• Tidak ada hasil yang ditemukan

104 1 10 20180521 ##common.downloadPdf##

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "104 1 10 20180521 ##common.downloadPdf##"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERANCANGAN SISTEM LEGER JALAN DAN JEMBATAN

BERBASIS WEB GIS

Hambali

1

, Arie Yandi Saputra

2

1Sistem Informasi, STMIK ROYAL Kisaran

2Sistem Informasi, STMIK Bina Nusantara Jaya Lubuklinggau Sumatera Selatan

e-mail: [email protected], [email protected]

Abstract

Roads and bridges as one of the main development areas of the development sector has a big role in supporting the realization of development facilities, especially in supporting the development activities of the production sector and the jasadi of a region. Once the importance of this road function requires the government to have a strategy of planning and handling the road quickly, precisely and accurately. This of course requires the availability of information on historical data of roads and bridges and their conditions in accordance with the actual circumstances. the government through the Minister of Public Works Regulation No.78 / PRT / M / 2005 has provided legal instruments on the legislative guidelines of the road. Leger road is a document that contains data about the development of a road segment but, the implementation of the current road lager is still done with paperbased so it is considered less follow the development of the era. The focus of this research is more on making the application of Gis Web-based street leger to support government performance in expanding the access of information about road and bridge history so that development and also road improvement will be easier to do.

Keywords : GIS, Leger Jalan, Google Maps.

1. PENDAHULUAN

Jalan dan jembatan sebagai salah satu prasana utama sektor pembangunan memiliki peranan besar dalam mendukung terwujudnya sarana pembangunan terutama dalam mendukung kegiatan pembangunan sektor produksi dan jasadi suatu wilayah. Begitu pentingnya fungsi jalan ini menuntut pemerintah untuk mempunyai suatu strategi perencanaan dan penanganan jalan yang cepat, tepat dan akurat. Hal ini tentu sangat memerlukan ketersediaan informasi data historis jalan dan jembatan beserta kondisinya yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Pada tahun 2005, pemerintah melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No.78/PRT/M/2005 telah memberikan instrument hukum mengenai pedoman leger jalan. Leger jalan adalah adalah dokumen yang memuat data mengenai perkembangan suatu ruas jalan [1]. Perkembangan suatu ruas jalan yang dimaksud adalah pelebaran, pembangunan, atau peningkatan kapasitas [2]. Leger jalan sekurang-kurangnya memuat data identitas jalan, data jalan, peta lokasi ruas jalan, data rumija, serta data aset jalan. Leger jalan juga berfungsi untuk mendukung pencatatan aset jalan, pembuatan sertifikat, perencanaan konstruksi, dan syarat laik fungsi jalan. Untuk itu, dengan adanya leger jalan ini pemerintah dapat dengan mudah memperoleh histori jalan dan jembatan sehingga pelaksanaan perbaikan maupun pengembangan jalan dapat dengan mudah dilakukan karena telah memiliki dokumen panduan yang lengkap dan akurat.

Seiiring dengan pekembangan teknologi informasi sekarang ini tentunnya pemerintah dituntut untuk terus berinovasi dalam peningkatan

kinerja. Penerapan leger jalan yang masih berbasis paperbased hingga sekarang ini sudah dinilai kurang mengikuti perkembangan jaman karena akses informasi lager jalan sangat terbatas, untuk itu penerapan aplikasi lager jalan perlu dikembangkan ke berbasis aplikasi. Salah satu teknologi yang tepat adalah dengan menerapkan sistem informasi geografis.

Sekarang ini, banyak sekali aplikasi yang dapat membantu dalam pembuatan GIS, seperti ArcView, Mapinfo atau pun menggunakan aplikasi web gis salah satunya adalah google maps. Aplikasi webgis berbasis google maps dapat dijadikan sebuah solusi untuk memperluas akses informasi histori jalan dan jembatan bagi dinas Pekerjaan Umum, karna google maps selain telah menyediakan API yang memudahkan pengembang dalam memodifikasi peta google maps, google maps juga dapat digunakan secara bebas dan gratis.

2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Leger Jalan

Menurut Peraturan Menteri No 78/PRT/M/2005 lager jalan merupakan dokumen yang memuat data dan informasi mengenai perkembangan suatu ruas jalan atau jembatan. Beberapa hal yang perlu diinventarisasi dalam leger jalan adalah sebagai berikut :

1. Data identitas jalan yang meliputi nomor dan nama jalan / jembatan, nama pengenal, titik awal dan titik akhir, fungsi jalan, status dan kelas jalan

2. Data fisik dan data teknis jalan atau jembatan

(2)

2 koordinat persimpangan, dan koordinat

jembatan.

4. Data ruang milik jalan meliputi luas lahan, data perolehan lahan.

5. Data lainnya yang meliputi tanggal dibukanya jalan, tanggal selesai diwujudkan, nilai jalan, dan pembiayaan.

2.2 Sistem Informasi Geografis

Definisi Sistem Informasi Geografis selalu berkembang, bertambah dan bervariasi. Hal ini telihat dari banyaknya definisi SIG yang telah beredar. Selain itu, GIS juga merupakan suatu kajian ilmu dan teknologi yang relative baru, digunakan oleh berbagai bidang disiplin ilmu, dan berkembang dengan cepat.

GIS pertama kali dikenal di Indonesia tahun 1972 dengan nama data banks for development [3] Sistem Informasi Geografis (GIS) atau Geography Information System (SIG) merupakan gabungan dari tiga unsur pokok sistem, informasi, geografis. SIG lebih menekankan pada unsur informasi geografis yaitu suatu kesatuan formal yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan objek – objek yang terdapat dipermukaan bumi [4].

Sistem Informasi Geografis dibagi menjadi dua kelompok yaitu system manual (analog),dan sistem otomatis(yang berbasis digital komputer). Perbedaan yang paling mendasar terletak pada cara pengelolaannya. Sistem Informasi manual biasanya menggabungkan beberapa data seperti peta, lembar transparansi untuk tumpang susun (overlay), foto udara, laporan statistik dan laporan survey lapangan. Kesemua data tersebut dikompilasi dan di analisis secara manual dengan alat tanpa komputer. Sedangkan GIS otomatis telah menggunakan komputer sebagai sistem pengolah data melalui proses digitasi. Sumber data digital dapat berupa citra satelit atau foto udara digital serta foto udara yang terdigitasi.

Data geografis yang dimaksud diatas adalah data spasial yang terdiri atas lokasi suatu geografi yang diset ke dalam bentuk koordinat yang ciri-cirinya adalah [5] :

a. Memiliki atribut geometri seperti koordinat dan lokasi.

b. Terkait dengan aspek ruang seperti kota dan kawasan pembangunan

c. Berhubungan dengan semua fenomena yang terdapat di bumi, misalnya data, kejadian, gejala, dan objek.

d. Dipakai untuk maksud – maksud tertentu, misalnya analisis, pemantauhan ataupun pengelolaan. juga menawarkan perencana rute dan pencari. [6].

Google Maps digunakan pertama kali pada tahun 2005 pada pemetaan online word wide web. Google Maps menyediakan services yang dapat diakses melalui Google MapsAPI berbasis javascript dan XML [7]. Pada Google Maps terdapat lima (5) library yang dapat digunakan dalam proses pemetaan yaitu [8]:

a. AdSense Library, library yang digunakan untuk memasukkan konteks baris iklan yang ditampilkan kepada pengguna. b. Drawing Library, library yang digunakan

untuk menggambar polygon, polyline, lingkaran, dan marker pada peta.

c. Geometry Library, library yang digunakan untuk melakukan perhitungan nilai skala geometris pada peta.

d. Places Library, library yang digunakan untuk melakukan pencarian tempat sesuai dengan koordinat yang ditentukan. Visualization Library, library yang digunakan untuk memberikan informasi data atribut lokasi pada visual data.

3. METODOLOGI

Tahapan penelitian Sistem Leger Jalan berbasis WebGis dilakukan berdasarkan siklus Sistem Life Cycle (SLC). Tahapan yang ada pada model SLC terdiri dari 5 bagian yaitu, perancangan, analisis sistem, desain sistem, pengujian dan evaluasi, serta implementasi.[9]

Gambar 1. Model SLC

(3)

3 1. Tahap Perencanaan

Tahap ini merupakan tahap dalam melakukan pengumpulan data serta mempelajari proses bisnis dari kegiatan pencatatan lager jalan dan jembatan. 2. Tahap analisis

Adapun beberapa kegiatan pada tahap analisis, yaitu melakukan analisa data serta kebutuhan sistem berdasarkan jenis pengguna sistem. Analisis ini menghasilkan kebutuhan fungsional sistem.

3. Tahap Perancangan

Setelah analisis dilakukan, maka hasil analisis tersebut harus dituangkan dalam bentuk perancangan. Dalam tahap perancangan ini, peneliti membagi beberapa jenis perancangan atau desain, yaitu :

a. Desain input b. Desain output c. Desain Basis data

d. Desain fungsi atau proses. 4. Tahap Implementasi

Implementasi pada apikasi gis ini dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan MySql serta memanfaatkan teknologi google map API sebagai peta digitalnya.

5. Tahap Penggunaan dan pengujian sistem Pengujian dilakukan untuk mendeteksi kesalahan serta memastikan setiap input yang dimasukan menghasilkan output yang diharapkan. Dalam pengujian ini peneliti menggunakan metode black box

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Diera sekarang ini ketersediaan data dan informasi jalan maupun jembatan dalam bentuk yang telah terkomputerisasi dan bersifat mobile merupakan sesuatu suatu keniscayaan, hal ini karenakan akses informasi yang semakin berkembang dapat mendukung hal tersebut. Selain itu, informasi yang cepat dan akurat menjadi nilai lebih dalam mendukung kepentingan pengambilan keputusan untuk melakukan perencanaan maupun penanganan ruas jalan dengan cepat, tepat dan akurat. Mengingat bahwa jalan merupakan suatu data yang bersifat keruangan (spatial), maka sistem leger jalan dapat kembangkan dengan berbasiskan web GIS. Hal ini cukup beralasan, karena google maps yang merupakan salah satu penyedia layanan peta digital terus mengembangan teknologi nya sehingga masyarakat atau pun pemerintah dapat memanfaatkan teknologi tersebut guna mendukung kinerjanya.

4.1 Arsitektur Sistem

Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini memfokuskan pada pembangunan perangkat lunak

sistem leger jalan dan jembatan yang benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan pengguna yang mampu menyediakan informasi lager jalan berbasiskan web gis.

Berikut gambar arsitektur sistem aplikasi leger jalan berbasis webgis

Gambar 2. Arsitektur Sistem Web Gis

Dari arsitektur sistem yang terlihat pada gambar 2 maka dapat diktahui bahwa User dapat berkomunikasi dengan sistem melalui web browser, apabila situs webgis ini dibuka, maka akan menampilkan konten web berupa informasi leger jalanyang terdapat pada web server. Aplikasi webgis inilah yang akan berinteraksi secara interaktif dengan pengguna, apabila pengguna melakukan suatu perintah, maka eksekusinya akan diproses di browser atau web server, dan apabila terdapat permintaan dari aplikasi untuk mengakses database, maka database tersebut akan dipanggil ke dalam program yang diambil dari web server, lalu dilakukan request data yang diminta ke server Google Maps. Hasilnya adalah berupa gambar peta, serta objek- objek yang dimiliki oleh peta Google Maps yang selanjutnyaakan dikembalikan ke web browser berupa tampilan peta yang memiliki point-poin, data polyline yang menggambarkan ruas jalan yang dimintadidalamnya Aplikasi web GIS ini memiliki empat fitur utama yaitu menampilkan lokasi berdasarkan ruas jalan, pencarian lokasi, menampilkan informasi ruas jalan dan jembatan serta output berupa data yang telah di convert ke dalam aplikasi ms.excel sehingga dapat memudahkan user membuat laporan. Berikut merupakan struktur aplikasi leger jalan berdasarkan masing-masing level pengguna : a. Struktur Pengguna Administrator aplikasi

Struktur Administrator merupakan gambaran secara umum mengenai hal-hal yang dapat dilakukan oleh administrator sistem. Tugas utama administrator sistem adalah melakukan pengolahan data jalan dan jembatan. Isian data jalan dan jembatan ini mengacu pada peraturan menteri mengenai leger jalan yang secara umum terdiri dari identitas jalan, data kelompok jalan, lokasi, kondisi, data teknis dan koordinat.

(4)

4

Gambar 3. Strukur Administrator Sistem

b. Struktur Pengguna Pimpinan

Struktur Administrator merupakan gambaran secara umum mengenai hal-hal yang dapat dilakukan oleh pimpinan atau pengambil kebijakan. Dalam akun pimpinan, aplikasi menyediakan menu berupa tampilan leger jalan dan jembatan serta tampilan peta ruas jalan dan jembatan yang telah diinput oleh administrator sistem.

Sama halnya dengan administrator sisten, pimpinan juga dapat mengakses akunya wajib melakukan login dengan menggunakan username dan password yang dimiliki. Gambar 4 merupakan bagan struktur pengguna pimpinan.

Gambar 4. Strukur Administrator Pimpinan

4.2 Aplikasi Leger Jalan Berbasis Web Gis

Aplikasi leger jalan berbasis web gis telah di buat sesuai dengan arsitektur dan struktur pengguna sistem. Berdasarkan arsitektur pengguna, aplikasi ini terdiri dari 2 user yaitu pengguna sebagai administrator yang memiliki akses penuh dalam melakukan pengelolaan data jalan dan jembatan, serta pengguna sebagai pimpinan atau yang memiliki akses untuk melihat informasi lager jalan yang telah di kelolah oleh administrator.

Berikut tampilan akun administrator yang didalamnya terdapat menu kelolah data jalan, kelolah data jembatan.

Gambar 5. Halaman Akun Administrator

Pada halaman akun administrator terdapat menu pengelolaan data jalan dimana pada menu tersebut terdapat dua navigasi yaitu navigasi add data dan view data. Navigasi add data berfungsi untuk menginput data leger jalan. Data leger jalan disesuaikan dengan kebutuhan data yang mengacu pada pedoman leger jalan yang dikeluarkan oleh pemerinta, yaitu data identitas jalan, data kodefikasi kelompok jalan, data lokasi, data kondisi jalan, data teknis yang berisikan informasi tipe dan struktur jalan, terakhir data koordinat.

Gambar 6 merupakan tampilan halaman navigasi add data pada menu data jalan.

Gambar 6. Form Input Data Jalan

Untuk menu view data berfungsi sebagai tampilan hasil inputan data jalan. Pada menu ini terdapat informasi umum data jalan yang telah berhasil disimpan ke database.

(5)

5

Gambar 7. Form View Data Jalan

Setelah data jalan diinputkan, maka selanjutnya administrator dapat melakukan penentuan lokasi jalan dengan cara memasukan data koordinat jalan melalui menu add map pada halaman view data jalan. Tampilan form koordinat jalan dapat dilihat pada gambar 8.

Gambar 8. Form Koordinat Jalan

Cara pengoperasian form ini dilakukan dengan cara mengklik peta yang telah disediakan oleh google maps pada aplikasi lager jalan ini. Penginputan data dapat dilakukan dengan 3 jenis keadaan jalan yaitu baik, rusak sedang atau rusak berat

Gambar 9. Form Jenis Keadaan jalan

Aplikasi ini mendukung penginputan data koordinat jalan dengan berbagai jenis jalan dalam

satu ruas jalan sehingga apabila pada ruas jalan tertentu terdapat 2 jenis jalan yaitu jalan baik dan jalan rusak maka administrator ketika menginputkan data harus memilih jenis jalan pada icon point di form koordinat jalan seperti yang tampak pada gambar 10.

Gambar 10. Contoh Ruas Jalan berdasarkan jenis kondisi jalan

Untuk pengelolaan data jembatan, proses yang dilalui sama dengan proses pengolahan data jalan. Administrator harus terlebih dahulu menginputkan data jembatan. Data yang dimasukan menyesuaikan standar pada pedoman data leger jembatan seperti yang tampak pada gambar 11.

Gambar 11. Form Input Data Jembatan

Setelah proses input data jembatan dilakukan dan berhasil tersimpan kedalam database, maka selanjutnya administrator melakukan penentuan lokasi jembatan melaui menu view data jembatan dengan cara mengklik menu add map.

(6)

6

Gambar 12. Form Input Koordinat Jembatan

Berbeda dengan data jalan yang dibentuk berdasarkan polyline sehingga terbentuk ruas jalan, maka data jembatan menggunakan point. Selain itu, administrator dapat juga menambahkan foto jembatan pada menu input koordinat jembatan. Gambar tersebut akan ditampilkan pada akun pimpinan sebagai tampilan hasil pengelolaan data yang dilakukan oleh administrator.

Ketika administrator telah melakukan seluruh proses penginputan data jalan serta data koordinat jalan maupun jembatan maka pimpinan atau pengambil keputusan dapat melihat informasi hasil inputan atau leger jalan pada akun pimpinan. Berikut merupakan tampilan leger jalan yang telah di sajikan dalam bentuk aplikasi web gis.

Gambar 13. Tampilan Data Jalan

Pada halaman ini, pimpinan selain dapat melihat ruas jalan yang disajikan melalui aplikasi google maps, pimpinan juga dapat melihat informasi leger jalan seperti data identitas jalan, kondisi atau teknis dan koordinat. Tampilan informasi jalan dapat dillihat pada gambar 15

Gambar 14. Informasi Leger Jalan

Informasi lager jalan ini disajikan dalam bentuk tabed sehingga memudahkan pengguna dalam melihat informasi data jalan tersebut.

Gambar 16 merupakan tampilan leger untuk menyajikan informasi jembatan. Secara umum, tampilan informasi leger jembatan tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Dimana tampilan tersebut dijadikan dalam dua kolom yaitu kolom untuk tampilan peta lokasi, dan kolom informasi jembatan.

Gambar 15. Tampilan Data Jembatan

Gambar 16. Informasi Leger Jembatan

4.3 Pengujian Aplikasi

(7)

7 dengan baik, dan hasil outputnya sesuai dengan

apa yang diharapkan. Berikut bentuk hasil pengujian black box yang dilakukan.

N pembahan yang telah dikemukakan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa pembuatan lager jalan untuk keperluan data hitori jalan dan jembatan dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi weg gis dengan menggunakan google maps sebagai penyedia layanan peta digital. Informasi yang disajikan dalam aplikasi ini, telah menyesuaikan pedoman penyusunan leger jalan yang di publikasi oleh kementrian Pekerjaan Umum sehingga informasi leger jalan tersebut sudah standar. Secara fungsi, aplikasi yang dikembangkan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan dan fungsinya.

6. DAFTAR PUSTAKA

Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 78/PRT/M/2005. Tentang Leger Jalan.

A. Ayu Widya (2017). “Ditjen Bina Marga Gelar Bimbingan Teknis Leger Jalan”. Internet:http://103.12.84.55/bm/index.php/ produk/jaringan-jalan/jaringan-jalan- tahun-2009/381-ditjen-bina-marga-gelar-bimbingan-teknis-leger-jalan, Aug. 05, 2016

B. Purmadipta (2015), "Sistem Informasi Geografis Perumahan dan Fasilitas Sosial Terdekat dengan Metode Haversine Formula," Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JustIN), vol. 4, no. 1, p. 17

Kirom, M. et al (2014). Sistem Informasi Geografis Pemetaan Suara Pemilu Kada Berbasis Open Source di Kabupaten Jombang,Jurnal Ilmiah Edutic, vol. 1 no. 1

D. Apriadi Dan A.Y. Saputra (2016). “Sistem Informasi Geografis lokasi fasilitas umum berbasiskan layanan lokasi (Location

Based Service),” in Proc. KeTIK, pp.

123-127

Harri. W, et al. Sistem Informasi Potensi Industri di Kabupaten Bantul Berbasis Geographic Information System Dan Location Based Service, jurnal script vol.1no.2.

(8)

8 International Journal of Information and

Communication Technology Research,vol. 3, no. 3, pp. 102-110

L. G. S. Handayani, I. N. Piarsa and K. S. Wibawa (2015), "Sistem Informasi Geografis Pemetaan Jalan Desa Berbasis Web," Jurnal Lontar Komputer, vol. 6, no. 2, pp. 128-137, 2015.

Arie Y.S. and Robi Y (2015). “E-Voting Berbasis WEB dan WAP dalam Pemilihan Kepala

Desa Kabupaten Musi Rawas.” Jurnal

Gambar

Gambar 1. Model SLC
Gambar 2. Arsitektur Sistem Web Gis
Gambar 6. Form Input Data Jalan
Gambar 10. Contoh Ruas Jalan berdasarkan jenis kondisi jalan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Terlihat dalam proses pembelajaran siswa hanya diam mendengarkan penjelasan guru, tidak ada yang bertanya dan tidak ada yang berani menjawab pertanyaan guru

Hasil penelitian menunjukkan bahwa, konsentrasi total pestisida organoklorin dalam air laut berkisar antara 0,329 - 28,513 ppt, konsentrasi yang tinggi (> 10

Menurut asumsi peneliti, untuk menciptakan tenaga kerja yang sehat dan produktif sesuai dengan misi perusahaan yang ingin meningkatkan kemampuan perolehan laba, maka

Salah satu bentuk kekerasan simbolik dalam teks Wandiudiu adalah adanya cita-cita pengarang akan kepatuhan anak kepada orang tuanya. Ide ini disampaikan secara

Sedangkan aktivitas siswa selama proses pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD juga mengalami peningkatan dari siklus I yakni 54,17%

“ Salah satu Upaya pemerintah yaitu membuat Perda, upaya-upaya ini sudah sejak lama kita lakukan yaitu pembuatan perda no 2 tahun 2008, disitu juga diatur tentang

 Rule of law   merupakan institusi sosial yang memiliki struktur sosiologi yang khas dan akar budaya yang khas pula. Rule of law    juga merupakan legalisme yaitu suatu