• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah kesehatan reproduksi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "makalah kesehatan reproduksi"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

1

1.. mmaakkaallaahhkkeesseehhaattaannrreepprroodduukkssii((kkeesspprroo))

MAKALAH

MAKALAH

KESEH

KESEHAT

AT

AN

AN

RE

REPRO

PRODU

DUKSI

KSI

D

DI

I

SU

SUSU

SUN

N

O

OLEH

LEH

:

:

N

NO

OVRI

VRI

Z

ZAL

AL

SUJ

SUJAD

ADM

MO

OKO

KO

N

NP

PM

M.

.

130

130

10

10254

254

PRO

PROG

GRA

RAM

M

ST

STUD

UDI

I

KESEHAT

KESEH

AT

AN

AN

M

MASY

ASYAR

ARAK

AKAT

AT

SEKO

SEKOLAH

LAH

TI

TI

N

NG

GG

GI

I

I

I

LM

LMU

U

K

KESEH

ESEHAT

ATA

AN

N

(

(

S

STI

TI

K

KE

ES

S)

)

TR

TRI

I

MA

M

AN

ND

DI

I

R

RI

I

S

SA

AK

KTI

TI

BENGKULU

BENGKULU

2014

2014

KAT

(2)

P

PuujjiiddaannssyyuukkuurrppeennuulliissppaannjjaattkkaannkkeeppaaddaaAlAlllaahhSSWWTTyyaannggtteellaahhmemembmbeerriikkaannkkeekkuuaattaann dan

dan kkememamampuan puan daldalam pram proses oses perperkulkuliiahan, dan penulahan, dan penuliisan san mmakalakalah yah yang ang berberjjuduludul “

“KKesehesehatatan an RRepeprroduksi oduksi ””, , yang yang mmererupaupakan kan suatsuatu u kajkajiian an yang yang didisusun unsusun unttuk uk mmelelenengkapgkapii t tugugaassIInnddiivviidduuddaallaamm mmaattaakkuulliiaahhKKeesspprr.. D Daallaamm ppeennyyuussuunnaannmmaakkaallaahhiinniippeennuulliissmmeenngghhaarraappkkaannssaarraann,,mmaassuukkkkaannbbaahhkkaannkkrriittiikk yan yanggmememmbbaanngguunnuunnttuukkmmaakkaallaahhiinnii,,sseehhiinnggggaabbiissaaddiigguunnaakkaannsseebbaaggaaiirreeffeerreennssiiddaallaamm mmaattaa k kuulliiaahhiinnii.. P

Penenululiis s mmenyamenyampapaiikan kan ttereriimma a kasikasih h kepada kepada dodosen sen pepengangajjar ar mmatata a kulkuliiah ah KKesprespro o yangyang t

telelah ah mmemembabantntu u dadan n mmememototiivasi vasi pepenunulliis s dadallam am pepemmbubuatatan an mmakalakalah ah iinini. . TerTeriimma a kasikasih h jjugugaa unt

untuk uk semsemua ua pipihak hak yyang ang ttelelah ah mmemembantbantu u daldalam am pempembuatbuatan an mmakalakalah ah iini ni sehisehingga ngga dapatdapat se

selleessaaiisseeppeerrttiiyyaannggddiihhaarraappkkaann..

B

Bengengkulkulu, Du, Desemesember ber 20120144

Penyusun Penyusun 1 1.. DDAAFTAFTAR R IISSII H HAALLAAMMAANN JJUUDDUULL ... K KAATTAA PPEENNGGAANNTTAARR ... D DAAFFTTAARR IISISI... BAB

BAB I I PENDAHUPENDAHULLUANUAN A A..LLaattaarrbbeellaakkaanngg ... B B.. RRuummuussaann mmaassaallaahh... C C.. TTuujjuuaann ... BA

BAB B III I PEMPEMBABAHAHASANSAN A

(3)

B. HakyangTerkaitDenganKesehatanReproduksi... C. Perilakuseksualremajadankesehatanreproduksi D.Abrotus... E. Infertilitas ... BAB III PENUTUP A.Kesimpulan ... B. Saran ... DAFTAR PUSTAKA

(4)

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologidiera globalisasisekarang ini sangat mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia, penemuan yang setiap waktu terjadidan para penelititerus berusaha dalam penelitiannya demi kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.

Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai dariperalatan ataupunteorisehingga mendorongparapengguna sertaspesialistidak mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu pengetahuan tersebut.

Terkaitilmu kesehatan dalam halini,yaitu kesehatan reproduksibanyaksekali teori-teorisertakeilmuan yangharusdimilikiolehpara pakaratauspesialiskesehatan reproduksi.Wilayah keilmuantersebutsangatpenting dimilikidemimengembantugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai perempuan.

Pengetahuan kesehatan reproduksibukan saja penting dimilikioleh para bidan atau spesialaistetapisangatbegitu penting pula dimilikikhususnya oleh para istri-istri atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan kesejahteraanmeraka.

Untuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa pengertian yang mudah-mudahan makalah ini bermanfaat untuk khalayak pembaca khususnyaparaperempuan.Olehkarenaitupenulismengambiljudulpadamakalahini, yaitu “KESEHATAN REPRODUKSI”.

B. Rumusan Masalah

Adapunrumusanmasalahyangakandisajikansebagaiberikut: 1. Apa pengertian Kesehatan Reproduksi?

(5)

2. ApasajaHakyangterkaitdenganKesehatanReproduksi? C.Tujuan

Berdasarkanrumusanmasalahdiatas,makatujuanpenulisanmakalahini,yaitu: 1. UntukmengetahuipengertianKesehatanReproduksi.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

A.Kesehatan Reproduksi

Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis (UU No. 23 Tahun 1992).

Definisi ini sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik,tetapijuga kesehatan mentaldan sosial,ditambahkan lagi(sejak deklarasiAlmaAta-WHO danUNICEF)dengansyaratbaru,yaitu:sehinggasetiaporang akanmampuhidupproduktif,baiksecaraekonomismaupunsosial.

Kesehatanreproduksiadalahkeadaankesejahteraanfisik,mental,dansosialyang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungandengansistem reproduksidanfungsi-fungsisertaproses-prosesnya.

Kesehatanreproduksiberartibahwaorangdapatmempunyaikehidupanseksyang memuaskan dan aman, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasanuntukmenentukankeinginannya,kapandanfrekuensinya.

B. Hak yang Terkait Dengan Kesehatan Reproduksi

Membicarakah kesehatan reproduksi tidak terpisahkan dengan soal hak reproduksi,kesehatanseksualdanhakseksual.Hakreproduksiadalahbagiandarihak asasiyangmeliputihaksetiappasangandanindividualuntukmemutuskansecarabebas danbertanggungjawabjumlah,jarak,danwaktukelahiran anak,sertauntukmemiliki informasidancarauntukmelakukannya.

1. Kesehatan Seksual

Kesehatan seksualyaitusuatu keadaan agartercapaikesehatan reproduksi yang mensyaratkan bahwa kehidupan seks seseorang itu harus dapat dilakaukan secara memuaskan dan sehat dalam arti terbebas dari penyakit dan gangguan lainnya.Terkaitdenganiniadalahhakseksual,yaknibagiandarihakasasimanusia

(7)

untuk memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab terhadap semua hal yang berhubungan dengan seksualitas, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebasdaripaksaan,diskriminasidankekerasan.

2. Prinsip Dasar Kesehatan Dalam Hak Seksual dan Reproduksi

a. Bodilyintegrity,hakatastubuhsendiri,tidakhanyaterbebasdarisiksaandan kejahatan fisik,juga untuk menikmatipotensitubuh mereka bagikesehatan, kelahiran dan kenikmatan seks aman.

b. Personhood, mengacu pada hak wanita untuk diperlakukan sebagai aktor dan pengambilan keputusan dalam masalah seksual dan reproduksi dan sebagai subyekdalam kebijakanterkait.

c. Equality,persamaanhakantaralaki-lakidanperempuandanantarperempuan itusendiri,bukanhanya dalam halmenghentikandiskriminasigender,ras,dan kelas melainkan juga menjamin adanya keadilan sosial dan kondisi yang menguntungkan bagi perempuan, misalnya akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi.

d. Diversity,penghargaanterhadaptatanilai,kebutuhan,danprioritasyangdimiliki oleh para wanita dan yang didefinisikan sendirioleh wanita sesuaidengan keberadaannyasebagaipribadidananggotamasyarakattertentu.

e. Ruang lingkup kesehatan reproduksi sangat luas yang mengacakup berbagai aspek,tidakhanyaaspekbiologisdan permasalahannyabukan hanyabersifat klinis,akantetapinonklinisdanmemasukiaspek ekonomi,politik,dansosial -budaya.Oleh karena aitu diintroduksipendekatan interdisipliner (meminjam pendekatan psikologi, antropologi, sosiologi, ilmu kebijakan, hukum dan sebagainya) dan ingin dipadukan secara integratif sebagai pendekatan transdisiplin.

C.Perilaku seksual remaja dan kesehatan reproduksi

Perilakuseksualremajaterdiridaritigabuahkatayangmemilikipengertianyang sangatberbedasatusamalainya.Perilakudapatdiartikansebagairesponsorganisme

(8)

atauresponsseseorangterhadapstimulus(rangsangan)yangada(Notoatmojdo,1993). Sedangakan seksual adalah rangsangan-rangsangan atau dorongan yang timbul berhubungandenganseks.Jadiperilakuseksualremajaadalahtindakanyangdilakukan berhubungan dengan dorongan seksual yang datang baik dari dalam dirinya maupun dariluardirinya.

Adanyapenurunan usiarata-ratapubertasmendorongremajauntukaktifsecara seksuallebihdini.Danadanyapresepsibahwadirinyamemilikiresikoyanglebihrendah atau tidakberesikosamasekaliyangberhubungan dengan perilaku seksual,semakin mendorong remaja memenuhi memenuhi dorongan seksualnya pada saat sebelum menikah.Persepsisepertiinidi sebutyouth uulnerabilityoleh Quadrelet.aL.(1993)  juga menyatakan bahwa remaja cenderung melakuakan underestimate terhadap

uulnerabilitydirinya.Banyakremajamengirabahwakehamilantidak akanterjadipada intercourse (sanggama)yang pertama kaliatau dirinya tidak akan pernah terinfeksi HIV/AIDS karena pertahanan tubuhnya cukup kuat.

Mengenai kesehatan reproduksi, ada beberapa konsep tentang kesehatan reproduksi,namundalam tulisaninihanyaakandikemukakanduabatasansaja.(ICPD) dansaidanNassim).Batasankesehatan reproduksimenurutInternationalConference onPopulationandDevelopment(ICPD)hampirberdekatandenganbatasan‘sehat’dari WHO. Kesehatan reproduksi menurut ICPD adalah keadaan sehat jasmani, rohani,dan buakan hanya terlepas dariketidak hadiran penyakitatau kecacatan semata,yang berhubungansistem fungsi,danprosesreproduksi(ICPD,1994).

Beberapa tahun sebelumnya Rai dan Nassim mengemukakan definisi kesehatan reproduksi mencakup kondisi di mana wanita dan pria dapat melakukan hubungan seks secara aman, dengan atau tanpa tujuan terjadinya kehamilan, dan bila kehamilan diinginkan,wanitadimungkinkanmenjalanikehamilandenganaman,melahirkananak yangsehatsertadidalam kondisisiapmerawatanakyangdilahirkan(Iskandar,1995)

Darikedua definisikesehatan reproduksitersebutada beberapa faktoryang berhubungan dengan status kesehatan reproduksi seseorang, yaitu faktor sosial ,ekonomi,budaya,perilaku lingkungan yang tidak sehat,dan ada tidaknya fasilitas

(9)

pelayanan kesehatan yang mampu mengatasi gangguan jasmani dan rohani. Dan tidak adanyaaksesinformasimerupakanfaktortersendiriyangjugamempengaruhikesehatan reproduksi.

Perilaku seksual merupakan salah satu bentuk perilaku manusia yang sangat berhubungan dengan kesehatan reproduksi seseorang. Pada pasal 7 rencana kerja ICPD Kairodicantumkam definisikesehatanreproduksimenyebabkanlahirnyahak-hak reproduksi.Berdasarkanpasaltersebuthak-hakreproduksididasarkanpadapengakuan akan hak-hak asasi semua pasangan dan pribadi untuk menentukan secara bebas dan bertangung jawab mengenai jumlah anak , penjarangan anak (birth spacing ), dan menentukan waktu kelahiran anak-anak mereka dan mempunyai informasi dan cara untukmemperolehnya,sertahakuntukmenentukanstandartertinggikesehatanseksual danreproduksi.Dalam pengertianiniadajaminanindividuuntukmemperolehseksyang sehat di samping reproduksinya yang sehat (ICPD, 1994). Sudah barang tentu saja kedua faktorituakansangatmempengaruhitercapaiatau tidakkesehatan reproduksi seseorang,termasukkesehatanreproduksiremaja.

D.Abrotus

abortusbuatan,abortusdenganjenisinimerupakansuatuupayayangdisengaja untukmenghentikanproseskehamilansebelum berumur28minggu,dimanajanin(hasil konsepsi)yangdikeluarkantidakbisabertahanhidupdidunialuar.

Secaragarisbesarada2halpenyebabAbortus,yaitu: 1. Penyebab secara umum

a. Infeksiakut

- virus,misalnyacacar,rubella,hepatitis - Infeksibakteri,misalnyastreptokokus - Parasit,misalnyamalaria

b. Infeksikronis

- Sifilis,biasanyamenyebabkanabortuspadatrimesterkedua. - Tuberkulosisparuaktif.

(10)

Penyebabpaling sering terjadinyaabortusdiniadalah kelainan pertumbuhan hasil konsepsi (pembuahan), baik dalam bentuk Zygote, embrio, janin maupun placenta.

2. AlasanAbortusProvokatus

Abortus Provokatus ialah tindakan memperbolehkan pengaborsian dengan syarat-syaratsebagaiberrikut:

a. Abortus yang mengancam (threatened abortion)disertaidengan perdarahan yangterusmenerus,ataujikajanintelahmeninggal(missedabortion).

b. MolaHidatidosaatauhidramnionakut.

c. Infeksiuterusakibattindakanabortuskriminalis.

d. Penyakitkeganasanpadasaluranjalanlahir,misalnya kankerserviksataujika dengan adanya kehamilan akan menghalangi pengobatan untuk penyakit keganasanlainnyapadatubuhsepertikankerpayudara.

e. Prolapsuterusgravidyangtidakbisadiatasi. f. Telahberulangkalimengalamioperasicaesar.

g. Penyakit-penyakitdariibuyangsedangmengandung,misalnyapenyakitjantung organikdengankegagalanjantung,hipertensi,nephritis,tuberkulosisparuaktif, toksemiagravidarum yangberat.

h. Penyakit-penyakit metabolik, misalnya diabetes yang tidak terkontrolyang disertaikomplikasivaskuler,hipertiroid,dll.

i. Epilepsi,sklerosisyangluasdanberat.

 j. Hiperemesisgravidarum yangberat,danchoreagravidarum. k. Gangguanjiwa,disertaidengan kecenderunganuntukbunuhdiri.Padakasus sepertiinisebelum melakukan tindakan abortus harus berkonsultasidengan psikiater. E. Infertilitas Sistem kesehatanreproduksihinggamengalamikemandulanselamainidiartikan sebagaikondisiyang hanya dialamioleh para wanita saja,padahaltidak menutup kemungkinan kalau kaum pria sebanyak 40 % juga mengalami kemandulan ini. Banyak pengertian dariInfertilitas tapipada intinya makna dariInfertilitas adalah sistem kesehatan reproduksi yang terganggu dan menyebabkan ketidak mampuan mempunyai

(11)

seorang anak. Banyak yang sudah menikah selama bertahun tahun dan belum juga di karunia momongan. Oleh karena itu sudah saatnya bagi pasangan yang menikah lama dan belum memiliki anak untuk melakukan cek kesehatan reproduksi, karena mungkin salah satu dari pasangan suami istri yang hingga saat ini belum mendapatkan anak mengalamiInfertilitas atauyanglebihdikenaldengankemandulan.

PengertianDariInfertilitas

Infertilitas terbagimenjadiduayaitu:

1. Infertilitas primeryaitupasangansuamiistriyangbelum mampumemilikianaksetelahsatu tahun menikah

2. Infertilitas sekunderyaitupasangansuamiistriyangpernahmemilikianaksebelumnyatapi hingga saat ini belum mampu untuk mendapatkan anak lagi.

Pasangan suamiistridianggap Infertilitas karena sistem kesehatan reproduksi salah satu pasangan ada yang terganggu. Hal ini dapat di maklumi karena proses pembuahan yang berujung pada kehamilan dan lahirnya janin ke dunia merupakan kerjasamaantarasuamidanistri.

Makna dari kerjasama itu adalah suami yang mempunyai sistem dan fungsi kesehatan reproduksi yang sehat dan mampu menghasilkan atau menyalurkan spermatozoakeorganreproduksiwanita,Istriyangmemilikisitem danfungsireproduksi sehat dan mampu menghasilkan sel telur atau ovum yang dapat di buahi oleh spermatozoa dan mempunyai rahim sebagai tempat perkembangan janin, embrio sampaibayiberusiacukupbulandandilahirkan.Apabilasalahsatufaktortersebuttidak di miliki oleh salah satu pasangan, pasangan tersebut tidak akan mampu mempunyai anak.

Pasangan suamiistridapatdikatakan Infertilitas jika selama kurun waktu satu tahunmenikahbelum mendapatkanseorangnak.Demikian pengertiandariinfertilitsa. Yang harus di sadari adalah langkah apa yang kan di lakukan apabila salah satu pasanganmengalamiInfertilitas atau tidaksubur.Banyakpasangan yang mengalami Infertilitas dan berhasilmemilikianak,jadiketenangan dan berpikirrasionaladalah

(12)

langkah awalyang tepatyang dapatdilakukan untuk mengatasiInfertilitas sehingga kesehatanreproduksidapatkitajaga.

(13)

BAB III PENUTUP

A.Kesimpulan

Kesehatan reproduksisangatlah penting untuk diketahuioleh para perempuan bakalcalonibuataupunlaki-lakicalonbapak.Olehkarenaituberdasarkanuraiandiatas dapatpenulissimpulkanbahwa.

Definisi kesehatan sesuai dengan WHO, kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik,tetapijuga kesehatan mentaldana sosial,ditambahkan lagi(sejak deklarasiAlmaAta-WHO danUNICEF)dengansyartbaru,yaitu:sehinggasetiaporang akanmampuhidupproduktif,baiksecaraekonomismaupunsosial.

Kesehatanreproduksiadalahkeadaankesejahteraanfisik,mental,dansosialyang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang berhubungandengansistem reproduksidanfungsi-fungsisertaproses-prosesnya.

Hakreproduksiadalahbagiandarihakasasiyangmeliputihaksetiap pasangan danindividualuntukmemutuskansecarabebasdan bertanggungjawab jumlah,jarak, danwaktukelahirananak,sertauntukmemilikiinformasidancarauntukmelakukannya.

B. Saran

Untuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untukbisadikuasaidandimilikiolehparaperempuandanlaki-lakiyangberumahtangga, supayakesejahtaraandankesehatanbisatercapaidengan sempurna.Olehkeranaitu penulismemberisaran kepada para pihakyang terkaitkhususnyapemerintah,Dinas Kesehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada khalayak masyarakat dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam menjaga kesehatannya.

(14)

Mona Isabella Saragih, Amkeb, SKM. Materi Kesehatan Reproduksi. Akademi Kebidanan YPIB Majalengka.

http://infokesehatandangizi.blogspot.com/2013/07/pengertian-dari-infertilitas.html

http://irdayantinasir.blogspot.com/2013/05/makalah-kesehatan-reproduksiremaja.html

http://makalahkesehatanreproduksi95.blogspot.co.id/ Pengertian dan Jenis Hak-Hak Reproduksi

Label: Kesehatan Remaja

Hak reproduksi merupakan bagian dari hak azasi manusia yang

melekat pada manusia sejak lahir dan dilindungi

keberadaannya. Sehingga pengekangan terhadap hak

reproduksi berarti pengekangan terhadap hak azasi manusia.

1. Pengertian Hak-hak Reproduksi

Hak reproduksi secara umum diartikan sebagai hak yang

dimiliki oleh individu baik laki-laki maupun perempuan

yang berkaitan dengan keadaan reproduksinya.

2. acam-macam Hak-hak reproduksi

!erdasarkan "on#erensi $nternasional "ependudukan dan

Pembangunan %$&P'( di "airo 1))*+ ditentukan ada 12

hak-hak reproduksi. ,amun demikian+ hak reproduksi bagi

remaja yang paling dominan dan secara sosial dan budaya

dapat diterima di $ndonesia mencakup 11 hak+ yaitu

Hak Untuk Hidup (Hak Untuk Dilindungi Dari

(15)

Setiap perempuan yang hamil dan akan melahirkan berhak

untuk mendapatkan perlindungan dalam arti mendapatkan

pelayanan kesehatan yang baik sehingga terhindar dari kemungkinan kematian dalam proses kehamilan dan

melahirkan tersebut. &ontoh Pada saat melahirkan seorang perempuan mempunyai hak untuk mengambil keputusan

bagi dirinya secara cepat terutama jika proses kelahiran tersebut berisiko untuk terjadinya komplikasi atau bahkan

kematian. "eluarga tidak boleh menghalangi dengan

berbagai alasan.

Hak Atas Kebebasan Dan Keamanan Berkaitan

Dengan Kehidupan Reproduksi.

Hak ini terkait dengan adanya kebebasan berpikir dan

menentukan sendiri kehidupan reproduksi yang dimiliki

oleh seseorang. &ontoh 'alam konteks adanya hak

tersebut+ maka seseorang harus dijamin keamanannya agar 

tidak terjadi pemaksaaan atau /pengucilan atau

munculnya ketakutan dalam diri individu karena memiliki

hak kebebasan tersebut.

Hak Untuk Bebas Dari Segala Bentuk Diskriminasi

Dalam Kehidupan Berkeluarga Dan Kehidupan Reproduksi.

Setiap orang tidak boleh mendapatkan perlakuan

diskriminati# berkaitan dengan kesehatan reproduksi

(16)

keyakinan0agamanya dan kebangsaannya. &ontoh rang

tidak mampu harus mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi yang berkualitas %bukan sekedar atau

asal-asalan( yang tentu saja sesuai dengan kondisi yang

melingkupinya. 'emikian pula seseorang tidak boleh

mendapatkan perlakuan yang berbeda dalam hal

mendapatkan pelayanan kesehatan reproduksi hanya

karena yang bersangkutan memiliki keyakinan berbeda dalam kehidupan reproduksi. isalnya seseorang tidak mendapatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara

benar+ hanya karena yang bersangkutan tidak ber-"! atau

pernah menyampaikan suatu aspirasi yang berbeda dengan masyarakat sekitar. Pelayanan juga tidak boleh

membedakan apakah seseorang tersebut perempuan atau

laki-laki. Hal ini disebut dengan diskriminasi gender.

Hak Atas Kerahasiaan Pribadi Dengan Kehidupan

Reproduksina terkait dengan in!ormasi pendidikan

dan pelaanan.

Setiap individu harus dijamin kerahasiaan kehidupan

kesehatan reproduksinya terkait dengan in#ormasi

pendidikan dan pelayanan misalnya in#ormasi tentang

kehidupan seksual+ masa menstruasi dan lain sebagainya.

&ontoh Petugas atau seseorang yang memiliki in#ormasi

tentang kehidupan reproduksi seseorang tidak boleh

/membocorkan atau dengan sengaja memberikan

(17)

in#ormasi dibutuhkan sebagai data untuk penunjang

pelaksanaan program+ misalnya data tentang prosentase

pemakaian alat kontrasepsi masih tetap dimungkinkan

in#ormasi tersebut dipublikasikan sepanjang tidak

mencantumkan indentitas yang bersangkutan.

Hak Untuk Kebebasan Ber!ikir "entang Kesehatan

Reproduksi.

Setiap remaja berhak untuk berpikir atau mengungkapkan

pikirannya tentang kehidupan yang diyakininya. Perbedaan yang ada harus diakui dan tidak boleh menyebabkan

terjadinya kerugian atas diri yang bersangkutan. rang lain

dapat saja berupaya merubah pikiran atau keyakinan

tersebut namun tidak dengan pemaksaan akan tetapi dengan melakukan upaya advokasi dan "omunikasi+

$n#ormasi dan 3dukasi %"$3(. &ontoh seseorang dapat

saja mempunyai pikiran bah4a banyak anak

menguntungkan bagi dirinya dan keluarganya. !ila ini

terjadi maka orang tersebut tidak boleh serta merta

dikucilkan atau dijauhi dalam pergaulan. 5paya merubah

pikiran atau keyakinan tersebut boleh dilakukan sepanjang

dilakukan sendiri oleh yang bersangkutan setelah

mempertimbangkan berbagai hal sebagai dampak dari

advokasi dan "$3 yang dilakukan petugas.

Hak Mendapatkan #n!ormasi Dan Pendidikan

(18)

Setiap remaja berhak mendapatkan in#ormasi dan

pendidikan yang jelas dan benar tentang berbagai aspek

terkait dengan masalah kesehatan reproduksi. &ontohnya

seorang remaja harus mendapatkan in#ormasi dan

pendidikan kesehatan reproduksi.

Hak Membangun Dan Meren$anakan Keluarga

Setiap individu dijamin haknya kapan+ dimana+ dengan

siapa+ serta bagaimana ia akan membangun keluarganya.

6entu saja kesemuanya ini tidak terlepas dari norma agama+

sosial dan budaya yang berlaku %ingat tentang adanya

ke4ajiban yang menyertai adanya hak reproduksi(.

&ontoh Seseorang akan menikah dalam usia yang masih

muda+ maka petugas tidak bisa memaksa orang tersebut

untuk membatalkan pernikahannya. 7ang bisa diupayakan

adalah memberitahu orang tersebut tentang peraturan yang

berlaku di $ndonesia tentang batas usia terendah untuk menikah dan yang penting adalah memberitahu tentang

(19)

dampak negati# dari menikah dan hamil pada usia muda.

Hak Untuk Menentukan %umlah Anak Dan %arak

Kelahiran

Setiap orang berhak untuk menentukan jumlah anak yang

dimilikinya serta jarak kelahiran yang diinginkan. &ontoh

'alam konteks program "!+ pemerintah+ masyarakat+ dan

lingkungan tidak boleh melakukan pemaksaan jika

seseorang ingin memiliki anak dalam jumlah besar. 7ang

harus dilakukan adalah memberikan pemahaman

sejelas- jelasnya dan sebenar-benarnya mengenai dampak negati# 

dari memiliki anak jumlah besar dan dampak positi# dari

memiliki jumlah anak sedikit. ikapun klien berkeputusan

untuk memiliki anak sedikit+ hal tersebut harus merupakan

keputusan klien itu sendiri.

Hak Mendapatkan Pelaanan Dan Perlindungan

Kesehatan Reproduksi.

Setiap remaja memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan

dan perlindungan kehidupan reproduksinya termasuk

perlindungan dari resiko kematian akibat proses

reproduksi. &ontoh seorang remaja yang mengalami

kehamilan yang tidak diinginkan harus tetap mendapatkan

pelayanan kesehatan yang baik agar proses kehamilan dan

kelahirannya dapat berjalan dengan baik.

Hak Mendapatkan Man!aat Dari Kema&uan #lmu

Pengetahuan 'ang "erkait Dengan Kesehatan

(20)

Setiap remaja berhak mendapatkan man#aat dari kemajuan

teknologi dan ilmu pengetahuan terkait dengan kesehatan

reproduksi+ serta mendapatkan in#ormasi yang

sejelas- jelasnya dan sebenar-benarnya dan kemudahan akses untuk

mendapatkan pelayanan in#ormasi tentang "esehatan

Reproduksi Remaja. &ontoh ika petugas mengetahui

tentang "esehatan Reproduksi Remaja+ maka petugas

berke4ajiban untuk memberi in#ormasi kepada remaja+

karena mungkin pengetahuan tersebut adalah hal yang

paling baru untuk remaja.

Hak Atas Kebebasan Berkumpul Dan Berpartisipasi

Dalam Politik 'ang Berkaitan Dengan Kesehatan

Reproduksi.

Setiap orang berhak untuk menyampaikan pendapat atau

aspirasinya baik melalui pernyataan pribadi atau pernyataan

melalui suatu kelompok atau partai politik yang berkaitan

dengan kehidupan reproduksi. &ontoh seseorang berhak

menyuarakan penentangan atau persetujuan terhadap aborsi

baik sebagai individu maupun bersama dengan kelompok.

7ang perlu diingatkan adalah dalam menyampaikan

pendapat atau aspirasi tersebut harus memperhatikan azas

demokrasi dan dalam arti tidak boleh memaksakan kehendak

dan menghargai pendapat orang lain serta taat kepada hukum

dan peraturan peraturan yang berlaku.

Hak Untuk Bebas Dari Penganiaaan Dan Perlakuan

Buruk "ermasuk Perlindungan Dari Perkosaan

(21)

Remaja laki-laki maupun perempuan berhak mendapatkan

perlindungan dari kemungkinan berbagai perlakuan buruk

di atas karena akan sangat berpengaruh pada kehidupan

reproduksi. &ontoh Perkosaan terhadap remaja putri

misalnya dapat berdampak pada munculnya kehamilan

yang tidak diinginkan oleh yang bersangkutan maupun oleh keluarga dan lingkungannya. Penganiayaan atau tindakan kekekerasan lainnya dapat berdampak pada trauma #isik

maupun psikis yang kemudian dapat saja berpengaruh pada

kehidupan reproduksinya.

http://kertasputih15.blogspot.co.id/2012/06/pengertian-dan-jenis-hak-hak-reproduksi.html

(22)

Makalah Kesehatan Reproduksi

Makalah Kesehatan Reproduksi

BAB I

PENDAHULUAN

1.  A.

Latar Belakang

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi sekarang ini sangat

mendukung dalam kehidupan manusia di Indonesia bahkan di dunia, penemuan

 yang setiap waktu terjadi dan para peneliti terus berusaha dalam penelitiannya demi

kemajuan dan kemudahan dalam beraktivitas.

Ilmu kedokteran khususnya ilmu kesehatan pun begitu cepat bekembang mulai d ari

peralatan ataupun teori sehingga mendorong para pengguna serta spesialis tidak

mau ketinggalan untuk bisa memiliki dan memahami wawasan serta ilmu

pengetahuan tersebut.

Terkait ilmu kesehatan dalam hal ini, yaitu kesehatan reproduksi banyak sekali

teori-teori serta keilmuan yang harus dimiliki oleh para pakar atau spesialis kesehatan

reproduksi. Wilayah keilmuan tersebut sangat penting dimiliki demi mengemban

tugas untuk bisa menolong para pasien yang mana demi kesehatan, kesejahteraan

dan kelancaran pasien dalam menjalanakan kodratnya sebagai perempuan.

Pengetahuan kesehatan reproduksi bukan saja penting dimiliki oleh para bidan atau

spesialais tetapi sangat begitu penting pula dimiliki khususnya oleh para istri-istri

atau perempuan sebagai ibu atau bakal ibu dari anak-anaknya demi kesehatan, dan

kesejahteraan meraka.

ntuk itu, penulis dalam makalah ini bermaksud ingin memberikan beberapa

pengertian yang mudah-mudahan makalah ini berman!aat untuk khalayak pembaca

khususnya para perempuan. "leh karena itu penulis mengambil judul pada makalah

ini, yaitu #$%&%'(T() *%P*"+$&I.

1.

B.

Rumusan Masalah

(23)

1.

(pa pengertian $esehatan *eproduksi

/. (pa saja 'ak yang terkait dengan $esehatan *eproduksi

1.

.

!u"uan Penulisan

0erdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penulisan makalah ini, yaitu

1.

ntuk mengetahui pengertian $esehatan *eproduksi.

/. ntuk mengetahui hak yang terkait dengan $esehatan *eproduksi.

BAB II

PEMBAHA#AN

1.  A.

Kesehatan Reproduksi

Pengertian Kesehatan Reproduksi

$esehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan

setiap orang hidup produkti! secara sosial dan ekonomis  )o. /2 Tahun 133/4.

+e!inisi ini sesuai dengan W'", kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan

!isik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial, ditambahkan lagi sejak deklarasi

 (lma (ta-W'" dan )I5%64 dengan syarat baru, yaitu sehingga setiap orang akan

mampu hidup produkti!, baik secara ekonomis maupun sosial.

$esehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan !isik, mental, dan s osial yang

utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam segala hal yang

 berhubungan dengan sistem reproduksi dan !ungsi-!ungsi serta proses-prosesnya.

$esehatan reproduksi berarti bahwa orang dapat mempunyai kehidupan seks yang

memuaskan dan aman, dan mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan

kebebasan untuk menentukan keinginannya, kapan dan !rekuensinya.

1.

B.

Hak $ang !erkait Dengan Kesehatan Reproduksi

7embicarakah kesehatan reproduksi tidak terpisahkan dengan soal hak reproduksi,

kesehatan seksual dan hak seksual. 'ak reproduksi adalah bagian dari hak asasi

(24)

 yang meliputi hak setiap pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas

dan bertanggung jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk

memiliki in!ormasi dan cara untuk melakukannya.

1. $esehatan &eksual

$esehatan seksual yaitu suatu keadaan agar tercapai kesehatan reproduksi yang

mensyaratkan bahwa kehidupan seks seseorang itu harus dapat dilakaukan secara

memuaskan dan sehat dalam arti terbebas dari penyakit dan gangguan lainnya.

Terkait dengan ini adalah hak seksual, yakni bagian dari hak asasi manusia untuk

memutuskan secara bebas dan bertanggungjawab terhadap semua hal yang

 berhubungan dengan seksualitas, termasuk kesehatan seksual dan reproduksi, bebas

dari paksaan, diskriminasi dan kekerasan.

1.

Prinsip +asar $esehatan +alam 'ak &eksual dan *eproduksi

8 0odily integrity, hak atas tubuh sendiri, tidak hanya terbebas dari siksaan

dan kejahatan !isik, juga untuk menikmati potensi tubuh mereka bagi

kesehatan, kelahiran dan kenikmatan seks aman.

8 Personhood, mengacu pada hak wanita untuk diperlakukan sebagai aktor

dan pengambilan keputusan dalam masalah seksual dan reproduksi dan

sebagai subyek dalam kebijakan terkait.

8 %9uality, persamaan hak antara laki-laki dan perempuan dan antar

perempuan itu sendiri, bukan hanya dalam hal menghentikan diskriminasi

gender, ras, dan kelas melainkan juga menjamin adanya keadilan sosial dan

kondisi yang menguntungkan bagi perempuan, misalnya akses terhadap

pelayanan kesehatan reproduksi.

8 +iversity, penghargaan terhadap tata nilai, kebutuhan, dan prioritas yang

dimiliki oleh para wanita dan yang dide!inisikan sendiri oleh wanita sesuai

dengan keberadaannya sebagai pribadi dan anggota masyarakat tertentu.

8 *uang lingkup kesehatan reproduksi sangat luas yang mengacakup

 berbagai aspek, tidak hanya aspek biologis dan permasalahannya bukan hanya

 bersi!at klinis, akan tetapi non klinis dan memasuki aspek ekonomi, politik,

dan sosial-budaya. "leh karena aitu diintroduksi pendekatan interdisipliner

meminjam pendekatan psikologi, antropologi, sosiologi, ilmu kebijakan,

(25)

hukum dan sebagainya4 dan ingin dipadukan secara integrati! sebagai

pendekatan transdisiplin.

1.

'ak (ksasi 7anusia yang terkait dengan kesehatan

8 +eklarasi niversal '(7 13:;

'aka kebebasan mencari jodoh dan membentuk keluarga, perkawinan harus

dilaksanakan atas dasar suka sama suka Pasal 1<4. 'ak kebebasan atas kualitas

hidup untuk jaminan kesehatan dan keadaan yang baik untuk dirinya d an

keluarganaya Pasal /=4.

8  )o. > Tahun 13;: $onvensi Penghapusan +iskriminasi Terhadap

 Wanita

?aminan persaman hak ats jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, termasuk

usaha perlinduangan terhadap !ungsi melanjutkan keturunan Pasal 11 ayat 1!4.

?amainan hak e!ekti! untuk bekerja tanpa dikriminasi atas dasar perkwainan a tau

kehamilan Pasal 11 ayat /4.

Penghapusan diskriminasi di bidang pemeliharaan kesehatan dan jaminan

pelayanan kesehatan termasuk pelayanana $0 Pasal 1/4.

amianan hak kebebasan wanita pedesaan untuk memperoleh !asilitas

pemeliharaan kesehatan yang memadai, termasuk penerangan, penyuluhan

dan pelayanan $0 Pasal 1: ayat / b4.

Penghapusan diskriminasi yang berhubungan dengan perkawinan dan

hubungan kekeluargaan atas dasar persaman antara pria dan wanita pasal 1<

ayat 14.

 )o. 23 Tahun 1333 tentang '(7

&etiap orang berhak membentuk suatua kelauarga dan melanjutkan keturunan

melalui pekawianana yang sah Pasal 1@4.

&etiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan

 berkembang secara layak Pasal 114.

(26)

&etiap orang berhak atas rasa aman dan tenteram serta perlindungan terhadap

ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu Pasal 2@4.

'ak wanita dalam  '(7 sebagai hak asasi manusia Pasal :=4.

Tap )o. ABIIC7P*C133; tentang '(7

'ak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan

 yang sah Pasal /4.

'ak atas pemenuhan kebutuhan dasar auntuk tumbuh dan berkembang secara layak 

Pasal 24.

'ak untuk hidup sejahtera lahir dan batin Pasal />4.

+alam pemenuhan hak asasi manusia, laki-laki dan perempuan berhak

mendapatkan perlakuan dan perlindungan yang sama Pasal 234.

 Wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan

pekerjaanCpro!esinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan

dan atau kesehatannya berkenaan dengan !ungsi reproduksi wanita Pasal :3

ayat /4.

'ak khusus yang melekat pada diri wanita dikarenakan !ungsi reproduksinya,

dijamin dan dilindungi oleh hukum Pasal :3 ayat 24.

'ak dan tanggungjawab yang sama antara isteri dan suaminya dalam ikatan

perkawainan Pasal =14.

BAB III

PENU!UP

1.  A.

Kesimpulan

$esehatan reproduksi sangatlah penting untuk diketahui oleh para perempuan b akal

calon ibu ataupun laki-laki calon bapak. "leh karena itu bverdasarkan uraian di atas

dapat penulis simpulkan bahwa.

(27)

+e!inisi kesehatan sesuai dengan W'", kesehatan tidak hanya berkaitan

dengan kesehatan !isik, tetapi juga kesehatan mental dana sosial, ditambahkan

lagi sejak deklarasi (lma (ta-W'" dan )I5%64 dengan syart baru, yaitu

sehingga setiap orang akan mampu hidup produkti!, baik secara ekonomis

maupun sosial.

$esehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan !isik, mental, dan s osial

 yang utuh dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau kelemahan dalam

segala hal yang berhubungan dengan sistem reproduksi dan !ungsi-!ungsi

serta proses-prosesnya.

'ak reproduksi adalah bagian dari hak asasi yang meliputi hak setiap

pasangan dan individual untuk memutuskan secara bebas dan bertanggung

 jawab jumlah, jarak, dan waktu kelahiran anak, serta untuk memiliki

in!ormasi dan cara untuk melakukannya.

1.

B.

#aran

ntuk itu wawasan dan pengetahuan kesehatan reproduksi sangatlah penting untuk

 bisa dikuasai dan dimiliki oleh para perempuan dan laki-laki yang berumah tangga,

supaya kesejahtaraan dan kesehatan bisa tercapai dengan sempurna. "leh kerana itu

penulis memberi saran kepada para pihak yang terkait khususnya pemerintah, +inas

$esehatan untuk bisa memberikan pengetahuan dan wawasan tersebut kepada

khalayak masyarakat dengan cara sosialisasi, kegiatan tersebut mudah-mudahan

kesehatan reproduksi masyarakat bisa tercapai dan masyarakat lebih pintar dalam

menjaga kesehatannya.

DA%!AR PU#!AKA 

 Mona Isabella Saragih, Amkeb, SKM. Materi Kesehatan Reproduksi. Akademi

 Kebidanan YPIB Majalengka.

https://andoambenk.wordpress.com/kumpulan-makalah-kesehatan-masyarakat-2/kumpulan-makalah-kesehatan-masyarakat/

(28)

Referensi

Dokumen terkait

• Kesehatan Reproduksi (kespro) adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial yang utuh dalam segala hal yang berkaitan dengan fungsi, peran dan sistem reproduksi.. (

Kesehatan reproduksi adalah keadaan kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang

reproduksi menurut ICPD Kairo (1994) yaitu suatu keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bbas dari penyakit atau kecatatan dalam semua

Latar Belakang : Kesehatan reproduksi adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan system dan fungsi,

• Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 61 Tahun 2014, Kesehatan Reproduksi adalah keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata

Keadaan sejahtera fisik, mental dan social secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan system

Menurut WHO ( World Health Organization ) Kesehatan adalah suatu keadaan fisik, mental, dan sosial kesejahteraan dan bukan hanya tidak adanya penyakit atau

Keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem reproduksi, serta