• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Inspektur I. Reformasi Birokrasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Oleh: Inspektur I. Reformasi Birokrasi"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Reformasi

Birokrasi

(2)

Roadmap RB

2020 – 2024

(3)
(4)

Periode ketiga atau terakhir dari Grand Design Reformasi Birokrasi Nasional.

KELAS DUNIA :

pelayanan publik yang

semakin berkualitas dan tata kelola yang

semakin efektif dan efisien.

New Public Management

, yang ditunjukkan dengan upaya menciptakan efektivitas,

efisiensi, dan pemerintahan yeng

berorientasi pada hasil

.

Indonesia Menuju paradigma

New Public Service (Governance)

yang ditunjukkan dengan

keterlibatan aktor lain di

luar pemerintah

dalam kedudukan yang sama, seperti masyarakat sipil, dunia usaha,

dan media masa.

Praktik birokrasi

Weberian(dikuasai Pemerintah)

, khususnya dalam mengelola

pelayanan yang bersifat strategis dan terkait dengan kedaulatan negara.

ketiga paradigma berjalan

secara paralel dan

kontekstual sesuai

kebutuhan.

Kita membutuhkan acuan paradigma yang mana dalam melaksanakan RB ???

(5)

Tingkatan Pelaksanaan RB

Tingkat pelaksanaan makro mencakup penetapan arah

kebijakan Reformasi Birokrasi secara nasional serta

monitoring dan evaluasi pencapaian program- program

Reformasi Birokrasi pada tingkat meso dan mikro

MESO

Tingkat pelaksanaan meso mencakup pelaksanaan

program Reformasi Birokrasi oleh instansi yang

ditetapkan sebagai

leading sector

Instasional

Mencakup implementasi kebijakan/program

Reformasi Birokrasi pada masing-masing

K/L/Pemda.

MAKRO

MESO

(6)

Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan

Permenpan no.25/2020

NO

Program/Area

Perubahan

Indikator

Kegiatan

1

Manajemen Perubahan 1. Indeks

Kepemimpinan

Perubahan

Pengembangan dan Penguatan nilai-nilai untuk

meningkatkan komitmen dan implementasi perubahan

(reform)

;

Penguatan nilai integritas;

Pengembangan dan Penguatan peran agen perubahan

dan role model;

Pengembangan budaya kerja dan cara kerja yang

adaptif dalam menyongsong revolusi industry 4.0;

2

Penataan Peraturan

Perundangan/

Deregulasi Kebijakan

1. Indeks Reformasi

Hukum

2. Indeks Kualitas

Kebijakan

Melakukan identifikasi dan pemetaan regulasi lingkup

IP (menghilangkan

overlapping

peraturan);

Deregulasi aturan yang menghambat birokrasi;

Penguatan Sistem Regulasi Nasional di lingkup IP;

Melakukan perencanaan kebijakan yang meliputi

agenda setting dan formulasi kebijakan;

Melakukan evaluasi kemanfaatan kebijakan yang telah

disusun

(7)

Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan

Permenpan no.25/2020

NO Program/Area Perubahan Indikator Kegiatan 3 Penataan Organisasi/

Kelembagaan

1. Indeks Kelembagaan  Asessment organisasi berbasis kinerja;

 Restrukturisasi (penyederhanaan) kelembagaan IP berdasarkan hasil asesmen;

 Membentuk struktur organisasi yang tepat fungsi.

4 Penataan Tatalaksana 1. Indeks SPBE

2. Indeks Pengawasan Kearsipan

3.Indeks Pengelolaan Keuangan

4. Indeks Pengelolaan Aset 5. Indeks Pemerintahan Daerah

a.Penerapan Tata Kelola SPBE b.Penerapan Manajemen SPBE c.Penerapan Layanan SPBE

d.Mengintegrasikan pemanfaatan IT dalam tata kelola pemerintahan;

e.Implementasi Manajemen i.Kearsipan Modern dan Handal (dari manual ke digital);

f. Melakukan pengelolaan arsip sesuai aturan; g. Mengimplementasikan digitalisasi arsip;

h. Melakukan pengelolaan keuangan secara tepat dan sesuai aturan;

i. Melakukan pengelolaan atas aset sesuai dengan kaedah dan aturan yang berlaku.

j. Penguatan implementasi keterbukaan informasi publik; k.Pengembangan proses bisnis instansi dan unit;

(8)

Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan

Permenpan no.25/2020

NO Program/Area Perubahan Indikator Kegiatan

5 Sistem Manajemen SDM 1.Indeks Profesionalitas ASN 2.Indeks Merit System

3.Indeks Tata Kelola Manajemen ASN

>ASN secara professional;

>Implementasi manajemen ASN berbasis merit system; >Penetapan ukuran kinerja individu;

>Monitoring dan evaluasi kinerja individu secara berkala;

>Penguatan implementasi Reward and Punishment Berdasarkan kinerja;

>Pengembangan kompetensi dan karir ASN berdasarkan hasil/monitoring dan evaluasi kinerja dan kebutuhan organisasi;

>Pemanfaatan IT dalam manajemen ASN;

>Pengembangan nilai-nilai untuk menegakkan integritas ASN; >Pengembangan implementasi Manajemen Talenta (Talent pool);

>Penguatan database dan sistem informasi kepegawaian untuk pengembangan karir dan talenta ASN;

6 Penguatan

Akuntabilitas

1. Nilai SAKIP 2. Indeks Perencanaan

 Melakukan perencanaan terintegrasi dan perencanaan yang lintas sector

(collaborative and crosscutting);

 Penguatan keterlibatan pimpinan dan seluruh penanggung jawab dalam perencanaan kinerja, monitoring dan evaluasi kinerja, serta pelaporan kinerja;

 Peningkatkan kualitas penyelarasan kinerja unit kepada kinerja organisasi(goal and strategy cascade);

 Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja secara berkala;

• Penembangan dan pengintegrasian sistem informasi kinerja, perencanaan, dan penganggaran;

• Penguatan implementasi value for money dalam rangka merealisasikan anggaran berbasis kinerja;

(9)

Kegiatan Level Mikro Reformasi Birokrasi 2020-2024 pada 8 Area Perubahan

Permenpan no.25/2020

NOProgram/Area

Perubahan Indikator Kegiatan

7 Pengawasan 1. Maturitas SPIP

2. Kapabilitas APIP 3. Opini BPK

4. Indeks Tata Kelola Pengadaan Barang & Jasa

 Melakukan Penguatan implementasi SPIP di seluruh bagian organisasi;

 Meningkatkan Kompetensi APIP;

 Pemenuhan Rasio APIP (pemenuhan jumlah ideal aparatur pengawas);

 Melakukan pengelolaan dan akuntabilitas keuangan sesuai kaedah dan aturan yang berlaku;

 Melakukan pengelolaan barang dan jasa sesuai aturan;

 Pembangunan unit kerja Zona Integritas Menuju WBK/WBBM; · Penguatan pengendalian gratifikasi;

· Penguatan penganganan pengaduan dan komplain; · Penguatan efektivitas manajemen risiko;

· Pelaksanaan pemantauan benturan kepentingan;

8 Pelayanan

Publik 1. Indeks PelayananPublik 2. Hasil Survei

Kepuasan Masyarakat

 Melakukan penguatan implementasi kebijakan bidang pelayanan publik (Standar Pelayanan, Maklumat Pelayanan, SKM)

 Pengembangan dan pengintegrasian sistem informasi pelayanan publik dalam rangka peningatan akses publik dalam rangka memperoleh informasi pelayanan;

 Pengelolaan pengaduan pelayanan publik secara terpadu, tuntas dan berkelanjutan dalam rangka memberikan akses kepada publik dalam mendapatkan pelayanan yang baik;

 Peningkatan pelayanan publik berbasis elektronik dalam rangka memberikan pelayanan yang mudah, murah, cepat, dan terjangkau.

 Penciptaan,

pengembangan, dan pelembagaan inovasi pelayanan publik dalam rangka percepatan peningkatan kualitas pelayanan publik;

• Pengembangan sistem pelayanan dengan mengintegrasikan pelayanan pusat, daerah dan bisnis dalam Mal Pelayanan Publik;

• Pengukuran kepuasan masyarakat secara berkala;

• Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan pelayanan publik secara berkala.

• Mendorong K/L/D untuk melaksanakan survei kepuasan masyarakat;

(10)

PMPRB

Komposisi nilai pada LKE PMPRB 2020

KOMPOSISI NILAI LKE PMPRB

(11)

Komposisi Nilai LKE PMPRB

Level Kementerian

(12)

Alur PMPRB

(13)

PMPRB

(LKE pada Level Unit)

(Permenpan 26/2020)

Total Nilai Unit 36,30 (Hanya Pengungkit, sama dengan 2019)

01

02

04

03

Terdapat 2 Aspek yang dinilai dalam pelaksanaan 8 area

perubahan di LKE Unit (Pemenuhan dan Reform)

Pemenuhan bersifat dokumen dan bentuknya masih sama dengan

2019, namun total nilai hanya 14,6

Reform bersifat aksi perubahan yang telah dilakukan dengan

pembuktian berupa angka-angka. Dengan total nilai 21,7

(14)

PMPRB

dan

TANTANGANNYA

(Permenpan 26/2020)

B

Contoh tantangan dalam nilai Reform pada LKE antara lain pada:

a. Agen perubahan diminta menunjukkan 1

agen

perubahan

menghasilkan

1

perubahan, sehingga semakin banyakan

agen

perubahan,

semakin

banyak

perubahan yang perlu ditunjukkan;

b. Target

RB

harus

tertuang

dalam

IKU

Pimpinan

01

02

Sub Komponen Penataan dan Penguatan

Organisasi,

menuntut untuk Penyesuaian

organisasi berdasarkan Bispro

03

04

Sub Komponen Penataan Tatalaksana

Peta Bispro terkait adanya Penyederhanaan

Jabatan

a. Menuntut

ukuran

keberhasilan

IKI

berorientasi hasil (Outcome) sesuai

levelnya masing-masing;

b. Hasil

assessment

digunakan

untuk

pertimbangan

mutasi

dan

pengembangan karir;

c. Penghitungan persentasi pelanggaran

disiplin

Sub Komponen Manajemen Perubahan

Sub Komponen Penataan Sistem

Manajemen SDM

Sub Komponen Deregulasi Kebijakan

a. Kebijakan yang diterbitkan memiliki peta

keterkaitan dengan kebijakan lainnya;

b. Kebijakan terkait pelayanan dan/ perijinan

ada unsur kemudahan dan efisiensi

(15)

PMPRB

dan

TANTANGANNYA

(Permenpan 26/2020)

B

Contoh tantangan dalam nilai Reform pada LKE antara lain pada:

a. Menilai penggunaan anggaran yang efektif;

b. Menghitung jumlah program dan kegiatan

yang mendukung IKU;

c. PK jadi dasar Pemberian

Reward/Punishment

d. Diharapkan memiliki Peta Strategis Pegawai

dalam penentuan kinerja seluruh pegawai

06

07

Sub

Komponen

Pengawasan

menuntut

penyampaian LHKPN dan LHKASN

08

Sub Komponen Penguatan Akuntabilitas

menuntut untuk dapat memberikan

pelayanan dan konsultasi dilakukan

diberbagai media secara responsif dan

bertanggung jawab.

(16)

Kegiatan pada Rencana Aksi

a. Sosialisasi dan internalisasi Reformasi Birokrasi

Kementerian di seluruh lingkungan UKE-1;

b. Evaluasi secara berkala Pelaksanaan RB;

c. Penguatan kapasitas agen perubahan;

d. Penyusunan Rencana Kerja Agen Perubahan

2. Peraturan Perundang-undangan

1. Manajemen Perubahan

a. Pembahasan peraturan perundang-undangan di Bidang

Desa, PDT dan Transmigrasi dengan melibatkan Tim

Kemenkumham, Kementerian/Lembaga terkait,

pemerintahan daerah, akademisi, dan praktisi untuk

mendukung prioritas nasional;

b. Identifikasi peraturan perundang-undangan melalui

inventarisasi, identifikasi dan klasifikasi

3. Penataan Organisasi

a. Berperan dalam penyusunan SOTK yang tepat

fungsi, tepat ukuran, dan tepat proses

(penyederhanaan birokrasi);

b. Penyusunan Evaluasi Peta Jabatan untuk

mengurangi dupilkasi fungsi

(17)

Kegiatan pada Rencana Aksi

a. pelaksanaan reviu dan evaluasi proses bisnis L0;

b. Evaluasi Proses Bisnis dan SOP

5. Manajemen SDM

4. Penataan Tata Laksana

a. Sosialisasi penyusunan PK berorientasi output;

b. Penambahan fungsi pengukuran kinerja melalui system

apilkasi online;

c. Penyusunanan standard/aturan pemberian reward &

punishment yang berorientasi pada hasil kinerja

pegawai;

d. Penyusunan Indikator Kinerja Individu (IKI)

6. Penguatan Akuntabilitas

a. Berperan dalam penyusunan Renstra & IKU;

b. Peningkatan pemanfaatan aplikasi E-SAKIP di

tingkat Pimpinan UKE-I dan UKE-II, sehingga

tingkat pimpinan tersebut dapat

memanfaatkan aplikasi E-SAKIP dalam

melakukan supervisi/ pemantauan/ evaluasi

capaian kinerjanya secara periodik per

Triwulan, Semester dan Tahunan;

(18)

Kegiatan pada Rencana Aksi

a. Sosialisasi Gratifikasi;

b. Penguatan SPIP pada Unit kerja;

c. Mengusulkan Pembangunan Zona Integritas di unit kerja;

d. Evaluasi unit kerja yang tidak lolos WBK untuk diusulkan ZI kembali

8. Pelayanan Publik

7. Penguatan Pengawasan

a. Mengintegrasikan pelayanan publik berbasis IT / e-government pada sistem

yang berkaitan;

b. Sosialisasi Pelaksanaaan media komunikasi kepada stakeholder;

c. Sosialisasi secara langsung kepada stakeholder melalui media elektonik

maupun sosial;

d. Melakukan Survey pelayanan kepada Stakeholder;

(19)

ZONA

INTEGRITA

S

Permenpan No. 10 Tahun 2019 (perubahan atas

Permenpan No. 52 Tahun 2014)

(20)

PENGERTIAN ZI

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah

yang pimpinan dan jajarannya

mempunyai komitmen untuk mewujudkan

WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi

, khususnya dalam hal pencegahan

korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik ( Permenpan No. 10/2019)

(21)

HAKEKAT PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS (WBK & WBBM)

INDEKS RB

Unit Percontohan

1) Dianggap sebagai Unit penting / strategis

pada Pelayanan Publik

2) Mengelola sumber daya yang cukup besar

3) Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi Birokrasi

yang cukup tinggi di unit tersebut

1

• Miniatur Implementasi Reformasi Birokrasi di Unit

Kerja

2

• Bertujuan untuk membangun program RB

sehingga mampu mengembangkan budaya kerja

birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan

memberikan pelayanan publik yang berkualitas

3

• Membangun percontohan pada tingkat unit kerja

pada Instansi Pemerintah sebagai unit menuju

Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah

Birokrasi Bersih dan Melayan

i

(22)

5 Langkah Strategi Membangun ZI

KOMITMEN

Komitmen pimpinan dan semua karyawan dengan melibatkan bawahan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan menularkan semangat dan visi

yang sama

1

2

KEMUDAHAN

PELAYANAN

Menyediakan Fasilitas Lebih Baik dan Semangat Hospitallitty untuk kepuasan publik

3

PROGRAM YANG

MENYENTUH

MASYARAKAT

Membuat program yang membuat unit kerja lebih

dekat ke masyarakat sehingga masyarakat merasakan kehadiran unit kerja tersebut

4

MONITORING DAN

EVALUASI

Melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan untuk memastikan bahwa program yang sedang dijalankan tetap di jalurnya

5

MANAJEMEN

MEDIA

Menetapkan strategi komunikasi untuk memastikan bahwa setiap aktivitas dan

inovasi perubahan yang telah dilakukan diketahui

(23)

Instansi Pemerintah Menetapkan unit kerja percontohan yang akan dijadikan Zona Integritas

Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)/ Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Unit Kerja percontohan yang ditetapkan menyusun rencana aksi Pembangunan Zona

Integritas Menuju WBK/WBBM mengacu pada pemenuhan kriteria indikator WBK/WBBM.

(Indikator Pengungkit danHasil)

Unit kerja percontohan melaksanakan Rencana Aksi Pembangunan yang telah

ditetapkan.

Unit kerja percontohan melakukan monitoring dan evaluasi berkala atas capaian

pelaksanaan Rencana AksiPembangunan.

Tim Penilai Internal melakukan penilaian kepada Unit kerja percontohan atas hasil

Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK/WBBM yang dilakukan.

Apabila Hasil Penilaian Tim Internal , Unit Kerja dinyatakan berhasil memenuhi predikat WBK/WBBM,

Unit Kerja tersebut Diajukan Kepada Kementerian PANRB, selaku Tim Penilai Eksternal untuk dilakukan

evaluasi. Hasil Evaluasi akan menetapkan apakah unit kerja lulus atau tidak sebagai WBK/WBBM

1

2

3

4

5

6

(24)

PROSES /TAHAPAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS

Pencanangan ZI

• Penandatangan

pakta integritas

• Pernyataan

komitmen

Pembangunan

ZI

• Menetapkan

unit kerja

• Membangun dan

melakukan monev

atas pembangunan

Pengusulan ZI

• Penilaian mandiri

oleh TPI

• Pengusulan

ke

Kementerian

PANRB

Reviu oleh TPN

• Verifikasi

dilapangan

• Survey eksternal

online

Penetapan

WBK/WBBM

• Panel TPN

• Kementerian PAN RB

bersama KPK dan

Ombudsman

menetapkan bersama

(25)

SYARAT

WBK

WBBM

Tingkat Instansi

pemerintah

Opini BPK minimal

“WDP”

Opini BPK minimal

“WTP”

Nilai AKIP minimal “B”

Tingkat unit kerja

Unit kerja yang diajukan merupakan core layanan

utama dari instansinya

Mengelola sumber daya yang cukup besar

Memiliki tingkat keberhasilan Reformasi

Birokrasi yang cukup tinggi di unit tersebut

Telah mendapat

predikat WBK

sebelumnya

LHKASN dan LHKPN 100%

2020

(26)

SYARAT

WBK

WBBM

Nilai Total

75

85

Nilai MinimalPengungkit

40

48

Bobot nilai minimal per areapengungkit

60%

75%

Nilai komponen hasil “Terwujudnya Pemerintah yangBersih

dan Bebas KKN”minimal

18,50

18,88

Nilai sub-komponen“Survei Persepsi Anti Korupsi” minimal

13,5 (survey3,60)

13,5 (survey3,60)

Nilai sub-komponen “Persentasi TLHP”minimal

5,0 (100%)

5,0 (100%)

Nilai komponen hasil “Terwujudnya Peningkatan

Kualitas Pelayanan Publik kepada Masyarakat”minimal

16 (survey3,2)

18 (survey3,60)

Penetapan Unit Kerja Berpredikat WBK danWBBM

PERMENPANRB 10/2019

Mandatory (Stranas PK)

Mandiri (Prioritas K/L)

1. Tingkat kematangan implementasi perubahan

2. Tingkat keberlanjutanperubahan

3. Tingkat Kualitas Pelayanan dan kinerja

PERBEDAAN WBK & WBBM

(27)

LEMBAR KERJA EVALUASI PMPZI

Penilaian

Skor

WBK

(min 60%)

A

Pengungkit

60

40

1

Manajemen Perubahan

5

3

2

Penataan TataLaksana

5

3

3

Penataan SDM

15

9

4

PenguatanAkuntabilitas

10

6

5

Penguatan Pengawasan

15

9

6

Peningkatan Kualitas Pelayanan

Publik

10

6

B

Hasil

40

1

Pemerintahan Bersih dan Bebas

KKN

20

18,5

2

Kualitas PelayananPublik

20

15

Total

100

75

KOMPONEN

a. Pengungkit

Mandatory (6 Area)

Reform (

Pertanyaan

Lebih berorientasi Hasil

)

b. Hasil

BOBOT

a. Pengungkit (60)

–Mandatory (30)

–Reform (30)

b. Hasil (40)

(28)

Hasil Evaluasi Zona Integritas Tahun 2019 oleh TPI ZI ITJEN

No

Syarat dapat Ditetapkan

WBK

Nilai

Minimal

Penilaian LKE

BBLM Jakarta,

BALILATFO

BBLM

Jogjakarta,

BALILATFO

Dit. Promosi

dan Kemitraan,

Ditjen PKTrans

Dit. PEKP,

Ditjen PKP

Dit. PSPD, Ditjen

PPMD

Biro HOT,

Setjen

1

Nilai total

75

86,45

81,98

90,14

86,85

82,81

75,20

2

Nilai minimal pengungkit

40

48,43

45,88

52,58

47,17

47,26

41,70

3

Bobot nilai per area

pengungkit

60%

Semua Area ≥

60 %

Semua Area ≥

60 %

Semua Area ≥

60 %

Semua Area ≥

60 %

Area Kualitas

Pelayanan Publik

< 60 %

Semua Area

≥ 60 %

4

Nilai

komponen

hasil

“terwujudnya pemerintahan

yang bersih dan bebas KKN”

18,05

18,88

19,25

18,51

18,59

18,05

18,50

5

Nilai sub-komponen “survei

persepsi

anti

korupsi”

minimal

13,50

13,88

14,25

13,51

14,84

13,50

13,50

6

Nilai

sub-komponen

“presentasi TLHP” Minimal

100%

5

5

5

5

5

5

5

7

Nilai

komponen

hasil

“terwujudnya

peningkatan

kualitas

pelayanan

publik

kepada masyarakat” minimal

(29)

HASIL EVALUASI ZI TAHUN 2019 OLEH KEMENPAN

N

O

UNIT KERJA

TOTAL

NILAI

IPP

IPAK

1

BBPLM JAKARTA

76,73

3,58

3,65

2

BBLM YOGYAKARTA

-

3,61

3,55

3

DIT. PEKP (DITJEN PKP)

-

3,55

3,58

4

DIT. PROKEM (DITJEN

PKTRANS)

-

2,97

3,2

5

BIRO HOT (SETJEN)

-

-

-6

DIT. PSPD (DITJEN

PPMD)

-

-

-Tidak memenuhi batas

minimal survei WBK

Tidak memenuhi seleksi

awal administrasi

Batas MIN Survey

IPP = 3,2

IPAK = 3,6

(30)

Kelemahan Pembangunan ZI pada 6 area pengungkit dan Survei Eksternal

• Belum adanya pemahaman yang utuh terhadap 6 area perubahan

pembangunan zona integritas dari pimpinan dan pegawai di unit kerja;

• Belum terlihat terjadinya perubahan pola pikir dan budaya kerja, hanya mengejar

nilai/penghargaan;

• Keterlibatan pimpinan secara aktif dalam Monev pelaksanaan

pembangunan ZI masihrendah;

• Pemahaman dan Keterlibatan pimpinan dalam implementasi

manajemen kinerja masihrendah;

• Implementasi sistem pengawasan yang belum mantap, masih pada sekedar

public campaign

dan belum pada pembangunan secara sistemik, dan

pimpinan belum terlihat keterlibatan pimpinan dalam mengawal pengendalian

dan evaluasi atas pelaksanaan di lapangan ;

• Inkonsistensi implementasi pelayanan kepada publik menurut kertas kerja

evaluasi internal dengan kondisi nyata dilapangan;

• Pengelolaan terhadap media untuk menginformasikan pembangunanZI kepada

internal dan stakeholder ekstenal/masyarakat belum dilakukan secara efektif;

• Inovasi program dan kegiatan pelayanan belum bisa menjawab isu strategis yang

sesuai dengan harapan stakeholder sehingga upaya perbaikan yang telah

dilakukanoleh unit kerja tersebut belum mendapat tanggapan positif dari penerima

layanan;

• Pelaksanaan survei kepuasan masyarakat hanya bersifat formalitas dan belum

dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sesuai harapan

masyarakat.

Tidak memenuhi

syarat minimal

IPP

Prosedur

Persyaratan

Biaya

Waktu

Penyelesaian

Respon

Tidak memenuhi

syarat minimal

IPAK

Masih ada

percaloan

Masih ada

pungli

(31)

Belum seluruh unit kerja yang diajukan memahami definisi maupun target kinerja

yang dituangkan dalam PK;

Sebagian besar unit kerja yang diajukan telah berupaya memperbaiki proses

bisnisnya dengan membangun berbagai inovasi. Namun inovasi tersebut belum

mampu mendorong peningkatan pencapaian target kinerja lebih signifikan;

Komitmen yang kuat untuk perbaikan birokrasi di setiap unit kerja belum

sepenuhnya ditunjang dengan pemahaman yang memadai dari pimpinan maupun

anggota unit kerja;

Sebagian unit kerja belum sepenuhnya dapat menerapkan manajemen risiko

dengan baik, dan Sebagian unit kerja belum mengidentifikasi peta risiko untuk

mengenali potensi terjadinya penyimpangan yang berdampak negatif terhadap

integritas;

Kurang optimalnya sebagian unit kerja untuk membangun kedekatan dengan

masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini tercermin dalam survey

eksternal yang belum optimal.

(32)

Pertanyaan oleh Evaluator saat desk ZI tahun 2019 di

Dit. PEKP

03

Bagaimana implementasi

‘Integritas” pada pegawai di Dit. PEKP?

Akuntabilitas Kinerja yang dikaitkan dengan Indikator Kinerja Utama

(IKU) Dit. PEKP, bagaimana menentukan desa yang berkembang

ekonominya?

SPIP Dit. PEKP apa risiko ter-awal yang dimiliki dan bagaiamana

pengendaliannya?

Terkait penggunaan Sosial media, apakah terdapat perbedaan

dengan social media Ditjen PKP, bagaimana pengaruh social media

terhadap keberhasilam Dit. PEKP?

(33)

TARGET YANG INGIN

DILIHAT

NO

KOMPONEN PENGUNGKIT/PROSES

TARGET

1

Manajemen Perubahan

a) komitmen seluruh jajaran pimpinan dan

pegawai

b) perubahan pola pikir dan budaya kerja

c) Menurunnya resiko kegagalan (karena tidak

punya keinginan berubah)

2

Penataan Tatalaksana

a) Meningkatnya

penggunaan

teknologi

informasi

dalam

proses

manajemen

pemerintahan

b) Meningkatnya efisiensi dan efektivitas

c) Meningkatnya kinerja

(34)

NO

KOMPONEN

PENGUNGKIT/PROSES

TARGET

3

Penataan Sistem Manajemen

SDM

a) meningkatnya ketaatan terhadap pengelolaan

SDM aparatur

b) meningkatnya transparansi dan akuntabilitas

pengelolaan SDM

c) meningkatnya disiplin SDM aparatur

d) meningkatnya efektivitas manajemen SDM

aparatur

e) meningkatnya profesionalisme SDM aparatur

4

Penguatan Akuntabilitas

a) meningkatnya kinerja instansi pemerintah

b) meningkatnya

akuntabilitas

instansi

pemerintah

(35)

NO

KOMPONEN

PENGUNGKIT/ PROSES

TARGET

5

Penguatan Pengawasan

a) meningkatnya

kepatuhan

terhadap

pengelolaan

keuangan negara

b) meningkatnya

efektivitas

pengelolaan

keuangan

negara

c) meningkatnya status opini BPK

d) menurunnya tingkat penyalahgunaan wewenang

6

Peningkatan Kualitas

Pelayanan Publik

a) meningkatnya kualitas pelayanan publik (lebih cepat,

lebih murah, lebih aman, dan lebih mudah dijangkau)

b) meningkatnya

jumlah

unit

pelayanan

yang

memperoleh standardisasi pelayanan internasional

c) meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap

penyelenggaraan pelayanan publik

(36)

Referensi

Dokumen terkait

c) Tim Reformasi Birokrasi/Penanggung jawab Reformasi Birokrasi telah melakukan monitoring dan evaluasi rencana kerja, dan hasil evaluasi telah ditindaklanjuti. 2) Road

Pengelola reformasi birokrasi pada pemerintah daerah merupakan satu kesatuan dalam manajemen pengelolaan reformasi birokrasi nasional sebagaimana yang ditetapkan

• Bila suatu K/L memerlukan tambahan pagu untuk reformasi birokrasi &amp; remunerasi, perlu terlebih dahulu mendapat persetujuan Badan Anggaran DPR. Kebijakan dan alokasi anggaran

Pada masa inisiasi reformasi birokrasi (2005-2009) dan tahap pertama program reformasi birokrasi nasional (2010-2014), arah kebijakan reformasi birokrasi adalah pembentukan

Untuk pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Bapenda menyusun Rencana Kerja Reformasi Birokrasi Tahun 2019 yang mencakup 8 (delapan) area perubahan, berpedoman kepada

Sebagai bagian dari implementasi kebijakan nasional sesuai dengan RPJP tahun 2005 - 2025 dan RPJMN Tahun 2010 - 2014, dalam rangka pelaksanaan program Reformasi

Didalam program Nawacita sebagai program prioritas Pemerintah selaras dengan tujuan reformasi birokrasi yang fokus pada perbaikan tata kelola pemerintah dengan melakukan

Lembar kerja evaluasi reformasi birokrasi tahun 2023 oleh evaluator