• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengangguran inflasi dan kebijakan pemer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengangguran inflasi dan kebijakan pemer"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

 Pengangguran normal (Friksional)

 Pengangguran siklikal

 Pengangguran struktural

(3)

 Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja (full employment)

 Para penganggur tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, tetapi karena sedang

(4)

 Diakibatkan karena berkurangnya permintaan agregat (AD) yang

(5)

 Disebabkan karena perubahan struktur ekonomi. Contoh:adanya barang baru

yang lebih baik, ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara

lain. Kemerosotan itu akan

menyebabkan kegiatan produksi dalam industri turun, pekerja terpaksa

(6)

 Pengangguran dapat ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia

(Pengangguran diakibatkan oleh karena mesin dan kemajuan teknologi).

(7)

 Pengangguran terbuka

 Pengangguran tersembunyi

 Pengangguran bermusim

(8)

 Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan

pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan TK

(9)

 Di banyak NSB, seringkali didapati

jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan kegiatannya dengan

efisien. Kelebihan TK yang digunakan digolongkan dalam pengangguran

tersembunyi.

(10)

 Pengangguran yang terjadi terutama di sektor pertanian dan perikanan

 Contoh: pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat

(11)

 Orang yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja penuh waktu dan jam kerja jauh lebih rendah dari yang

normal. Mereka mungkin bekerja hanya satu hingga dua hari seminggu atau

(12)

 Inflasi tarika permintaan (Demand Pull Inflation)

 Inflasi desakan Biaya (Cost Push Inflation)

(13)

 Inflasi ini bisa terjadi pada masa

perekonomian yang berkembang pesat. Kesempatan kerja yang tinggi

menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan

pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan

(14)

 Demand pull inflation juga bisa terjadi

pada masa perang atau ketidakstabilan politik yang terus menerus.

 Pada masa ini pemerintah belanja

melebihi pajak yang dipungutnya. Untuk membiayai kelebihan pengeluaran,

pemerintah terpaksa mencetak uang atau meminjam dari bank sentral.

Pengeluaran pemerintah yang berlebihan menyebabkan permintaan agregat

(15)

 Apabila perusahaan-perusahaan masih

menghadapi permintaan yang

bertambah, mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara

memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerja baru dengan tawaran

pembayaran yang lebih tinggi. Langkah ini mengakibatkan biaya produksi

meningkat yang akhirnya akan

(16)

 Inflasi yang bersumber dari kenaikan barang-barang impor.

 Inflasi ini akan terjadi apabila barang-barang impor mengalami kenaikan harga dan mempunyai peran penting

dalam kegiatan pengeluran perusahaan.  Contoh: efek kenaikan harga minyak

kepada negara-negara barat dan

(17)

 Inflasi Merayap (galloping)

 Inflasi sederhana (moderate)

(18)

 Proses kenaikan harga-harga yang lambat jalannya

(19)

 Inflasi mencapai 5 % - 10 % setahun

 Inflasi yang tidak mudah dikendalikan. Negara-negara tidak menghadapi

hiperinflasi akan tetapi juga tidak

(20)

 Inflasi dimana proses kenaikan

harga-harga sangat cepat, yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua atau

beberapa kali lipat dalam masa yang singkat

Referensi

Dokumen terkait

(2) Pejabat yang mewakili dukuh yang berhalangan sementara karena alasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf d berasal dari perangkat

Metode sangat mempengaruhi proses pembelajaran, salah satu metode yang bisa digunakan agar siswa tidak lagi bosan dalam belajar adalah menggunakan metode

Perawatan metode lekat atau metode kanguru merupakan metode perawatan kontak dari kulit ke kulit (skin to skin) yang dilakukan secara langsung dengan meletakkan bayi

Penelitian ini dilaksanakan pada pokok bahasan teknik dasar passing bola basket chest pass dan over head pass di kelas VIIF SMP Negeri 7 Singaraja, sehingga untuk memperoleh

Berdasarkan data epidemiologi diketahui kurang lebih 20% dari perokok memiliki risiko delapan kali menjadi penyalahguna NAPZA, dan berisiko sebelas kali untuk menjadi peminum berat

Menguji Analisis Pengaruh Kualitas Aset, Likuiditas, Rentabilitas, dan Efisiensi Terhadap Rasio Kecukupan Modal Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta.

Deis dan Groux (1992) dalam Nurul (2015) mengemukakan 4 hal yang memiliki hubungan dengan kualitas audit yaitu: (1) lama waktu auditor melakukan pemeriksaan terhadap suatu

Berangkat dari karya “Ranggalawe Gugur” susunan Sunarno Purwolelono, penyaji bekerjasama dengan David Bima Sakti Perdana, mahasiswa jurusan tari ISI Surakarta yang