Reformasi
Birokrasi
Roadmap RB
2020 – 2024
Periode ketiga atau terakhir dari Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional.
KELAS DUNIA :
pelayanan publik yang
semakin berkualitas dan tata kelola yang
semakin efektif dan efisien.
New Public Management
, yang ditunjukkan dengan upaya menciptakan efektivitas,
efisiensi, dan pemerintahan yeng
berorientasi pada hasil
.
Indonesia Menuju paradigma
New Public Service (Governance)
yang ditunjukkan dengan
keterlibatan aktor lain di
luar pemerintah
dalam kedudukan yang sama, seperti masyarakat sipil, dunia usaha,
dan media masa.
Praktik birokrasi
Weberian(dikuasai Pemerintah)
, khususnya dalam mengelola
pelayanan yang bersifat strategis dan terkait dengan kedaulatan negara.
ketiga paradigma berjalan
secara paralel dan
kontekstual sesuai
kebutuhan.
Kita membutuhkan acuan paradigma yang mana dalam melaksanakan RB ???Tingkatan Pelaksanaan RB
Tingkat pelaksanaan makro mencakup penetapan arah
kebijakan Reformasi Birokrasi secara nasional serta
monitoring dan evaluasi pencapaian program- program
Reformasi Birokrasi pada tingkat meso dan mikro
MESO
Tingkat pelaksanaan meso mencakup pelaksanaan
program Reformasi Birokrasi oleh instansi yang
ditetapkan sebagai
leading sector
Instasional
Mencakup implementasi kebijakan/program
Reformasi Birokrasi pada masing-masing
K/L/Pemda.
MAKRO
MESO
Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan
Permenpan no.25/2020
NO
Program/Area
Perubahan
Indikator
Kegiatan
1
Manajemen Perubahan 1. Indeks
Kepemimpinan
Perubahan
Pengembangan dan Penguatan nilai-nilai untuk
meningkatkan komitmen dan implementasi perubahan
(reform)
;
Penguatan nilai integritas;
Pengembangan dan Penguatan peran agen perubahan
dan role model;
Pengembangan budaya kerja dan cara kerja yang
adaptif dalam menyongsong revolusi industry 4.0;
2
Penataan Peraturan
Perundangan/
Deregulasi Kebijakan
1. Indeks Reformasi
Hukum
2. Indeks Kualitas
Kebijakan
Melakukan identifikasi dan pemetaan regulasi lingkup
IP (menghilangkan
overlapping
peraturan);
Deregulasi aturan yang menghambat birokrasi;
Penguatan Sistem Regulasi Nasional di lingkup IP;
Melakukan perencanaan kebijakan yang meliputi
agenda setting dan formulasi kebijakan;
Melakukan evaluasi kemanfaatan kebijakan yang telah
disusun
Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan
Permenpan no.25/2020
NO Program/Area Perubahan Indikator Kegiatan 3 Penataan Organisasi/
Kelembagaan
1. Indeks Kelembagaan Asessment organisasi berbasis kinerja;
Restrukturisasi (penyederhanaan) kelembagaan IP berdasarkan hasil asesmen;
Membentuk struktur organisasi yang tepat fungsi.
4 Penataan Tatalaksana 1. Indeks SPBE
2. Indeks Pengawasan Kearsipan
3.Indeks Pengelolaan Keuangan
4. Indeks Pengelolaan Aset 5. Indeks Pemerintahan Daerah
a.Penerapan Tata Kelola SPBE b.Penerapan Manajemen SPBE c.Penerapan Layanan SPBE
d.Mengintegrasikan pemanfaatan IT dalam tata kelola pemerintahan;
e.Implementasi Manajemen i.Kearsipan Modern dan Handal (dari manual ke digital);
f. Melakukan pengelolaan arsip sesuai aturan; g. Mengimplementasikan digitalisasi arsip;
h. Melakukan pengelolaan keuangan secara tepat dan sesuai aturan;
i. Melakukan pengelolaan atas aset sesuai dengan kaedah dan aturan yang berlaku.
j. Penguatan implementasi keterbukaan informasi publik; k.Pengembangan proses bisnis instansi dan unit;
Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan
Permenpan no.25/2020
NO Program/Area Perubahan Indikator Kegiatan
5 Sistem Manajemen SDM 1.Indeks Profesionalitas ASN 2.Indeks Merit System
3.Indeks Tata Kelola Manajemen ASN
>ASN secara professional;
>Implementasi manajemen ASN berbasis merit system; >Penetapan ukuran kinerja individu;
>Monitoring dan evaluasi kinerja individu secara berkala;
>Penguatan implementasi Reward and Punishment Berdasarkan kinerja;
>Pengembangan kompetensi dan karir ASN berdasarkan hasil/monitoring dan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi;
>Pemanfaatan IT dalam manajemen ASN;
>Pengembangan nilai-nilai untuk menegakkan integritas ASN; >Pengembangan implementasi Manajemen Talenta (Talent pool);
>Penguatan database dan sistem informasi kepegawaian untuk pengembangan karir dan talenta ASN;
6 Penguatan
Akuntabilitas
1. Nilai SAKIP 2. Indeks Perencanaan
Melakukan perencanaan terintegrasi dan perencanaan yang lintas sector
(collaborative and crosscutting);
Penguatan keterlibatan pimpinan dan seluruh penanggung jawab dalam perencanaan kinerja, monitoring dan evaluasi kinerja, serta pelaporan kinerja;
Peningkatkan kualitas penyelarasan kinerja unit kepada kinerja organisasi(goal and strategy cascade);
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala;
• Penembangan dan pengintegrasian sistem informasi kinerja, perencanaan, dan penganggaran;
• Penguatan implementasi value for money dalam rangka merealisasikan anggaran berbasis kinerja;
Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan
Permenpan no.25/2020
NOProgram/Area
Perubahan Indikator Kegiatan
7 Pengawasan 1. Maturitas SPIP
2. Kapabilitas APIP 3. Opini BPK
4. Indeks Tata Kelola Pengadaan Barang & Jasa
Melakukan Penguatan implementasi SPIP di seluruh bagian organisasi;
Meningkatkan Kompetensi APIP;
Pemenuhan Rasio APIP (pemenuhan jumlah ideal aparatur pengawas);
Melakukan pengelolaan dan akuntabilitas keuangan sesuai kaedah dan aturan yang berlaku;
Melakukan pengelolaan barang dan jasa sesuai aturan;
Pembangunan unit kerja Zona Integritas Menuju WBK/WBBM; · Penguatan pengendalian gratifikasi;
· Penguatan penganganan pengaduan dan komplain; · Penguatan efektivitas manajemen risiko;
· Pelaksanaan pemantauan benturan kepentingan;
8 Pelayanan
Publik 1. Indeks PelayananPublik 2. Hasil Survei
Kepuasan Masyarakat
Melakukan penguatan implementasi kebijakan bidang pelayanan publik (Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, SKM)
Pengembangan dan pengintegrasian sistem informasi pelayanan publik dalam rangka peningatan akses publik dalam rangka memperoleh informasi pelayanan;
Pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara terpadu, tuntas dan berkelanjutan dalam rangka memberikan akses kepada publik dalam mendapatkan pelayanan yang baik;
Peningkatan pelayanan publik berbasis elektronik dalam rangka memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan terjangkau.
Penciptaan,
pengembangan, dan pelembagaan inovasi pelayanan publik dalam rangka percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik;
• Pengembangan sistem pelayanan dengan mengintegrasikan pelayanan pusat, daerah dan bisnis dalam Mal Pelayanan Publik;
• Pengukuran kepuasan masyarakat secara berkala;
• Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pelayanan publik secara berkala.
• Mendorong K/L/D untuk melaksanakan survei kepuasan masyarakat;
PMPRB
Komposisi nilai pada LKE PMPRB 2020
KOMPOSISI NILAI LKE PMPRB
Komposisi Nilai LKE PMPRB
Level Kementerian
Alur PMPRB
PMPRB
(LKE pada Level Unit)
(Permenpan 26/2020)
Total Nilai Unit 36,30 (Hanya Pengungkit, sama dengan 2019)
01
02
04
03
Terdapat 2 Aspek yang dinilai dalam pelaksanaan 8 area
perubahan di LKE Unit (Pemenuhan dan Reform)
Pemenuhan bersifat dokumen dan bentuknya masih sama dengan
2019, namun total nilai hanya 14,6
Reform bersifat aksi perubahan yang telah dilakukan dengan
pembuktian berupa angka-angka. Dengan total nilai 21,7
PMPRB
dan
TANTANGANNYA
(Permenpan 26/2020)
B
Contoh tantangan dalam nilai Reform pada LKE antara lain pada:
a. Agen perubahan diminta menunjukkan 1
agen
perubahan
menghasilkan
1
perubahan, sehingga semakin banyakan
agen
perubahan,
semakin
banyak
perubahan yang perlu ditunjukkan;
b. Target
RB
harus
tertuang
dalam
IKU
Pimpinan
01
02
Sub Komponen Penataan dan Penguatan
Organisasi,
menuntut untuk Penyesuaian
organisasi berdasarkan Bispro
03
04
Sub Komponen Penataan Tatalaksana
Peta Bispro terkait adanya Penyederhanaan
Jabatan
a. Menuntut
ukuran
keberhasilan
IKI
berorientasi hasil (Outcome) sesuai
levelnya masing-masing;
b. Hasil
assessment
digunakan
untuk
pertimbangan
mutasi
dan
pengembangan karir;
c. Penghitungan persentasi pelanggaran
disiplin
Sub Komponen Manajemen Perubahan
Sub Komponen Penataan Sistem
Manajemen SDM
Sub Komponen Deregulasi Kebijakan
a. Kebijakan yang diterbitkan memiliki peta
keterkaitan dengan kebijakan lainnya;
b. Kebijakan terkait pelayanan dan/ perijinan
ada unsur kemudahan dan efisiensi
PMPRB
dan
TANTANGANNYA
(Permenpan 26/2020)
B
Contoh tantangan dalam nilai Reform pada LKE antara lain pada:
a. Menilai penggunaan anggaran yang efektif;
b. Menghitung jumlah program dan kegiatan
yang mendukung IKU;
c. PK jadi dasar Pemberian
Reward/Punishment
d. Diharapkan memiliki Peta Strategis Pegawai
dalam penentuan kinerja seluruh pegawai
06
07
Sub
Komponen
Pengawasan
menuntut
penyampaian LHKPN dan LHKASN
08
Sub Komponen Penguatan Akuntabilitas
menuntut untuk dapat memberikan
pelayanan dan konsultasi dilakukan
diberbagai media secara responsif dan
bertanggung jawab.
Kegiatan pada Rencana Aksi
a. Sosialisasi dan internalisasi Reformasi Birokrasi
Kementerian di seluruh lingkungan UKE-1;
b. Evaluasi secara berkala Pelaksanaan RB;
c. Penguatan kapasitas agen perubahan;
d. Penyusunan Rencana Kerja Agen Perubahan
2. Peraturan Perundang-undangan
1. Manajemen Perubahan
a. Pembahasan peraturan perundang-undangan di Bidang
Desa, PDT dan Transmigrasi dengan melibatkan Tim
Kemenkumham, Kementerian/Lembaga terkait,
pemerintahan daerah, akademisi, dan praktisi untuk
mendukung prioritas nasional;
b. Identifikasi peraturan perundang-undangan melalui
inventarisasi, identifikasi dan klasifikasi
3. Penataan Organisasi
a. Berperan dalam penyusunan SOTK yang tepat
fungsi, tepat ukuran, dan tepat proses
(penyederhanaan birokrasi);
b. Penyusunan Evaluasi Peta Jabatan untuk
mengurangi dupilkasi fungsi
Kegiatan pada Rencana Aksi
a. pelaksanaan reviu dan evaluasi proses bisnis L0;
b. Evaluasi Proses Bisnis dan SOP
5. Manajemen SDM
4. Penataan Tata Laksana
a. Sosialisasi penyusunan PK berorientasi output;
b. Penambahan fungsi pengukuran kinerja melalui system
apilkasi online;
c. Penyusunanan standard/aturan pemberian reward &
punishment yang berorientasi pada hasil kinerja
pegawai;
d. Penyusunan Indikator Kinerja Individu (IKI)
6. Penguatan Akuntabilitas
a. Berperan dalam penyusunan Renstra & IKU;
b. Peningkatan pemanfaatan aplikasi E-SAKIP di
tingkat Pimpinan UKE-I dan UKE-II, sehingga
tingkat pimpinan tersebut dapat
memanfaatkan aplikasi E-SAKIP dalam
melakukan supervisi/ pemantauan/ evaluasi
capaian kinerjanya secara periodik per
Triwulan, Semester dan Tahunan;
Kegiatan pada Rencana Aksi
a. Sosialisasi Gratifikasi;
b. Penguatan SPIP pada Unit kerja;
c. Mengusulkan Pembangunan Zona Integritas di unit kerja;
d. Evaluasi unit kerja yang tidak lolos WBK untuk diusulkan ZI kembali
8. Pelayanan Publik
7. Penguatan Pengawasan
a. Mengintegrasikan pelayanan publik berbasis IT / e-government pada sistem
yang berkaitan;
b. Sosialisasi Pelaksanaaan media komunikasi kepada stakeholder;
c. Sosialisasi secara langsung kepada stakeholder melalui media elektonik
maupun sosial;
d. Melakukan Survey pelayanan kepada Stakeholder;
ZONA
INTEGRITA
S
Permenpan No. 10 Tahun 2019 (perubahan atas
Permenpan No. 52 Tahun 2014)
PENGERTIAN ZI
Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah
yang pimpinan dan jajarannya
mempunyai komitmen untuk mewujudkan
WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi
, khususnya dalam hal pencegahan
korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik ( Permenpan No. 10/2019)
HAKEKAT PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS (WBK & WBBM)
INDEKS RB
Unit Percontohan
1) Dianggap sebagai Unit penting / strategis
pada Pelayanan Publik
2) Mengelola sumber daya yang cukup besar
3) Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi Birokrasi
yang cukup tinggi di unit tersebut
1
• Miniatur Implementasi Reformasi Birokrasi di Unit
Kerja
2
• Bertujuan untuk membangun program RB
sehingga mampu mengembangkan budaya kerja
birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan
memberikan pelayanan publik yang berkualitas
3
• Membangun percontohan pada tingkat unit kerja
pada Instansi Pemerintah sebagai unit menuju
Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah
Birokrasi Bersih dan Melayan
i5 Langkah Strategi Membangun ZI
KOMITMEN
Komitmen pimpinan dan semua karyawan dengan melibatkan bawahan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan menularkan semangat dan visiyang sama
1
2
KEMUDAHAN
PELAYANAN
Menyediakan Fasilitas Lebih Baik dan Semangat Hospitallitty untuk kepuasan publik3
PROGRAM YANG
MENYENTUH
MASYARAKAT
Membuat program yang membuat unit kerja lebihdekat ke masyarakat sehingga masyarakat merasakan kehadiran unit kerja tersebut
4
MONITORING DAN
EVALUASI
Melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa program yang sedang dijalankan tetap di jalurnya5
MANAJEMEN
MEDIA
Menetapkan strategi komunikasi untuk memastikan bahwa setiap aktivitas daninovasi perubahan yang telah dilakukan diketahui
Instansi Pemerintah Menetapkan unit kerja percontohan yang akan dijadikan Zona Integritas
Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Unit Kerja percontohan yang ditetapkan menyusun rencana aksi Pembangunan Zona
Integritas Menuju WBK/WBBM mengacu pada pemenuhan kriteria indikator WBK/WBBM.
(Indikator Pengungkit danHasil)
Unit kerja percontohan melaksanakan Rencana Aksi Pembangunan yang telah
ditetapkan.
Unit kerja percontohan melakukan monitoring dan evaluasi berkala atas capaian
pelaksanaan Rencana AksiPembangunan.
Tim Penilai Internal melakukan penilaian kepada Unit kerja percontohan atas hasil
Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM yang dilakukan.
Apabila Hasil Penilaian Tim Internal , Unit Kerja dinyatakan berhasil memenuhi predikat WBK/WBBM,
Unit Kerja tersebut Diajukan Kepada Kementerian PANRB, selaku Tim Penilai Eksternal untuk dilakukan
evaluasi. Hasil Evaluasi akan menetapkan apakah unit kerja lulus atau tidak sebagai WBK/WBBM
1
2
3
4
5
6
PROSES /TAHAPAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
Pencanangan ZI
• Penandatangan
pakta integritas
• Pernyataan
komitmen
Pembangunan
ZI
• Menetapkan
unit kerja
• Membangun dan
melakukan monev
atas pembangunan
Pengusulan ZI
• Penilaian mandiri
oleh TPI
• Pengusulan
ke
Kementerian
PANRB
Reviu oleh TPN
• Verifikasi
dilapangan
• Survey eksternal
online
Penetapan
WBK/WBBM
• Panel TPN
• Kementerian PAN RB
bersama KPK dan
Ombudsman
menetapkan bersama
SYARAT
WBK
WBBM
Tingkat Instansi
pemerintah
Opini BPK minimal
“WDP”
Opini BPK minimal
“WTP”
Nilai AKIP minimal “B”
Tingkat unit kerja
Unit kerja yang diajukan merupakan core layanan
utama dari instansinya
Mengelola sumber daya yang cukup besar
Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi
Birokrasi yang cukup tinggi di unit tersebut
Telah mendapat
predikat WBK
sebelumnya
LHKASN dan LHKPN 100%
2020
SYARAT
WBK
WBBM
Nilai Total
75
85
Nilai MinimalPengungkit
40
48
Bobot nilai minimal per areapengungkit
60%
75%
Nilai komponen hasil “Terwujudnya Pemerintah yangBersih
dan Bebas KKN”minimal
18,50
18,88
Nilai sub-komponen“Survei Persepsi Anti Korupsi” minimal
13,5 (survey3,60)
13,5 (survey3,60)
Nilai sub-komponen “Persentasi TLHP”minimal
5,0 (100%)
5,0 (100%)
Nilai komponen hasil “Terwujudnya Peningkatan
Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat”minimal
16 (survey3,2)
18 (survey3,60)
Penetapan Unit Kerja Berpredikat WBK danWBBM
PERMENPANRB 10/2019
Mandatory (Stranas PK)
Mandiri (Prioritas K/L)
1. Tingkat kematangan implementasi perubahan
2. Tingkat keberlanjutanperubahan
3. Tingkat Kualitas Pelayanan dan kinerja
PERBEDAAN WBK & WBBM
LEMBAR KERJA EVALUASI PMPZI
Penilaian
Skor
WBK
(min 60%)
A
Pengungkit
60
40
1
Manajemen Perubahan
5
3
2
Penataan TataLaksana
5
3
3
Penataan SDM
15
9
4
PenguatanAkuntabilitas
10
6
5
Penguatan Pengawasan
15
9
6
Peningkatan Kualitas Pelayanan
Publik
10
6
B
Hasil
40
1
Pemerintahan Bersih dan Bebas
KKN
20
18,5
2
Kualitas PelayananPublik
20
15
Total
100
75
KOMPONEN
a. Pengungkit
•
Mandatory (6 Area)
•
Reform (
Pertanyaan
Lebih berorientasi Hasil
)
b. Hasil
BOBOT
a. Pengungkit (60)
–Mandatory (30)
–Reform (30)
b. Hasil (40)
Hasil Evaluasi Zona Integritas Tahun 2019 oleh TPI ZI ITJEN
No
Syarat dapat Ditetapkan
WBK
Nilai
Minimal
Penilaian LKE
BBLM Jakarta,
BALILATFO
BBLM
Jogjakarta,
BALILATFO
Dit. Promosi
dan Kemitraan,
Ditjen PKTrans
Dit. PEKP,
Ditjen PKP
Dit. PSPD, Ditjen
PPMD
Biro HOT,
Setjen
1
Nilai total
75
86,45
81,98
90,14
86,85
82,81
75,20
2
Nilai minimal pengungkit
40
48,43
45,88
52,58
47,17
47,26
41,70
3
Bobot nilai per area
pengungkit
60%
Semua Area ≥
60 %
Semua Area ≥
60 %
Semua Area ≥
60 %
Semua Area ≥
60 %
Area Kualitas
Pelayanan Publik
< 60 %
Semua Area
≥ 60 %
4
Nilai
komponen
hasil
“terwujudnya pemerintahan
yang bersih dan bebas KKN”
18,05
18,88
19,25
18,51
18,59
18,05
18,50
5
Nilai sub-komponen “survei
persepsi
anti
korupsi”
minimal
13,50
13,88
14,25
13,51
14,84
13,50
13,50
6
Nilai
sub-komponen
“presentasi TLHP” Minimal
100%
5
5
5
5
5
5
5
7
Nilai
komponen
hasil
“terwujudnya
peningkatan
kualitas
pelayanan
publik
kepada masyarakat” minimal
HASIL EVALUASI ZI TAHUN 2019 OLEH KEMENPAN
N
O
UNIT KERJA
TOTAL
NILAI
IPP
IPAK
1
BBPLM JAKARTA
76,73
3,58
3,65
2
BBLM YOGYAKARTA
-
3,61
3,55
3
DIT. PEKP (DITJEN PKP)
-
3,55
3,58
4
DIT. PROKEM (DITJEN
PKTRANS)
-
2,97
3,2
5
BIRO HOT (SETJEN)
-
-
-6
DIT. PSPD (DITJEN
PPMD)
-
-
-Tidak memenuhi batas
minimal survei WBK
Tidak memenuhi seleksi
awal administrasi
Batas MIN Survey
IPP = 3,2
IPAK = 3,6
Kelemahan Pembangunan ZI pada 6 area pengungkit dan Survei Eksternal
• Belum adanya pemahaman yang utuh terhadap 6 area perubahan
pembangunan zona integritas dari pimpinan dan pegawai di unit kerja;
• Belum terlihat terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja, hanya mengejar
nilai/penghargaan;
• Keterlibatan pimpinan secara aktif dalam Monev pelaksanaan
pembangunan ZI masihrendah;
• Pemahaman dan Keterlibatan pimpinan dalam implementasi
manajemen kinerja masihrendah;
• Implementasi sistem pengawasan yang belum mantap, masih pada sekedar
public campaign
dan belum pada pembangunan secara sistemik, dan
pimpinan belum terlihat keterlibatan pimpinan dalam mengawal pengendalian
dan evaluasi atas pelaksanaan di lapangan ;
• Inkonsistensi implementasi pelayanan kepada publik menurut kertas kerja
evaluasi internal dengan kondisi nyata dilapangan;
• Pengelolaan terhadap media untuk menginformasikan pembangunanZI kepada
internal dan stakeholder ekstenal/masyarakat belum dilakukan secara efektif;
• Inovasi program dan kegiatan pelayanan belum bisa menjawab isu strategis yang
sesuai dengan harapan stakeholder sehingga upaya perbaikan yang telah
dilakukanoleh unit kerja tersebut belum mendapat tanggapan positif dari penerima
layanan;
• Pelaksanaan survei kepuasan masyarakat hanya bersifat formalitas dan belum
dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan
masyarakat.
Tidak memenuhi
syarat minimal
IPP
•
Prosedur
•
Persyaratan
•
Biaya
•
Waktu
•
Penyelesaian
•
Respon
Tidak memenuhi
syarat minimal
IPAK
•
Masih ada
percaloan
•
Masih ada
pungli
Belum seluruh unit kerja yang diajukan memahami definisi maupun target kinerja
yang dituangkan dalam PK;
Sebagian besar unit kerja yang diajukan telah berupaya memperbaiki proses
bisnisnya dengan membangun berbagai inovasi. Namun inovasi tersebut belum
mampu mendorong peningkatan pencapaian target kinerja lebih signifikan;
Komitmen yang kuat untuk perbaikan birokrasi di setiap unit kerja belum
sepenuhnya ditunjang dengan pemahaman yang memadai dari pimpinan maupun
anggota unit kerja;
Sebagian unit kerja belum sepenuhnya dapat menerapkan manajemen risiko
dengan baik, dan Sebagian unit kerja belum mengidentifikasi peta risiko untuk
mengenali potensi terjadinya penyimpangan yang berdampak negatif terhadap
integritas;
Kurang optimalnya sebagian unit kerja untuk membangun kedekatan dengan
masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini tercermin dalam survey
eksternal yang belum optimal.
Pertanyaan oleh Evaluator saat desk ZI tahun 2019 di
Dit. PEKP
03
Bagaimana implementasi
‘Integritas” pada pegawai di Dit. PEKP?
Akuntabilitas Kinerja yang dikaitkan dengan Indikator Kinerja Utama
(IKU) Dit. PEKP, bagaimana menentukan desa yang berkembang
ekonominya?
SPIP Dit. PEKP apa risiko ter-awal yang dimiliki dan bagaiamana
pengendaliannya?