• Tidak ada hasil yang ditemukan

FASILITAS JAMBAN KELUARGA DAN PENGELOLAA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "FASILITAS JAMBAN KELUARGA DAN PENGELOLAA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

FASILITAS JAMBAN KELUARGA DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa mencurahkan RahmatNya,sehingga penulis mampu menyelelesaikan karya tulis yang berjudul “FASILITAS JAMBAN KELUARGA DAN PENGELOLAAN AIR LIMBAH”.

Karya tulis ini disusun dalam rangka mengikuti lomba Karya Tulis Ilmiah untuk siswa SMA/SMK/MA tingkat Nasional.Karya tulis ini disusun studi kepustakaan dan pengamatan langsung.

Penulis menyadari bahwa karya tulis ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu karena adanya bantuan dari semua pihak.Dalam menyusun karya tulis ini penulis sudah berusaha menyajikan semaksimal kemampuan penulis, namun penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada karya tulis ini.Penulis mengharapkan masukan dan saran yang berguna.

Akhirnya,semoga karya tulis ini dapat berguna bagi kita semua.

Sampit, April 2015

(3)

DAFTAR ISI Halaman Judul

Kata Pengantar Daftar Isi Abstrak

BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Batasan Masalah 4. Tujuan Penelitian 5. Manfaat

6. Metode Penulisan

BAB II KAJIAN TEORI

BAB III PEMBAHASAN

BAB IV PENUTUP

1. Kesimpulan 2. Saran

(4)

ABSTRAK

Masalah penyehatan lingkungan pemukiman khususnya pada jamban keluarga dan pengelolaan air limbah merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat prioritas .Fasilitas jamban keluarga dan pengelolaan air limbah di masyarakat dalam pelaksanaannya tidaklah mudah karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya erat kaitannya dengan perilaku, tingkat ekonomi,kebudayaan dan pendidikan.

Jamban merupakan fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok/tempat duduk dengan leher angsa (cemplung) yang di lengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Penggunaan jamban bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran langsung bibit penyakit yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran.

Munculnya penyakit menular sebagai akibat dari besarnya bahaya kesehatan lingkungan yang berkaitan dengan masalah sanitasi , kecukupan air bersih, jamban keluarga yang masih rendah , perumahan yang tidak sehat serta penanganan sampah dan limbah yang belum memenuhi syarat kesehatan. Syarat jamban sehat : Tidak mencemari sumber air minum (minimal 10 meter jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan ,tidak berbau , kotoran tidak dapat di jamah oleh serangga dan tikus ,mudah di bersihkan dan aman digunakan di lengkapi dinding dan atap ,penerangan dan ventilasi cukup,tersedia air ,sabun dan alat pembersih.

Salah satu penyebab terjadinya pencemaran air adalah air limbah yang di buang tanpa pengolahan ke dalam suatu badan air . Air limbah merupakan sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Air libmah yang tidak di kelola dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi makhluk dan lingkungan. Dampak buruk air limbah : gangguan kesehatan, gangguan keindahan ,gangguan terhadap kerusakan benda dan penurunan kualitas lingkungan. Untuk pengolahan air limbah harus di lakukan dengan cermat mulai dari perencanaan yang teliti,pelaksanaan pembangunan fasilitas instalasi pengolahan – pengolahan air limbah ( IPAL) atau unit pengolahan limbah (UPL) yang benar serta pengoperasian yang cermat.

Dengan demikian perlu di perhatikan sanitasi lingkungan dari setiap masyarakat secara optimal agar dapat menjadi pendukung utama dalam pembangunan bangsa dan negara.

(5)

Masalah kesehatan adalah suatu masalah yang sangat kompleks, yang saling berkaitan dengan masalah-masalah lain di luar kesehatan sendiri. Demikian pula pemecahan masalah kesehatan masyarakat,tidak hanya di lihat dari segi-segi yang ada . Pengaruhnya dengan masalah ‘sehat sakit’ atau kesehatan tersebut. Menurut Hendrik L. Bloom (1974) ada 4 faktor yang mempengaruhi kesehatan, baik kesehatan individu maupun kesehatan masyarakat yaitu keturunan,lingkungan,perilaku, dan pelayanan kesehatan. Status kesehatan akan tercapai secara optimal, bilamana keempat faktor tersebut secara bersama-sama mempunyai kondisi yang optimal pula. Salah satu faktor saja berada dalam keadaan yang terganggu ,maka status kesehatan bergeser di bawah optimal.

Masalah penyehatan lingkungan permukiman khususnya pada jamban keluarga dan pengelolaan air limbah merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapatkan prioritas.Fasilitas jamban keluarga dan pengelolaan air limbah di masyarakat terutama dalam pelaksanaannya tidaklah mudah,karena menyangkut peran serta masyarakat yang biasanya sangat erat kaitannya dengan perilaku,tingkat ekonomikebudayaan dan pendidikan.

Munculnya kembali beberapa penyakit menular sebagai akibat dari semakin besarnya tekanan bahaya kesehatan lingkingan yang berkaitan dengan masalah sanitasi,cakupan air bersih dan jamban keluarga yang masih rendah,perumahan yang tidak sehat,pencemaran makanan oleh mikroba,telur cacing dan bahan kimia,penanganan sampah dan limbah yang belum memenuhi syarat kesehatan,vektor penyakit yang tidak terkendali (nyamuk,lalat,kecoa,tikus dan lain lain) ,pemaparan akibat kerja (penggunaan pestisida di bidang pertanian,industri kecil, dan sektor informal lainnya),bencana alam,serta perilaku masyarakat yang belum mendukung ke arah pola hidup bersih dan sehat.

2. Rumusan Masalah

Bagaimana pengaruh fasilitas jamban keluarga dan pengelolaan air limbah terhadap kualitas kesehatan lingkungan ?

3. Batasan Masalah

Karya tulis ini dibatasi mengenai jamban dan pengelolaan air limbah. 4. Tujuan

Untuk mengetahui besarnya pengaruh fasilitas jamban keluarga dan pengelolaan air limbah terhadap kualitas kesehatan lingkungan.

5. Manfaat

Agar menjadi perhatian bagi kita tentang pentingnya menjaga kualitas kesehatan lingkungan dengan perilaku sehat agar terciptanya peningkatan derajat kesehatan.

(6)
(7)

Bab II Kajian Teori

Menurut Notoatmojo (1996), kesehatn lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimum sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimum pula. Undang – undang RI No.23 tahun 1992 tentang kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara , pengamanan limbah padat, limbah cair, limbah gas, radiasi dan kebisingan , pengendalian faktor penyakit , dan penyehatan dan pengamanan lainnya. Melihat luasnya ruang lingkup kesehatan lingkungan ,sangatlah diperlukan adanya multi disiplin kerja agar kegiatannya dapat berjalan dengan baik.

(8)

Bab III Pembahasan

Keadaan lingkungan dapat mempengaruhi kodisi kesehatan masyarakat. Banyak aspek kesejahteran manusia di pengaruhi oleh lingkungan dan banyak penyakit dapat di mulai , di dukung, di topang atau di rangsang oleh faktor- faktor lingkungan.

Masalah kesehatan lingkungan yang sering terjadi adalah berkisar pada perumahan, penyediaan air minum, jamban ,pembuangan air limbah, dan pembuangan sampah.Berikut hanya akan di bahas mengenai jamban keluarga dan pengolahan air limbah.

Jenis-jenis jamban :

1. Jamban cemplung adalah jamban yang penampungannya berupa lubang yang berfungsi menyimpan dan meresapkan cairan kotoran/tinja ke dalam tanah dan mengendapkan kotoran ke dasar lubang. Untuk jamban cemplung di haruskan ada penutup agar tidak berbau.

2. Jamban tangki septic /leher angsa adalah jamban berbentuk leher angsa yang penampungan nya berupa tangki septic kedap air yang berfungsi sebagai wadah proses penguraian /dekomposisi kotoran manusia yang di lengkapi dengan resapannya.

Tujuan penggunaan jamban :

Dapat mencegah terjadinya penyebaran langsung bahan- bahan yang berbahaya bagi manusia akibat pembuangan kotoran manusia serta dapat mencegah vector pembawa untuk menyebarkan penyakit pada pemakai dan lingkungan sekitarnya.

Syarat- syarat jamban sehat :

~ Tidak mencemari sumber air minum ~Tidak berbau

~Kotoran tidak dapat di jamah oleh serangga dan tikus ~Tidak mencemari tanah di sekitarnya

~Mudah di bersihkan dan aman di gunakan ~Di lengkapi dinding dan atap pelindung ~Penerangan dan ventilasi cukup

~Lantai kedap air dan luas ruang memadai ~Tersedia air,sabun dan alat pembersih

(9)

Air limbah rumah tangga terdiri dari 3 fraksi penting : ~ Tinja ( feces) , berpotensi mengandung mikroba pathogen.

~ Air seni ( urine) , umumnya mengandung nitrogen dan fosfor ,serta kemungkinan kecil mikroorganisme

~Grey water merupakan air bekas cucian dapur,mesin cuci dan kamar mandi. Grey water sering juga di sebut dengan istilah sullage.

Air limbah yang tidak di kelola dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi makhluk hidup dan lingkungannya. Beberapa dampak buruk tersebut adalah sebagai berikut :

~Gangguan kesehatan

~Penurunan kualitas lingkungan ~Gangguan terhadap keindahan

~Gangguan terhadap kerusakan benda

Dalam pembangunan yang berwawasan lingkungan , kesehatan,dan sanitasi lingkungan merupakan faktor dominan yang sangat mempengaruhi sehat tidaknya lingkungan dan pembangunan yang di laksanakan.

Yang di maksud dimaksud dengan jamban keluarga dalam karya tulis ini adalah ada atau tidaknya sarana pembuangan tinja yang di perlukan dari setiap keluarga.Yang di maksud dengan pengolahan air limbah dalam karya tulis.Ini adalah tempat pembuangan air limbah dari kamar mandi,tempat cuci dan dapur.

(10)

BAB IV Penutup 1. Kesimpulan

a) Air limbah yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan dampak buruk bagi makhluk hidup dan lingkungan.Diantaranya :

gangguan kesehatan,gangguan keindahan,gangguan perusakan benda, dan penurunan kualitas lingkungan.

b) Dengan adanya JAGA ( jamban keluarga) dapat mencegah terjadinya penyebaran bibt penyakit yang berbahaya bagi manusia.

2. Saran

a) Perlu kerjasama berbagai pihak terutama PEMDA,Instansi terkait dan seluruh masyarakat dalam meningkatkan keadaan sanitasi lingkungan menjadi lebih baik. b) Dibutuhkan kesadaran semua pihak mengenai pentingnya kepemilikan jamban

(11)

DAFTAR PUSTAKA

1. Notoatmodjo ,S. 2000.Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : PT. Rienika Cipta

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian, setengahnya kepala keluarga berperilaku kurang dalam penggunaan jamban dan seluruh kepala keluarga menggunakan jamban yang tidak memenuhi

Memberikan informasi tentang perbedaan angka kejadian diare balita pada kelompok masyarakat yang sudah memiliki jamban keluarga dengan kelompok masyarakat yang belum memiliki

Skripsi berjudul Hubungan antara Pengetahuan, Sikap, Kondisi Jamban dan Ketersediaan Air dengan Praktek Pemanfaatan Jamban Keluarga Di Wilayah Kerja Puskesmas

Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan status sosial ekonomi kepala keluarga dengan kepemilikan jamban

Jamban keluarga adalah suatu bangunan yang digunakan untuk membung tinja atau kotoran manusia atau najis bagi keluarga yang lazim disebut kakus.Manfaat jamban

Hasil yang dicapai adalah sebagai berikut: (1) mitra memiliki pengetahuan tentang jamban keluarga yang aman terhadap lingkungan, (2) mitra terampil membuat

Ada beberapa faktor keluarga tidak menggunakan jamban yang sehat ketika buang air besar, menurut hasil penelitian 3 menununjukkan bahwa pengetahuan, sikap, kebiasaan buang air besar,

Hasil data awal data sekunder dari Puskesmas Pantai Labu yang memiliki masalah pemanfaatan jamban keluarga adalah salah satunya Desa Binjai Bakung sehingga penelitian ini akan dilakukan