2
AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT
PERTAMA
Definisi:
Pengakuan
terhadap Puskesmas, klinik pratama, praktik dokter dan praktik dokter gigi yangdiberikan
oleh
lembaga
independen
penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan.Akreditasi Puskesmas
Akred.PKM.Nas. 3 Pelayanan Klinis Penyelenggaraan Program Puskesmas Penyelenggaraan Administrasi ManajemenPelayanan
Pelayanan
Yang
Yang
diakreditasi
diakreditasi
Struktur standar
Bab: 9 bab
Standar:
Kriteria :
Pokok pikiran:
Elemen Penilaian : 776
Akred.PKM.Nas. 4Penilaian akreditasi dilakukan dg menilai tiap elemen penilaian pd tiap kriteria
Pencapaian terhadap elemen-elemen penilaian pada setiap kriteria diukur dengan tingkatan sebagai
berikut:
Elemen
Penilaian
Pencapaia
n Elemen
Nilai
Terpenuhi
≥ 80 %
10
Terpenuhi
sebagian
20% - 79%
5
Tidak
Ketentuan kelulusan akreditasi
puskesmas
Tingkata
n
Akreditas
i
Nilai
TidakTerakreditasi Bab I, II ≤ 75 %, Bab IV, V, VII ≤ 60 %, Bab III, VI, VIII, IX ≤ 20 % Terakreditasi
Dasar Bab I, II ≥ 75 %, Bab IV, V, VII ≥ 60 %, Bab III, VI, VIII, IX ≥ 20 % Terakreditasi
Madya Bab I, II, IV, V ≥75 %, Bab VII, VIII ≥ 60 %, Bab III, VI, IX ≥ 40 % Terakreditasi
Utama
Bab I, II, IV, V, VII, VIII ≥ 80 %, Bab III, VI, IX ≥ 60 %
Terakreditasi
DOKUMEN AKREDITASI
Adalah semua
dokumen/regulasi internal yg
harus disiapkan, yang
merupakan persyaratan yang
Jenis Dokumen Berdasarkan Sumber :
Dokumen eksternal
: peraturan
perundangan
Dokumen internal
:
peraturan-peraturan internal yang disusun
oleh fasyankes, dituangkan dalam
dokumen regulasi internal
JENIS DOKUMEN AKREDITASI Dibedakan :
Dokumen induk
Dokumen terkendali
Dokumen tidak terkendali
Dokumen kedaluwarsa
JENIS DOKUMEN YANG
PERLU DISEDIAKAN DI
Administrasi dan
manajemen
Kebijakan Kepala Puskesmas
Rencana Lima Tahunan/Rencana Strategi Bisnis PTP (RUK dan RPK)
Pedoman/Manual Mutu
Pedoman/panduan yang terkait dengan
administrasi dan manajemen
Standar Operasional Prosedur, Kerangka acuan kegiatan,
Upaya Kesehatan
Masyarakat
Kebijakan Kepala Puskesmas
Pedoman untuk masing-masing UKM (esensial
maupun pengembangan)
Standar Operasional Prosedur
Rencana Tahunan untuk masing-masing UKM Kerangka acuan kegiatan untuk tiap-tiap UKM
Pelayanan Klinis/UKP
Kebijakan Kepala Puskesmas
Pedoman Pelayanan Klinis (Panduan
Praktik Klinis)
Standar Operasional Prosedur (SOP)
Kerangka acuan Kegiatan terkait
proyanis dan peningkatan mutu dan
keselamatan pasien
Kebijakan Pedoman/Panduan SOP Implementasi (Rencana/KAK) Program Kegiatan Rekam implementasi
PEDOMAN.
Pedoman adalah :
ketentuan dasar yg memberi arah
bagaimana sesuatu harus dilakukan
Dasar untuk menentukan atau
melaksanakan kegiatan.
Mengatur beberapa hal
Panduan :
Petunjuk dalam melakukan kegiatan
Hanya meliputi satu kegiatan
Format Panduan Pelayanan Puskesmas :
BAB I DEFINISI
BAB II RUANG LINGKUP BAB III TATALAKSANA BAB IV DOKUMENTASI
PROGRAM
rencana kegiatan yg akan dilaksanakan, yg disusun secara rinci, dipergunakan untuk
mencapai tujuan lembaga / unit kerja.
contoh : program pengembangan SDM
Program sebaiknya disusun dalam bentuk
Kerangka Acuan Program
- Program Pengembangan SDM
- Program Peningkatan Mutu Pusk & Keselamatan Pasien - Program Pencegahan Bencana dan Kebakaran
Ketentuan tentang Program :
A.Tujuan Program.
Umum :
Sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan, sehingga tujuan program dapat tercapai.
Khusus :
1. Adanya kejelasan langkah-langkah dlm
melaksanakan kegiatan.
2. Adanya kejelasan siapa yg melaksankan
kegiatan dan bagaimana kegiatan tsb dilaksanakan
3. Adanya kejelasan sasaran, tujuan dan waktu
SISTEMATIKA / FORMAT KA PROGRAM :
1.Pendahuluan
2.Latar Belakang
3.Tujuan Umum dan Tujuan Khusus.
4.Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan.
5.Cara melaksanakan kegiatan.
6.Sasaran
7.Jadwal pelaksanaan kegiatan
8.Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan
PETUNJUK PENULISAN KA
PROGRAM
1. Pendahuluan : berisi hal-hal umum yg
masih terkait dg program.
2. Latar belakang : justifikasi / alasan
mengapa disusun program.
3. Tujuan Umum : tujuan secara garis besar. Tujuan khusus : tujuan secara rinci.
4. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan :
adalah langkah-langlah kegiatan yg harus dilakukan untuk tercapainya tujuan program.
5. Cara melaksanakan kegiatan : metode
melaksanakan kegiatan, a.l : membentuk Tim, melakukan rapat, adalah target per tahun yg melakukan audit dsb.
6. Sasaran : adalah target per tahun yg
spesifik dan terukur utk mencapai tujuan upaya / kegiatan.
Sasaran upaya/ kegiatan menunjukkan
hasil antara yang diperlukan untuk merealisir tujuan tertentu
7. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan :
adalah merupakan perencanaan waktu
melaksanakan langkah-langkah
pelaksanaan upaya/ kegiatan .
Lama waktu tergantung rencana upaya/
kegiatan tersebut dilaksanakan.
Untuk program tahunan, maka jadwal
yang dibuat adalah jadwal untuk 1 tahun,
untuk upaya/ kegiatan 5 tahun maka
jadwal yang harus dibuat adalah jadual 5
tahun.
Jadwal pelaksanaan kegiatan dapat dibuat
8.
Evaluasi Pelaksanaan
Kegiatan dan Pelaporan :
evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah
evaluasi terhadap jadual kegiatan.
jadual tersebut akan dievaluasi setiap kurun
waktu tertentu, sehingga apabila dari
evaluasi diketahui ada pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal, maka dapat segera dilakukan koreksi
Karena itu yang ditulis dalam kerangka
acuan adalah kapan (setiap kurun waktu
berapa lama) evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan dan siapa yang melakukan.
Yang dimaksud dengan pelaporannya
adalah :
bagaimana membuat laporan evaluasi
pelaksanaan kegiatan tersebut dan
kapan laporan tersebut harus dibuat.
Jadi yang harus ditulis di dalam kerangka acuan
adalah cara bagaimana membuat laporan evaluasi dan kapan laporan tersebut harus dibuat dan ditujukan kepada siapa.
9. Pencatatan, Pelaporan dan
evaluasi kegiatan
Pencatatan yang ditulis dalam kerangka acuan
adalah bagaimana melakukan pencatatan
kegiatan atau membuat dokumentasi kegiatan.
Pelaporan adalah:
bagaimana membuat laporan program dan
kurun waktu (kapan) laporan harus diserahkan dan kepada siapa saja laporan tersebut harus diserahkan.
Evaluasi kegiatan :
adalah evaluasi pelaksanaan Upaya/ kegiatan
secara menyeluruh.
yang di tulis didalam kerangka acuan, bagaimana
melakukan evaluasi dan kapan evaluasi harus dilakukan.
STANDAR OPERASIONAL
PROSEDUR
Standard Operating Procedures (SOP) :
adalah serangkaian instruksi tertulis yang
dibakukan mengenai berbagai proses
penyelenggaraan administrasi pemerintah, (Permenpan No.35 tahun 2012).
Standar Prosedur Operasional (SPO) adalah
suatu perangkat instruksi/ langkah- langkah
yang dibakukan untuk menyelesaikan proses kerja rutin tertentu. (Undang-undang No. 29
Tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran dan Undang-undang No. 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit)
Tujuan Penyusunan SOP,
Agar berbagai proses kerja rutin terlaksana dengan
efisien, efektif, konsisten/ seragam dan aman,
dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan
melalui pemenuhan standar yang berlaku.
Manfaat SOP,
Memenuhi persyaratan standar pelayanan
Puskesmas
Mendokumentasi langkah-langkah
kegiatan
Memastikan staf Puskesmas memahami
Petunjuk Pengisian SOP :
a.Logo yang dipakai adalah logo Pemerintah
kabupaten/ kota, nama organisasi adalah nama Puskesmas
b.Kotak Heading : masing-masing kotak
( Puskesmas, judul SOP, No. dokumen, No.revisi, tanggal terbit, Halaman,
ditetapkan Kepala Puskesmas ) diisi sebagai berikut :
Heading dan kotaknya dicetak pada
halaman pertama.
Kotak kanan dan kiri diberi Logo
Puskesmas dan Logo pemerintah daerah,
Judul SOP : diberi Judul /nama SOP sesuai
proses kerjanya
No. Dokumen: diisi sesuai dengan
ketentuan penomeran yang berlaku di
Puskesmas yang bersangkutan, dibuat
sistematis agar ada keseragaman.
No. Revisi : diisi dengan status revisi,
dapat menggunakan huruf. Contoh :
dokumen baru diberi huruf A, dokumen
revisi pertama diberi huruf B dan
seterusnya. Dapat juga dengan angka,
misalnya untuk dokumen baru dapat diberi
nomor 0, sedangkan dokumen revisi
pertama diberi nomor 1, dan seterusnya.
Tanggal terbit : diberi tanggal sesuai
tanggal terbitnya atau tanggal
diberlakukannya SOP tersebut
Halaman : diisi nomor halaman dengan
mencantumkan juga total halaman untuk
SOP tersebut. misalnya : halaman pertama
: 1/5, halaman kedua: 2/5, halaman
terakhir : 5/5.
Ditetapkan Kepala Puskesmas: diberi
tandatangan Kepala Puskesmas dan nama
jelasnya.
ISI SOP :
1.
Pengertian
: berisi penjelasan dan ataudefinisi tentang istilah yang mungkin sulit dipahami atau menyebabkan salah
pengertian/ menimbulkan multi persepsi.
2.
Tujuan :
berisi tujuan pelaksanaan SOPsecara spesifik. Kata kunci : “ Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk ……”
3.
Kebijakan :
berisi kebijakan KepalaPuskesmas yang menjadi dasar dibuatnya SOP tersebut, kemudian diikuti dengan
4. Referensi: berisikan dokumen ekternal sebagai acuan penyusunan SOP, bisa berbentuk buku,
peraturan perundang- undangan, ataupun bentuk lain sebagai bahan pustaka,
5. Langkah- langkah Prosedur : merupakan
bagian utama, yang menguraikan
langkah-langkah kegiatan untuk menyelesaikan proses kerja tertentu.
6. Unit terkait : berisi unit-unit yang terkait dan atau prosedur terkait dalam proses kerja tersebut
7. Diagram Alir
Syarat penyusunan
SOP :
Perlu ditekankan bahwa SOP
harus
ditulis oleh mereka yang melakuan
pekerjaan
tersebut atau oleh unit kerja
tersebut.
SPO harus menggunakan kalimat perintah/
instruksi dengan bahasa yang dikenal
pemakai.
SOP harus jelas, ringkas, dan mudah
dilaksanakan. Untuk SOP pelayanan pasien
maka harus memperhatikan aspek
keselamatan, keamanan dan kenyamanan
pasien. Untuk SOP profesi harus mengacu
kepada standar profesi, standar pelayanan,
mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK) kesehatan, dan
SOP harus merupakan flow charting dari
suatu kegiatan. Pelaksana atau unit kerja agar mencatat proses kegiatan dan
membuat alurnya kemudian Tim Mutu diminta memberikan tanggapan.
Di dalam SOP harus dapat dikenali dengan
jelas siapa melakukan apa, dimana, kapan, dan mengapa.
SOP jangan menggunakan kalimat
majemuk, subjek, predikat dan objek harus jelas. Harus menggunakan kalimat
Evaluasi SOP.
Evaluasi SPO dapat dilakukan dengan
evaluasi penerapannya dan atau revisi
secara total/ sebagian SPO tersebut.
1.
Evaluasi penerapan/ kepatuhan SOP
dapat dilakukan dengan evaluasi langkah-
langkah penerapan SOP apakah sudah
dilakukan semua langkah ataupun
sebagian langkah yang dilakukan. Untuk
evaluasi ini dapat dilakukan dengan
2.
Evaluasi isi SPO.
dilaksanakan sesuai kebutuhan dan
minimal 2 tahun sekali,
dilakukan oleh masing-masing unit kerja,
dipimpin oleh koordinator unit kerja/ program.
Hasil evaluasi :
SOP masih tetap bisa dipergunakan atau SOP perlu diperbaiki/ direvisi.
Perbaikan/ revisi isi SOP bisa dilakukan sebagian
atau seluruhnya.
Pergantian kepala Puskesmas, bila SOP
memang masih sesuai/ dipergunakan maka tidak perlu direvisi.
PENGENDALIAN DOKUMEN DAN
REKAMAN.
Prosedur pengendalian dokumen ditetapkan
oleh Ka Puskesmas
Tujuan terkendalinya kerahasiaan dokumen,
proses perubahan,penerbitan, distribusi dan sirkulasi dokumen
lanjutan
1. Identifikasi penyusunan/perubahan dokumen Pada tahap self asssesment, dipakai sebagai
acuan identifikasi dokumen.
Ka Sub Bag TU dan Penanggung jawab
Admen,UKM,UKP bertanggung jawab terhadap pelaksanaan identifikasi.
2. Penyusunan dokumen
Dikoordinir oleh Tim Mutu/Tim akreditasi Puskesmas dengan mekanisme :
- SOP yang telah disusun disampaikan ke tim mutu/tim akreditasi.
-
Fungsi tim mutu/ tim akreditasi Puskesmas didalam penyusunan dokumen adalah :Memberikan tanggapan, mengkoreksi dan
memperbaiki terhadap dokumen yang telah
disusun oleh pelaksana atau unit kerja baik dari segi bahasa maupun penulisan,
Sebagai koordinator proses pembuatan dokumen
yang sudah dibuat ,sehingga tidak terjadi duplikasi
Melakukan cek ulang terhadap SOP-SOP yang akan
3.
Pengesahan dokumen oleh Ka
Puskesmas
4. Sosialisasi dokumen,
Perlu pelatihan atau tidak
5. Pencatatan dokumen, distribusi dan penarikan dokumen,
Ditunjuk salah satu anggota tim mutu/tim akreditasi sebagai petugas pengendali
Tugas Petugas Pengendali
Dokumen
Penomoran dokumen
Pencatatan dalam Daftar Dokumen Internal
atau eksternal
Mendistribusikan dokumen dengan stempel
terkendali.
Menarik dokumen lama dan mengisi format
Mengarsipkan dokumen induk yang sudah
tidak berlaku dengan stempel “kedaluwarsa” menyimpannya selama 2 tahun.
Memusnahkan dokumen sesuai dengan waktu
Tata Cara Penyimpanan SOP
SOP asli (master dokumen/ SOP yang
sudah dinomori dan sudah ditandatangani)
disimpan di sekretariat Tim Akreditas
Puskesmas atau Bagian Tata Usaha
Puskesmas, sesuai dengan kebijakan
pengarsipan dokumen yang berlaku di
organisasi tersebut.
Penyimpanan SOP yang asli harus rapi,
sesuai metode pengarsipan sehingga
mudah dicari kembali bila diperlukan.
SOP fotocopy disimpan di masing-masing unit
upaya Puskesmas, dimana SOP tersebut dipergunakan.
Bila SOP tersebut tidak berlaku lagi atau tidak
dipergunakan maka unit kerja wajib
mengembalikan SPO yang sudah tidak berlaku
tersebut ke sekretariat Tim mutu atau bagian Tata Usaha
di unit kerja hanya ada SOP yang masih berlaku
saja.
Sekretariat Tim Mutu atau bagian Tata Usaha
organisasi dapat memusnahkan fotocopy SOP yang tidak berlaku tersebut,
SOP yang asli agar tetap disimpan, sesuai
ketentuan dalam pengarsipan dokumen di Puskesmas.
SOP di unit upaya Puskesmas harus diletakan
ditempat yang mudah dilihat, mudah diambil,
dan mudah dibaca oleh pelaksana.
Bagi Puskesmas/Klinik yang sudah menggunakan
e-file maka penyimpanan SOP sebagai berikut :
Setiap SOP harus di print-out dan disimpan sebagai
SOP asli atau dikomputer dengan persyaratan diback-up
SOP diunit upaya Puskesmas tidak perlu hardcopy,
SOP bisa dilihat di internet di Puskesmas, namun untuk SOP penanganan gawat darurat tetap harus dibuatkan
Tata Cara Pendistribusian SOP
Distribusi adalah kegiatan menyampaikan SOP
kepada unit / upaya atau pelaksana yang
memerlukan SOP tersebut agar dapat digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan
kegiatannya.
Kegiatan distribusi dilakukan oleh tim mutu atau
bagian Tata Usaha Puskesmas dan Klinik sesuai kebijakan dalam pengendalian dokumen.
Distribusi harus memakai expedisi dan atau
formulir tanda terima.
Distribusi SOP bisa hanya untuk unit kerja
tertentu tetapi bisa juga untuk seluruh unit kerja lainnya.
Esensi Penyusunan
Dokumen akreditasi
puskesmas
Hirarkhi Dokumen acuannya.Sistem pelayanan di Puskesmas yang harusdiperkuat disertai dengan adanya dokumen
dan pengelolaannya serta pengendalian yang sesuai dengan standar akreditasi.
Bukan lomba dokumen, tetapi bagaimana
puskesmas meningkatkan mutu pelayanan yang berkesinambungan
TULIS YANG DIKERJAKAN DAN KERJAKAN YANG
DITULIS, BISA DIBUKTIKAN SERTA DAPAT DITELUSURI DENGAN BUKTINYA
BAB HASIL dr Yanto
& drg Farida PKL TARGET AKR
DASAR TARGET AKR MADYA KATEGORI 1 44,92 56.78 75 75 TDK TERAKREDITA SI 2 32,78 35.56 75 75 TDK TERAKREDITASI 3 9,38 10.94 20 40 TDK TERAKREDITASI 4 21,7 15.09 60 75 TDK TERAKREDITASI 5 13,86 17.82 60 75 TDK TERAKREDITASI 6 3,64 4.55 20 40 TDK TERAKREDITASI 7 27,48 37.09 60 60 TDK TERAKREDITASI 8 35,17 36.05 20 60 TERAKREDITASI DASAR 9 6,03 5.17 20 40 TDK TERAKREDITASI
HAL2 YG PERLU
DIPERSIAPKAN :
@ Tim Pengelola Keluhan Pasien (Tim audit?): drMirah, drg Rosmery, CIP, Yuliati : Buat buku keluhan px, tindak lanjutnya
@ Masing2 program (t.u UKM, dan UKP yg berhub
dgn ps) : Buat Buku Kontak
@ Masing2 program (tu yg dipegang byk org) :
Buku rapat / notulen rapat
@ Masing2 Poli : buat Buku Rujukan Internal, form
rujukan ---diarsipkan
@Semua staf: kumpulkan FC ijasah & sertifikat
Softkopi pelatihan/pertemuan & foto kegiatan
---setor ke dr Yanto, utk dikumpulkan dlm hardisk pkm
Grafik laporan program 2015 diprint utk ditempel di
papan capaian program
Selasa (tgl 12 Apr 16) akan ada pendampingan dari
DKK
Masing2 pemegang program, segera menyusun SOP
(dgn format yg baru)dan mengumpul bahan
referensinya, hasil disetor ke Tim Akreditasi utk didiskusikan dan finalisasi
Tiap minggu- 1 s/d 3 program akan dibahas bersama