No. 9/18/BKr Jakarta, 29 Agustus 2007
SURAT EDARAN
Kepada
SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA
Perihal : Perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 31/13/UK tanggal 9 September 1998 perihal Kredit Pemilikan Rumah Sederhana dan Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana.
Sehubungan dengan hasil evaluasi terhadap ketentuan penyaluran skim Kredit Pemilikan Rumah Sederhana (KPRS) dan Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana (KPRSS), dan dengan mempertimbangkan ketentuan penyaluran kembali skim KPRS dan KPRSS yang didasarkan kepada Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat tentang Pengadaan Perumahan dan Permukiman Dengan Dukungan Fasilitas Subsidi Perumahan Melalui Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi, maka dipandang perlu untuk melakukan perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 31/13/UK tanggal 9 September 1998 perihal Kredit Pemilikan Rumah Sederhana dan Kredit Pemilikan Rumah Sangat Sederhana sebagai berikut :
1. Ketentuan angka 1 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: 1. Pangsa Kredit Likuiditas
a. Pangsa pendanaan Kredit Likuiditas Bank Indonesia dan dana Bank ditetapkan:
KELOMPOK
SASARAN Pangsa KLBI Pangsa Bank
I 65% 35%
II 85% 15%
III 100% 0%
b. Perubahan pangsa KLBI sebagaimana dimaksud pada butir a hanya diberlakukan terhadap kredit-kredit yang merupakan penyaluran kembali (relending) yang disetujui sejak tanggal diberlakukannya ketentuan ini.
2. Diantara angka 1 dan angka 2 disisipkan 1 (satu) angka yakni angka 1A yang berbunyi sebagai berikut :
1A. Suku Bunga Kredit
Perubahan suku bunga sebagaimana diatur pada Pasal 9 ayat (5) Surat
Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 31/93/KEP/DIR tanggal 9 September 1998 mengacu kepada Peraturan Menteri Negara
Perumahan Rakyat.
3. Diantara angka 2 dan angka 3 disisipkan 1 (satu) angka yakni angka 2A yang berbunyi sebagai berikut :
2A. Pelaporan Pelunasan Dini
a. Dalam hal terjadi pelunasan dini kredit oleh debitur kepada bank sebagaimana diatur pada Pasal 26 Ayat (3) Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 31/93/KEP/DIR tanggal 9 September 1998, bank wajib menyampaikan laporan pelunasan dini kredit tersebut dengan menggunakan format laporan sebagaimana dimaksud pada Lampiran 1 Surat Edaran ini.
b. Dalam hal terjadi pelunasan dini kredit sebagaimana dimaksud pada butir a, bank dapat mengajukan permohonan penyesuaian jadwal angsuran kredit likuiditas kepada Bank Indonesia. Permohonan tersebut diajukan selambat-lambatnya akhir bulan Mei untuk periode angsuran Juni, dan pada akhir bulan November untuk periode angsuran Desember.
c. Penyesuaian jadwal angsuran sebagaimana dimaksud pada butir b ditetapkan oleh Bank Indonesia secara semesteran. Penyesuaian jadwal angsuran tersebut didasarkan kepada baki debet kredit likuiditas yang tercatat di Bank Indonesia.
d.Dalam hal bank tidak mengajukan permohonan penyesuaian jadwal angsuran kredit likuiditas sebagaimana dimaksud pada butir b, maka Bank Indonesia akan mengkompensir pada angsuran terakhir pada jadwal angsuran.
4. Ketentuan angka4 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Batas Penghasilan, Maksimum Harga Jual dan Jumlah Kredit Pemilikan Rumah
Besarnya batas penghasilan, maksimum harga jual rumah dan jumlah Kredit Pemilikan Rumah mengacu kepada Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat.
5. Setelah angka 5 ditambah 1 (satu) angka yakni angka 6 yang berbunyi sebagai berikut :
6. Lain-lain
Ketentuan angka 1 sampai dengan angka 4 berlaku untuk PT. BTN (Persero) selaku bank yang melakukan penyaluran kembali (relending)
kredit skim KPRS dan KPRSS, sedangkan untuk bank lain yang menyalurkan KPRS/KPRSS hanya berlaku ketentuan sebagaimana dimaksud pada angka 3.
Ketentuan dalam Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 29 Agustus 2007...
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Surat Edaran ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Demikian agar Saudara maklum.