Pengangguran normal (Friksional)
Pengangguran siklikal
Pengangguran struktural
Pengangguran sebanyak dua atau tiga persen dari jumlah tenaga kerja (full employment)
Para penganggur tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh pekerjaan, tetapi karena sedang
Diakibatkan karena berkurangnya permintaan agregat (AD) yang
Disebabkan karena perubahan struktur ekonomi. Contoh:adanya barang baru
yang lebih baik, ekspor produksi industri sangat menurun oleh karena persaingan yang lebih serius dari negara-negara
lain. Kemerosotan itu akan
menyebabkan kegiatan produksi dalam industri turun, pekerja terpaksa
Pengangguran dapat ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia
(Pengangguran diakibatkan oleh karena mesin dan kemajuan teknologi).
Pengangguran terbuka
Pengangguran tersembunyi
Pengangguran bermusim
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan
pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan TK
Di banyak NSB, seringkali didapati
jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya dapat menjalankan kegiatannya dengan
efisien. Kelebihan TK yang digunakan digolongkan dalam pengangguran
tersembunyi.
Pengangguran yang terjadi terutama di sektor pertanian dan perikanan
Contoh: pada musim hujan penyadap karet dan nelayan tidak dapat
Orang yang tidak menganggur, tetapi tidak pula bekerja penuh waktu dan jam kerja jauh lebih rendah dari yang
normal. Mereka mungkin bekerja hanya satu hingga dua hari seminggu atau
Inflasi tarika permintaan (Demand Pull Inflation)
Inflasi desakan Biaya (Cost Push Inflation)
Inflasi ini bisa terjadi pada masa
perekonomian yang berkembang pesat. Kesempatan kerja yang tinggi
menciptakan tingkat pendapatan yang tinggi dan selanjutnya menimbulkan
pengeluaran yang melebihi kemampuan ekonomi mengeluarkan barang dan
Demand pull inflation juga bisa terjadi
pada masa perang atau ketidakstabilan politik yang terus menerus.
Pada masa ini pemerintah belanja
melebihi pajak yang dipungutnya. Untuk membiayai kelebihan pengeluaran,
pemerintah terpaksa mencetak uang atau meminjam dari bank sentral.
Pengeluaran pemerintah yang berlebihan menyebabkan permintaan agregat
Apabila perusahaan-perusahaan masih
menghadapi permintaan yang
bertambah, mereka akan berusaha menaikkan produksi dengan cara
memberikan gaji dan upah yang lebih tinggi kepada pekerjanya dan mencari pekerja baru dengan tawaran
pembayaran yang lebih tinggi. Langkah ini mengakibatkan biaya produksi
meningkat yang akhirnya akan
Inflasi yang bersumber dari kenaikan barang-barang impor.
Inflasi ini akan terjadi apabila barang-barang impor mengalami kenaikan harga dan mempunyai peran penting
dalam kegiatan pengeluran perusahaan. Contoh: efek kenaikan harga minyak
kepada negara-negara barat dan
Inflasi Merayap (galloping)
Inflasi sederhana (moderate)
Proses kenaikan harga-harga yang lambat jalannya
Inflasi mencapai 5 % - 10 % setahun
Inflasi yang tidak mudah dikendalikan. Negara-negara tidak menghadapi
hiperinflasi akan tetapi juga tidak
Inflasi dimana proses kenaikan
harga-harga sangat cepat, yang menyebabkan tingkat harga menjadi dua atau
beberapa kali lipat dalam masa yang singkat