PT MULTISTRADA ARAH SARANA Tbk.

53 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

30 SEPTEMBER 2009 DAN 2008

SEPTEMBER 30, 2009 AND 2008

(TIDAK DIAUDIT)

(UNAUDITED)

No. Laporan/Report No. : Acc/01/X/09

(2)

Daftar Isi Table of Contents

Halaman/Page

Daftar Isi 1 Table Of Content

Surat Pernyataan Direksi 2 Directors Statement Letter

Laporan Keuangan

30 September 2009 dan 2008 Serta Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 September 2009 dan 2008 (Tidak Diaudit)

Financial Statements September 30, 2009 and 2008 and

The Period Nine Months Ended September 30, 2009 and 2008

(Unaudited)

Neraca 3 – 4 Balance Sheets

Laporan Laba Rugi 5 Statements of Income

Laporan Perubahan Ekuitas 6 Statements of Changes in Equity

Laporan Arus Kas 7 Statements of Cash Flows

Catatan atas Laporan Keuangan 8 - 51

Notes to the Financial Statements

(3)
(4)

Kas dan bank 84.953.312.772 2,3,25 68.288.968.410 Cash on hand and in banks

Piutang usaha 95.997.281.586 2,4,10,13,25 73.968.203.110 Trade accounts receivable

Piutang lain-lain 612.308.334 2.070.684.393 Other accounts receivable

Persediaan, setelah dikurangi

penyisihan atas penurunan nilai Inventories, net of allowance for

pasar sebesar Rp 357.787.906 decline in market values

(2008: Nihil) pada tanggal of Rp 357,787,906 (2008: Nil)

30 September 2009 410.373.190.732 2,5,10,13,19 404.779.126.353 as of September 30, 2009

Pajak Pertambahan Nilai dibayar Prepaid value-added

dimuka, bersih 35.605.575.339 2 27.622.599.656 taxes, net

Biaya dibayar dimuka dan uang Prepaid expenses and

muka pemasok 139.036.885.635 2,6 77.442.255.387 advances to suppliers

JUMLAH AKTIVA LANCAR 766.578.554.399 654.171.837.309 TOTAL CURRENT ASSETS

AKTIVA TIDAK LANCAR NONCURRENT ASSETS

Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi Fixed Assets, net of accumulated

penyusutan sebesar Rp 384.234.925.953 depreciation of Rp 384,234,925,953

(2008: Rp 277.692.249.426) pada (2008: Rp 277,692,249,426)

tanggal 30 September 2009 1.720.229.533.069 2,7,10,13 1.482.406.285.928 as of September 30, 2009

Uang muka pembelian mesin Advances for purchases of

dan peralatan 47.353.214.872 7,8 190.859.355.977 machinery and equipment

Tagihan pajak penghasilan 10.005.976.684 2,12 - Claims for income tax refund

Aktiva tidak lancar lainnya, bersih 15.348.601.415 2,9 21.506.903.424 Other non-current assets, net

JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 1.792.937.326.039 1.694.772.545.329 TOTAL NON-CURRENT ASSETS

JUMLAH AKTIVA 2.559.515.880.439 2.348.944.382.638 TOTAL ASSETS

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(5)

KEWAJIBAN LANCAR CURRENT LIABILITIES

Pinjaman jangka pendek 288.241.610.383 2,4,5,7,10,13,25 304.850.088.685 Short-term loans

Hutang usaha Trade accounts payable

Pihak Ketiga 217.110.205.495 2,11,25 162.672.880.485 Third parties

Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2,24 2.379.631.100 Related party

Hutang lain-lain 56.223.027.569 2,25 7.014.451.209 Other accounts payable

Uang muka pelanggan 64.215.874.379 12.260.052.671 Advances from customers

Hutang pajak 27.636.745.770 2,12 22.054.212.087 Tax payable

Biaya yang masih harus dibayar 54.674.552.232 2,25 24.424.796.823 Accrued expenses

Pinjaman jangka panjang Current maturities

jatuh tempo dalam satu tahun 2,10,13,25 of long-term debts

Hutang bank 161.137.357.972 4,5,7 63.267.661.057 Bank loans

Hutang sewa pembiayaan 10.562.530.368 12.188.003.553 Obligations under finance lease

JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 879.801.904.168 611.111.777.670 TOTAL CURRENT LIABILITIES

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR NONCURRENT LIABILITIES

Pinjaman jangka panjang, setelah dikurangi Long-term debts, net of

bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 2,10,13,25 current maturities

Hutang bank 220.554.604.312 4,5,7 323.350.504.127 Bank loans

Hutang sewa pembiayaan 12.020.011.308 30.141.664.668 Obligations under finance lease

Kewajiban imbalan kerja, bersih 25.971.648.875 2,23 22.828.329.398 Post-employment benefits obligation Kewajiban pajak tangguhan, bersih 11.711.557.997 2,12 10.209.810.578 Deferred tax liabilities, net

Laba ditangguhkan atas transaksi Deferred gain on sale and

jual dan sewa-balik 586.403.233 612.329.441 finance leaseback transaction

JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 270.844.225.724 387.142.638.212 TOTAL NON-CURRENT LIABILITIES

JUMLAH KEWAJIBAN 1.150.646.129.892 998.254.415.883 TOTAL LIABILITIES

EKUITAS EQUITY

Modal saham - nilai nominal Rp 140 per saham Share capital - Rp 140 par value per share

Modal dasar - 13.300.000.000 saham pada Authorized - 13,300,000,000 shares as of

tanggal 30 September 2009 dan 2008 September 30, 2009 and 2008

Modal ditempatkan dan disetor penuh Issued and fully paid

-6.118.875.250 saham pada tanggal 6,118,875,250 shares as of

30 September 2009 dan 2008 856.642.535.000 1b,2,14 856.642.535.000 September 30, 2009 and 2008 Tambahan modal disetor, bersih 191.129.029.605 1b,2,15 191.129.029.605 Additional paid-in capital, net

Saldo laba Retained earnings

Cadangan umum 400.000.000 300.000.000 General reserve

Belum ditentukan penggunaannya 360.698.185.942 1d 302.618.402.151 Unappropriated

JUMLAH EKUITAS 1.408.869.750.547 1.350.689.966.756 TOTAL EQUITY

JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 2.559.515.880.439 2.348.944.382.638 TOTAL LIABILITIES AND EQUITY

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(6)

PENJUALAN BERSIH 1.198.848.760.120 2,18,22,26 1.005.872.362.216 NET SALES BEBAN POKOK PENJUALAN (948.964.371.610) 2,5,19,24 (785.531.965.580) COST OF GOOD SOLD

LABA KOTOR 249.884.388.510 220.340.396.636 GROSS PROFIT

BEBAN USAHA 2,20 OPERATING EXPENSES

Penjualan (61.737.584.847) (57.461.401.562) Selling

Umum dan administrasi (50.015.350.323) (34.289.662.788) General and administrative

Jumlah Beban Usaha (111.752.935.170) (91.751.064.350) Total Operating Expenses

LABA USAHA 138.131.453.340 128.589.332.286 INCOME FROM OPERATIONS

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN OTHER INCOME (EXPENSES)

Penghasilan bunga 667.427.775 214.378.553 Interest income

Beban bunga dan keuangan lainnya (51.123.971.928) 2,10,13 (27.529.827.590) Interest expense and other Laba (rugi) kurs, bersih 73.890.391.724 2,25 3.859.671.622 Gain (loss) on foreign exchange, net Laba (rugi) penjualan aktiva tetap 157.576.844 - Gain (loss) on disposal of fixed assets, net

Lain-lain, bersih (1.999.724.477) (4.777.207.890) Others, net

Penghasilan (Beban) Lain-lain, Bersih 21.591.699.937 (28.232.985.305) Other Income (Charges) - Net

LABA SEBELUM MANFAAT (BEBAN) INCOME BEFORE INCOME TAX

PAJAK PENGHASILAN 159.723.153.277 100.356.346.982 BENEFIT (EXPENSE)

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN 2,12 INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE)

Periode Berjalan (33.356.243.819) (29.385.990.903) Current

Tangguhan (2.293.618.106) (2.103.317.838) Deferred

MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN, INCOME TAX BENEFIT (EXPENSE),

BERSIH (35.649.861.925) (31.489.308.742) NET

LABA BERSIH 124.073.291.353 2,21 68.867.038.240 NET INCOME

LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR 20,3 2,21 11,3 BASIC EARNINGS PER SHARE

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(7)

Balance,

Saldo 31 Desember 2007 856.642.500.000 191.129.002.105 200.000.000 239.970.238.911 1.287.941.741.016 December 31, 2007

Penerbitan saham Issuance of new shares

sehubungan dengan in relating to limited

pelaksanaan waran public offering I, net

seri I dalam penawaran of limited public

terbatas I sebesar offering I cost of

Rp 62.500 2,14,15 35.000 27.500 - - 62.500 2,14,15 Rp 62,500

Deviden tunai 16 - - - (6.118.875.000) (6.118.875.000) 16 Cash dividends

Appropriation

Cadangan Umum 16 - - 100.000.000 (100.000.000) - 16 for general reserve

Laba bersih untuk periode Net income for

sembilan bulan yang berakhir the period nine

pada tanggal months ended

30 September 2008 - - - 68.867.038.240 68.867.038.240 September 30, 2008

Saldo 30 September 2008 856.642.535.000 191.129.029.605 300.000.000 302.618.402.151 1.350.689.966.756 Balance, September 30, 2008

Rugi bersih untuk periode Net income

enam bulan yang for the period six

berakhir pada tanggal months ended

31 Desember 2008 - - - (65.893.507.562) (65.893.507.562) December 31, 2008

Balance,

Saldo 31 Desember 2008 856.642.535.000 191.129.029.605 300.000.000 236.724.894.589 1.284.796.459.194 December 31, 2008 Appropriation

Cadangan Umum 16 - - 100.000.000 (100.000.000) - 16 for general reserve

Laba bersih untuk periode Net income for

sembilan bulan yang berakhir the period nine

pada tanggal months ended

30 September 2009 - - - 124.073.291.353 124.073.291.353 September 30, 2009

Saldo 30 September 2009 856.642.535.000 191.129.029.605 400.000.000 360.698.185.942 1.408.869.750.547 Balance, September 30, 2009

Lihat catatan atas laporan keuangan yang merupakan See accompanying notes to financial statements bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. which are an integral part of the financial statements.

(8)

OPERASI ACTIVITIES

Penerimaan dari pelanggan 1.198.848.760.120 1.005.872.362.217 Collections from customers

Pembayaran kepada: Payments for :

Pemasok (910.325.152.659) (848.797.002.004) Suppliers

Karyawan (64.646.464.206) (48.202.124.048) Employees and labores

Kas bersih diperoleh dari/ Net cash provided by/

(digunakan dalam)operasi 223.877.143.256 108.873.236.165 (used in) operations

Penerimaan bunga 667.427.775 214.378.553 Interest income received

Pembayaran pajak penghasilan (9.815.293.828) 12 (44.103.743.412) Payments of income tax

Pembayaran beban bunga (46.870.307.656) (27.529.827.590) Payment of interest expenses

Kas bersih diperoleh dari/ Net cash provided by/

(digunakan dalam) aktivitas (used in) operating

operasi 167.858.969.546 37.454.043.716 activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM INVESTING

INVESTASI ACTIVITIES

Uang muka pembelian mesin Advances for purchase of

dan peralatan (54.994.821.539) 8 (180.761.435.485) machinery and equipment

Perolehan aset tetap (88.447.211.753) 7 (151.494.692.056) Acquisitions of fixed asets

Penjualan aset tetap 547.500.000 - Proceed from sales of fixed assets

Kas bersih digunakan untuk Net cash used in

aktivitas investasi (142.894.533.292) (332.256.127.541) investing activities

ARUS KAS DARI AKTIVITAS CASH FLOWS FROM FINANCING

PENDANAAN ACTIVITIES

Penerimaan pinjaman bank 186.462.935.325 10,13 440.283.934.079 Proceeds from bank debts

Pembayaran pokok pinjaman (200.097.303.194) 10,13 (87.332.900.000) Repayment of bank debts

Pembayaran sewa guna usaha (11.514.903.128) 13 (6.646.577.416) Leased payments

Pembayaran Deviden - (5.048.376.700) Devidens payments

Proceeds from issuance

Setoran modal - 14 62.500 of share capital

Kas bersih diperoleh dari Net cash provided by

aktivitas pendanaan (25.149.270.997) 341.256.142.463 financing activities NET INCREASE (DECREASE)

KENAIKAN (PENURUNAN) IN CASH ON HAND

BERSIH KAS DAN BANK (184.834.743) 46.454.058.638 AND IN BANKS CASH ON HAND AND IN BANKS

KAS DAN BANK AWAL PERIODE 78.743.037.132 17.080.821.087 AT BEGINNING OF YEAR CASH ON HAND AND IN BANKS

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 78.558.202.389 63.534.879.725 AT END OF YEAR

Rincian kas dan setara kas Noncash investing and

adalah sebagai berikut: financing activities:

Kas dan bank 84.953.312.772 68.288.968.410 Cash on hand and in banks

Cerukan (6.395.110.383) (4.754.088.685) Overdraft

Bersih 78.558.202.389 63.534.879.725 Net

(9)

1. UMUM 1. GENERAL

a. Pendirian Perusahaan a. Establishment of the Company

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Republik Indonesia pada tanggal 20 Juni 1988 dengan nama PT Oroban Perkasa dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang diubah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970, berdasarkan Akta Notaris Lukman Kirana, S.H., No. 63. Akta pendirian disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-8932.HT.01.01-TH.88 tanggal 20 September 1988, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 41, Tambahan No. 1877 tanggal 22 Mei 1990. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 70 tanggal 30 Juni 2009 mengenai perubahan susunan Pengurus Perseroan sesuai dengan ketentuan Undang-undang Perseroan Terbatas yang baru dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”).

PT Multistrada Arah Sarana Tbk

(the “Company”), was established in the Republic of Indonesia on June 20, 1988 under the name of PT Oroban Perkasa, within the framework of the Domestic Capital Investment Law No. 6, Year 1968, as amended by Law No. 12, Year 1970, based on Notarial Deed No. 63 of Lukman Kirana, S.H. The deed of establishment was approved by the Ministry of Justice in its Decision Letter No. C2-8932.HT.01.01-TH.88, dated September 20, 1988, and was published in State Gazette No. 41, Supplement No. 1877 dated May 22, 1990. The Company’s Articles of Association has been amended from time to time, the latest of which was covered by Notarial Deed No. 70, dated June 30, 2009 of Benny Kristianto, S.H., concerning changes of the Company’s Management Board to comply with the amended Limited Liability Company Law and Capital Market and Financial Institutions

Supervisory Agency (Badan Pengawas Pasar

Modal dan Lembaga Keuangan or the “BAPEPAM-LK”) regulation.

Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha di bidang industri ban yang mencakup usaha pembuatan ban untuk semua jenis kendaraan bermotor. Saat ini Perusahaan bergerak dalam bidang industri pembuatan ban luar kendaraan bermotor.

As stated in Article 3 of the Company’s Articles of Association, the scope of the Company’s activities is manufacturing of tyres for all types of vehicles. Currently, the Company is engaged in the manufacturing of tyres for motor vehicles.

Pada tanggal 30 September 2009, Perusahaan memiliki kapasitas produksi normal tahunan sebanyak 5.600.000 ban mobil (2008: 4.431.000) dan 2.525.000 ban motor (2008: 237.000) (tidak diaudit) dan berdomisili di Jl. Raya Lemahabang KM 58,3, Cikarang Timur, propinsi Jawa Barat. Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Agustus 1995. Hasil produksi Perusahaan dipasarkan di dalam dan di luar negeri, termasuk Timur Tengah, Eropa, Australia, Afrika, Asia dan Amerika.

As of September 30, 2009, the Company has normal annual production capacities of 5,600,000 car tyres (2008: 4,431,000) and 2,525,000 motorcycle tyres (2008: 237,000) (unaudited) and is domiciled at KM 58.3

Jl. Raya Lemahabang, East Cikarang,

province of West Java. The Company started its commercial operations in August 1995. The Company’s products are distributed locally and abroad, including Middle East, Europe, Australia, Africa, Asia and America.

(10)

b. Penawaran Umum Efek Perusahaan dan Penawaran Umum Terbatas I

b. Initial Public Offering and Limited Public Offering I

Pada tanggal 18 Maret 2005, Perusahaan menyerahkan Surat Pernyataan Pendaftaran untuk penawaran umum efek Perusahaan kepada BAPEPAM-LK (dahulu Badan Pengawas Pasar Modal atau “BAPEPAM”). Pernyataan Pendaftaran tersebut telah menjadi efektif berdasarkan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM No. S-1377/PM/2005 tanggal 30 Mei 2005.

The Company submitted its registration statement for Public Offering of shares to

BAPEPAM-LK (formerly Capital Market

Supervisory Agency or the “BAPEPAM”) on March 18, 2005. The Registration Statement became effective based on the Decision Letter

of the Chairman of BAPEPAM

No. S-1377/PM/2005 dated May 30, 2005.

Pada bulan Juni 2005, Perusahaan melakukan penawaran umum perdana sebanyak 1.000.000.000 saham baru kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp140 per saham dengan harga penawaran awal sebesar Rp170 per saham.

In June 2005, the Company offered its 1,000,000,000 new shares to the public with par value of Rp140 per share at an initial selling price of Rp170 per share.

Saham Perusahaan tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

The Company’s shares are listed at the Indonesia Stock Exchange.

Berdasarkan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam surat keputusannya No. C-01973 HT.01.04.TH.2005 tertanggal 25 Januari 2005, yang kemudian diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 26 tanggal 1 April 2005, nama Perusahaan berubah dari PT Multistrada Arah Sarana menjadi PT Multistrada Arah Sarana Tbk.

Based on the amendment to the Articles of Association approved by the Minister of Justice and Human Rights in Decision Letter No. C-01973 HT.01.04.TH.2005, dated January 25, 2005 that was published in State Gazette No. 26, dated April 1, 2005, the

Company’s name was changed from

PT Multistrada Arah Sarana to PT Multistrada Arah Sarana Tbk.

Pada tanggal 20 April 2007 dan 10 Mei 2007, Perusahaan menyerahkan surat Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I dan Keterangan Tambahan atau Perubahan atas Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Terbatas I kepada BAPEPAM-LK. Pernyataan Pendaftaran tersebut telah menjadi efektif berdasarkan surat keputusan Ketua BAPEPAM-LK No.S-2350/BL/2007 tanggal 16 Mei 2007.

On April 20, 2007 and May 10, 2007, Company has submitted its Registration Statement for Limited Public Offering I of shares to the BAPEPAM-LK. The Registration Statement became effective based on the Decision Letter of the Chairman of BAPEPAM-LK No. S-2350/BL/2007 dated May 16, 2007.

Pada bulan Juni 2007, Perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sejumlah 2.622.375.000 saham baru dengan nilai nominal Rp140 per saham yang ditawarkan dengan harga Rp200 dan sejumlah 440.559.000 Waran Seri I yang akan

In June 2007, the Company conducted Limited Public Offering I with pre-emptive rights for 2,622,375,000 new shares with par value of Rp140 per share offered at Rp200 per share. The issuance of new shares was accompanied by 440,559,000 Series I Warrants, which were issued at no cost to shareholders and pre-emptive right holders as incentives for

(11)

1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued)

c. Karyawan, Direksi dan Komisaris c. Employees, Directors and Commissioners

Pada tanggal 30 September 2009, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:

As of September 30, 2009, the members of the Company’s Boards of Commissioners and Directors are as follows:

Dewan Komisaris Board of Commissioners

Presiden Komisaris : Eugene Cho Park : President Commissioner

Komisaris Independen : Uthan M. Arief Sadikin : Independent Commissioners

Komisaris Independen : Mulyo Sutrisno : Independent Commissioners

Komisaris Independen : Juanto Salim : Independent Commissioners

Komisaris : Andi Solaiman : Commissioners

Dewan Direksi Boards of Directors

Presiden Direktur : Pieter Tanuri : President Director

Direktur : Ir. Sukarman : Directors

Direktur : Yohanes Ade Bunian Moniaga : Directors

Direktur : Hartono Setiobudi : Directors

Jumlah beban kompensasi yang dibayar kepada Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebesar Rp 4.399.528.900 (2008: Rp 4.242.968.000) untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2009.

The compensation paid to the Company’s Commissioners and Directors amounted to Rp 4,399,528,900 (2008: Rp 4,242,968,000) for the period nine months ended September 30, 2009.

Pada tanggal 30 September 2009, Perusahaan mempekerjakan 1.602 karyawan tetap (2008: 809) (tidak diaudit).

As of September 30, 2009, the Company has a total of 1,602 permanent employees (2008: 809) (unaudited).

d. Kuasi-reorganisasi d. Quasi-reorganization

Untuk mengeliminasi akumulasi saldo rugi, Perusahaan melakukan kuasi-reorganisasi pada tahun 2005 sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”) tanggal 31 Januari 2005.

To eliminate the accumulated losses/deficit,

the Company conducted a

quasi-reorganization in 2005 in accordance with the decision of the Company’s Extraordinary General Shareholders Meeting (“EGM”) dated January 31, 2005.

Penyesuaian kuasi-reorganisasi telah dibukukan pada tanggal 30 Juni 2005, dimana saldo rugi sebesar Rp 1.892.645.010.177 dieliminasi dan dibebankan ke akun “Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap” dan “Tambahan Modal Disetor, Bersih”.

Quasi-reorganization adjustment was recorded on June 30, 2005, whereby the deficit of Rp 1,892,645,010,177 was eliminated and charged to “Revaluation Increment of Fixed Assets” and “Additional Paid-in Capital, Net” accounts.

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES

Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang diterapkan Perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan peraturan BAPEPAM-LK. Kebijakan akuntansi pokok yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan, kecuali untuk standar akuntansi revisi seperti

The accounting and reporting policies adopted by the Company conform to generally accepted accounting principles in Indonesia, which comprise of the Statements of Financial Accounting

Standards (“PSAK”) and BAPEPAM-LK

Regulations. The significant accounting policies were applied consistently in the preparation of the financial statements, except for the revised

(12)

(lanjutan) POLICIES (continued)

Dasar Penyajian Laporan Keuangan Basis of Financial Statements

Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali seperti yang diungkapkan dalam Catatan atas laporan keuangan.

The financial statements have been prepared on the accrual basis, using historical costs concept of accounting, except as disclosed in the Notes to the financial statements.

Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, yang mengklasifikasikan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

The statements of cash flows, which have been prepared using the direct method, present the receipts and payments of cash and cash equivalents classified into operating, investing and financing activities.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah Rupiah.

The reporting currency used in the financial statements is Rupiah.

Setara Kas Cash Equivalents

Deposito berjangka dengan jangka waktu enam bulan atau kurang pada saat penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.

Time deposits with maturities of six months or less at the time of placement and not pledged as collateral to loans and other borrowings are classified as “Cash Equivalents”.

Transaksi dengan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa

Transactions with Related Parties

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti dinyatakan dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan

Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan

Istimewa”.

The Company has transactions with related parties

as defined by PSAK No. 7, “Related Party

Disclosures”.

Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan harga dan kondisi normal sebagaimana dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan terlampir.

All significant transactions with related parties, whether or not conducted under normal terms and conditions similar to those transacted with third parties, are disclosed herein.

Penyisihan Piutang Ragu-ragu Allowance for Doubtful Accounts

Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan.

Allowance for doubtful accounts is provided based on a periodic review of the status of the individual receivables account.

Persediaan Inventories

Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata.

Inventories are stated at the lower of cost or net realizable value. Cost is determined using the average method.

(13)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Persediaan (lanjutan) Inventories (continued)

Perusahaan menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi bersih persediaan.

The Company provides allowance for

obsolescence and/or decline in market values of inventories based on periodic reviews of the physical conditions and net realizable values of the inventories.

Biaya Dibayar di Muka Prepaid Expenses

Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat, termasuk biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan pinjaman bank, yang ditangguhkan dan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode pinjaman.

Prepaid expenses are amortized over the periods benefited, including costs associated with bank loans, which are deferred and amortised using the straight-line method over the period of bank loan.

Aset Tetap Fixed Assets

Mulai 1 Januari 2008, Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007) “Aset Tetap” yang mengatur perlakuan akuntansi aset tetap agar pengguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas dalam aset tetapnya beserta perubahannya. Pernyataan ini, antara lain, mengatur pengakuan aset, penentuan jumlah tercatat, pembebanan penyusutan dan rugi penurunan nilai. Berdasarkan pernyataan ini, suatu entitas harus memilih antara model biaya atau model revaluasi sebagai kebijakan akuntansi atas aset tetap, dimana Perusahaan telah memilih model biaya. Pernyataan revisi ini menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva

Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994), ”Akuntansi

Penyusutan” dan berlaku efektif untuk penyusunan

dan penyajian laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2008. Standar yang direvisi ini harus diterapkan secara prospektif untuk pertukaran aset dan perubahan estimasi sedang penerapan lainnya dilakukan secara retrospektif bila memiliki efek material terhadap laporan keuangan perusahaan.

Starting January 1, 2008, the Company adopted

PSAK No. 16 (Revised 2007), “Fixed Assets”,

which prescribes the accounting treatment for fixed assets to enable the financial statement users to discern information about an entity’s investment in its fixed assets and the changes in such investment. This standard provides, among others, for the recognition of the assets, determination of their carrying amounts and related depreciation and impairment losses. Under this standard, an entity shall choose between the cost or revaluation model as the accounting policy for its fixed assets, whereby the Company has chosen the cost model. This revised standard supersedes PSAK No. 16

(1994), “Fixed Assets and Other Assets” and

PSAK No. 17 (1994), “Accounting for

Depreciation”, and is effective for the preparation and presentation of financial statements beginning on or after January 1, 2008. The revised standard required prospective application for the exchange of assets and changes of estimates and all other changes shall be applied retrospectively when considered have material impact on the financial statements of companies.

Penerapan PSAK No. 16 yang direvisi tersebut di atas tidak mempengaruhi pelaporan keuangan dan pengungkapan dari Perusahaan.

The adoption of the said revised PSAK No. 16 has no impact on the financial reporting and disclosure of the Company.

Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai maksud manajemen. Biaya perolehan tersebut juga termasuk biaya untuk mengganti komponen dari aset tetap pada saat penggantian, bila kriteria pengakuan terpenuhi.

Fixed assets are initially recognized at cost, which comprises its purchase price and any costs directly attributable in bringing the asset to its working condition and location for its intended use. Such cost also include the cost of replacing part of such fixed asset when that cost is incurred, if the recognition criteria are met.

(14)

(lanjutan) POLICIES (continued)

Aset Tetap (lanjutan) Fixet Assets (continued)

Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai aset.

Subsequent to initial recognition, fixed assets are carried at cost less any subsequent accumulated depreciation and impairment losses.

Penyusutan dimulai pada saat aset tetap tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis sebagai berikut:

Depreciation of an asset begins when it is available for use and is computed using the straight-line method based on the estimated useful life as follows:

Tahun/

Years

Bangunan 3 - 20 Buildings

Mesin dan peralatan 3 - 20 Machinery and equipment

Perabotan and peralatan kantor 5 Furniture, fixtures and office equipment

Alat-alat transportasi 5 Transportation equipment

Jumlah tercatat komponen dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat sudah tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan maupun pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut dimasukkan ke dalam laporan laba rugi untuk periode penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

The carrying amount of an item of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising from the derecognition of the asset, is included in the statements of income at the period the item is derecognized.

Nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan dievaluasi setiap akhir tahun untuk memastikan bahwa jumlah, metode dan periode penyusutan sesuai dengan estimasi awal dan pola konsumsi atas manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari aset tetap tersebut.

The residual values, useful life and depreciation methods are reviewed at each year end to ensure that the amount, method and period of depreciation are consistent with previous estimates and the expected pattern of consumption of the future economic benefits embodied in the items of fixed assets.

Hak atas tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi.

Land rights are stated at cost and not amortized.

Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban bunga dan biaya lainnya atas pinjaman yang terjadi sehubungan dengan pembiayaan aktiva dalam penyelesaian yang memenuhi syarat. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan.

Constructions in-progress are stated at cost, including capitalized interest charges incurred on borrowings and other charges incurred to finance the said qualifying asset constructions. The accumulated costs will be reclassified to the appropriate “Fixed Assets” account when the construction is substantially completed and the asset is ready for its intended use.

(15)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Aset Tetap (lanjutan) Fixet Assets (continued)

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada operasi pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada jumlah tercatat aset tetap terkait bila besar kemungkinan bagi Perusahaan manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait.

Repair and maintenance are taken to the profit or loss during the period in which they are incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the existing asset will flow to the Company and is depreciated over the remaining useful life of the asset.

Penurunan Nilai Aktiva Impairment of Assets

Sesuai dengan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai

Aktiva”, penilaian aktiva dilakukan atas penurunan

dan kemungkinan penurunan nilai wajar aktiva jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.

In accordance with PSAK No. 48, “Impairment of

Asset Values”, asset values are reviewed for any impairment and possible write-down to fair values whenever events or changes in circumstances indicate that their carrying values may not be fully recovered.

Sewa Leases

Mulai 1 Januari 2008, Perusahaan mengadopsi PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa” yang mengatur kebijakan akuntansi dan pengungkapan yang sesuai, baik bagi lessee maupun lessor dalam hubungannya dengan sewa (lease). Pernyataan ini memberikan klasifikasi sewa berdasarkan kepada sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi dan bukan pada bentuk kontraknya, yang sebelumnya disyaratkan oleh PSAK No. 30 (1990), ”Akuntansi

Sewa Guna Usaha” yang digantikan oleh standar

revisi tersebut. Standar yang direvisi tersebut dianjurkan namun tidak disyaratkan untuk diterapkan secara retrospektif. Penerapan standar akuntansi yang direvisi tersebut tidak mempengaruhi pelaporan keuangan dan pengungkapan dari Perusahaan.

Starting January 1, 2008, the Company adopted

PSAK No. 30 (Revised 2007), “Leases,” which

prescribes for lessees and lessors, the appropriate accounting policies and disclosure to apply in relation to leases. This standard provides for the classification of leases based on the extent to which risks and rewards incidental to ownership of a leased asset lie with the lessor or the lessee, and the substance of the transaction rather than the form of the contract, which was previously provided by the superseded PSAK No. 30 (Revised 1990), “Accounting for Leases”. The revised standard is encouraged but not required to be applied restrospectively. The adoption of the revised standard does not have any impact on the financial reporting and disclosure of the Company.

Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung unsur sewa adalah berdasarkan pada substansi dari suatu perjanjian pada tanggal efektifnya tergantung kepada penggunaan aset tertentu atau perjanjian atas hak untuk menggunakan suatu aset. Pengkajian kembali dilakukan setelah penentuan awal tadi dilakukan hanya bila salah satu dari kondisi-kondisi di bawah ini terjadi:

The determination of whether an arrangement is, or contains a lease is based on the substance of the arrangement at inception date of whether the fulfillment of the arrangement is dependent on the use of a specific asset or assets or the arrangement conveys a right to use the asset. A reassessment is made after inception of the lease only if one of the following applies:

(16)

(lanjutan) POLICIES (continued)

Sewa (lanjutan) Leases (continued)

(a) bila terjadi perubahan terhadap persyaratan dalam perjanjian, yang bukan merupakan pembaruan atau perpanjangan kontrak; (b) opsi pembaruan diambil atau perpanjangan

diberikan, kecuali bila persyaratan dalam pembaruan atau perpanjangan pada awalnya telah disertakan dalam perjanjian;

(c) bila ada perubahan dalam penentuan apakah pemenuhan perjanjian tergantung kepada aset tertentu; atau

(d) bila ada perubahan substansial pada aset terkait.

(a) there is a change in contractual terms, other

than a renewal or extension of the arrangement;

(b) a renewal option is exercised or extension

granted, unless the term of the renewal or extension was initially included in the lease term;

(c) there is a change in the determination of

whether fulfillment is dependent on a specific asset; or

(d) there is a substantial change to the asset.

Bila pengkajian kembali dilakukan, pencatatan akuntansi sewa harus dimulai atau dihentikan sejak tanggal masing-masing perubahan pada skenario

(a), (c) atau (d) dan pada tanggal pembaruan atau perpanjangan kontrak pada skenario (b).

Where a reassessment is made, lease accounting shall commence or cease from the date when the change in circumstances gave rise to the

reassessment for scenarios (a), (c) or (d) and at

the date of renewal or extension period for

scenario (b).

Sewa Pembiayaan - Sebagai Lessee

Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Lessee mengkapitalisasi sewa sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Beban keuangan dibebankan langsung ke operasi tahun berjalan.

Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, perkiraan masa penggunaan aset adalah umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee

akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa sewa dan umur manfaat aset sewaan. Laba atau rugi dari hasil penjualan aset sewaan dalam transaksi jual dan sewa-balik ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa sewa.

Finance Lease - as Lessee

A lease is classified as a finance lease if it transfers substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased assets. Such leases are capitalized at the inception of the lease at the fair value of the leased property or, if lower at the present value of minimum lease payments. Lease payments are apportioned between the finance charges and reduction of the lease liability so as to achieve a constant rate of interest on the remaining balance of liability. Finance charges are charged directly to the profit or loss.

If there is a reasonable certainty that the lessee will obtain owenership at the end of the lease term, the leased assets are depreciated over the estimated useful life of the assets. If there is no reasonable certainty that the lessee will obtain ownership by the end of the lease term, the leased assets are depreciated over the shorter of the estimated useful life of the asset or the lease term. Gain or loss on sale of an asset in a sale and finance leaseback transaction is deferred and amortized over the lease term.

(17)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI POKOK (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Sewa (lanjutan) Leases (continued)

Sewa Operasi - Sebagai Lessee

Suatu sewa diklasfikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban pada operasi dengan dasar garis lurus (straight-line basis) selama masa sewa.

Operating Lease - as Lessee

A lease is classified as an operating lease if it does not transfer substantially all the risks and rewards incidental to ownership of the leased asset. Accordingly, the related lease payments are recognized in profit or loss on a straight-line basis over the lease term.

Program Pemilikan Saham oleh Manajemen dan Karyawan (MSOP dan ESOP)

Management and Employee Stock Option Plan (MSOP and ESOP)

Beban kompensasi yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan program pemilikan saham oleh manajemen dan karyawan (Management

Stock Option Plan atau “MSOP” dan Employee

Stock Option Plan atau “ESOP”) diakui pada saat

hak opsi diberikan kepada manajemen dan karyawan sebesar nilai wajar hak opsi tersebut sesuai dengan PSAK No. 53, “Akuntansi

Kompensasi Berbasis Saham”.

Compensation cost incurred in connection with the implementation of Management Stock Option Plan or “MSOP” and Employee Stock Option Plan or “ESOP” for past services are recognized at the time the option rights are granted to the management and employees at the fair value of the option rights, in accordance with the provisions

of PSAK No. 53, “Accounting for Stock-based

Compensation”.

Kapitalisasi Biaya Pinjaman Capitalization of Borrowing Costs

Sesuai dengan PSAK No. 26, “Biaya Pinjaman”, Perusahaan mengkapitalisasi beban bunga yang timbul atas pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik dan pembelian mesin dan peralatan yang memenuhi syarat sebagai bagian dari akun “Aset Tetap”.

In accordance with PSAK No. 26, “Borrowing

Costs”, the Company capitalizes interest charges incurred on borrowings and other costs incurred to finance construction of qualifying plants and the purchase of qualifying machinery and equipment as part of “Fixed Assets” account.

Deposito Berjangka yang Dibatasi Penggunaannya

Restricted Time Deposits

Deposito berjangka yang dijadikan sebagai jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya diklasifikasikan sebagai bagian dari “Aktiva Tidak Lancar Lainnya, Bersih”, dan disajikan sebesar nilai nominal.

Time deposits which are pledged as security for loans or other debts are presented as part of “Other Non-Current Assets, Net”, and are stated at nominal value.

Biaya Emisi Saham Issuance Costs of Share Capital

Biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham Perusahaan kepada publik, dikurangkan langsung dengan hasil emisi, yang disajikan sebagai pengurang akun tambahan modal disetor dalam neraca.

Costs incurred in connection with the Company’s issuance of share capital to the public, were offset directly with the proceeds and presented net of additional paid-in capital account in the balance sheets.

Pengakuan Pendapatan dan Beban Revenue and Expense Recognition

Pendapatan diakui pada saat pengiriman barang kepada pelanggan sesuai dengan syarat penjualan. Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).

Revenue is recognized upon delivery of goods to the customers in accordance with the terms of sale. Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis).

(18)

(lanjutan) POLICIES (continued)

Imbalan Kerja Employee Benefits

Sesuai dengan ketentuan dalam PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”, Perusahaan mencatat pencadangan manfaat untuk memenuhi dan menutup imbalan minimum yang harus dibayar kepada karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (“Undang-undang”). Pencadangan tambahan tersebut diestimasi berdasarkan perhitungan aktuaria yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

In accordance with the provisions of PSAK No. 24

(Revised 2004), “Employee Benefits”,

the Company made provisions in order to meet and cover the minimum benefits required to be paid to the qualified employees under the Labor Law No. 13/2003 (the “Labor Law”). The said provisions are estimated based on actuarial calculations using the “Projected Unit Credit” method.

Penyisihan biaya jasa masa lalu ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa kerja rata-rata yang diharapkan dari karyawan yang memenuhi syarat tersebut. Selain itu, penyisihan untuk biaya jasa kini dibebankan langsung pada operasi tahun berjalan. Keuntungan atau kerugian aktuarial diakui sebagai pendapatan atau beban apabila akumulasi keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini imbalan pasti pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian aktuarial yang melebihi batas 10% tersebut diakui atas dasar metode garis lurus selama rata-rata sisa masa kerja karyawan yang diharapkan.

Provisions made pertaining to past service costs are deferred and amortized over the expected average remaining service years of the qualified employees. On the other hand, provisions for current service costs are directly charged to operations of the current year. Actuarial gains or losses are recognized as income or expense when the net cumulative unrecognized actuarial gains or losses at the end of the previous reporting period exceed 10% of the defined benefit obligations at that date. The actuarial gains or losses in excess of the said 10% threshold are recognized on a straight-line method over the expected average

remaining service years of the qualified

employees.

Beban atau Manfaat Pajak Tax Expense or Benefit

Beban pajak tahun berjalan ditetapkan berdasarkan penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aktiva dan kewajiban untuk tujuan komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.

Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the current year. Deferred tax assets and liabilities are recognized for all temporary differences between the commercial and tax bases of assets and liabilities at each reporting date. Future tax benefit, such as the carry forward of unused tax losses, is also recognized to the extent that realization of such tax benefit is probable.

Aktiva pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan dan saldo terbawa rugi fiskal yang belum dikompensasikan, sepanjang perbedaan temporer dan rugi fiskal yang belum dikompensasikan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan datang.

Deferred tax assets are recognized for all deductible temporary differences and carry forward of unused tax losses to the extent that it is probable that future taxable profits will be available against which the deductible temporary differences and carry forward of unused tax losses can be utilized.

Jumlah tercatat aktiva pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal neraca dan nilai tercatat aktiva pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba

The carrying amount of deferred tax assets is reviewed at each reporting date and reduced to the extent that it is no longer probable that

(19)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Beban atau Manfaat Pajak (lanjutan) Tax Expense or Benefit (continued)

Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan diberlakukan pada saat aktiva direalisasikan atau kewajiban diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal neraca. Cadangan dan/atau penyesuaian kembali dari seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan, termasuk pengaruh dari perubahan tarif pajak, diakui sebagai “Beban Pajak Penghasilan - Tangguhan” dan termasuk dalam laba atau rugi bersih tahun berjalan.

Deferred tax assets and liabilities are measured using tax rates that are expected to be applied at a period when the asset is realized or the liability is settled based on tax laws that have been enacted or substantively enacted as at balance sheet date. The related tax effects of the provisions for and/or reversals of all temporary differences during the period, including effects of the changes in tax rates, are recognized as “Income Tax Expense - Deferred” and included in the determination of net profit or loss for the current year.

Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Foreign Currency Transactions and Balances

Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan sesuai dengan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada tanggal transaksi perbankan terakhir untuk tahun yang bersangkutan, dan laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.

Transactions involving foreign currencies are recorded in Indonesian Rupiah at the rates of exchange prevailing at the time the transactions are made. At balance sheet date, monetary assets and liabilities denominated in foreign currencies are adjusted to reflect the average of the buying and selling rates of exchange prevailing at the last banking transaction date of the year, as published by Bank Indonesia, and any resulting gains or losses are credited or charged to operations of the current year.

Nilai tukar yang digunakan adalah sebagai berikut: Exchange rates used were as follows:

30 September 2009/ 30 September 2008/

September 30, 2009 September 30, 2008

1 US Dollar 9.681 9.378 US$ 1

1 Euro 14.159 13.751 Euro 1

Transaksi dalam mata uang lainnya tidak signifikan.

Transactions held in other currencies are not significant.

Laba per Saham Earnings per Share

Sesuai dengan ketentuan dalam PSAK No. 56,

“Laba Per Saham”, laba bersih dari aktivitas

normal dan laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan setelah disesuaikan secara retrospektif dengan dampak penerbitan HMETD.

In accordance with the provisions of PSAK No. 56, “Earnings Per Share”, basic earnings from ordinary activities and per share are computed by dividing net income by the weighted-average number of shares outstanding during the year, adjusted retrospectively for the effects of pre-emptive rights issued.

Dalam menentukan laba per saham dilusian, diasumsikan semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif dilaksanakan, demikian pula dengan semua pengaruh yang timbul dari konversi tersebut terhadap laba bersih. Penerimaan dana yang diasumsikan timbul dari penerbitan tersebut

In determining diluted earnings per share, all dilutive potential ordinary shares of the enterprise are assumed to be exercised, including all effects that such conversion may have on the net income. The assumed proceeds from these issues should be considered to have been received from the

(20)

(lanjutan) POLICIES (continued)

Waran Lekat Non-detachable Warrants

Untuk penerbitan saham yang disertai dengan waran lekat, dana yang diperoleh dari penerbitan saham tersebut dicatat sebagai modal saham dan tambahan modal disetor.

For the issuance of shares accompanied by non-detachable warrants, all the proceeds arising from such shares issuance are recognized as share capital and additional paid-in capital.

Informasi Segmen Segment Information

Segmen adalah bagian khusus dari suatu entitas yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa yaitu segmen usaha, maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu yaitu segmen geografis.

Segment is a distinguishable component of an entity that is engaged either in providing products or services (business segment), or in providing products or services within a particular economic environment (geographical segment).

Segmen usaha menyediakan produk dan jasa dengan risiko dan imbalan yang berbeda dengan segmen usaha lainnya. Segmen geografis menyediakan produk atau jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu dengan risiko dan imbalan yang berbeda dengan bagian operasional pada lingkungan ekonomi lainnya.

Business segments provide products or services that are subject to risks and returns that are different from those of other business segments. Geographical segments provide products or services within a particular economic environment that is subject to risks and returns that are different from those of components operating in other economic environments.

Perusahaan bergerak dalam industri pembuatan ban kendaraan bermotor. Karena risiko dan imbalan dari produk-produk yang dihasilkan tidak dapat dibedakan satu sama lain, Perusahaan tidak menyajikan informasi segmen usaha.

The Company is engaged in the tyres

manufacturing industry. As the risk and returns of the Company’s products can not be differentiated, it does not present business segment information.

Perusahaan juga tidak menyajikan Informasi segmen geografis karena seluruh aktiva Perusahaan berlokasi di Cikarang Timur, Indonesia.

The Company also does not present geographical segment information since all of the Company’s assets are located in East Cikarang, Indonesia.

Perusahaan mengungkapkan informasi segmen berupa pendapatan dari pelanggan eksternal berdasarkan lokasi geografis pelanggan.

The Company disclosed segment information for revenues from external customers based on customers’ location.

Penggunaan Estimasi Use of Estimates

Laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang mengharuskan manajemen untuk menggunakan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan, termasuk pelaporan beban dan pendapatan pada tahun berjalan. Hasil aktual mungkin bisa berbeda dari estimasi dan asumsi yang digunakan.

The financial statements have been prepared in accordance with generally accepted accounting principles and practices in Indonesia that require the management to make estimations and assumptions which will affect the amount of assets and liabilities reported, including reported expenses and revenues of the current year. The actual result could be different from the estimations and assumptions made.

(21)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued)

Standar Akuntansi Revisi yang Telah Diterbitkan Namun Belum Efektif Berlaku

Amended Accounting Standards that Have Been Published but Not Yet Effective

Perusahaan belum mengadopsi standar akuntasi yang direvisi berikut ini yang dianggap relevan terhadap pelaporan keuangan Perusahaan dan telah diterbitkan namun baru efektif berlaku untuk periode tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2009:

• PSAK No. 14 (Revisi 2008), “Persediaan”;

• PSAK No. 50 (Revisi 2006), "Instrumen

Keuangan: Penyajian Dan Pengungkapan";

dan

• PSAK No. 55 (Revisi 2006), "Instrumen

Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran."

Perusahaan sedang mengevaluasi dampak dari standar akuntansi yang direvisi tersebut dan belum menentukan dampaknya terhadap laporan keuangan.

The Company has not applied the following

amended accounting standards that are

considered relevant to the Company and have been published but are only effective for annual periods beginning on or after January 1, 2009:

• PSAK No. 14 (Revised 2008), “Inventory”;

• PSAK No. 50 (Revised 2006), "Financial

Instruments: Presentation and Disclosures";

and

• PSAK No. 55 (Revised 2006), "Financial

Instruments: Recognition and Measurement."

The Company is presently evaluating and has not determined the effects of these amended accounting standards on the financial statements.

Ikhtisar dari standar akuntasi yang direvisi tersebut diungkapkan lebih jauh pada Catatan 27.

The summary of these revised accounting standards is further described in Note 27.

3. KAS DAN SETARA KAS 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS

Kas dan setara kas terdiri atas: Cash and cash equivalents consist of:

Kas 177.812.546 48.276.919 Cash on hand

Bank Cash in banks

Rekening Rupiah Rekening Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk 6.213.622.832,20 1.523.261.754 PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

(dahulu PT Bank Lippo Tbk) 1.441.545.202 70.796.903 (formerly PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 907.881.906 400.315.721 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

(dahulu PT Bank Niaga Tbk) 255.609.476 592.078.537 (formerly PT Bank Niaga Tbk) PT Bank Chinatrust Indonesia 97.295.142 - PT Bank Chinatrust Indonesia PT Bank Eksekutif Internasional Tbk - 347.250.063 PT Bank Eksekutif Internasional Tbk PT Bank Panin Tbk 47.317.569 1.000.000 PT Bank Panin Tbk

Dollar Amerika (US$ 5.793.570,11 US Dollar (US$ 5,793,570.11

pada tanggal 30 September 2009 dan as of September 30, 2009 and

US$ 1.963.744 pada tanggal US$ 1,963,744 as of

30 September 2008) September 30, 2008)

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

(dahulu PT Bank Niaga Tbk) 37.406.992.984 11.915.966.359 (formerly PT Bank Niaga Tbk)

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

(dahulu PT Bank Lippo Tbk) 6.373.066.775 4.445.734.868 (formerly PT Bank Lippo Tbk) PT Bank Mega Tbk 5.328.468.772 1.557.912.466 PT Bank Mega Tbk

The Hongkong and Shanghai The Hongkong and Shanghai

Banking Corporation Limited 2.768.116.599 - Banking Corporation Limited PT Bank Central Asia Tbk 2.719.648.672 51.867.467 PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Chinatrust Indonesia 1.491.258.433 444.507.353 PT Bank Chinatrust Indonesia

Euro (€ 25.615,47 pada tanggal Euro (€ 25,615.47 as of

30 September 2009) September 30, 2009)

PT Bank Internasional Indonesia Tbk 362.675.864 - PT Bank Internasional Indonesia Tbk Sub Jumlah 65.413.500.226 21.350.691.491 Sub Total

(22)

3. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan) 3. CASH AND CASH EQUIVALENTS (Continued) 30 September 2009/ 30 September 2008/

September 30, 2009 September 30, 2008

Deposito Time deposits

Dollar Amerika (US$ 2.000.000 US Dollar (US$ 2,000,000

pada tanggal 30 September 2009) as of September 30, 2009

dan US$ 5.000.000 pada tanggal and US$ 5,000,000 as of

30 September 2008 September 30, 2008

PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk

(dahulu PT Bank Niaga Tbk) 19.362.000.000 46.890.000.000 (formerly PT Bank Niaga Tbk)

Sub Jumlah 19.362.000.000 46.890.000.000 Sub Total

Jumlah 84.953.312.772 68.288.968.410 Total

4. PIUTANG USAHA 4. TRADE RECEIVABLES

Rincian piutang usaha kepada pihak ketiga adalah sebagai berikut:

The details of trade receivables from third parties are as follows:

30 September 2009/ 30 September 2008/ September 30, 2009 September 30, 2008

Ekspor (US$ 7.455.202 pada tanggal Export (US$ 7,455,202 as of

30 September 2009 dan US$ 7.134.835 September 30, 2009 and US$ 7.134.835

pada tanggal 30 September 2008) 72.173.806.369 66.910.491.633 as of September 30, 2008)

Lokal 23.823.475.217 7.057.711.477 Local

Jumlah 95.997.281.586 73.968.203.110 Total

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, analisa umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

As of September 30, 2009 and 2008, the aging analysis of trade receivables is as follows:

30 September 2009/ 30 September 2008/ September 30, 2009 September 30, 2008

Lancar 70.533.023.059 68.314.984.330 Current

Telah jatuh tempo Overdue

1 s/d 30 hari 13.840.282.629 4.190.365.609 1 - 30 days

31 s/d 60 hari 11.623.975.899 1.462.853.171 31 - 60 days

Jumlah 95.997.281.586 73.968.203.110 Total

Umur piutang Aging

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi akun piutang masing-masing pelanggan pada tanggal neraca, manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang di atas dapat ditagih sehingga cadangan piutang ragu-ragu tidak diperlukan.

Based on the review of the status of each customer’s receivables account at the balance sheet dates, management believes that all receivables are collectible, and therefore no allowance for doubtful account is necessary.

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, piutang usaha Perusahaan digunakan sebagai jaminan secara pari passu atas seluruh fasilitas

As of September 30, 2009 and 2008, the Company’s trade receivables are used as collateral, on a pari passu basis, for all credit

(23)

5. PERSEDIAAN 5. INVENTORIES

Persediaan terdiri atas: Inventories consist of:

30 September 2009/ 30 September 2008/ September 30, 2009 September 30, 2008

Barang jadi 159.118.960.525 109.216.065.021 Finished goods

Barang dalam proses 7.522.870.300 29.335.057.662 Work in proces

Bahan baku 127.506.425.493 198.018.199.355 Raw materials

Bahan pembantu dan suku cadang 116.582.722.320 68.209.804.315 Spareparts and supplies

Sub-jumlah 410.730.978.638 404.779.126.353 Sub-total

Dikurangi penyisihan atas Less allowance for decline

penurunan nilai pasar (357.787.906) - in market values

Bersih 410.373.190.732 404.779.126.353 Net

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi pasar dari persediaan pada tanggal neraca, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai pasar persediaan.

Based on a review of the market for the inventories at balance sheet dates, management believes that the above allowance is adequate to cover any possible losses from decline in market values of inventories.

Sedangkan berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan pada tanggal neraca, manajemen berkeyakinan bahwa tidak diperlukan penyisihan untuk menutup kemungkinan kerugian dari keusangan persediaan.

While based on a review of the physical conditions of the inventories at balance sheet dates, management believes that no allowance is necessary to cover any possible losses from obsolescence of inventories.

Pada tanggal 30 September 2009, persediaan diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sejumlah US$ 37.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan.

As of September 30, 2009, inventories are covered by insurance against losses by fire and other risks under blanket policies with total coverage

amounting to US$ 37,000,000. Management

believes that the said amount of insurance coverage is adequate to cover any possible losses that may arise from the insured risks.

Pada tanggal 30 September 2009 dan 2008, persediaan Perusahaan dengan nilai penjaminan seperti diungkapkan pada Catatan 13 digunakan sebagai jaminan, secara pari passu, atas seluruh fasilitas pinjaman yang diperoleh dari CIMB Niaga dan BEI.

As of September 30, 2009 and 2008, the Company’s inventories with the value as disclosed in Note 13 are used as collateral, on a pari passu basis, for all credit facilities obtained from CIMB Niaga and BEI.

(24)

6. UANG MUKA PEMBELIAN BAHAN BAKU DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA

6. ADVANCES FOR PURCHASES OF RAW

MATERIAL AND PREPAID EXPENSES

Perusahaan memiliki uang muka pembelian bahan baku dan biaya dibayar dimuka dengan rincian sebagai berikut:

The Company has advances for purchases of raw material and prepaid expenses as follows:

30 September 2009/ 30 September 2008/

September 30, 2009 September 30, 2008

Uang Muka Pembelian Bahan Baku Advance Purchase of Raw Material

Lokal Local

Daewoo International Corp. (Jakarta) 20.381.875.080 - Daewoo International Corp. (Jakarta)

Panca Samudera Simpati, PT 12.351.815.280 - Panca Samudera Simpati, PT

Wilson Tunggal Perkasa,PT 10.743.031.115 - Wilson Tunggal Perkasa,PT

Dramaga, CV 1.721.638.070 - Dramaga, CV

Chemikos Wicaksana Selatan, PT 1.535.543.425 - Chemikos Wicaksana Selatan, PT

Dwijaya Sentral Sarana, PT. 367.500.000 1.469.054.445 Dwijaya Sentral Sarana, PT.

Wartsila Indonesia,PT - 1.813.757.578 Wartsila Indonesia,PT

Lain-lain (masing-masing dibawah Others

Rp 1.000.000.000) 6.043.726.699 6.041.975.714 (each below Rp 1,000,000,000)

Sub Jumlah 53.145.129.669 9.324.787.737 Sub Total

Impor (US$ 6.031.650 pada tanggal Import (US$ 10,580,067 as of

30 September 2009 dan US$ 1.697.743 September 30, 2009 and US$ 1,697,743

pada tanggal 30 September 2008) as of September 30, 2008)

Formosa Taffeta Co. Ltd, Taiwan 16.025.669.201 - Formosa Taffeta Co. Ltd, Taiwan

Exxon Mobil Limited, Thailand 10.914.915.394 7.998.262.020 Exxon Mobil Limited, Thailand

Creighton Trading Limited, Singapura 8.917.682.488 - Creighton Trading Limited, Singapore

Jiangsu Sinorgchem Technologi Jiangsu Sinorgchem Technologi

Co.Ltd., China 3.980.570.400 - Co.Ltd., China

Cabot Malaysia Sdn. Bhd., Malaysia 3.681.196.310 - Cabot Malaysia Sdn. Bhd., Malaysia

BST Elastomers Co. Ltd., Thailand 3.191.430.375 - BST Elastomers Co. Ltd., Thailand

LG Chem ,Ltd., Korea - 1.913.065.034 LG Chem ,Ltd., Korea

Oriental Carbon and Chemicals Oriental Carbon and Chemicals

Limited, India 1.582.799.280 - Limited, India

Rhodia Silica Qingdao Co Ltd, China 1.242.946.320 155.221.220 Rhodia Silica Qingdao Co Ltd, China

Shandong Yanggu Huatai Int. Shandong Yanggu Huatai Int.

Co. Ltd., China 1.480.068.100 - Co. Ltd., China

Taian Sanyuan Chemical Co.Ltd, China 1.340.988.825 - Taian Sanyuan Chemical Co.Ltd, China

Paramelt, Singapura 1.168.098.165 - Paramelt, Singapore

Shandong Yanggu Huatai Shandong Yanggu Huatai

Chemical Co. Ltd., China 1.114.117.850 937.000 Chemical Co. Ltd., China

Polythema S. R. L., Italia 1.110.723.840 - Polythema S. R. L., Italy

Shepherd Mirecourt S.A.R.L., Shepherd Mirecourt S.A.R.L.,

Prancis 1.071.057.000 - France

Blackhem (M) Sdn. Bhd., Malaysia 20.687.660 4.825.454.515 Blackhem (M) Sdn. Bhd., Malaysia

Lain-lain (masing-masing dibawah Others

Rp 1.000.000.000) 3.963.947.889 617.937.942 (each below Rp 1,000,000,000)

Sub Jumlah 60.806.899.097 15.510.877.731 Sub Total

Uang Muka Lain-lain 16.100.440.595 45.937.365.106 Other Advance

Asuransi Dibayar di muka 7.747.052.895 6.154.868.483 Prepaid Insurance

Biaya Dibayar di muka lain - lain 1.237.363.379 514.356.330 Prepaid Other

Jumlah 139.036.885.635 77.442.255.387 Total

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :