RESUME
KLASIFIKASI KATA
Mata kuliah Bahasa Indonesia
Dosen Yarnalinda, S.Pd, M.Pd
Disusun oleh:
Nama : Nazrin Aprizal NIM : 14612034 Jurusan/ Kelas : Manajemen/ M1
Sekolah tinggi ilmu ekonomi
STIE pembangunan Tanjungpinang
Daftar isi
A. Makna kata 3a. Denotasi 3 b. Konotasi 3 c. Leksikal 3 d. Gramatikal 3 e. Diomatik 3
B. Perubahan atau pergeseran makna 5 a. Generalisasi 5
b. Spesialisasi 5 c. Penyorasi 6 d. Asosiasi 6
C. Pertalian makna 7 a. Sinonim 7
b. Antonym 7
c. Homonym, homofon, homograf 7 d. Polisemi 8
e. Hipernim, hiponim 8
f. Kata utama, kata khusus 9 g. Kata kongkrit, kata abstrak 9 h. Kata baku, kata tidak baku 9 i. Kata ilmiah 10
j. Jargon 11 k. Slang 12
1. Denotasi
Denotasi adalah kalimat yang mengandung makna sebenarnya (denotatif). Contoh:
a.
Adik kecilku sangat suka menggigit jarib.
Tangan adikku terbakar ketika bermain apic.
Adik duduk di kursi empuk yang terbuat dari busa 2. Konotasikonotasi adalah kalimat yang mengandung makna yang bukan sebenarnya (konotatif). Contoh:
a. Para tikus kantor seharusnya tidak dihukum terlalu ringan (tikus kantor: koruptor) b. Gayus sedang duduk di kursi pesakitan (kursipengadilan)
c. Daniel bagaikan musuh di dalam selimut (orang dekat yang berkhianat) 3. Leksikal
a. Pemain bola itu berlari sekencang-kencang nya b. Ibnu bersedih ketika ia tidak lulus ujian
c. Ani berpegangan kuat saat di boncenng ayah 5. Indiomatik
Makna idiomatic ataw pribahasa adalah makna yang dapat di bedakan berdasarkan bisa ataw tidaknya di ramalkan ataw di telusuri.
Contoh:
a.Bapak tua itu setiap hari membanting tulang (bekerja keras) b.Ariel sekaranag duduk di depan meja hijau (pengadilan)
c.Namanya skarang sudah berada di daftar hitam (di anggap bersalah) 6. Kiasan
Atau pikiran yang timbul pada penyapa dan pesapa Pembagian makna-makna Kiasan:
1.Makna konotatip adalah pembagian makna yang tidak sbnarnya Contoh:
a.Dialah bunga idaman ku seorang.(kekasih) b.Dasar buaya, ia telah memperdayaiku.(penipu) c.Dia pulanng membawa buah tangan.(oleh-oleh)
2.Makna Efektif. Adalah makna yang muncul terkait denngan pengunan bahasa, dan di reaksikan dengan perasaan.
Contoh:
a .Datanglah ke gubuk kami (padahal rumahnya sangat besar)
3.Makna Stilistik, adalah makna yang terkanndunng dalam gaya bahasa Contoh:
a.Ibarat menelan duri (perbandingan)
b.Aduh, bersihnya kamar ini,sobekan kertas bertebaran di mana-mana (pertentangan) c.Selamat dating pahlawan ku, slamat dating kekasihku,selamat dating kekasih ku (perulangan)
Makna yang muncul akibat kata yang mengalami proses afikasi/penambahan imbuhan sserta proses reduplikasi dan proses komposisi.
Contoh:
b,Rencana jahatnya terdengar terdengar oleh tetangganya c.Kedengaranya akan di bangun bsuah hotel besar
8. Tematis
Makna yang muncul sbagai akibat penyapa memberi penekanan atau focus pembicaraan pada salah satu unsur kalimat.
Contoh:
a.Kiki anaknya dokter Yasmin/ lulus kmarin. b.Kiki/ anaknya dokter Yasmin/ lulus kmarin. c.Kiki/ anaknya/ dokter Yasmin lulus kmarin
A. Perubahan/ pergeseran makna 1. Meluas
a.Kakak
Kakak yang sebenarnya bermakna saudara kandung yang lebih tua
Contoh: Supaya kamuu mengerti, tanyakan sama kakak-kakak tentang museum ini b.Ibu
Adalah orang yang melahirkan kita, meluas menjadi siapa saja wanita yang lebiih Tua dari pada kita atau kedudukannya lebih tinggi
Contoh: Ibu guru yang saya hormati c.Adik
Adik yang bermakna sebenarnya adalah saudara sekandung yang lebih muda, Meluas menjadi siapa saja yang pantas dianggap atai di sebut siapa saja sebagai Saudara yang lebih muda
Contoh: adik kelas kita mendapat nilai ujian yang bagus
2. Menyempit
Makna sebenarnya adalah orang yang menulis, menyempit maknanya mejadi sebuah profesi
a.Radityadika adalah seorang penulis
b.para Pendeta itu sedang melakukan kebaktian ( berilmu, menyempit maknanya menjadi pendeta)
c.Bado membuat sastra dengan tanngannya sendiri (makna sebenarnya tulisan,menyempit menjadi sastra).
3. Peyorasi yang menurun atau memburuk,yakni perubahan bentuk makna yang cakupan makna sekarang di rasakan lebih rendah kurang menyenangkan,dan kurang baik nilai dari pada makna lama.
Contoh:
a. Makna “bini’ itu kurang menyenangkann dari pada makna “istri”.maka bini mengalami peyorasi
b. Makna perempuan kurang menyenangkan dari pada makna wanita c. Makna nangis kurang baik dari pada makna sedih.
4. Ameliorasi
Adalah makna yang naik atau membaik, yakni bentuk perubahan makna yang cakupan makna sekarang di rasakan lebih baik,lebih halus,lebih tinggi nilainya dari pada maknna lama.
Contoh:
Tuli, sedangkan makna barunyya adalah tunarungu (tunarungu mengalami ameliorasi).
5. Sinestesia
Merupakan bentuk perubahan makna akibat pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda.
contoh :
a.rupanya manis sekali (pengelihatan dan pengacapan) b.sambutannya hangat (pengelihatan dan peraba) c.rupanya kusut (pengelihatan)
6. Asosiasi
Merupakan bentuk perubahan makna yang terjadi akibat persamaan sifat antara makna sekarang dari pada makna lama
Contoh:
c.bunganya sudah layu ( bunga berarti bisa kekasih atau tanaman)
B. Pertalian makna 1. Sinonim
Adalah bentuk hubungan makna dari dua kata atau lebih yang memiliki kesamaan makna
Contoh: a.sudah-telah b.cinta-kasih c.cantik-jelita
2. Antonim
Adalah bentuk hubungan makna dua kata atau lebih yang berlawan maknanya. Pembagian antonym:
a. Antonim mutlak
Contoh; besar-kecil, hidup-mati,Tanya-jawab b. Antonim kembar
Contoh: putra-putri, siswa-siswi, c. Antonim gradual
Contoh:besar-kecil,luas-sempit,panjang-pendek d. Antonim relasional
Contoh:bapak-anak,guru-siswa,,suami-istri e. Antonim hierarki
Contoh:presiden-menteri.bupati-camat,TNI-POLRI.
3. Homonim,Homofon,Homograf
Homonim adalah hubungan dua makna kata atau lebih yang memiliki tulisan atau Lafal yang sama, tetapi maknanya beda
Contoh:
a.bisa(dapat)-bisa(racun)
Homofon adalah bentuk hubunngan makna dua kata atau lebih yang memiliki tulisan dan makna yang berbeda,tetapi lafalnya sama.
Contoh:
a.bank(tempat penyimpanan uang)-bang(laki-laki) b.massa(berat)-masa(waktu))
c.sangsi(tidak percaaya)-sanksi(hukuman)
Homograf adalah bentuuk hubungan makna dua kata atau lebih yang memiliki makna dan lafal yang berbeda, tetapi tulisannya sama.
Contoh:
a.Lasmi makan apel sambil apel pagi(apel satu merupakan buah apel dua merupakan kegiatan)
b.lampu seri antara biru dan merah seri pula jumlahnya. (seri yang pertama merupakan benda, seri yang kedua merupakan jumlah)
c.kota serang, diserang polisi ( serang pertama merupakan kota, serang kedua merupakan kawanan atau kumpulan.
4. Polisemi
Polisemi adalah bentuk hubungan makna satu dua kata yang berbentuk dari satu kata yang dapat memiliki banyak arti.
Contoh:
a.bunga bank semakin meningkat (laba keuntungan ) b.bunga desa semakin cantik (kekasih pujaan) c.bunga bibirmu semakin baik (kata-kata manis)
5. Hipernim,Hiponim
Hipernim adalah bentuk hubungan makna yang cakupann katanya lebih luas (makna atasan)
Contoh:
a.aneka warna tersedia banyak macam. (kuning,merah,biru,hijau dn sebagainya). b.bumbu masak sudah lengkap (cabe,lengkuas,lada dan sebagainya)
c.bunga itu laris dijual (kamboja,angrek,mawar dan sebagainya)
Contoh:
a.toko itu hanya menjual sepatu berwarna hijau (hanya satu) b.bumbu yang di pakai hanya cabe (tidak ada yang lain) c. took itu hanya menjual sepatu bola (hanya sejenis)
6. Kata Umum,Kata Kata Khusus
Kata umum adalah kata-kata yang pemakaiannya mencakup berbagai bidang ilmu dalam hal kehidupan.Sedangkan kata khusus yaitu kata-kata yang penggunaannya terbatas pada suatu bidang ilmu atau kehidupan tertentu saja.
Contoh:
a.sari makan nasi (sari sebagai nama orang)
b.bunga itu mengeluarkan benang sari (benang sari khusus pada tanaman)
c.bersama ketua kita adakan rapat (bersama menunjukkan umum atau tidak sendiri)
7. Kata Kongkrit-Kata Abstrak
Kata kongkret adalah kata yang mepunyai refaren berupa objek yang nyata,dapat dilihat,didengar,di raba,dan di rasa.Sedangkan kata abstrak ialah kata-kata yang mempunyai reparen berupa konsep.
Contoh kata kongkret:
a.Manusia sangat cerdik(manusia nyata) b.air itu manis (air dapat di rasa)
c.tangan bapak itu halus (sentuhan). Contoh kata abstrak:
a.perdamaian akan di lakukan (damai mendapat imbuhan pe) b.penyesuaiannya belum akurat (kata suai mendapat pe dan an)
c.ketahanannya mencapai lima menit ( kata tahan mendapat pe dan an).
8. Kata Baku-Kata Tidak Baku
Kata baku adalah kata yang lazim digunakan dalam situasi formal atau resmi yang cara pengucapannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang di bakukan.
Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang cara pengucapan atau penulisannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar tersebut.
a.baku dari segi lafal
adalah lafal yang tidak lagi menampakkan lagi ciri daerah ataw bahasa asing contoh:
a.atep rumahku bocor.
b.enem belas tahun aku merana c.semanngkin kaya saja dia
b.baku dari segi tulisan.
Adalah ejaan Bahasa Indinesia yang telah di berlakukan sejak tahun 1972.Nama ejaan Bahasa Indonesia tersebut ejaan yang di sempurnakan (di singkat EYD).
Contoh:
a.Komplek TNI di serang. b.sistimnya sudah kacau. c.do’a ibu menyertai ku.
c.baku dari segi garamatika
secara gramatika kata-kata baku ini harus di bentuk menurut kaidah-kaidah gramatika.
Contoh:
a.ia mengontrak rumah itu (kontrak mendapat meng)
b.pengawas meninnjau lokasi sekolah (tinjauu mendapat me) c.anak itu rajin bersekolah (sekolah mendapat ber).
d.baku dari segi nasional
kata-kata yang masih bersifat kedaerahan,belum bersifat nasional, hendaknya jangan di gunakan dalam karangan ilmiah.
Contoh:
a.garis itu lempeng sekali (lempeng artinya lurus) b.acaranya jadi semerawut (semerawut berarti kacau) c.kammu cantik banget (banget berarti sangat atau sekali)
9. Kata Ilmiah
Contoh:
a.tim sepak bola itu masuk pinal (pinal mennunjukkan kata ilmiah yang berarti selesai.
b.dia menganalisa makalah nya (menganalisa menunjukkan kata ilmiah) c.ia bukan seorang tunakarya (tuna karya menunjukkan kata ilmiah)
10. Kata Kajian-Kata Serapan
Kata kajian adalah kata-kata yang digunakann dalam keilmuan. Sedangkan kata serapan adalah kata-kata dari bahasa asing lalu di ubah menjadi Bahasa Indonesia baku dan baik.
Contoh kata kajian;
a.ia menggali potensi dirinya ( potensi merupakan kata kajian atau lebihh di kenal dengann kemampuan).
b.apakah makna dari semua itu ( makna merupakan kata kajian atau yang lebih di kenal dengan arti).
c..dia melakukan transaksi di tokonya (transaksi meruupakan kata kajian atau lebih di kenal dengan jual beli.
Contoh kata serapan;
a.doctor, di Indonesiakan dan di bakukan menjadi dokter b.domestic, di Indonesiakan dan di bakukan menjadi domestic c.campus, di Indonesiakan dan di bakukan menjadi kampus.
11. Jargon
Iatilah jargomn mempunyai beberapa pengertian,diantaranya kata-kata teknis yang di gunakan secara terbatas dalam bidang ilmu,profesi atau kelompok tertentu.
Contoh:
a.kata sandi pramuka. b.bahasa tubuh c.bahasa isyarat.
Slang adalah semacam kata percakapan yang tinggi atau murni. Kata-kata slang adalah kata-kata nonbaku, yang informasinya disusun secara khas atau kata-kata biasa yang di ubah atau kata-kata kiasan yang khas.
Contoh:
a.gaya lu asoy banget. (banget, tidak baku). b.apasih mau lo. (lo, tidak baku).
Daftar Pustaka
http://www.e-sbmptn.com/2014/11/30-contoh-kalimat-konotasi-denotasi.html
http://oriwokis20.blogspot.com http://ulumilmi.bloggspot.com http://archigakiarataka.blogspot.com http://studenntschool-tsm.blogspot.com http://akaun bahasaindonesia.blogspot.com
http://www.enjang .com