KATA PENGANTAR. waktunya laporan akhir skripsi ini yang berjudul PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN

10 

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberi karunia dan rahmat-NYA kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tepat pada waktunya laporan akhir skripsi ini yang berjudul “PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN JALUR HIJAU DI KABUPATEN TABANAN’’.

Tugas laporan akhir SKRIPSI ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat menyelesaikan studi pada Fakultas Hukum Universitas Udayana. Dalam penyusunan laporan ini penulis menyadari bahwa penulis banyak mendapatkan bantuan moral dan moril dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dengan rasa hormat kepada :

1. Bapak Prof. Dr. I Made Arya Utama, S.H., M.Hum., selaku Dekan Fakultas Hukum Universitas Udayana.

2. Bapak Dr. Gde Made Swardhana, S.H., M.H., selaku Pembantu Dekan I Fakultas Hukum Universitas Udayana.

3. Ibu Dr. Ni Ketut Sri Utari, S.H.,M.H., selaku Pembantu Dekan II Fakultas Hukum Universitas Udayana.

4. Bapak Dr. I Gede Yusa, S.H., M.H., selaku Pembantu Dekan III Fakultas Hukum Universitas Udayana.

5. Bapak A.A Gede Oka Parwata, S.H., M.Si., selaku Ketua Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Udayana.

(2)

vi

6. Bapak A.A Ketut Sukranatha, S.H., M.H., selaku Sekretaris Program Ekstensi Fakultas Hukum Universitas Udayana.

7. Bapak I Ketut Suardita, S.H., M.H., selaku Ketua Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana.

8. Bapak Cokorda Dalem Dahana, S.H., M.Kn selaku Wakil Bagian Hukum Administrasi Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana.

9. Bapak I Ketut Suardita, S.H., M.H., selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, petunjuk dan arahan-arahan dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penulis tugas akhir / skripsi ini.

10. Bapak Cokorda Dalem Dahana, S.H., M.Kn selaku Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan, arahan-arahan dan kesempatan untuk mengembangkan persoalan-persoalan yang dihadapi dengan penuh perhatian dan kesabaran dalam penulisan tugas akhir / skripsi ini.

11. Bapak A.A Gede Oka Parwata, S.H., M.Si., selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah menjadi tempat mengadu dan berkeluh kesah serta telah membimbing penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Hukum Universitas Udayana.

12. Bapak dan Ibu dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana yang telah menuntun dan memberikan ilmu pengetahuan selama kuliah sihingga penulis dapat menyelesaikan studi ini.

13. Segenap Pegawai Fakultas Hukum Universitas Udayana khususnya Program Ekstensi, terima kasih atas kerjasamanya yang telah dibangun selama ini.

(3)

14. Bapak dan Ibu, di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tabanan selaku informan langsung yang terlibat dalam penulis tugas akhir / skripsi ini, yang telah banyak meluangkan waktunya untuk memberikan arahan dan bimbingan selama melakukan penelitian.

15. Kepada Keluarga Bapak dan Ibu serta kakak dan adik tercinta yang telah memberikan semangat dan dukungan moril maupun materiil selama masa perkuliahan serta dukungan untuk menyelesaikan penulisan ini.

16. Sahabat terbaik dan teman-teman yang selalu memberikan dukungan, bantuan dan menghabiskan suka duka bersama khususnya kepada Gung Mariswara, Bli Oka, Bli Gapo, Gandhi Bond, Maruti, Warung setia budi (Gung De), Wahyu Widiartana, Jro Dalang Panji Wilimantara, kawan-kawan senior X-Recht, Keluarga Basar HMPE, serta seluruh sahabat-sahabat penulis lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah banyak memberikan masukan dan dorongan dalam penyelesaian penulisan tugas akhir / skripsi ini.

17. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebut satu persatu dalam kesempatan yang di berikan.

Penulis menyadari bahwa laporan ini belum sempurna, dan demi penyempurnaan selanjutnya, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kepentingan ilmu hukum. Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah turut membantu, semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat dan berkah-nya kepada kita semua.

Denpasar, 2016

(4)

viii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PRASYARAT GELAR SARJANA HUKUM ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING……… .... iii

HALAMAN PENGESAHAN PANITIA PENGUJI ... iv

KATA PENGANTAR ... v

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

SURAT PERTANYAAN KEASLIAN... xii

ABSTRAK (BAHASA INDONESIA) ... xiii

ABSTRACT (BAHASA INGGRIS) ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang Masalah ... .... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 5

1.3. Ruang Lingkup Masalah ... 6

1.4. Orisinalitas Penelitian ... 6 1.5. Tujuan Penelitian ... 8 1.5.1. Tujuan Umum ... 8 1.5.2. Tujuan Khusus ... 8 1.6. Manfaat Penelitian ... 8 1.6.1. Manfaat Teoritis ... 8 1.6.2. Manfaat Praktis ... 8 1.7. Kerangka Teoritis ... 9

(5)

1.7.1. Efektifitas Penegakan Hukum ... 9

1.7.2. Teori Kewenangan ... 10

1.7.3. Teori Negara Hukum ... 12

1.8. Metode Penelitian... 15

1.8.1. Jenis Penelitian ... 15

1.8.2. Jenis Pendekatan ... 15

1.8.3. Sifat Penelitian ... 16

1.8.4. Data dan Sumber Data ... 17

1.8.5. Teknik Pengumpulan Data ... .... 18

1.8.6. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 19

BAB II TINJAUAN UMUM TENTANG TATA RUANG DAN PEMERINTAHAN DAERAH ... 20

2.1 Tata Ruang... 20

2.2 Pemerintahan Daerah ... 24

2.2.1 Dasar Hukum Penyelenggaraan Pemerintah Daerah 24

2.2.2 Pengertian Pemerintah ... 31

2.2.3 Pengertian Pemerintahan ... 33

2.2.4 Pengertian Pemerintah Daerah ... 37

2.3 Asas-Asas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah ... 38

2.3.1 Asas Desentralisasi ... 38

2.3.2 Azas Dekonsentrasi ... 41

(6)

x

BAB III PELAKSANAAN PENEGAKAN HUKUM MENGENAI PERATURAN DAERAH KAWASAN JALUR HIJAU DI KABUPATEN TABANAN ... 46 3.1 Kelembagaan yang Berwenang Menegakan Peraturan Daerah

Kawasan Jalur Hijau di Kabupaten Tabanan ... 46 3.2 Pelanggaran dalam Kawasan Jalur Hijau ... 51 3.3 Dasar Pengawasan Pelaksanaan Terhadap Peraturan Daerah

Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Jalur Hijau ... 52 BAB IV SANKSI TERHADAP PELANGGARAN PENEGAKAN

PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG KAWASAN JALUR HIJAU DI KABUPATEN TABANAN ... 50 4.1 Sanksi yang diterapkan pada perda no 6 tahun 2014 ... 56 4.2 Faktor-Faktor Pendukung Pelaksanaan Penegakan Peraturan

Daerah Kabupaten Tabanan ... 57 4.3 Faktor Penghambat Pelaksanaan Penegakan Peraturan Daerah

Kabupaten Tabanan ... 60 BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan ... 63 5.2 Saran ... 64 DAFTAR PUSTAKA

(7)

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN

Dengan ini penulis menyatakan bahwa Skripsi ini merupakan hasil karya asli penulis, tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi manapun, dan sepanjang pengetahuan penulis juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh penulis lain, kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka.

Apabila Skripsi ini terbukti merupakan duplikasi ataupun plagiasi dari hasil karya penulis lain dan/atau dengan sengaja mengajukan karya atau pendapat yang merupakan hasil karya penulis lain, maka penulis bersedia menerima sanksi akademik dan/atau sanksi hukum yang berlaku.

Demikian Surat Pernyataan ini saya buat sebagai pertanggugjawaban ilmiah tanpa ada paksaan maupun tekanan dari pihak manapun juga.

Denpasar, 1 Juli 2016 Yang menyatakan,

(Gede Agung Sutrisna) NIM. 1116051040

(8)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

1. Ringkasan Skripsi

2. Daftar Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Kawasan Jalur Hijau 3. Peraturan Bupati Nomor 21 Tahun 2014 tentang Tata Cara Permohonan Ijin

(9)

ABSTRAK

Secara umum kawasan jalur hijau adalah suatu kawasan/hamparan tanah yang luas yang berfungsi untuk pelestarian pertanian, perkebunan dan penyelamatan daerah resapan air serta penujang keindahan alam. Penyedian tanah merupakan salah satu masalah penting yang dihadapi oleh manusia dewasa ini. Jumlah tanah yang relative tetap sementara permintaan akan tanah yang semakin meningkat membuat tanah menjadi langka. Kelangkaan tanah ini di tandai oleh semakin sulitnya memperoleh tanah untuk memenuhi kebutuhan, khususnya di kota besar dan tempat lain yang terus mengalami pertumbuhan penduduk. Sehingga permasalahan yang akan dibahas dalam skripsi ini adalah bagaimana pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 6 tahun 2014 Tentang Kawasan Jalur Hijau di Kabupaten Tabanan dan apakah sanksi pelanggaran terhadap Kawasan Jalur Hijau di Kabupaten Tabanan tersebut.

Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penulisan hukum yang berdasarkan pada kenyataan dan dilakukan penelitian secara langsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Pendekatan Kasus (The Case

Approach), Pendekatan Perundang-undangan (The Statute Approach), Pendekatan

Fakta (The Fact Approach), Pendekatan Analisis Konsep Hukum (Analitical &

Conseptual Apporoach). Pelaksanaan Perda No. 6 Tahun 2014 di Kabupaten

Tabanan sangatlah efektif, hal ini dabatlah dibuktikan usaha dan upaya kantor Dinas Pekerjaan Umum melakukan upaya baik prepentif maupun represif. Upaya Prepenif yaitu dengan melakukan pengawasan setiap kawasan jalur hijau, sedangkan upaya represif yaitu melakukan tindakan kepada pelanggarnya. Adapun bentuk sanksi yang diatur oleh Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Kawasan Jalur Hijau yaitu berupa sanksi administrasi, berupa teguran dan juga diberikan pembinaan dari Satpol PP terhadap pelanggar yang mendirikan bangunan di Kawasan Jalur Hijau.

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat diperoleh kesimpulan dari Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Kawasan Jalur Hijau di Kabupaten Tabanan sudah berjalan efektif dengan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Tentang Jalur Hijau di wilayah-wilayah yang ditetapkan sebagai Jalur Hijau berjalan cukup efektif. Sanksi yang diterapkan terhadap pelanggaran di kawasan jalur hijau di Kabupaten Tabanan berupa sanksi administrasi, teguran dan pembinaan dari aparat penegak Perda yaitu Satpol PP. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Kawasan Jalur Hijau. Faktor pendukung meliputi hukum atau peraturan itu sendiri, petugas yang melaksanakan/menegakan peraturan, fasilitas yang mendukung pelaksanaan/menegakan peraturan itu dan adanya kesadaran serta kepatuhan masyarakat untuk melaksanakan secara konsekuen terhadap peraturan yang dibebankan kepadanya. Sedangkan faktor penghambat pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 6 Tahun 2014 tentang Kawasan Jalur Hijau adalah 1) Anggota masyarakat memiliki tanah di kawasan Jalur Hijau tersebut merupakan satu-satunya tanah yang dimiliki; 2) Kurangnya upaya pencegahan pelanggaran peraturan, terbukti dengan penindakan lebih banyak dan lebih tegas terhadap pelanggar maupun bangunan yang melanggar; 3) Kurangnya sarana untuk melakukan pengawasan dan informasi yang masih kurang mengenai Jalur Hijau.

(10)

xiv ABSTRACT

In general, green belt area is an wide area of land at have function to preserve of agriculture, plantation and to save the area of water absorber and supporter of natural beauty. Supply of land is one of the important issues faced by people today. The amount of land is not change while the demand for land is increase then make the land become scarce. Scarcity of this land marked by difficulty to obtain the land to meet the needs, especially in big city and other places that their population growth time to time. So that the issues to be discussed in this paper as follows: how is the implementation of the Regional Regulation No. 6 in 2014 On the Green belt a in Tabanan regency and how is sanctions if break the regulation of the green belt in the Tabanan regency.

The method has been applied like law writing method that it based on the facts and it was conducted of research directly. The approach has been used in this study like the case approach case, the statute approach, the fact approach, analytical & conseptual apporoach. Implementation of the local regulation No. 6 in 2014 in Tabanan regency was very effective, it can be proved by efforts of the Public Works Department offices preventively and repressively. Preventively effort by supervise the green belt, while the repressive efforts by taking action for violators. The sanctions has been provided by local regulation of Tabanan regency No. 6 in 2014 On area of the green belt area in the form of administrative sanction, such as warning and also provided guidance on the municipal police to violators who establish the building in the green belt area.

Based on the discussion above, it can be concluded that implementation of local regulation No. 6 in 2014 on green belt in Tabanan regency has been run effective by monitoring on the implementation of the local regulation of Tabanan regency on the green belt in the areas designated as green belt runs quite effective. Sanctions imposed for violations in the green belt area in Tabanan regency in the form of administrative sanctions, warning and guidance from the local regulation enforcement officers that is municipal police. The factors that affect on implementation of local regulation of Tabanan regency Number 6 in 2014 On the green belt area. Supporting factors include law or regulation itself, officers who implementing / enforcing regulations, facilities that support the implementation / enforce rules and there is awareness and compliance of the public to carry out consistently on the regulation imposed upon him. While the factors inhibiting the implementation of local regulation enforcement in Tabanan regency No. 6 in 2014 on the green belt as follows 1) the public who have the land in the green belt area is the only one land owned; 2) The lack of efforts to prevent violations of the regulation, as evidenced by the action more and more firmly against violators as well as buildings that violated; 3) Lack of infrastructure to conduct surveillance and information that is still lacking on the green belt.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :