Judul : Peran Orang Tua (Lini Pertama) terhadap Konsekuensi Pendidikan Seksual pada Anak Usia Dini sebagai Tombak Utama Masa Depan Bangsa
Pendidikan Seksual (sex education) adalah suatu pengetahuan tentang kesehatan reproduksi secara keseluruhan, mencakup pertumbuhan dan perkembangan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan hingga bagaimana fungsi kelamin sebagai alat reproduksi pada manusia. Pendidikan seksual merupakan pelajaran penting yang harus diberikan sejak dini pada anak. Hal ini bertujuan agar anak memiliki pegangan dan bekal ilmu sebelum akhirnya mereka mencari tahu sendiri serta mengarahkan kepada anak agar memiliki perilaku seksual yang sehat di kemudian hari.
Hasil penelitian yang dikutip dari sebuah Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan mengenai Pendidikan Seks pada Usia Dini oleh Moh. Roqib (2013) menunjukkan bahwa 97,05% mahasiswa di Yogyakarta telah kehilangan keperawanannya. Fakta yang sangat memprihatinkan melihat kondisi remaja saat ini yang tengah terancam dalam mempertahankan kesucian dirinya baik karena paksaan atau karena sama-sama suka saat melakukannya (free sex). Meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada remaja merupakan bukti nyata implikasi karena kurangnya pengetahuan anak mengenai pendidikan seks yang seharusnya mereka peroleh pertama kali dari orang tua. Akan tetapi persepsi masyarakat Indonesia mengenai pendidikan seksual masih dianggap tabu untuk dibicarakan bersama anak. Sehingga orang tua lebih memilih untuk menyerahkan pendidikan seksual kepada pihak sekolah sebagai sumber ilmu bagi anaknya. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Bennet dan Dickinson (2012) menyebutkan bahwa sebagian besar remaja memilih untuk mendapatkan pendidikan seksual dini dari orang tua, namun karena orang tua kurang tahu dan bahkan tidak menjelaskan secara detail, maka mereka mencari informasi seks melalui teman maupun kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab sehingga mereka dapat memperoleh informasi tersebut.
antara dirinya dengan temannya yang berbeda jenis kelamin. Ketika memasuki umur 4 tahun, anak akan merasakan nikmat ketika alat kelaminnya disentuh atau diraba. Anak pun mulai suka membandingkan alat kelamin miliknya dengan temannya yang lain. Tahap ke empat yaitu talency stage, fase laten yang umumnya berlangsung pada usia 6-10 tahun. Anak cenderung menekan seluruh keinginan erotisnya hingga nanti mencapai usia pubertas. Pada tahap ini ketertarikan anak pada seksualitas biasanya akan dikalahkan dengan keingintahuannya yang lebih tinggi tentang hal-hal lain yang bersifat ilmiah dan sains. Tahap ke lima yaitu genital stage, merupakan tahap akhir dari keseluruhan proses perkembangan seksual seorang anak. Masa ini menandai puncak perkembangan dan kematangan seksual akan terpusat pada daerah genital. Masa ini dikenal dengan istilah pubertas yang ditandai dengan terjadinya perubahan fisiologi dan hormonal secara revolusioner. Dalam memberikan pendidikan seks peran orang tua memegang peran utama dan harus dilakukan secara bertahap sesuai dengan fase perkembangannya, sebagaimana teori Sigmeund Freud. Apabila hal tersebut dilakukan, maka saat anak beranjak dewasa mereka tidak akan mencari penjelasan dari lingkungan sekitar yang terkadang menyesatkan (Andika, 2010).
Reproduksi memungkinkan kelangsungan hidup suatu spesies. Manusia, hewan, dan tumbuhan dapat berkembang biak karena peran reproduksi. Pendidikan seks dan pendidikan kesehatan reproduksi penting diberikan melalui keluarga maupun kurikulum sekolah.
DAFTAR PUSTAKA
Andika, Alya. 2010. Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta : Pustaka Anggrek.
Benneth, S.M and Dickinson, W.B. 2012. Student Parent Rapport and Parent Involvement In Sex, Birth Control, and Veneral Disease Education. The Journal of Sex Research. 16. 114-130.
Laura, Lindberg Duberstein, Issac Maddow Zimet. 2012. Consequences of Sex Education on Teen and Young Adult Sexual Behaviors and Outcomes. Journal of adolecsent Health Website.
Martini, J. Perkembangan Pengembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak: pedoman bagi orang tua dan guru. 2006. Jakarta: PT Grasindo.
Moh. Roqib. 2013. Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini. Jurnal Pemikiran Alternatif Pendidikan. Vol. 13 No. 2. P3M STAIN Purwokerto.