Studi kasus pada CV Sumber Baru Niaga Muntilan
Disusun oleh :
ANTONIUS EDY PRIYONO 002214035
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT SKUTER MATIC YAMAHA MIO
Studi kasus pada CV Sumber Baru Niaga Muntilan
Disusun oleh :
ANTONIUS EDY PRIYONO 002214035
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA 2008
Tak ada orang yang bisa sukses selain dia yang siap
menghadapi dan mengatasi kesulitan-kesulitan dan
mempersiapkan diri memikul tanggung jawab.
(William J.H. Boetcher)
Jadilah dirimu sendiri
(Penulis)
Karya yang sederhana ini kupersembahkan :
Tuhan Yesus Kristus yang selalu memberi berkat dan rahmat-Nya
Bunda Maria yang selalu memberi kekuatan dan ketenangan
Bapak dan Ibu yang selalu membimbingku, membesarkanku, mendoakanku dan memberi motivasi untuk segera menyelesaikan studi.
Istri dan anakku “ Stella” yang selalu memberi dorongan untuk segera menyelesaikan studi dan juga adik-adikku.
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Yogyakarta, 31 Agustus 2008
Penulis
Yang bertanda di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama : Antonius Edy Priyono
Nomor : 002214035
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya berjudul “Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut Skuter Matic Yamaha Mio ,studi kasus pada CV Sumber Baru Niaga Muntilan. Dengan demikian saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di Internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal : 31 Agustus 2008
Pukul : 17.00 WIB
Yang menyatakan
ABSTRAK
ANALISIS SIKAP KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT SKUTER MATIC YAMAHA MIO
Studi kasus pada CV Sumber Baru Niaga Muntilan ANTONIUS EDY PRIYONO
UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA, 2008
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) karakteristik konsumen Skuter Matic Yamaha Mio (yang meliputi : Jenis kelamin, umur, Pendidikan, Pekerjaan, dan Pendapatan), (2) sikap konsumen terhadap atribut Skuter Matic Yamaha Mio (meliputi Model, Warna, Suara Mesin, Suku Cadang, Harga, dan Bahan Bakar).
Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Persentase dan Analisis Indeks Sikap Konsumen. Penelitian ini menggunakan sampel 100 orang responden yang dipilih dari populasi dengan menggunakan Teknik Accidental
Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode
wawancara dan menggunakan kuesioner yang dibagikan berdasarkan subjek yang ditemui dilokasi penelitian yaitu di CV Sumber Baru Niaga Muntilan.
Berdasarkan analisis data, mayoritas responden adalah pria (55%), berusia 26-30 tahun (35%), berlatar belakang pendidikan SMU (61%), mempunyai pekerjaan sebagai wiraswasta (51%), dan berpenghasilan Rp 501.000- Rp 750.000 (30%). Berdasarkan Analisis Indeks Sikap, sikap konsumen terhadap atribut model adalah ”sangat baik”, terhadap atribut warna, suku cadang, harga, dan suara mesin adalah ”baik”, dan terhadap atribut bahan bakar adalah ”cukup”. Secara keseluruhan, sikap konsumen terhadap atribut Skuter Matic Yamaha Mio adalah ”Baik”.
Case Study of CV Sumber Baru Niaga Muntilan ANTONIUS EDY PRIYONO
SANATA DHARMA UNIVERSITY, 2008
The purposes of this research were to know: (1) The characteristics of consumers of Yamaha Mio Scooter Matic (including sex, age, education, job, and income), (2 consumers’ attitude towards the attributes of Yamaha Mio Scooter Matic (including model, color, engine sound, spare part, price and fuels).
The technique of data analysis used were Analysis of Percentage and Analysis of Consumers Attitude Index. This research used samples of 100 respondents selected from population by using Accidental Sampling Technique. The data collection methods in this research were interview and survey questionnaires that were distributed to the subjects found in the location of research, i.e.; in CV. Sumber Baru Niaga Muntilan)
Result showed that majority of respondents were male (55%), aged 26-30 years old (35%), of senior high school educational background (61%), entrepreneur (51%), and of monthly income level of Rp. 501.000 - Rp. 750.000 (30%). Based on the Analysis of Attitude Index, consumers’ attitude to the model attribute was “very good”, to the attribute of color, spare part, price and engine voice was “good”, and to the attribute of fuel was “moderate”. Entirely, the consumers’ attitude to the attributes of Yamaha Mio Scooter Matic was “good”.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang selalu memberi
kebesaran anugrah-Nya yang selalu menyertai penulis selama proses studi sampai
dengan menyusun skripsi ini. Skripsi ini ditulis untuk memenuhi salah satu syarat
untuk memperoleh gelar sarjana jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.
Dalam menyusun sripsi ini penulis sadar bahwa ada banyak pihak yang
telah membantu baik langsung maupun tidak langsung, dan ikut memberi andil
yang besar kepada penulis dalam mendalami, mengolah dan menyusun skripsi ini.
Untuk itu pada kesempatan ini, penulis menghaturkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada :
1. Rama Dr. Ir. Paulus Wiryono P., S.J., selaku Rektor Universitas Sanata
Dharma.
2. Bapak Drs.YP. Supardiyono, M.Si , Akt selaku Dekan Fakultas Ekonomi
yang dengan penuh ikhlas membantu dalam urusan administrasi penyelesaian
skripsi.
3. Bapak V. Mardi Widyadmono, S.E. , M.B.A selaku Ketua Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sanata Dharma.
4. Bapak Drs.Marianus Mohtar Modesir. M.M. selaku pembimbing pertama
yang dengan sabar selalu membimbing, memberi masukan , dan mengarahkan
penulis dalam penyelesaian skripsi.
penyelesaian skripsi.
6. Bapak Drs. Alex Kahu Lantum, M.S. selaku Dekan yang lama, yang
membantu dalam untuk urusan administrasi studi penulis.
7. Bapak Drs. Hendra Poerwanto G.,M.Si yang memberi dorongan dan
semangat kepada penulis untuk penyelesaian skripsi.
8. Para Dosen Universitas Sanata Dharma yang telah memberi kuliah,
pengalaman yang berharga dan memberi bimbingan selama kuliah.
9. Bapak Suratman selaku pimpinan CV. Sumber Baru Niaga Muntilan yang
memberikan ijin untuk penelitian.
10. Karyawan CV. Sumber Baru Niaga Muntilan yang membantu dalam mencari
responden untuk penelitian.
11. Kedua orang tuaku yang membesarkanku dengan kasih sayang,
membimbingku dan memberi semangat, mendoakanku dan memenuhi
kebutuhanku.
12. Istriku Mei dan anakku “Stella” yang selalu memberiku semangat dan
dorongan untuk penyelesaian skripsi.
13. Adik-adikku Tina, Vincen, Supran yang membantu, memberi semangat dan
bantuan untuk penyelesaian skripsi.
14. Bapak dan simbok di Promasan yang memberi semangat untuk penyelesaian
skripsi.
15. Keluarga besar Mbah Munrejo dan Mbah Cokro yang memberi dorongan dan
semangat, juga kritikan untuk penyelesaian skripsi ini.
16. Teman-teman Di Marto’s Kost atas kebersamaannya.
17. Teman-teman angkatan 2000 yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
18. Teman-teman di Magic Solver 2000 yang membantu mengolah data.
19. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, saran, kritik yang bersifat membangun demi penyempurnaan
skripsi ini penulis terima dengan senang hati dan semoga skripsi ini bermanfaat
bagi pihak yang membutuhkan.
Penulis
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... v
HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vi
ABSTRAK ... vii
ABSTRACT ... viii
KATA PENGANTAR ... ix
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Perumusan Masalah ... 5
C. Batasan Masalah ... 5
D. Tujuan Penelitian ... 6
E. Manfaat Penelitian ... 6
F. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II LANDASAN TEORI... 9
A. Pemasaran ... 9
B. Konsep Pemasaran ... 9
C. Manajemen Pemasaran ... 11
D. Perilaku Konsumen ... 11
E. Sikap Konsumen ... 15
F. Kepuasan Konsumen ... 16
G. Atribut Produk ... 17
H. Bauran Pemasaran ... 18
BAB III METODE PENELITIAN ... 19
A. Jenis Penelitian ... 19
B. Waktu dan Tempat ... 19
C. Subjek dan Objek Penelitian ... 19
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 19
E. Jenis dan Sumber Data ... 21
F. Teknik Pengumpulan Data ... 21
G. Tehnik Pengujian Instrumen ... 22
H. Tehnik Analisis Data ... 24
BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ... 26
A. Sejarah Perusahaan ... 26
B. Struktur Organisasi ... 26
C. Personalia Perusahaan ... 30
D. Proses Penggajian ... 31
E. Pemasaran ... 32
B. Tehnik Pengujian Instrumen ... 35
C. Tehnik Analisis Data ... 41
BAB VI KESIMPULAN SARAN DAN KETERBATASAN... 50
A. Kesimpulan ... 50
B. Saran ... 52
C. Keterbatasan ... 53
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
A. Tabel V.1. Hasil Uji Validitas Model ... 38
B. Tabel V.2. Hasil Uji Validitas Warna ... 39
C. Tabel V.3. Hasil Uji Validitas Suku Cadang ... 39
D. Tabel V.4. Hasil Uji Validitas Harga ... 40
E. Tabel V.5. Hasil Uji Validitas Bahan Bakar ... 40
F. Tabel V.6. Hasil Uji Validitas Suara Mesin ... 41
G. Tabel V.7. Hasil Perhitungan dari Rumus Spearman Brown ... 42
H. Tabel V.8. Pengelompokan Berdasarkan Jenis Kelamin ... 43
I. Tabel V.9. Pengelompokan Berdasarkan Usia ... 43
J. Tabel V.10. Pengelompokan Berdasarkan Pendidikan Terakhir ... 44
K. Tabel V.11. Pengelompokan Berdasarkan Pekerjaan ... 44
L. Tabel V.12. Pengelompokan Berdasarkan Penghasilan ... 45
M. Tabel V.13. Sikap Konsumen Terhadap Atribut Model Pada Skuter Matic Yamaha Mio ... 47
N. Tabel V.14 Sikap Konsumen Terhadap Atribut Warna Pada Skuter Matic Yamaha Mio ... 48
O. Tabel V.15. Sikap Konsumen Terhadap Atribut Suku Cadang Pada Skuter Matic Yamaha Mio ... 49
P. Tabel V.16. Sikap Konsumen Terhadap Atribut Harga ... 50
Q. Tabel V.17. Sikap Konsumen Terhadap Atribut Bahan Bakar ... 51
R. Tabel V.18 Sikap Konsumen Terhadap Atribut Suara Mesin ... 52
A. Kuesioner
B. Tabel Frekuensi Karaktersistik Konsumen
C. Reliabilitas Model
D. Reliabilitas Warna
E. Reliabilitas Suku Cadang
F. Reliabilitas Harga
G. Reliabilitas Bahan Bakar
H. Reliabilitas Suara Mesin
I. Hasil Perhitungan Indeks Sikap
J. Tabel Frekuensi dan Weight(Bobot)
K. Tabel R
L. Surat Keterangan Penelitian
M. Hasil Jawaban Kuesioner
N. Hasil Urutan Atribut Konsumen
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan teknologi dan industri saat ini berkembang sangat cepat
dan hal ini juga mempengaruhi perubahan lingkungan baik dalam lingkungan
masyarakat kecil maupun dalam lingkup yang lebih besar misalnya dalam
suatu negara. Batas-batas geografis maupun negara seakan tidak lagi menjadi
penghalang arus informasi yang masuk ke masyarakat. Hal ini tentu
berpengaruh terhadap berbagai kegiatan dan perilaku masyarakat yang cepat
berubah dan semakin banyaknya berbagai pilihan produk yang terdapat dalam
pasar yang semakin beragam akan produk dan barang-barang yang dibutuhkan
masyarakat itu sendiri. Perkembangan industri yang semakin pesat dan dengan
kemajuan teknologi yang cepat membuat semakin banyaknya pabrik yang
memproduksi barang yang beraneka ragam juga. Perubahan lingkungan
senantiasa terus menerus dalam proses perkembangan suatu negara. Hal ini
secara langsung mempengaruhi kehidupan maupun tata ekonomi, perilaku
masyarakat dan berbagai macam pemasarannya. Perkembangan teknologi
membawa dampak bagi perubahan kehidupan dan perilaku masyarakat secara
luas. Dengan adanya perubahan yang cepat tersebut membawa dampak juga
dalam perubahan industri, persaingan antar banyak produsen yang terlibat
dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen menyebabkan
perusahaan harus menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai
tujuan utama. Pada dasarnya tujuan dari suatu bisnis adalah untuk
menciptakan para pelanggan yang merasa puas(Schnaars,1991).
Kebutuhan setiap masyarakat yang terus berubah atau dinamis itu menjadi
suatu kesempatan dan peluang bagi para pengusaha untuk menciptakan dan
juga sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan yang muncul
seiring perkembangan jaman itu akan menjadi kesempatan pasar yang bagus
apabila pengusaha dapat mengolah dan menciptakan sesuatu yang dibutuhkan
oleh masyarakat dan tentunya akan menguntungkan bagi pengusaha itu
sendiri. Perkembangan masyarakat meliputi perkembangan yang bersifat
kuantitatif dan kualitatif. Perkembangan kuantitatif adalah berupa
pertambahan jumlah penduduk sebagai akibat dari kelahiran bayi dan
pertambahan umur penduduk dan kematian. Perkembangan kualitatif dapat
berupa bertambahnya pendidikan, masyarakat menjadi lebih pandai,
bertambahnya penghasilan masyarakat menjadi lebih kaya. Pembangunan
sarana dan prasarana masyarakat dipedesaan juga menyebabkan masyarakat
yang semakin maju.
Berbagai kemajuan dalam berbagai bidang seperti ilmu pengetahuan,
telekomunikasi, teknologi informasi, jaringan transportasi, dan sektor-sektor
kehidupan yang lain menyebabkan arus informasi semakin mudah dan lancar
mengalir antar indifidu dan kelompok. Dampak yang terlihat yaitu
masyarakat luas sebagai konsumen semakin terdidik, banyak menuntut, dan
memiliki posisi tawar menawar yang kuat. Kebutuhan dan keinginan
cepat membentuk pola-pola kehidupan yang begitu bermacam-macam.
Masyarakat juga cepat sekali berubah-ubah dalam berbagai segi kehidupan.
Dengan banyaknya kebutuhan yang ada dimasyarakat memunculkan banyak
produsen yang menciptakan barang maupun jasa yang diharapkan dapat
memenuhi kebutuhan masyarat itu. Seiring perkembangan jaman yang serba
cepat ini masyarakat membutuhkan sarana transportasi yang cepat dan murah
serta dapat dijangkau semua lapisan masyarakat. Salah satu kebutuhan
masyarakat itu adalah pemenuhan kebutuhan akan barang yaitu sepeda motor.
Saat ini banyak produsen sepeda motor yang menciptakan motor yang ramah
lingkungan, irit serta mudah dikendarai oleh siapa saja yang membutuhkan
sepeda motor.
Sesuai dengan perkembangan jaman yang terjadi saat ini, dengan adanya
pemanasan global dan tuntutan masyarakat yang semakin beragam dan
masyarakat yang semakin terdidik, banyak menuntut dan semakin banyaknya
masyarakat yang peduli akan lingkungan maka pemerintah mengeluarkan
aturan baru tentang otomotif menyangkut keselamatan lingkungan dan
kesehatan masyarakat. Pemerintah mengeluarkan aturan baru tentang emisi
gas buang pada kendaraan bermotor yaitu dengan keputusan menteri
lingkungan hidup No.141/2003 hal ini menuntut terhadap produsen kendaraan
bermotor untuk menciptakan kendaraan yang ramah lingkungan dan mudah
dalam perawatannya. Dari tuntutan kebutuhan itu maka banyak produsen
kendaraan bermotor terutama roda dua lebih banyak terkonsentrasi untuk
ramah lingkungan. maka produsen otomotif melakukan berbagai uji coba dan
mengeluarkan jenis kendaraan yang memiliki model dan sesuai dengan
tuntutan kebutuhan masyarakat. Maka para produsen kendaraan roda dua
mengeluarkan model kendaraan baru yang dirasa dapat memenuhi kebutuhan
dan keinginana dari masyarakat yaitu memunculkan kendaraan bermotor
model Matic yaitu kendaraan bermotor yang pengoperasiaanya mudah dan
tidak perlu menggunakan perpindahan gigi akan tetapi tinggal memainkan gas
dan sepeda motor dapat langsung berjalan. Sepeda motor jenis ini memang
model baru dan saat ini mulai banyak digunakan oleh masyarakat.
Konsumen sekarang diuntungkan dengan hal itu karena dapat memilih
berbagai tipe, model, warna dengan berbagai aksesoris yang disediakan oleh
produsen kendaraan yang dipilihnya. Kepuasan konsumen bagi perusahaan
merupakan asset yang harus diusahakan terus menerus, karena hal itu
merupakan kunci sukses jangka panjang perusahaan. Jika tingkat kepuasan
konsumen semakin tinggi maka akan memberikan manfaat diantaranya yaitu
memberi dasar yang baik bagi pembelian ulang dan terciptanya loyalitas
pelanggan. Pembelian ulang dan loyalitas pelanggan kepada perusahaan
merupakan jalan untuk memilih laba yang semakin besar. Mengingat semakin
ketatnya persaingan karena semakin banyak perusahaan terlibat dalam
pemenuhan kebutuhan dan keinginan pelanggan, menyebabkan perusahaan
harus menempatkan orientasi pada kepuasan pelanggan sebagai tujuan utama.
Salah satu daya tarik konsumen terhadap suatu produk adalah atribut –atribut
konsumen untuk membeli produk tersebut. Melalui pemahaman sikap
konsumen terhadap atribut yang melekat pada suatu produk dapat diramalkan
perilaku konsumen dalam pembelian. Sehingga dapat dirumuskan suatu
strategi yang tepat dalam memenangkan persaingan antar perusahaan.
Dari Latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk meneliti dengan judul”Analisis Sikap Konsumen Terhadap Atribut Skuter Matic Yamaha Mio“ studi kasus pada CV Sumber Baru Niaga Muntilan.
B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah diatas dapat dilihat bahwa konsumen
memiliki andil yang besar untuk mengetahui sikap terhadap suatu produk.
Maka untuk melihat apakah atribut sepeda motor skuter matic Yamaha Mio
telah memenuhi keinginan konsumen. Untuk itu perusahaan perlu mengetahui
sikap konsumen terhadap atribut-atribut sepeda motor yang dijual, sebagai
masalahnya adalah :
1. Bagaimana karakteristik konsumen sepeda motor Skuter matic Yamaha
Mio ?
2. Bagaimana sikap konsumen terhadap atribut Skuter Matic Yamaha Mio ?
sedangkan atribut yang dimaksud adalah model, warna, suara mesin, suku
cadang, harga, bahan bakar.
C. Batasan Masalah
Dari berbagai permasalahan kepuasan konsumen banyak hal yang dapat
motor, banyaknya karakteristik dan banyaknya dealer sepeda motor, maka
penulis memberi batasan sebagai berikut :
1. Karakteristik responden meliputi : jenis kelamin, Umur, pendidikan,
pekerjaan dan pendapatan.
2. Responden yang diteliti berusia 20 tahun keatas dan jumlah responden 100
orang.
3. Penelitian pada sikap konsumen terhadap atribut skuter matic Yamaha Mio.
4. Atribut yang digunakan sebagai penelitian sikap konsumen, meliputi :
Model, warna, suara mesin, suku cadang, harga, bahan bakar.
5. Penelitian dilaksanakan di CV Sumber Baru Niaga Muntilan
6. Sepeda motor yang digunakan sebagai penelitian adalah sepeda motor
Skuter Matic Yamaha Mio.
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan judul dan latar belakang masalah diatas yaitu tentang sikap
konsumen terhadap atribut sepeda motor Yamaha Mio maka peneliti dapat
menentukan tujuan dari penelitian dan tujuan penelitian adalah sebagai
berikut:
1. Mengetahui karakteristik konsumen Skuter Matic Yamaha Mio.
2. Mengetahui sikap konsumen Skuter Matic Yamaha Mio.
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan judul dan latar belakang masalah diatas yaitu tentang analisis
sikap konsumen sepeda motor skuter matic Yamaha Mio, maka peneliti dapat
yaitu bagi perusahaan, bagi universitas dan bagi penulis. Manfaat yang dapat
diperoleh yaitu :
1.Bagi Perusahaan.
Mengetahui berbagai sikap konsumen dan karakteristik konsumen pembeli
Skuter Matic Yamaha Mio.
2.Bagi Universitas.
Menambah Buku referensi untuk penelitian selanjutnya dan menambah
pustaka buku perpustakaan.
3.Bagi Penulis.
Mengetahui sikap konsumen terhadap atribut yang melekat pada suatu
produk dan menerapkan berbagai teori yang didapat di bangku kuliah.
F. Sistematika Penulisan
Bab.I : Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
Bab.II : Landasan Teori
Bab ini berisi sikap konsumen, kepuasan konsumen, atribut produk,
pemasaran, manajemen pemasaran, konsep pemasaran, perilaku
konsumen, bauran pemasaran.
Bab.III : Metode Penelitian
Bab ini berisi jenis penelitian, waktu dan tempat, subjek dan objek
sumber data, teknik pengumpulan data, populasi dan
sample,pengujian instrumen, analisis data.
Bab.IV : Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini berisi sejarah perusahaan, struktur organisasi, personalia
perusahaan, proses penggajian, dan pemasaran.
Bab. V : Analisis data dan pembahasan
Bab ini berisi deskripsi penelitian, tehnik pengujian instrument, dan
teknik analisis data.
Bab.VI : Penutup
Dalam bab ini berisi tentang kesimpulan, saran dan keterbatasan
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pemasaran
Pemasaran adalah Suatu kegiatan yang mengusahakan agar produk
yang dipasarkannya itu dapat diterima dan disenangi oleh pasar
(Gitosuadarmo, 1994: 1).
Pemasaran menurut William J. Stanton adalah Suatu sistem
keseluruhan dari kegiatan-kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa
yang dapat memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun
pembeli potensial.
Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial dimana individu dan
kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan
menciptakan, menawarkan dan menukarkan produk yang bernilai satu sama
lain (Kotler dan Ab.Susanto).
Dari kedua definisi tersebut dapat dilihat makna pemasaran yaitu
adanya proses sosial dan manajerial yang terjadi baik individu maupun
perusahaan dan keduanya saling mengadakan pertukaran dan mendapatkan
apa yang mereka butuhkan.
B. Konsep Pemasaran
Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan
bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial
bagi kelangsungan hidup perusahaan (Basu dan Hani, 2000:6).
Konsep Pemasaran menyatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan
organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginana pasar sasaran serta
memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien
daripada saingannya.
Dalam bukunya Basu dan Hani menyatakan ada tiga unsur pokok
konsep pemasaran yaitu :
1. Orientasi pada Konsumen.
a. Perusahaan yang benar-benar memperhatikan konsumen harus
menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani.
b. Menentukan kelompok pembeli yang akan dijadikan pasar sasaran
penjualan. Hal ini perlu dilakukan karena begitu kompleknya
kebutuhan masyarakat maka tidak mungkin perusahaan dapat
memenuhi semua yang dibutuhkan oleh konsumen.
c. Perusahaan juga harus menentukan produk dan program
pemasarannya, hal ini ditentukan agar perusahaan menghasilkan
barang-barang yang memiliki model yang berbeda dari perusahaan lain
dan dipasarkan dengan program yang berbeda pula dengan perusahaan
lain.
d. Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur menilai dan
menafsirkan keinginan, sikap, serta perilaku mereka.
e. Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah
menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah, atau model
yang menarik.
2. Penyusunan Kegiatan pemasaran secara integral.
Pengintegrasian kegiatan pemasaran menyatakan bahwa setiap
orang maupun semua bagian dalam perusahaan turut menyumbang nilai
dari perusahaan untuk memuaskan konsumen. Dalam menghasilkan suatu
produk antara saluran produksi dan distribusi maupun promosi untuk
menghasilkan barang yang benar-benar bagus sesuai dengan harga,
kualitas dan biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang.
3. Kepuasan konsumen.
Hal ini menjadi factor yang penting karena dari kepuasan
konsumen ini kelangsungan dari perusahaan dapat tercipta karena
konsumen apabila terpenuhi kepuasannya tentu akan kembali membeli
C. Manajemen Pemasaran
Manajemen Pemasaran menurut Kotler adalah penganalisaan,
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan program-program yang bertujuan
untuk menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud
untuk mencapai tujuan perusahaan.
Mananajemen Pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang
direncanakan dengan baik, diorganisasikan, dikoordinasikan serta diawasi
akan membuahkan hasil yang memuaskan (Gitosudarmo,1994:3).
Manajemen Pemasaran adalah Proses perencanaan dan pelaksanaan
dari perwujudan pemberian harga, promosi dan distribusi dari barang-barang,
jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran
yang memenuhi tujuan pelanggan dan organisasi ( Kotler dan Ab.Susanto).
Dari beberapa definisi diatas dapat dilihat bahwa manajemen
pemasaran adalah proses dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan
untuk menciptakan kondisi yang saling menguntungkan antara pasar dan
perusahaan sehingga apa yang menjadi sasaran perusahaan dan apa yang
menjadi tujuan pelanggan terwujud.
D. Perilaku Konsumen.
1. Pengertian Perilaku Konsumen
Ada beberapa definisi perilaku konsumen dari beberapa ahli yaitu:
a. John C Mowen dan Michael Minor
Perilaku konsumen adalah suatu studi tentang unit pembelian (buying
units) dan proses pertukaran yang melibatkan perolehan, konsumsi,
dan pembuangan barang, jasa, pengalaman, serta ide-ide.
b. David L. Louden dan Albert J. Della Bitta
Perilaku konsumen sebagai suatu proses pengambilan keputusan dan
aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi,
memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang
dan jasa.
c. Nessim Hanna dan Richard Wozniak
Perilaku konsumen merupakan suatu bagian aktivitas-aktivitas
kehidupan manusia, termasuk segala sesuatu yang teringat olehnya
akan barang atau jasa yang dapat diupayakan sehingga ia akhirnya
menjadi konsumen.
Maka Husein Umar menyimpulkan bahwa perilaku konsumen
adalah suatu tindakan- tindakan nyata individu atau kumpulan individu,
misalnya suatu organisasi yang dipengaruhi oleh aspek eksternal dan
internal yang mengarahkan mereka untuk memilih dan mengkonsumsi
barang atau jasa yang diinginkan.
Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang
dan jasa-jasa, termasuk di dalamnya proses pengambilan keputusan pada
persiapaan dan penentuan kegiatan- kegiatan tersebut(Basu dan
Hani,2000:10).
Definisi perilaku konsumen menurut Amirullah(2002:3)
menyatakan bahwa perilaku konsumen adalah sejumlah tindakan-tindakan
nyata indifidu(konsumen) yang dipengaruhi oleh factor
kejiwaan(psikologis) dan factor luar lainnya(eksternal) yang mengarahkan
mereka untuk memilih dan mempergunakan barang-barang yang
diinginkannya.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian:
a. Faktor kebudayaan
1. Kultur adalah determinan paling fundamental dari keinginan dan
perilakku seseorang.
2. Sub Kultur
Terdiri dari sub-sub kultur yang lebih kecil yang memberi
identifikasi dan sosialisasi anggotanya yang lebih spesifik. Sub
kultur mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan daerah
geografis. Banyak sub kultur yang membentuk segmen pasar yang
penting dan para pemasar sering merancang produk dan program
3. Kelas sosial adalah bagian-bagian yang relative homogen dan tetap
dalam suatu masyarakat yang tersusun secara hirarkis dan
anggotanya memiliki tata nilai, minat dan perilaku yang mirip.
b. Faktor Sosial
1. Kelompok acuan mencakup kelompok keanggotaan formal dan
kelompok informal. Pengaruh kelompok acuan paling kuat untuk
mempengaruhi seseorang lain dalam kelompok tersebut.
2. Keluarga adalah sumber pengaruh social terpenting bagi sebagian
besar konsumen, khususnya bila keluarga terlibat.
3. Peran dan status
Seseorang berpartisipasi dalam banyak kelompok sepanjang hidup
baik dalam keluarga, Klub,organisai dan lain sebagainya.
Kedudukan orang tersebut dimasing-masing kelompok dapat
ditentukan berdasarkan peran dan status. Peran meliputi
kegiatan-kegiatan yang diharapkan seseorang yang kemudian
masing-masing peran menghasilkan status.
c. Faktor Kepribadian
1. Usia dan Tahap Siklus Hidup
Konsumen berbeda usia tentunya berbeda selera dan pilihan
produknya sehingga selera konsumen cepat berubah dan selalu
berubah-ubah.
2. Pekerjaan dan Lingkungan ekonomi.
Pekerjaan berpengaruh terhadap pola konsumsi. Pilihan produk
sangat dipengaruhi oleh ekonomi seseorang yaitu penghasilan yang
dibelanjakan, tabungan, aktiva dan utang, kemampuan untuk
meminjam dan sikap terhadap belanja atau menabung.
3. Gaya Hidup
Gaya hidup adalah pola hidup seseorang didunia yang
diekspresikan dalam aktivitas, minat, dan opininya. Gaya hidup
menggambarkan keseluruhan diri seseorang yang berinteraksi
dengan lingkungan.
4. Kepribadian dan konsep diri
Kepribadian yaitu karakteristik psikologis yang berbeda dari
seseorang yang menyebabkan tanggapan yang relative konsisten
dan tetap terhadap lingkungan.
d. Faktor Kejiwaan
1. Motivasi
Motif yaitu kebutuhan yang cukup mendorong seseorang untuk
bertindak.
Ada 3 teori motivasi yang terkenal :
a) Teori Frend
Sigmund Frend mengasumsikan bahwa kekuatan psikologis
yang membentuk perilaku manusia sebagian besar tidak
disadari dan bahwa seseorang tidak dapat memahami motivasi
dirinya secara keseluruhan. Sigmund Frend memakai teknik
yang disebut penjenjangan(laddering).
b) Teori Maslow
Teori ini membantu pemasar memahami berbagai macam
produk dapat disesuaikan dengan rencana, sasaran dan
kehidupan konsumen. Teori ini membagi menjadi lima
tingkatan kebutuhan yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan
keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan penghargaan,
kebutuhan aktualisasi diri.
c) Teori Herzbeg
Teori motivasi dua factor yang membedakan Dissatisfier
(faktor-faktor yang menyebabkan ketidak puasan) dan Satisfier
(Faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan).
2. Pandangan
Pandangan adalah proses yang digunakan oleh seorang individu untuk
memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasikan masukan-masukan
3. Pembelanjaan
Pembelanjaan meliputi perubahan perilaku seseorang yang timbul
dari pengalaman, bagaimana sebagian besar perilaku manusia adalah hasil
dari belajar. Seseorang yakin bahwa pembelanjaan dihasilkan melalui
perpaduan kerjasama antara dorongan, rangsangan, petunjuk bertindak,
tanggapan, dan penguatan.
c. Keyakinan dan Sikap
Keyakinan (belief) adalah gambaran pemikiran yang dianut
seseorang tentang suatu hal, mungkin berdasarkan pengetahuan, pendapat
atau kepercayaan (faith).
Sikap (attitude) adalah evaluasi, perasaan emosional, dan
kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak menguntungkan
dan bertahan lama dari seseorang terhadap suatu objek atau gagasan. Sikap
sangat sulit berubah, sikap membentuk pola yang konsisten, dan untuk
mengubah suatu sikap mungkin harus ada penyesuaian sikap-sikap lain
secara besar-besaran.
E. Sikap Konsumen
1. Pengertian Sikap
Sikap konsumen menurut Thrustone (1931) yaitu jumlah pengaruh
yang dimiliki seseorang atas atau untuk menantang suatu objek.
Sikap konsumen menurut Alport adalah suatu status mental dan
syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi yang diorganisasi
melalui pangalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan dan
dinamis terhadap perilaku.
Ahli yang lain yaitu Fishibein mengatakan bahwa sikap sebagai
suatu konsep satu dimensi sederhana yaitu jumlah afeksi yang dirasakan
seseorang terhadap suatu objek.
Sikap (attitude) adalah predisposisi (keadaan mudah terpengaruh)
untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan lingkungan,yang dapat
Sikap juga diartikan suatu keadaan jiwa dan keadaan pikiran yang
dipersiapkan untuk memberikan tanggapan terhadap suatu objek yang
diorganisir melalui pengalaman seta mempengaruhi secara langsung atau
secara dinamis pada perilaku (Engel).
Sikap merupakan keseluruhan tindakan yang saling berhubungan.
Terbentuknya sikap memang memerlukan waktu yang tidak sedikit .
Hal-hal yang membentuk sikap dapat terbentuk dari diri sendiri dan juga
karena pengaruh orang lain dan juga pengaruh dari lingkungan. Sikap
seseorang terbentuk selama perkembangan pribadi yang bersangkutan.
Ada tiga unsur dalam sikap seseorang yang dikemukakan oleh Tradis dan
ahli lainnya yang mengkombinasikan tiga jenis tanggapan (pikiran,
perasaan, dan tindakan) kedalam 3 unsur dari sikap (tripartitie model of
attitude ) yaitu :
a. Cognition (pengetahuan tentang objek ).
b. Affetion (evaluasi positif atau negative terhadap suatu objek).
c. Conation (perilaku aktual terhadap suatu objek ).
F. Kepuasan Konsumen
Dalam mempertahankan pelanggan, perusahaan tentu tidak
melepaskan begitu saja para pelanggan yang tetap membeli produknya dan
selalu menjaga agar konsumen tidak pindah ke produk merk lain .salah satu
caranya yaitu dengan tetap menjaga kepuasan konsumennya.
Kepuasan konsumen menurut Oliver (1997) yaitu evaluasi purnabeli,
dimana persepsi terhadap kinerja alternative produk atau jasa yang dipilih
memenuhi atau melebihi harapan sebelum pembelian.
Kepuasan Konsumen yaitu tingkat perasaan konsumen setelah
membandingkan dengan harapannya. Seorang pelanggan yang puas terhadap
nilai yang diberikan oleh produk atau jasa kemungkinan akan menjadi
pelanggan dalam waktu lama (Umar,1997:238).
Kepuasan konsumen menurut Day dalam Tse dan Wilton menyatakan
ketidaksesuaian disconfirmation yang dirasakan antara harapan sebelumnya
atau norma kinerja lainnya dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah
pemakaiannya.
Wilkie (1990) mendefinisikan kepuasan konsumen sebagai suatu
tanggapan emosional pada evaluasi terhadap pengalaman konsumsi suatu
produk atau jasa.
Engel, et al., (1996) menyatakan bahwa kepuasan pelanggan
merupakan evaluasi purnabeli di mana alternative yang dipilih
sekurang-kurangnya sama atau melampaui harapan pelanggan.
Dari berbagai definisi tersebut dapat dilihat bahwa sangat penting
bagi perusahaan untuk menjaga kepuasan konsumen agar tetap setia pada
produknya. Kepuasan ini terbentuk tidak hanya begitu tiba-tiba saja akan
tetapi juga ada pengalaman yang telah lama baik yang dialami oleh diri sendiri
maupun orang lain.
G. Atribut Produk
Atribut Produk adalah Unsur-unsur produk yang dipandang penting
oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian
(Tjiptono, 1994:103).
Atribut Produk adalah Suatu komponen yang merupakan sifat-sifat
produk yang menjamin agar produk tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan yang diharapkan konsumen (Gitosudarmo,1994:188).
Pengembangan produk mengharuskan perusahaan menetapkan manfaat
yang yang diberi oleh produk itu. Manfaat itu dikomunikasikan dan dipenuhi
oleh atribut produk yang berwujud seperti mutu produk, ciri, dan desain.
a. Mutu Produk
Mutu produk merupakan salah satu sarana untuk perumusan yang penting
untuk menunjukkan kemampuan suat produk untuk menjalankan
fungsinya. Hal yang masuk dalam mutu produk, ketahanan, keterhandalan,
ketelitian , mudah pengoperasiannya dan perbaikan dan atribut lain yang
bernilai.
b. Ciri Produk
Ciri produk menunjukkan ciri yang beda dan istimewa menjadi daya tarik
tersendiri bagi suatu produk. Hai ini bisa menjadi kekuatan produk itu
untuk bersaing dengan produk lainnya.
c. Desain Produk
Hal ini merupakan tambahan dari keleluasaan produk. Desain merupakan
senjata yang ampuh dalam perumusan perusahaan. Desain yang baik
akan menarik perhatian dan juga memberi keunggulan kompetitif yang
kuat pada produk.
H. Bauran Pemasaran
Dalam setiap strategi pemasaran, terdapat faktor intern yang patut
untuk diperhitungkan, faktor intern tersebut merupakan kepentingan tiap
bauran pemasaran. Bauran pemasaran merupakan variable-variabel yang dapat
dikendalikan (controllable) yang dapat dipergunakan perusahaan untuk
mempengaruhi konsumen demi segmen pasar yang dituju oleh perusahaan.
Staton mendefinisikan bauran pemasaran sebagai kombinasi dari
empat variable atau kegiatan inti dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu
produk, harga, saluran distribusi dan kegiatan promosi.
Bauran Pemasaran menurut Kotler adalah seperangkat alat pemasaran
yang digunakan perusahaan untuk mencari tujuan pemasarannya dalam pasar
sasaran.
Bauran Pemasaran terdiri dari 4P yaitu :
1. Produk yaitu Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kedalam pasar untuk
diperhatikan, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi sehingga dapat
memuaskan keinginan dan kebutuhan.
2. Price (Harga) yaitu Sejumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan
untuk memperoleh produk.
3. Place (Distribusi) yaitu aktivitas perusahaan agar produknya mudah
didapatkan oleh konsumen sasaranya.
4. Promosi yaitu Aktivitas mengkomunikasikan keunggulan produk serta
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus yaitu penelitian yang
terperinci mengenai objek tertentu, selama kurun waktu tertentu dan biasanya
dilakukan pada unit kecil seperti perusahaan atau masyarakat tertentu
termasuk lingkungan dan kondisi masa lalunya dengan cukup mendalam dan
menyeluruh (Umar, 1997: 29). Sehingga kesimpulan yang diambil hanya
berlaku pada karakteristik dan sikap konsumen Skuter Matic Yamaha Mio di
CV Sumber Baru Niaga Muntilan.
B. Waktu dan Tempat
Tempat Penelitian : CV Sumber Baru Niaga Muntilan
Waktu Penelitian : Bulan Januari-Februari, Tahun 2008
C. Subjek dan Objek Penelitian
1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu Konsumen yang
membeli dan memakai Skuter Matic Yamaha Mio dari CV Sumber Baru
Niaga Muntilan.
2. Objek Penelitian
a) Karakteristik konsumen meliputi : Jenis Kelamin, Umur, Pendidikan,
Pekerjaan, dan Pendapatan.
b) Sikap konsumen terhadap atribut Skuter Matic Yamaha Mio dan
atribut-atribut yang dipakai meliputi : Model, Warna, Suara mesin,
Suku cadang, Harga, Bahan bakar.
D. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. 1. Variabel Penelitian
Variabel Penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari
orang, objek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang
ditetapkan aleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2000: 32).
Hatch dan Farhady (1981) menyatakan bahwa variabel penelitian
adalah atribut seseorang atau objek yang mempunyai “variasi’ antara satu
orang dengan yang lain atau satu objek dengan objek yang lain.
Kerlinger (1973) menyatakan variabel penelitian adalah konstruk
(constructs) atau sifat yang akan dipelajari.
Sedangkan Kidder (1981) menyatakan bahwa variabel penelitian
adalah suatu kualitas (qualities) dimana peneliti mempelajari dan menarik
kesimpulan darinya.
a) Variabel Independent/Variabel bebas yaitu merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
Maka dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas yaitu kepuasan
konsumen sepeda motor Yamaha Mio terhadap atribut yang meliputi
model, Warna, Suara mesin, suku cadang, harga,bahan bakar.
b) Variabel Dependent/Variabel terikat yaitu merupakan variabel yang
dipengaruhi atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas
(Sugiyono, 2000: 33) Maka yang menjadi variabel terikat yaitu sikap
konsumen yang memakai sepeda motor Yamaha Mio.
2. Definisi Operasional
Hal ini dilakukan untuk lebih memperjelas sejauhmana pengaruh
atribut produk terhadap sikap konsumen, maka di bawah ini penjelasan
dari atribut produk dan sikap konsumen, yaitu :
a) Sikap Konsumen yaitu suatu kecenderungan yang dipelajari untuk
bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah-masalah yang
baik ataupun kurang baik secara konsekuen.
b) Atribut Produk yaitu unsur-unsur produk yang dipandang penting oleh
konsumen dan dijadikan dasar pengambilan keputusan pembelian,
yaitu :
1. Model yaitu bentuk yang menjadi ciri dari sepeda motor tersebut.
2. Warna yaitu corak khas yang dimiliki oleh sepeda motor yang
ditawarkan kepada konsumen dengan tujuan agar menarik
konsumen.
3. Kualitas Mesin yaitu Kekuatan, keawetan dan juga suara yang
muncul dari sepeda motor Yamaha Mio.
4. Suku cadang yaitu spare part atau onderdil yang tersedia apabila
ada kerusakan serta kemudahan konsumen mendapatkannya.
5. Harga yaitu nilai yang harus dikeluarkan oleh konsumen untuk
memperoleh sepeda motor Yamaha Mio.
6. Bahan Bakar yaitu efesiensi bahan bakar yang dikonsumsi oleh
para pengguna sepeda motor Yamaha Mio.
E. Jenis dan Sumber Data
1. Data Primer
Data primer yaitu data yang diperoleh dari responden (Umar, 1999: 43).
Data yang digunakan yaitu data dari konsumen pemakai sepeda motor
Yamaha Mio yang mengisi kuesioner.
2. Data Sekunder
Data Sekunder yaitu data yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan
baik oleh pihak pengumpul data primer atau pihak lain. Data yang
digunakan yaitu data dari perusahaan.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Metode Wawancara
Metode wawancara yaitu sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara
Dalam metode ini penulis mencari informasi dari pemilik sepeda motor
maupun dari pegawai perusahaan.
2. Metode Kuesioner
Metode kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan
memberikan daftar pertanyaan kepada responden untuk diisi yang telah
ditentukan terlebih dahulu berdasarkan teknik sampling (Arsyad &
Suratno, 1993: 96).
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan
menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan mereka
akan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2003:
74).
Sedangkan Sugiyono menyatakan kuesioner yaitu teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.
Kuesioner yang digunakan oleh penulis yaitu kuesioner tertutup
yaitu pertanyaan yang mengharuskan jawaban singkat atau mengharapkan
agar responden memilih salah satu dari alternatif jawaban yang telah
tersedia.
Dalam metode ini penulis langsung berhubungan dengan
konsumen pemilik atau pemakai sepeda motor Yamaha Mio.
G. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah Wilayah generalisasi yang terdiri dari objek dan
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya
(Sugiyono, 2000: 72).
Populasi yang diambil yaitu Para pemakai sepeda motor Yamaha
Mio yang membeli dari CV Sumber Baru Niaga Muntilan.
2. Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki
oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2000: 73).
Sampel yaitu Kumpulan elemen yang merupakan bagian terkecil
dari populasi (J.Supranto, 1998: 63).
Dalam penentuan sampel penulis menggunakan teknik Aksidental
Sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan orang yang secara
kebetulan bertemu dan dipandang oleh peneliti cocok sebagai sumber data.
Disini penulis menentukan besarnya sampel yaitu sebanyak 100 orang
konsumen CV. Sumber Baru Niaga Muntilan.
H. Teknik Pengujian Instrumen
1. Analisis Validitas.
Validitas adalah suatu indeks yang nenunjukkan sejauhmana suatu
alat ukur benar-benar cocok atau sesuai sebagai alat yang diinginkan
Validitas (validity) menunjukkan seberapa jauh suatu tes atau satu
set dari operasi-operasi mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghiselli et
al; 1981: 266).
Azwar (2000, 5) mengartikan validitas sebagai sejauhmana
ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi
ukurnya.
Dari berbagai pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa validitas
menunjukkan seberapa nyata suatu pengujian mengukur apa yang
seharusnya diukur. Validitas berhubungan dengan ketepatan alat ukur
untuk melakukan tugasnya mencapai sasarannya dan juga berhubungan
dengan kenyataan (actually).
Proses penghitungan untuk analisis validitas penulis menggunakan teknik
korelasi Poduct Moment dari Pearson. Adapun rumus Product Moment
dari Pearson sebagai berikut :
rxy = Koefisien korelasi tiap item
X = Nilai tiap item
Y = Nilai total semua item
N = Banyaknya responden
Untuk menentukan valid atau tidak maka ketentuannya, sebagai berikut:
Jika rhitung≥rtabeldengan taraf signifikan 5% maka instrumen valid Jika rhitung≤rtabeldengan taraf signifikan 5% maka instrument tidak valid
2. Analisis Realibilitas
Menurut Husein Umar Reliabilitas adalah suatu nilai yang
menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur di dalam mengukur gejala
yang sama.
Realibilitas (Reliability) suatu pengukur menunjukkan stabilitas
dan konsistensi dari suatu instrumen yang mengukur suatu konsep dan
berguna untuk mengakses “kebaikan” dari suatu pengukur (Sekaran,
2003: 203).
Kemudian Ghiselli et al (1981: 191) menyatakan reliabilitas suatu
pengukur sebagai seberapa besar variasi tidak sistematik dari penjelasan
kuantitatif dari karakteristik suatu individu jika individu yang sama diukur
beberapa kali.
Masidjo (1995) mengatakan bahwa reliabilitas adalah taraf sampai
dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran yang
diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil.
Adapun rumus yang digunakan untuk analisis reliabilitas yaitu
menggunakan rumus Spearman-Brown yaitu sebagai berikut :
gg
Untuk menentukan instrument tersebut reliabel atau tidak digunakan
ketentuan sebagai berikut :
Jika r hitung ≥ rtabel dengan taraf signifikan 5% maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel.
Jika r hitung ≤ r tabel dengan taraf signifikan 5% maka instrumen tersebut dinyatakan tidak reliabel.
I. Teknik Analisis Data
1. Analisis Indeks Sikap.
Analisis indeks sikap ini didefinisikan sebagai suatu metode analisis
yang menggambarkan sikap konsumen terhadap suatu objek atau produk.
Indeks sikap dapat ditentukan dengan mengkombinasikan suatu timbangan
dengan sejumlah komponen. Indeks tersebut dimaksudkan untuk
meramalkan sikap individu serta kesukaan terhadap suatu produk,
menghitung nilai indeks sikap konsumen dapat ditentukan dengan rumus
sebagai berikut (Basu Swastha dan Hani, 2000: 95 ) :
Sj = indeks sikap untuk merk j
k
t = Timbangan pada atribut k dan
x = Nilai atribut k untuk merk j
N = Jumlah atribut
Semakin besar indeks sikapnya berarti semakin baik produk
tersebut bagi konsumen. Dari indeks sikap ini dapat diketahui sikap
konsumen terhadap masing-masing produk, baik keunggulannya maupun
kekurangannya.
2. Analisis Persentase
Analisis persentase ini digunakan untuk mengetahui dan
menganalisis jawaban dari kuesioner bagian I yang berisi tentang
karakteristik konsumen yang meliputi umur, jenis kelamin,
pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan. Adapun rumus persentase yaitu
sebagai berikut :
Rumus Persentase dari Sugiyono (2000: 63)
N nx P
Dimana :
p = jumlah persentase
nx = jumlah yang diambil
BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Perusahaan
CV Sumber Baru Niaga Muntilan merupakan satelit (cabang) dari
Sumber Baru Motor Yogyakarta. CV Sumber Baru Niaga yang berada di
Muntilan ini merupakan milik sendiri yaitu adalah milik Bapak Slamet
Darsono yang didirikan pada bulan Agustus tahun 1992 yang pada waktu itu
belum memiliki tempat sendiri. Untuk menjalankan bisnisnya kemudian
mengontrak rumah yang berada di Muntilan tepatnya di jalan Pemuda no 12.
Rumah tersebut dikontrak selama tiga periode yaitu15 tahun. Setelah beberapa
tahun menjalankan bisnisnya, pada tahun 1997 dapat membeli sebidang
tanah. Tanah tersebut tidak langsung ditempati akan tetapi tetap melanjutkan
kontrak dan kemudian tahun 2007 dapat membangun gedung sendiri. Gedung
yang baru dirancang sesuai dengan kebutuhan untuk layanan dealer sepeda
motor. Fasilitas yang tersedia untuk gedung yang baru dibuat sangat komplet
yang antara lain ruang pendaftaran servis, ruang servis, ruang tunggu
konsumen, gudang sepeda motor, ruang brefing, mushola, kamar mandi (wc),
ruang supervisor, ruang manajer toko, ruang pameran.
B. Struktur Organisasi
Struktur organisasi yang disusun dimaksudkan untuk menciptakan
efisiensi kerja agar tujuan yang direncanakan dapat tercapai dengan adanya
kerjasama yang baik dalam perusahaan. Adanya pembagian kerja yang jelas
serta tanggung jawab setia jabatan tidak akan menimbulkan kesimpangsiuran
dalam menjalankan tugas selama melakukan kegiatan perusahaan.
Gambar Struktur organisasi CV Sumber Baru Niaga
Secara garis besar diskripsi jabatan masing-masing bagian dalam bagan
organisasi struktur organisasi tersebut adalah :
1. Manajer Toko
a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian tujuan dan kemajuan
perusahaan.
b. Bertanggung jawab terhadap keseluruhan pelaksanaan operasional dari
perusahaan.
c. Mewakili cabang untuk urusan perusahaan dan sebagainya.
2. Supervisor
a. Mengawasi kegiatan yang dilakukan para sales.
b. Merencanakan kegiatan pemasaran dan promosi.
c. Bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dan promosi.
d. Memeriksa kembali barang-barang yang siap dijual.
e. Membuat laporan keluar masuk barang.
Manajer Toko Supervisor
Sales Counter Koordinator Kasir Chief Mekanik Buser
PDI Driver Office Boy
Sales Administrasi BBN Counter Service Counter Sparepart
3. Sales
a. Bertanggung jawab terhadap pencapaian target penjualan perusahaan.
b. Memberi informasi dan panjelasan yang berguna kepada konsumen
terlebih yang berhubungan dengan barang yang dipasarkan dalam hal
ini sepeda motor.
4. Buser (counter out)
a. Bertanggung jawab terhadap target penjualan perusahaan.
b. Memberi informasi dan penjelasan kepada konsumen dan
mengunjungi konsumen untuk kepastian membeli sepeda motor
(meyakinkan konsumen).
5. PDI (Pre Delivery Inspection)
Tugas dan tanggung jawabnya adalah meneliti kembali kondisi kendaraan
yang akan dikirim ke konsumen.
6. Driver
Memiliki tugas dan tanggung jawab pada pengiriman barang dari
perusahaan ke konsumen.
7. Office Boy
a. Bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan perusahaan.
b. Merawat serta menjaga kebersihan di kantor.
8. Kasir
a. Membuat laporan keuangan dan nantinya harus diserahkan ke bagian
keuangan serta atas sepengetahuan pimpinan perusahaan.
b. Bertugas menerima dan mengeluarkan uang secara tunai untuk biaya
operasional perusahaan.
9. Administrasi BBN
a. Bertanggung jawab atas segala urusan tentang STNK dan BPKB.
b. Mengawasi pemasukan dan pengeluaran yang berkenaan dengan biaya
balik nama.
10. Chief Mekanik
a. Bertanggung jawab terhadap bagian bengkel
b. Mengkoordinasi mekanik dan memberi pelayanan servis kepada
konsumen.
11.Counter Service
a. Bertanggung jawab menerima dan menyerahkan kunci kendaraan yang
akan diservis ke mekanik.
b. Membuat laporan kendaraan yang diservis setiap hari dan laporan tiap
minggunya.
c. Membuat laporan spare part yang tersedia, terjual dan yang dipesan
oleh konsumen.
12. Mekanik
a. Mengerjakan dan bertanggung jawab terhadap segala perbaikan
(service) yang diterima perusahaan terlebih pada kondisi sepeda motor
konsumen yang mengalami kerusakan baik pada mesin atau tampilan
luar saja.
b. Memberikan penjelasan kerusakan pada sepeda motor sejelas mungkin
C. Personalia Perusahaan
Jumlah tenaga kerja CV Sumber Baru Niaga Muntilan adalah berjumlah
15 orang. Dimana jumlah tenaga kerja tersebut sudah mencakup kesemua
bidang perusahaan dari pimpinan sampai pada karyawan. Jumlah tenaga kerja
yang ada pada perusahaan tersebut merupakan tenaga kerja tetap. Adapun
secara rinci jumlah tenaga kerja CV Sumber Baru Niaga adalah sebagai
berikut:
No Jabatan Jumlah
1 Manajer Toko 1
2 Supervisor 1
3 Sales Counter 2
4 Counter Out 1
5 PDI 1
6 Driver 1
7 Office Boy 1
8 Kasir 1
9 Administrasi BBN 1
10 Chief Mekanik 1
11 Counter Service 1
12 Mekanik 3
Total 15
Untuk menunjang kelancaran operasional perusahaan dan disiplin kerja,
maka dibuat sebuah peraturan untuk jam kerja. Jam kerja untuk tenaga kerja
CV Sumber Baru Niaga Sebagai berikut :
a. Hari Senin- Sabtu : Pukul 08.00-16.30
b. Hari Minggu (khusus penjualan) : Pukul 08.00-13.00
c. Istirahat Kerja : Pukul 12.00-13.00
CV. Sumber Baru Niaga menyadari bahwa kualitas sumber daya
manusia sangat penting dalam menjalankan operasional perusahaan untuk
mewujudkan kepuasan konsumen. Oleh karena itu CV Sumber Baru Niaga
terus menerus meningkatkan produktivitas kerja karyawan dengan cara
menyediakan fasilitas-fasilitas bagi karyawan, misalnya biaya kesehatan, uang
makan, tunjangan hari raya, rekreasi dan juga tes atau training mekanik ke
Jakarta. Maka dari itu dibutuhkan tenaga kerja yang berkualitas dan
perekrutan yang dilakukan benar-benar mementingkan sumber daya manusia
yang berkualitas.
D. Proses Penggajian
Proses penggajian untuk semua karyawan dalam CV Sumber Baru
Niaga dilakukan setiap bulan dan besarnya sesuai dengan bagian
masing-masing karyawan. Diluar gaji yang telah ditetapkan ada juga bonus-bonus
yang lain, antara lain bonus pertengahan bulan, uang lembur, tunjangan
kesehatan dan juga uang lelah.
E. Pemasaran
1. Pemasaran CV Sumber Baru Niaga menjangkau seluruh kota tidak terbatas
hanya kota Muntilan dan sekitarnya tetapi juga melayani luar kota dan
untuk surat-suratnya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh konsumen
atau sesuai dengan tempat tinggal konsumen itu sendiri. CV Sumber Baru
memperluas jaringan dan semakin mendekatkan pada konsumen CV
Sumber Baru Niaga juga membuka outlet layanan jual yang berada di
daerah Salam yaitu Otlet Layanan Jual Salam dan di daerah dukun yaitu
Otlet Layanan Jual Talun.
2. Pendistribusian produk yang dijual adalah secara langsung ke konsumen.
Setiap transaksi atau ada permintaan dari konsumen dan telah memenuhi
syarat ataupun telah terjadi kesepakatan antara CV Sumber Baru Niaga
dengan konsumen maka sepeda motor yang diinginkan langsung dikirim
sesuai dengan alamat dari konsumen.
3. Produk-produk yang dipasarkan oleh CV Sumber Baru Niaga adalah
sepeda motor khusus produk dari Yamaha dan tidak ada sepeda motor
merk lain. Produk-produk yang dipasarkan yaitu :
a. Yamaha Scorpio- Z CW
b. Yamaha V-ixion
c. Yamaha Jupiter MX/ Jupiter MX CW
d. Yamaha Jupiter-Z/ Jupiter-Z CW
e. Yamaha Vega-R New/ Vega DB New
f. Yamaha Nouvo
g. Yamaha Mio/ Mio CW
h. Yamaha Mio Soul
4. Penetapan Harga
Harga yang ditetapkan oleh CV Sumber Baru Niaga adalah harga yang
keputusan harga, bonus ataupun hadiah sesuai dengan keputusan dari
Sumber Baru Motor Yogyakarta. Sedangkan CV Sumber Baru Niaga
Muntilan hanya tinggal menjalankan keputusan dari Sumber Baru Motor
Yogyakarta. Hal ini karena CV Sumber Baru Niaga Muntilan merupakan
satelit (cabang) dari Yogyakarta.
5. Permodalan dan Akuntansi
Permodalan dan Akuntansi juga dari Sumber Baru Motor Yogyakarta.
6. Sistem Pengadaan Barang
Pengadaan barang juga ditetapkan dari Yogyakarta. Untuk semakin
meningkatkan penjualan maka dari Yogyakarta ada penetapan target
penjualan. Hal ini dilakukan tentunya untuk semakin meningkatkan laba
perusahaan dan untuk kemajuan perusahaan itu sendiri.
7. Promosi
Untuk mempromosikan barang-barang yang dijual CV Sumber Baru Niaga
menggunakan berbagai cara promosi antara lain join promo,
Pameran-pameran di swalayan dan juga menggunakan mobil keliling, penyebaran
brosur-bosur dan juga pemasangan spanduk-spanduk dengan tujuan agar
masyarakat lebih mengenal CV Sumber Baru Niaga Muntilan dan
BAB V
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian terhadap konsumen Skuter Matic
Yamaha Mio yang berada di CV Sumber Baru Niaga Muntilan. Penulis
menggunakan sikap konsumen sebagai penelitian terhadap atribut Skuter
Matic Yamaha Mio karena tertarik dengan semakin banyaknya para konsumen
sepeda motor yang menggunakan Yamaha Mio sebagai alat transportasi yang
merupakan produk baru dari Yamaha. Kemudian untuk mengumpulkan data
penulis menggunakan kuesioner sebagai alat untuk membantu mengumpulkan
data tentang sikap konsumen terhadap Skuter Matic Yamaha Mio. Cara
penyebaran adalah dengan menyebarkan kuesioner ke konsumen yang
menggunakan sepeda motor Yamaha Mio yang berada di dealer Yamaha
Sumber Baru Niaga Muntilan. Sedangkan jumlah responden adalah 100 orang
yang menggunakan sepeda motor Skuter Matic Yamaha Mio. Penentuan
sampel menggunakan tehnik penentuan sampel yaitu aksidental sampling
yaitu penentuan sampel berdasarkan orang yang secara kebetulan bertemu dan
dipandang oleh peneliti cocok sebagai sumber data.
Kuesioner adalah suatu cara pengumpulan data dengan menyebarkan
daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan mereka akan memberikan
respon atas daftar pertanyaan tersebut (Umar, 2003: 74). Dalam penelitian ini
penulis menggunakan kuesioner yang disusun oleh peneliti sendiri dan
kuesioner ini adalah kuesioner tertutup karena kuesioner ini disusun dengan
menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memilih sendiri dari
alternatif jawaban yang tersedia.Kuesioner ini terdiri dari tiga bagian yaitu :
1. Bagian pertama pertanyaan tentang karakteristik konsumen dari jenis
kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan penghasilan.
2. Bagian kedua memuat pertanyaan tentang pendapat responden tentang
atribut-atribut yang terdapat pada Skuter Matic Yamaha Mio, responden
memberi pendapat dengan memberi silang pada kolom yang telah
disediakan dan masing-masing pendapat memiliki bobot nilai yang
berbeda-beda. Berikut ini adalah tabel bobot nilai pendapat responden :
No Pendapat Bobot Nilai
1 Sangat Setuju (SS) 5
2 Setuju (S) 4
3 Netral (N) 3
4 Tidak Setuju (TS) 2
5 Sangat tidak setuju (STS) 1
3. Bagian ketiga berisi tentang urutan atribut berdasarkan kepentingan
responden, dengan memberi urutan dari yang paling penting no 1 dan yang
kurang penting no 2 dan selanjutnya sampai dengan urutan ke 6.
B. Tehnik Pengujian Instrumen
1. Analisis Validitas
Analisis Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan
sejauhmana suatu alat ukur dapat benar-benar cocok atau sesuai sebagai
Validitas menunjukkan seberapa jauh suatu tes atau satu set dari
operasi-operasi mengukur apa yang seharusnya diukur (Ghiselli et al;
1981: 266) sedangkan Azwar (2000: 5) mengartikan validitas sebagai
sejauhmana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan
fungsi ukurnya.
Dalam proses penghitungan analisis validitas ini penulis
menggunakan rumus Product Moment dari Pearson yaitu :
Berikut ini adalah hasil analisis validitas dari semua atribut yang ada dalam
Skuter Matic Yamaha Mio:
Tabel V.1 Hasil uji Validitas Model Item rxy rtabel Keterangan
1 0.5267 0.239 Valid
2 0.4214 0.239 Valid
3 0.4075 0.239 Valid
4 0.5901 0.239 Valid
5 0.5613 0.239 Valid
6 0.6320 0.239 Valid
7 0.5603 0.239 Valid
8 0.5578 0.239 Valid
9 0.5260 0.239 Valid
10 0.4832 0.239 Valid
11 0.4764 0.239 Valid
12 0.4554 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki rhitung≥rtabel dengan taraf signifikan 5% berarti semua valid.
Tabel V.2 Hasil Uji Validitas Warna Item rxy rtabel Keterangan
1 0.5895 0.239 Valid
2 0.6539 0.239 Valid
3 0.4979 0.239 Valid
4 0.5435 0.239 Valid
5 0.5864 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki r hitung≥ rtabel dengan taraf signifikan 5% berarti semua valid.
Tabel V.3 Hasil Uji Validitas suku cadang Item rxy rtabel Keterangan
1 0.3601 0.239 Valid
2 0.6297 0.239 Valid
3 0.4222 0.239 Valid
4 0.6734 0.239 Valid
5 0.4161 0.239 Valid
6 0.5885 0.239 Valid
7 0.4438 0.239 Valid
8 0.6263 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki r hitung≥rtabel dengan taraf signifikan 5% berarti semua valid.
Tabel V.4 Hasil Uji Validitas Harga Item rxy rtabel Keterangan
1 0.6660 0.239 Valid
2 0.7478 0.239 Valid
3 0.6267 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Tabel V.5 Hasil Uji Validitas Bahan Bakar
Item rxy rtabel Keterangan
1 0.5416 0.239 Valid
2 0.7295 0.239 Valid
3 0.5378 0.239 Valid
4 0.5989 0.239 Valid
5 0.4729 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki rhitung ≥r tabel dengan taraf signifikan 5% berarti semua valid.
Tabel V.6 Hasil Uji Validitas Suara Mesin Item rxy rtabel Keterangan
1 0.5778 0.239 Valid
2 0.4301 0.239 Valid
3 0.5955 0.239 Valid
4 0.4148 0.239 Valid
5 0.5281 0.239 Valid
6 0.6556 0.239 Valid
7 0.7073 0.239 Valid
Sumber : Data primer diolah
Dari tabel dapat diketahui bahwa semua pertanyaan memiliki r hitung≥rtabel dengan taraf signifikan 5% berarti semua valid.
2. Analisis Reliabilitas
Menurut Husein Umar Reliabilitas adalah suatu nilai yang
menunjukkan konsistensi suatu alat pengukur didalam mengukur gejala
yang sama. Reliabilitas suatu pengukur menunjukkan stabilitas dan
konsistensi dari suatu instrumen yang mengukur suatu konsep dan berguna
untuk mengakses “kebaikan” dari suatu pengukur (Sekaran, 2003: 203).
Kemudian Ghiselli et al (1981: 191) menyatakan reliabilitas suatu pengukur
dari karakteristik suatu individu jika individu yang sama diukur beberapa
kali. Sedangkan Masidjo (1995) mengatakan bahwa reliabilitas adalah taraf
sampai dimana suatu tes mampu menunjukkan konsistensi hasil pengukuran
yang diperlihatkan dalam taraf ketepatan dan ketelitian hasil.
Adapun rumus yang digunakan untuk analisis reliabilitas yaitu
menggunakan rumus Spearman-Brown yaitu sebagai berikut :
gg
Berikut ini adalah hasil dari perhitungan rumus Spearman- Brown
dari semua atribut Skuter Matic Yamaha Mio :
Tabel V.7 Hasil Perhitungan dari Rumus Spearman-Brown Variabel Hasil Rumus
Spearman-Brown
rtabel Keterangan
Model 0.8261 0.239 Reliabel
Warna 0.8859 0.239 Reliabel
Suku Cadang 0.9047 0.239 Reliabel
Harga 0.7706 0.239 Reliabel
Bahan Bakar 0.8478 0.239 Reliabel
Suara Mesin 0.8332 0.239 Reliabel
Sumber : Data primer diolah
Maka dari hasil tabel dapat dilihat bahwa semua atribut Skuter Matic
Yamaha Mio reliabel karena r hitung ≥ rtabeldengan taraf signifikan 5%.
C. Teknik Analisis Data
1. Analisis Persentase
Analisis persentase ini digunakan untuk mengetahui dan
a. Pengelompokan berdasarkan jenis kelamin
Tabel V.8 Pengelompokan berdasarkan Jenis Kelamin Kelompok Jumlah Prosentase (%)
Pria 55 55
Wanita 45 45
Jumlah 100 100
Sumber : Data primer diolah
Dari 100 responden yang menggunakan Yamaha Mio ternyata 55
orang (55%) adalah pria dan 45 orang (45%) adalah wanita.
b. Pengelompokan berdasarkan usia
Tabel V.9 Pengelompokan berdasarkan usia Usia (tahun) Jumlah Prosentase (%)
20 10 10
21-25 34 34
26-30 35 35
>30 21 21
Jumlah 100 100
Sumber : Data primer diolah
Dari 100 responden yang menggunakan Yamaha Mio ternyata yang
berusia 20 tahun adalah 10 orang (10%), yang berusia 21-25 adalah 34
orang (34%), yang berusia 23-30 adalah 35 orang (35%) dan yang
berusia di atas 30 tahun adalah 21 orang (21%).
c. Pengelompokan berdasarkan Pendidikan Terakhir
Tabel V.10 Pengelompokan berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Terakhir Jumlah Prosentase(%)
SD 5 5
SMP 11 11
SMU 61 61
Perguruan Tinggi 23 23
Jumlah 100 100
Sumber : Data primer diolah
Dari 100 responden yang menggunakan Yamaha Mio berdasarkan
pendidikan tertinggi yaitu SD 5 orang (5%), SMP 11 orang (11%),
SMU 61 orang (61%), dan Perguruan Tinggi 23 orang (23%).
d. Pengelompokan berdasarkan Pekerjaaan
Tabel V.11 Pengelompokan berdasarkan Pekerjaaan Pekerjaan Jumlah Prosentase (%)
Pelajar/Mahasiswa 10 10 Wiraswasta 51 51 Pegawai Swasta 29 29 Pegawai Negeri 10 10
Jumlah 100 100
Sumber : Data primer diolah
Dari 100 responden yang menggunakan Yamaha Mio berdasarkan
pekerjaan yaitu Pelajar/Mahasiswa 10 orang (10%), Wiraswasta 51
orang (51%), Pegawai swasta 29 orang (29%), Pegawai Negeri 10
orang (10%).
e. Pengelompokan berdasarkan Penghasilan
Tabel V.12 Pengelompokan berdasarkan Penghasilan Penghasilan (dalam ribuan) Jumlah Prosentase (%)
500 29 29
501-750 30 30
751-1000 19 19
>1000 22 22
100 100
Sumber : Data primer diolah
Dari 100 responden yang menggunakan Yamaha Mio Yang
berpenghasilan Rp 500..000 berjumlah 29 orang (29%), yang
berpenghasilan Rp 501.000- Rp750.000 berjumlah 30 orang (30%),
yang berpenghasilan Rp 751.000-Rp1000.000 berjumlah 19 orang