• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rks Survey Seismik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Rks Survey Seismik"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

Spek Teknis Spek Teknis

SURVEI SEISMIK REFLEKSI 3D DAERAH LUMPUR SI

SURVEI SEISMIK REFLEKSI 3D DAERAH LUMPUR SIDOARJO,DOARJO, JAWA TIMUR

JAWA TIMUR

1.

1. Pendahuluan .Pendahuluan .

Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral akan melakukan penelitian seismik refleksi 3D di

Mineral akan melakukan penelitian seismik refleksi 3D di daerah Lumpur Sidoarjodaerah Lumpur Sidoarjo dalam Tahun Anggaran 2011.

dalam Tahun Anggaran 2011. Latarbelakang

Latarbelakang penelitian ini penelitian ini merupakan merupakan hasil pertemuahasil pertemuan antara n antara Badan GeBadan Geologiologi dengan pakar ilmu kebumian yang membahas kondisi Lumpur Sidoarjo. Dari dengan pakar ilmu kebumian yang membahas kondisi Lumpur Sidoarjo. Dari kesimpulan tersebut muncul gagasan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan kesimpulan tersebut muncul gagasan untuk mempelajari keadaan bawah permukaan di daerah tersebut. Gagasan itu mengusulkan agar dilakukan penelitian Seismik 3D. di daerah tersebut. Gagasan itu mengusulkan agar dilakukan penelitian Seismik 3D. Dengan alasan bahwa metoda seismik 3D merupakan metoda yang paling tepat dan Dengan alasan bahwa metoda seismik 3D merupakan metoda yang paling tepat dan akurat dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan sampai akurat dilakukan untuk mengetahui kondisi struktur bawah permukaan sampai kedalaman tertentu.

kedalaman tertentu. 2.

2. Tujuan SurveiTujuan Survei

Tujuan survei untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan minimal Tujuan survei untuk mengetahui struktur geologi bawah permukaan minimal kedalaman

kedalaman

3600 meter yang mecakup : 3600 meter yang mecakup :

 Kedalaman sumber lumpur, volumenya, penyebaran dan juga diharapkan dapatKedalaman sumber lumpur, volumenya, penyebaran dan juga diharapkan dapat diketahui bentuk

diketahui bentuk perangkap (diaperangkap (diapir, saltdome berbenpir, saltdome berbentuk lensa ?).tuk lensa ?).

 Dengan demikian sasaran dari survei ini adalah untuk memperoleh data yangDengan demikian sasaran dari survei ini adalah untuk memperoleh data yang akurat mengenai struktur geologi bawah

akurat mengenai struktur geologi bawah permukaan.permukaan.

 Dari hasil survei ini Dari hasil survei ini diharapkan dapat diketahui mengenai dimensi, sebaran,diharapkan dapat diketahui mengenai dimensi, sebaran, kedalaman dan pola-pola struktur

kedalaman dan pola-pola struktur yang mempengaruhinyyang mempengaruhinya. Dan a. Dan juga menjadijuga menjadi sangat penting bagi geosain dan para peneliti yang menekuni ilmu

sangat penting bagi geosain dan para peneliti yang menekuni ilmu kebumiankebumian dan juga bisa dipakai sebagai referensi keilmuan lain.

dan juga bisa dipakai sebagai referensi keilmuan lain. 3.

3. Lokasi SurveiLokasi Survei

Secara administratif daerah survei terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur Secara administratif daerah survei terletak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur mencakup tiga Kecamatan , yaitu :

mencakup tiga Kecamatan , yaitu :

 Kecamatan Tanggulangin.Kecamatan Tanggulangin.

 Kecamatan Porong.Kecamatan Porong.

 Kecamatan Jabon.Kecamatan Jabon.

Dengan koordinat dapat dilihat pada tabel di bawah i Dengan koordinat dapat dilihat pada tabel di bawah ini.ni.

Tabel. Koordinat daerah survei Seismik 3 D Tabel. Koordinat daerah survei Seismik 3 D

BUJUR LINTANG BUJUR LINTANG 112 112

40.726609’ BT

40.726609’ BT

77

29.41551’ LS

29.41551’ LS

112 11239.39.

75782’ BT

75782’ BT

77

32.11729

32.11729 ‘ ‘ LS

LS

112 112

45.853572’ BT

45.853572’ BT

77

34.28739’ LS

34.28739’ LS

112 112

46.811475’ BT

46.811475’ BT

77

31.56392’ LS

31.56392’ LS

(2)

Gambar 1. Lokasi survei seismik dengan luasnya 10.8 km x

Gambar 1. Lokasi survei seismik dengan luasnya 10.8 km x 5 km atau 54 5 km atau 54 km2.km2. 4.

4. Uraian TeknisUraian Teknis

Pekerjaan Seismik 3D yang akan dilakukan di daerah survei, dengan ketentuan sbb.: Pekerjaan Seismik 3D yang akan dilakukan di daerah survei, dengan ketentuan sbb.:

 Interval lintasan shot point (Interval lintasan shot point (SP) maupun trace ( geophone ) adalah 200 SP) maupun trace ( geophone ) adalah 200 meter.meter.

 Jarak antar trace atau SP adalah 40 meter.Jarak antar trace atau SP adalah 40 meter.

 Jumlah lintasan SP adalah 19 buah.Jumlah lintasan SP adalah 19 buah. 

 Panjang penempaPanjang penempatan SP 19 x 4 tan SP 19 x 4 km adalah 76 km.km adalah 76 km.

 Luas penempatan SP adalah 14.4 km2.Luas penempatan SP adalah 14.4 km2.

 Jumlah Shot Point (SP) Jumlah Shot Point (SP) adalah 1805 buah.adalah 1805 buah.

 Jumlah lintasan untuk geophone adalah 25 Jumlah lintasan untuk geophone adalah 25 buah.buah.

 Panjang penempataPanjang penempatan geophone 25 x n geophone 25 x 10.8 km adalah 270 km.10.8 km adalah 270 km.

 Luas penempatan 10.8 km x 5 km adalah 54 kmLuas penempatan 10.8 km x 5 km adalah 54 km22..

 Jumlah trace atau geophone adalah 6675 buah.Jumlah trace atau geophone adalah 6675 buah.

 Jumlah rangkaian trace dalam lintasan 180 buah atau total Jumlah rangkaian trace dalam lintasan 180 buah atau total panjangnya 7200panjangnya 7200 meter.

meter.

 Kedalaman minimum target 3600 meter.Kedalaman minimum target 3600 meter.

Disain lintasan seismik yang terdiri dari lintasan Shot Point (SP) dan trace Disain lintasan seismik yang terdiri dari lintasan Shot Point (SP) dan trace (Geophone ) dapat dilihat pada gambar di b

(3)

Gambar 2. Desain lintasan seismik terdiri dari lintasan Shot Point dan lintasan trace. Kedalaman bor untuk dinamit ( sumber getar ) di luar area kolam lumpur minimal 30 meter dibawah permukaan tanah atau sesuai dengan hasil tes, sedangkan di area

kolam lumpur minimal 30 meter dari dasar kolam lumpur atau sesuai hasil test. Sumber getar menggunakan dinamit high explosive minimal 3 kg per titik bor (SP), atau sesuia dengan hasil test.

Jumlah lintasan survei seismik untuk shot point dan geophone ditentukan oleh Pusat Survei Geologi sesuai perencanaan. Apabila didalam pelaksanaannya terdapat

kendala, maka shot point/geophone dapat dipindahkan pada titik lain yang masih memenuhi syarat dan persetujuan pihak Pusat Survei Geologi.

5. Tahap Persiapan

Pada tahap persiapan yang diperlukan adalah : 5.1. Peralatan

Peralatan yang harus di persiapkan adalah : a. Peralatan Topografi

 Peta dasar topografi skala 1:25000, yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan peta citra satelit keluaran terbaru.

 Kompas.

 Hand GPS.

(4)

 Theodolit / alat ukur yang paling modern.

 Peralatan pendukung lainnya. b. Pemboran Seismik (shot hole drilling)

Peralatan pemboran seismik meliputi :

 Flushing.

 Rotary portable.

 Compressor.

 Dilengkapi dengan peralatan pendukung (rock bit, drag bit, triefus bit, hummer bit, auger).

c. Pengisian bahan peledak (preloading)

Pengisian bahan peledak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 Loading pole, cap tester, masking tape, tali raffia, dummy load.

 Kotak penyimpanan bahan peledak.

 Peralatan pendukung (anchor, speedy loader, plastic point, plastic ring).

d. Perekaman data (recording)

 Unit perekaman data:

 Geophone dan hydrophone.

 Unit penghubung atau field unit.

 Kabel seismic.

 Field unit, field unit tester, shooter unit, repeater unit.

 Unit perekam data: perekam data, tape drive magnetics.

 Tape atau cartridge atau compact disk, kamera & kertas monitor.

 Unit penunjang :

 Battery charger.

 Blaster & cap tester.  Firing lines.

 Komputer kendali mutu.

 Generator.

 Pelindung kabel.

e. Workshop drilling

 Cable tester & repair.

 Geophone/hydrophone tester.

 Oscilloscope.

 Tool kit. f. Komunikasi

 Base camp - kantor pusat.

 Base camp - secondary camp (staging): radio (SSB/UHF/VHF).

(5)

 Kendaraan transportasi personal dan peralatan menggunakan truck 4 WD jenis station dan pick up dilengkapi roll bar dan ambulance. Dilengkapi dengan sabuk pengaman, radio komunikasi, obat-obatan dalam kotak P3K, alat pemadam kebakaran ringan.

g. Sumber getar

 Dinamit

 Bahan peledak seismik dengan ukuran berat dan jenis tertentu menggunakan jenis bahan peledak TNT.

 Kotak Handak disarankan untuk spesifikasi, sebagai berikut:

 Ukuran peti dinamit 80 cm x 100 cm x 140 cm.

 Terbuat dari kayu dengan rangka kuat.

 Bagian luar dan dalam peti dilapisi dengan aluminium (anti panas) atau sejenis.

 Bagian luar peti dicat warna merah dan dicantumkan kata-kata "Awas Berbahaya".

 Dilengkapi pintu dan engsel yang kuat.

 Kunci (gembok) pengaman.

 Peti ditempatkan dalam kotak aluminium kendaraan transportasi bahan peledak.

(Reff. 1. Standard Nasional Indonesia No. SNI (Standard Nasional Indonesia) 13-6912-2002 dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

h. Dokumentasi

Untuk keperluan dokumentasi kegiatan selama pelaksanaan survei seismik  menggunakan kamera - video

 – 

computer.

i. K3LL(Keselamatan Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan)

 Peralatan pemadam api ringan diharuskan dalam jumlah yang cukup

untuk keperluan di base camp, staging, bengkel, gudang, dan fasilitas lain yang memerlukannya.

 Pelampung/life jacket diharuskan dalam jumlah yang cukup untuk 

pekerjaan-pekerjaan yang melewati sungai/rawa.

 Topi pelindung kepala diharuskan memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja.

 Ear plug, kacamata safety, dan sarung tangan personel shot hole

drilling diharuskan memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja untuk booklet / sticker / papan pengumuman tentang aturan, petunjuk, dan anjuran.

 Peralatan medik (P3K).

 Obatan-obatan.   j. Penyiapan camp

 Base camp.

 Secondary camp (Staging).

 Fasilitas K3LL.

(6)

  j.1. Base camp

 Base camp sebagai pusat pengendali keseluruhan rangkaian kegiatan.

 Base camp terletak di tempat strategis di sekitar atau di wilayah survei.

 Lokasi base camp sesuai dengan kondisi lingkungan area survei dengan ketentuan:

 Memenuhi persyaratan K3LL berupa rumah /gedung yang mempunyai ruang cukup dan layak huni.

 Mengacu kepada Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam operasi seismik di Indonesia. ( Ditjen Migas ESDM 1995)

 Perlengkapan base camp diwajibkan memenuhi syarat minimum, sebagai berikut:

 Mess untuk karyawan dan kontraktor.

 AC yang cukup terutama untuk ditempati peralatan-peralatan sensitiv.

 Mesin foto copy.

 Komunikasi (radio, telepon, data).

 Peralatan K3LL.

 Klinik.

 Penangkal petir.

 Area parkir yang cukup memadai.

 Workshop.

 Generator utama pembangkit listrik termasuk suku cadang, BBM, dan pelumas yang menyediakan daya listrik selama 24  jam.

 Unit portable komputer minimum 500 GHz dilengkapi ethernet network termasuk perangkat lunak, UPS, dan printer serta

material habis pakai untuk keperluan pekerjaan survei.   j.2. Secondary camp (staging)

Secondary Camp diharuskan mengacu pada Pedoman Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dalam Operasi Seismik di Indonesia ( Ditjen Migas ESDM 1995), terdiri dari:

 Terletak di dalam wilayah lokasi survei (lokasi Lumpur Sidoarjo).

 Dilengkapi dengan fasilitas radio komunikasi.

 Dilengkapi dengan fasilitas yang memenuhi standard K3LL.

 Dilengkapi dengan gudang peralatan, bengkel, ruang kerja/pertemuan, fasilitas tempat tidur personel tenaga ahli, pengawas, dan staf proyek.

 Mempunyai halaman parkir kendaraan yang berada dalam pagar

dengan pos keamanan di pintu masuk. k. Gudang bahan peledak (handak)

Gudang bahan peledak mengacu pada Pedoman Untuk Penanganan Bahan Peledak Secara Aman ( Ditjen Migas ), dengan spesifikasi sebagai berikut:

 Gudang terbuat dari bahan yang tahan panas.

 Gudang penyimpanan di cat dengan warna merah dan dilengkapi dengan pengukur suhu udara dan penangkal petir.

(7)

 Mempunyai pagar berlapis dengan pagar luar terbuat dari kantung pasir dan pagar dalam dari kawat berduri.

 Mempunyai pagar dengan tinggi minimum 2.5 meter.

 Radius pagar dalam minimum 20 meter.

5.2. Personil Spesifikasi:

Sesuai keahliannya bertanggung jawab terhadap kelancaran seluruh aspek  pekerjaan survei dan mempunyai pengalaman dalam bidangnya minimum 10 (sepuluh) tahun dilengkapi dengan Curriculum vitae seismik darat 3D.

Kepala proyek atau Party Chief (Akhli Seismik refleksi)

 Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 8 (delapan) tahun.

 Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek secara keseluruhan mulai dari persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian laporan akhir survei.

 Minimum 2 tahun pada posisi Asisten Party Chief 

Asisten kepala proyek atau Asisten Party Chief  (akhli Seismik refleksi)

 Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi seismologist.

 Bertanggung jawab membantu kepala proyek dalam melaksanakan proyek.

Ahli seismologi

 Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 6 (enam) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli seismologi.

 Bertanggung jawab terhadap pekerjaan pemboran dan perekaman. Ahli pengolahan data seismik

Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 5 (lima) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli pengolahan data seismik dan mampu melakukan

pengolahan data hingga final migration.

Semua personel di atas dilengkapi dengan CV dan berlatar belakang disiplin il mu kebumian.

Ahli instrumen perekaman

Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli Instrumen perekaman.

Bertanggung jawab terhadap pekerjaan perawatan alat perekam. Ahli Pengamat (observer)

Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli pengamat (observer).

Bertanggung jawab terhadap pekerjaan perekaman data. Ahli topografi

Pendidikan setara S-1 atau berpengalaman minimum 7 (tujuh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli topografi.

(8)

Tenaga humas

Pendidikan minimum SMA berpengalaman minimum 10 (sepuluh) tahun pada posisi asisten kehumasan.

Ahli K3LL

Pendidikan minimum S-1 atau SMA berpengalaman minimum 10 (sepuluh) tahun dan minimum 2 tahun pada posisi asisten ahli K3LL (sertifikasi Migas).

Tenaga Ahli Menengah Meliputi :

Asisten ahli topografi

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli seismologi

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli pengolahan data seismik (field processing)

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Asisten ahli pengamat

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 7 (tujuh) tahun. Juru ukur topografi

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun. Pengawas pemboran (driller supervisor)

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun, mempunyai sertifikasi migas.

Juru bor (driller)

Pendidikan minimum SMA/SMK D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun, sertifikasi Migas.

Pengawas pengisian bahan peledak (explosives loader supervisor)

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun, sertifikasi Migas

Juru isi bahan peledak

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun, sertifikasi Migas.

Juru ledak dinamit

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, mempunyai sertifikasi dari Ditjen Migas, pengalaman minimum 8 (delapan) tahun.

(9)

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, mempunyai sertifikasi dari Ditjen Migas, pengalaman minimum 5 (lima) tahun.

Asisten kehumasan

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun.

Administrator

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. Camp boss

Pendidikan minimum SMA/SMK/D1/D2, pengalaman minimum 5 (lima) tahun. <Catatan : Semua personel di atas harus dilengkapi dengan Riwayat Hidup

(Curriculum Vitae)> Tenaga ahli kehumasan

 Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan struktur organisasi kontraktor atau pelaksana pekerjaan.

 Untuk keperluan pendataan kerusakan, damage claim dan kebijakan non

teknis, tenaga humas di bawah kendali dan pengawasan langsung dari pelaksana pekerjaan.

 Untuk keperluan operasional harian, tenaga humas di bawah kendali

pelaksana pekerjaan. Koordinator kehumasan

Pendidikan minimum S1, diutamakan jurusan Ilmu Komunikasi/Ilmu Humaniora, pengalaman minimum 5 (lima) tahun.

Mampu melakukan koordinasi pekerjaan kehumasan dan damage claim seismik  terutama sosialisasi kepada masyarakat pemilik lahan, aparat pemerintah daerah, pendataan kerusakan tanaman, dengan tanggung jawab utama operasi seismik  berjalan lancar dan aman.

Asisten koordinator kehumasan, topografi, pemboran dan perekaman Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 4 party.

Administrasi kehumasan

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertugas administrasi data kehumasan, data damage claim, dapat

menggunakan komputer, aplikasi word dan grafis dengan baik. Tenaga keuangan

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertanggung jawab terhadap keuangan, dapat menggunakan komputer, aplikasi word, dan grafis dengan baik.

(10)

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 3 party, bertanggung jawab terhadap pengumpulan data, negosiasi, dan menjalankan program kerja humas (sosialisasi langsung terhadap pemilik lahan/aparat di setiap lintasan yang dikerjakan oleh kelompok pekerja topografi, pemboran, pengisian bahan peledak, perekaman serta pendataan terhadap kerusakan fisik dan kerusakan lainnya akibat kegiatan operasional seismik).

Tenaga kendali mutu

Dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan struktur organisasi kontraktor pelaksana Tenaga kendali mutu sepenuhnya di bawah kendali dan pengawasan kontraktor pelaksana

Kontraktor pelaksana harus menyediakan tenaga kendali mutu, terdiri dari : Koordinator tenaga kendali mutu: Pendidikan minimum setara S-1, pengalaman minimum 1 (satu) proyek sejenis dan dilengkapi CV.

Tenaga kendali mutu topografi, pemboran/preloading, perekaman.

Pendidikan minimum SMU/SMK/D1/D2 atau sederajat, pengalaman minimum 1 (satu) proyek sejenis dan dilengkapi CV.

Tenaga kerja penunjang

 Tenaga penunjang kegiatan topografi.

 Tenaga penunjang kegiatan pemboran.

 Tenaga penunjang pengisian bahan peledak.  Tenaga penunjang kegiatan perekaman.

 Tenaga penunjang serbaguna. 5.3. Uji peralatan perekaman

a) Dilakukan sebelum dimulai pekerjaan perekaman.

b) Memberitahukan kepada Pusat Survei Geologi melalui Tim Survei Seismik Refleksi Lumpur Sidoarjo bila pelaksanaan uji akan dimulai. c) Hasil uji peralatan harus memenuhi standard dari pabrik yang dinyatakan

dalam berita acara.

d) Uji peralatan harus dilakukan secara berkala, dalam harian dan bulanan (sama dengan awal uji instrumen).

e) Uji peralatan dalam butir d, mencakup :

 Ambient noise.

 Equivalent input noise.

 Dynamic range.

 Harmonic distortion.  Leakage test.

 Instrument pulse test.

 Crossfeed.

 Receiver polarity.

 Blaster test.

 Time synchronization (untuk wireless system). f). Uji harian disarankan untuk dilakukan, sebagai berikut:

(11)

 Pulse test. 5.4. Uji parameter survei

1. Melaksanakan perhitungan dan uji parameter survei untuk memperoleh parameter yang terbaik sehingga dihasilkan data yang optimum dengan memperhitungkan efisiensi biaya.

2. Waktu pelaksanaan

 Dilakukan sebelum survei dilaksanakan.

 Dilakukan pada saat survei berlangsung. 3. Dilakukan sesuai dengan kebutuhan:

 Berat (ukuran) sumber getar.

 Kedalaman lubang bor.  Pola sumber getar.

 Sample rate.

 Record length.

 Frekuensi.  Tipe penerima.

 Group interval/jarak antar penerima.

 Jumlah penerima.

 Jarak penerima alam bentangan.

 Jarak lintasan group penerima.

 Panjang betangan.

 Jarak antar sumber getar.  Dan parameter lainnya.

6. Tahap Advanced Party

Dalam tahap advanced party dilakukan : 6.1. Pengarahan

 Memberikan pengarahan tentang pelaksanaan teknis pekerjaan topografi.

 Memberikan pengarahan tentang Keselamatan Kesehatan Kerja, dan Lindungan Lingkungan (K3LL).

6.2. Penentuan titik ikat

a. Melakukan kalibrasi alat sebelum pekerjaan dimulai.

b. Titik ikat yang dipergunakan mengacu kepada titik kontrol GPS yang diukur oleh Bakosurtanal.

c. Pembuatan jaring GPS dengan jarak antar titik ikat maksimum 5 km. d. Datum menggunakan ID-95 /WGS 84.

e. Melakukan orientasi lokasi rencana penempatan BM GPS di lapangan. f. Lokasi pengamatan GPS, sebagai berikut:

 Mempunyai ruang pandang ke langit yang bebas ke segala arah (minimum 15 derajat).

(12)

instalasi listrik, antena radio/pemancar, lalu lalang kendaraan bermotor.

 Kondisi struktur tanah stabil.

 Lokasi mudah dicapai.

 Dapat mengamati jumlah satelit yang cukup (nilai GDOP kecil).

 Lokasi jauh dari gangguan manusia, binatang maupun alam.

g. Melakukan pemasangan patok BM GPS h. Pemasangan Bench Mark menggunakan :

 Nama BM.

 Bahan dari pipa galvanis diameter 6" dengan bagian yang terlihat dari permukaan tanah minimum 100 cm.

 Bagian terbuka lubang pipa di tutup semen, tebal pondasi beton minimum 30 cm.

 Cetakan semen harus dibuat serapi mungkin, tegak lurus bertuliskan nomor patok BM.

 Cat harus terpelihara rapi dan bersih.

i. Melakukan pengamatan GPS sesuai prosedur penggunaan alat.  j. Melakukan penyimpanan peralatan setelah dipakai sesuai prosedur

penyimpanan alat.

k. Melakukan pengolahan data dari lapangan sesuai kebutuhan. l. Melakukan kendali mutu atas data pengamatan GPS.

Gambar 3. Titik ikat GPS 6.3. Topopografi

a. Uji peralatan sebagai berikut:

(13)

 Uji zero error sesuai manual pembuat alat.

 Uji deklinasi sesuai manual pembuat alat.

 RTK GPS bersertifikat.

 Uji zero baseline sesuai manual pembuat alat (lihat Gambar uji zero baseline).

Gambar 4. Uji zero base line

b. Penyiapan Lintasan

Penyiapan lintasan dilakukan dengan :

 Pembukaan lintasan awal :

 Adalah pekerjaan pengukuran awal dari titik ikat yang sudah ditentukan, dapat berupa BM GPS atau well.

 Kompas

 Adalah pekerjaan awal penentuan arah lintasan dengan menggunakan alat ukur kompas.

 Arah lintasan sesuai dengan program lintasan.

 Rintis

 Rintis adalah membersihkan lintasan yang akan diukur dari pepohonan dan penghalang pandang.

 Merintis lintasan yang akan diukur dengan lebar maksimum 2 (dua) meter.

 Obyek rintisan: pepohonan dan belukar yang tidak mempunyai nilai ekonomis.

 Dalam hal rintisan pada tanaman ekonomis harus mendapat persetujuan dari Pusat Survei Geologi.

(14)

Tangga-tangga adalah sejenis tangga terbuat dari bambu/kayu atau tangga tanah lengkap dengan pegangan tangan pada setiap lereng daerah survei yang dilewati

lintasan.

Gambar 5. Sketsa tangga-tangga

Ketentuan pembuatan tangga

 – 

tangga :

 Lereng yang diberi tangga-tangga adalah lereng yang tidak mungkin dilewati atau tidak memenuhi persyaratan K3LL bagi kelompok kerja survey.

 Tangga-tangga harus kuat menahan beban regu yang memikul mesin bor, peralatan perekaman, clan peralatan survei lainnya.

 Keberadaan dan ketahanan tangga-tangga harus dijaga sampai selesai.

 Ukuran, diamater konstruksi utama: 10 cm, diameter konstruksi tangga-tangga yang dilewati dan pegangan: 8 cm.

 Jarak tangga-tangga: 55 cm.

 Titian (Bridging)

 Titian atau bridging adalah sejenis titian dari bambu/kayu yang

dipasang pada setiap daerah survei yang memiliki alur sempit, daerah rawa, tambak, daerah berair, dan lain sebagainya yang tidak 

memenuhi persyaratan K3LL.

 Titian disarankan dengan ketentuan:

 Titian harus kuat menahan beban regu yang memikul mesin bor, peralatan rekaman, clan peralatan survei lain.

 Keberadaan dan ketahanan titian harus dijaga sampai selesai pekerjaan.

(15)

Gambar 6. Sketsa Titian (bridging)

Pegangan pada titian dibuat bergantian pada bagian kanan atau kiri disesuaikan dengan lapangan & K3LL bambu/kayu yang dipergunakan harus diperoleh dari sumber yang sah & dan dilengkapi dengan dokumen.

 Reff : SNI No. 13-6912-2002 Badan Standardisasi Nasional (ASN).

c. Pengukuran Lintasan

Menentukan titik tembak, titik penerima dan titik kontrol (poligon) disarankan sebagai berikut:

 Pengukuran dilakukan dengan metode:

Total station dengan metode Stake Out Coordinate, Lihat Gambar di bawah ini:

(16)

Gambar 7. Sketsa Pengukuran lintasan

 GPS dengan metode Real Time Kinematic (RTK)

 – 

DGPS.

 Dilakukan untuk wilayah terbuka.

 Penerima dengan melakukan pengikatan pada titik-titik triangulasi:

 Melakukan perhitungan topografi dengan spesifikasi ketelitian dan ketentuan sebagai berikut:

 Datum geodesi yang digunakan datum WGS 84.

 Datum vertikal : Titik tinggi geodesi (TTG) Bakosurtanal.

 Ketinggian Trianggulasi:

 Sistem proyeksi UTM.

 Standard ketelitian (Reff FGCC - Federal Geodetic Control Comitte USA), sebagai berikut:

 Horizontal dengan tingkat akurasi yang harus dicapai 1:10.000.

Vertikal dengan tingkat akurasi yang harus dicapai 0.2√(DKm) mili

meter.

 Lay Out SP seismik horizontal:

 Stacking out koordinat seismik disarankan agar mempunyai akurasi horizontal maksimum 1 : 2.000, deviasi maksimum/titik 0.25 x jarak  bin size.

Vertikal tidak boleh melebihi 0.75√(DKm).

 Pengukuran offset/kompensasi titik tembak atau titik penerima, jika lokasi semula tidak memungkinkan untuk dibor atau dipasang titik penerima yang disebabkan kendala permukaan, maka akan dipindahkan/digeser pada posisi yang memungkinkan.

 Penempatan posisi titik tembak agar memperhatikan K3LL.

 Offset dilakukan setelah dilakukan simulasi parameter.

 Simulasi agar dilakukan setiap ada perubahan/penambahan data baru hasil pengukuran sebelum dilakukan pekerjaan tahap berikutnya dengan

mempergunakan perangkat lunak sesuai kebutuhan.

(17)

 jelas.

 Pengukuran dan penggambaran sketsa kondisi lingkungan lintasan seismic.  Pembuatan dan penomoran patok dari bambu/kayu.

 Pemasangan patok tertancap kuat dan tampak di permukaan setinggi ± 100 cm, diameter ± 5 cm

 Memasang pita merah pada patok minimum setiap 5 patok dengan panjang

pita minimum 20 cm, sehingga dapat dilihat dengan mudah oleh kelompok  kerja berikut :

 Memberi warna dan nomor patok dengan cat yang mudah dikenal dan tidak luntur di lapangan.

 Untuk patok titik tembak warna dasar merah sepanjang 30 cm dari ujung atas, sedangkan warna biru untuk patok titik penerima dengan posisi sama serta menulis nama lintasan dan nomor titik 

tembak/penerima dengan cat warna hitam.

 Penomoran patok titik tembak dan titik penerima dimulai dari selatan dan barat, ditulis dengan cat berwarna hitam pada setiap patok titik tembak dan patok titik penerima.

 Membuat patok atau penandaan khusus yang mudah terlihat untuk setiap lintasan yang berpotongan dengan jalan raya.

 Apabila terjadi kesalahan pengukuran, kerusakan dan kesalahan penomoran yang diketahui pada saat operasi seismik harus direvisi.

 Untuk revisi patok dengan koordinat sudah dipergunakan dalam perekaman

data digunakan GPS.

 Apabila kesalahan geometri penembakan ditemukan setelah dilakukan pengolahan data lapangan dilakukan revisi koordinat.

6.4. Pembuatan Peta Dasar

 Peta dasar dibuat setelah perhitungan koreksi dilakukan memakai skala 1 : 5.000.

 Plotting titik tembak, titik penerima, dan lintasan seismik setelah pengukuran kompensasi atau offset, dilanjutkan dengan pengolahan data seismik.

6.5. Pemboran seismik (shot hole drilling) & pengisian handak (preloading) Pemboran seismik adalah membuat lubang bor dangkal menggunakan peralatan

bor dangkal pada setiap titik tembak dengan kedalaman sesuai hasil uji parameter atau pertimbangan teknis lain.

Ketentuan pemboran seismik sebagai berikut:

 Dilakukan pada titik tembak yang sudah ditentukan atau titik offset maksimum setengah jarak CDP.

 Pemboran harus memperhatikan instalasi bawah tanah (pipa, infrastruktur, d1l) dan jarak aman (Reff: Buku Pedoman Keselamatan Operasi Geofisika Darat

 — 

1993

 — 

IAGC).

 Pemboran titik tembak yang terletak di sungai/perairan dangkal atau rawa harus memperhatikan K3LL.

 Pembuatan penampung lumpur pemboran dan pencucian sumur.

 Pemilihan peralatan bor (flushing/rotary/compressor) disesuaikan dengan

(18)

 Menggunakan lumpur khusus atau zat kimia tertentu.

Pengisian bahan peledak (preloading) adalah pekerjaan memasukkan bahan peledak  yang telah dirangkai dengan detonator ke dalam lubang bor dan menutup kembali lubang tersebut dengan cor campuran semen dan pasir.

Rincian pekerjaan sebagai berikut:

 Mengangkut bahan peledak dari gudang bahan peledak ke lubang bor dengan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.

 Memeriksa kedalaman lubang bor.

 Memeriksa detonator sebelum dirangkai dan setelah dimasukkan ke dalam lubang bor.

 Merangkai bahan peledak dengan detonator.

 Memasukkan bahan peledak ke dalam lubang bor dengan rangkaian

pelengkap (speedy loader, loading point, anchor, ikatan masking tape, plastic ring, tali raffia).

 Ujung kabel detonator diikat pada plastic ring ditanam pada dasar lubang bor.  Uji detonator sebanyak 3 x, setelah dirangkai handak dan belum dimasukkan

ke dalam lubang, dimasukkan ke dalam lubang tapi belum dilakukan penimbunan, setelah dilakukan penimbunan, belum dipasang "0" ring.

 Lubang bor yang sudah diisi segera ditutup kembali dengan cor semen dan pasir.

7. Tahap basic Party 7.1. Perekaman data

a. Perekaman adalah proses penulisan data seismik ke media perekaman.

b. Proses tersebut mulai dari penempatan alat penerima penyambungan dengan field unit, aktivasi sumber getar, dan penulisan ke media perekaman.

c. Uraian pekerjaan perekaman disarankan, sebagai berikut:

 Memasang, membongkar, mengangkut serta merawat instrumen seismik 

(LABO) beserta kelengkapannya di lapangan.

 Mengikuti program penembakan yang telah ditentukan dalam bentuk  SPS file.

 Pemasangan alat penerima pada lintasan survei sampai mencapai lapisan tanah stabil dengan bantuan alat penekan dalam posisi tegak.

 Pada permukaan tanah/litologi yang keras, misalnya, batu gamping atau kerikil keras menggunakan alat bor khusus atau yang sejenisnya sehingga terpasang dengan baik dan stabil.

 Perawatan keseluruhan peralatan perekaman mulai dari kabel, field unit, alat kontrol utama, serta peralatan-peralatan rekaman lainnya.

 Melepas alat penerima dari tanah dan sambungannya dengan field unit,

melepas kabel penghubung antar field unit dan menggulungnya.

 Aktivasi sumber getar.

 Bahan peledak, membuka lubang bor yang telah diisi bahan peledak dan menyambungkan kabel detonator dengan firing line alat peledak 

(19)

 Melakukan uji detonator untuk menentukan apakah detonator telah memenuhi syarat untuk diledakkan.

 Meledakkan bahan peledak yang ada dalam lubang dengan koordinasi lebih dahulu dengan pengamat (observer) yang ada di instrumen perekam (LABO).

 Pemboran/pengisian ulang (redrill/reload) dilakukan jika terjadi kegagalan tembak.

 Monitoring noise dengan cara merekam ambient noise pada kertas plotter (monitor record) pada waktu memulai, sedang, dan pada akhir

perekaman.

 Menekan tingkat noise serendah mungkin pada saat perekaman.  Polaritas yang digunakan adalah Normal Polarity (SEG).

 Format data rekaman dalam bentuk SEG-Y.

 Perekaman data dilakukan dua media perekam sekaligus pengiriman media perekam dari Labo ke field processing center secara bertahap.

 Media perekam utama dikirim setelah rekaman, media perekam salinan dikirim hari berikutnya.

 Memastikan kualitas bentangan kabel rekaman terutama posisi penancapan alat

penerima pada permukaan harus vertikal dan berada pada lapisan tanah yang stabil.

 Proses perekaman dapat dihentikan jika ditemukan hal-hal yang secara teknis akan mengurangi kualitas rekaman, misalnya, noise yang

disebabkan oleh aktivitas manusia, peralatan rekaman maupun oleh sebab lain.

Data rekaman dianggap gagal, apabila:

 Tidak ada data seismik yang terekam.  Kesalahan geometri (wrong spread).

 Miss fire (cap only, dead cap, weak shot).

 Line cut pada target data.

Data yang direkam minimum memenuhi kriteria:

 Seluruh prosedur akuisisi sudah dilaksanakan sesuai spesifikasi parameter.

 Gangguan data (noise) sudah diupayakan serendah mungkin pada saat perekaman.

 Tidak terjadi kesalahan geometri penembakan.

 Data tersimpan dengan baik di dalam media penyimpanan dan dapat dibaca.

 Data pendukung sudah lengkap dan benar. Standard penamaan:

 Penamaan lintasan program/nama lintasan mencakup area, tahun, dan

diikuti dengan nomor lintasan, contoh: PSG11XXXX, JG = kode lintasan, 11 = tahun survei, XXXX = nomor lintasan.

 Penomoran lintasan dalam tipe untuk survei seismik 3D, mencakup nama lembaga atau institute, tahun survei, area, nomor lintasan, status

(20)

perekaman/tipe lintasan (P = primary, I = Infill dan R = reshoot) diikuti nomor sekuensial, contoh: PSG11LUSI1510P1050, PSG = nama

lembaga, 11 = tahun, LUSI = area, 1510 = nomor lintasan, P1 = tipe lintasan, 050 = nomor sequence.

Media penyimpanan data seismik:

 Data hasil survei harus disimpan dalam tape minimum cartridge IBM atau persamaannya atau disk dan dibuat rangkap 2 (dua).

 Data navigasi hasil survei disimpan dalam format standar industri

seismic.

7.2. Pengolahan data lapangan

a. Pengolahan data di lapangan merupakan pekerjaan untuk kendali mutu (QC). b. Apabila dilakukan pengolahan data lapangan harus melakukan tahapan

pekerjaan:  Reformat.  Geometry.  Correction statics.  Deconvolution.  Velocity analysis.  Brute stack.

c Data pendukung hasil pengolahan data, disarankan agar dimasukkan ke dalam format standard industri seismik.

d Melakukan kontrol kualitas data (kendali mutu), sebagai berikut:

 Evaluasi kualitas data lapangan harian.

 Evaluasi uji instrumen rekaman.

 Wavelet extraction dan wavelet matching.

 Geometri (SP, receiver, elevasi, up hole time, kedalaman lubang bor).  Field static correction.

 Statistik noise.

 Penampang seismik terkoreksi.  Plotting penampang seismic.

 Simulasi penampang seismik. 7.3. Penyimpanan & pengiriman data

a. Penyimpanan data

Penyimpanan data agar dilakukan minimum, sebagai berikut:

 Data perekaman disimpan dengan format SEG-Y dalam media penyimpan cartridgeldisk baru dan berkualitas baik.

 Data perekaman yang sudah diaplikasikan geometri disimpan dengan format SEG-Y dalam cartridgeldisk baru dan berkualitas baik.

 Data penunjang disimpan dalam media disk.  Data yang telah disimpan dapat dibaca ulang.

 Monitor record dapat dimusnahkan setelah survei selesai dilaksanakan (sesuai kebutuhan).

b. Pengiriman data

Pengiriman data agar dilakukan minimum, sebagai berikut:

(21)

foil, diletakkan dalam plastik klip dan di beri label.

 Kotak untuk pengiriman data, di bagian dalam dilapisi dengan aluminium

foil, dan diberi kunci pengamanan.

 Pengiriman data dilakukan dengan menggunakan jasa ekspedisi yang dilindungi dengan jaminan asuransi.

 Data utama pertama dan data utama kedua tidak dikirim dalam waktu yang bersamaan.

 Data utama kedua dikirim setelah data utama pertama diterima dan dinyatakan dalam berita acara.

7.4. Pengawasan dan pelaporan 7.4.1. Pengawasan

Pengawasan pekerjaan, sebagai berikut: a. Topografi

 Melakukan pengawasan pekerjaan topografi di lapangan dan memberikan rekomendasi berkaitan dengan produksi dan peningkatan kualitas data.

 Melakukan cek validasi data, sistem koordinat.

 Melakukan perubahan program lintasan apabila diperlukan. b. Pemboran & pengisian bahan peledak

 Melakukan pemeriksaan kualitas kedalaman lubang bor.

 Melakukan cross check kedalaman pengisian bahan peledak dengan bagian processing melalui uphole data.

 Melakukan cross check posisi lubang bor dengan bagian processing berdasarkan tampilan data.

 Jika lubang bor tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan, harus dilakukan pemboran ulang.

 Rekomendasi offset/kompensasi titik lubang bor yang baru, jika berada

di daerah perkampungan atau dekat obyek lain dengan memperhitungkan distribusi offset dan azimuth.

 Melakukan pemeriksaan kualitas pemadatan lubang setiap lubang bor.  Melakukan pemeriksaan kualitas rangkaian bahan peledak dengan

detonator, antara lain, pemakaian masking tape, tali raffia, pelengkap lainnya termasuk pengukuran dengan cap tester.

 Uji detonator sebanyak 3x, setelah dirangkai handak dan belum dimasukkan ke dalam lubang, dimasukkan ke dalam lubang tapi belum dilakukan

penimbunan, setelah dilakukan penimbunan, belum dipasang "0" ring.

 Jika proses pengisian mengalami hambatan kedalaman sehingga tidak  mencapai target, dilakukan pengamanan sesuai prosedur yang berlaku.

 Jika detonator coating atau terjadi hambatan dalam pengisian (stuck), dilakukan pemboran baru (disesuaikan dengan parameter survei). 7.4.2. Pelaporan

Pelaporan pekerjaan terdiri dari :

 Laporan realisasi harian: topografi, bor, rekaman, dicantumkan kumulatif  mingguan, bulanan, kumulatif proyek, dan sisa program.

(22)

 Laporan realisasi mingguan: Laporan realisasi dalam satu minggu dari hari Senin

 – 

Minggu, dicantumkan realisasi kumulatif bulanan, kumulatif  proyek, dan sisa program serta rencana program per unit.

8. Kewajiban rekanan

a) Menyediakan dan menjamin bahwa Peralatan dan Tenaga Ahli serta Tenaga Kerja Penunjang dalam kondisi siap bekerja. Dalam hal adanya penambahan Peralatan, Tenaga Ahli, Tenaga Kerja Penunjang yang dianggap perlu untuk  memperlancar dan meningkatkan kinerja harus mendapat persetujuan dari PUSAT SURVEI GEOLOGI dan atas beban REKANAN.

b) Melaksanakan pekerjaan dengan metoda sebagai mana mestinya, Party Chief  dari REKANAN harus membicarakan segala sesuatunya dengan PUSAT SURVEI GEOLOGI sebelum mulai melaksanakan pekerjaan di lokasi /  lapangan, terutama mengenai parameter dan perencanaan pelaksanaan operasi dengan mempertimbangkan kondisi sosial masyarakat.

c) Menjamin bahwa seluruh prosedur pelaksanaan kerja dilakukan sesuai standar survei seismik refleksi 3D yang dikeluarkan oleh Ditjen Migas.

d) Mengadakan koordinasi untuk menjamin bahwa seluruh pelaksanaan pekerjaan dilakukan sesuai dengan metoda, prosedur, volume pekerjaan, tata waktu dan petunjuk-petunjuk yang diberikan PUSAT SURVEI GEOLOGI. e) Melakukan pengujian dan kalibrasi semua peralatan yang akan dipergunakan,

pelaksanaanya mengikut sertakan petugas PUSAT SURVEI GEOLOGI, dan dibuatkan Berita Acara Pengujian/kalibrasi peralatan.

f) Mengantisipasi dan memecahkan permasalahan yang menghambat jalannya operasi baik secara teknis, operasional maupun sosial masyarakat.

g) Melakukan kendali mutu untuk seluruh rangkaian pekerjaan.

h) REKANAN tidak diperbolehkan menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan hasil survei ini kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari PUSAT SURVEI GEOLOGI.

i) Menjamin semua tenaga kerja penunjang yang terlibat dalam kegiatan ini mendapat fasilitas berupa : upah kerja, makan, akomodasi yang layak, serta perlengkapan keselamatan dan kesehatan kerja selama pekerjaan berlangsung.

 j) Bertanggung jawab terhadap seluruh data yang telah dihasilkan, termasuk  pengkemasan, pengiriman tape dan data dukungnya ke PUSAT SURVEI GEOLOGI

k) Menyediakan peralatan komunikasi berijin berupa radio Mobil/Base Camp dan Radio Genggam (Handy talkie) dan jika dianggap perlu termasuk  menyediakan dan menempatkan repeater (penguat kemampuan komunikasi radio) sehingga dapat memperlancar komunikasi di daerah operasi.

l) Melakukan koordinasi dan pendataan apabila ada kerusakan yang ditimbulkan oleh survei seismik tersebut tanpa mengganggu kelancaran kegiatan.

m) Bertanggung jawab dan mengendalikan sistim keselamatan dan kesehatan kerja.

n) Bertanggung jawab penuh atas musibah yang terjadi di lapangan, dengan memberikan pengobatan bagi yang cedera/sakit, serta santunan bagi yang meninggal dunia.

(23)

o) REKANAN harus mengganti apabila ada personil yang menurut pertimbangan PUSAT SURVEI GEOLOGI tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.

p) Apabila REKANAN akan menempatkan trainee harus mendapat ijin dari PUSAT SURVEI GEOLOGI, sebaliknya apabila PUSAT SURVEI GEOLOGI akan menempatkan trainee maka akan memberitahukan kepada REKANAN.

q) Apabila REKANAN akan mengikut sertakan tenaga kerja yang bukan Pegawai Negeri Sipil yang terlibat langsung dalam pemborongan pekerjaan tersebut harus masuk dalam program dana tabungan pesangon yang diselenggarakan oleh Yayasan Dana Tabungan Pesangon Tenaga Kerja Pemborong Minyak dan Gas Bumi (YDTP - MIGAS).

r) REKANAN berkewajiban dan bertanggung jawab atas pengelolaan bahan peledak di lapangan, yang meliputi :

 Biaya penanganan, administrasi, pengawalan dan operasional

pengangkutan bahan peledak dari Gudang Utama (lokasi Gudang Utama akan diinformasikan saat penjelasan pekerjaan) ke lokasi penyimpanan /  penimbunan di lapangan dan pengembaliannya jika bahan peledak masih tersisa setelah tidak dibutuhkan atau diperlukan lagi di lapangan.

 Pengelolaan bahan peledak mulai dari pengamanan dan administrasi di

Gudang Lapangan, pengangkutan ke lapangan, pengisian kedalam lubang bor dan pengembalian sisa (jika ada) ke Gudang lapangan sesuai dengan peraturan Pemerintah Republik Indonesia dan Ketentuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

s) Dalam hal penggunaan tenaga kerja asing maka REKANAN diharuskan mengindahkan peraturan-peraturan yang berlaku serta bertanggung jawab atas syarat-syarat peraturan Pemerintah Indonesia tentang ketenaga-kerjaan Asing.

t) Harus menyerahkan kepada PUSAT SURVEI GEOLOGI semua asli dan turunannya hal-hal sebagai berikut :

1) Hasil rekaman seismograph, pita-pita magnetik/cartridge, observer report, lembaran data, peta-peta dan informasi lain yang diperoleh atau dikembangkan sehubungan dengan pekerjaan survei.

2) Laporan kemajuan pekerjaan dan pelaksanaan K3LL dibuat setiap hari.

3) Laporan kemajuan pekerjaan dan pelaksanaan K3LL dilaporkan setiap minggu.

4) Laporan operasi dan proses data dilakukan setiap minggu.

5) Laporan Pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dilakukan setiap minggu.

6) Laporan uji coba instrumen dilakukan setiap bulan dan hasilnya harus diserahkan paling lambat 5 (lima) hari setelah dilaksanakannya uji coba tersebut.

7) Menyerahkan laporan kemajuan kerja sesuai jumlah lintasan yang telah dilakukan setiap minggu.

8) Menyerahkan 2 (dua) peta lintasan dan titik tembak daerah kerja dengan skala 1 : 5.000, paling lambat 1 (satu) minggu setelah pekerjaan perekaman berakhir.

(24)

data dan Kehumasan dalam tempo paling lambat 1 (satu) minggu setelah pekerjaan lapangan berakhir.

REKANAN diperkenankan menggunakan / bekerjasama dengan Sub-REKANAN yang mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dan telah memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai aturan kerja di bidang industri MIGAS.

u) REKANAN diperkenankan menggunakan / bekerjasama dengan Sub-REKANAN atas persetujuan pemberi kerja, dan Sub Sub-REKANAN tersebut mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja dan telah memenuhi persyaratan-persyaratan sesuai aturan kerja di bidang industri MIGAS.

v) Untuk kelancaran Operasi serta menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran operasi maka penggunaan Sub-REKANAN oleh REKANAN disesuaikan dengan Kualifikasi Perusahaan dan peraturan ketenagakerjaan setempat dimana pekerjaan survei ini akan dilakukan serta mendapat persetujuan dari PUSAT SURVEI GEOLOGI.

w) Sesuai dengan pedoman Tata Kerja BPMIGAS No. 007 Revisi-I/PTK/Xi/2009 REKANAN diharuskan bekerja sama dengan Usaha Kecil /  Koperasi Kecil setempat dimana survei dilakukan.

x) REKANAN wajib melaksanakan Program Santunan Tenaga Kerja melalui Yayasan Dana Tabungan Pesangon Tenaga Kerja Pemborong Minyak dan Gasa Bumi (YDTP) atau diselenggarakan sendiri.

y) REKANAN wajib mengikut sertakan petugas yang ditunjuk oleh untuk ikut melakukan kegiatan lapangan sampai proses pengolahan data, biaya yang berhubungan dengan kegiatan tersebut menjadi tanggung jawab rekanan.

z) REKANAN wajib alih informasi / teknologi kepada petugas yang ditunjuk  oleh PUSAT SURVEI GEOLOGI pada kursus atau training atau pendidikan sejenis dengan teknologi terkait yang digunakan oleh REKANAN.

9. Kewajiban Pusat Survei Geologi

Sehubungan dengan adanya kegiatan survei seismik ini, maka PUSAT SURVEI GEOLOGI bertanggung jawab dan berkewajiban :

a) Bertanggung jawab atas ijin pelaksanaan survei dari Pemda Tingkat I dan

Pemda Tingkat II.

b) Memberitahukan dan menjelaskan program-program dan menyerahkan

peta-peta untuk pelaksanaan pekerjaan survei dan pengolahan data lapangan / kendali mutu.

c) Menghentikan pelaksanaan perekaman untuk perbaikan/ perawatan

peralatan rekaman apabila hasil dari uji peralatan rekam (harian, mingguan, bulanan, dll) menunjukkan peralatan tersebut tidak laik untuk  digunakan atau tidak sesuai dengan spesifikasi pabrik. Semua biaya standby yang dikeluarkan akibat hal tersebut menjadi tanggungjawab REKANAN.

10. Skedul Waktu Pekerjaan 10.1 Skedul waktu

(25)

Survei seismik akan dilaksanakan sejak kontrak kerja ditanda tangani sampai dengan 31 Desember 2011.

10.2 Mobilisasi dan Test Parameter.

Pemenang tender melakukan mobilisasi peralatan maupun personal lapangan ditetapkan 10 hari setelah dinyatakan sebagai pemenang. Mobilisasi dan test parameter akan dibayarkan setelah mobilasasi dan test parameter selesai di lakukan yang dinyatakan dengan Berita Acara.

10.3 Termin Pembayaran

Pembayaran dilakukan dalam termin yaitu :

 Termin pertama 20 %

 Termin kedua 30 %

 Termin ketiga 30 %

 Termin keempat 20 %

Dalam termin pembayaran dilakukan berdasarkan prestasi pekerjaan yang menyangkut pekerjaan sosialisasi, survei topografi, pengeboran, preloading, perekaman data, procesing awal ( di lapangan), procesing akhir ( pusat pengolahan di kantor) dan laporan akhir.

Masing-masing pekerjaan akan dituangkan dalam Berita Acara Prestasi Pekerjaan. a) Termin ke 1 (satu) sebesar 20% akan dilakukan pembayaran setelah

mobilisasi peralatan dan personil dilengkapi dengan test parameter, yang dinyatakan dengan Berita Acara laporan mobilisasi dan hasil test parameter selesai.

b) Termin ke 2 (dua) sebesar 30% akan dilakukan pembayaran apabila pencapaian kerja topografi dan pengeboran telah selesai yang dinyatakan dengan Berita Acara Hasil Pekerjaan.

c) Termin ke 3 (tiga) sebesar 30% akan dilakukan pembayaran apabila pencapaian kerja telah selesai dilakukan a.l. pekerjaan topografi, pengeboran, dan telah dilakukan perekaman seismik sebesar 100% dari jumlah Shot point yang telah ditentukan yang dinyatakan dengan Berita Acara.

d) Termin ke 4 (empat) sebesar 20% akan dilakukan pembayaran berdasarkan prestasi pekerjaan dalam bentuk LAPORAN AKHIR meliputi dalam bentuk  hard copy dan CD/VCD, raw data yang dapat dibaca di Pusat Pengolahan Data PUSAT SURVEI GEOLOGI sampai Filter Migration dan bentuk  tampilan 3 (tiga) dimensi, yang dinyatakan dengan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan antara dengan Pelaksana Pekerjaan.

(26)

35. BAHP DANK ERAHASIAAN P ROSES... 22

A. LINGKUP PEKERJAAN ... 28

B. SUMBER DANA ... 28

C. METODE PEMILIHAN ... 28

D. PESERTA YANG DAPAT MENGIKUTI PEMILIHAN ... 28

E. PEMBERIAN PENJELASAN DOKUMEN PENGADAAN ... 28

F. PENINJAUAN LAPANGAN ... 28

G. DOKUMEN PENAWARAN ... 28

H. MATA UANG PENAWARAN DAN CARA PEMBAYARAN ... 29

I. MASA BERLAKUNYA PENAWARAN ... 29

 J.  JAMINAN PENAWARAN ... 29

K. PEMASUKAN DOKUMEN PENAWARAN ... 29

L. BATAS AKHIR WAKTU PENYAMPAIAN PENAWARAN ... 29

M. PEMBUKAAN PENAWARAN... 29

N. SANGGAHAN, SANGGAHAN BANDING DAN PENGADUAN ... 29

A. BENTUK SURAT PENAWARAN ... 57

B. BENTUK PERJANJIAN KEMITRAAN/KERJA SAMA OPERASI (KSO) ... 59

C. BENTUK DOKUMEN PENAWARAN TEKNIS ... 61

D. BENTUK  JAMINAN PENAWARAN DARI BANK ... 62

E. BENTUK  JAMINAN PENAWARAN DARI ASURANSI/PERUSAHAAN PENJAMINAN ... 64

A. BENTUK SURAT PERJANJIAN ... 69

B. BENTUK SURAT PERINTAH KERJA (SPK) ... 72

B. PELAKSANAAN, PENYELESAIAN, AMANDEMEN DAN PEMUTUSAN KONTRAK ... 80 B.1 P ELAKSANAAN P EKERJAAN... 81 B.2 P ENGENDALIAN WAKTU... 83 B.3 P ENYELESAIANK ONTRAK ... 84 B.4 P ERUBAHANK ONTRAK ... 85 B.5 K EADAANK AHAR ... 86

B.6 P ENGHENTIAN DANP EMUTUSAN K ONTRAK ... 87

C. HAK DAN KEWAJIBAN PARA PIHAK ... 89

D. PERSONIL DAN/ATAU PERALATAN PENYEDIA ... 94

E. KEWAJIBAN PPK ... 95

F. PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA ... 96

G. P ENGAWASAN MUTU... 98

H. P ENYELESAIAN P ERSELISIHAN... 100

H. PELELANGAN GAGAL ... 23

I. SURAT JAMINAN PELAKSANAAN ... 24

J. PENANDATANGANAN KONTRAK ... 25

BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) ... 28

BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) ... 31

BAB IX. BENTUK DOKUMEN KONTRAK ... 69

BAB X. SYARAT-SYARAT UMUM KONTRAK (SSUK) ... 75

(27)

A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA (SPPBJ) ... 110

B. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN ... 113

BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN ... 110

(28)

Dokumen Pengadaan

Pengadaan Jasa Lainnya

Survei Seismik Refleksi 3D Daerah Lumpur Sidoarjo, Jawa Timur

Metode Pelelangan Umum dengan Pascakualifikasi

-(upload 26 Mei 2011)

Pusat Survei Geologi Badan Geologi

Gambar

Gambar 1. Lokasi survei seismik dengan luasnya 10.8 km x
Gambar 2. Desain lintasan seismik terdiri dari lintasan Shot Point dan lintasan trace.
Gambar 3. Titik ikat GPS 6.3.  Topopografi
Gambar 4. Uji zero base line
+4

Referensi

Dokumen terkait

 menentukaan kualitas minyak Tiaka, harus ditentukan dengan melalui uji laboratorium untuk menentukan nilai BS&amp;W dan °API pada sample yang kemudian ditinjau

d. apabila hujan atau masalah faktor alam, maka pekerjaan tidak dapat dilakukan sama sekali sehingga bila tidak bisa terkejar oleh jam lembur perlu adanya pengajuan perpanjangan

4. Di sini dibicarakan khusus mengenai hukum pidana. Harta bersama suami isteri, mestinya masuk dalam rubu’ muamalah, tetapi ternyata secra khusus tidak dibicarakan. Mungkin hal

(FISIP

Manfaat dari PKL ini adalah mengetahui secara langsung tata laksana pemeliharaan, mengetahui kebutuhan pakan, mengetahui konsumsi pakan, memperoleh pengalaman dan

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang tentang Panitya Urusan Piutang Negara. ini dengan Peraturan Pemerintah Pengganti

Secara teoritis, hasil penelitian ini sebagai salah satu kajian khusus yang berkaitan dengan sikap budaya yang berisi sopan santun, keramahtamahan dalam memenuhi

Adakah perbedaan secara signifikan antara penerapan model pembelajaran Discovery Learning dan model Project Based Learning dikombinasi teknik College Ball terhadap