BAB III METODOLOGI PENELITIAN. skripsi ini pada Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Jakarta.

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 Objek Penelitian

Penulis melakukan penelitian dan pengumpulan data untuk penulisan skripsi ini pada Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Jakarta.

3.2 Gambaran Umum Perusahaan 3.2.1 Sejarah Singkat Perusahaan

Djarum sendiri adalah perusahaan yang berdiri pada saat Indonesia telah merdeka pada tahun 1951 (tepatnya 21 April 1951) PT. Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna).

Sejarah Djarum berawal saat pendiri Djarum Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek "Djarum" yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri. Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang

(2)

diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981.dan pada tahun 1983 Djarum menjadi perseroaan terbatas, PT Djarum. Saat ini Djarum dipimpin Budi Hartono dan Bambang Hartono, yang dua-duanya merupakan putra Oei.

PT. Djarum memiliki lima nilai inti, yaitu : a. Fokus pada pelanggan

b. Profesionalisme

c. Organisasi yang terus belajar d. Satu keluarga

e. Tanggung jawab sosial

Perusahaan yang memiliki 76 lokasi kerja (70 di Kudus, 3 di Pati, 1 Rembang dan 2 di Jepara) ini cukup diakui masalah kesehatan dan keselamatan kerja karyawannya. Hal ini dibuktikan dari perolehan Zero Accident Acknowledgement pada tahun 2002. Pada tahun 2004 di Audit External Keselamatan dan Kesehatan dengan hasil 85%. Karena hasil auditan yang memuaskan, pada tahun 2005 memperoleh Bendera Emas. Pada tahun 2007, hasil auditan meningkat menjadi 93% dan tahun 2008 menunggu memperoleh Bendera Emas kembali. Karena hal itulah masalah keselamatan dan kesehatan bukan lagi menjadi masalah bagi perusahaan ini.

Selain masalah keselamatan dan kesehatan, perusahaan ini juga aktif dalam bidang koperasi. Pada tahun 1976, koperasi karyawan dibuka. Koperasi yang memiliki anggota sebanyak 51 ribuan orang ini memiliki kas hingga 75 ribu miliaran hingga Januari 2008 ini. Karena ketekunannyalah, koperasi ini juga

(3)

memperoleh penghargaan sebagai Koperasi Teladan dari tahun 1993 sampai dengan 1996.

Selain itu, perusahaan ini juga memiliki kinerja yang sesuai dengan standar ISO (International Organization for Stadardization atao ISO tahun 9001 : 1994). Pada tahun 2001 mendapatkan penghargaan dan ISO diperbaiki menjadi ISO 9001 : 2000.

3.2.2 Sejarah Rokok Djarum Super

Pada saat nama Djarum mulai dikenal, Indonesia mulai melakukan banyak perubahan di bidang moneter. Ini yang kemudian mendorong banyak perusahaan untuk memulai menggeluti bisnis baru dan inovasi di usahanya. PT.Djarum misalnya mereka melakukan suatu inovasi untuk produk-produknya. Salah satu produk yg di keluarkan adalah rokok Djarum Super.

Rokok Djarum Super pertama kali diperkenalkan ke masyarakat pada 1981. Sejak awal, Djarum Super disambut baik oleh masyarakat. Hal ini bisa dilihat dari angka penjualan yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Hingga pada 1989, Djarum Super dinobatkan sebagai brand nomor 1 di negeri ini.

Prestasi gemilang ini tak menghentikan upaya Djarum Super meningkatkan mutu sekaligus terus membangun citra yang berkesinambungan. Sebab, Djarum Super sadar bahwa kepercayaan dari para konsumen bukan hanya untuk diraih sesaat, melainkan dipupuk terus hingga menciptakan hubungan yang senantiasa harmonis antara pelanggan dan brand.

Salah komitmen Djarum Super memberikan pelayanan terbaik adalah dengan mengadopsi sistem ISO mulai 2001. Sistem ini diterapkan untuk

(4)

memastikan konsitensi dan perbaikan mutu Djarum Super. Kini, hasil kerja keras Djarum Super berbuah hasil yang memuaskan. Djarum Super sampai saat ini masih berada di jajaran merek papan atas di Indonesia.

3.3 Desain Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penulisan skripsi ini adalah metode Korelasional, yaitu metode penelitian untuk mengetahui hubungan antara satu atau lebih variable dengan variable lainnya. Lambang X yaitu iklan melalui media televisi sedangkan lambang Y yaitu keputusan pembelian produk rokok Djarum Super.

3.4 Hipotesis Penelitian

Dari pengamatan penelitian dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan, maka penulis dapat mengemukakan hipotesis dari penelitian ini yaitu : Ho : r ≤ 0 Tidak ada hubungan antara iklan melalui media televisi dengan keputusan pembelian rokok Djarum Super di Universitas Mercu buana. Ha : r > 0 Terdapat hubungan positif antara iklan melalui media televisi

dengan keputusan pembelian rokok Djarum Super di Universitas Mercu Buana.

3.5 Variabel dan Skala Pengukuran

Pengukuran skor dari penelitian ini menggunakan Skala Likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang.

(5)

Menurut Sugiono (2005) menyatakan bahwa :

“Skala Likert adalah dimana hasil jawaban responden diurutkan dari tingkatan yang paling rendah sampai yang paling tinggi.”

Dengan Skala Likert, maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator tersebut sebagai titik tolak untuk menyusun instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Metode ini juga dinilai berdasarkan tingkatan angka sebagai berikut :

Tabel 3.1

Pengukuran Skor Skala Likert

Keterangan Nilai

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Cukup Setuju 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1

Sumber : Drs. Husein Umar 2007 metode Riset Bisnis

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan dalam penelitian yang berupa suatu konsep yang mempunyai nilai.

Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari, variabel X adalah iklan melalui media televisi dan Variabel Y adalah keputusan pembelian.

3.6 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel menurut Sugiono yang dikutip oleh Husein (2004:47) “adalah suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti yang mempunyai variasi antara satu dengan yang lain dalam kelompok tersebut”.

(6)

Definisi yang berkaitan dengan pembahasan penelitian ini adalah sebagai berikut :

3.6.1 Iklan

Adalah pesan yang berisikan informasi untuk suatu khalayak mengenai perusahaan dan produk atau jasanya. Dalam hal ini penulis membahas tentang iklan produk rokok Djarum Super melalui media televisi yang merupakan media yang mampu menimbulkan dampak yang kuat terhadap konsumen, dengan tekanan pada dua indera sekaligus yaitu penglihatan dan pendengaran. Adapun atribut iklannya sendiri, antara lain :

a. Deskripsi barang

b. Kata-kata yang digunakan c. Penyampaian pesan d. Musik

e. Gambar

Tabel 3.2

Definisi Operasional Variabel X (Iklan Melalui Media Televisi)

Variabel X Indikator Pernyataan

Iklan melalui

media televisi - Deskripsi barang

- Kata-kata yang digunakan

- Penyampaian pesan

- Iklan rokok Djarum Super di televisi bagus

- Iklan rokok Djarum Super di televisi sangat jelas

- Kata dalam iklan rokok Djarum Super di televisi mudah dipahami

- Slogan iklan Djarum Super di televisi sangat menarik

- Iklan rokok Djarum Super di televisi memberikan pesan yang jelas

(7)

- Musik - Gambar

- Musik dalam iklan rokok Djarum Super di televisi enak didengar

- Gambar dalam iklan Djarum Super di televisi bagus dan menarik

3.6.2 Keputusan pembelian

Merupakan suatu keputusan yang diambil oleh konsumen untuk membeli atau tidak produk rokok Djarum Super yang diiringi dengan berbagai pertimbangan sebelumnya. Adapun konsep-konsep yang menggambarkan perilaku atau gejala yang diamati dalam pembahasan ini untuk diamati dan diukur, antara lain :

a. Kebutuhan b. Informasi c. Persepsi d. Rasa ingin tahu

(8)

Tabel 3.3

Definisi Operasional Variabel Y (keputusan pembelian)

Variabel Y Indikator Pernyataan

Keputusan Pembelian - Kebutuhan - Informasi - Persepsi - Rasa ingin tahu

- Saya membeli rokok Djarum Super lebih dari 1 bungkus perhari

- Saya membeli rokok Djarum Super karena menjadi kebutuhan sehari-hari - Saya merasa pusing apabila tidak

merokok Djarum Super

- Pengaruh lingkungan mendukung saya memakai rokok Djarum Super

- Saya membeli rokok Djarum Super karena melihat iklan di media televisi - Saya membeli rokok Djarum Super

karena memiliki rasa yang enak dan berbeda dari rokok lainnya

- Saya membeli rokok Djarum Super karena Djarum Super merupakan merek terkenal

- Saya membeli rokok Djarum Super karena ingin mencoba rokok Djarum Super

Sumber : Philip Koter dan A. B Susanto “Manajemen Pemasaran di Indonesia” (2007:257).

3.7 Jenis Data

Jenis data yang diperoleh langsung oleh penulis dalam skripsi ini adalah :

Data Primer

Yaitu, data yang diperoleh langsung oleh penulis dari hasil data yang dikumpulkan oleh perorangan diambil langsung dari responden melalui daftar pertanyaan (kuesioner).

(9)

3.8 Metode Pengumpulan Data

Dalam mengumpulkan data yang diperlukan, penulis akan menggunakan metode pengumpulan data antara lain :

3.8.1 Penelitian Kepustakaan

Data kepustakaan ini bertujuan utuk memperoleh data yang bersifat teori dan penulis mempelajari berbagai buku dan referensi lainnya untuk mendapatkan dasar-dasar teori yang mendukung penelitian ini.

3.8.2 Penelitian Lapangan

Dalam penelitian lapangan, penulis memperoleh data primer berupa hasil pengisian koesioner dengan memberikan angket yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

3.9 Populasi dan Sampel Penelitian 3.9.1 Populasi Penelitian

Menurut Sugiono (2002:57) yang menyatakan bahwa : “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas Mercu Buana, Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen S-1 yang berjumlah 2.109 mahasiswa.

3.9.2 Sampel Penelitian

Sampel yang akan dipilih penulis sebagai sumber data yang dibutuhkan untuk penelitian ini adalah para mahasiswa yang berada di Universitas Mercu

(10)

Buana. Untuk itu penulis sudah mempertimbangkan metode pengambilan sampel yang akan digunakan adalah dengan cara Convenience Sampling yaitu penentuan sampel yang berdasarkan kebetulan saja. Anggota populasi yang ditemui peneliti dan bersedia menjadi responden dijadikan sampel. Untuk mengetahui besarnya sampel maka digunakan rumus Slovin yaitu :

N n = 1 + N (e)² Keterangan : n = Jumlah sampel. N = Jumlah populasi

e = Persen kelonggaran ketiktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat diolerir atau diinginkan, sebesar 15%.

Sehingga Diperoleh : 2109 n = 1 + 2109 (0.15)² 2109 n = 48,4525 n = 43.527

(11)

3.10 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang akan digunakan adalah : 3.10.1 Deskripstif Kualitalif

Yaitu, Metode statistika yang digunakan untuk menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah dikumpulkan menjadi sebuah informasi. Penyajian data dapat berbentuk tabel, angka, diagram, ukuran, dan gambar.

3.10.2 Deskripstif Kuantitatif

Metode statistika yang digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel iklan melalui media televisi (X) dan keputusan pembelian (Y). Karena kedua variabel yang dihubungkan berskala ordinal, maka digunakan perhitungan statistika non parametik koefisien korelasi Rank Spearman ( ) karena data yang akan di analisis adalah dengan menggunakan skala ordinal, sedangkan pengukuran di dalam kuesioner menggunakan teknik likert dengan tingkatan korelasi antara variabel iklan melalui media televisi (X) dan keputusan pembelian (Y). Dengan jumlah bobot masing-masing variabel, kemudian untuk menghitung korelasi dan ditentukan ranking untuk menghitung setiap variabel X dan Y, maka dapat dimulai dari nilai tertinggi sampai terendah atau sebaliknya. Untuk menghitung koefisien korelasi rank Spearman digunakan rumus :

(12)

Dimana :

= Koefisien Korelasi Rank Spearman

= Total Selisih R (X) dan R (Y) n = Jumlah Responden

Tabel 3.4

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Cukup Kuat 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Sugiono (2005 : 183 ) 3.10.3 Uji Hipotesis

Apabila dilakukan pengujian terhadap koefisien kerelasi yang diperoleh, maka penulis mnggunakan metode interpolasi dengan nilai t tabel ditentukan berdasarkan tingkat signifikan α = 0,05 dan derajat kebebesan (dk = n – 2). Selanjutnya dilakukan perbandingan antara nilai t hitung dengan nilai t tabel yang hasilnya digunakan untuk menentukan tingkat nyata. Hal ini digunakan untuk mengkaji apakah benar antara variabel X dan variabel Y terdapat hubungan. langkah-langkah adalah sebagai berikut :

(13)

a. Menentukan Ho dan Ha

Ho : r ≤ 0 Tidak terdapat hubungan atau hubungan negatif antara iklan melalui media televisi dengan keputusan pembelian Ha : r > 0 Terdapat hubungan positif antara iklan melalui media televisi dengan keputusan pembelian

b. Taraf nyata 5 % (α = 0,05)

c. Menentukan daerah titik kritis

d. Statistik uji dengan membandingkan t hitung dengan t tabel

Adapun rumus pengujian dipergunakan rumus uji-t sebagai berikut:

Dimana :

= hasil t hitung

= Hasil korelasi Rank Spearman n = Jumlah Responden

5. Kesimpulan

Jika hasil t hitung > t tabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika hasil t hitung < t tabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

(14)

Gambar 3.1

Daerah Penentuan Ho Pada Uji Signifikansi korelasi

Ho ditolak

Ha diterima

3.10.4 Analisis Data

Analisis data dengan menggunakan metode prosedur pengolahan data dilakukan dengan menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Science) edisi 16. Dimana setelah daftar kuesioner terisi dan terkumpul, maka data mentah tersebut diolah melalui empat tahap:

1. Editing

data mentah diedit guna melengkapi kelengkapan, konsistensi, dan standarisasi satuan angka yang terdapat dalam daftar kuesioner. Kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi kesalahan yang terjadi dan menghilangkan keraguan.

2. Coding

memberikan angka atau kode pada tiap pertanyaan agar memudahkan tahap tabulating.

(15)

3. Tabulating

memasukkan data ke dalam tabel tabulasi dan mengatur angka-angka sehingga dapat dihitung jumlah kasus dalam berbagai kategori.

4. Analyzing

merupakan pengelompokan membuat uraian, memanipulasi serta menyingkat data sehingga mudah dibaca. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penjelasan terhadap sesuatu yang diteliti, mencari arti lebih luas dan menghubungkan dengan pengetahuan yang sudah ada.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :