Full text

(1)

DISUSUN OLEH

CLARA BEATRICE

GITA FANN Y RHOULY SIM ANJUN TAK

M .RIZKY FADLAN

NATASYA K HAIRANI

SHANDY PRANATA

YUPRI M ISAEL GINTING

(2)

KATA PEMBUKA

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas

berkat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul di kelas ini tanpa

kurang suatu apapun. Kami juga mengucap syukur kepada

Tuhan karena kami dapat menyelesaikan tugas kami mengenai

“Bentuk-bentuk Interaksi Sosial”.

Semoga, apa yang akan kami jelaskan kepada teman-teman

dan guru kami dapat disimak dan berkonsentrasi selama kami

menjelaskan dan juga semoga apa yang kami sampaikan ini

bisa menambah wawasan kita mengenai bentuk-bentuk

interaksi sosial

(3)

BENTUK-BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Manusia melakukan interaksi dengan orang lain karena

manusia tidak dapat mencukupi semua kebutuhan

hidupnya. Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan

sosial ada yang berbentuk asosiatif dan disosiatif.

Bentuk interaksi asosiatif adalah interaksi sosial yang

mengarah dalam bentuk kerjasama sebagai sebuah

proses yang terjadi saling pengertian dan kerjasama

timbal balik antara orang perorangan atau kelompok

satu dengan yang lainnya, dimana proses ini

(4)

Bentuk interaksi manusia dengan lingkungan sosial

yaitu disosiatif. Disosisatif adalah interaksi sosial yang

mengarah kebentuk perpecahan atau merenggangkan

solidaritas. Beberapa proses disosiatif yaitu

persaingan,kontravensi dan pertentangan. Dalam

pembangunan nasional sangat membutuhkan

terjadinya interaksi yang mengarah pada persatuan

dan kerjasama (Asosiatif). Kita harus selalu menjaga

interaksi yang mendukung pembangunan nasional

dengan selalu melakukan hubungan baik dengan

sesama. Perbedaan adalah kodrat dari Tuhan Yang

(5)

SIFAT-SIFAT INTERAKSI SOSIAL

Interaksi sosial yang terjadi dapat bersifat positif dapat pula bersifat negatif. Interaksi sosial positif disebut pula sebagai interaksi sosial

asosiatif. Sedangkan interaksi sosial negativf disebut juga interaksi sosial disosiatif. Interaksi sosial asosiatif mengarah pada persatuan karena interaksi yang terjadi antara individu atau kelompok yang terlibat didalamnyamengarah pada persatuan.

(6)

INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF

Interaksi sosial asosiatif merupakan

interaksi sosial yang mendorong

terciptanya keteraturan sosial, yakni

interaksi yang mengarah pada

bentuk-bentuk asosiasi, seperti kerja sama,

akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.

(7)

KERJASAMA

Kerjasama yaitu bentuk utama dari proses interaksi

sosial karena pada dasarnya interaksi sosial yang

dilakukan oleh seseorang bertujuan untuk

memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama.

Berbagai bentuk kerjasama dalam berbagai

kehidupan masyarakat. Contoh kerjasama dalam

kegiatan ekonomi berbagai kegiatan produksi,

konsumsi, dan distribusi. Koperasi sekolah, PT, CV,

merupakan contoh kerjasama dalam interaksi

(8)

Ditinjau dari proses pelaksanaannya, kerjasama dapat dikelompokkan sebagai berikut.

Kerukunan yang meliputi gotong royong dan tolong-menolongBergaining, yaitu kerjasama yang dilaksanakan atas dasar

perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua organisasi atau lebih

Kooptasi, yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam

kepemimpinan pada suatu organisasi untuk menghindari kegoncangan dalam stabilitas organisasi yang bersangkutan

Koalisi yaitu, kerjasama yang dilaksanakan oleh dua organisasi atau

lebih yang memiliki tujuan yang sama.

Joint venture, yakni kerjasama saling berpatungan yang

dilaksanakan karana adanya pengusaha proyek-proyek tertentu

(9)

Berdasarkan bentuk kerjanya, kerja sama

dibagi dalam dalam beberapa macam antara

lain sebagai berikut

Kerja sama spontan, adalah kerja sama

serta-merta

Kerja sama langsung adalah kerja sama yang

dilakukan dari hasil perintah atasan atau

penguasa

Kerja sama kontak adalah kerja sama atas

dasar perintah tertentu

Kerja sama tradisional adalah kerja sama

(10)

AKOMODASI

Akomodasi yaitu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar individu dan antar kelompok untuk meredakan pertentangan. Salah satu contoh

akomodasi adalah terjadinya kerja paksa di Indonesia pada masa penjajahan Belanda dan masa penjajahan Jepang. Rakyat Indonesia bersedia melakukan kerja paksa karena merupakan pilihan paling aman untuk kehidupan mereka. Sebagai bentuk akomodasi, pemaksaan kehendak oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain disebut akomodasi pemaksaan.

Penyelesaian konflik melalui pengadilan seperti sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan antara Indonesia dan Malaysia merupakan jenis akomodasi ajudikasi. Dalam kehidupan sehari-hari terjadi penyelesaian masalah sengketa melalui pengadilan. Misalnya masalah rebutan kepemilikan lahan yang diselesaikan di pengadilan merupakan salah satu bentuk ajudikasi. Ajudikasi merupakan

(11)

Bentuk-bentuk akomodasi, antara lain sebagai berikut.

Koersi (coercion), yaitu bentuk akomodasi yang terjadi karena adanya

pelaksanaan dan pihak lain yang lebih kuat.

Kompromi (compromise), yaitu bentuk akomodasi dimana pihak yang mengalami

perselisihan mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu penyelasian.

Arbitrasi (arbitration), yaitu bentuk akomodasi yang melibatkan pihak ketiga

dalam menyelasikan suatu konflik. Dalam hal ini pihak ketiga bersifat netral.

Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian

masing-masing.

Mediasi, yaitu bentuk akomodasi yang hampir sama dengan arbitrasi, namun

pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memutuskan masalah, hanya sebagai penasihat.

Konversi (conversion),yaitu suatu konflik apabila salah satu bersedia mengalah

dan mau menerima pendirian piahk lain.

Kansiliasi,yaitu penyelesain konflik dengan jalan mempertemukan pihak-pihak

yang bertikai dimeja perundingan.

Ajudikasi,yaitu penyelesain konflik di meja pengadilan.

Stalemete,yaitu bentuk akomodasi dimana pihak yang berselisih mempunyai

kekuatan seimbang. Keduanya sadar bahwa tidak mungkin maju atau mundur, sehingga pertentangan antar keduanya akan berhenti pada satu titik.

Segregasi,yaitu upaya saling menghindar di antara pihak-pihak yang betikai untuk

(12)

Pada prinsipnya akomodasi adalah untuk:

Mengurangi pertentangan antara

orang-perorangan atau kelompok-kelompok manusia

sebagai akibat perbedaan faham.

Mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk

sementara waktu atau secara temporer.

Memungkinkan terwujudnya kerjasama antara

kelompok-kelompok sosial yang terpisah sebagai

akibat faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.

Mengusahakan peleburan antar

(13)

ASIMILASI

Asimilasi yaitu proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga

masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Asimilasi merupakan proses sosial yang ditandai adanya usaha-usaha

mengurangi perbedaan yang terdapat antara beberapa orang atau kelompok.

Sebagai contoh perkawinan antara orang dari suku Jawa dan suku

Minangkabau. Kedua suku masyarakat tersebut memiliki perbedaan dalam hal tata cara perkawinan dan berkeluarga. Masyarakat Minangkabau

memiliki tradisi warisan melalui garis ibu, sedangkan masyarakat Jawa

(14)

Faktor-faktor yang mendorong dan mempermudah proses asimilasi adalah sebagai berikut.

•Toleransi, keterbukaan, saling menghargai dan menerima unsur-unsur kebudayaan

•Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi

•Sikap menghargai orang asing dengan kebudayaannya

•Perkawinan campuran dan kelompok yang berbeda kebudayaan (amalgation)

•Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan universal.

Faktor-faktor yang menghambat terjadinya asimilasi, antara lain sebagai berikut.

•Kelompok terisolasi atau tersaing

•Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan baru yang dihadapi

•Prasangka negatif terhadap pengaruh budaya baru

•Perasaan primordial bahwa kebudayaan sendiri lebih baik daripada kebudayaan lain

•Perbedaan sangat mencolok seperti ciri-ciri ras, teknologi, dan ekonomi

•Golongan minoritas mengalami gangguan oleh penguasaan

•Perasaan grup yang kuat

Proses asimilasi timbul bila terdapat hal-hal berikut:

•Kelompok-kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya.

•Orang-perorangan sebagai warga kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu lama.

(15)

AKULTURASI

Akulturasi yaitu proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.Contoh akulturasi adalah  Bakpao banyak dijumpai di Indonesia yang memiliki isi berbeda dengan bakpao di Tionghoa.

Di negara asalnya bakpao lazimnya berisi daging babi tetapi di Indonesia berisi bahan lainnya seperti seperti daging ayam, sayuran, selai kacang ,kacang azuki, kacang hijau, dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao merupakan contoh bentuk akulturasi dalam kehidupan masyarakat kita dalam hal makanan.

Contoh akulturasi seni bangunan adalah bangunan menara Masjid Kudus di Jawa Tengah.

(16)

Dalam proses akulturasi, terdapat unsur-unsur kebudayaan yang

mudah diterima dan sekaligus terdapat unsur-unsur kebudayaan yang sulit diterima. Pada umumnya, unsur-unsur kebudayaan yang mudah diterima, meliputi:

Unsur-unsur kebudayaan yang bersifat material atau kebendaan

Unsur teknologi ekonomi yang mudah dioperasikan dan secara cepat

dapat dimanfaatkan

Unsur kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempatUnsur kebudayaan yang dampaknya tidak begitu mendalam

Sedangkan unsur-unsur kebudayaan yang sukar diterima, antara lain:

Unsur kebudayaan yang keberadaannya mendasari pola pikir

masyarakat, seperti sistem kepercayaan, sistem falsafah hidup dan agama

Unsur kebudayaan yang sudah diterima secara meluas dalam

kehidupan bermasyarakat, seperti sistem kekerabatan, mata

(17)

PATEMALISME

Patemalisme adalah penguasaan kelompok pendapatang terhadap

kelompok anak negeri. Perekonomian suatu wilayah kadang kala dikuasi oleh kelompok pendatang, bukan oleh penduduk anak negeri (pribumi). Kaum pendatang biasanya bertindak sebagai penguasa atau pemilik

modal, sedangkan penduduk pribumi sebagai buruh atau pekerja.

Kondisi ini sudah berakar jauh pada masa penjajahan dimana bangsa Belanda (sebagai kelompok pendatang) menguasai bangsa Indonesia

(sebagai penduduk pribumi). Penguasaan ini tidak pada bidang ekonomi ataupun perdagangan, tetapi juga di bidang pertanahan, permodalan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Masalah sosial seperti ini

(18)

INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF

Interaksi sosial yang bersifat disosiatif

mengarah kepada bentuk pertentangan

atau konflik yang berwujud persaingan,

kontravensi, pertikaian, dan konflik.

Bentuk-bentuk interaksi sosial disosiatif

terdiri dari persaingan, kontravensi,

(19)

PERSAINGAN

Persaingan merupakan bentuk interaksi disosiatif yang banyak kita temukan di lingkungan kehidupan kita. Di dalam sebuah

pertandingan, pasti kita menemukan persaingan. Persaingan

merupakan perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara

kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.

Dalam arti sempit, pasar diartikan sebagai tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan jual beli barang/jasa. Dalam pasar setiap penjual bersaing untuk mendapatkan pembeli paling

(20)

Berikut ini adalah macam-macam contoh persaingan.

•Contoh persaingan dalam bidang ekonomi : Persaingan antara produsen

barang sejenis dalam merebut pasar yang terbatas

•Contoh persaingan dalam sesuatu kedudukan : Persaingan untuk

menduduki jabatan strategis

•Contoh persaingan dalam hal kebudayaan : Persaingan dalam

menyebarkan ideologi, pendidikan, dan unsur kebudayaan yang lain

Persaingan memiliki fungsi antara lain sebagai berikut.

•Menyalurkan keinginan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut

dipenuhi, padahal sulit dipenuhi seluruhnya secara serentak. Contohnya, membangun jalan desa atau memperbaiki pos keamanan di permukiman

•Menyalurkan kepentingan dan nilai dalam masyarakat, paling utama

kepentingan dan nilai dengan menimbulkan konflik. Contohnya, dalam Provinsi Aceh warganya tidak boleh berpakaian minim ataupun pendek, mereka harus berpakaian islami

•Menyeleksi individu dengan pantas memperoleh kedudukan dan peran

(21)

KONTRAVENSI

Kontravensi adalah proses persaingan yang

ditandai oleh gejala ketidakpastian mengenai

pribadi seseorang dan perasaan tidak suka

yang disembunyikan terhadap kepribadian

seseorang. Kontravensi merupakan bentuk

interaksi sosial yang berada di antara

(22)

Dilihat dari prosesnya, kontravensi mencakup lima

proses berikut.

Proses yang umum, yakni adanya penolakan,

keengganan, gangguan terhadap pihak lain,

pengacauan terhadap rencana pihak lain, dan

sebagainya

Kontravensi sederhana, seperti memaki-maki,

menyangkal pihak lain, mencerca, memfitnah, dan lain

sebagainya

Kontravensi yang intensif, seperti penghasutan,

penyebaran desas-desus, dan sebagainya

Kontravensi yang bersifat rahasia, seperti

mengumumkan rahasia pihak lain, berkhianat, dan

lain sebagainya

Kontravensi yang bersifat taktis, seperti intimidasi,

(23)

PERTENTANGAN

Pertentangan atau konflik adalah suatu perjuangan individu atau kelompok sosial untuk

memenuhi tujuannya dengan jalan menantang pihak lawan. Konflik biasa terjadi dengan disertai ancaman atau kekerasan. Konflik terjadi karena adanya perbedaan pendapat, perasaan individu, kebudayaan, kepentingan baik kepentingan individu maupun kelompok, dan terjadinya

perubahan-perubahan sosial yang cepat dengan menimbulkan disorganisasi sosial.

Perbedaan-perbedaan ini akan memuncak menjadi pertentangan karena keinginan-keinginan individu tidak dapat diakomodasikan. Akibatnya, tiap individu atau kelom berusaha

menghancurkan lawan dengan ancaman atau kekerasan. Pertentangan kebanyakan yang berperan adlaam perasaan. Persaan dapat mempertajam adanya perbedaan sehingga kedua pihak berusaha saling menghancurkan. Contohnya perasaan yang menimbulkan konflik adalah benci, iri dan sentimen. Pertentangan tidak selalu bersifat negatif. Pertentangan menjadi alat untuk menyesuaikan norma-norma yang telah ada sesuai dengan perkembangan masyarakat. Pertentangan juga menghasilkan suatu kerja sama karena kedua pihak saling introspeksi untuk mengadakan perbaikan-perbaikan. Contoh dampak positif pertentangan (konflik) adalah

(24)

Pertentangan memiliki bentuk-bentuk khusus antara lain sebagai berikut

Pertentangan pribadi adalah individu yang sejak mereka mulai

berkenalan sudah tidak saling menyukai. Awal buruk dikembangkan akan menimbulkan kebencian. Masing-masing pihak akan berusaha menghancurkan pihak lain

Pertentengan rasial, adalah pertentangan yang terjadi karena

kepentingan kebudayaan. Keadaan bertambah buruk jika terdapat salah satu ras yang menjadi golongan minoritas

Pertentangan antarkelas sosial adalah pertentangan yang terjadi

karena terdapat perbedaan kepentingan, misalnya perbedaan kepentingan antara majikan dengan buruh

Pertentangan politik adalah pertentangan yang terjadi

antargolongan dalam masyarakat antara negara-negara berdaulat. Contohnya pertentangan yang terjadi antarpartai politik menjelang pemilu atau pertentangan antarnegara

Pertentangan yang bersifat internasional , adalah pertentangan

yang disebabkan oleh kepentingan yang lebih luas menyangkut

kepentingan nasional dan kedaulatan masing-masing negara . Jika

(25)

KATA PENUTUP

Demikianlah, presentasi kami mengenai “Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial” pada sore hari ini. Kita telah melihat bentuk-bentuk interaksi sosial dari interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial disosiatif. Dari

interaksi sosial asosiatif kita juga melihat secara rinci macam-macamnya demikian juga interaksi sosial disosiatif.

Semoga, apa yang telah kami jelaskan di depan kelas kepada teman-teman kami ini bisa menambah wawasan kita mengenai bentuk-bentuk interaksi sosial. Dan semoga juga apa yang telah kami presentasi kepada tidak hanya diingat ketika kami menjelaskan tetapi diingat sampai

kapanpun karena mungkin, bentuk-bentuk interaksi sosial akan keluar di ujian-ujian sekolah yang tidak lama lagi akan kita laksanakan. Jika ada kesalahan selama kami menjelaskan kami memohon maaf, karena

(26)

TERIMA

KASIH

Gambar

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Download now (26 pages)