sungguh mohon maaf saya tertarik dengan acara ini, namun itulah sumbangsih saya. Saya memang ada acara jam 3 maupun jam 4, saya terima kasih karena dibebaskan dari penderitaan ini saya diizinkan untuk mendahului tapi saya tinggalkan cuma staf Pak mudah-mudahan bisa menghasilkan pemikiran-pemikiran yang baik.

ANGGOTA : IR. ASFIHANI Satu bisa Pak satu saja. ANGGOTA : WATTY AMIR Interupsi satu menit Pak boleh ?

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Pertanyaan atau interupsi ?

ANGGOTA : WATTY AMIR

Saya hanya satu menit tadi menyambung apa yang disampaikan Bapak Sutiyoso karena ini ada kaitannya Pak.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA

Mohon beginilah, kita hormati juga Pak Sutiyoso karena waktunya, asal tidak meminta jawaban lagi ya, silakan.

ANGGOTA : WATTY AMIR

Saya hanya satu detik saja Pak, saya tidak minta jawaban. Saya hanya menstressingsaja. Pak Sutiyoso yang kami hormati, mohon maaf kami terlambat.

Kami menstressing apa yang disampaikan oleh Bapak, tadi Bapak menyatakan bahwa maksudnya Megapolitan supaya nanti Saudara Effendi Simbolon Ketua Pansus masukan ada kaitannya dengan RUU Sampah. Saya rasa disini juga ada wakil ketuanya Pak Harsoyo juga ada disini, Anggota Pansus Pak Afni, lalu Pak Azhar Romli, dan saya sendiri Pak.

Terima kasih Pak Sutiyoso, itu saja Pak yang saya stressing. ANGGOTA: IR. ASFIHANI

Terima kasih Bapak Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Yang saya hormat penggagas Megapolitan Pak, saya sangat setuju atas ide Bapak itu. Yang ingin saya minta konfirmasi, inikan ada wacana di dalam RUU ini bahwa antara regulator dan operator itu mau kita pisahkan Pak, kira-kira menurut Bapak bagaimana, artinya sekarang inikan regulator dan operator itukan tidak jelas Pak sehingga kita mau wacanakan ini supaya ini ada pemisahan, bagaimana menurut pendapat Bapak.

ARSIP

DAN

(18)

Terima kasi Pak.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih.

Ini mohon penjelasan Bapak.

PEMERINTAH : GUBERNUR DKI JAKARTA

Jadi begini Pak, ini sebenarnya juga berlaku secara umum, itulah yang terjadi terhadap otonomi daerah. Jadi sekarang Pak yang namanya otonomi daerah itukan lahir setelah reformasi dimana setelah bertahun-tahun walaupun Undang-Undang Dasar Pasal 18 mengamanatkan agar kewenangan sebanyakbanyak diberikan kepada daerah tetapi prakteknya sejak pemerintahan Bung Karno sampai Pak Harto kan sentralistik Pak ya. Setelah reformasi ini jiwa dan semangatnya adalah desentralistik itu diberikan. Tetapi kenyataannnya kan tidak Pak, kewenangannya dibawa semua. Jadi intinya, tidak ada dalam organisasi dia sebagai regulator juga operator Pak, tidak ada dalam organisasi. Dalam konteks yang lebih sempit dari urusan Otda itu tadi lebih kecil tentu saja juga saya kira demikian Pak tidak ada regulator menjadi operator, disitulah peluang untuk KKN habis-habisan. Otonomi daerah makanya pembangunan tidak bisa intent di daerah-daerah Pak karena masih sentralistik. DIPA (Daftar Isian Proyek Anggaran) itu untuk Jakarta saya menandantangani dengan Menteri Ekuin 128 triliun Pak, luar biasa Pak, tetapi yang di Jakarta adalah 728 miliar saja untuk menggaji pegawai. Selebihnya ke departemen, ke lembaga-lembaga negara ini semua Pak. Pikirnya orang makanya terus ada istilah 'Jakarta kota terkorup' itu tadi Pak, itu bukan DKI Pak, Jakarta ini ada polisi, ada tentara, ada segala macam. Artinya apa, departemen itu begitu banyak duit disana dan dia juga pembuat peraturan, bagaimana mungkin Pak.

Sekarang di bawah sana megap-megap tidak bisa jalan Pak, duit disini, peraturan disini semua. Maka datanglah tiba-tiba alat kesehatan, alat kesehatan itu masuk rumah sakitnya karena pintunya tidak cukup Pak, apalagi berguna, masuk saja ke ruangan tidak bisa karena terlalu besar, yang membeli itu adalah departemen. Ini contoh-contoh.

Kanwil-kanwil di likuidasi dan dilebur ke kita ke dinas, dia lahirkan jabang bayi yang baru namanya UPT (Unit Pelaksana Teknis). Terus departemen lain mengeluarkan lagi Balai. Jadi ini Balai, UPT pada kerja sendiri bikin apa ini orang, ini di daerah kayak begitu Pak, ya tidak sinkron dengan daerah. Untuk apa mereka ditunjuk jadi gubernur, walikota, bupati.

Kembali ke pertanyaan Beliau bahwa di dalam organisasi tidak ada rumusannya dia jadi regulator dia operator, itu dia jadi malaikat.

Terima kasih Pak.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Terima kasih Pak Gubernur.

Saya kira kita dapat masukan yang mungkin tidak bisa di dapat dari yang lain mungkin begitu khas ya. atas waktu yang mepet begini kami atas nama Pansus mengucapkan terima kasih. Dan saya kira kami silakan kalau mohon maaf rapat akan berlangsung terus tidak kami skors, selamat bertugas Pak.

ARSIP

DAN

(19)

Bapak-dapak dan Ibu sekalian

Berikutnya kami persilakan Walikota Bandung yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Kebersihan Pak ya, kami persilakan Pak.

PEMERINTAH : KADIS KABUPATEN BANDUNG Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Selamat sore dan salam sejahtera.

Bapak Pimpinan Pansus DPR-RI yang saya hormati yang berkaitan dengan RUU Pengolahan Persampahan beserta jajarannya, Bapak Gubernur DKI beserta jajarannya yang saya hormati, dan Ibu Walikota Banda Aceh yang saya hormati.

Pertama-tama saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesarbesarnya berkenaan Bapak Walikota Bandung secara pribadi tidak bisa hadir di ruangan yang mulia ini sidang ini karena ada suatu hal yang tidak bisa ditinggalkan dalam melaksanakan tugas beliau, sekali lagi permohonan maaf dan salam kepada yang hadir disini terutama kepada Pansus DPR-RI. Dan beliau menugaskan saya dari perusahaan daerah kebersihan bersama juga dengan mitra kami dari ITB Bapak Dr. Insinyur Ari Darmawan dan Bapak Dr. Subiarto.

Bapak/Ibu sekalian yang saya hormati,

Kami pertama pada hari ini, tadi saya kira hampir sama dengan Pak Gubernur pemasalahan sampah Kota Bandung kesusahan mencari TPA, dan kalau membuat pengolahan sampah juga suka di demo juga, itu jadi susah juga, kita dengarkan nanti. Tapi sebentar ini kami akan menyampaikan saran masukan khusus RUU Persampahan lalu nanti kepada kondisi existing Kota Bandung.

Mengenai RUU Persampahan secara komprehensif saya kira sudah mengatur dari mulai tujuan sampai kepada sanksi, itulah sanksi yang tadi dikatakan sukar ditegakkan. Tapi disini sudah komprehensif sudah dipandang. Tapi ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan yaitu khususnya kita Pasal 8 dan Pasal 9. Kami disini Pasal 8 dan Pasal 9 itu mohon dijadikan satu pasal karena mengatur satu rangkaian kegiatan penanganan sampah di Pasal 9 itu sendiri. Isi dalam Pasal 9 dapat menjadi ayat (1) dan ayat-ayat dalam Pasal 9 dapat menjadi ayat (2) dan (3). Namun ini juga terserah nanti yang mulia dari DPR ini dalam sidang-sidang selanjutnya.

Kemudian juga Pasal 9, 10 perlu diperjelas tentang teknologi yang akan digunakan dalam pemerasan air sampah karena disana ada dalam penanganan sampah ada proses akhir, proses akhir ini belum jelas, kaitannya ini mengarah tadi kepada komposting, tapi teknologi karena Kota Bandung sedang merancang ada teknologi tinggi wise to energy kami kerjasama dengan investor, dan yang membuat studi kalayakannya adalah ITB yaitu pembangkit listrik tenaga sampah yang kekuatannya 500 ton perhari dan Insya Allah menjadi 10 megawatt. Sekarang studi kelayakan sudah selesai. Dalam RUU tidak kelihatan katanya, mudah-mudahan tersirat ada, tersurat tidak kelihatan. Oleh karena itu kami mengusulkan Pasal 9 dan 10 ada teknologi pemerasan akhir sesuai dengan perkembangan.

ARSIP

DAN

(20)

Kemudian Pasal 11 ayat (2) disebutkan bahwa penetapan lokasi tempat pemrosesan akhir sampah ditetapkan dengan Peraturan Menteri. Yang dimaksud disini mungkin bukan penetapan lokasinya, tetapi kriteria penetapan lokasinya.

Pasal 12 tertulis 'pemrosesan akhir harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana untuk menjamin hasil pengolahan sebelumnya', kemudian 'lingkungan secara aman'. Kalimat tersebut kelihatannya kurang jelas, barangkali yang dimaksud adalah tempat pemrosesan akhir harus dilengkapi dengan prasarana dan sarana untuk menjamin hasil pengolahan sampah aman bagi media lingkungan. Kenapa ?

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA

Mohon maaf Pak. Apakah kami bisa mendapatkan nanti itu yang tertulis. Kalau menyangkut yang pasal-pasal apabila kawan-kawan setuju ini kita terima, mungkin Bapak bisa cerita pengalaman yang lain Pak bukan hanya menyangkut pasal-pasal ini begitu Pak. Saya kira bisa disetujui ya ? Jadi mungkin kalau substansinya nanti bisa kita terima saja Pak, tapi justru kami ingin dengar pengalaman atau masalah yang Bapak hadapi.

Terima kasih Pak.

PEMERINTAH : KADIS KABUPATEN BANDUNG

Pengalaman saya termasuk Pemerintah Kota Bandung, Bapak Maklum setelah Lui Gajah longsor 21 Pebruari 2005 itu ternyata bisa mendongkrak percepatan RUU Persampahan. Kedua, ternyata sekarang banyak yang berbicara teknologi tadi, proposal-proposal terus MoU. Dan Kota Bandung pun demikian, setelahnya Lui Gajah longsor 15-6 Maret 2005 kami mengumpulkan para investor baik yang teknologi tinggi maupun yang konvensional, maka dengan itu kami proses, terjadi satu konsorsium namanya PT BRIL (Bandung Raya Indah Lestari) yang sampai saat ini masih konsistensi kaitannya dengan wise to energy yang studi kelayakan tadi sudah saya katakan.

Kemudian kaitannya dengan persampahan Kota Bandung ...(tidak jelas) begitu Lui Gajah longsor kami kesulitan TPA, hanya TPA kami yang berjalan satu Jelepong yang lewat Balendah itu, Jelepong berakhir 31 Desember 2005. Lalu yang di Kota Bandung nya Cicabe dan Pasir Himpun saya itu. Dan Alhamdulillaah pada waktu 2005 HUT Konferensi Asia Afrika kami Alhamdulillaah bisa mengamankan itu saat itu.

Kemudian setelahnya Cicabe berakhir 16 April 2006 kami kesulitan TPA, mencari TPA di Kabupaten Bandung 33 lokasi Pak. Cimerang digarap saat itu yang lewat Bapak Cipatak ramai dengan tadi Pak Gubernur Sutiyoso, LSM semuanya juga menolak disana padahal kami akan teknologi tinggi termasuk sanitary landfill, karena semula pembuangan sampah hampir diseluruh Indonesia katanya open dumping, Lui Gajah open dumping walaupun konsepnya katanya sanitary landfill, dan saya saat itu mohon maaf baru menjabat beberapa bulan belum lama saat itu.

Pada saat Lui Gajah longsor kami menggunakan konsep control landfill tidak open dumping Pak, dan itu memakan biaya yang tinggi. Karena apa, salah satu TPA saja harus pakai alat berat 7 maksimal. Padahal semulanya Lui Gajah hanya 2 atau 3 alat berat karena open dumping, jadi kalau sanitary landfill high cos memang iya, control landfill! juga karena harus

ARSIP

DAN

(21)

dibarengin dengan pipa gas, kolam licit, saluran air licit juga harus lengkap. Itu yang kami lakukan setelahnya Lui Gajah longsor.

Kemudian Bapak memakiumi saat itu sekitar 41 hari 2006 April sampai Mei 28 Mei kami tidak bisa buang sampah. Mencari lokasi ke Nagrek banyak kendalanya, ke Pasir Bajing juga di demo, ke Garut sampai kesana ke Pak Walikota, ke Cijapati semuanya. Kelihatannya can TPA susahnya bukan main.

Oleh karena itu setelahnya itu kesulitan cari TPA Alhamdulillaah 28 Mei TNI turun Kodam III Siliwangi bisa membuang ke Cikubang tanah TNI selama satu bulan kurang lebih lewat jalan raya Purwakarta.

Kemudian ke Sari Mukti, selain Kota Cimahi juga ada, Kabupaten Bandung juga ada, pengolahannya sampai saat ini kami PD Kebersihan. Tapi disana didukung nanti Sari Mukti ada pengomposan yang dibantu oleh dana dari APBN PU Pusat, kemudian dari Provinsi, dari Kota Cimahi, dan dari Kota Bandung juga sendiri. Sari Mukti Bapak sekarang nanti Insya Allah ...(tidak jelas) kemarin longsor terjadi, jadi pusat pengomposan sampah disana.

Setelahnya itu kami juga menyampaikan bahwa bagaimana sekarang di Kota Bandung setelahnya kami masih buang. Kami sekarang bahwa konsep sampah itu harus dari mulai hulu sampai hilir, bahkan middle nya ditengah juga harus, itu prosesnya proses edukasi kalau dari hulu pemberdayaan masyarakat. Kami lakukan walaupun belum signifikan. Recycle kami lakukan, Bapak kalau ingin tong sampah ada di kami Pak, 770 ribu harganya, itu recycle dari bekasbekas sampah kami ada, kerjasama dengan CV Pajat. Kemudian Kompos sudah biasa tapi belum signifikan mengurangi sampah, pengurangan sampah belum seperti apa dikonsep dalam RUU ini pengurangan sampah belum signifikan.

Kemudian LSM warga masyarakat juga ada. Hanya karena sampahnya memang banyak di Kota Bandung kemudian belum ada pemilahan dari aspek sumber. Pak Walikota membuat tadi bagaimana ke sekolah dasar kami sampaikan bahwa Pak Walikota Bandung sudah mencanangkan Mulog PLH sejak 17 Januari dan dijadikan contoh oleh provinsi sampai se-Jawa Barat jadi Mulog PLH sekarang sedang berlangsung. Jadi ini TK sampai SMA, SMK, mudahmudahan itu berlangsung dengan lancar. Itu kaitannya dengan proses pendidikan.

Sekarang di hilir selain tadi recycle, kompos, kami tadi sampaikan PLTSA, nanti mungkin sepintas 15 menit Pak Ketua atau 10 menit kami mohon izin Pak Doktor Ari Darmawan untuk menyampaikan bagaimana PLTSA di Kota Bandung rencananya, itu mohon izin nanti mungkin 10 menit kami mohon izin untuk menyampaikan PLTSA di Kota Bandung.

Yang jelas kesimpulan kami kaitannya dengan pengolahan sampah di Kota Bandung saya katakan, mohon maaf, hanya satu-satunya di Indonesia mungkin dilakukan oleh perusahaan daerah BUMD yang tadi dikatakan Pak Gubernur DKI mau melibatkan BUMD kami BUMD sendiri yang melibatkan sendiri langsung disana, walaupun jabatannya direktur utama tapi mungkin lain dengan Direktur Utama PLN Pak sangat lain jabatannya, sama namanya tapi gajinya lain, itu saja Pak. Jadi kaitannya itu BUMD sejak tahun 1985, jadi bukan dinas kami ini, sejak 1985.

ARSIP

DAN

(22)

Kemudian Perda nya juga ada Perda 27, ada Perda ...(tidak jelas) banyak di regulasi oleh dengan Peraturan Daerah termasuk keputusan walikota, itu kaitan untuk mengembangkan perusahaan kami walaupun masih rugi dari sejak berdiri sampai sekarang masih rugi kami ini.

Itu sepintas, tapi saya izin dari Bapak/Ibu sekalian untuk menyampaikan dari mitra kami untuk membacakan program kami barang 5 menit mungkin.

KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA

Jadi mohon bahwa kami ini tim Panitia Khusus yang mau bikin undangundang jadi mudah-mudahan apa yang Bapak akan sampaikan kira-kira memang bermanfaat untuk kami. Kami persilakan Pak.

PAKAR ITB Terima kasih.

Bapak Ketua Pansus dan Bapak-bapak Anggota Pansus yang kami hormati.

Tadi dari Bapak Ketua Pansus disampaikan bahwa pengalamanpengalaman faktual barangkali yang akan lebih menarik sebagai bahan masukan bagi kerja Pansus ini.

ITB ditugasin atau diminta oleh PT Bril atas juga rekomendasi Pak Walikota, PT Bril ini adalah investor yang akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah untuk melakukan studi kelayakan. Beberapa hal yang kami alami barangkali juga perlu kami sampaikan dengan dipublikasikannya oleh mass media mengenai rencana ini memang banyak juga penentangan Pak, bahkan Bril dalam rangka melaksanakan visibilities study ini ITB pernah di demo dan kita terima kita hadapin kita jelaskan, tapi dari masyarakat yang mendemo itu dua hal sebetulnya intinya Pak, mereka khawatir mengenai pencemaran, dan kedua mereka khawatir mengenai penggusuran. Dan ini sudah kami jelaskan tidak akan ada penggusuran. Tapi mengenai lahan yang akan digunakan itu sekarang merupakan sawah yang ada penggarapnya akan kehilangan pekerjaan ini juga akan kami perhatikan dan rekomendasikan pada investor untuk ada opportunity yang bisa di dapat oleh mereka pengganti pekerjaan yang hilang. Pencemaran pasti kita sudah negosiasi dengan vendor tentang kriteria-kriteria desain yang harus ditepatin. Kemudian Waihi dengan berbagai kritiknya kami undang untuk diskusi di Kampus ITB sudah kita laksanakan. Aliansi LSM melakukan somasi kita jawab semua somasinya, kita kirimkan ke mereka. Jadi beberapa hal yang berkaitan selalu kita coba hadapi dengan komunikasi yang sebenarnya. Dan pada kesempatan ini barangkali Bapak bisa memberikan waktu sedikit Doktor Ari Darmawan akan menyampaikan sedikit konsep mengenai teknologi yang akan digunakan Pak. Silakan Pak Ad.

PEMERINTAH : KADIS KABUPATEN BANDUNG Terima kasih Pak Pimpinan.

Itulah dari Kota Bandung mudah-mudahan jadi bahan masukan untuk RUU Persampahan ini, dan Kota Bandung sungguh apresiasi yang tinggi untuk adanya payung hukum secara nasional. Dan lebih kurangnya kami mohon maaf atas penyampaiannya.

Wassalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA

ARSIP

DAN

(23)

Wa'alaikumsalaam.

Terima kasih atas masukan ini. Saya kira teknologi ini patut dipertimbangkan untuk dikembangkan di daerah lain nanti mungkin waktu di undang-undang.

Baik, berikutnya kami mohon Ibu Wakil Walikota Banda Aceh. PEMERINTAH : WAKIL WALIKOTA BANDA ACEH

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. Syukur Alhamdulillaah Shalawat pada Rasulullaah.

Yang kami hormati Bapak Pimpinan Pansus, Wakil Ketua Pansus, Para Seluruh Anggota Pansus RUU Persampahan.

Bapak Dirut PT Kebersihan Bandung, Bapak Sekwilda DKI dan seluruh Hadirin\Hadlirat yang dimuliakan Allah.

Pertama-tama kami ingin mengucapkan terima kasih atas penghargaan, penghormatan yang telah diberikan kepada Kota Banda Aceh untuk dihadirkan dalam sidang persampahan ini, dan salam dari Bapak Walikota. Sesungguhnya memang kami baru terpilih di saat Pilkada yang lalu pada bulan Desember yang lalu, dan selayaknya lebih tepat memang sebetulnya Pak Walikota langsung karena Beliau pasca tsunami yang lalu ada merupakan penjabat Walikota, dan Bapak Sekda juga merupakan Kepala Dinas Kebersihan Kota. Tetapi karena memang keduanya harus hadir di rapat DOM di Belanda juga berbicara tentang persampahan. Maka pada dua hari yang lalu kami ditugaskan untuk bisa menyampaikan hal-hal yang menjadi masukan-masukan bagi Pansus persampahan ini.

Mungkin kami juga ingin karena memang Banda Aceh dihadirkan langsung kesini tentu kami juga ingin memperkenalkan Kota Banda Aceh, mungkin walaupun ada satu-dua dan sebagian sudah pernah hadir ke Kota Banda Aceh, mungkin sebagian besar Bapak-bapak dan Ibu-ibu belum hadir kesana.

Itu gambaran tentang bagaimana Kota Banda Aceh. Kota Banda Aceh adalah kota tua yang berusia 802 tahun, kami baru berulang tahun pada tanggal 22 April yang lalu. Dan kemudian gambar yang ada di layar monitor ini adalah Masjid Raya Baiturrahman, mungkin di saat tsunami yang lalu disini banyak juga manusia dan masyarakat Banda Aceh yang terselamatkan yang diselamatkan oleh Allah. Dan Kota Banda Aceh merupakan pusat kesultanan Aceh pada masa yang lalu dan juga pusat Agama Islam, pusat kebudayaan dan perdagangan, dan kota wisata budaya.

Kemudian kami juga ingin menyampaikan tentang gambaran kota Banda Aceh. Banda Aceh merupakan kota pantai dimana telah dilakukan topografi oleh Norwegia dimana daerah kita adalah di bawah laut, dan kemudian sekarang bahkan lebih turun ke bawah mencapai dengan 30 sampai 40 centi. Inilah bagaimana geografls topografi Kota Banda Aceh. Kemudian karena di bawah laut ini sekarang sedang dilakukan pembangunan-pembangunan tanggul.

Penduduknya mungkin kalau DKI tadi sampah yang dihasilkan itu sangat banyak karena penduduknya sangat banyak. Tapi Kota Banda Aceh memiliki jumlah penduduk 217 ribu jiwa 940

ARSIP

DAN

(24)

jiwa, dan waktu sebelum tsunami yang lalu jumlahnya 263 lebih. Karena memang Kota Banda Aceh waktu itu sepertiga daerahnya itu termakan tsunami dan korban sangat besar, dan akhirnya memang yang ada hari ini tersisalah 217 ribu 949 jiwa.

Banda Aceh memiliki 9 kecamatan dan 90 desa dimana 17 mukim kelurahan dan 70 gapung. Mungkin masalah persampahan ini Kota Banda Aceh dikelola langsung oleh Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota. Kalau Bandung sudah ada perusahaan daerah tapi kita masih dikelola oleh dinas.

Kerusakan-kerusakan kota pada waktu itu kita bisa melihat posisi gambar satelit, ini adalah Kecamatan Meraksa dimana ini merupakan zona satu yang terparah sebelum tsunami sangat banyak penduduk dan padat, ketika setelah tsunami hancur total daerah itu. Dan ada 3 kecamatan yang hancur total dan 3 yang sebagian, dan 3 nya lagi adalah tidak terkena oleh tsunami.

Di saat tsunami yang lalu tentu ketika Banda Aceh terjadi tsunami sangat porak poranda, kita bisa melihat bagaimana tumpukan sampah yang ada. Sampah yang ada itu merupakan gabungan-gabungan, ada sampah manusia, juga itu almarhum pada juga ikut bergabung dalam sampah tersebut, juga kendaraan, dan kemudian sampah-sampah akibat dibawa oleh air tsunami yaitu perpecahan dari bangunan-bangunan dan akhirnya sampah itu bisa mencapai sampai dengan 5 meter sampah-sampah saja. Mungkin saya juga adalah korban, dan di rumah saya saja bisa tertumpuk sampah sampai dengan 4 meter. Dan di saat itu jenazah yang ada mungkin sekitar 20 di dalam rumah dan 80 di sekitar halaman.

Dan di saat tsunami yang lalu mungkin saya bisa sedikit memberikan pengalaman karena memang saya juga masuk dalam tim evakuasi jenazah dan tim pembersihan kota. Bagaimana Banda Aceh membersihkan kota yang porakporanda tersebut ? Tentu kami dibantu oleh para relawan baik dalam negeri dan luar negeri. Dan relawan itu ikut membantu dan kita berkoordinasi dengan TNI, PMI, dan juga FPI waktu itu dan juga banyak yang lain yang datang.

Bantuan-bantuan yang diberikan dari bentuk sarana dan prasarana dan bagaimana kita bisa membersihkan. Tentu sampah-sampah yang dihasilkan oleh tsunami ini sampah yang sifatnya mengandung racun tinggi. Karena apa ? Disana mengandung bensin, kemuclian campuran kimia, dan banyak lagi. Yang menjadi persoalan waktu itu kemana sampah yang harus dibuang karena memang tempat lokasi TPI itu ikut hancur dibawa oleh tsunami, dan kemudian sampahsampah harus ditempatkakn di tempat pemukiman-pemukiman penduduk, dan penduduk waktu itu karena memang tidak ada penduduk di tempat itu maka tidak ada yang komplain disaat tsunami yang lalu. Tapi hal ini juga harus diatur nanti di dalam undang karena memang rancangan undang-undang ini karena memang persoalan-persoalan darurat dimana kita harus menempatkan sampah-sampah di tempat pemukiman kampung itu sangat penting, dan harus dipertegas sampah-sampah-sampah-sampah tersebut harus diangkat, harus di ...(tidak jelas) kembali ke tempat pembuangan akhir sampah.

Sistem pola kami, kalau tadi mungkin dari memakai sistem sanitary landfill. Kalau kita bukan memakai sanitary landfill tapi control open dumping. Kalau kita memakai open dumping itu

ARSIP

DAN

(25)

tidak bisa sampai, dikatakan open dumping karena memang tumpukan-tumpukan yang kita tumpuk itu adalah sampah bekas tsunami. Jadi kalau dibilang sanitary landfill dulu kita memakai pola sistem sanitary landfill dan kita pernah dapat Adipura dua kali, tapi karena tsunami maka kita memakai sistem control. Control open dumping ini yang dimaksud adalah sampah-sampah bekas tsunami kita tumpuk kembali dia menjadi sampah di tempat pembuangan akhir sampah. Dan menyangkut hal-hal yang rusak sampai dengan drainase yang juga ikut rusak sehingga ini juga menjadi persoalan bagi Kota Banda Aceh.

Di saat masa rehab-rekon kita banyak dibantu oleh NGO-NGO, dan juga kita dibantu oleh 3K untuk pembuatan IPLT tempat instalasi pembuangan lumpur tinja. Ini mungkin kita bisa lihat gambar di layar adalah Pak SBY sendiri yang meresmikan dan di dampingi oleh Walikota sekarang ini yang waktu itu Beliau masih menjadi penjabat.

Kalau gambar yang dibawahnya yaitu bagaimana sampah-sampah diolah menjadi komposting dan itu disosialisasikan dan diterapkan di masyarakat, kita sudah membentuk pilot project walaupun belum di seluruh desa kita terapkan sistem komposting ini. Dan Banda Aceh itu merupakan kota yang sangat sempit sekarang lahannya karena sangat padat penduduk dan padat pembangunan sehingga tempat pembuangan akhir sampah ini sudah tidak memadai.

Sekarang ini kita sudah ada MoU dengan Aceh Besar yaitu kabupaten di sebelahnya yang juga di fasilitasi oleh dari provinsi dan dibantu oleh UNDP untuk tempat pembuangan akhir sampah. Kita sudah menyiapkan 200 hektar dimana kepemilikan tanah adalah milik Departemen Kehutan dan memang sudah diberikan izin untuk diberikan untuk ditempatkan menjadi tempat pembuangan akhir.

Dan yang perlu kami sampaikan di saat terjadi tsunami yang lalu banya beberapa program bagaimana kita bisa membersihkan kembali desa-desa, yaitu dengan memakai pola sistem ...(tidak jelas) yang dibantu oleh beberapa donor dimana masyarakat ikut berswadaya membersihkan desanya masing-masing dan atau memobilisasi massa untuk membersihkan desa tersebut dan mereka dibayar untuk itu. Dan kemudian kita bisa melihat di layar ini juga ada tumpukan kayukayu yaitu dimana kayu ini didaur ulang menjadi perabotan dan ini bisa menjadi menambah perekonomian bagi masyarakat.

Kita juga ikut dibantu untuk memecahkan kembali gedung-gedung demolition building ini dimana dilakukan oleh UNDP dibantu oleh UNDP untuk bisa memecahkan kembali, seperti Taman Sari Tower yang mungkin saya menasional waktu itu isunya karena memang kita tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan gedung tersebut, dan kalau kita memecahkan sendiri ini membutuhkan biaya yang cukup besar tapi kita Alhamdulillaah dibantu oleh para NGO-NGO yang ada.

Dan ada persoalan-persoalan memang yang kita hadapi sekarang ini dimana ketika ...(tidak jelas) berlangsung maka partisipasi masyarakat sangat berkurang. Dan kita tahu bahwasanya ketika kita menetapkan satu tempat menjadi tempat kawasan ditempatkan kontainer

ARSIP

DAN

(26)

TPA itu merupakan persoalan bagi masyarakat, mereka enggan sekali untuk bisa menerima hal-hal seperti ini karena dianggap memberikan pencemaran terhadap lingkungan.

Dan banyak hal yang telah kami lakukan bagaimana menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan. Dan ke depan kita akan membentuk satu program yaitu dimana melibatkan kelompok-kelompok perempuan untuk bisa bagaimana mereka menyadari tentang bagaimana ramah terhadap lingkungan dimulai dengan kelompok-kelompok perempuan. Ini mungkin gambar-gambar yang telah kami tampilkan disini juga sudah ada di tangan Bapak-bapak dan Ibu-ibu sekalian mungkin karena memang khusus saya pikir kenapa kami hadir disini karena persoalan-persoalan yang terkait dengan sampah-sampah bencana, sampah tsunami terutama, mungkin kita bisa sharing dengan ada pertanyaan-pertanyaan.

Terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh. KETUA RAPAT : IR. HENDARSO HADIPARMONO, MBA Wa'alaikumsalaam.

Terima kasih Ibu.

Saya kira langkah yang punya pengalaman seperti Banda Aceh, jadi makanya masukan ini perlu. Baik, saya kira seperti yang kita lakukan kemarin saya bukan termin pertama untuk 5 orang saja. Supaya tidak memaksakan diri jadi begitu tidak spontan kita terusin saja ya. Silakan Pak Nazarudin.

ANGGOTA : NAZARUDIN KIEMAS Terima kasih.

Pimpinan Pansus beserta Anggota Pansus, beserta dari Pemda Bandung, Pemda DKI, Pemda Walikota Banda Aceh.

Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh.

Kalau kita bicara sampah Pak, sampah adalah proses aktifitas manusia yang praktis tidak dipakail sementara, sementara itu tidak dipakai oleh proses produk. Tapi setelah diproses kemudian mungkin bermanfaat, ini jadi masalah karena timbulnya penyakit, kebersihan, etika. Jadi sampah ini sebelum jadi sampah dinikmati, makan apel sisanya apel dibuang, makan pisang kulitnya dibuang. Inikan sisa dari kenikmatan yang kita nikmati, jadi seharusnya juga kenikmatan yang kita buang itu juga harus membayar retribusi.

Tapi di lain sisi Pak pemerintah daerah juga punya kewajiban artinya dalam hal pelayanan kebersihan, tidak bisa semata-mata tadi ada kata-kata BUMD tidak untung. Kalau untuk sampah tidak untung Pak, di dunia ini tidak ada proses mengolah sampah untung tidak ada Pak. Tapi kalau BUMD Bandung mau untung bingung juga kita. Mungkin bisa untung dalam pengertian di instalasi itu untung. Tapi proses angkutan itu tetap harus ditangani oleh Pemda, tidak bisa tadi ada kata-kata regulator dan operator tidak boleh jadi satu, tapi kalau angkutan itu harus satu Pak. Mungkin processing akhir itu bisa diserahkan pada investor atau BUMD. Tapi kalau angkutan diserahkan kepada kontraktor apa akan terjadi Pak kalau tendernya itu ditunda, tendernya itu diulang,

ARSIP

DAN

(27)

tendernya itu dibatalkan, angkutan sampah Kota Bandung seperti apa. Jadi begitu Pak, jadi tidak selalu harus dipisahkan antara regulator dan operator.

Kemudian saya tertarik Banda Aceh, ini memang perlu juga kalau walikota nya perempuan ini perlu juga. Tadi ada gerakan wanita, memang kalau sampah itu musti dari ibu-ibu, kalau bapak ini membuang saja. Saya tertarik disitu Ibu, jadi gerakan sampah itu memang harus dari gerakan wanita. Tapi apapun juga usaha processing sampah ini tidak semuanya harus jadi energi listrik, jadi Banda Aceh jangan terlalu tertarik dengan Bandung. Di Bandung itu insinyurnya banyak, tapi Banda Aceh insinyurnya kurang bingung lagi. Sebab processing sampah itu banyak yang kita bisa kerjakan, baik dia jadi kompos maupun jadi gas methan itu banyak metode pengolahannya, tidak harus selalu menjadi seperti yang digambarkan oleh Bandung. Processing sampah dengan processing sampah dengan sistem vacum dan menjadi gas methan mungkin belum pernah dicoba oleh ITB. Itu kata-kata ada open dumping, ada sanitary landfill.

Sanitary landfill itu kalau dibuat rapi benar Pak itu gas methan nya bisa jadi listrik, tidak harus selalu seperti model PT Bril tadi. Kemudian kompos, kompos itupun masih setengah jadi Pak, kita bicara processing, maksud saya di undang-undang itu juga jangan terikat nanti harus jadi energi tidak harus selalu jadi energi, energi dalam arti listrik. Processing itu juga kompos, kompos itu juga belum selesai karena belum terbunuhnya bakteri plaktogin karena masih dalam proses temperaturnya itu masih 50 sampai 60 derajat jadi masih secara mikroba itu bakteri mezopilik belum' masuk ke thermopilik mencapai 100 derajat celcius tapi sudah cukup untuk kompos.

Kemudian kalau kita bicara regulasi memang tadi usulan DKI itu menarik dalam Megapolitan, artinya kota disekitarnya dilibatkan. Jadi mungkin Megapolitan DKI ini di sampah ini menjadi. Megapolitan sampah untuk kota-kota utama, mungkin awalnya juga dari situ. Mungkin Bandung dengan sekitarnya, kemudian Surabaya dengan sekitarnya, Semarang dengan sekitarnya. Jadi dari awal undang-undang ini juga sudah menata menuju terpadunya antar kota.

Jadi kalau kita lihat Pak ini yang memang yang lebih sudah maju ke arah MoU instalasi ini pembangkit daya listrik dari sampah ini kelihatannya Bandung. Tapi saya tidak tahu Bandung ini terlambat ya, MoU nya sudah sekian lama kita tunggu-tunggu hasilnya, kita juga ingin lihat Pak menjadi pilot project, karena di Denpasar juga sedang dibuat tapi masih belum ada tanda-tandanya. Jadi kalau misalnya sudah ada contoh di lapangan ini mungkin akan di contoh dengan kotakota lain.

Kemudian masalah investor ini memang kesulitan kita masalah investor kata Gubernur DKI apakah ini suatu investasi yang khusus. Jadi tolong mungkin di dalam regulasi ini juga harus dimasukkan Pak bahwa investor masuk ke dalam persampahan ini bukan halnya seperti investasi BKPM atau PMA-PMA itu, ini spesifik. Mumpung undang-undang ini akan kita bentuk, karena siapa akan masuk ke bidang sampah ini kalau itu dipersulit oleh aturan investasi. Kalau itu ya mungkin kata-kata 'investasi' nya dirubahlah, jangan kata-kata 'investasi' kalau nanti terikat dengan undang-undang yang lain. Ini juga tolong kita masukkan dari pemerintah daerah untuk memudahkan kita di daerah untuk menjalankan atau melakukan suatu perubahan pengolahan sampah ini karena di

ARSIP

DAN

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :