• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN KINERJA AKHIR TAHUN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN KINERJA AKHIR TAHUN 2019"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

DINAS PERPUSTAKAAN

KABUPATEN PACITAN

LAPORAN KINERJA AKHIR TAHUN 2019

Jln. A. Yani No. 76 Pacitan

Pemerintah Kabupaten Pacitan

(2)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI

LAPORAN TAHUNAN BIDANG LAYANAN DAN KOLEKSI

A. LATAR BELAKANG ... 1

B. TUJUAN ... 3

C. DASAR HUKUM ... 3

D. RENCANA DAN TARGET KINERJA RPJMD ... 4

E. PENGUKURAN CAPAIAN KINERJA ... 6

1. PERPUSTAKAAN UMUM ... 6

2. PERPUSTAKAAN KELILING ... 7

3. PENGEMBANGAN KOLEKSI ... 8

F. EVALUASI DAN REALISASI PENCAPAIAN KINERJA ... 8

1. JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN UMUM ... 8

2. JUMLAH ANGGOTA BARU PERPUSTAKAAN ... 10

3. JUMLAH PEMINJAM BUKU ... 11

4. JUMLAH ANGGOTA YANG MENGEMBALIKAN BUKU ... 12

5. JUMLAH PENGGUNA KOMPUTER ... 13

6. JUMLAH PENGGUNA PRINTER ... 14

7. TINGKAT KEPENTINGAN PENGUNJUNG ... 15

8. PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN KELILING ... 16

9. KOLEKSI BUKU PERPUSTAKAAN ... 17

10. JUMLAH MAJALAH DAN KORAN ... 18

11. KUANTITAS DAN KUALITAS KOLEKSI BUKU DIPINJAM BERDASARKAN KLASIFIKASI ... 19

12. REALISASI ANGGARAN ... 20

a. RINCIAN ANGGARAN PERPUSTAKAAN UMUM ... 20

b. RINCIAN ANGGARAN PERPUSTAKAAN KELILING ... 22

c. RINCIAN ANGGARAN DAK ... 24

 JML ANGGARAN PENGADAAN BUKU PERPUSTAKAAN ... 24  JML ANGGARAN PENGADAAN PERANGKAT

(3)

 PERPUSTAKAAN ... 25

13. KETENAGAAN ... 26

14. SARANA PRASARANA LAYANAN ... 27

15. ARAH PENGEMBANGAN LAYANAN PERPUSTAKAAN ... 28

G. AKUNTABILITAS KINERJA ... 30

1. TARGET DAN REALISASI KINERJA TAHUN 2019 ... 30

2. REALISASI DAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2018 DAN TAHUN 2019 ... 31

3. REALISASI KINERJA TARGET PROGRAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG ... 32

1. PROGRAM JANGKA PENDEK TAHUN 2019 ... 32

2. PROGRAM JANGKA PENDEK YANG TELAH DAPAT TEREALISASI ... 33

3. PROGRAM JANGKA PANJANG TAHUN 2019 ... 34

4. PROGRAM JANGKA PANJANG YANG TELAH DAPAT TEREALISASI ... 35

5. PROGRAM JANGKA PENDEK TAHUN 2020 ... 37

6. PROGRAM JANGKA PANJANG TAHUN 2020 ... 37

4. ANALISISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN ATAU PENINGKATAN /PENURUNAN KINERJA DAN ALTERNATIF SOLUSI YANG TELAH DILAKUKAN ... 37

5. ANALISIS ATAS EFISIENSI PENGGUNAAN SUMBER DAYA ... 40

6. ANALISIS PROGRAM/ KEGIATAN YANG MENUNJANG KEBERHASILAN ATAUPUN KEGAGALAN ... 41

H. PENUTUP 1. DESIMINASI ... 42

2. REKOMENDASI ... 42

LAMPIRAN :

1. GRAFIK PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN 2. GRAFIK PENAMBAHAN ANGGOTA BARU 3. GRAFIK PEMINJAMAN BUKU

4. DOKUMENTASI LAYANAN PERPUSTAKAAN UMUM 5. DOKUMENTASI LAYANAN PERPUSTAKAAN KELILING

(4)
(5)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan berkat dan rahmatNya sehingga Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019 Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan Periode Januari - Desember Tahun 2019 ini dapat tersusun.

Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019 Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan dimaksudkan sebagai informasi seluruh kegiatan dan program yang telah dilaksanakan Bidang Layanan dan Koleksi selama kurun waktu 1 tahun dan merupakan wujud pertanggungjawaban tertulis Bidang Layanan dan Koleksi Dinas Perpustakaan kepada Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan.

Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019 ini juga menggambarkan tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/ kebijakan strategis yang telah diamanahkan dalam Tupoksi Bidang.

Mengingat terbatasnya kemampuan, kami menyadari bahwa Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019 yang disusun ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, segala koreksi dan saran dalam rangka penyempurnaan sangat kami harapkan.

Pacitan, 31 Desember 2019

KEPALA BIDANG LAYANAN DAN KOLEKSI

EDI SUKARNI, S.Sos., M.Pd

Pembina

(6)

A.

Latar Belakang

Hampir 74 tahun kita merdeka sejak proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan oleh Proklamator kita Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan itu, dalam penyelenggaraan Negara dan pemerintahan kita punya Undang-undang Dasar 1945 yang menjadi pedoman pelaksanaan jalannya pemerintahan selanjutnya. Amanah pembukaan Undang-undang Dasar tersebut salah satunya menyatakan bahwa kemerdekaan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk memenuhi amanah mencerdaskan kehidupan bangsa itu pemerintah wajib hukumnya untuk memberikan akses pendidikan seluas-luasnya kepada setiap warga negaranya. Akses pendidikan tersebut bisa dilaksanakan melalui berbagai cara, bisa melalui pendidikan formal sekolah, bisa melalui pendidikan non formal baik yang diselenggarakan pemerintah maupun oleh masyarakat sendiri (swasta). Pada umumnya pendidikan yang dikenal oleh masyarakat adalah pendidikan akademis yang terstruktur dan berjenjang. Namun juga ada pendidikan yang tidak berstruktur dan tidak berjenjang yang lebih popular dengan pendidikan non formal, dimana salah satu program terkenalnya adalah pendidikan seumur hidup (long life education). Pendidikan seumur hidup itu diartikan masyarakat kita bisa belajar tanpa mengenal batasan usia, dari anak-anak sampai orang tua, dengan fasilitas dari Pemerintah maupun pihak swasta, lembaga pendidikan milik masyarakat atau bahkan dari masyarakat secara personal itu sendiri. Salah satu bentuk dukungan layanan pendidikan adalah adanya perpustakaan.

Dalam rangka memenuhi amanah proklamasi kemerdekaan tersebut yang berkaitan dengan mencerdaskan kehidupan bangsa, maka kemudian Pemerintah mengejawantahkan dalam Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) 2005-2025, dengan isu-isu strategis pada masing-masing bidang. Salah satu dari isu strategis pada bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama,

(7)

pada poin (d) adalah Pembangun perpustakaan yang diarahkan untuk

meningkatkan budaya gemar membaca dan kualitas layanan perpustakaan, baik kapasitas dan akses, maupun utilitas, melalui sinergi antara perpustakaan dengan satuan pendidikan, promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan dan pola partisipasi industri penerbitan dan masyarakat dalam menciptakan komunitas baca.

Berdasarkan RPJMN tersebut diatas kemudian ditindaklanjuti dengan adanya Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan pasal 8 yang menyebutkan, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/ Kota berkewajiban :

1. Menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan di daerah;

2. Menjamin ketersediaan layanan perpustakaan secara merata di wilayah masing-masing;

3. Menjamin keberlangsungan penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar masyarakat;

4. Menggalakkan promosi gemar membaca dengan memanfaatkan perpustakaan;

5. Memfasilitasi penyelenggaraan perpustakaan di daerah; dan 6. Menyelenggarakan dan mengembangkan perpustakaan umum

daerah berdasar kekhasan daerah sebagai pusat penelitian dan rujukan tentang kekayaan budaya daerah di wilayahnya.

Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan melaksanakan tugas dan fungsinya berdasarkan Peraturan Bupati Nomor 73 Tahun 2016 tentang kedudukan, tugas dan fungsi, susunan organisasi, serta tata kerja Dinas Perpustakaan. Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan sebagaimana diatur dalam Bab V pasal 25 menyatakan bahwa Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan melaksanakan pelayanan dan otomasi serta pengelolaan koleksi, dalam melaksanakan pelayanan dan otomasi beberapa diantaranya memiliki tugas : Menyelenggarakan layanan sirkulasi,

(8)

Menyelenggarakan layanan ekstensi (perpustakaan keliling, pojok baca, taman bacaan masyarakat dan sejenis lainnya), Menyusun statistik perpustakaan, Melaksanakan pengelolaan dan pengembangan perangkat keras, lunak, dan pangkalan data, Melaksanakan pengelolaan dan pengembangan jaringan otomasi perpustakaan.

Dalam rangka melakukan evaluasi diri dan untuk mengukur kinerja serta dalam usaha mempertanggungjawabkan kinerja bidang layanan dan koleksi perpustakaan kepada pimpinan khususnya dan para stakeholders pada umumnya, maka dokumen Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019 Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan perlu dibuat. Dokumen laporan ini diharapkan dapat menjadi indikator kinerja Perpustakaan secara umum yang dapat digunakan sebagai sarana evaluasi diri bagi managemen Perpustakaan dan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pimpinan, pemerintah daerah serta para stakeholders Perpustakaan.

.

B.

Tujuan

Laporan Kinerja Akhir Tahun 2019, Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan dimaksudkan sebagai evaluasi diri dan bentuk pertanggung jawaban bidang kepada Pimpinan lembaga. Selain itu laporan ini juga bertujuan untuk:

1. Memberikan informasi, data, dan pelaksanaan kinerja Perpustakaan Umum dan Keliling yang bersifat riil yang terjadi dilapangan selama kurun waktu Januari – Desember 2019 yang dilaksanakan oleh Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan.

2. Sebagai bahan acuan penentu kebijakan bagi pihak-pihak terkait dan managemen perpustakaan.

3. Sebagai bahan desiminasi, rekomendasi terhadap program dan kegiatan pada tahun berikutnya.

C.

Dasar Hukum

(9)

2. Peraturan Pemerintah RI Nomor 24 Tahun 2014, tentang Pelaksanaan UU Nomor 43 Tahun 2007;

3. Peraturan Daerah Kabupaten Pacitan, Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Pacitan; 4. Peraturan Bupati Pacitan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Kedudukan,

Tugas dan Fungsi, Susunan Organisasi, Serta Tata Kerja Dinas Perpustakaan;

5. Keputusan Bupati Pacitan Nomor : 188.45 / 1054 / KPTS / 408.12 / 2019 Tentang Pembentukan Tim Pelaksana Dana Alokasi Khusus Fisik Kegiatan Pengadaan Bahan Perpustakaan dan Perangkat Teknologi Informasi Komunikasi Pada Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan Tahun Anggaran 2019.

D.

Rencana dan Target Kinerja RPJMD

Di dalam Rencana Program Jangka Menengah Daerah Kabupaten Pacitan Tahun lima tahunan, Dinas Perpustakaan memiliki target kinerja tiga indicator yaitu : jumlah perpustakaan, koleksi buku yang tersedia, jumlah pengunjung perpustakaan. Dari ketiga indicator capaian kinerja tersebut, dua diantaranya (jumlah pengunjung dan koleksi buku yang tersedia) masuk di kegiatan Bidang Layanan dan Koleksi. Oleh karena itu kinerja bidang selama satu tahun anggaran perlu dipertanggungjawabkan sebagai evaluasi terhadap capaian kinerja yang telah dilakukan.

No. Urusan Perpustakan Kondisi Kinerja pada awal periode RPJMD

Target Capaian Setiap Tahun

Kondisi Kinerja pada akhir periode RPJMD (2021) 2015 2017 2018 2019 2020 2021 1. Jumlah Perpustakaan 162 450 475 500 525 575 575 2. Koleksi Buku yang tersedia di perpustakaan daerah 25.316 25.816 26.316 26.816 27.316 27.816 27.816 3. Jumlah Pengunjung Perpustakaan 59.040 77.389 92.389 107.389 122.389 137.389 137.389

(10)

Berdasarkan tabel RPJMD urusan perpustakaan di atas dapat terlihat jelas capaian kinerja tahunan yang harus dicapai lembaga/organisasi. Target Capaian Kinerja yang dibebankan Bidang Layanan dan Koleksi menuntut tanggung jawab yang besar. Agar target capaian tersebut dapat terpenuhi perlu komitmen yang tinggi tidak hanya dari bidang layanan tapi juga seluruh stakeholder yang berada dalam sistem managemen perpustakaan.

Sepanjang tahun 2019, Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan telah melakukan berbagai langkah strategis baik dalam menata manajemen perpustakaan maupun dalam merancang dan melaksanakan program-program yang bertujuan untuk meningkatkan mutu layanan perpustakaan bagi pengguna aktual dan potensial. Hal tersebut juga didasari dari pelaksanaan Rencana Kinerja (Renja) tahun 2019 yang merupakan implementasi RPJMD Kabupaten Pacitan 2016-2021.

Dalam Kebijakan Umum dan Program Pembangunan Daerah, arah kebijakan Dinas Perpustakaan adalah peningkatan pengelolaan perpustakan dan arsip Pemerintah Daerah secara profesional. Indikator Kinerja (Outcome) khusus perpustakaan adalah jumlah pengunjung perpustakaan dengan capaian kinerja pada kondisi awal 59.040 pengunjung dan kondisi akhir 137.389 pengunjung. Dan pada tahun 2019 Pengunjung Perpustakaan memiliki target 107.389, target tersebut sesuai dengan RPJMD yang mana pada tahun 2019 Dinas Perpustakaan Kab. Pacitan sudah dapat memenuhi target dengan capaian akhir sebesar 199,867 (186%) dari target, dan untuk Koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan, Pada tahun 2019 Dinas Perpustakaan memiliki target 26.816 exp, yang mana pada tahun ini Perpustakaan sudah dapat mencapai target sebanyak 41,438 (154%) dari target.

Laporan Kinerja Akhir Tahun Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan ini, diharapkan dapat memberi masukan dan inspirasi bagi pengelolaan perpustakaan dan layanan perpustakaan pada tahun berikutnya. Lain dari pada itu, laporan ini dapat memberikan gambaran program dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Bidang Layanan dan Koleksi

(11)

Perpustakaan selama kurun waktu 1 tahun yakni mulai bulan Januari – Desember tahun 2019. Dengan demikian dapat dilakukan evaluasi terhadap kelemahan-kelemahan yang ada sejak dini serta kemungkinan perbaikan dan pengembangan program yang akan datang.

E.

Pengukuran Capaian Kinerja

1. Perpustakaan Umum

Perpustakaan Umum dalam kinerjanya memberikan layanan kepada pemustaka. Layanan tersebut meliputi :

a. Layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian buku) b. Layanan Baca ditempat

c. Layanan Literatur (OPAC) d. Layanan Referensi

e. Layanan Konseling penyelenggaraan perpustakaan f. Layanan Internet

g. Layanan penggunaan computer

h. Layanan cetak naskah, dokumen, foto, karya tulis, dll. (print out) i. Layanan kartu anggota digital

j. Layanan fasilitas kegiatan diskusi ilmiah remaja, comunitas masyarakat dan lembaga sekolah.

k. Layanan story telling ibu dan anak

l. Layanan minat baca usia dini untuk Ibu yang memiliki anak balita m. Layanan ruang bermain anak

n. Layanan buku cerita anak o. Layanan APE anak

Semua layanan diatas yang diselenggarakan oleh perpustakaan umum bersifat gratis, dengan jargon dari masyarakat untuk masyarakat. Seluruh pengguna (user) dari kegiatan yang dilaksanakan oleh perpustakaan umum terdata dalam system data base inglish lite versi 2.0. Sehingga dapat dketahui dengan jelas dan obyektif hasil dan kemanfaatan (utylitas) program yang dilaksanakan oleh Bidang Layanan dan Koleksi. Hal tersebut juga didukung dengan penggunaan layanan berteknologi terkini (otomasi).

(12)

Jumlah pengunjung perpustakaan umum Kab. Pacitan tahun 2019 sebesar 43.038 orang, yang terdiri dari pelajar sejumlah 25.043 orang , dan pengunjung umum sejumlah 17.995 orang, dan pada tahun 2019 yang telah membuat kartu anggota baru perpustakaan sejumlah 614 anggota yang terdiri dari 315 anggota pelajar, 185 anggota mahasiswa/I, dan 114 anggota Umum, kemudian jumlah pengguna komputer sebanyak 3.467 orang, jumlah pengguna printer sebanyak 116 pengguna (dikarenakan printer baru tersedia di Bulan November), dan dalam 1 tahun perpustakaan telah melakukan layanan edukasi anak sebanyak 13 kali. Perpustakaan juga melayani layanan sirkulasi (peminjaman dan pengembalian) jumlah anggota yang melakukan peminjaman buku selama periode Januari – Desember 2019 sebanyak 2.401 orang anggota dengan 3.719 buku yang terpinjam, sementara jumlah anggota yang melakukan pengembalian sebanyak 2.473 dengan jumlah 3.978 buku yang telah dikembalikan. Sementara Jumlah Majalah dan Koran yang ada di Perpustakaan Umum sejumlah 1.352 eksemplar.

2. Perpustakaan Keliling

Perpustakaan keliling adalah pelayanan ektensi perpustakaan, dimana layanan perpustakaannya dengan mendatangi sasaran secara langsung ditempat/lokasi masyarakat. Perpustakaan keliling melayani lembaga sekolah mulai dari TK - SLTA, desa/kelurahan, pondok pesantren, destinasi wisata, tempat terkonsentrasinya masa dan permintaan lembaga kemasyarakatan lain yang menyelenggarakan kegiatan. Perpustakaan keliling didukung dengan 2 (dua) armada mobil perpustakaan keliling (MPK). Selama kurun waktu januari – desember 2019, perpustakaan keliling telah melayani di 187 titik layanan. Jumlah pengunjung Perpustakaan hingga tahun 2019 sebanyak 17.106 pengunjung, dengan Jumlah titik layanan sebanyak 1.844 TL sementara jumlah titik layanan yang dapat terealisasi pada tahun 2019 sebanyak 187 TL dengan 194 kali layanan keliling.

(13)

3. Pengembangan Koleksi

Kegiatan pengembangan koleksi adalah pengembangan/penambahan bahan pustaka untuk koleksi perpustakaan umum dan keliling. Penambahan koleksi ini sangat strategis karena berkaitan dengan kegiatan sirkulasi (peminjaman buku). Semakin banyak buku baru yang tersedia, akan semakin banyak pula peminjam dan pembaca buku. Oleh sebab itu, update/penambahan buku baru perlu dilakukan secara periodic dan terus menerus.

Jumlah Buku Perpustakaan pada awal tahun 2019 tercatat sebanyak 29.132 eksemplar dengan 19.421 judul, kemudian mendapat tambahan dari induk untuk pembelian pada tahun 2019 sebanyak 700 eksemplar dengan 205 judul, dari bantuan DAK tahun 2019 sebanyak 4.100 eksemplar dengan 820 judul, dan yang terakhir dari PAK sejumlah 2.706 eksemplar yang terdiri dari 902 judul. Kemudian buku tersebut selama tahun berjalan diolah dan mendapat sebanyak 4.085 eksemplar dengan 919 judul buku. Dan selama tahun 2019 sudah melakukan perbaikan koleksi 54 eksemplar dengan kondisi 49 exp rusak berat, 4 exp rusak sedang, dan 1 exp rusak ringan.

F.

Evaluasi dan Realisasi Pencapaian Kinerja

Sesuai dengan RKA Bidang Layanan dan Koleksi perpustakaan memiliki 3(tiga) kegiatan utama, yaitu Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Keliling dan Pengembangan Koleksi.

Realisasi kegiatan tahun 2019 periode Bulan Januari sampai dengan Bulan Desember, kami laporkan sebagai berikut :

1. Jumlah Pengunjung Perpustakaan Umum

Bidang Layanan dan Koleksi berusaha maksimal untuk memberikan yang terbaik bagi pemustaka/pengunjung. Jumlah pengunjung perpustakaan umum selama periode Januari – Juni 2019, sebesar 20.652 orang. Pengunjung perpustakaan umum terdiri dari pelajar dan masyarakat umum. Adapun rinciannya terlihat di grafik berikut:

(14)

Dari grafik tesebut terlihat jelas pengunjung perpustakaan umum pada kurun waktu 1 Tahun (Januari – Desember) yang terbanyak terlihat pada bulan Februari sejumlah 5.069 orang, disusul bulan Oktober 4.178 orang, bulan November 4.103 orang, bulan Maret 3.996 orang. Besarnya pengunjung perpustakaan umum juga didukung oleh berbagai kegiatan pendorong minat baca masyarakat seperti: pameran buku, workshop menulis buku, lomba mewarnaii anak, lomba menggambar, dan kegiatan lainnya.

Dalam UU Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007 BAB XI pasal 42 tentang kerja sama dan peran serta masyarakat disebutkan bahwa:

(1) Perpustakaan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka

(2) Peningkatan layanan kepada pemustaka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemustaka yang dapat dilayani dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan.

Apa yang tersurat maupun yang tersirat dalam UU tersebut sangatlah jelas bahwa, semua kerjasama perpustakaan harus

0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500

GRAFIK PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(15)

mengarah pada peningkatan layanan bagi pengunjung/pemustaka di perpustakaan. Dengan kata lain kegiatan dimaksud (pengembangan dan kerjasama) harus dikordinasikan dengan Bidang Layanan dan Koleksi agar sasaran kegiatan dapat tercapai, yaitu meningkatkan mutu layanan dan jumlah pemustaka/pengunjung perpustakaan.

Pengunjung perpustakaan umum pada tahun 2019 mencapai 43.038 orang. Dari jumlah tersebut pengunjung pelajar sejumlah 25.043 orang, pengunjung umum 17.995 orang. Pengunjung pelajar 58% lebih besar dibandingkan pengunjung umum.

2. Jumlah Anggota Baru Perpustakaan

Secara keseluruhan, Dari Bulan Januari – Desember 2019 jumlah anggota baru yang ada di Perpustakaan Umum dan telah terdata dalam sistem Inlis Lite versi 2.1.2 yang telah memiliki kartu anggota digital mencapai 614 orang. Katagori anggota perpustakaan tersebut mulai dari Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum (Seperti PNS, TNI/POLRI , GURU , Wiraswasta , dll). Anggota baru terbanyak pada tahun 2019 (Januari - Desember) adalah katagori Pelajar sebanyak 315 anggota. Sedangkan untuk penambahan anggota baru yang terbanyak

44 49 39 28 9 7 12 23 25 22 31 26 18 22 13 22 10 14 16 3 17 9 32 9 13 16 7 10 5 5 15 4 5 6 18 10 0 10 20 30 40 50 60

Januari Februari Maret April Mei Juni JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

PELAJAR = 315 MAHASISWA = 185 UMUM = 114 JUMLAH = 614 ANGGOTA

GRAFIK ANGGOTA BARU PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(16)

ada di Bulan Februari yakni sebanyak 87 anggota dikarenakan pada bulan ini diadakan pameran buku yang mana peningkatan pengunjung mempengaruhi peningkatan pembuatan kartu anggota baru, dan untuk setiap anggota yang memiliki kartu anggota berhak meminjam buku koleksi perpustakaan.

3. Jumlah Peminjam Buku

Peminjam buku pada Perpustakaan Umum, pada bulan Januari – Desember 2019 mencapai 2.401 anggota. Peminjaman buku terbanyak pada bulan November sebanyak 269 orang, peminjaman buku juga berkaitan erat dengan up date koleksi buku, karena buku yang sudah dibaca pengunjung tidak akan dibaca lagi dan mereka lebih memilih buku yang baru. Oleh sebab itu perlu adanya pengadaan/penambahan buku perpustakaan sehingga dapat menjadi tolok ukur jumlah peminjam buku tersebut. Semakin sering

206 243 239 240 114 93 181 157 185 247 269 227 0 50 100 150 200 250 300

GRAFIK PEMINJAM BUKU

PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(17)

dan semakin banyak penambahan koleksi buku, dapat mempengaruhi semakin banyaknya peminjam buku.

4. Jumlah Anggota Yang Telah Mengembalikan Buku

Berdasarkan grafik diatas pada periode Januari – Desember terhitung anggota yang telah melakukan pengembalian buku sejumlah 2.437 orang, jumlah terbanyak yang mengembalikan buku sebanyak 283 orang pada bulan November, sedangkan bulan juni adalah jumlah terkecil yaitu sebanyak 75 orang yang mengembalikan buku yang telah dipinjam, jumlah orang yang mengembalikan buku pada semester ini lebih besar dibanding jumlah orang yang datang meminjam dikarenakan masih ada peminjam yang tidak mengembalikan sesuai dengan waktu pengembalian yang ditentukan.

254 231 247 234 142 75 196 170 185 247 283 209 0 50 100 150 200 250 300

GRAFIK ANGGOTA YANG TELAH MELAKUKAN PENGEMBALIAN BUKU

PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(18)

5. Jumlah Pengguna Komputer

Pengguna Komputer perpustakaan selama 1 tahun yakni pada periode Januari – Desember 2019 sebanyak 3.467 orang, Komputer yang dapat dimanfaatkan oleh pengunjung perpustakaan sampai akhir tahun 2019 (Januari - Desember) ada sebanyak 9 buah. Selain itu pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas untuk bermain game tetapi untuk pengunjung yang memanfaatkan fasilitas tersebut diberikan waktu maksimal 30 menit. Sedangkan untuk pengunjung yang memanfaatkan fasilitas komputer guna keperluan pembelajaran disekolah dapat menggunakan lebih dari 30 menit (tidak diberikan batas waktu). Terlihat dalam grafik diatas bahwa jumlah pengguna internet paling banyak berada di Bulan Februari 2019 yaitu sejumlah 403 pengguna. 294 403 380 310 304 199 369 153 227 283 275 270 0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER

GRAFIK PENGUNJUNG PENGGUNA KOMPUTER

PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(19)

6. Jumlah Pengguna Printer

Pengunjung perpustakaan umum yang memanfaatkan fasilitas printer sebanyak 116 orang , fasilitas printer ini mulai digunakan sejak bulan November 2019 , mereka memanfaatkan fasilitas ini untuk mencetak tugas-tugas sekolah, literature maupun referensi, dan lain-lain, kebanyakan dari mereka datang untuk mencetak tugas hal ini dibuktikan selama 2 (dua) bulan printer ini beroperasi sebanyak 68 (59%) pengunjung menggunakannya untuk mencetak tugas, 28 (24%) pengunjung mencetak literature/referensi, dan sisanya 20 (17%) untuk lain-lain.

24 8 14 44 20 6 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

TUGAS LITERATUR LAIN-LAIN

JUMLAH PENGGUNA PRINTER

TAHUN 2019

(20)

7. Tingkat Kepentingan Pengunjung

Terlihat pada grafik diatas pengunjung perpustakaan yang melakukan aktivitas peminjaman buku pada tahun 2019 sebanyak 2.401 anggota atau 5% dari jumlah keseluruhan pengunjung, sedangkan anggota yang berkentingan untuk mengembalikan buku sebanyak 2.473 anggota atau 6% dari jumlah keseluruhan, sedangkan yang menggunakan dan memanfaatkan fasilitas komputer sejumlah 3.467 pengguna atau 8% dari jumlah total keseluruhan, jumlah ini didapat berdasarkan jumlah peminjam buku, pengembalian buku, serta pengguna komputer selama 1 tahun. Dan yang paling banyak adalah untuk pengunjung lain-lain (seperti: mencari literatur, informasi, mencetak data, membaca buku, memanfaatkan wi-fi, dll) mencapai jumlah 81% atau 34.697 orang dari keseluruhan pengunjung.

5% 6% 8%

81%

TINGKAT KEPENTINGAN PENGUNJUNG

PERIODE : JANUARI - DESEMBER 2019

MEMINJAM BUKU = 2.401 MENGEMBALIKAN BUKU = 2.473 MENGGUNAKAN KOMPUTER = 3.467 LAIN-LAIN = 34.697

(21)

8. Pengunjung Perpustakaan Keliling

Untuk perpustakaan keliling melayani sejumlah titik layanan yakni Desa, Sekolah, Pondok pesantren, Destinasi wisata, serta tempat terkonsentrasinya massa (pasar, alun-alun, halte). Dibawah ini grafik pengunjung perpustakaan keliling selama Tahun 2019 (Januari -Desember 2019) :

Pada periode Januari – Desember 2019, perpustakaan keliling yang terbesar melaksanakan pelayanan di lembaga sekolah yakni sebanyak 107 TL dan melakukan sebanyak 100 kali layanan keliling . Sementara itu untuk Desa 62 TL dan melakukan sebanyak 66 kali layanan keliling , Ponpes 5 TL dan melakukan sebanyak 7 kali layanan keliling, tempat terkonsentrasinya massa (alun-alun) 9 TL dengan 17 kali layanan keliling, dan untuk Tempat wisata 4 TL dan melakukan sebanyak 4 kali layanan keliling. Dari grafik diatas terlihat bahwa pengunjung Perpustakaan Keliling yang terbesar adalah pada lembaga sekolah yakni sejumlah 14.681 orang, sementara untuk pengunjung perpustakaan keliling ke lembaga desa sejumlah 1.176

14681 1176 677 460 112 0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000

SEKOLAH DESA PONPES TEMPAT TERKONSENTRASINYA

MASSA

TEMPAT WISATA

JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN KELILING

JANUARI - DESEMBER 2019

(22)

orang, untuk 5 pondok pesantren yang dilayani terdapat pengunjung sejumlah 677 orang , untuk tempat terkonsentrasinya massa (Alun-alun) pengunjung perpustakaan keliling sejumlah 460 orang, dn Tempat wisata sebanyak 112 orang pengunjung. Perpustakaan keliling sengaja memprioritaskan pada lembaga sekolah, terutama untuk SD dan MI dengan alasan bahwa siswa didik SD dan MI perlu dibekali minat baca sejak dini, sehingga pada dewasanya nanti diharapkan dapat menyukai buku dan gemar membaca.

9. Koleksi Buku Perpustakaan

Jumlah koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan Daerah Kabupaten Pacitan sampai pada Tahun 2019 adalah sebanyak 36.638 exp dengan

21.348 judul. Tetapi pada grafik diatas menunjukkan angka yang berbeda

yaitu 29.832 Exp ini dikarenakan pada tahun 2019 berjalan masih ada

4.100 exp buku dengan 820 judul dari DAK yang masih dalam proses entry

data, dan 2.706 exp dengan 902 judul dari PAK, sehingga belum diketahui secara keseluruhan klasifikasi buku yang ada, oleh sebab itu hanya 29.832 exp buku saja yg dapat dihitung pada grafik diatas, dan buku tersebut terdiri

2561 2025 2612 3307 1955 1605 6608 2028 5192 1939 0 1000 2000 3000 4000 5000 6000 7000

000 100 200 300 400 500 600 700 800 900

JUMLAH BUKU PERPUSTAKAAN KABUPATEN PACITAN TAHUN 2019

• KARYA UMUM • PSIKOLOGI / FILSAFAT • AGAMA • SOSIAL EKONOMI • BAHASA • ILMU MURNI • ILMU TERAPAN / TEKNOLOGI • KESENIANDAN OLAHRAGA • KESUSASTRAAN • GEOGRAFI , SEJARAH JUMLAH 29.832 Exp

(23)

dari berbagai jenis klasifikasi. Klasifikasi terbanyak Ilmu Terapan Non Fiksi (KL600) 6608 exp, kemudian Kesusastraan (KL800) 5192 exp, Sosial Ekonomi (KL300) 3307 exp. Dari data tersebut koleksi buku non fiksi merupakan jumlah buku terbanyak yang dimiliki perpustakaan.

10. Jumlah Majalah dan Koran

Koleksi majalah dan koran pada 31 Desember 2019 keseluruhan berjumlah 1.352 exp, yang terdiri dari Koran Jawa Pos 724 , Koran Kompas 337, Koran Surya 153 , Majalah Mombi 32, Majalah Bobo 25, Majalah Kids 11, Majalah Idea 10, Majalah Trubus 12, dan Tabloid Nyata 48 exp. Koleksi koran dan majalah tersebut bersifat langganan mulai dari harian, bulanan, dan mingguan, serta bersifat esidental sesuai kebutuhan.

724 337 153 32 25 11 10 12 48 0 100 200 300 400 500 600 700 800

JAWA POS KOMPAS SURYA M. MOMBI M. BOBO M. KIDS M. IDEA M. TRUBUS NYATA

JUMLAH = 1.352 EKSEMPLAR

GRAFIK MAJALAH & KORAN PERIODE JANUARI - DESEMBER 2019

(24)

11. Kuantitas dan Kualitas Koleksi Buku Dipinjam berdasar klasifikasi.

Jumlah koleksi buku yang dipinjam di Perpustakaan Umum sejumlah 3.719 exp, dan berdasarkan klasifikasinya dalam 1 tahun yaitu pada bulan Januari s/d bulan Desember tahun 2019 di dominasi oleh jenis buku Non fiksi yang mencapai 1997 exp (54%). Sedangkan untuk fiksi 1722 (46%), hal tersebut mengindikasikan bahwa secara kuantitas maupun kualitas pemustaka/pengunjung perpustakan lebih banyak meminjam buku Non Fiksi, selain dikarenakan buku non fiksi lebih banyak tersedia di perpustakaan di banding dengan koleksi buku fiksi, pengunjung perpustakaan rata-rata juga didominasi oleh pelajar dan mahasiswa yang mana banyak pelajar yang meminjam buku pengetahuan (non fiksi) untuk keperluan pembelajaran disekolah, sedangkan untuk mahasiswa lebih banyak meminjam buku non fiksi guna sebagai bahan referensi untuk kajian penelitian, maupun referensi untuk tugas-tugas perkuliahan. Sedangkan untuk koleksi buku di perpustakaan keliling hanya bisa dibaca ditempat, tidak dapat dipinjamkan karena bersifat Mobile Leading (Buku Bergerak).

1722

1997

G R A F I K K UA N T I TA S DA N K UA L I TA S

B U K U YA N G T E R P I N JA M

JA N UA R I - D E S E MB E R TA H U N 2 0 1 9

FIKSI NON FIKSI

• FIKSI = 1722 Exp

(25)

12. Realisasi Anggaran

Sesuai dengan DPA-Perpustakaan Tahun 2019, Bidang Layanan mendapatkan anggaran dari Induk sejumlah Rp 514.975.000,- (Lima Ratus Empat Belas Juta Sembilan Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Rupiah). Sedangkan dari DAK memperoleh anggaran sejumlah Rp 425.000.000 (Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah). Jumlah anggaran tersebut untuk tiga kegiatan yaitu, Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Keliling, dan Pengembangan Koleksi. Perpustakaan Umum memperoleh anggaran Rp 439.975.000,- sedangkan Perpustakaan Keliling sebesar Rp 75.000.000,- dan Dana DAK untuk pengembangan koleksi sebesar Rp 425.000.000

Adapun konstruksi anggarannya adalah sebagai berikut :

a) Rincian Anggaran Perpustakaan Umum

Anggaran untuk perpustakaan umum sebesar Rp 439.975.000 yang dibagi untuk keperluan kegiatan sebagai berikut :

439,975,000

75,000,000 425,000,000

JUMLAH ANGGARAN TAHUN 2019

PERPUSTAKAAN UMUM PERPUSTAKAAN KELILING PENGEMBANGAN KOLEKSI

(26)

a. Honorarium PNS = 11.825.000 b. Uang Lembur = 93.325.000 c. Belanja Jasa Teknis = 108.750.000 d. Belanja Modal = 155.000.000 e. Belanja Alat Tulis = 17.615.000

f. BBM = 9.338.000

g. Cetak dan Penggandaan = 11.672.000 h. Perjalanan Dinas (Dalam dan Luar

Daerah)

= 32.450.000

Jumlah 439.975.000

Dari konstruksi anggaran di perpustakaan umum terlihat jelas bahwa, anggaran tetap (tidak boleh berkurang kecuali untuk pajak) yaitu Honor PNS, Lembur Pelayanan, Belanja Jasa Teknis dan Belanja Modal, sebesar Rp

11,825 93,325 108,750 155,000 17,615 9,338 11,672 32,450 0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 140,000 160,000 180,000 Honorarium PNS

Uang Lembur Belanja Jasa Teknis

Belanja Modal Belanja Alat Tulis Kantor BBM Cetak & Penggandaan Perjalanan Dinas (dalam dan Luar daerah)

KONTRUKSI ANGGARAN PERPUSTAKAAN

UMUM (JUTA)

(27)

368.900.000 atau sebesar 83,85% dari total anggaran sebesar Rp 439.975.000 Artinya anggaran yang masih bisa dikelola di perpustakaan umum hanya sebesar Rp 439.975.000 – Rp 368.900.000 = Rp 71.075.000 atau 16,15% Angka ini jauh relatif kecil bila dilihat dari tanggung jawab yang harus dipikul Bidang Layanan dengan dua target capaian lembaga.

b) Rincian Anggaran Perpustakaan Keliling

Perpustakaan Keliling diberikan porsi anggaran sebesar Rp 75.000.000 dengan penggunaan sebagai berikut :

a. Honoraium PNS = 700.000

b. Belanja Modal = 10.000.000

e. BBM = 20.700.000

g. Belanja Alat Tulis Kantor = 3.930.500 h. Cetak & Penggandaan = 3.769.500 i. Perjalanan Dinas (Dalam Daerah) = 35.900.000

Jumlah 75.000.000 700,000 10,000,000 3,930,500 20,700,000 3,769,500 35,900,000 0 5,000,000 10,000,000 15,000,000 20,000,000 25,000,000 30,000,000 35,000,000 40,000,000

Honorarium PNS Belanja Modal Belanja Alat Tulis Kantor

BBM Cetak & Penggandaan

Perjalanan Dinas (dalam daerah)

KONTUKSI ANGGARAN PERPUSTAKAAN KELILING

(28)

Konstruksi anggaran di Perpustakaan Keliling sebesar Rp 75.000.000,-. Biaya tersebut untuk pelayanan perpustakaan keliling di PAUD/TK sejumlah 925, SD/MI sejumlah 521, SMP/Mts sejumlah 122, SMA/MA sejumlah 63, pondok pesantren 24 bh, destinasi wisata 13, tempat terkonsentrasinya masa (alun-alun, pasar, dan halte) 5, dan 171 Desa/ Kelurahan, Total titik layanan perpustakaan keliling adalah 1844 TL. Setiap pelayanan perpustakaan keliling membutuhkan anggaran sebesar Rp 447.000 Dari jumlah titik layanan 1844 TL. Itu berarti dengan anggaran Rp 75.000.000 maka target keliling yang bisa dicapai Perpustakaan keliling sebanyak 168 TL. Sementara selama tahun 2019 Bidang Layanan sudah dapat melakukan 204 Kali layanan di 187 TL. Itu artinya Bidang Layanan pada tahun 2019 ini sudah dapat mencapai target yang ditentukan. Perhitungan target tersebut berdasarkan anggaran yang tersedia di Induk tahun anggaran 2019 setelah perubahan di PAK. 925 521 122 63 24 13 5 171 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000

PAUD/TK SD/ MI SMP/ MTs SMA/MA PONPES TEMPAT WISATA KONSENTRASI

MASSA

DESA/KEL.

DESTINASI TITIK LAYANAN (TL) PERPUSTAKAAN KELILING

(29)

c) Rincian Anggaran DAK

Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan pada Tahun 2019 mendapatkan kontruksi anggaran dari DAK sebesar Rp 425.000.00 (Empat Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dana ini terbagi untuk Pengadaan Buku Perpustakaan sebesar Rp 225.000.000 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dan untuk Pengadaan Perangkat Perpustakaan sebesar Rp 200.000.000 (Dua Rarus Juta Rupiah), berikut kedua rincian dana tersebut :

a. Jumlah Anggaran Pengadaan Buku Perpustakaan

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa Jumlah anggaran Pengadaan Buku yang bersumber dari DAK sebesar Rp 225.000.000 (Dua Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) yang terdiri dari honorarium PNS sebesar 16.500.000 yang digunakan untuk Panitia Pelaksana Kegiatan yang terdiri dari Penanggungjawab 3.000.00, Ketua 2.900.000 , Sekretaris 2.400.000 dan untuk anggota 2.400.000, Kemudian untuk anggaran Belanja Makanan

dan Minuman sebesar 3.500.000 , dan yang terakhir adalah anggaran Belanja Modal Buku ilmu pengetahuan umum sebesar 205.000.000,

16,500,000 3,500,000 205,000,000 0 50,000,000 100,000,000 150,000,000 200,000,000 250,000,000

Honorarium PNS Belanja Makanan & Minuman Belanja Modal

JUMLAH ANGGARAN PENGADAAN BUKU DARI DAK

(30)

penggunaan dana pengadaan Buku dari DAK diharapkan dapat mendorong meningkatnya minat baca masyarakat di Kabupaten Pacitan.

b. Jumlah Anggaran Pengadaan Perangkat Perpustakaan

Dari grafik diatas dapat dilihat bahwa jumlah anggaran dari DAK untuk Perangkat Pelayanan Perpustakaan sejumlah Rp 200.000.00 (Dua Ratus Juta Rupiah dan terdiri dari Belanja Modal Pengadaan Komputer sebesar 183.500.000 yang terdiri dari Belanja Modal pengadaan Komputer/PC 74.000.000, Belanja Modal Pengadaan Komputer Notebook 32.000.000, Belanja Modal pengadaan Printer 56.500.000, Belanja Modal pengadaan Scaner 14.000.000, belanja modal pengadaan Kelengkapan Komputer (seperti: Flashdisk, mouse, keyboard, hardisk, dan speaker) 7.000.000, dan untuk Belanja Modal alat-alat studio sendiri terdiri dari Belanja Modal pengadaan kamera 8.500.000, dan Belanja Modal pengadaan Proyektor 8.000.000, semua anggaran pengadaan perangkat perpustakaan tersebut digunakan demi terpenuhinya sarana dan prasarana penunjang perpustakaan. 183,500,000 16,500,000 0 20,000,000 40,000,000 60,000,000 80,000,000 100,000,000 120,000,000 140,000,000 160,000,000 180,000,000 200,000,000

B. Modal Pengadaan Komputer B.Modal Alat-alat Studio

JUMLAH ANGGARAN PERANGKAT PELAYANAN PERPUSTAKAAN DARI DAK

(31)

13. Ketenagaan

Bidang Layanan dan Koleksi memiliki tenaga sejumlah 12 orang, yang terbagi 4 orang PNS (Pejabat Struktural), dan 8 orang Tenaga Jasa Teknis. Tenaga jasa teknis tersebut melaksanakan pelayanan dan pengolahan buku. Kualifikasi SDM yang dimiliki tenaga PNS maupun Non PNS adalah sebagai berikut :

NO NAMA PEND.TERAKHIR

1. Edi Sukarni, S.Sos., M.Pd S 2

2. Daimah, S.Pd S 1

3. Joko Wahyudi, S.Sos., M.Pd S 2 4. Sri Harsih, S.Sos S 1

5. Enik Kusrini SLTA

6. Deni Andriana D2 Perpus 7. Fajar Setyo Nugroho D2 Perpus

8. Devi Hatika D2 Perpus

9. Iis Saputri D3 Pajak

10. Bunga Artalia Zain SLTA (Mahasiswa semester 7)

11. Surya Rien Kristanti S 1 12. Rosda Laila Fitriana S 1

(32)

Dari grafik tingkat pendidikan tenaga di bidang layanan terlihat : SLTA hanya 2 orang (1 orang proses kuliah), D2 3 orang, D3 1 orang, S1 4 orang, dan S2 2 orang. Jika dilihat dari sisi kuantitas maupun kualitas, tenaga di bidang layanan sudah cukup memiliki kompetensi untuk dapat melaksanakan tugas dengan baik. Meskipun mereka berangkat dari basic pendidikan yang beragam, namun karena usia rata-rata mereka masih muda maka cepat dapat menyesuaikan dan belajar sesuai bidang yang diembannya.

14. Sarana Prasarana Layanan

Di tahun 2019 terdapat penambahan pada sarana maupun prasarana di perpustakaan yaitu penambahan buku yang bersumber dari Induk (APBD), DAK, dan PAK Tahun 2019, buku tersebut sejumlah 4.100 exp, 700 exp, dan 1625 exp, kemudian juga terdapat penambahan alat elektronik yang berasal dari DAK yaitu Komputer PC sejumlah 4 unit, Notebook 4 unit, printer 4 unit, Printer Vargo 1 unit, Printer Barcode 1 unit, Scaner Barcode 4 unit, RAM server 1 unit, Kamera 1 unit, dan LCD proyektor 1 unit semua penambahan sarana maupun prasarana tersebut guna untuk lebih meningkatkan pelayanan pada perpustakaan.

2

3

1 4

2

Grafik Tingkat Pendidikan Tenaga Bidang

Layanan

SLTA D2 D3 S1 S2 JUMLAH 12 ORANG

(33)

15. Arah Pengembangan Layanan Perpustakaan ke Depan

Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan Kabupaten Pacitan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya selalu berupaya untuk kreatif, inovatif, dan mampu memberikan layanan terhadap pemustaka secara maksimal. Namun dalam perjalanannya seiring dengan perkembangan jaman, banyak tantangan baru yang harus dihadapi. Kulminasi yang terjadi saat ini memasuki era teknologi dan informasi yang berkembang sangat cepat dan sudah menyentuh hampir semua kalangan masyarakat dan semua wilayah.

Perkembangan teknologi yang hampir tanpa batas, telah menciptakan euporia digital masyarakat desa. Anak-anak, remaja, bahkan orangtua di desa lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain-main dengan teknologi tersebut. Buku menjadi seperti barang usang yang dilalaikan, membacakan dongeng anak sebelum tidur, bercerita tetang sifat-sifat kepahlawanan, kejujuran, kebenaran, dan keberanian telah tiada. Oleh sebab itu hal ini perlu dicermati dan disikapi semua pihak agar kita nantinya tidak menjadi generasi korban teknologi terkini.

Dengan melihat kondisi tersebut, perpustakaan harus bisa merubah pola pelayanan menjadi lebih agresif dan dinamis diberbagai hal termasuk didalamnya penggunaan teknologi dalam layanan perpustakan (otomasi

library) sehingga mampu meningkatkan kiprahnya dan perpustakaan menjadi

lebih unggul (library excellence).

Dukungan sumber-sumber pustaka yang up to date, yang lebih lengkap dan komprehensif yang dapat didayagunakan dengan mudah dan cepat oleh pemustaka dalam membaca, khususnya generasi muda pada gilirannya dapat menghasilkan produk-produk kreatifitas dan inovatif yang dapat mejadi kekayaan pengetahuan baru (new knowledge resources) bagi pembangunan daerah. Juga kegiatan berbagai pelatihan yang bersifat menunjang kegemaran membaca buku perlu dilakukan lebih intensif, termasuk didalamnya kegiatan promosi dalam bentuk lomba-lomba maupun festival yang mengarah pada minat baca masyarakat. Tentu saja upaya tersebut perlu dukungan anggaran dan sarana prasarana yang cukup memadai.

(34)

Dalam hal ini dituntut upaya modernisasi perpustakaan baik dalam organisasi, manajemen, dan pelayanan perpustakaan yang harus mencakup layanan perpustakaan digital (digital library services/electronic library

services).

Bidang Layanan dan Koleksi seharusnya menjadi leading sector lembaga perpustakaan, hal ini ditegaskan melalui UU 43 tahun 2007, BAB XI pasal 42 tentang Kerjasama dan peran serta masyarakat, yang berbunyi:

(1) Perpustakaan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka.

(2) Peningkatan layanan kepada pemustaka sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemustaka yang dapat dilayani dan meningkatkan mutu layanan perpustakaan.

(3) Kerja sama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan peningkatan layanan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan dengan memanfaatkan sistem jejaring perpustakaan yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Dari amanah undang-undang tersebut sangatlah jelas bahwa seluruh kegiatan pengembangan perpustakaan harus diarahkan untuk memberikan pelayanan terbaik terhadap pemustaka (pengujung perpustakaan). Sehingga seluruh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di lembaga perpustakaan, seharusnya dikordinasikan dengan Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan. Jika mekanisme kerja ini tidak dijalankan sesuai amanah undang-undang maka bisa dipastikan sinergi dan hasil kerja tidak akan tercapai.

(35)

G.

Akuntabilitas Kinerja

1. Target dan Realisasi kinerja tahun 2019

Sesuai dengan RPJMD Bidang Layanan Dinas Perpustakaan memiliki 2 target capaian yaitu Jumlah Koleksi Buku yang tersedia dan Jumlah Pengunjung Perpustakaan. Koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan ditargetkan akhir tahun 2019 sejumlah 26.816 exp dan pada tahun 2019 Bidang Layanan dan Koleksi perpustakaan telah menambah koleksi buku sebanyak 7.506 dengan demikian berarti Bidang Layanan dan Koleksi sudah dapat mencapai angka target yang ditentukan yaitu 137% perhitungan ini diperoleh dari jumlah buku di tahun sebelumnya yang ditambah dengan penambahan buku di tahun 2019 maka hasilnya sejumlah 36.638 exp buku yang dimiliki oleh perpustakaan hingga tahun 2019 ini. Sedangkan untuk Jumlah Pengunjung Perpustakaan memiliki target 107,389 pengunjung, dan pada tahun 2019 Perpustakaan Daerah telah mendapatkan pengunjung sejumlah 43.038 pengunjung yang artinya pengunjung perpustakaan juga sudah melebihi target yang ditentukan sebanyak 186% atau 199.867 dari angka target. Dengan demikian kedua indikator capaian perpustakaan tersebut sudah mampu melampaui target yang telah ditentukan.

TARGET CAPAIAN % 1 KOLEKSI BUKU YANG TERSEDIA DI PERPUSTAKAAN DAERAH 26,816 36.638 137% 2 JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN 107,389 199.867 186% NO URUSAN PERPUSTAKAAN TAHUN 2019

(36)

2. Realisasi dan Capaian Kinerja Tahun 2018 dan Tahun 2019

Data diatas merupakan realisasi dan capaian kinerja Bidang Layanan dan Koleksi pada Dinas Perpustakaan pada tahun 2018 dan 2019, terlihat bahwa target koleksi buku setiap tahun bertambah 500 exp, sedangkan dari tahun 2018 ke 2019 capaian perpustakaan bertambah 26% dari 111% (29.132) ke 137% (36.638) dikarenakan perpustakaan sudah menambah buku sebanyak 7.506 exp, sedangkan pada tahun 2018 lalu perpustakaan hanya menambah buku sebanyak 1.200 exp ini artinya penambahan buku Perpustakaan meningkat sebanyak 6.306 exp pada tahun 2019, sedangkan untuk jumlah pengunjung perpustakaan target setiap tahunnya harus bertambah sebanyak 15.000 pegunjung, sementara pada tahun 2019 perpustakaan memperoleh pengunjung sebanyak 43.038 pengunjung, jumlah ini sudah melebihi target yang ditentukan, tetapi jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu pengunjug perpustakaan mengalami penurunan dari 46.800 menjadi 43.038 maka penurunan sejumlah 3.762 pengunjung, penurunan ini dapat terjadi karena beberapa factor diantaranya karena tahun 2018 lalu pameran buku dilakukan sebanyak 2 kali sedangkan tahun 2019 hanya 1 kali, factor ini juga dapat mempengaruhi jumlah kunjungan dikarenakan pameran buku dapat menarik pula minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.

TARGET CAPAIAN % TARGET CAPAIAN %

1 KOLEKSI BUKU YANG TERSEDIA DI PERPUSTAKAAN DAERAH 26,316 29,132 111% 26,816 36.638 137% 2 JUMLAH PENGUNJUNG PERPUSTAKAAN 92,389 156,829 170% 107,389 199.867 186% TAHUN 2018 TAHUN 2019 NO URUSAN PERPUSTAKAAN

(37)

3. Realisasi kinerja Target Program Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan, memiliki visi perencanaan program dan kegiatan yang dapat menjawab tantangan global yang bertumpu pada keunggulan manajemen dan layanan modern untuk mendukung Visi, Misi, daerah dan lembaga Dinas Perpustakaan tersebut. Oleh karenanya Program Kerja Bidang Layanan dan Koleksi, memfokuskan modernisasi tersebut pada jangka pendek (yang segera dapat dilaksanakan) dan program jangka panjang (untuk memberikan akses keberlanjutan program jangka pendek). Serta sebagai jawaban terhadap tantangan yang dihadapi di tahun-tahun mendatang.

1. Program Jangka Pendek Tahun 2019

a. Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai kebutuhan;

b. Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan;

c. Mengolah dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan system tertentu sehingga memudahkan penggunaannya;

d. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik;

e. Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan;

f. Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak; g. Menginput data anggota perpustakaan baru;

h. Menerbitkan kartu anggota perpustakaan bagi anggota baru;

i. Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan (kartu buku, kantong, lebeling, catalog OPAC, katalog buku, dll);

j. Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka;

k. Entry data anggota perpustakaan pada Sistim Informasi Perpustakaan (SIP);

(38)

m. Pelayanan Internet; n. Pelayanan edukasi anak; o. Pelayanan Baca ditempat;

p. Pelayanan Konseling Pengelolaan Perpustakaan; q. Penyediaan cafebook;

r. Pembuatan/pengadaan tempat baca terintegrasi outdoor dan indoor; s. Pembuatan Juknis / pelayanan Perpustakaan terpadu berbasis

media social.

2. Program Jangka Pendek Yang Telah Dapat Teralisasi

Sementara itu untuk program Jangka pendek yang telah terealisasi sampai dengan Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

a. Menyediakan dan menghimpun bahan pustaka, informasi, sesuai kebutuhan;

b. Mengolah dan mengorganisasikan bahan pustaka dengan sistem tertentu sehingga memudahkan penggunaannya (Selama Tahun 2019 telah mengolah bahan pustaka sejumlah 4.085 exp);

c. Melaksanakan layanan perpustakaan yang sederhana, mudah dan menarik;

d. Menambahkan koleksi bahan pustaka secara berkala untuk memenuhi kebutuhan pengguna layanan perpustakaan (Telah menambah buku sebanyak 700 exp dari induk, 4.100 exp dari DAK, dan 2.706 exp dari PAK);

e. Memelihara bahan pustaka agar tahan lama dan tidak cepat rusak (Perawatan dan perbaikan koleksi pada Tahun 2019 telah mencapai sejumlah 4.085 exp);

f. Menginput data anggota perpustakaan baru (Data Anggota baru perpustakaan Tahun 2019 pada Periode Januari - Desember 2019 bertambah sejumlah 614 anggota);

g. Menerbitkan kartu anggota perpustakaan bagi anggota baru (Kartu Anggota baru yang telah diterbitkan perpustakaan pada Tahun 2019 Periode Januari - Desember 2019 sejumlah 614 kartu anggota);

(39)

h. Menerbitkan berbagai administrasi perpustakaan seperti kartu buku, kantong, lebeling, catalog OPAC, katalog buku, dll. (Selama Tahun 2019 telah menerbitkan sejumlah 4.085 buah);

i. Inventarisasi, klasifikasi dan katalogisasi bahan pustaka (Selama Tahun 2019 telah menginventarisasi, mengklasifikasi, dan mengkatalogisasi sejumlah 4.085 exp);

j. Entry data anggota perpustakaan pada Sistim Informasi Perpustakaan (SIP) (Entry data Anggota pada SIP Tahun 2019 pada periode Januari - Desember 2019 bertambah sejumlah 603 anggota); k. Pelayanan peminjaman buku perpustakaan (Selama Tahun 2019

sejumlah 3.719 exp);

l. Pelayanan Internet (Selama Tahun 2019 telah melayani 3.467 pengguna internet);

m. Pelayanan edukasi anak (Selama Tahun 2019 telah melayani 13 kali pelayanan edukasi untuk anak);

n. Pelayanan Baca ditempat (Selama Tahun 2019 sejumlah 20.652 pengunjung yang membaca buku ditempat);

o. Pelayanan Konseling Pengelolaan Perpustakaan (Selama I semester sejumlah 6 kali kegiatan).

3. Program Jangka Panjang Tahun 2019

a. Menerapkan system layanan perpustakaan berbasis ICT; b. Menerapkan E-Library learning;

c. Merealisasikan kualitas dan kuantitas buku minimal 2000 Judul buku per tahun;

d. Merealisasikan jaringan layanan terpadu antar kota; e. Merealisasikan jaringan layanan perpustakaan sekolah;

f. Merealisasikan jaringan layanan perpustakaan desa/kelurahan; g. Pemberian Bantuan Operasional Layanan Perpustakaan; h. Pendayagunaan Duta Baca di masing-masing Kecamatan; i. Penambahan Sarana Prasarana Layanan.

(40)

4. Program Jangka Panjang Yang Telah Dapat Terealisasi

Sementara itu untuk program Jangka Panjang yang telah terealisasi sampai dengan Semester I Tahun 2019 adalah sebagai berikut:

a. Menerapkan system layanan perpustakaan berbasis ICT (Sudah terlaksana adanya perpustakaan digital yang bekerjasama dengan PT. Enam Kubuku dan telah dilaksanakan di 15 lembaga sekolah dan desa);

b. Menerapkan E-Library learning (Sudah terlaksana di induk Dinas Perpustakaan yang terintegrasi dengan 15 lembaga sekolah);

c. Merealisasikan kualitas dan kuantitas buku minimal 2000 Judul buku per tahun;

d. Merealisasikan jaringan layanan perpustakaan sekolah (Sudah terlaksana di 15 lembaga sekolah);

e. Merealisasikan jaringan layanan perpustakaan desa/kelurahan (Baru 2 desa yang terlaksana yaitu Desa Bungur dan Desa Gemaharjo); f. Pemberian Bantuan Operasional Layanan Perpustakaan (Sudah

terlaksana di 15 lembaga sekolah yang menerima bantuan perpustakaan digital).

g. Penambahan Sarana Prasarana Layanan ((Pengadaan Komputer/PC 4 Unit, Note book 4 unit, printer 4 unit, Printer fargo 1 unit, printer barcode 1 unit, scanner barcode 4 unit, ram server 1 buah, kamera 1 unit, LCD Proyektor 1 unit

(41)

Program jangka pendek dan jangka panjang tersebut akan dilaksanakan melalui mekanisme dan strategi sebagai berikut:

Gambar 1.1. Penentuan prioritas program dengan forward chaining analysis.

Program kerja Bidang Layanan dan Koleksi Tahun 2019 disusun dengan mengacu pada azas: prioritas, efisiensi, dan produktivitas. Pada azas prioritas digunakan pendekatan penyusunan program dengan analisa terunut maju (forward chaining analysis), bermula dari program yang menghasilkan tujuan awal (initial goal) untuk menjadi masukan bagi program selanjutnya yang menghasilkan tujuan bagian (sub-goals), hingga akhirnya mengarah pada program yang mencapai tujuan akhir (goal state).

Selanjutnya azas efisiensi digunakan untuk menentukan kesesuaian program dengan sumberdaya anggaran yang tersedia untuk mencapai baik tujuan antara maupun tujuan utama.

Kondisi Awal (Initial State) Higher Priority Programs Lower Priority Programs Prog Jpen 1 Tujuan Akhir (Goal State) Prog Jpen 2 Prog Jpen3 dst. Prog Jpan 1 Prog Jpan 2 Prog Jpan 3 dst Tujuan Bagian (Sub-Goal)

(42)

Sedangkan azas produktivitas digunakan untuk menentukan program yang diharapkan dapat mencapai porsi terbesar dari tujuan antara (sub-goal) maupun tujuan akhir (goal state).

Dari program yang bisa dilaksanakan sampai pada semester I tahun 2019 pada program jangka pendek telah tercapai 84% sedangkan untuk program jangka panjang telah tercapai 67% dari total masing-masing program. Selanjutnya untuk program yang belum tercapai akan diupayakan pelaksanaannya/realisasinya pada semester II khususnya untuk program jangka pendek. Sementara itu program jangka panjang tetap dimasukkan dalam sistem perencanaan dan di laksanakan sesuai mekanisme anggaran yang tersedia.

5. Program Jangka Pendek Tahun 2020

a. Menyediakan dan melengkapi fasilitas perpustakaan sesuai kebutuhan;

b. Penyediaan cafebook;

c. Pembuatan/pengadaan tempat baca terintegrasi outdoor dan indoor; d. Pembuatan Juknis / pelayanan Perpustakaan terpadu berbasis

media social.

6. Program Jangka Panjang Tahun 2020

a. Merealisasikan jaringan layanan terpadu antar desa/kelurahan; b. Pendayagunaan Duta Baca di masing-masing Kecamatan.

4. Analisis Penyebab Keberhasilan/Kegagalan atau Peningkatan

/Penurunan Kinerja dan Alternatif Solusi yang telah dilakukan.

Secara umum pencapaian kinerja Bidang Layanan dan Koleksi, dari tiga program dan kegiatan untuk semua sasaran pada tahun 2019 ini melebihi hingga 100%, bahkan ada yang mencapai hampir 300% dari target sasaran. Hal ini memberikan implikasi pada predikat kinerja dari secara umum terkategori tinggi.menjadi sangat tinggi. Keberhasilan ini tidak terlepas dari penyebab internal dan eksternal. Adapun penyebab internal yang kami maksudkan antara lain ;

(43)

a. Adanya komitmen dan kepedulian yang tinggi dari masing-masing penanggungjawab kegiatan untuk merealisasikan apa yang telah ditargetkan sebelumnya pada awal tahun 2019.

b. Perencanaan dari masing-masing kegiatan telah fokus pada apa yang akan dicapai dan tidak hanya fokus pada tindakan.

c. Telah diimplementasikannya penganggaran yang berbasis kinerja, dimana setiap tindakan atau anggaran yang dikeluarkan, diharapkan dapat menghasilkan sesuatu.

d. Telah dilaksanakannya setiap bulan rapat bidang untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan baik terkait realisasi anggaran maupun realisasi fisiknya, untuk mengantisipasi terdapatnya kegiatan yang tidak fokus pada hasil.

e. Optimalnya penyebaran informasi kegiatan yang dilaksanakan bidang melalui website, media cetak, media elektronik, dan sosial media serta kegiatan lain kerjasama dengan pihak ketiga juga mampu memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan program.

Sementara penyebab eksternal terhadap keberhasilan pencapaian program/kegiatan yang kami maksudkan antara lain :

a. Adanya komitmen dan kepedulian yang tinggi dari seluruh unsur yang ada di Dinas Perpustakaan Kabupaten Pacitan.

b. Adanya pelibatan dari managemen lembaga dan pemrakarsa usaha/perusahaan/penerbit buku/comunitas baca/LSM/sekolah/pemerintah desa melalui berbagai kegiatan pendukung minat baca masyarakat.

c. Adanya sinergitas program/kegiatan yang telah direncanakan dengan program dari Perpusnas dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Propinsi Jawa Timur.

Selain terdapatnya penyebab eksternal dan internal yang mendukung keberhasilan kinerja, juga dimungkinkan terdapat beberapa

(44)

penyebab yang dapat mengakibatkan kegagalan dalam mencapai kinerja untuk beberapa sasaran.

Adapun penyebab kegagalan dan alternatif solusi yang telah dilakukan antara lain :

a. Masih kurangnya sumber daya manusia (SDM), baik kualitas maupun kuantitas dibandingkan dengan beban kerja yang dilaksanakan oleh Bidang Layanan dan Koleksi..

Seperti halnya pada ketersediaan tenaga penyuluh minat baca serta tenaga pendongeng untuk kegiatan layanan anak dari lembaga sekolah yang berkunjung maupun untuk kegiatan layanan perpustakaan keliling disadari masih minim dan akan terus membutuhkan tambahan SDM, selain itu juga dibutuhkan SDM yang lain untuk tenaga perencana, tenaga informasi teknologi (IT), dan tenaga teknis lainnya yang mendukung upaya peningkatan layanan masyarakat secara optimal. Sehubungan hal tersebut telah melatih tenaga jasa teknis yang ada dengan penamabhan kompetensi yang dapat mendukung layanan pemustaka dan masyarakat umum.

c. Belum optimalnya ketersediaan data yang ada di induk lembaga (bidang lain) untuk menunjang proses perencanaan dan kegiatan. Sebagai solusi alternatif direncanakan pada tahun 2021 akan dibangun sistem data base yang terpadu dan terintegrasi untuk menunjang proses perencanaan dan pengambilan kebijakan. d. Indikator pada level impact dan outcome pada ketiga Bidang

(pelayanan, pembinaan, pengembangan) bersifat sama. sementara kegiatan yang dilaksanakan tidak sama. sehingga pencapaian pada level impact dan outcome kadang sulit dimaknai. Sebagai solusi alternatif bentuk koordinasi dan pembinaan kepada multipihak yang terkait dalam upaya peningkatan minat baca masyarakat akan ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya.

(45)

e. Alokasi anggaran yang ditetapkan setelah melewati pembahasan di DPRD tidak sesuai dengan yang direncanakan sehingga beberapa sasaran tidak dapat dicapai sesuai dengan yang ditargetkan.

5. Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

Penggunaan sumber daya dalam rangka mendukung pelaksanaan program/kegiatan terdiri atas dua yaitu efisiensi sumber daya biaya dan sumber daya manusia. Persentase efisiensi sumber daya biaya dapat dihitung dengan rumus : Persentase efisiensi Biaya =

(

)

Pada tahun 2019 realisasi biaya untuk semua program di bidang layanan dan koleksi adalah Rp 514.975.000, sementara target biaya untuk semua program yaitu Rp 520.000.000 Dengan rumus efisiensi diatas, diperoleh persentase efisiensi biaya pada level program adalah 99 %. Persentase efisiensi ini secara teori masih sangat kecil, sehingga dapat diasumsikan bahwa pada tahun 2019 secara umum tidak terdapat efisiensi yang signifikan dari penggunaan sumber daya biaya. Namun bila dilihat pada level kegiatan nampak adanya efisiensi pengunaan sumber daya pada beberapa kegiatan.

Seperti pada kegiatan Pelayanan Perpustakaan Keliling, yang persentase efisiensinya mencapai 111 %, selain itu pada kegiatan Pengembangan Koleksi yang persentase efisiensinya mencapai 91 %. Upaya efisiensi penggunaan sumber daya manusia telah dilaksanakan melalui pelibatan multipihak dalam pengelolaan kegiatan seperti penggunaan jasa pihak ke-3 dalam pelaksanaan kegiatan, pemberi

(46)

masukan, dan kerjasama dengan pihak swasta melalui CSR untuk melaksanakan kegiatan bantuan buku.

6. Analisis Program/Kegiatan yang Menunjang Keberhasilan ataupun Kegagalan

Pencapaian Pernyataan Kinerja Program/kegiatan yang menunjang keberhasilan pencapaian semua sasaran strategis ini adalah sebanyak 3 program/ kegiatan. Adapun pencapaian dari setiap program dan kegiatan tersebut diuraikan dibawah ini :

a. Perpustakaan Umum, taget capaian tahun 2019 adalah jumlah pengunjung. Jumlah pengunjung sampai dengan akhir bulan Desember 2019 dapat tercapai 43.038 Orang. Jumlah pengunjung tersebut jauh melebihi yang ditargetkan dalam pernyataan kinerja. Hal tersebut dimungkinkan karena upaya dan kerja keras semua pihak termasuk seluruh managemen lembaga perpustakaan.

b. Perpustakaan Keliling, target pencapaian perpustakaan keliling tahun 2019 adalah 168 kali titik layanan. Pencapaian sampai akhir tahun adalah 187 kali titik layanan. Target kinerja telah tercapai 100%. Namun sebenarnya dilapangan masih banyak lembaga sekolah dan desa yang belum dapat terjangkau meskipun secara kinerja target dapat 100% tercapai. Titik layanan yang belum dapat terlayani menjadi prioritas target capaian ditahun-tahun kedepan.

c. Pengembangan bahan koleksi, target penambahan buku koleksi tahun 2019 adalah 26.816 eksemplar. Dari target tersebut dapat tercapai 36.368 eksemplar. Itu berarti 137 % dari target. Realisasi pencapaian target sudah sangat tinggi. Namun demikian kebutuhan bahan koleksi masih perlu terus diupayakan penambahannya karena bahan bacaan utamanya buku, bersifat dinamis. Buku yang sudah dibaca pemustaka tidak akan dibaca kembali. Pemustaka menginginkan buku baru lagi, begitu seterusnya sehingga ketersediaan buku harus selalu ter-update.

Dari analisis program dan kegiatan di atas nampak semuanya dapat tercapai, tidak ada kegagalan program dan kegiatan, meskipun seharusnya

(47)

dapat tercapai lebih tinggi lagi. Meskipun demikian kedepan masih perlu dilakukan factor-faktor dukungan yang dapat meningkatkan kinerja jauh lebih tinggi lagi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a. Sistem perencanaan terpadu yang lebih komprehensif, dimana outcome lembaga menjadi acuan semua pihak yang terlibat dalam managemen organisasi.

b. Dukungan sarana-prasarana yang memadai.

c. Adanya anggaran yang proporsional dari sasaran yang akan dicapai. d. Komitmen yang baik dari semua pihak untuk mencapai sasaran yang

telah ditetapkan.

H. Penutup

1. Desiminasi

Kegiatan Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan selama satu Tahun (Bulan Januari – Desember 2019), yang ditujukan kepada pemustaka sebagai target layanan (kelompok maupun individu) diarahkan untuk memberikan informasi, menimbulkan kesadaran agar lebih mengerti pentingnya membaca. Buku sebagai sumber ilmu pengetahuan dapat dijadikan wahana untuk meniti karier dan masa depan. Layanan yang diberikan lembaga perpustakaan sangat strategis karena mampu menjembatani proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola melalui informasi dan pengetahuan yang terdapat di perpustakaan, sehingga mampu memberikan nilai tambah kesejahteraan masyarakat.

2. Rekomendasi

Dengan tercapainya program kerja jangka pendek dan program jangka panjang selama kurun waktu I semester, untuk program jangka pendek yang mana telah tercapai sejumlah 89%, sedangkan untuk program jangka panjang sejumlah 78% dari masing-masing program induk. Maka dengan ini disampaikan beberapa rekomendasi sebagai berikut:

a. Meskipun kegiatan Bidang Layanan dan koleksi selama Tahun 2019 telah mampu melaksanakan program kerja jangka pendek sejumlah

(48)

89% namun tetap masih perlu di upayakan supaya lebih maksimal kinerjanya, karena tantangan untuk waktu yang kan datang semakin berat (Contoh: Perkembangan tekhnologi yang semakin pesat dan dan berpengaruh besar terhadap pemustaka, pengaruh tersebut terlihat pada semakin berkurangnya minat masyarakat dalam membaca buku). b. Bidang Layanan dan Koleksi Perpustakaan merupakan leading sector kegiatan lembaga perpustakaan, maka semua program dan kegiatan serta mekanisme koordinasi lembaga harus disinkronisasikan dengan bidang layanan dan koleksi.

c. Sarana prasarana dan anggaran lembaga, seharusnya diarahkan untuk mendukung sepenuhnya kegiatan layanan kepada pemustaka, dengan meningkatkan metode dan memperbanyak model layanan.

d. Sistem jaringan layanan perpustakaan antar kota, antar sekolah dan antar desa/kelurahan dapat menjadi unggulan program inovasi lembaga, perlu mendapat perhatian sebagai prioritas kegiatan lembaga. e. Dukungan dari seluruh stakeholder internal khususnya managemen

lembaga untuk bidang layanan dan koleksi perlu ditingkatkan.

f. Peningkatan pendayagunaan MPK dengan memberikan alokasi anggaran yang proporsional sesuai dengan target Titik Layanan yang harus dilayani.

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, pola perilaku, cara berfikir, dan aktivitas mahasiswa Seni Rupa tidak terlepas dari kegiatan seni atau tugas praktik dari kampus, yang cukup banyak menyita waktu

Terjadinya tindak pidana pemalsuan menurut Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia apabila orang atau korporasi dengan sengaja memberikan

(3) Pemohon penyelenggaraan Kehutanan Masyarakat untuk Kawasan Pemanfaatan Tradisional, Kawasan Dengan Tujuan Khusus Lokal, Kawasan Hutan Lindung Lokal

Laporan Akuntabilitas Kinerja (LKjIP) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Way Kanan Tahun 2019 ini disusun untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kegagalan dalam

Penyusunan Laporan Kinerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2019 merupakan gambaran keberhasilan dalam menjalankan program dan kegiatan

Hasil algoritma menunjukkan sebagian besar stasiun pengamatan memberikan nilai positif dengan kisaran 0 – 5000 μatm dengan nilai bias yang tinggi pada stasiun

Evaluasi Kinerja dilaksanakan pada setiap akhir tahun anggaran antara lain dimaksudkan untuk menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Unit

Multiple sistem atrophy adalah penyakit degeneratif yang memiliki gejala parkinsonisme, dengan atau tanda cerebellar dan gangguan autonomy