BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan

10  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Masalah

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar yang menyimpan banyak potensi, salah satunya adalah potensi ekonomi. Menurut Ginanjar Kartasasmita sebagai pembicara dalam seminar nasional peringatan HUT RI ke-20, sebagian besar penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada dunia usaha kecil dan menengah. Hanya sebagian kecil menjadi bagian dari usaha besar. Potensi besar usaha kecil Indonesia perlu mendapat perhatian dan pengembangan yang sungguh-sungguh dari semua pihak. Mengingat kondisi eksternal dan internal terus mengalami perubahan-perubahan yang cukup mendasar, penting bagi kalangan usaha kecil dan menengah melakukan perubahan dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan. Kemampuan melakukan perubahan dan adaptasi terhadap perubahan lingkungan akan menentukan eksistensi usaha kecil dalam perekonomian bangsa. Pada akhirnya eksistensi usaha kecil dan menengah yang memiliki daya saing tinggi akan memperkokoh ekonomi bangsa secara keseluruhan. Untuk itu para pelaku usaha kecil dan menengah perlu membuat kebijakan yang mengacu pada terciptanya efisiensi dan efektivitas untuk mencapai eksistensi tersebut yang berupa penetapan harga pokok produksi.

               

(2)

Menurut Mursyidi (2008:29), penentuan harga pokok produk adalah pembebanan unsur biaya produksi terhadap produk yang dihasilkan dari suatu proses produksi, artinya penentuan biaya yang melekat pada produk jadi dan persediaan barang dalam proses. Cara penentuan harga pokok produk sendiri ada dua, yaitu full costing dan vaiable costing. Full costing (absorption costing) adalah penentuan harga pokok produk yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel (variable cost) maupun bersifat tetap (fixed cost). Sedangkan variable costing/direct costing merupakan penentuan harga pokok produk yang hanya memasukkan unsur-unsur biaya produksi yang bersifat variabel. Metode variable costing memang lebih ditujukan untuk memenuhi informasi bagi kepentingan intern perusahaan, maka dari itu metode

variable costing merupakan metode yang sangat tepat apabila digunakan dalam penentuan harga pokok produksi di kalangan usaha kecil dan menengah.

Penetapan harga pokok produksi memegang peranan yang sangat penting pada suatu perusahaan. Menurut Mulyadi (2009:65) dalam perusahaan yang berproduksi massa, informasi harga pokok produksi yang dihitung untuk jangka waktu tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk: menentukan harga jual produk, menentukan realisasi biaya produksi, menghitung laba atau rugi periodik, dan menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca. Dalam penetapan harga jual produk, biaya produksi per unit merupakan salah satu informasi yang dipertimbangkan di samping informasi biaya lain serta informasi nonbiaya. Jika harga pokok produksi mengalami

               

(3)

kenaikan maka akan berdampak pada kenaikan harga jual dan sebaliknya. Penentuan harga jual yang tidak tepat akan berakibat fatal pada masalah keuangan perusahaan, misalnya kerugian yang terus menerus. Pada hakekatnya dalam menjual produknya, perusahaan harus dapat menetapkan harga pokok produksi yang tepat untuk mencapai keuntungan yang diharapkan. Penting bagi semua perusahaan dalam menetapkan harga pokok produksi secara tepat, salah satunya penetapan harga pokok produksi di ZENITH.

ZENITH merupakan perusahaan menengah yang memproduksi semua jenis alas kaki untuk memenuhi pesanan pelanggan. Dalam perhitungan harga pokok produksi, ZENITH hanya melakukan perhitungan biaya bahan baku, biaya bahan penolong, dan biaya tenaga kerja langsung saja. Perusahaan selama ini tidak memasukan biaya overhead selain biaya bahan penolong pada saat menghitung harga pokok sehingga harga jual pesanan yang dihasilkan menjadi telalu kecil.

Demikian pentingnya perhitungan harga pokok produksi bagi perusahaan, maka dibutuhkan perhatian khusus dalam perhitungan harga pokok produksi sebagai dasar penetapan harga jual. Berdasarkan uraian yang dikemukakan diatas maka penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut tentang harga pokok terutama yang menyangkut akuntansi biaya, sehingga penulis memilih judul “PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE VARIABLE COSTING SEBAGAI

PENETAPAN HARGA JUAL (Studi Kasus pada Salah Satu Industri Usaha Sepatu di Cibaduyut)”.                

(4)

1.2.

Identifikasi Masalah

Agar lebih terfokus, penulis akan membatasi masalah yang dianggap paling sesuai dengan judul penelitian. Adapun identifikasi masalah dari penelitian ini adalah :

1. Bagaimana perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing di perusahaan sepatu Cibaduyut.

2. Bagaimana penetapan harga jual produk setelah perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing di perusahaan sepatu Cibaduyut.

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing perusahaan sepatu Cibaduyut. 2. Untuk mengetahui bagaimana penetapan harga jual produk setelah

perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing di perusahaan sepatu Cibaduyut.

               

(5)

1.3.2. Manfaat Penelitian

Penelitian ini di harapkan bermanfaat bagi : 1. Penulis

Penelitian ini bermanfaat bagi penulis untuk mengembangkan dan mempraktikkan teori secara nyata khususnya untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi atas dasar pesanan.

2. Perusahaan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan solusi dalam masalah perhitungan harga pokok produksi, sehingga perusahaan dapat menetapkan harga jual yang tepat dan dapat memperoleh laba yang maksimum.

3. Ilmu Pengetahuan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan, pengetahuan dan alternatif referensi pemecahan masalah khususnya dalam perhitungan harga pokok produksi atas dasar pesanan sebagai penetapan harga jual produk.

4. Pihak Lain

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk melakukan penelitian lebih mendalam.

1.4.

Pendekatan Masalah

Menurut Mulyadi (2009:8), dalam arti luas biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi, yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu. Sedangkan menurut Mursyidi

               

(6)

(2008:14), biaya (cost) diartikan sebagai suatu pengorbanan yang dapat mengurangi kas atau harta lainnya untuk mencapai tujuan baik yang dapat dibebankan saat ini maupun pada saat yang akan datang.

Perhitungan harga pokok produksi sangat penting bagi perusahaan karena dengan menghitung harga pokok produksi, perusahaan akan mengetahui total biaya yang dikeluarkan dalam sekali produksi. Menurut Mursyidi (2008:14), harga pokok adalah biaya yang telah terjadi (expired cost) yang belum di bebankanatau dikurangkan dari penghasilan.

Menurut Garrison, Noreen dan Brewer (2006:60), harga pokok produksi diperhitungkan dari biaya produksi yang terkait dengan produk yang telah selesai selama periode tertentu. Harga pokok produksi terdiri dari bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Menurut Mulyadi (2009:17-18), terdapat dua metode penentuan harga pokok produksi, yaitu metode full costing dan metode variable costing. Metode

full costing merupakan metode penentuan biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku tetap maupun variabel. Sedangkan metode variable costing merupakan metode penentuan biaya produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksiyang berperilaku variabel kedalam biaya produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel.

Menurut Mursyidi (2008:25) sistem biaya (cost system) adalah serangkaian kegiatan dalam rangka menentukan biaya produksi dan harga pokok produk dalam suatu proses produksi. Sistem biaya dikenal ada dua macam, yaitu

               

(7)

sistem biaya sesungguhnya (actual cost system), dan sistem biaya standar (standard cost system). Dalam sistem biaya sesungguhnya, disebut sistem biaya historis (historical cost system), biaya dikumpulkan dan diperhitungkan terhadap harga pokok produk berdasarkan biaya yang telah terjadi, atau biaya yang telah di keluarkan/dimasukan dalam suatu proses produksi. Sedangkan dalam sistem biaya standar, harga pokok produksi serta operasi produksi berdasarkan biaya yang telah di tentukan dimuka (pre-determined cost) baik dari segi kualitas maupun nilai uangnya. Kedua sistem biaya tersebut dapat diterapkan baik dalam job order costing maupun process costing.

Menurut Mursyidi (2008:27), sistem gabungan (hybrid) antara sistem aktual dan sistem standar disebut sistem biaya normal. Sistem biaya tersebut biasa digunakan untuk menghitung harga pokok produksi dalam perusahaan yang melakukan proses produksi berdasarkan pesanan. Hal ini dikarenakan oleh banyaknya biaya-biaya yang tidak dapat ditelusuri ke masing-masing pesanan, bahkan biaya tersebut terjadi secara berkala pada akhir atau awal bulan, juga ada biaya yang terjadi secara tiba-tiba sementara pesanan belum pasti atau tida dapat diproduksi. Ada kemungkinan biaya terjadi pada saat pesanan relatif sedikit, sehingga jika dihitung bersarkan biaya sesungguhnya, maka pesanan tersebut dapat mengalami kerugian. Untuk itu akan lebih adil jika digunakan alokasi biaya tidak langsung melalui perhitungan tarif ditentukan di muka.

               

(8)

1.5.

Metodologi Penelitian

1.5.1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus (deskriptif) yaitu suatu metode pengujian secara intensif dan rinci terhadap suatu objek yang sesungguhnya dengan menelaah secara mendalam sesuai dengan teori-teori yang telah dipelajari dengan maksud untuk memahami berbagai kaitan yang ada untuk selanjutnya diambil suatu kesimpulan. Dengan tujuan untuk mengetahui harga pokok produksi dengan metode variable costing pada ZENITH.

1.5.2. Data Penelitian

Data penelitian adalah data yang diperoleh dalam proses penelitian yang akan diolah untuk menjadi sebuah informasi dalam tugas akhir ini. Berikut ini akan dijelaskan jenis data yang diperoleh, sumber data penelitian dan teknik pengumpulan data penelitian.

1.5.2.1.Jenis Data

Jenis-jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah :

1. Data subjek adalah data yang diperoleh dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penulis yang berkaitan dengan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode variable costing.

2. Data dokumenter yaitu data perusahaan berupa dokumen yang diperolah dari pihak intern perusahaan berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi perusahaan dan deskripsi jabatan, dan kebijakan perusahaan mengenai harga pokok produksi.

               

(9)

1.5.2.2.Sumber Data

Sumber data dari penelitian ini terdiri dari :

1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti dan merupakan data yang bisa diolah dan belum diolah pihak lain yang diperoleh melalui wawancara langsung kepada bagian akuntansi serta mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan dalam menerapkan harga pokok prouksi dengan menggunakan metode variable costing.

2. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang merupakan data yang telah diolah. Data sekunder yang diperoleh berasal dari sumber internal dan eksternal. Sumber data sekunder internal berasal dari perusahaan yaitu berupa laporan kinerja karyawan, perkembangan konsumen, dll, yang kemudian dianalisis. Sedangkan sumber data eksternal berasal dari buku teks, studi media elektronik seperti internet melalui situs terkait, jurnal, dan artikel yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

1.5.2.3.Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan cara :

1. Wawancara, yakni dengan melakukan tanya jawab secara langsung dengan bagian-bagian di perusahaan yang berkaitan dengan objek yang diteliti, misalnya karyawan-karyawan dan manajer yang ada di bagian akuntansi. Hal ini bertujuan untuk memperoleh data mengenai penerapan harga pokok produksi secara langsung.

               

(10)

2. Observasi, untuk melihat secara langsung kegiatan atau prosedur yang dilakukan perusahaan dalam penerapan harga pokok produksi, dan mencari data berupa sejarah perusahaan struktur organisasi perusahaan dan deskripsi jabatan, dan kebijakan perusahaan mengenai pendekatan harga pokok produksi.

1.5.3. Alat Analisis Data

Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara mengumpulkan seluruh data yang diperoleh dari proses wawancara dan studi dokumentasi mengenai semua biaya yang dibutuhkan dalam perhitungan haraga pokok produksi. Setelah semua biaya terkumpul, penulis kemudian melakukan perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode variable costing.

Variable costing merupakan metode penentuan kos produksi yang hanya

memperhitungkan biaya produksi yang berperilaku variable ke dalam kos produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Sedangkan rumus harga jual yang digunakan dengan menggunakan perhitungan harga jual atas dasar biaya secara umum.

1.6.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Pabrik Sepatu Zenith yang berlokasi di Jalan Cibaduyut No. 297 Bandung. Adapun waktu untuk penyelesaian penelitian ini adalah Bulan Mei sampai dengan Bulan Juni 2012.

               

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :