ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Enies Nabila Fithri Tiara Sari1, Siti Hotijah2, Dwita Nurul Maulidyah3, Aulia Angelina41,4 Kelas 5A Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UMM
Jln. Ray Tlogomas No. 246 Tlogomas, Kec Lowokwaru, Kota Malang Jawa Timur 65144 INDONESIA
1201510070311038 ([email protected]) 2201510070311014 ([email protected]) 3201510070311012 ([email protected])
4201510070311042 ([email protected])
Intisari— Ilmu alamiah atau sering disebut ilmu pengetahuan alam (natural science), merupakan pengetahuan yang mengkaji mengenai gejala-gejala dalam alam semesta, termasuk di muka bumi ini, sehingga terbentuk konsep dan prinsip. Pada pembahasan kali ini kami akan membahas ilmu alamiah dasar secara lebih spesisfik lagi, yaitu pembahasan mengenai ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatifnya atau kelemahan dari kemajuan IPTEK. Namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu.
Kata Kunci: Ilmu, Lingkungan, Teknologi, Pembangunan Lingkungan.
Abstrak— Natural science or often called natural science (natural science), is a knowledge that examines the symptoms in the universe, including on earth so that the concepts and principles are formed. In this discussion we will discuss basic natural science in a more spesisfik again, the discussion of science and technology. Technological developments occur because a person uses his mind and reason to solve every problem he faces. the amazing development of the world of science and technology has indeed brought tremendous benefits to the progress of human civilization. Despite the negative impacts or weaknesses of science and technology progress. But this seems to be neglected by humans, in fact no denying science and technology developed every time.
I. PENDAHULUAN Lingkungan berarti suatu tatnaan ruang yang melingkupi makhluk hidup. Jumlah penduduk sekitar 6.525.170.264 jiwa, bumi saat ini
tersebut adalah ledakan
jumlah penduduk,
menipisnya sumber daya alam (SDA), perubahan iklim global kepenuhan Flora dan Fauna, kerusakan habitat alam serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dengan
banyaknya jumlah
penduduk dengan
keterbatasan Sumber Daya Alam yang tersedia di alam maka akan membuat Manusia sadar bahwa kebutuhan yang
Oleh karena itu Paper ini ditulis dengan tujuan
untuk mengetahui
perkembangan Ilmu
Teknologi dan
Pengetahuan
Lingkungan yang akan di bahas dalam beberapa Sub Pembahasan antara
lain: keberlanjutan
pembangunan, mutu
lingkungan hidup
dengan resiko, kesadaran lingkungan, hubungan
lingkungan dengan
pembangunan dan
pencemaran serta
perusakan lingkungan
hidup oleh proses pembangunan.
II. PEMBAHASAN
A. Keberlanjutan karena mereka memiliki lingkungan fisik dan biologis di sekitar kita, aspek biologi, geologi, kimia, fisika meteorologi dan lainnya juga harus diperhatikan saat belajar
Ilmu Lingkungan.
Kopnen utama ilmu
lingkungan modern
melibatkan penanganan masalah lingkungan saat ini yang dibawa langsung oleh aktivitas manusia.
Salah satu aktifitas manusia itu merupakan Pembangunan
keberlanjutan untuk kesejahteraan hidup manusia itu sendiri. Ada berbagai definisi dari Pembangunan
Berkelanjutan. Tapi
semua definisi berfokus pada bagaimana agar perekonomian dapat tetap berlanjut dalam jangka panjang, terutama
untuk memberi
kesempatan pada
generasi yang akan
datang memperoleh
kehidupan yang lebih baik. World Commission on Environment and Development (WECD), sejak tahun 1987 memberikan deskripsi Pembangunan
Berkelanjutan sebagai
berikut: “Sustainable
development is
development that meets the needs of present generations without compromising the ability of future generations to meet their own needs“ yang berarti bahwa Pembangunan
berkelanjutan adalah
pembangunan yang
memenuhi kebutuhan generasi saat ini tanpa mengorbankan
kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan
mereka). Dikatakan
berkelanjutan bila
jumlah total sumber daya - tenaga kerja, barang modal yang dapat diproduksi kembali, sumber daya alam, sumber daya yang habis pakai tidak berkurang
melindungi nilai jangka panjang dari lingkungan Hidup; itu menyediakan kerangka kerja untuk
integrasi kebijakan
lingkungan dan strategi pembangunan (Emas. 2015).
Sasaran pembangungan
berkelanjutan mencakup upaya untuk pemerataan
manfaat hasil-hasil
pembangunan antar
generasi (intergeneration equity), safeguarding
atau pengamanan
terhadap kelestarian sumber daya alam dan
lingkungan hidup,
pemanfaatan dan
pengelolaan sumberdaya alam semata untuk kepentingan mengejar pertumbuhan ekonomi, mempertahankan
kesejahteraan rakyat
(masyarakat) yang
berkelanjutan, mempertahankan
manfaat pembangunan, menjaga mutu ataupun
kualitas kehidupan
manusia antar generasi. Strategi
pembangunan
berkelanjutan, meliputi
Pembangunan yang
menjamin pemerataan dan keadilan sosial,
pendekatan integratif, dan pembangunan yang mengapa pembangunan
ekonomi harus
berkelanjutan. Pertama
menyangkut alasan
moral. Generasi kini menikmati barang dan jasa yang dihasilkan dari sumber daya alam dan lingkungan sehingga secara moral perlu untuk memperhatikan
ketersediaan sumber daya alam tersebut untuk generasi mendatang.
Kewajiban moral
tersebut mencakup tidak mengekstraksi sumber daya alam yang dapat merusak lingkungan,
yang dapat
kesempatan bagi generasi mendatang
untuk menikmati
layanan yang sama. Kedua, menyangkut
alasan ekologi,
Keanekaragaman hayati misalnya, memiliki nilai ekologi yang sangat tinggi, oleh karena itu
aktivitas ekonomi
semestinya tidak
diarahkan pada kegiatan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan semata yang pada akhirnya dapat
mengancam fungsi
ekologi. Faktor ketiga, yang menjadi alasan perlunya
memperhatiakan aspek keberlanjutan adalah alasan ekonomi. Alasan dari sisi ekonomi memang masih terjadi perdebatan karena tidak
diketahui apakah
aktivitas ekonomi
selama ini sudah atau belum memenuhi kriteria keberlanjutan, seperti kita ketahui, bahwa
dimensi ekonomi
berkelanjutan sendiri
cukup kompleks,
sehingga sering aspek keberlanjutan dari sisi ekonomi ini hanya
dibatasi pada
pengukuran
kesejahteraan antar
generasi (intergeneration welfare maximization).
B. Mutu
Lingkungan Hidup dengan Resiko
Menurut Santoso (1999) mutu lingkungan diartikan sebagai kondisi
lingkungan dalam
hubungannya dengan
mutu hidup. Makin tinggi derajat mutu hidup dalam suatu lingkungan tertentu, makin tinggi pula derajat mutu lingkungan tersebut dan sebaliknya. Lingkungan hidup pada dasarnya merupakan suatu sistem komplek yang berada di luar individu yang mempengaruhi
pertumbuhan dan
perkembangan organisme.
Pembangunan, mutu lingkungan hidup serta pertumbuhan manusia memiliki
keterkaitan. Mutu
lingkungan hidup
mempengaruhi
kelangsungan hidup individu. Semakin baik mutu lingkungan hidup, semakin baik pula kelangsungan hidup
manusia. Namun,
pembangunan yang
dapat dilakukan manusia pun mempengaruhi mutu
lingkungan hidup,
sehingga pembangunan yang dilakukan manusia
tidak boleh
mengakibatkan turunnya mutu lingkungan hidup.
Kualitas
lingkungan diartikan
sebagai keadaan
lingkungan yang dapat
memberikan daya
dukung yang optimal bagi kelangsungan hidup disuatu wilayah. Dalam
menjaga kualitas
lingkungan tentu
dibutuhkan suatu standar
penilaian mutu
lingkungan, agar dampak dari suatu pembangunan (penggunaan
materi/energi juga
pengolahan limbah hasil
dari produksi) tidak menyebabkan
kemerosotan kualitas hidup. Maka dibuatlah Baku mutu lingkungan hidup juga Nilai ambang batas. Nilai ambang batas adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai pedoman
pengendalian agar
tenaga kerja masih dapat menghadapinya tanpa mengakibatkan penyakit atau gangguan kesehatan dalam pekerjaan sehari-diidentikkan sebagai kadar maksimum zat Setiap ukuran pada Baku
Mutu Lingkungan
merupakan
KEWAJIBAN, dan Nilai Ambang Batas hanya
dalam penetapan BML). Namun setiap nilai pada Baku Mutu Lingkungan termasuk dalam NAB. Baku Mutu Lingkungan yang telah ditetapkan
oleh pemerintah,
bertujuan meminimalis
pencemaran dan
perusakan yang
diakibatkan oleh
kegiatan produksi dan proses pembangunan. Meskipun penetapan BML tidak menjamin suksesnya pelesatarian
lingkungan, namun
memberikan batasan dan aturan main bagi perusahaan- perusahaan
juga masyarakat, memerlukan perhatian khusus dari kita semua. Setiap orang diharapkan dapat berpartisipasi dan
bertanggung jawab
untuk mengatasinya. Secara sederhana, dengan memandang sekitar kita, maka terlihat banyak¬nya sampah yang dibiarkan berserakan di sepanjang jalan, di halaman rumah, di parit, di pasar- pasar atau tempat-tem¬pat
kosong sekitar
permukiman. Tumpukan sampah tersebut akan
menjadi tempat
bersarangnya lalat,
nyamuk dan binatang lain, mengeluarkan bau tidak enak, dan menjadi
sumber penyebaran
penyakit. Beberapa
daerah di perdesaan, terlihat semakin kritis dan gersangnya tanah serta perbukitan akibat penggundulan hutan dan semakin keruhnya air sungai karena erosi
tanah. Rendahnya
kesadaran masyarakat
tentang lingkungan
yang merugikan kita sendiri baik secara langsung mau¬pun tidak langsung. Penggundulan bukit dan pembabatan
hutan telah
mengakibatkan banjir pada musim hujan, tanah longsor, rusaknya panen, kebakaran hutan pada saat musim terjadinya
kemarau serta
kekeringan yang
berkepanjangan.
Melihat kenyataan dewasa ini, dimana Menurut Darsono (1992) ada beberapa hal yang seyogianya mendapat perhatian serius, antara
lain: Rendahnya
kesadaran masyarakat akan lingkungan, tidak tegasnya pemerintah melaksanakan peraturan atau belum lengkpanya perangkat perundangan
dan peningktan
kesadaran lingkungan.
C. Kesadaran
Lingkungan
Kesadaran
lingkungan ialah sebuah usaha melibatkan setiap warga Negara yang ada untuk menumbuhkan dan membina kesadaran
untuk melestarikan
lingkungan, berdasarkan tata nilai, yaitu tata nilai dari pada lingkungan itu sendiri dengan filsafat hidup secara dalam
dengan alam
lingkungannya (Syaprillah, 2016).
Tujuan
peningkatan kesadaran
lingkungan ialah,
memasyarakatkan
lingkungan hidup, jadi
bukan sekedar
menanamkan pengertian
masyarakat kepada
permasalahannya saja. Membangkitkan
partisipasi untuk ikut
dalam memelihara
kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan
masyarakat terbentuk karena pola perilaku yang bertanggung jawab pada lingkungan dan menghormati eksistensi makhluk lain di bumi ini. Kesadaran masyarakat
berkaitan dengan
kualitas lingkungan dan terpeliharanya sumber daya alam pada kondisi
kehidupan akan
menjamin keseimbangan dan keberlanjutan alam
dan lingkungannya.
Upaya menciptakan lingkungan yang sehat merupakan dasar adanya peningkatan kualitas
kehidupan manusia
(Junaedi, 2005).
D. Hubungan Pembangunan dengan
Pembangunan
Lingkungan hidup Indonesia sebagai suatu ekosistem terdiri atas
memanfaatkan secara terus – menerus sumber daya alam guna meningkatkan
kesejahteraan mutu
hidup rakyat. Sementara itu, ketersediaan sumber daya alam terbatas dan tidak merata, baik dalam jumlah maupun dalam
kualitas, sedangkan
permintaan akan sumber daya alam tersebut
makin meningkat
sebagai akibat karena meningkatnya kegiatan pembangunan untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang semakin meningkat dan beragam
bangsa. Namun pada sisi lain, pembangunan dapat menimbulkan
konsekuensi terhadap
lingkungan seperti
kerusakan dan
pencemaran, apalagi
dilakukan tanpa
perencanaan yang baik. Pada dasarnya,
pembangunan dan
lingkungan hidup
merupakan suatu hal yang tidak dapat dipisahkan sebagaimana halnya dua sisi mata uang yang mempunyai nilai sama, karena sama
–sama mendukung pembangunan dapat
dirasakan oleh seluruh manusia. Tidak disadari
bahwa akibat
pembangunan yang tidak berwawasan lingkungan akan berdampak pada
kerusakan dan/atau
pencemaran lingkungan.
Pembangunan yang
berkelanjutan harus
diarahkan agar
seminimal mungkin
berakibat rusaknya sadar dan terencana yang
memadukan aspek
lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan
untuk menjamin hidup generasi masa kini dan generasi masa sendiri. Tetapi kemudian muncul dua hal yang memiliki kemampuan untuk menggoncangkan keseimbangan
lingkungan hidup, yaitu: Perkembangan teknologi meningkatnya upaya pembangunanan dapat
menyebabkan akan
hidup. Keadaan ini mendorong
diperlukannya upaya-upaya pengendalian
dampak lingkungan
hidup sehinggga risiko terhadap lingkungan hidup dapat ditekan sekecil mungkin.
Pembangunan terjadi di banyak sektor, dan salah satunya adalah di sektor pariwisata. izin, yang salah satunya adalah izin lingkungan yaitu izin bagi kegiatan yang wajib memiliki AMDAL dalam rangka
perlindungan dan
pengelolaan lingkungan hidup sebagai prasyarat memperoleh izin usaha dan atau kegiatan.
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL ) yang dalam
bahasa Inggris
diistilahkan dengan
Environmental Impact Assesment, telah luas dan digunakan oleh banyak negara sebagai suatu instrumen hukum
lingkungan untuk
mencegah terjadinya pencemaran lingkungan akibat dari suatu mempelajari dampak pembangunan terhadap lingkungan hidup dan
dampak lingkungan
hidup terhadap terhadap
pembangunan yang
didasarkan pada konsep ekologi pembangunan,
yang mempelajari
hubungan timbal balik antara pembangunan dan
lingkungan hidup
(Soemarwoto, 2004). Suatu rencana
kegiatan dapat
dinyatakan tidak layak
lingkungan, jika
berdasarkan hasil kajian
tentang AMDAL,
dampak negatif yang ditimbulkannya tidak dapat ditanggulangi oleh teknologi yang tersedia. Demikian juga, jika biaya yang diperlukan untuk menanggulangi dampak negatif yang
tersebut dinyatakan tidak
layak lingkungan memfokuskan dirinya
pada program
pembangunan ke era industrialisasi, masalah
lingkungan hidup
merupakan masalah yang esensial dan perlu
mendapat perhatian
serius. Hal tersebut lebih
disebabkan akan
timbulnya berbagai
kepentingan antara kaum industriawan,
dampak industrialisasi. Fenomena yang terjadi dewasa ini adalah isu banyaknya masalah-masalah yang berkaitan
dengan lingkungan
hidup, baik terhadap pencemaran maupun kerusakan lingkungan
terutama yang
diakibatkan oleh
perbuatan manusia
ataupun kelompok
masyarakat disamping karena adanya bencana alam yang menambah
pencemaran dan
kerusakan lingkungan hidup menjadi semakin tidak terkendali.
Masyarakat sekitar daerah industri tentunya
menghendaki agar
lingkungan (ekologi) dimana dia berpijak tetap tidak berubah dan tidak tercemar. Disisi lain pengusaha acap kali bersikap ceroboh karena lebih mengutamakan
bisnis tanpa
memperdulikan faktor
lingkungan hidup
sehingga terjadinya
pencemaran dan
perusakan lingkungan hidup akibat dampak proses industri tidak dapat dihindari. Program pemerintah mengenai lingkungan hidup telah
diamanatkan dalam
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Lingkungan Hidup, yang
menentukan bahwa
pengelolaan lingkungan
hidup adalah
pembangunan berkelanjutan,
dimaksudkan bukan
hanya dilakukan oleh pemerintah pusat akan tetapi juga oleh pemerintah daerah yang ada di Indonesia yang berkesinambungan dan tanpa mengurangi hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Sebagaimana diarahkan dalam GBHN Tahun 1988, pembangunan
industri merupakan
bagian dari
pembangunan ekonomi jangka panjang untuk Selanjutnya digariskan pula bahwa proses industrialisasi harus
mampu mendorong
berkembangnya industri sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan kerja
baru, sumber
peningkatan ekspor dan penghematan devisa, penunjang pembangunan
daera, penunjang
pembangunan
sektor-sektor lain-lainya
sekaligus wahana
pengembangan dan
penguasaan teknologi. Industrialisasi
jawaban terhindarnyan
tekanan penduduk
satu sektor
pembangunan yang
sangat potensial untuk merusak dan mencemari lingkungan. Apabia hal ini tidak dapat perhatian serius maka ada kesan bahwa antara industri dan lingkungan hidup tidak berjalan seiring, dalam arti semakin maju industri maka semakin rusak lingkungan hidup itu.
Industri yang
menggunakan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup manusia akan memberikan dampak begatif pula berupa
pencemaran dan
kerusakan lingkungan. Unsur – unsur pokok yang diperlukan untuk kegiatan industri antara lain adalah sumber daya alam (berupa bahan baku, energi dan air), sumberdaya manusia (berupa tenaga kerja peda berbagai tingkatan
pendidikan), serta
peralatan.
Kegiatan industri yang melibatkan unsure-unsur tesebut dapat menimbulkan dampak negative yang berupa:
Pandangan kurang
menyenangkan bagi
wilayah industry,
penurunan nilai tanah disekitar industry bagi pemukiman, timbuk kebisingan oleh operasi peralatan, bahan-bahan
bangunan yang
dikeluarkan oleh
industry dapat
menggnggu dan
mengotori udara, air dan tanah, serta timbulnya kecemburuan sosial.
Pada tahun 1953
penduduk yang
bermukim disekitar
Teluk Minamata, Jepang
mendapat wabah
penyakit neurologik yang berakhir dengan
kematian. Setelah
dilakukan penelitian terbukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh air raksa (Hg) yang terdapat di dalam limbah sebuah pabrik kimia. Air yang dikonsumsi tersebut pada tubuh manusia mengalami kenaikan kadar ambang batas
keracunan dan
mengakibatkan korban jiwa. Pencemaran itu
telah menyebabkan
penyakit keracunan yang
disebut penyakit
Minamata.
III.KESIMPULAN Ilmu
pengetahuan, teknologi,
kemiskinan adalah
sesuatu yang
bertentangan. Teknologi diciptakan oleh manusia demi kesejahteraan umat manusia dan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan arti menciptakan, mencari kesenangan manusia,
melindungi dari
malapetaka, kelaparan, melindungi dari bahaya kekejaman alam serta memenuhi kebutuhan pokok manusia.
Ilmu
pengetahuan, teknologi
serta kemiskinan
memiliki kaitan struktur yang jelas, sebab bagi siapa saja yang dapat menguasai IPTEK maka ia akan berkembang mengikuti era globalisasi
yang sudah modern ini. Bagi siapa saja yang tidak menguasai IPTEK maka ia akan tertinggal jauh oleh pesatnya perkembangan teknologi di zaman ini. Bila di zaman yang modern ini masih ada masyarakat yang tertinggal dan tidak menguasai IPTEK maka
mungkin saja
masyarakat masih
terpuruk dalam
kemiskinan karena
mereka masih
menggunakan cara lama yang sudah tertinggal dan tidak efektif dan efisien lagi di zaman ini.
DAFTAR PUSTAKA
Andi Hamzah. 2005. Penegakan Hukum Lingkungan. Jakarta: Sinar Grafika, hal1. An-naf, Julissar. 2005.
Pembangunan Berkelanjutan dan Relevansinya untuk Indonesia. Jurnal Madani. Edisi I.
Darsono, Valentinus. 1992. Pengantar Ilmu Lingkungan. Yogyakarta: Penerbitan
Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Emas, Rachel. 2015.
The Concept of Sustainable Development: Definition and Defining
Principles. Brief for GSDR 2015. Jakarta: Mutiara Jakarta, hal 16.
Fauzi.A. 2004,
Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan,
Teori dan
Aplikasi. Jakarta: Gramedia Niat Beli Produk
Hijau: Studi
Schoch, R.M., & Yonavjak,L. 2012.
Environmental
Science fifth
edition. USA: Curior Company. Mohamamad Taufik
Makarao. 2011. Aspek-aspek Hukum Lingkungan. Jakarta : PT Indeks, hal 119.
Otto Soemarwoto.
2004. Ekologi,
Lingkungan
Hidup dan
Pembangunan. Jakarta:
01, Februari 2016 ISSN 2355-2883. Santoso, Budi. 1999.
Ilmu Lingkungan Industri. Jakarta: Universitas Gunadarma. Sukanda Husin. 2009.
Penegakan Hukum Lingkungan Indonesia.
Jakarta: Sinar Grafika, hal 96.
Syaprillah, Aditia.
2016. Hukum
PAPER KELOMPOK
PENGETAHUAN LINGKUNGAN
TOPIK: ILMU TEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN
Disusun oleh: KELOMPOK 3 (TIGA)
DWITA NURUL MAULIDYAH 201510070311012
SITI HOTIJAH 201510070311014
ENIES NABILA FITHRI TIARA SARI 201510070311038
AULIA ANGELINA 201510070311042
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN