STRATEGI MEMILIH JURUSAN YANG EFEKTIF

Teks penuh

(1)

enjadi Mahasiswa lewat Tes Masuk PTN ibarat mengikuti undian berhadiah‖, begitulah komentar seorang siswa SMU kelas tiga yang sedang bingung menghadapi kompetisi tahunan itu. Kenapa? Karena kebanyakan siswa sulit menebak mana yang lebih besar antara peluang suksesnya atau peluang gagalnya. Oleh karena itu tidak heran jika seluruh usaha dikerahkan oleh siswa SMA kelas tiga –dan sederajat– demi untuk meraih kursi di PTN. Terkadang karena merasa tidak yakin dengan cara-cara yang benar seperti belajar giat dan berdo’a, mereka nekad melakukan segala cara, dan ambil jalan pintas yang cukup berbahaya : menyontek di waktu ujian atau menyewa joki yang berpengalaman. Dalam Tes Masuk PTN beberapa tahun lalu dilaporkan ada banyak kasus peserta yang menyontek dan kasus peserta yang memakai jasa joki.

Melakukan hal-hal di atas sangatlah tidak layak dikerjakan oleh siswa-siswi beriman, yang akan menjadi pemimpin masa depan. Di samping diharamkan oleh agama, juga tidak ada manfaatnya sedikitpun bagi siswa. Hal-hal seperti itu hanya akan memperbanyak manusia yang bermental penjudi : untung-untungan dan ingin sukses tanpa keluar keringat. Lalu apa sebenarnya yang harus kita siapkan untuk sukses di Tes Masuk PTN? Ada banyak hal yang harus kita siapkan. Mulai dari persiapan teknis operasional , persiapan mental-psikologis, persiapan penguasaan bahan yang diujikan sampai kepada strategi pemilihan jurusan. Hal yang terakhir inilah yang akan kita bahas dalam tulisan ini.

Banyak siswa SMA yang bingung memilih jurusan. Kebingungan ini bukan karena tidak memiliki strategi, kiat, jurus atau apapun namanya. Tapi justru itu terjadi karena banyaknya strategi ditawarkan. Padahal tidak semua strategi efektif digunakan untuk memilih jurusan . Oleh karena itu, hati-hati memilih sebuah strategi. Ketepatan memilih strategi merupakan sebuah strategi.

Pada hakikatnya memilih Jurusan bukan sekadar mau pilih apa, tapi bisa pilih apa dan apa bisa? Bukan hanya ku tahu yang ku mau, tapi ku mau yang ku tahu dan harus mau tahu. Memilih jurusan merupakan perkara mudah dan tidak perlu dibicarakan, jika adik-adik ikut tes hanya coba-coba adu nasib atau uji kemampuan tanpa terget yang jelas. Kalau ingin sekadar lulus sangat mudah, pilihlah jurusan di Universitas Cendrawasih di Papua (Irian Jaya) atau di salah satu PTN di Kalimantan atau Nusa Tenggara Timur. Kalau hanya ingin punya jaket kuning UI pun tidaklah sulit. Pilihlah jurusan yang paling rendah nilai kelulusannya dan rendah tingkat keketatan persaingannya. Namun bukan itu kan yang adik-adik harapkan.

Pilihan jurusan akan optimal jika telah sesuai dengan kemampuan, minat, bakat dan prestasi belajar adik-adik, serta adik-adik telah tahu betul bagaimana sesungguhnya karakteristik jurusan yang dipilih. Hal itupun belum cukup, masih ada kemungkinan adik-adik terganjal oleh sistem yang berlaku pada Tes Masuk PTN jika tidak dipahami sekaligus disiasati. Di samping itu adik-adik harus berkonsultasi dengan orang yang tepat, agar mendapatkan arahan yang benar bukan yang malah membingungkan. Satu lagi yang tidak boleh dilupakan, adik-adik harus berdoa dan bertawakal kepada Allah Yang Maha Menentukan Pilihan.

(2)

Untuk menghadapi Tes Masuk PTN 2013, Nurul Fikri menerapkan sebuah strategi yang disusun berdasarkan informasi yang benar dan akurat yang diformulasikan dalam sebuah kiat yang aplikatif. Inilah strategi memilih jurusan yang efektif :

1. Mengetahui kemampuan umum, bakat dan minat

Sebuah kenyataan yang pasti bahwa setiap individu memiliki kemampuan, bakat dan minat yang berbeda-beda. Dan kita menyakini bahwa tidak ada manusia yang Allah Ta’ala ciptakan sama dengan manusia yang lain. Namun sayangnya betapa banyak orang yang tidak mampu mengenali kemampuan, bakat dan minat yang ada di dalam dirinya sendiri. Padahal kemampuan, minat dan bakat memiliki keterkaitan dengan jurusan yang akan kita pilih dan turut membantu keberhasilan dalam menjalani pendidikan di perguruan tinggi. Untuk itu kepada mereka disarankan berkonsultasi pada lembaga layanan dan Konsultasi psikologi.

Dalam tes-tes psikologi, kemampuan umum seseorang ditandai antara lain oleh kemampuan verbal, analisa, sintesa, logika dan kemampuan berhitung. Bakat bisa dikenali dari kecerdasan umum, kreativitas, inisiatif, ketekunan, stabilitas emosi, kemampuan berkomunikasi dan lain-lain. Sedangkan minat antara lain bisa digali dengan memberikan gambaran situasi, kasus atau tugas yang dihadapkan padanya. Dan ini bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

2. Mengukur Prestasi Belajar

Prestasi belajar yang dimaksud tentu yang berkaitan dengan materi pelajaran yang diujikan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan UN (Ujian Nasional) yang tinggi sekalipun belum tentu lulus pada jurusan-jurusan favorit di PTN ternama pada Tes Masuk PTN.

Agar kita mendapatkan gambaran yang benar tentang prestasi belajar kita maka upaya yang bisa kita lakukan adalah mengikuti The Real Try Out. Kenapa harus Try Out? Karena Try Out merupakan ujian yang dibuat mirip dengan Tes Masuk PTN. Baik dari jumlah soal, komposisi soal, type soal, jumlah waktu yang disediakan maupun sistem penilaiannya. Lalu ukurlah seberapa banyak (berapa %) soal yang dapat dijawab, berapa waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menjawab satu soal, apakah sudah mampu mencapai rata-rata 2 menit untuk setiap soal? Seberapa banyak soal yang dijawab benar dan berapa yang tergelincir salah ? Lakukan berulang kali sehingga kemampuan, ketelitian dan kecepatan dalam mengerjakan soal meningkat. Jika mungkin temukan cara yang tepat untuk mensiasati ujian di SBMPTN (namun itu semua tidak akan banyak manfaatnya jika adik-adik datang terlambat ketika try out, membuka buku cacatan, memakai kalkulator, menyontek dan mengerjakan soal lebih dari waktu yang disediakan). Semakin tinggi prestasi belajar yang dicapai berarti semakin besar peluang lulus, semakin banyak pilihan PTN dan jurusan yang bisa dimasuki, semakin banyak PTN dan jurusan yang bisa dijangkau.

3. Kenali Karakteristik PTN dan Jurusan yang dipilih

(3)

laut, pembangkit listrik tenaga gelombang), industri rancang bangun bagi eksplorasi dan eksploitasi mineral lepas pantai, perkapalan, infra struktur laut (jembatan laut, pelabuhan), konservasi lingkungan laut dan sebagainya. Sementara IPB yang berorientasi pertanian, ilmu kelautan difokuskan pada eksplorasi sumber hayati kelautan (tidak hanya perikanan). Sedangkan UNDIP, ilmu kelautan dikonsentrasikan di perikanan dan Universiatas Patimura mengkhususkan pada masalah oceanografi.

Paparan di atas mencoba menggambarkan betapa pentingnya calon mahasiswa mengenali dengan benar kekhususan (karakter) sebuah jurusan yang biasanya terkait dengan karakter PTN yang menaunginya.

4. Mencari tahu prospek jurusan yang dipilih

Banyak calon mahasiswa yang sangat berpikiran sempit memandang prospek sebuah jurusan hanya dari cepat atau tidaknya waktu penyelesaian kuliah, banyak atau tidaknya lapangan pekerjaan yang tersedia, keren atau tidaknya jenis pekerjaan yang digeluti, besar atau kecilnya penghasilan yang diterima. Padahal semua hal itu sangat relatif. Karena cepat atau tidaknya menyelesaikan kuliah, lebih ditentukan oleh kemampuan sang mahasiswa dalam menguasai perkuliahan. Banyak atau tidaknya lapangan pekerjaan lebih ditentukan oleh kreativitas dan kejelian melihat peluang. Keren atau tidaknya sebuah pekerjaan tergantung bagaimana cara orang menikmatinya. Besar atau kecilnya penghasilan sangat ditentukan oleh faktor ―kekuasaan Allah‖ Sang Maha Pemberi Rezeki, ditambah sejauh mana usaha yang kita lakukan dan prestasi yang seperti apa yang sudah kita capai. Yang paling penting, prospek harus dilihat dari sisi pengembangan ipteknya sendiri dan keluasan aplikasinya di masa datang. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah apakah semua itu dapat menjadi sarana beribadah kepada Allah atau tidak?

5. Memahami dengan benar karakteristik Tes Masuk PTN

Keempat hal di atas sudah cukup sebagai pertimbangan untuk pemilihan jurusan di luar Tes Masuk PTN, tetapi tidak memadai untuk menembus Tes Masuk PTN. Banyak informasi yang perlu diketahui dari Tes Masuk PTN itu sendiri dan kaitannya dalam pemilihan jurusan. Informasi itu antara lain :

(4)

Oleh karena itu Tes Masuk PTN, sebagaimana sebagian besar aktivitas kehidupan yang lain, adalah persaingan. Dan sunnatullah dari setiap persaingan adalah : A small part of the participants

will become the winners, and the others will become the loosers. Sebagian kecil jadi pemenang,

sisanya jadi pecundang. Untuk keluar sebagai pemenang dalam kompetisi tahunan ini tentu saja membutuhkan persiapan yang optimal, tidak boleh setengah-setengan apalagi hanya belajar bila lagi ―mood‖ saja.

b. Tes Masuk PTN adalah sebuah tes seleksi yang memiliki karakteristik yang berbeda dengan tes-tes seleksi yang lain. Baik dari jenis soal, bobot soal dan kualitas soal, jumlah waktu pengerjaannya dan cara menjawabnya.

 Rincian jumlah soal dan waktu yang tersedia dalam Tes Masuk PTN adalah sebagai berikut : Kemampuan Kuantitatif jawaban yang tercantum dalam lembar jawaban. Oleh karena itu semua peserta harus cermat dan seksama di dalam mengisinya sehingga tidak membuat kesalahan.

 Setiap jawabah salah akan mengakibatkan pengurangan nilai.

Oleh karena itu untuk menyelesaikan soal-soal Tes Masuk PTN membutuhkan kecepatan dan ketepatan. Pikirkanlah masak-masak sebelum menjawab setiap soal dan manfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya.

c. Tes Masuk PTN adalah tes seleksi yang menggunakan kriteria dan sistem perhitungan tersendiri yang berbeda dengan ujian-ujian lain.

 Sistem perhitungan nilai di Tes Masuk PTN tidak dihitung hanya berdasarkan : jika jawaban benar +4, jika jawaban salah -1, tidak menjawab 0 (nol). Namun dilakukan dengan sistem Perhitungan Nilai Nasional.

 Tes Masuk PTN tidak mengenal nilai batas lulus (Passing Grade/Passing Score) yang dipatok untuk menentukan kelulusan pada setiap juruasn di Tes Masuk PTN. Tetapi kelulusannya ditentukan oleh daya tampung sebuah jurusan.

(5)

Untuk membantu adik-adik mendapatkan program studi dan jurusan yang optimal yang didasarkan pada karekteristik Tes Masuk PTN sebagaimana dipaparkan di atas, Nurul Fikri menyediakan sebuah pendekatan yang sangat mudah dan praktis berupa : Matrik Bantu Pemilihan

Jurusan (MBPJ)

MBPJ adalah sebuah matrik-berisi kolom dan baris-yang mencerminkan hubungan antara nilai nasional yang bisa diraih dengan prediksi peluang jurusan yang mampu dicapai siswa. MPBJ ini adalah hasil analisis Nurul Fikri berdasarkan data Tes Masuk PTN dari tahun ke tahun.

BERIKUT PANDUAN PENGGUNAAN MBPJ NURUL FIKRI

a) Membaca MBPJ

 Baris menyatakan program studi/jurusan yang disusun berdasarkan urutan abjad

 Kolom menyatakan singkatan nama PTN yang dikelompokkan atas regional A, B dan C

 Elemen matrik diisi dengan huruf A, B, C, D hingga O yang menyatakan kelas interval nilai nasional

b) Memilih berdasarkan jurusan/program studi

Ibrahim mendapatkan nilai nasional 775 (kelas E) pada TO di Nurul Fikri. Ibrahim berminat memilih Fakultas Kedokteran (FK). Ia melihat baris pendidikan dokter. Oleh karena itu ia boleh memilih FK pada PTN yang memiliki kelas E atau yang lebih rendah yaitu :

UGM (kelas E), UNPAD, UNDIP, UNS, UNAIR, UNBRAW (kelas F), UNSRI (kelas G) atau UNHAS (kelas H). Tetapi nilai Ibrahim belum mencukupi untuk memilih FK UI yang berada di kelas D.

c) Memilih berdasarkan perguruan tinggi/universitas

Sarah, siswa kelas 3 IPS memperoleh nilai nasional 740 (kelas F) pada TO di Nurul Fikri. Ia sangat merindukan UI sebagai tempat kuliahnya. Ia lalu melihat kolom UI. Nilai nasionalnya kurang jika ia memilih Hubungan Internasional (kelas D) Akuntasi (kelas E), Manajemen (kelas E) dan Psikologi (kelas E). Namun akan memiliki peluang besar jika memilih Administrasi Negara (kelas F), kriminologi (kelas G) dan sejarah (kelas H) atau yang di bawah itu.

d) Memilih jurusan untuk pilihan I dan II

 Pilihan jurusan berdasarkan nilai nasional terbaik yang pernah kamu peroleh pada TO selama program super intensif Nurul Fikri.

 Pastikan jurusan yang kamu pilih sebagai pilihan I sudah sesuai dengan kelas nilai nasional terbaik kamu. Jika kamu yakin dapat berusaha lebih baik lagi ketika Tes Masuk PTN kelak, kamu diperkenankan memilih jurusan dengan kelas yang lebih tinggi

 Pastikan jurusan yang kamu pilih sebagai pilihan kedua sudah sesuai dengan nilai nasional terbaik kamu. Jika ingin punya peluang yang lebih besar dan aman, pilihlah jurusan dengan kelas yang lebih rendah dari nilai nasional kamu.

(6)

 Bagi siswa/i yang ingin memilih dua jurusan yang berbeda kelasnya dua tingkat atau lebih disarankan untuk tidak memilih PTN yang sama dan pilihlah pada dua PTN yang berbeda, kecuali berminat sekali pada kedua jurusan tersebut.

6. Memanfaatkan data Hasil Tes Sebelumnya

Sebagaimana pengenalan terhadap karakteristik Tes Masuk PTN, adik-adik juga bisa memanfaatkan banyak hal dari data hasil SBMPTN, antara lain :

 Mensiasati fluktuasi jumlah peminat sebuah jurusan yang.

Untuk mengetahui ketat atau tidaknya persaingan sebuah jurusan, biasanya para siswa memihat jumlah peminat jurusan tersebut. Hal itu mereka lakukan dengan merujuk kepada buku petunjuk pendaftaran Tes Masuk PTN. Padahal buku itu hanya memuat data satu tahun terakhir, yang tidak menggambarkan tingkat persaingan yang sebenarnya. Oleh karena itu adik-adik harus melihat data-data beberapa tahun sebelumnya. Dari situ nanti akan tergambar bahwa ada jurusan yang memiliki jumlah peminat yang relatif tetap setiap tahunnya, ada jurusan yang jumlah peminatnya cenderung meningkat, dan ada jurusan yang jumlah peminatnya mengalami fluktuasi (naik-turun)

7. Konsultasi kepada orang yang tepat

Ketika adik-adik harus memilih sebuah jurusan, orang tua adalah orang yang pertama kali harus dijadikan konsultan. Yang dimaksud konsultasi dengan orang tua tentu saja bukannya masalah prinsip dan teknik pemilihan jurusan yang tepat. Tetapi lebih dimaksudkan untuk mencari masukan, keinginan dan harapan orang tua akan masa depan anda sebagai anak. Bukankah mereka yang selama ini menyekolahkan anda dan yang membiayai kuliah anda kelak? Pernah ada seorang siswa memilih jurusan Fakultas Kedokteran UI dan Fakultas Kedokteran Udayana tanpa sepengetahuan orang tuanya. Siswa ini diterima di FK Udayana Denpasar Bali. Namun orang tuanya tidak setuju dengan alasan biaya dan khawatir dengan pergaulan anaknya di Pulau Dewata kelak. Sayang sebuah peluang harus kandas hanya karena tidak berkonsultasi pada orang tua.

Oleh karena itu, sejak sekarang bicaralah pada orang tua, ajak mereka mendiskusikan masa depan anda, cari masukan sebanyak mungkin tentang harapan dan keinginan mereka. Di saat yang sama berikan kepada mereka informasi tentang diri adik-adik: kemampuan yang dimiliki, prestasi belajar yang bisa dicapai, bidang studi yang diminati, karir yang akan ditempuh, cita-cita yang ingin diraih dan sebagainya. Jika ada perbedaan pandangan, cari titik temu dengan cara bermusyawarah.

Setelah orang tua yang layak untuk dimintai pendapat adalah nara sumber yang kompeten di dalam masalah yang berkaitan dengan pemilihan jurusan di SPMB. Dalam hal ini tentu saja para pengajar BIP dan pengajar lain yang ditunjuk sebagai konsultan pemilihan jurusan. Jangan ragu dan malu untuk bertanya. Dari pada harus gagal karena ketidaktahuan.

(7)

‘Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita Shalat Istikharah agar Allah Ta’ala memilihkan untuk kita pilihan yang terbaik.

Sabda beliau : Apabila seseorang di antara kamu berkehendak dalam suatu perkara, maka sholatlah dua rakaat, kemudian bacalah doa :

Allaahumma inni astakhiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika, wa as-aluka min

fadhlikal ‘azim, fa innaka taqdiru wa la aqdiru, wa ta’lamu wa la a’lamu wa anta ‘allamul

ghuyub. Allahumma in kunta ta’lamu anna hadzal amro ………., Khoirun lii fi diinii wa ma;asyi wa ‘aqibati amri wa ‘ajilihi wa’ajilihi faqdurhuliii, wayassirhulii, tsumma baariklii

fiihi, wa in kunta ta’lamu anna hadzal amro, syarrun lii fi diinii wa ma’asyi wa ‘aqibati amri wa ’ajilihi wa ‘ajilihi, fashrifhu annii, washrini ‘anhu wagdur lyai khoiro hatsu kaana, tsumma radhini bihi”

(Ya Allah, Ya Tuhanku. Sesungguhnya aku minta Engkau pilihkan sesuatu yang baik dengan pengetahuan-Mu, dan aku minta Engkau kuasakan dengan kekuasaan-Mu, dan aku minta kepada-Mu dari anugerah-Mu yang besar itu, karena sesungguhnya Engkaulah yang berkuasa sedang aku tidak kuasa, Engkaulah yang maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui, dan Engkaulah yang Mengetahui perkara-perkara yang ghaib. Ya Allah ya Tuhanku. Jika benar-benar Engkau mengetahui bahwa pilihan ini –sambil menyebutkan pilihannya— baik untukku dalam urusan agamaku, kehidupanku, kesudahan urusanku, yang sekarang maupun nanti, maka kuasakanlah dia kepadaku dan mudahkanlah dia untukku, dan berikanlah keberkahan di dalamnya. Tapi jika Engkau benar-benar mengetahui bahwa perkara ini tidak baik bagiku dalam urusan agamaku, kehidupanku, dan kesudahan urusanku, yang sekarang ini maupun nanti, maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku darinya, lalu kuasakanlah kepadaku sesuatu yang baik dari manapun datangnya, dan jadikanlah aku ridha dengannya).

Beliau juga bersabda : Tidak akan menyesal selamanya siapa pun yang beristikhoroh (memohon pilihan yang baik) kepada Allah, bermusyawarah dengan manusia serta istiqomah dalam urusannya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...