• Tidak ada hasil yang ditemukan

ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Enies Nabila Fithri Tiara Sari1, Siti Hotijah2, Dwita Nurul Maulidyah3, Aulia Angelina4

1,4 Kelas 5A Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM

Jln. Ray Tlogomas No. 246 Tlogomas, Kec Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur 65144 INDONESIA

1201510070311038 ([email protected]) 2201510070311014 ([email protected]) 3201510070311012 ([email protected])

4201510070311042 ([email protected])

Intisari— Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas ilmu alamiah dasar secara lebih spesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.

Kata Kunci: Ilmu, Lingkungan, Teknologi, Pembangunan Lingkungan.

Abstrak— Natural science or often called natural science (natural science), is a knowledge that examines the symptoms in the universe, including on earth so that the concepts and principles are formed. In this discussion we will discuss basic natural science in a more spesisfik again, the discussion of science and technology. Technological developments occur because a person uses his mind and reason to solve every problem he faces. the amazing development of the world of science and technology has indeed brought tremendous benefits to the progress of human civilization. Despite the negative impacts or weaknesses of science and technology progress. But this seems to be neglected by humans, in fact no denying science and technology developed every time.

(2)

I. PENDAHULUAN Lingkungan berarti suatu tatnaan ruang yang melingkupi makhluk hidup. Jumlah penduduk sekitar 6.525.170.264 jiwa, bumi saat ini

tersebut adalah ledakan

jumlah penduduk,

menipisnya sumber daya alam (SDA), perubahan iklim global kepenuhan Flora dan Fauna, kerusakan habitat alam serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dengan

banyaknya jumlah

penduduk dengan

keterbatasan Sumber Daya Alam yang tersedia di alam maka akan membuat Manusia sadar bahwa kebutuhan yang

Oleh karena itu Paper ini ditulis dengan tujuan

untuk mengetahui

perkembangan Ilmu

Teknologi dan

Pengetahuan

Lingkungan yang akan di bahas dalam beberapa Sub Pembahasan antara

lain: keberlanjutan

pembangunan, mutu

lingkungan hidup

dengan resiko, kesadaran lingkungan, hubungan

lingkungan dengan

pembangunan dan

pencemaran serta

perusakan lingkungan

hidup oleh proses pembangunan.

II. PEMBAHASAN

A. Keberlanjutan karena mereka memiliki lingkungan fisik dan biologis di sekitar kita, aspek biologi, geologi, kimia, fisika meteorologi dan lainnya juga harus diperhatikan saat belajar

Ilmu Lingkungan.

Kopnen utama ilmu

lingkungan modern

melibatkan penanganan masalah lingkungan saat ini yang dibawa langsung oleh aktivitas manusia.

Salah satu aktifitas manusia itu merupakan Pembangunan

keberlanjutan untuk kesejahteraan hidup manusia itu sendiri. Ada berbagai definisi dari Pembangunan

Berkelanjutan. Tapi

semua definisi berfokus pada bagaimana agar perekonomian dapat tetap berlanjut dalam jangka panjang, terutama

untuk memberi

kesempatan pada

generasi yang akan

datang memperoleh

kehidupan yang lebih baik. World Commission on Environment and Development (WECD), sejak tahun 1987 memberikan deskripsi Pembangunan

Berkelanjutan sebagai

berikut: “Sustainable

development is

development that meets the needs of present generations without compromising the ability of future generations to meet their own needs“ yang berarti bahwa Pembangunan

berkelanjutan adalah

pembangunan yang

memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan

kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan

mereka). Dikatakan

berkelanjutan bila

jumlah total sumber daya - tenaga kerja, barang modal yang dapat diproduksi kembali, sumber daya alam, sumber daya yang habis pakai tidak berkurang

melindungi nilai jangka panjang dari lingkungan Hidup; itu menyediakan kerangka kerja untuk

integrasi kebijakan

lingkungan dan strategi pembangunan (Emas. 2015).

Sasaran pembangungan

berkelanjutan mencakup upaya untuk pemerataan

manfaat hasil-hasil

pembangunan antar

generasi (intergeneration equity), safeguarding

atau pengamanan

terhadap kelestarian sumber daya alam dan

lingkungan hidup,

pemanfaatan dan

pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi, mempertahankan

kesejahteraan rakyat

(masyarakat) yang

berkelanjutan, mempertahankan

manfaat pembangunan, menjaga mutu ataupun

kualitas kehidupan

manusia antar generasi. Strategi

pembangunan

berkelanjutan, meliputi

Pembangunan yang

menjamin pemerataan dan keadilan sosial,

pendekatan integratif, dan pembangunan yang mengapa pembangunan

ekonomi harus

berkelanjutan. Pertama

menyangkut alasan

moral. Generasi kini menikmati barang dan jasa yang dihasilkan dari sumber daya alam dan lingkungan sehingga secara moral perlu untuk memperhatikan

ketersediaan sumber daya alam tersebut untuk generasi mendatang.

Kewajiban moral

tersebut mencakup tidak mengekstraksi sumber daya alam yang dapat merusak lingkungan,

yang dapat

(3)

kesempatan bagi generasi mendatang

untuk menikmati

layanan yang sama. Kedua, menyangkut

alasan ekologi,

Keanekaragaman hayati misalnya, memiliki nilai ekologi yang sangat tinggi, oleh karena itu

aktivitas ekonomi

semestinya tidak

diarahkan pada kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan semata yang pada akhirnya dapat

mengancam fungsi

ekologi. Faktor ketiga, yang menjadi alasan perlunya

memperhatiakan aspek keberlanjutan adalah alasan ekonomi. Alasan dari sisi ekonomi memang masih terjadi perdebatan karena tidak

diketahui apakah

aktivitas ekonomi

selama ini sudah atau belum memenuhi kriteria keberlanjutan, seperti kita ketahui, bahwa

dimensi ekonomi

berkelanjutan sendiri

cukup kompleks,

sehingga sering aspek keberlanjutan dari sisi ekonomi ini hanya

dibatasi pada

pengukuran

kesejahteraan antar

generasi (intergeneration welfare maximization).

B. Mutu

Lingkungan Hidup dengan Resiko

Menurut Santoso (1999) mutu lingkungan diartikan sebagai kondisi

lingkungan dalam

hubungannya dengan

mutu hidup. Makin tinggi derajat mutu hidup dalam suatu lingkungan tertentu, makin tinggi pula derajat mutu lingkungan tersebut dan sebaliknya. Lingkungan hidup pada dasarnya merupakan suatu sistem komplek yang berada di luar individu yang mempengaruhi

pertumbuhan dan

perkembangan organisme.

Pembangunan, mutu lingkungan hidup serta pertumbuhan manusia memiliki

keterkaitan. Mutu

lingkungan hidup

mempengaruhi

kelangsungan hidup individu. Semakin baik mutu lingkungan hidup, semakin baik pula kelangsungan hidup

manusia. Namun,

pembangunan yang

dapat dilakukan manusia pun mempengaruhi mutu

lingkungan hidup,

sehingga pembangunan yang dilakukan manusia

tidak boleh

mengakibatkan turunnya mutu lingkungan hidup.

Kualitas

lingkungan diartikan

sebagai keadaan

lingkungan yang dapat

memberikan daya

dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup disuatu wilayah. Dalam

menjaga kualitas

lingkungan tentu

dibutuhkan suatu standar

penilaian mutu

lingkungan, agar dampak dari suatu pembangunan (penggunaan

materi/energi juga

pengolahan limbah hasil

dari produksi) tidak menyebabkan

kemerosotan kualitas hidup. Maka dibuatlah Baku mutu lingkungan hidup juga Nilai ambang batas. Nilai ambang batas adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman

pengendalian agar

tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-diidentikkan sebagai kadar maksimum zat Setiap ukuran pada Baku

Mutu Lingkungan

merupakan

KEWAJIBAN, dan Nilai Ambang Batas hanya

dalam penetapan BML). Namun setiap nilai pada Baku Mutu Lingkungan termasuk dalam NAB. Baku Mutu Lingkungan yang telah ditetapkan

oleh pemerintah,

bertujuan meminimalis

pencemaran dan

perusakan yang

diakibatkan oleh

kegiatan produksi dan proses pembangunan. Meskipun penetapan BML tidak menjamin suksesnya pelesatarian

lingkungan, namun

memberikan batasan dan aturan main bagi perusahaan- perusahaan

juga masyarakat, memerlukan perhatian khusus dari kita semua. Setiap orang diharapkan dapat berpartisipasi dan

bertanggung jawab

untuk mengatasinya. Secara sederhana, dengan memandang sekitar kita, maka terlihat banyak¬nya sampah yang dibiarkan berserakan di sepanjang jalan, di halaman rumah, di parit, di pasar- pasar atau tempat-tem¬pat

kosong sekitar

permukiman. Tumpukan sampah tersebut akan

menjadi tempat

bersarangnya lalat,

nyamuk dan binatang lain, mengeluarkan bau tidak enak, dan menjadi

sumber penyebaran

penyakit. Beberapa

daerah di perdesaan, terlihat semakin kritis dan gersangnya tanah serta perbukitan akibat penggundulan hutan dan semakin keruhnya air sungai karena erosi

tanah. Rendahnya

kesadaran masyarakat

tentang lingkungan

(4)

yang merugikan kita sendiri baik secara langsung mau¬pun tidak langsung. Penggundulan bukit dan pembabatan

hutan telah

mengakibatkan banjir pada musim hujan, tanah longsor, rusaknya panen, kebakaran hutan pada saat musim terjadinya

kemarau serta

kekeringan yang

berkepanjangan.

Melihat kenyataan dewasa ini, dimana Menurut Darsono (1992) ada beberapa hal yang seyogianya mendapat perhatian serius, antara

lain: Rendahnya

kesadaran masyarakat akan lingkungan, tidak tegasnya pemerintah melaksanakan peraturan atau belum lengkpanya perangkat perundangan

dan peningktan

kesadaran lingkungan.

C. Kesadaran

Lingkungan

Kesadaran

lingkungan ialah sebuah usaha melibatkan setiap warga Negara yang ada untuk menumbuhkan dan membina kesadaran

untuk melestarikan

lingkungan, berdasarkan tata nilai, yaitu tata nilai dari pada lingkungan itu sendiri dengan filsafat hidup secara dalam

dengan alam

lingkungannya (Syaprillah, 2016).

Tujuan

peningkatan kesadaran

lingkungan ialah,

memasyarakatkan

lingkungan hidup, jadi

bukan sekedar

menanamkan pengertian

masyarakat kepada

permasalahannya saja. Membangkitkan

partisipasi untuk ikut

dalam memelihara

kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan

masyarakat terbentuk karena pola perilaku yang bertanggung jawab pada lingkungan dan menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini. Kesadaran masyarakat

berkaitan dengan

kualitas lingkungan dan terpeliharanya sumber daya alam pada kondisi

kehidupan akan

menjamin keseimbangan dan keberlanjutan alam

dan lingkungannya.

Upaya menciptakan lingkungan yang sehat merupakan dasar adanya peningkatan kualitas

kehidupan manusia

(Junaedi, 2005).

D. Hubungan Pembangunan dengan

Pembangunan

Lingkungan hidup Indonesia sebagai suatu ekosistem terdiri atas

memanfaatkan secara terus – menerus sumber daya alam guna meningkatkan

kesejahteraan mutu

hidup rakyat. Sementara itu, ketersediaan sumber daya alam terbatas dan tidak merata, baik dalam jumlah maupun dalam

kualitas, sedangkan

permintaan akan sumber daya alam tersebut

makin meningkat

sebagai akibat karena meningkatnya kegiatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan beragam

bangsa. Namun pada sisi lain, pembangunan dapat menimbulkan

konsekuensi terhadap

lingkungan seperti

kerusakan dan

pencemaran, apalagi

dilakukan tanpa

perencanaan yang baik. Pada dasarnya,

pembangunan dan

lingkungan hidup

merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya dua sisi mata uang yang mempunyai nilai sama, karena sama

–sama mendukung pembangunan dapat

dirasakan oleh seluruh manusia. Tidak disadari

bahwa akibat

pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan akan berdampak pada

kerusakan dan/atau

pencemaran lingkungan.

Pembangunan yang

berkelanjutan harus

diarahkan agar

seminimal mungkin

berakibat rusaknya sadar dan terencana yang

memadukan aspek

lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan

untuk menjamin hidup generasi masa kini dan generasi masa sendiri. Tetapi kemudian muncul dua hal yang memiliki kemampuan untuk menggoncangkan keseimbangan

lingkungan hidup, yaitu: Perkembangan teknologi meningkatnya upaya pembangunanan dapat

menyebabkan akan

(5)

hidup. Keadaan ini mendorong

diperlukannya upaya-upaya pengendalian

dampak lingkungan

hidup sehinggga risiko terhadap lingkungan hidup dapat ditekan sekecil mungkin.

Pembangunan terjadi di banyak sektor, dan salah satunya adalah di sektor pariwisata. izin, yang salah satunya adalah izin lingkungan yaitu izin bagi kegiatan yang wajib memiliki AMDAL dalam rangka

perlindungan dan

pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin usaha dan atau kegiatan.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ) yang dalam

bahasa Inggris

diistilahkan dengan

Environmental Impact Assesment, telah luas dan digunakan oleh banyak negara sebagai suatu instrumen hukum

lingkungan untuk

mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat dari suatu mempelajari dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup dan

dampak lingkungan

hidup terhadap terhadap

pembangunan yang

didasarkan pada konsep ekologi pembangunan,

yang mempelajari

hubungan timbal balik antara pembangunan dan

lingkungan hidup

(Soemarwoto, 2004). Suatu rencana

kegiatan dapat

dinyatakan tidak layak

lingkungan, jika

berdasarkan hasil kajian

tentang AMDAL,

dampak negatif yang ditimbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif yang

tersebut dinyatakan tidak

layak lingkungan memfokuskan dirinya

pada program

pembangunan ke era industrialisasi, masalah

lingkungan hidup

merupakan masalah yang esensial dan perlu

mendapat perhatian

serius. Hal tersebut lebih

disebabkan akan

timbulnya berbagai

kepentingan antara kaum industriawan,

dampak industrialisasi. Fenomena yang terjadi dewasa ini adalah isu banyaknya masalah-masalah yang berkaitan

dengan lingkungan

hidup, baik terhadap pencemaran maupun kerusakan lingkungan

terutama yang

diakibatkan oleh

perbuatan manusia

ataupun kelompok

masyarakat disamping karena adanya bencana alam yang menambah

pencemaran dan

kerusakan lingkungan hidup menjadi semakin tidak terkendali.

Masyarakat sekitar daerah industri tentunya

menghendaki agar

lingkungan (ekologi) dimana dia berpijak tetap tidak berubah dan tidak tercemar. Disisi lain pengusaha acap kali bersikap ceroboh karena lebih mengutamakan

bisnis tanpa

memperdulikan faktor

lingkungan hidup

sehingga terjadinya

pencemaran dan

perusakan lingkungan hidup akibat dampak proses industri tidak dapat dihindari. Program pemerintah mengenai lingkungan hidup telah

diamanatkan dalam

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup, yang

menentukan bahwa

pengelolaan lingkungan

hidup adalah

pembangunan berkelanjutan,

dimaksudkan bukan

hanya dilakukan oleh pemerintah pusat akan tetapi juga oleh pemerintah daerah yang ada di Indonesia yang berkesinambungan dan tanpa mengurangi hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Sebagaimana diarahkan dalam GBHN Tahun 1988, pembangunan

industri merupakan

bagian dari

pembangunan ekonomi jangka panjang untuk Selanjutnya digariskan pula bahwa proses industrialisasi harus

mampu mendorong

berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja

baru, sumber

peningkatan ekspor dan penghematan devisa, penunjang pembangunan

daera, penunjang

pembangunan

sektor-sektor lain-lainya

sekaligus wahana

pengembangan dan

penguasaan teknologi. Industrialisasi

jawaban terhindarnyan

tekanan penduduk

(6)

satu sektor

pembangunan yang

sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkungan. Apabia hal ini tidak dapat perhatian serius maka ada kesan bahwa antara industri dan lingkungan hidup tidak berjalan seiring, dalam arti semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan hidup itu.

Industri yang

menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak begatif pula berupa

pencemaran dan

kerusakan lingkungan. Unsur – unsur pokok yang diperlukan untuk kegiatan industri antara lain adalah sumber daya alam (berupa bahan baku, energi dan air), sumberdaya manusia (berupa tenaga kerja peda berbagai tingkatan

pendidikan), serta

peralatan.

Kegiatan industri yang melibatkan unsure-unsur tesebut dapat menimbulkan dampak negative yang berupa:

Pandangan kurang

menyenangkan bagi

wilayah industry,

penurunan nilai tanah disekitar industry bagi pemukiman, timbuk kebisingan oleh operasi peralatan, bahan-bahan

bangunan yang

dikeluarkan oleh

industry dapat

menggnggu dan

mengotori udara, air dan tanah, serta timbulnya kecemburuan sosial.

Pada tahun 1953

penduduk yang

bermukim disekitar

Teluk Minamata, Jepang

mendapat wabah

penyakit neurologik yang berakhir dengan

kematian. Setelah

dilakukan penelitian terbukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh air raksa (Hg) yang terdapat di dalam limbah sebuah pabrik kimia. Air yang dikonsumsi tersebut pada tubuh manusia mengalami kenaikan kadar ambang batas

keracunan dan

mengakibatkan korban jiwa. Pencemaran itu

telah menyebabkan

penyakit keracunan yang

disebut penyakit

Minamata.

III.KESIMPULAN Ilmu

pengetahuan, teknologi,

kemiskinan adalah

sesuatu yang

bertentangan. Teknologi diciptakan oleh manusia demi kesejahteraan umat manusia dan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan arti menciptakan, mencari kesenangan manusia,

melindungi dari

malapetaka, kelaparan, melindungi dari bahaya kekejaman alam serta memenuhi kebutuhan pokok manusia.

Ilmu

pengetahuan, teknologi

serta kemiskinan

memiliki kaitan struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai IPTEK maka ia akan berkembang mengikuti era globalisasi

yang sudah modern ini. Bagi siapa saja yang tidak menguasai IPTEK maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini. Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang tertinggal dan tidak menguasai IPTEK maka

mungkin saja

masyarakat masih

terpuruk dalam

kemiskinan karena

mereka masih

menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan tidak efektif dan efisien lagi di zaman ini.

DAFTAR PUSTAKA

Andi Hamzah. 2005. Penegakan Hukum Lingkungan. Jakarta: Sinar Grafika, hal1. An-naf, Julissar. 2005.

Pembangunan Berkelanjutan dan Relevansinya untuk Indonesia. Jurnal Madani. Edisi I.

Darsono, Valentinus. 1992. Pengantar Ilmu Lingkungan. Yogyakarta: Penerbitan

Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Emas, Rachel. 2015.

The Concept of Sustainable Development: Definition and Defining

Principles. Brief for GSDR 2015. Jakarta: Mutiara Jakarta, hal 16.

Fauzi.A. 2004,

Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan,

Teori dan

Aplikasi. Jakarta: Gramedia Niat Beli Produk

Hijau: Studi

Schoch, R.M., & Yonavjak,L. 2012.

Environmental

Science fifth

edition. USA: Curior Company. Mohamamad Taufik

Makarao. 2011. Aspek-aspek Hukum Lingkungan. Jakarta : PT Indeks, hal 119.

Otto Soemarwoto.

2004. Ekologi,

Lingkungan

Hidup dan

Pembangunan. Jakarta:

(7)

01, Februari 2016 ISSN 2355-2883. Santoso, Budi. 1999.

Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Gunadarma. Sukanda Husin. 2009.

Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia.

Jakarta: Sinar Grafika, hal 96.

Syaprillah, Aditia.

2016. Hukum

(8)

PAPER KELOMPOK

PENGETAHUAN LINGKUNGAN

TOPIK: ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN

Disusun oleh: KELOMPOK 3 (TIGA)

DWITA NURUL MAULIDYAH 201510070311012

SITI HOTIJAH 201510070311014

ENIES NABILA FITHRI TIARA SARI 201510070311038

AULIA ANGELINA 201510070311042

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang penulis peroleh di lapangan, terdapat dua dampak positif dan satu dampak negatif yang ditimbulkan dari perkawinan endogami ( Siala

Teknologi gadget yang memiliki beragam manfaat dan kelebihan juga dapat mengakibatkan dampak positif dan negatif bagi pengguna. Dampak positif dari dari penggunaan

Dengan semakin berkembangnya zaman, banyak dampak positif yang dapat kita ambil tetapi cukup banyak pula dampak negatif yang ditimbulkan. Agar kita terjauh dari dampak nigatif

Memahami konsep Kimia dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari identifikasi manfaat positif dan dampak negatif dari bahan dan senyawa kimia pada produk, penggunaan metode ilmiah

2. Dampak yang dimaksud adalah dampak dari aktivitas pertambangan nikel baik itu dampak positif dan dampak negatif yang nantinya akan membawa perubahan terhadap kondisi sosial

Hal ini dapat memberikan dampak positif dan negatif bagi bangsa Indonesia.jika kita dapat memfilter dengan baik berbagai hal yang timbul dari dampak globalisasi tentunya

(2) dampak yang ditimbulkan dari konversi penggunaan lahan pertanian adalah dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif bagi kondisi sosial ekonomi petani

Di samping dampak positif yang ditimbulkan, ada dampak negatif yang muncul akibat penggunaan teknologi perkantoran yang membuat orang menjadi lebih ringan dalam bekerja?. Dampak