Informasi Dokumen
- Sekolah: Badan Standardisasi Nasional
- Mata Pelajaran: Klasifikasi Penutup Lahan
- Topik: SNI 7645-1:2014 Klasifikasi Penutup Lahan – Bagian 1: Skala Kecil dan Menengah
- Tipe: standar
- Tahun: 2014
- Kota: Jakarta
Ringkasan Dokumen
I. Ruang lingkup
Standar ini menetapkan klasifikasi dan hierarki penutup lahan skala kecil dan menengah yang berbasis citra penginderaan jauh. Klasifikasi ini mencakup dua skala, yaitu skala kecil (1:1.000.000) dan skala menengah (1:250.000, 1:50.000, dan 1:25.000). Penetapan standar ini bertujuan untuk memberikan pedoman yang jelas dalam pengelolaan dan pemantauan penggunaan lahan di Indonesia, serta memfasilitasi analisis data yang lebih akurat dan efektif bagi berbagai sektor, termasuk pemerintahan, penelitian, dan industri.
II. Istilah dan definisi
Bagian ini mencakup istilah penting yang digunakan dalam klasifikasi penutup lahan. Definisi seperti 'biofisik', 'ekologi', dan 'klasifikasi' memberikan pemahaman tentang berbagai aspek yang berhubungan dengan penutup lahan dan penggunaan lahan. Misalnya, 'biofisik' merujuk pada sifat yang terkait dengan aspek biotik dan fisik, yang penting untuk memahami interaksi antara elemen lingkungan dan penutup lahan. Istilah-istilah ini menjadi dasar untuk komunikasi yang efektif dalam konteks pengelolaan sumber daya alam.
III. Konsep dan pendekatan
Standar ini menggunakan pendekatan penginderaan jauh dalam mengklasifikasikan penutup lahan. Dua pendekatan utama digunakan: pertama, metode untuk merinci kategori dalam skema klasifikasi; kedua, konsep kategorisasi yang memisahkan area dominan vegetasi dan bukan vegetasi. Dengan memanfaatkan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG), klasifikasi ini bertujuan untuk memastikan akurasi dan relevansi data yang diperoleh dari citra penginderaan jauh, yang sangat penting untuk analisis lingkungan dan perencanaan penggunaan lahan.
IV. Klasifikasi penutup lahan
Klasifikasi penutup lahan dalam standar ini mengikuti sistem klasifikasi FAO dan ISO 19144-1:2009. Klasifikasi ini membagi penutup lahan menjadi dua kategori utama: area dominan bukan vegetasi dan area dominan vegetasi. Setiap kategori memiliki subkategori yang lebih rinci, yang memungkinkan analisis yang lebih mendalam terhadap pola penggunaan lahan. Penggunaan pendekatan hierarki dalam klasifikasi ini memudahkan pemahaman dan implementasi dalam berbagai aplikasi, dari perencanaan tata ruang hingga penelitian lingkungan.
V.Lampiran A (normatif) Hierarki klasifikasi penutup lahan skala kecil dan menengah
Lampiran ini menyajikan hierarki klasifikasi penutup lahan pada skala pemetaan 1:1.000.000 dan 1:250.000. Tabel yang disediakan menjelaskan pembagian kelas utama dan subkelas yang mencakup area dominan vegetasi dan bukan vegetasi. Informasi ini sangat penting untuk pengguna yang ingin memahami struktur klasifikasi dan mengaplikasikannya dalam analisis data penginderaan jauh, serta dalam perencanaan dan pengelolaan sumber daya alam.
VI.
Lampiran ini memberikan rincian tentang kelas penutup lahan pada skala 1:1.000.000, termasuk deskripsi lengkap untuk setiap kelas. Misalnya, kelas 'tubuh air alami/semi-alami' mencakup semua kenampakan perairan yang ada. Informasi ini membantu pengguna untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan penutup lahan dengan lebih baik, yang penting dalam konteks pengelolaan lingkungan dan pemantauan perubahan penggunaan lahan.
VII.
Lampiran ini menyajikan kelas penutup lahan pada skala 1:250.000 dengan deskripsi yang lebih spesifik. Kelas-kelas seperti 'perairan laut' dan 'danau/telaga alami' dijelaskan dengan rinci, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik dan fungsi masing-masing kelas. Ini penting untuk analisis yang akurat dalam konteks pemetaan dan pengelolaan sumber daya alam.
VIII. / 1:25
Lampiran ini menjelaskan kelas penutup lahan pada skala 1:50.000 dan 1:25.000, termasuk deskripsi mendetail untuk masing-masing kelas. Misalnya, kelas 'hutan lahan tinggi' dan 'hutan rawa/gambut' dijelaskan secara rinci, yang memungkinkan pengguna untuk memahami variasi dalam penutup lahan dengan lebih baik. Informasi ini sangat relevan untuk aplikasi di bidang penelitian, perencanaan tata ruang, dan konservasi sumber daya alam.
Referensi Dokumen
- Classifying Australian Land Cover ( C. Atyeodan R. Thackway )
- Pedoman Penafsiran Liputan Lahan (Land Cover) dari Citra Landsat Skala 1 :1.000.000 -1 :250.000 ( Darmoyuwono, Kardono )
- Land Cover Classification System ( FAO )
- A Land Cover/Land Use Classification for Indonesia ( Malingreau, Jean-Paul et al )