Pengaruh Konsumsi Kacang Hijau Dengan Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Dengan Usia Bayi 0-6 Bulan

Teks penuh

(1)

PENGARUH KONSUMSI KACANG HIJAU DENGAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI DENGAN USIA BAYI 0-6 BULAN

Siska Wahyu Wakhida

AKBID Wijaya Kusuma Malang, Jln. Letjend S.Parman No.26A Malang Email : jurnalwijayakusuma@gmail.com

Abstrak : Kualitas dan jumlah makanan yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah ASI yang dihasilkan, ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu itu sendiri. Dengan demikian disamping bagi keperluannya sendiri, ibu harus mendapat tambahan makanan untuk membuat ASI.Tambahan makanan tersebut bisa di dapat dari kacang-kacangan, salah satunya yaitu kacang hijau yang mempunyai kelebihan berupa kecambahnya (tauge) mengandung vitamin E yang tidak ditemukan pada kacang tanah dan kedelai, juga membantu mencukupi kebutuhan protein dan energy pada ibu menyusui.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang hijau terhadap produksi ASI pada ibu menyusui.

Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design. Populasinya adalah ibu menyusui yang berada di wilayah desa Bakalan. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang ibu menyusui. Pengambilan data menggunakan observasi dan wawancara pada sampel, data dianalisa menggunakan uji t – test.

Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak 75% mengalami peningkatan produksi ASI, sebanyak 25% produksi ASI tetap/tidak ada peningkatan. Dari analisa data menggunakan t-test dan diuji signifikansi didapatkan nilai t hitung 7.894 > t tabel 2,093 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada pengaruh konsumsi kacang hijau dengan produksi ASI pada ibu menyusui. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat dijadikan informasi bahwa salah satu makanan tambahan yang mampu memperlancar ASI pada ibu menyusui yaitu dengan kacang hijau.

(2)

PENDAHULUAN

Prinsip gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu, yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembangbayi. Dalam tubuh terdapat cadangan berbagai zat gizi yang dapat digunakan bila sewaktu-waktu diperlukan. Akan tetapi jika makanan ibu terus menerus tidak mengandung cukup zat gizi yang diperlukan tentu pada akhirnya kelenjar-kelenjar pembuat air susu dalam buah dada ibu tidak akan dapat bekerja dengan sempurna, dan akhirnya akan berpengaruh terhadap produksi ASI. (Cica Yulia, 2009).

Pada kenyataanya, tidak ada makanan atau minuman khusus yang dapat memproduksi ASI secara ajaib, meskipun banyak masyarakat percaya bahwa makanan / minuman tertentu akan menambah ASI. Namun, telah terbukti secara ilmiah bahwa kacang hijau yang mengandung vitamin B kompleks alami membantu meningkatkan kesehatan ibu menyusui, dan membantu produksi ASI. Disinilah ibu butuh nutrisi yang tepat sebagai pendukung produksi ASI. Banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar bisa meningkatkan jumlah ASI. Menurut Ir I.G.A. Ari Agung M., dosen Program Studi Teknologi Pangan dan Gizi Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya, selain kacang hijau untuk memperlancar pengeluaran ASI, kacang hijau juga membantu mencukupi kebutuhan protein dan energi.(Ali, 2000)

Sedangkan menurut penelitian yang dilakukan oleh ErnaFranchin Paath, dkk (2004), di kondisi ekstrim asupan kalori yang kurang dari 1500-1700 kcal per hari

pada ibu menyusui dapat mengurangi 15% volume ASI yang diproduksi. Sehingga pada masa menyusui masalah diet perlu mendapat perhatian yang serius, karena dengan nutrisi yang baik dapat mempercepat penyembuhan ibu dan sangat mempengaruhi susunan air susu. Diet yang diberikan harus bermutu, bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi protein dan banyak mengandung cairan. (Siti saleha, 2009)

SUBYEK DAN METODE

Jenis penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pra post test design sehingga peneliti mengobservasi langsung pada ibu menyusui yang sesuai kriteria, kemudian memberikan intervensi berupa minuman kacang hijau selama 1 minggu dan melakukan observasi ke dua untuk melihat perbedaan dari lembar observasi pertama. Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah Quota sampling. Variabel independent dalam penelitian ini adalah minuman kacang hijau.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah produksi ASI pada ibu menyusui. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar observasi dan wawancara. Statistik parametris yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif bila datanya berbentuk interval atau rasio adalah menggunakan t-test. Hasil eksperimen yang menggunakan pre-post test design.

HASIL

(3)

responden antara 18-28 tahun sejumlah 60% (12 orang). Sebagian besar jumlah paritas dengan multigravida sejumlah 60% (12 orang).Dan sebagian besar tidak memiliki riwayat penyakit apapun sejumlah 65% (13 orang).

Hasil responden sebelum diberi kacang hijau sebagian besar produksi ASI sebelum perlakuan dengan skor 1 sejumlah 100% (20 orang), setelah perlakuan dengan skor 2 yaitu 75 % (15 orang). Dapat diketahui perubahan produksi ASI sebelum dan sesudah mengkonsumsi kacang hijau mengalami peningkatan. Maka dari, bahwa sebagian besar produksi ASI responden yaitu lancar dengan prosentase 75 % (15 orang). Berdasarkan hasil pengujian dengan uji T- test menunjukkan nilai t hitung > t tabel yaitu 7,894 > 2,093 pada degree of fredom (df) 19 dan taraf signifikansi 5%. Oleh karena nilai t hitung > t tabel maka H1 diterima dan H0 ditolak.

PEMBAHASAN

Didapatkan produksi ASI sebelum perlakuan yaitu dengan skor 1 terdapat 100% (20 orang) artinya keseluruhan responden ASI nya tidak lancar. Dalam penelitian ini, responden yang diambil sebagian besar berusia antara 18 – 40 tahun, yang mempunyai arti sebagian besar responden merupakan wanita usia produktif. Responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa paritas responden sebagian besar multigravida, yang memppuyai arti responden sudah mengalami masa menyusui sebelumnya. Juga didapatkan riwayat penyakit responden, didapatkan sebagian besar tidak mempunyai riwayat penyakit apapun, yang berarti responden dalam keadaan sehat.

(4)

ASI menetap dengan skor 1 sebanyak 25% (5 orang) yang menjadi kelompok minoritas.

Dari hasil analisa data didapatkan bahwa 15 dari 20 responden mengalami peningkatan produksi ASI setelah mengkonsumsi kacang hijau dengan aturan tertentu dan membatasi konsumsi makanan lain yang meningkatkan jumlah ASI, serta 5 dari 20 responden tidak mengalami peningkatan produksi ASI. Hal ini sesuai dengan pendapat Ali Khomsan (2005) yang menyebutkan jika salah satu kacang-kacangan yang dapat meningkatkan produksi ASI yaitu kacang hijau, jenis kacang ini mempunyai kelebihan utama yaitu kadar vitamin E yang tinggi yang tidak terdapat dalam jenis kacang-kacangan lain, serta vitaminnya tidak rusak saat mengalami proses pemanasan. Kandungan utama kacang hijau berupa protein dan vitamin B kompleks (B1, B6). Tiamin (B1) dalam biji kacang hijau terdapat dalam lapisan aleuron yang mudah larut dalam air, sehingga dalam usus halus mudah diserap ke dalam jaringan mukosa.

Dari 20 orang responden, 15 responden mengalami kenaikan produksi ASI setelah mengkonsumsi kacang hijau, hal ini juga didukung oleh factor lain, seperti: faktor psikologis ibu yang merasa tenang dan nyaman, factor isapan bayi karena ibu memberikan ASInya tidak terjadwal (on demand), factor berat bayi saat lahir ( > 2500 gram) sehingga kemampuan mengisap ASI lebih aktif, faktor nutrisi karena ibu mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang sesuai, factor istirahat yang cukup untuk mencegah kelelahan, factor perawatan payudara yang dilakukan rutin oleh ibu, yang

secara kseluruhan dapat memacu hormon prolaktin sehingga berpengaruh terhadap proses laktasi yang akhirnya menstimulasi sel di dalam alveoli untuk memproduksi ASI.

Analisa pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji t-test, didapatkan hasil t hitung (7.894) lebih besar dari t tabel (2.093), maka Ho ditolak atau H1 diterima yang artinya ada pengaruh konsumsi kacang hijau dengan produksi ASI pada ibu meyusui dengan usia bayi 0-6 bulan di posyandu wilayah desa Bakalan.

Dengan adanya pemberian kacang hijau yang telah dimasak sebanyak 300 gram perhari selama 1 minggu mengalami proses absorpsi melalui epitel gastrointestinal yang dialiri vena yang membentuk sebagian sistem hepatoportal, kemudian mengalami proses pemecahan. Kandungan kacang hijau berupa vitamin B komplek dan potein yang tinggi akan mudah diserap ke dalam jaringan mukosa. Saat hipotalamus dan hipofise mengatur kadar prolaktin dan oksitosin dalam darah, hormone ini diperlukan untuk pengeluaran dan pemeliharaan penyediaan air susu. Berkurangya rangsangan menyusui oleh bayi, factor emosi ibu dan nutrisi yang kurang (protein dan vitamin B) akan mengurangi pelepasan prolaktin dari hipofise. Sehingga diperlukan rangsangan dari bayi, psikis ibu yang baik dan sejumlah protein serta vitamin yang cukup untuk merangsang pengeluaran prolaktin dari hipofise.

DAFTAR PUSTAKA

(5)

manfaatnya(http://www.sentralakt asiindonesia.co.id2007) diakses tanggal 1 juli 2011

Barwati, Eny Ratna. (2008). Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Nuha Medika

Almatsier, Sunita. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama Jakarta

Arikunto, Suharsimi. (2006).

Prosedur Penelitian Suatu

Pendekatan Praktik. Jakarta: Asdi Mahasatya

Buku Panduan Praktis Pelayanan

Kesehatan Maternal dan

Neonatal.(2002). Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo

Cica, Yulia. (2001).alternative

sumber kacang

hijau.(http://www.greatworkout.c om/nutrition/vegetables/mungbea nsnutritionfacts.cfm) diakes tanggal 1 juli 2011

Danim, Sudarwan dkk. (2003). MetodePenelitian Kebidanan, Prosedur Kebijakan dan Etik. Jakarta: EGC

Fajar, Ibnu dkk. (2009). Statistika Untuk Praktisi Kesehatan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Heny, F. (2007). Hubungan Perilaku Ibu Pascasalin dalam Manajemen Laktasi dengan Produksi dan Pengeluaran ASI di Praktik Bidan Desa Ny. Hamilatul RU Desa Karangsambigalih Kecamatan Sugio Lamongan. PSIK FK Unair. Skripsi tidak dipublikasikan

Hidayat, A.Aziz Alimul. (2010). Metode Penelitian Kebidanan dan

Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika

Klein, Susan. (2008). Panduan Lengkap Kebidanan. Yogyakarta: Pallmall

Notoatmodjo, Soekidjo. (2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT Rineka Cipta

Nursalam. (2008). Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika

Paath, Erna Francin dkk. (2004). Gizi Dalam Keseatan Reproduksi. Jakarta: EGC

Prawirohardjo, Sarwono. (2000). Ilmu Kebidanan. Jakarta: YBPSP

Purwono. (2001). Seri Agribisnis Kacang Hijau. Bandung: Media Pustaka

Rukmana, Rahmat. (2001). Kacang Hijau Budidaya dan Pasca Panen. Bandung: Media Pustaka

Saleha, Sitti. (2009). Asuhan Kebidanan Pada Masa Nifas. Jakarta: Salemba Medika

Saryono. (2008). Biokimia Reproduksi. Yogyakarta: Mitra Cendekia

Soetjiningsih. (2000). Seri Gizi Klinik ASI petunjuk untuk tenaga kesehatan. Jakarta: EGC

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Sugiyono. (2010). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta

(6)
(7)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...