• Tidak ada hasil yang ditemukan

40d19 materi 7 geopolitik dan otonomi daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "40d19 materi 7 geopolitik dan otonomi daerah"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

GEOPOLITIK &

OTONOMI DAERAH

(2)

Ciri Khas Indonesia : diapit 2 samudera

(India & Pasifik) dan 2 benua (Asia &

Australia), dibawah orbit Geostationary

Satelite Orbit

Negara Nusantara (kepulauan)  nusa

diantara air

Benua Maritim Indonesia

Geopolitik Indonesia = Wawasan Nusantara

(3)

Pengertian :

Kata wawasan berasal dari kata

wawas

(bahasa Jawa) yang berarti

pandangan, tinjauan atau penglihatan indrawi, ditambahkan akhiran (an)

bermakna cara pandang, cara tincau atau cara melihat.

kata Nusantara terdiri dari kata

nusa

dan

antara.

Kata nusa artinya pulau

atau kesatuan kepulauan. Antara menunjukkan letak antara dua unsur.

Nusantara artinya kesatuan kepulauan yang terletak antara dua benua yakni

Asia dan Australia dan dua samudera yakni; samudera Hindia dan samudera

Pasifik.

Sedangkan pengertian yang digunakan sebagai acuan pokok ajaran dasar

Wawasan Nusantara sebagai geopolitik Indonesia

adalah cara pandang dan

sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba

beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan

kesatuan wilayah dengan tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan

dalam setiap aspek kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

(4)

HAKEKAT

KEDUDUKAN

FUNGSI

TUJUAN

HAKEKAT WAWASAN NUSANTARA

bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam

lingkup dan demi kepentingan bangsa termasuk

produk-produk yang dihasilkan oleh lembaga negara

Wawasan Nusantara merupakan ajaran yang diyakini

kebenarannya oleh seluruh rakyat dengan tujuan agar

tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam

rangka mencapai dan mewujudkan tujuan nasional.

Sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta

rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan,

keputusan, tindakan dan perbuatan, baik bagi

penyelenggara negara di tingkat pusat dan daerah

maupun bagi seluruh rakyat dalam kehidupan

bermasyarakat, bernegara dan berbangsa.

Mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala

bidang dari rakyat Indonesia yang lebih

mengutamakan kepentingan nasional dari pada

kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan,

(5)

PANCASILA

UUD 1945

Wawasan

Nusantara

Ketahanan

Nasional

GBHN

KEDUDUKAN WAWASAN

NUSANTARA

Landasan Idil

(Dasar Negara)

Landasan Konstitusional

(Konstitusi Negara)

Landasan Visional

(Visi Bangsa)

Landasan Konsepsional

(Konsepsi Bangsa)

(6)

Kesatua n Wilayah Kesatua n Wilayah Kesatua n Bangsa Kesatua n Bangsa Kesatua n Ideologi Kesatua n Ideologi Kesatua n Hukum Kesatua n Hukum Kesatua n Ekonom i Kesatua n Ekonom i Kesatua n Sosial Kesatua n Sosial Kesatua n Budaya Kesatua n Budaya Kesatua n Psikolo gi Kesatua n Psikolo gi

Kedudukan wawasan nusantara

sebagai salah satu konsepsi

ketatanegaraan RI

(7)

Diperlukan kesadaran WNI untuk :

1.   

Mengerti

,

Memaham

i

,

Menghayati

tentang hak dan kewajiban

warganegara serta hubungan warga negara dengan negara, sehingga sadar

sebagai bangsa Indonesia.

2.   

Mengerti

,

Memahami

,

Menghayati

tentang bangsa yang telah

menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi

wawasan nusantara sehingga sadar sebagai warga negara yang memiliki cara

pandang.

 Agar ke-2 hal dapat terwujud diperlukan sosialisasi dengan program yang

teratur, terjadwal dan terarah.

(8)
(9)

12 PULAU TERLUAR

RAWAN DI KUASAI NEGARA TETANGGA

NO NAMA PULAU SPESIFIKASI NEGARA TETANGGA RAWAN 7 P. MARAMPIT

Kab. Talaud Sulawesi Utara

Penduduk + 1436 jiwa

Luas : + 12 km²

Filipina

Belum ada sarana Illegal FishingEffective Occupation 8 P. FANI

Kab. Raja Ampat Papua

Ada penduduk

Luas : + 9km² Palau220 km² dari Sorong 35 jam pelayaran

Illegal Fishing Effective Occupation 9 P. FANILDO

Kab. Biak Numfar Papua

Tak ada penduduk

Luas : + 9 km² Palau280 km dari Kabupaten Illegal FishingEffective Occupation 10 P. BRAS

Kab. Biak Numfor Papua

Penduduk + 50 jiwa

Luas : + 3.375 km Republik PalauJarak dari Kab 280 km dari P. Supriori 240 km

Illegal Fishing Effective Occupation 11 P. DANA

Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur

Tak Ada Penduduk Dari P. Rote 4 km Dari Kupang 120 km

Australia

Pintu masuk ALKI III Illegal FishingEffective Occupation

12 P. BATEK Kab. Kupang Nusa Tenggara Timur

Tak ada Penduduk Luas : + 25 ha Tempat Penyu bertelur

Migrasi Lumba-lumba

Timor Leste

Sebelah Utara ALKI III

(10)

Kondisi Geografis Indonesia yang berupa kepulauan berpotensi /

rawan ancaman – ancaman dari dalam dan luar dalam

mempertahankan keutuhan NKRI

(11)

Kesatu an Wilaya h Kesatu an Wilaya h Kesatu an Bangsa Kesatu an Bangsa Kesatu an Ideolog i Kesatu an Ideolog i Kesatu an Hukum Kesatu an Hukum Kesatu an Ekono mi Kesatu an Ekono mi Kesatu an Sosial Kesatu an Sosial Kesatu an Budaya Kesatu an Budaya Kesatu an Psikolo gi Kesatu an Psikolo gi

Kaitan wawasan nusantara

dengan otonomi daerah

WAWASAN

NUSANTAR

(12)

Wawasan Nusantara menghendaki adanya persatuan bangsa dan keutuhan

wilayah nasional. Pandangan untuk tahap perlunya persatuan bangsa dan keutuhan wilayah ini merupakan modal berharga dalam melaksanakan pembangunan. Wawasan nusantara juga mengajarkan perlunya kesatuan sistem politik, sistem ekonomi, sistem sosial, sistem budaya, dan sistem pertahanan keamanan dalam lingkup negara nasionalIndonesia. Cerminan dari semangat persatuan itu diwujudkan dalam bentuk negara

kesatuan. Namun demikian semangat perlunya kesatuan dalam berbagai aspek kehidupan itu jangan sampai menimbulkan negara kekuasaan. Negaramenguasai segala aspek kehidupan bermasyarakat termasuk

menguasaihak dan kewenagan yang ada didaerah-daerah di Indonesia. Tiap-tiapdaerah sebagai wilayah (ruang hidup) hendaknya diberi

kewenanganmengatur dan mengelola sendiri urusannya dalam rangaka mendapatkankeadilan dan kemakmuran.Oleh karena itulah, dalam

menyelenggarakan pemerintahannya NegaraKesatuan Republik Indonesia menganut asas desentralisasi, bukansentralisasi. Desentralisasi artinya, penyerahan urusan pemerintah dari ataskepada pemerintah di bawahnya untuk menjadi urusan rumah tangganya. Negara Kesatuan dengan sistem desentralisasi dalam penyelenggaran pemerintahan memberikan kesempatan dan keeluasaan kepada daerahuntuk menyelenggarakan kekuasaan.

Kekuasaan terbagi antara pemerintah pusat dan daerah. Daerah memiliki hak otonomi untuk menyelenggarakankekuasan. Desentralisasi inilah yang

menghasilkan otonomi daerah diIndonesia.

(13)

Otonomi Daerah :

Adalah hak, wewenang, dan kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan

mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat

setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan

Daerah Otonom :

Kesatuan hukum yang mempunyai batas – batas wilayah yang berwenang

mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat

setempat menurut prakarasa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam

sistem NKRI.

(14)

Penyerahan wewenang pemerintah

pusat kepada daerah otonom untuk

mengatur dan mengurus urusan

pemerintahan dalam system NKRI

Desentralisasi

Desentralisasi

Pelimpahan wewenang pemerintah

oleh pemerintah pusat kepada

gubernur sebagai wakil pemerintah

pusat dan atau kepada instansi vertical

wilayah tertentu.

Dekonsentras

i

Dekonsentras

i

Penugasan dari pemerintah pusat

kepada daerah dan atau desa, dari

pemerintah provinsi kepada

kabupaten/kota desa untuk

melaksanakan tugas perbantuan

Tugas

Perbantuan

Tugas

Perbantuan

(15)

Otonomi Daerah berpijak pada dasar Perundang-undangan yang kuat, yakni :

Dasar Hukum Otonomi Daerah

1. UUD 1945 (Amandemen Kedua tahun 2000)

2. Ketetapan MPR RI

3. Undang-Undang

UUD 1945 Bab VI Pasal 18.jpg

UUD 1945 Bab VI Pasal 18 A, 18 B.jpg

Ketetapan MPR RI No. XV-MPR-1998.pdf

(16)

Prinsip Otonomi Daerah

Menurut penjelasan Undang-Undang No. 32 tahun 2004, prinsip penyelenggaraan otonomi daerah adalah :

penyelenggaraan otonomi daerah dilaksanakan dengan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan serta potensi dan keaneka ragaman daerah.

 Pelaksanaan otonomi daerah didasarkan pada otonomi luas, nyata dan

bertanggung jawab.

pelaksanaan otonomi daerah yang luas dan utuh diletakkan pada daerah dan daerah kota, sedangkan otonomi provinsi adalah otonomi yang

terbatas pada daerah lingkup provinsi.

Pelaksanaan otonomi harus sesuai dengan konstitusi negara sehingga tetap terjamin hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.

Prinsip, Hakekat, dan Tujuan

otonomi daerah

Prinsip Otonomi

Prinsip Otonomi

Seluas-luasnya

Seluas-luasnya

Nyata

Nyata

Bertanggung

Jawab

(17)

Hakekat Otonomi Daerah

Pelaksanaan otonomi daerah pada hakekatnya adalah upaya untuk

meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan melaksanakan

kegiatan-kegiatan pembangunan sesuai dengan kehendak dan

kepentingan masyarakat.

Prinsip, Hakekat, dan Tujuan

otonomi daerah

Tujuan Otonomi Daerah

Menurut Mardiasmo (Otonomi dan Manajemen Keuangan Daerah) Adalah: Untuk meningkatkan pelayanan publik (public service) dan

memajukan perekonomian daerah. Pada dasarnya terkandung tiga misi utama pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal, yaitu:

A. Meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

(18)

Reformasi UU tentang Pemerintahan

Daerah

Sejak reformasi, kita telah dua kali membentuk UU yang berkaitan dengan

Pemerintahan Daerah, yaitu UU No. 22 Tahun 1999 dan UU No. 32 Tahun

2004 yang telah beberapa kali diubah terakhir melalui lahirnya UU No. 12

Tahun 2008 tentang Perubahan atas UU No. 32 Tahun 2004 tentang

Pemerintahan Daerah.

Dengan diberlakukannya

UU No. 32 Tahun 2004

, maka dilakukan

penataan

pembagian urusan pemerintahan yang makin jelas antara Pemerintah Pusat

dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota

. Seperti

diketahui, UU No. 32 Tahun 2004 menerapkan konsep urusan secara

konkuren (

concurrent functions

) antara Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Setiap urusan dibagi berdasarkan kriteria tersebut,

melahirkan urusan yang

ditangani oleh pihak pusat, provinsi, dan kabupaten/kota

.

(19)
(20)

UU tentang otonomi daerah

(21)

Kewenangan Pemerintah Pusat

1. Merumuskan kebijakan perencanaan nasional

2. Mengendalikan dan mengawasi pembangunan nasional

3. Mengalokasikan dan mendistribusikan sumber daya strategis yang meliputi pendanaan, SDM, dan Teknologi

4. Hal yang diatur pemerintah pusat meliputi politik luar negeri, hankam, peradilan dan moneter

Kewenangan Pemerintah Daerah Otonom (Propinsi)

1. Mengatur dan Mengurus kewenangan lintas kabupaten / kota

2. Menyelenggarakan kewenangan pemerintah pusat yang dilimpahkan dalam rangka dekonsentrasi

Kewenangan Pemerintah Daerah Otonom (Kota/Kab)

1. Mengurus Rumah Tangga

2. Merencanakan dan melaksanakan pembangunan daerah 3. Memberikan pelayanan kepada masyarakat

4. Mengembangkan sumber daya daerah

5. Menumbuhkan dan memperkuat kemampuan ekonomi daerah

(22)

 Pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia masih banyak kekurangan yang

mewarnai pelaksanaan otonomi daerah seperti kurangnya koordinasi pusat dan daerah serta masalah – masalah lain yang kemudian berdampak

terhadap masyarakat itu sendiri. Keinginan untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang baik melalui otonomi daerah memang bukanlah hal yang mudah, masih banyak hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menciptakan otonomi daerah yang maksimal demi menciptakan pemerintahan khususnya pemerintahan daerah yang lebih baik.

 Dikutip dari (REPUBLIKA.CO.ID, oleh:Rudy Siregar (Wakil Komite Tetap

Advokasi Hukum Kadin)

 Pelaksanaan otonomi daerah di era reformasi ini seperti pedang bermata

dua. Di satu sisi,otonomi daerah diterapkan dengan harapan bahwa

pemerintah daerah di seluruh indonesia memiliki kewenangan atau otonomi untuk mengembangkan ekonomi dan potensi daerahnya masing – masing yang berdampak pada  peningkatan kesejahteraan masyarakatnya, tetapi di sisi lain, pemberian otonomi daerah ternyata berkembang menjadi pundi-pundi uang bagi koruptor. Kekuasaan atau otonomi yang diberikan kepada para kepala daerah merangsang para pengusaha, birokrasi dan politisi untuk berlomba-lomba meraih posisi strategis ini, Akibatnya,terdapat

fenomena banyaknya kepala daerah yang dipenuhi oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak memiliki rasa tanggung jawab kepada publik.

(23)

Permasalahan tersebut sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh

Kementerian Dalam Negeri yang dipublikasikan pada bulan  Mei

2012, terdapat sekitar 173 kepala daerah yang tersangkut kasus

korupsi. Dan pada bulan November 2012,data dari Mahkamah

konstitusi menyebutkan bahwa ada sekitar 240 kepala daerah yang

memiliki permasalahan hukum.

Meningkatkatnya jumlah kepala daerah yang tersangkut kasus hukum

perlu dijadikan warning bagi pemerintah dan para penegak hukum

bahwa praktik korupsi di tanah air sudah mencapai eskalasi yang

mengkuatirkan. Perkembangan pelaksanaan otonomi daerah

membuat pola korupsi baru,yakni desentralisasi korupsi yang

diwarnai dengan maraknya fenomena raja-raja kecil di daerah yaitu

kepala daerah yang kekuasaanya sering tidak bisa dikontrol oleh

pemerintah pusat. Fenomena ini tidak boleh disepelekan, karena

memberikan dampak negatif bagi perkembangan ekonomi di daerah.

(24)

Dampak Positif dan negatif

(25)

DAMPAK POSITIF

dan DAMPAK NEGATIF

Dampak positif

dalam bidang politik adalah sebagian besar

keputusan dan kebijakan yang berada di daerah dapat diputuskan

di daerah tanpa adanya campur tangan dari pemerintahan di

pusat. Hal ini menyebabkan pemerintah daerah lebih aktif dalam

mengelola daerahnya.

Tetapi,

dampak negatif

yang terlihat dari sistem ini adalah

euforia yang berlebihan di mana wewenang tersebut hanya

mementingkat kepentingan golongan dan kelompok serta

digunakan untuk mengeruk keuntungan pribadi atau oknum. Hal

tersebut terjadi karena sulit untuk dikontrol oleh pemerintah di

tingkat pusat.

Referensi

Dokumen terkait

kewenangan khusus yang diberikan dalam kerangka otonomi daerah pun dapat dilakukan1. oleh pemerintah

Otonomi daerah memberikan pelimpahan kewenangan dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk mengatur urusan pelayanan dan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan

Prinsip otonomi nyata merupakan prinsip otonomi daerah dimana daerah diberikan kewenangan dalam menangani urusan pemerintahan yang berdasarkan tugas, wewenang, dan

Masyarakat daerah (yang pada kenyataannya ditopang oleh kepentingan elit daerah) merasa bahwa otonomi merupakan langkah konkrit untuk mengkerangkai secara bebas daerahnya

Otonomi daerah dimaksudkan mempercepat terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta daya saing antar daerah yang memperhatikan potensi setiap daerah masing-masing agar

Sebagai konsekuensi dari perletakan titik berat otonomi pada Daerah Kabupaten dan Pemerintah Kota Medan sebagai salah satu daerah diberikan kewenangan dalam bidang politik

Diberlakukannya kebijakan otonomi daerah menyebabkan kewenangan yang lebih luas kepada daerah untuk berperan dalam pembangunan semakin besar di daerahnya dan diharapkan

PAD merupakan berntuk kewenangan yang diberikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk mendanai pelaksanaan otonomi daerah sesuai dengan potensi daerah.. Pemberian otonomi