PROFIL KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA KELAS VIII MTs SULTAN AGUNG JABALSARI DALAM MEMAHAMI POKOK BAHASAN GARIS SINGGUNG LINGKARAN BERDASARKAN KEMAMPUAN MATEMATIKA - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Teks penuh

(1)

A. Pola/ Jenis Penelitian

1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan yang peneliti gunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif. Pendekatan penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, presepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain. Secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah.1 Menurut moleong, ada sebelas karakteristik penelitian kualitatif yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut: (1) latar alamiah, (2) manusia sebagai alat/ instrument, (3) metode kualitatif, (4) Analisis data secara induktif, (5) teori dari dasar (grounded theory). (6) deskriptif, (7) lebih mementingkan proses daripada hasil, (8) adanya batasan yang ditentukan oleh fokus, (9) adanya kriteria khusus untuk keabsahan data. (10) desain yang bersifat sementara. (11) hasil penelitian di rundingkan dan disepakati bersama.2

Penelitian ini berusaha untuk mengungkapkan secara mendalam kemampuan komunikasi matematika siswa dalam memahami pokok bahasan garis singgung lingkaran serta strategi-strategi kognitif yang digunakan siswa dalam

1

Lexy J Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hal. 6

2Ibid

(2)

menyelesaikan soal-soal yang terkait dengan lingkaran. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini bersifat deskriptif, yaitu penjelasan secara aktual bagaimanakah strategi-strategi kognitif yang dipakai siswa dalam menyelesaikan soal-soal tentang lingkaran serta penjelasan bagaimanakah profil kemampuan matematika siswa dalam memahami garis singgung lingkaran berdasarkan kemampuan matematika.

2. Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi data tentang fenomena yang diteliti, misalnya kondisi sesuatu atau kejadian, atau faktor-faktor penyebab terjadinya sesuatu.3 Sedangkan menurut Sukardi penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasi objek sesuai dengan apa adanya.4 Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik objek atau subjek yang diteliti secara tepat.5

Penelitian deskriptif juga dapat dikembangkan kearah penelitian naturalistik yang menggunakan kasus yang spesifik melalui deskriptif mendalam atau penelitian dengan setting alami dengan pendekatan fenomenologis dan dilaporkan secara thick deskription (deskriptif mendalam).6 Berdasarkan pemaparan tersebut, penelitian deskriptif merupakan penelian yang berusaha untuk memaparkan suatu

3

Zainal Aqib, Penelitian Tindakan Kelas. (Bandung: Yrama Widya, 2006), hal. 14 4

Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya. (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2003), hal. 157

5Ibid

., hal. 157 6Ibid.

(3)

gejala atau keadaan secara sistematis sehingga objek penelitian menjadi jelas. Selain itu, peneliti juga membuat instrumen penelitian yaitu berupa soal tes dan pedoman wawancara yang dapat menilai tahap/ tingkat kemampuan komunikasi matematika siswa dalam menyelesaikan soal matematika pada materi garis singgung lingkaran.

B. Lokasi Penenlitian

Lokasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu MTs Sultan Agung Desa Jabalsari kecamatan Sumbergempol kabupaten Tulungagung, dengan pertimbangan sebagai berikut.

1. Penelitian terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa, diperlukan belajar matematika khususnya dalam pemecahan masalah pada soal-soal yang berkaitan dengan materi garis singgung lingkaran untuk mengungkapkan secara mendalam profil kemampuan komunikasi matematika yang dimiliki siswa berkemampuan matematika sedang dan rendah.

(4)

C. Kehadiran Peneliti

Pada penelitian ini kehadiran peneliti mutlak diperlukan karena peneliti merupakan instrumen utama.7 Peneliti sebagai instrumen utama yang dimaksud adalah peneliti bertindak sebagai pengamat, pewawancara, pengumpul data, sekaligus pembuat laporan sehingga kehadiran peneliti mutlak diperlukan. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan pihak sekolah mulai dari kepala sekolah, guru dan siswa khususnya kelas untuk mengumpulan data sebanyak-banyaknya.

Peneliti bertindak sebagai pengumpul data secara langsung dan secara penuh. Peneliti akan mengumpulkan semua data yang diperlukan subjek, yaitu obervasi, data dari hasil tes tertulis, dan hasil wawancara secara mendalam untuk mengetahui komunikasi matematika siswa berdasarkan kemampuan matematika. Dalam penelitian ini, langkah awal yang dilakukan yaitu melakukan observasi di MTs Sultan Agung Jabalsari

D. Data dan Sumber Data

1. Data

Menurut Tatag data dapat saja merupakan informasi yang dikuantitatifkan dan diperlukan untuk menjawab masalah penelitian atau menguji hipotesis yang dirumuskan.8 Data yang disajikan dalam penelitian ini adalah hasil pekerjaan siswa dalam mengikuti tes tulis dan hasil wawancara secara mendalam yang digunakan peneliti untuk memperjelas profil kemampuan komunikasi matematika yang akan dicapai siswa pada materi garis singgung lingkaran, sehingga dapat

7Ibid. , hal. 9 8

(5)

diketahui gambaran kemampuan komunikasi matematis siswa berkemampuan tinggi, siswa berkemampuan sedang, dan rendah dalam menyelesaikan soal-soal garis singgung lingkaran. Oleh karena itu data yang terkumpul berupa:

1) Jawaban tertulis dari siswa dalam bentuk penyelesaian soal-soal tentang pokok bahasan garis singgung lingkaran.

2) Kumpulan data atau pernyataan verbal dari siswa yang diperoleh dari hasil wawancara antara peneliti dengan subyek penelitian.

3) Hasil pengamatan (observasi) terhadap siswa selama penelitian berlangsung. 2. Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-C MTs Sultan Agung Jabalsari, guru bidang studi matematika, dan semua pihak yang terkait dalam penelitian ini. Sumber data akan diambil dari informasi-informasi yang terkait dengan penelitian ini, seperti 6 orang siswa kelas VIII C yang diberi soal tes tentang panjang garis singgung lingkaran dan diwawancarai mengenai hasil pengerjaan soal-soal mereka. Siswa siswi tersebut terdiri 2 siswa berkemampuan tinggi, 2 siswa berkemampuan sedang dan 2 siswa berkemampuan rendah.

E. Teknik Pengumpulan Data

(6)

yang memenuhi standar data yang ditetapkan.9 Adapun prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini, adalah sebagai berikut.

1. Metode observasi

Observasi adalah instrumen lain yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. Instrumen observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami, tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami. 10

Nasution (1988) menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Para ilmuan hanya dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observer. Murshall (1995) juga menyatakan bahwa “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those

behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku dan makna dari perilaku tersebut 11

Sesuai penjelasan diatas, dalam penelitian ini observasi dilakukan sebagai pelengkap untuk mendapatkan informasi yang sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian. Dalam penelitian metode observasi digunakan untuk mengamati bagaimana kondisi sekolah, sarana-prasarana, proses kegiatan pembelajaran khususnya pelajaran matematika, dan pada saat siswa melakukan tes tertulis. Hal-hal yang diamati dalam penelitian ini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas siswa selama kegiatan penelitian terumama pada saat menyelesaikan soal-soal tes tertulis tentang garis singgung lingkaran.

9

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. (Bandung: Alfabeta, 2011), hal. 224

10

Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi..., hal 78 11

(7)

2. Metode Tes

Tes merupakan alat ukur yang sering ditemui dibidang penelitian. Dengan tes, seorang peneliti dapat mengukur konstruk yang diinginkan12. Pada penelitian ini menggunakan soal tes kemampuan komunikasi matematis sebagai instrumen. Tes kemampuan komunikasi matematis yang digunakan berbentuk essay (uraian). Tes essay adalah bentuk tes dengan cara siswa diminta untuk menjawab pertanyaan secara terbuka, yaitu menjelaskan atau menguraikan melalui kalimat yang disusunnya sendiri.13

Penyusunan butir-butir soal dalam tes ini diberikan mengacu pada indikator komunikasi matematis dan sebelumnya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dosen pembimbing dan guru matematika kelas VIII-C. Instrumen ini dirancang untuk mengungkapkan pengetahuan subjek dalam menghadapi soal-soal yang bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan komunikasi siswa dalam menyelesaikan soal garis singgung lingkaran.

3. Metode Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.14 Djam’an mengemukakan wawancara yaitu suatu teknik pengumpulan data untuk mendapatkan insformasi yang digali dari sumber data langsung melalui percakapan atau tanya jawab. Wawancara dalam

12

Sukardi, Metode Penelitian Pendidikan Kompetensi..., hal. 138 13

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2009), hal.239

14

(8)

penelitian kualitatif sifatnya mendalam karena ingin mengeksplorasi informasi secara holistic dan jelas dari informan.15 Jadi dengan wawancara peneliti akan mengetahui hal-hal yang lebih mendalam tentang subyek dalam menginterpestasikan situasi dan fenomena yang terjadi, dimana hal ini tidak bisa ditemukan melalui observasi.

Instrumen wawancara dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara semi terstruktur, berupa pertanyaan-pertanyaan yang disusun untuk melakukan tanya jawab terhadap kemampuan matematis siswa dalam menyelesaikan soal. Wawancara ini digunakan untuk menggali data-data guna memperjelas data hasil tes yang tidak semuanya dapat dijelaskan melalui analisa hasil jawaban siswa.

Peneliti akan mencoba melihat kembali proses kemampuan komunikasi matematika siswa ketika mengerjakan tes melalui pernyataan yang diungkapkan oleh siswa selama pelaksanaan wawancara. Dari keseluruhan subjek yang mengikuti tes tertulis dipilih beberapa siswa untuk mengikuti kegiatan wawancara. Pemilihan subjek ini dilakukan berdasarkan tingkat kemampuan matematika siswa. Klasifikasi tingkat kemampuan siswa tersebut dilihat dari kriteria siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah, kemudian dari hasil pemilihan itu diambil perwakilan untuk diwawancarai. Berdasarkan subjek yang dipilih, diharapkan diperoleh informasi yang menunjuang penelitian. Sehingga dapat diketahui profil kemampuan komunikasi matematika siswa berdasarkan kemampuan matematika.

15Djam’an Satori dan

(9)

4. Dokumentasi

Cara lain untuk memperoleh data dari responden adalah menggunakan tehnik dokumentasi. Pada tehnik ini, peneliti dimungkinkan memperoleh informasi dari bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat, dimana responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya.16 Teknik dokumentasi sebagai penunjang dan melengkapi data dari data primer yaitu wawancara dan observasi.

Dokumentasi dalam penelitian ini dapat berbentuk gambar atau catatan lain yang berkaitan dengan penelitian. Metode ini juga digunakan untuk memperoleh data tertulis tentang deskripsi MTs Sultan Agung Jabalsari, keadaan guru, keadaan karyawan, dan keadaan siswa.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, menorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.17 Berdasarkan hal tersebut dapat dikemukakan disini bahwa analisis data merupakan tahap akhir terhadap apa yang dilakukan selama berada dilapangan saat penelitian.

16

Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan Kompetensi dan Praktiknya..., hal 81 17

(10)

Adapun proses analisa data yang dilakukan mengembangkan pola interaktif yang dikembangkan oleh Milles dan Hiberman, yaitu sebagai berikut.18

1) Reduksi data

Reduksi data merupakan kegiatan proses pemilihan, pemusatan, perhatian pada penyederhanaan pengabstrakan dan transformasi data mentah yang didapat dari catatan-catatan tertulis dilapangan. Reduksi data dalam penelitian ini dimulai pada awal kegiatan penelitian sampai dilanjutkan selama kegiatan pengumpulan data dilaksanakan. Dengan reduksi data ini tidak perlu mengartikannya secara kuantifikasi. Data kualitatif dapat disederhanakan dan ditransformasikan dalam aneka macam cara seperti melalui seleksi ketat, ringkasan/uraian singkat, menggolongkannya dalam satu pola yang lebih besar dan lain sebagainya.

2) Penyajian data

Setelah selesai mereduksi data, maka langkah selanjutnya adalah penyajian data dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori dan jenisnya. Dalam penelitian ini data yang akan didapat berupa hasil tes pekerjaan siswa, kalimat, kata-kata yang berhubungan dengan fokus penelitian disusun dalam bentuk tabel, kata-kata yang urut sehingga sajian data yang merupakan sekumpulan informasi yang tersusun secara sistematis. Dengan penyajian data tersebut, peneliti akan dengan mudah merumuskan kesimpulan hasil penelitian.

18

(11)

3) Penarikan kesimpulan

Pada saat kegiatan analisis data yang berlangsung secara terus menerus selesai dikerjakan, baik yang berlangsung dilapangan maupun setelah selesai dilapangan, langkah selanjutnya adalah melakukan penarikan kesimpulan. Untuk mengarah pada hasil kesimpulan ini tentunya berdasarkan dari hasil analisis data, yang berasal dari hasil tes tulis dan wawancara.

G. Pengecekan keabsahan data

Keabsahan atau kebenaran data merupakan hal yang penting dalam penelitian. Oleh karena itu, untuk bisa memperoleh data yang valid maka penulis melakukan hal-hal sebagai berikut: 19

1) Ketekunan pengamatan

Keajegan pengamatan berarti mencari secara konsisten interpretasi dengan berbagai cara dalam kaitan dengan proses analisis yang konstan atau tentatif. Dimana peneliti/ pengamat secara terbuka dan terjun langsung dalam mengadakan penelitian dengan teliti dan rinci secara berkesinambungan. Ketekunan pengamatan dilakukan dengan cara peneliti mengadakan pengamatan secara teliti, rinci dan selama proses belajar mengajar siswa. Kegiatan ini diikuti dengan pelaksanaan wawancara secara instensif dan mendalam, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diingikan.

19

(12)

2) Triangulasi

Triangulasi adalah suatu teknik yang bertujuan untuk menjaga keobjektifan dan keabsahan data dengan cara membandingkan informasi data yang diperoleh dari beberapa sumber. Triangulasi pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan triangulasi metode. Triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan membandingkan data hasil tes dengan wawancara. Serta nantinya akan ditambah dengan hasil observasi sebagai pelengkap dari penilaian atau analisa data agar lebih akurat.

3) Pemeriksaan sejawat

Pengecekan sejawat adalah teknik yang dilakukan dengan cara mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi dengan rekan-rekan sejawat. Diskusi ini dilakukan dengan teman sebaya yang memiliki pengetahuan umum yang sama, dengan maksud untuk mendapatkan masukan, mereview persepsi, pandangan dan analisis yang sedang dilakukan dalam penelitian, sehingga data yang diharapkan dalam penelitian tidak menyimpang.

H. Tahap-tahap Penelitian

Secara umum tahap-tahap yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1. Tahap persiapan

(13)

c) Menyerahkan surat permohonan ijin kepada kepala sekolah MTs Sultan Agung Jabalsari

d) Konsultasi dengan kepala sekolah, waka kurikulum dan guru matematika kelas Sultan Agung Jabalsari

e) Konsultasi dengan dosen pembimbing dan guru mata pelajaran matemtika guna menyusun instrumen berupa soal tes, lembar observasi dan pedoman wawancara

f) Menyusun instrumen berupa soal tes, lembar observasi dan pedoman wawancara

g) Melakukan validasi instrumen. 2. Tahap pelaksanaan

a) Pengamatan kegiatan pembelajaran (observasi) b) Memberikan tes tertulis dan mengisi lembar observasi

c) Menilai hasil tes yang dilakukan siswa dan menentukan suyek penelitian yang akan diwawancarai berdasarkan respon jawaban siswa

d) Melakukan wawancara e) Mengumpulkan data 3. Tahap akhir

a) Menganalisis data, membahas dan menyimpulkan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...