DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
RISALAH RAPAT
RAPAT KERJA KOMISI X DPR RI DENGAN MENTERI PENDIDIKAN KEBUDAYAAN RISET DAN TEKNOLOGI REPUBLIK INDONESIA
Tahun Sidang : 2020-2021 Masa Persidangan : V
Rapat Ke- Jenis Rapat
: 1
: Rapat Kerja Sifat Rapat
Hari/Tanggal
: Terbuka
: Kamis, 3 Juni 2021
Waktu : Pukul 09.00 WIB s.d. 11.55 WIB Tempat : Ruang Rapat Komisi X DPR RI
(secara Fisik dan Virtual)
Ketua Rapat : AGUSTINA WILUJENG PRAMESTUTI, S.S./
Wakil Ketua Komisi X DPR RI
Acara 1. Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L dan RKP Tahun 2022
2. Lain-lain
Sekretaris Rapat : DADANG PRAYITNA, S.IP., M.H. / Kabag Sekretariat Komisi X DPR RI
Hadir : Pimpinan:
1. H. SYAIFUL HUDA
2. AGUSTINA WILUJENG PRAMESTUTI, S.S.
3. Dr. Ir. HETIFAH SJAIFUDIAN, MPP 4. DEDE YUSUF M.E, S.T., M.I.Pol.
5. DR. H. ABDUL FIKRI FAQIH
Anggota:
Fraksi PDI PERJUANGAN 6. dr. SOFYAN TAN 7. PUTRA NABABAN (I) 8. MY ESTI WIJAYATI
9. PUTI GUNTUR SUKARNO, S.IP.
10. DR. AHMAD BASARAH (I)
11. M. GURUH IRIANTO SUKARNO PUTRA (I) 12. RANO KARNO, S.IP.
13. Dr. ANDREAS HUGO PAREIRA 14. Dra. ADRIANA CHARLOTTE
DONDOKAMBEY, M.Si.
15. VANDA SARUNDAJANG
Fraksi Partai GOLKAR
16. FERDIANSYAH, S.E., M.M.
17. Dr. H. A. MUJIB ROHMAT, M.H.
18. H. MUHAMMAD NUR PURNAMASIDI 19. DR. Drs. ADRIANUS ASIA SIDOT, M.Si.
20. ADRIAN JOPIE PARUNTU
21. ROBERT JOPPY KARDINAL, SAB.
Fraksi Partai GERINDRA
22. Prof. Dr. Ir. DJOHAR ARIFIN HUSIN 23. Hj. HIMMATUL ALIYAH, S.Sos., M.Si. (I) 24. Ir. H. NUROJI
25. ALI ZAMRONI, S.Sos. (I) 26. MARTINA, S.I.Kom., M.Si. (I) 27. H. MUHAMMAD NUR (I)
28. ELNINO M. HUSEIN MOHI, S.T., M.Si.
Fraksi Partai NASDEM
29. RATIH MEGASARI SINGKARU, M.Sc.
30. RIAN FIRMANSYAH, S.Pd.
31. LESTARI MOERDIJAT 32. EVA STEVANY RATABA (I)
33. Dra. Hj. TINA NUR ALAM, M.M. (I)
Fraksi PKB
34. Dr. H. MUHAMMAD KADAFI, S.H., M.H.
35. H. ACEP ADANG RUHIAT, M.Si.
36. Drs. H. BISRI ROMLY, M.M.
37. MUH. HASSANUDIN WAHID
38. Drs. H. ANDI MUAWIYAH RAMLY, M.Si.
Fraksi Partai DEMOKRAT
39. A. S. SUKAWIJAYA ALIAS YOYOK SUKAWI 40. Ir. BRAMANTYO SUWONDO, M.M.
41. DEBBY KURNIAWAN, S.Kom. (I) 42. ANITA JACOBA GAH, S.E.
Fraksi PKS
43. Hj. LEDIA HANIFA AMALIAH, S.Si., M.Psi.T.
44. H. MUSTAFA KAMAL, S.S.
45. DR. H. FAHMI ALAYDROES, M.M., M.Ed.
46. Hj. SAKINAH ALJUFRI, S.Ag. (I)
Fraksi PAN
47. Hj. DEWI CORYATI, M.Si.
48. DESY RATNASARI, M.Si., M.Psi.
49. Prof. Dr. ZAINUDDIN MALIKI, M.Si.
50. MITRA FAKHRUDDIN, MB
Fraksi PPP
51. Hj. ILLIZA SAADU/DIN DJAMAL, S.E.
52. ROJIH (I)
Pemerintah 1. NADIEM MAKARIM, B.A., M.B.A. (Mendikbud- ristek RI)
2. Prof. AINUN NA’IM, Ph.D. (Sekjen Kemendikbud-ristek RI)
3. Dr. IWAN SYAHRIL, Ph.D. (Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud-ristek RI) 4. JUMERI, S.TP., M.Si. (Dirjen PAUD, Pendidikan
Dasar dan Pendidikan Menengah Kemendikbud-ristek RI)
5. WIKAN SAKARINTO, S.T., M.Sc., Ph.D. (Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud-ristek RI) 6. Prof. Ir. NIZAM, M.Sc., DIC., Ph.D. (Dirjen
Pendidikan Tinggi Kemendikbud-ristek RI) 7. HILMAR FARID, Ph.D. (Dirjen Kebudayaan
Kemendikbud-ristek RI)
8. CHATARINA MULIANA GIRSANG, S.H., S.E., M.H. (Irjen Kemendikbud-ristek RI)
9. ANINDITO ADITOMO, S.Psi., M.Phil., Ph.D.
(Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbud-ristek RI)
10. Prof. ENDANG AMINUDIN AZIZ, MA., Ph.D.
(Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud-ristek RI)
11. PRAMODA DEI SUDARMO, MBA., MPA. (Staf Khusus Mendikbud-ristek Bidang Kompetensi dan Manajemen)
12. MUHAMAD HEIKAL, S.Ip., MPC. (Staf Khusus Mendikbud-ristek Bidang Komunikasi dan Media)
13. FIONA HANDAYANI, MBA. (Staf Khusus Mendikbud-ristek Bidang Isu-isu Strategis) 14. HAMID MUHAMMAD, M.Sc., Ph.D. (Staf
Khusus Mendikbud-ristek Bidang Pembelajaran) 15. JURIST TAN, B.A., MPA/ID. (Staf Khusus
Mendikbud-ristek Bidang Pemerintahan) 16. Beserta Jajaran
KETUA RAPAT/F-PDI PERJUANGAN (AGUSTINA WILUJENG PRAMESTUTI, S.S.):
Salam sejahtera untuk kita semua.
Selamat pagi.
Saudara Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI yang kami hormati beserta jajarannya.
Pak Ketua, Ibu Hetifah, teman-teman Pimpinan yang lain yang mungkin ada di Zoom.
Serta seluruh Anggota Komisi X yang terhormat.
Hadirin sekalian yang berbahagia.
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada kesempatan ini kita bisa bertemu untuk melaksanakan rapat kerja dengan saudara Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi dalam keadaan sehat walafiat. Sekretariat melaporkan sudah ada 27 anggota serta 9 fraksi yang hadir. Dengan demikian ketentuan dalam Pasal 281 ayat (1) Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib telah terpenuhi. Maka perkenankan membuka rapat kerja hari ini dan rapat dinyatakan terbuka untuk umum.
(RAPAT DIBUKA PUKUL 10.15 WIB) Bapak/Ibu yang kami hormati.
Agenda rapat hari ini adalah Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RKA K/L atau RKP Tahun Anggaran 2022, hanya itu saja satu saja. Apakah bisa disetujui?
RAPAT: SETUJU Terima kasih.
Sebelum saudara Menteri menyampaikan paparannya dari meja Pimpinan mengingatkan kembali bahwa berdasarkan Pasal 98 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2014, tentang Perubahan Atas Undang- Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Tugas komisi di bidang pengawasan adalah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang termasuk APBN serta peraturan pelaksanaannya yang termasuk dalam ruang lingkup tugas komisi. Atas dasar pasal yang telah kami bicarakan maka raker ini merupakan perwujudan amanat undang-undang tersebut.
Rapat kerja hari ini merupakan Pembahasan Pendahuluan RKP Kemendikbud-ristek RI Tahun 2022 dalam RUU tentang RAPBN Tahun Anggaran 2022. Pembahasan lebih intens akan dilaksanakan setelah Presiden RI menyampaikan Nota Keuangan RAPBN Tahun Anggaran 2022 pada Sidang Paripurna 16 Agustus tahun 2021. Tema rencana kerja pemerintah tahun 2022 masih berkisar pemulihan ekonomi dan reformasi
struktural. Namun demikian penyusunan RKP tetap memperhatikan prinsip kebersamaan, berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, serta kemandirian dengan menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan Nasional sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan memperhatikan rencana pembangunan jangka menengah nasional tahun 2020-2024.
Bapak/Ibu hadirin yang kami hormati.
Saat ini kondisi makro Indonesia masih dalam proses penyesuaian menata kehidupan masyarakat menuju kenormalan baru sebagai dampak pandemi Covid-19. Penataan kembali mobilitas dan kegiatan masyarakat yang sempat berhenti khususnya pada sektor ekonomi, industri, pariwisata, olahraga dan lain sebagainya berakibat pada meningkatnya angka pengangguran, kemiskinan, dan pada akhirnya menimbulkan kontraksi pada pertumbuhan ekonomi Nasional. Keadaan ini harus dikendalikan dan menjadi keharusan bagi pemerintah untuk melakukan orientasi baru dalam perencanaan pembangunan pada tahun 2022.
Pembangunan bidang pendidikan tidak terkecuali harus menyiapkan kebijakan kenormalan baru, di mana masyarakat pendidikan diharuskan untuk hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19 dan tetap memperhatikan segala aspek protokol kesehatan. Pembelajaran jarak jauh dan pembelajaran tatap muka terbatas adalah kebijakan pendidikan dalam kenormalan baru yang harus segera dilaksanakan.
Bapak/Ibu hadirin yang kami hormati.
RKP Kemendikbud-ristek RI dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022 merupakan jabaran pelaksanaan amanat undang-undang bidang pendidikan dan kebudayaan antara lain : Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kebijakan terkait mutu akses dan relevansi pendidikan harus dijabarkan dalam pokok-pokok perencanaan kerja Kemendikbud-ristek RI di mana kebudayaan seharusnya menjadi haluan dalam pembangunan pendidikan.
Dalam dokumen kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal disampaikan secara umum arah kebijakan anggaran pendidikan tahun 2022 antara lain difokuskan untuk mendukung penguatan penyelenggaraan PAUD melalui dukungan anggaran BOP PAUD.
Pemerataan kualitas sarana prasarana pendidikan melalui pengembangan platform pembelajaran berbasis TIK. Penguatan pendidikan vokasi melalui pengembangan riset dan inovasi dengan kerja sama industri. Penguatan investasi pemerintah untuk mendukung kemajuan kebudayaan. Penguatan perguruan tinggi kelas dunia dan penguatan program Merdeka Belajar.
Pemerintah telah melakukan pemenuhan mandatori anggaran pendidikan 20% dari APBN sejak tahun 2009 dan cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya, yaitu 370,8 triliun tahun 2016 menjadi 550 triliun pada tahun 2021 atau mencapai rata-rata pertumbuhan 6,09% per tahun.
Namun pembangunan bidang pendidikan masih menghadapi tantangan antara lain ketimpangan akses pendidikan terutama pendidikan menengah ke atas, ketersediaan sarana prasarana yang belum merata, tingkat partisipasi PAUD yang masih sangat rendah dan adanya mismatch pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri.
Anggaran pendidikan yang secara konsisten sudah dialokasikan pemerintah, sesuai amanat konstitusi hendaknya diikuti dengan formulasi penggunaan yang tepat sasaran dan tepat guna untuk menyiapkan menyediakan dan mengembangkan SDM unggul yang menjadi faktor penting menuju Indonesia tahun 2045.
Bapak/Ibu hadirin yang kami hormati.
Sebelum mendengarkan penjelasan serta paparan yang akan disampaikan oleh saudara Menteri, dari meja Pimpinan Komisi X ingin menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:
1. Dalam dokumen kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, pagu indikatif Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp. 73.082.900.000.000 artinya turun yang luar biasa ini ada 11 triliun. Pagu indikatif ini apabila dibandingkan dengan pagu indikatif tahun 2020 mengalami kenaikan 45,9%, ini antar pagu indikatif ya. Sebagai akibat penggabungan fungsi pendidikan tinggi Kemendikbud RI dan dibandingkan dengan tahun Anggaran 2021 mengalami penurunan 2,67 dengan perbandingan sebagai berikut, mungkin bisa ditayangkan Mas/Mbak.
2. Pagu indikatif Kemendikbud RI tahun anggaran 2022. Apabila dibandingkan dengan alokasi anggaran definitif Kemendikbud-ristek RI pada tahun anggaran 2021 juga mengalami penurunan, yaitu untuk tahun 2021 adalah Rp. 81.534.001.080.000, sedangkan pagu indikatif tahun 2022 yang direncanakan adalah Rp.
73.082.900.000.000.
3. Pagu Indikatif Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi sebesar Rp. 73.082.900.000.000 bersumber dari rupiah murni 59,51 triliun, penggunaan PNBP 2,38 triliun, penggunaan BLU 7,88 triliun, pinjaman luar negeri 1, 06 triliun, SBSN 2,17 triliun.
4. Dalam dokumen kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal tahun 2022 sebagaimana telah dibacakan sebelumnya arah kebijakan pendidikan secara umum difokuskan untuk penguatan pendidikan agar SDM Indonesia siap mengalami menghadapi revolusi industri 4.0. Untuk itu perlu dijelaskan pokok- pokok yang menjadi fokus kebijakan anggaran pendidikan tahun 2022.
Dalam Raker hari ini Komisi X ingin mendapatkan penjelasan secara langsung dari saudara Mendikbud-ristek RI mengenai rencana kerja dan
anggaran tahun 2022. Dalam penjelasan nanti kami mengharapkan Saudara Menteri setidaknya dapat memberikan penjelasan tentang program-program prioritas Kemendikbud-ristek RI dengan dasar argumentasi skema fungsi pendidikan di Kementerian lembaga pada RKP dan RKA K/L Tahun anggaran 2022.
Merdeka Belajar episode ke-10 tentang perluasan program beasiswa LPDP yang harap dijelaskan secara mekanismenya, kriteria, dan persyaratannya, serta pelaksanaan teknisnya. Kemudian kebijakan Merdeka Belajar yang belum memiliki landasan hukum sesuai dengan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan. Kami mengingatkan bahwa pembahasan pagu indikatif ini akan menjadi dasar dalam pembahasan RKP dan RKA K/L pada RAPBN Tahun 2022 setelah dibacakannya Nota Keuangan nanti pada tanggal 16 Agustus tahun 2021 di dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Dalam forum rapat kerja ini kami mengingatkan kembali Kemendikbud-ristek RI untuk memastikan pelaksanaan kebijakan dan program pendidikan berdasarkan landasan hukum yang kuat, memiliki kajian akademik, disertai skema manajemen informasi dan komunikasi yang baik kepada masyarakat.
Bapak/Ibu hadirin yang kami hormati.
Demikian pokok-pokok agenda rapat kerja hari ini. Sebelumnya kita perlu kesepakatan waktu sekarang adalah Pukul 10.20 WIB, mungkin pukul 12.00 WIB paling lambat kita selesaikan. Apakah bisa disetujui?
(RAPAT: SETUJU) Terima kasih.
Kami persilakan saudara Mendikbud-ristek RI untuk menyampaikan paparannya.
MENDIKBUD-RISTEK RI (NADIEM ANWAR MAKARIM, B.A., M.B.A.):
Terima kasih.
Ibu Ketua, Bapak Ketua dan Anggota Komisi X.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Izin kan saya melakukan paparan mengenai rencana anggaran 2022, pagu indikatif tahun 2022 dan beberapa usulan dari Kemendikbud-ristek.
Berikut, Bapak/Ibu ini adalah tema-tema prioritas RKP 2022 bagi seluruh pemerintah, pemulihan ekonomi dan reformasi struktural. Jadi kita bisa melihat di sini bahwa fokus daripada pemerintah ada satu boks yaitu reformasi pendidikan dan keterampilan yang benar-benar dependency-nya dengan semua pekerjaan kita di Kemendikbud-ristek itu sangat besar ya
yang terbesar di kita. Tetapi bukan hanya meningkatkan kualitas SDM dan inovasi di dunia pendidikan, baik pendidikan tinggi dan maupun pendidikan dasar menengah. Tetapi kalau kita benar-benar melihat 10 tema ini ya 10 boks ini, ada 2 boks lagi di mana perannya Kemendikbud-ristek akan punya dampak yang sangat besar.
Yang pertama adalah reformasi kesehatan, di mana salah satu inisiatif terpentingnya adalah untuk mencetak dokter-dokter baik dari kuantitas dan kualitas yang lebih baik. Nah itu tidak tidak terpisah dari kementerian kami. Adapun di boks ke-6 yaitu transformasi digital, di mana satu-satunya cara untuk mencapai transformasi digital adalah untuk pertama mengembangkan talenta digital. Di mana beban itu pun pasti terbesar ada di perguruan-perguruan tinggi kita dan di berbagai macam program Kampus Merdeka kita ya. Jadi sebenarnya walaupun secara spesifik tema atau fokus nomor 9 adalah yang di bawah Kemendikbud-ristek, ada banyak sekali tema-tema lain yang bersentuhan yang berhubungan dengan talenta yang benar-benar harus didukung dan harus disukseskan juga oleh Kemendikbud-ristek.
Berikut, ini adalah arah kebijakan belanja K/L, semua K/L di tahun 2022 ya, ada beberapa prinsip-prinsip dasar ya dari sisi belanja pegawai, pengendalian belanja ini benar-benar menjadi tema yang harus terus dipertahankan dan mendukung reformasi birokrasi dan penyesuaian cara kerja baru yang lebih efisien. Jadi kita apa pun yang terjadi di situasi pandeminya Kemendikbud-ristek sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat, arahan Pak Presiden akan terus beroperasi dengan berbagai macam efisiensi. Seperti hybrid bekerja dari rumah dan juga dari kantor di mana kita telah dari 1 tahun ke belakang ini mengalami penghematan yang luar biasa Bapak/Ibu. Jadi itu benar-benar suatu hal yang mungkin akan kita pertahankan sesuai arahan Pak Presiden.
Juga untuk efisiensi belanja barang menggunakan teknologi itu menjadi tema besar ya dan juga reformasi transparansi dari pada belanja barang kita dan tentunya terus mendorong ketahanan ekonomi di dalam dunia pendidikan dengan berbagai macam bantuan sosial yang berhubungan dengan pendidikan. Itu juga menjadi salah satu kunci daripada pemulihan ekonomi dan pemastian bahwa akses kependidikan masih terjaga. Berikut, halaman berikut ya.
Sekarang kita masuk kepada pagu indikatif Kemdikbud Ristek tahun 2022 ya seperti kita tahu total pagu ada 73,08 triliun ya. Rupiah murni operasional kita adalah 17,74 triliun yaitu semua kebutuhan operasional, gaji, tunjangan, dan yang lain dan tentunya yang terpenting dalam aspek program ini adalah yang rupiah murni non operasional sebesar 41,77 triliun.
Ya penganggaran lainnya itu adalah baik dari PNBP maupun BLU di mana masing-masing unit kita menghasilkan revenue-nya secara independen, jadinya sangat sulit untuk dipergunakan untuk program prioritas. Jadi benar- benar yang bisa digunakan untuk program itu adalah 41,77 triliun.
Dari 41,77 triliun tersebut ada beberapa grouping. Grouping pertama yang itu terbesar adalah pendanaan wajib yaitu sebesar 34,98 triliun. Ini adalah program-program yang sifat pendanaannya itu on going tahun ke tahun, dan merupakan salah satu distribusi anggaran terbesar di kementerian kita. Yaitu misalnya PIP dengan sasaran 17,9 juta siswa, KIP Kuliah dengan sasaran 804 ribu mahasiswa yang sebelumnya tentunya harus dilanjutkan dan yang baru dan aneka tunjangan guru non PNS termasuk TPG non PNS di mana targetnya sekitar di atas 400 ribu, 403,9 ribu guru dan tentunya BOPTN dan BPP PTNBH pendidikan tinggi dan vokasi yaitu biaya operasional PTN-PTN kita. Tunjangan Profesi Dosen ya dan GB non PNS 47.960 orang sementara itu targetnya, dan competitive dan matchhing fund yang harus bergulir dan dilanjutkan dari tahun ini untuk lembaga perguruan tinggi.
Nah ada satu lagi bagian satu kelompok yang sedikit lebih kecil tapi juga suatu hal yang sifatnya wajib, karena pelaksanaan itu dilanjutkan adalah yang namanya disebut on going di sini. Yaitu sekolah-sekolah kita di luar negeri yang tentunya yang tidak bisa kita berhentikan pendanaannya dan juga beasiswa-beasiswa yang sedang berjalan, beasiswa yang diberikan di dalam dari Kemendikbud-ristek. Jadi itu masih harus dilanjutkan kita tidak bisa memberhentikan mereka di tengah-tengah.
Jadinya poinnya adalah dari semua ini ruang fiskal yang dapat digunakan saat ini untuk program-program prioritas kita program-program Merdeka belajar itu sekitar sedikit di bawah 6 triliun ya sedikit di bawah 6 triliun. Jadinya ini suatu tantangan besar bagi kami tapi harapan kami adalah kami bisa melakukan yang terbaik walaupun dengan berbagai macam batasan tersebut. Untuk selanjutnya saya akan mempersilakan Pak Sekjen Pak Ainun untuk membawa sedikit satu level lebih detail mengenai pembagian anggaran berdasarkan program yang berdasarkan prioritas di tahun 2022.
Silakan Pak Sekjen.
SEKJEN KEMENDIKBUD-RISTEK RI (Prof. AINUN NA’IM, Ph.D):
Terima kasih Mas Menteri.
Yang saya hormati Ibu Ketua dan Bapak/Ibu Pimpinan.
Serta Anggota Komisi X DPR RI.
Bapak Menteri Pendidikan dan Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi.
Serta rekan-rekan pejabat dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Ristek dan Teknologi.
Hadirin semuanya yang saya hormati.
Saya akan melanjutkan penjelasan mengenai rencana kerja dan anggaran Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang dirinci menurut program sesuai dengan atau pada posisi pagu indikatif tahun 2022. Pada tabel ini Bapak/Ibu dapat melihat ada 7 program yang akan
dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi yang mana dari 7 program tersebut yang satu adalah baru yaitu program riset inovasi dan Iptek berkaitan dengan restrukturisasi kementerian yang baru saja kita lakukan.
Jenis-jenis program ada di kolom pertama, kemudian kolom kedua itu adalah pagu tahun 2021. Ini kita cantumkan untuk membandingkan keadaan kita pada tahun sekarang 2021 dibanding dengan pagu indikatif tahun 2022.
Pagu indikatif 2022 ada di kolom ketiga, kemudian kolom ke empat yang mempunyai judul kebutuhan anggaran 2022 usulan Kemendikbud-ristek itu adalah yang sekarang kami usulkan kepada Bappenas dan Kementerian Keuangan, agar supaya kita dapat mencapai target-target sesuai dengan RPJMN.
Jadi secara keseluruhan seperti disampaikan oleh Mas Menteri tadi, pagu indikatif kita 73,08 triliun lebih rendah dibanding dengan 81,5 triliun pada tahun sekarang. 81,5 triliun ini pagu tahun 2021 sebelum ditambah dengan anggaran BOPTN riset atau anggaran riset dan teknologi yang nilainya adalah seperti pada raker yang lalu saya sampaikan total 1,4 triliun untuk satu tahun untuk tahun ini, kemudian yang ditransfer ke Kementrian Pendidikan adalah 1,1 triliun. Jadi kalau kita lihat secara keseluruhan kurang lebih satu tahun pagu kita itu termasuk Ristek itu ada sekitar 83 triliun.
Memang ada lagi kuota internet tapi itu sifatnya emergency, jadi mungkin tidak bisa kita jadikan sebagai dasar analisis.
Kemudian program pertama yaitu program PAUD dan wajib belajar 12 tahun. Untuk pagu indikatif baru kita alokasikan 10,2 triliun ini masih lebih rendah dari tahun yang lalu dan kita mengusulkan ada tambahan menjadi 13,2 triliun. Kemudian program pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan 441 miliar, ini jauh lebih sedikit daripada pagu tahun 2021 dan kita juga mengusulkan sedikit di atas pagu tahun 2021 yaitu 1,1 triliun.
Kemudian untuk program kualitas pengajaran dan pembelajaran 10,4 lebih rendah dari yang sekarang 12,2, dan kita usulkan relatif besar yaitu 16 triliun.
Kemudian berikutnya lagi program pendidikan tinggi 27 triliun juga lebih rendah dari sekarang yang 28,2 triliun, dan kita usulkan 32,7 triliun.
Kalau kita lihat memang program pendidikan tinggi dan juga program sebelumnya kualitas pengajaran dan pembelajaran ini memang kita mengusulkan jauh lebih besar. Karena untuk mengakomodasi kegiatan- kegiatan baru yang merupakan terobosan dan pelaksanaan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka. Berikutnya lagi program pendidikan dan pelatihan vokasi, itu sudah dialokasikan 3,2 triliun dan sekarang 4,6 triliun dan bisa mengusulkan 5,5 triliun.
Kemudian dukungan manajemen 19,9 triliun juga masih lebih rendah dan kita mengajukan 21,8 triliun. Ini memang lebih rendah dibanding tahun sekarang karena ada reklasifikasi tunjangan guru ya, tunjangan guru non PNS yang sebelumnya masuk di sini sekarang masuk ke program substansinya. Kemudian untuk BOPTN riset dan inovasi sekarang kita tulis 0 walaupun sebetulnya ada ya, tapi secara formal di anggaran belum ada.
Ini 1,8 triliun dan kita mengajukan 2,7 triliun agar supaya ada peningkatan dalam hasil-hasil pengembangan Iptek dan inovasi.
Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati.
Kami jelaskan detail dari masing-masing program. Di slide 6 ini dijelaskan mengenai detail program PAUD dan wajib belajar 12 tahun yang terdiri atas 6 kegiatan prioritas:
1. Program Indonesia Pintar atau KIP Sekolah dengan sasaran 17,9 juta orang dan anggaran 9,6 triliun.
2. Penyelenggaraan sekolah Indonesia luar negeri. Ini ada 13 sekolah dan kita mengajukan sedikit tambahan dari 197 miliar menjadi 203 miliar.
3. Bantuan peralatan TIK dan alat peraga edukasi ada tanda kurung di bawah itu maksudnya adalah unit yang melaksanakan. Jadi kalau program Indonesia pintar dan penyelenggaraan SILN itu di Sekretariat Jenderal, bantuan peralatan TIK ini di Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen. Untuk ini belum ada alokasi yang kita sudah mengusulkan dan mendiskusikan dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan. Dengan usulan alokasi peralatan TIK untuk 31.523 sekolah dengan anggaran 2,6 triliun.
4. Kegiatan mitigasi aman bencana, ini untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di sekolah-sekolah yang terkena dampak bencana alam. Targetnya 2.056 yang ada di pagu indikatif dengan anggaran 30 miliar dan kita mengajukan jauh lebih besar yaitu 3.600 sekolah dengan anggaran 307 miliar.
5. Sekolah yang mendapatkan pembinaan afirmasi dan siswa penerima beasiswa ADEM. Ini terkait dengan siswa-siswa dari daerah yang kurang beruntung yang tertinggal, dengan sasaran 709 sekolah untuk pembinaan dan afirmasi sedangkan beasiswa afirmasinya meliputi 2.895 siswa. Kemudian terkait dengan kegiatan ini usulan kita sama.
6. Pembinaan learning center ini di daerah-daerah perbatasan atau daerah perkebunan di Malaysia, PAUD dan layanan khusus pendidikan serta Keaksaraan dengan sasaran 156 learning center dan meliputi 88.000 lebih siswa. Kemudian kita mengusulkan jumlah sasaran siswa yang jauh lebih besar yaitu 109 ribu lebih orang dan kegiatannya ada di PAUD Dasmen. Kemudian jumlah sekolahnya ada di 1.200 dan usulan kita sama. Itu untuk program PAUD dan Wajib Belajar 12 tahun.
Berikutnya untuk program kualitas pengajaran dan pembelajaran ini ada 5 kegiatan prioritas meliputi:
1. Tunjangan profesi guru, tunjangan khusus dan insentif guru non PNS.
Ini yang tadi saya sampaikan sebelumnya diklasifikasikan sebagai dukungan manajemen sekarang masuk ke program substansinya program kualitas pengajaran, dengan sasaran sekarang sudah dialokasikan 403.876 orang. Kemudian kita mengajukan 363.900 orang lebih tapi dengan anggaran yang lebih besar.
2. Kemudian platform digital teknologi pendidikan masih dialokasikan satu sistem, tetapi kita memerlukan 4 sistem platform yang akan
memfasilitasi digitalisasi pendidikan. Ini termasuk digitalisasi pengelolaan sekolah, kemudian proses pembelajaran oleh guru maupun siswa.
3. Penguatan karakter 11 layanan kita juga mengajukan kenaikan. Ini untuk menjamin adanya karakter dan hilangnya masalah-masalah ya tiga dosa besar di lingkungan sekolah.
4. Peningkatan prestasi dan pengembangan talenta ini yang dilakukan oleh Pusat prestasi Nasional, kita juga mengajukan tambahan anggaran dari pagu indikatif 50 miliar menjadi 388 miliar.
5. Dalam kelompok program kualitas ini adalah satuan pendidikan yang melaksanakan program UKS, manajemen berbasis sekolah, dan pembinaan kinerja yang sasarannya meliputi 1.600 lembaga, 3.256 sekolah, dan 870 lembaga, ini juga kita ajukan anggaran yang lebih besar.
6. Kemudian berikutnya program kualitas pengajaran dan pembelajaran, ini masih satu kelompok dengan slide sebelumnya lanjutan dari kegiatan-kegiatan yang ada dalam program kualitas pengajaran dan pembelajaran ini.
7. Yang ketujuh adalah satuan pendidikan yang difasilitasi penjaminan mutunya. Ini dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal PAUD Dasmen, dengan sasaran di pagu indikatif masih 217 ribu lembaga dan kita ajukan lebih besar lagi dua kali lipat juga dengan anggaran hampir dua kali lipat dari 373 miliar menjadi 742 miliar lebih.
8. Kemudian yang kedelapan dalam kelompok program ini adalah satuan pendidikan yang menerapkan kurikulum, kemudian kegiatan ekstrakurikuler dan asesmen. Ini maksudnya bukan asesmennya tapi pembinaan. Jadi yang menerapkan kurikulum 4.366 sekolah kemudian yang melakukan kegiatan ekstrakurikuler juga jumlah yang sama, dan yang dibina terkait dengan asesmen 5.413 sekolah.
Kemudian kita mengusulkan target yang lebih besar juga dengan anggaran yang lebih besar. Misalnya terkait dengan asesmen ini dua kali lipat menjadi 11.992 sekolah.
9. Kemudian kegiatan yang kesembilan terkait dengan program kualitas adalah sekolah penggerak yang mendapatkan pendampingan, yang sudah ada di pagu indikatif 4.366 sekolah dan kita mengusulkan 11.866 sekolah dengan anggaran hampir tiga kali lipat dari Pagu Indikatif.
10. Kemudian berikutnya satuan PAUD yang menyelenggarakan pendekatan holistik integratif. Ini sudah sesuai dengan target yaitu 5 ribu siswa dengan anggaran 27,96 miliar.
11. Satuan Pendidikan yang melaksanakan asesmen. Itu meliputi 271.523 sekolah atau lembaga dengan anggaran di pagu indikatif 54,1 miliar dan kita usulkan naik menjadi 83,7 miliar.
12. Kemudian yang kegiatan kedua belas dalam program kualitas pengajaran dan pembelajaran ini adalah satuan pendidikan formal dan nonformal yang diakreditasi. Di pagu indikatif masih 18 ribu dan kita mengajukan jumlah yang besar yaitu 94.570 lembaga, dengan anggaran yang lebih besar pula mencapai 305 miliar.
13. Berikutnya masih dalam program kualitas pengajaran dan pembelajaran yaitu kegiatan prioritas ketiga belas. Buku yang dinilai
diawasi serta model kurikulum yang dikembangkan dengan target 1.740 model, dan anggaran 44,09 miliar di pagu indikatif dan kita mengusulkan 3.400 lebih dengan anggaran yang juga lebih besar.
14. Soal model penilaian pendidikan dan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Di pagu indikatif sudah ada 9.216 model dengan anggaran 18,6 miliar dan kita usulkan menjadi 19 ribu lebih dengan anggaran 54,5 miliar.
15. Standar Nasional pendidikan yang dikembangkan serta bahan kebijakan hasil penelitian dan kajian ada 114 rekomendasi dan kita usulkan untuk menjadi lebih besar 241 rekomendasi dengan anggaran yang lebih besar pula.
16. Transformasi Guru dan Tenaga Kependidikan, ini meliputi kegiatan- kegiatan : (1) GTK penggerak, (2) Pendidikan profesi guru, (3) organisasi penggerak, (4) sekolah penggerak, (5) balai guru penggerak, serta (6) rekrutmen ASN PPPK dengan target-target di pagu indikatif seperti di kolom ketiga ya. Misalnya untuk GTK penggerak itu dengan target 10.105 orang, untuk pendidikan profesi guru 18.635 orang dan seterusnya.
Kemudian kita mengajukan jumlah yang jauh lebih besar misalnya untuk GTK penggerak ini mencapai 32.460 dan untuk pendidikan profesi guru mencapai 50 ribu orang, demikian pula untuk organisasi penggerak dan sekolah penggerak kita mengusulkan jumlah yang jauh lebih besar dari pada di pagu indikatif. Memang ini merupakan kegiatan prioritas yang sangat strategis dan relevan dengan konsep atau pelaksanaan strategi Sekolah Merdeka dan Kampus Merdeka.
Berikutnya adalah program Pendidikan Tinggi. Di program Pendidikan Tinggi ini ada 7 kegiatan prioritas meliputi:
1. KIP Kuliah yang di pagu indikatif kita lihat masih relatif kurang karena kita menaikkan tarif ya menaikkan unit cost dan kita mengajukan tambahan baik menyangkut target maupun anggarannya mencapai 1 juta lebih siswa dan 13,3 triliun anggaran.
2. Sertifikasi dosen dan tunjangan guru besar non PNS. Ini di tahun sekarang di sini kosong tapi tidak berarti tidak ada, hanya di tahun sekarang masuk dalam anggaran dukungan manajemen. Ya tapi untuk tahun 2022 direklasifikasi masuk kegiatan atau program Dikti.
3. Layanan lembaga pendidikan tinggi, ini LLDIKTI yang fokusnya antara lain adalah penjaminan mutu terkait dengan pelaksanaan perguruan tinggi swasta meliputi 4.400 perguruan tinggi. Kemudian kita sasarannya tetap hanya mengusulkan anggaran yang lebih besar.
4. Prodi dengan inovasi pembelajaran digital, di pagu indikatif 115 dengan anggaran relatif sedikit dan kita juga mengajukan untuk kenaikan.
5. Program kewirausahaan mahasiswa Indonesia.
6. Mahasiswa yang mengikuti pembelajaran pemberdayaan masyarakat. Ya dua program ini sangat relevan dengan pelaksanaan Kampus Merdeka dan untuk itu kita mengajukan sasaran maupun anggaran yang jauh lebih besar daripada yang ada di Indikatif.
7. Akreditasi perguruan tinggi atau prodi, ini juga kita ajukan kenaikan anggaran.
Berikutnya adalah program pendidikan dan pelatihan vokasi, ada 7 kegiatan meliputi :
1. BOPTN non penelitian dengan sasaran 49 PTN dan kita juga mengajukan kenaikan anggaran.
2. Sertifikasi siswa SMK ini belum ada anggaran di pagu indikatif dan kita sudah mengajukan juga, dengan sasaran 94 ribu orang dan anggaran 49 miliar.
3. Fasilitasi SMK link and match ini di pagu indikatif juga masih sedikit dan kita juga mengajukan seperti Bapak/Ibu lihat hanya ada 20 lembaga dan kita mengajukan menjadi 60, dengan anggaran 39,18 dari yang ada di indikatif hanya 13 miliar.
4. Dalam program pendidikan dan pelatihan vokasi ini adalah penguatan SMK Pusat Unggulan, SMK Industri 4.0, dengan sasaran di pagu indikatif 51 lembaga dan anggaran 152,5 miliar. Kita mengusulkan jumlah yang jauh lebih besar yaitu 426 sekolah atau lembaga dengan anggaran 1,3 triliun.
5. Manajemen berbasis sekolah.
6. Lembaga Kursus dan pelatihan yang dikembangkan.
7. PKK dan PKW ini terkait dengan pengembangan kewirausahaan.
dan,
8. Matching fund dan competitive fund untuk perguruan tinggi vokasional. Dengan anggaran pagu indikatif seperti di kolom ke tiga dan yang kita usulkan di kolom terakhir yang termasuk yang matching fund di pagu indikatif belum ada dan kita mengusulkan pada sasaran untuk 70 lembaga dengan anggaran 184 miliar.
Berikutnya adalah program pengembangan riset inovasi dan Iptek, ini program yang baru meliputi empat kegiatan prioritas yaitu BOPTN Penelitian untuk vokasi dan BOPTN Penelitian untuk pendidikan tinggi akademik. Ya jadi vokasi ini maksudnya untuk pendidikan tinggi vokasi seperti Politeknik dan sebagainya. Kemudian untuk yang pendidikan tinggi ini adalah yang sifatnya akademik. Masing-masing meliputi 49 dan 75 lembaga dengan anggaran untuk vokasi 146,7 miliar dan akademik 1,3 triliun dan kita juga mengajukan tambahan untuk prioritas tersebut. Ketiga adalah competitive fund dan keempat matching fund dengan anggaran di pagu indikiatif masing- masing 243 miliar dan 112 miliar dan kita mengajukan usulan untuk di tambah dua kali lipat.
Kemudian berikutnya adalah program pemajuan dan pelestarian bahasa dan kebudayaan, ada tujuh prioritas kegiatan:
1. Event kebudayaan denga jumlah kegiatan 210 dan anggaran 78 miliar. Kita mengajukan anggaran yang lebih besar yaitu 233,9 miliar.
2. Kemudian pelayanan publik kepada masyarakat dengan anggaran 39,6 miliar dan sasaran 603 ribu orang. Kemudian kita mengajukan anggaran yang lebih besar yaitu 60 miliar.
3. Maaf ini ada typo kelihatannya. Fasilitasi dan pembinaan lembaga masyarakat dan kelompok masyarakat dengan sasaran 117.944
lembaga atau kelompok masyarakat ya. Orang atau kelompok masyarakat jadi ini bisa orang bisa lembaga atau bisa kelompok masyarakat terkait dengan seni dan budaya. Dengan anggaran 135,7 miliar dan kita usulkan menjadi 352,2 miliar.
4. Data dan informasi bidang kebudayaan dengan anggaran 37,5 miliar dan sasaran 1.700 layanan kita usulkan naik menjadi 1.900 dan anggaran 101 miliar.
5. Pra sarana bidang kebudayaan ada 35.728 unit dengan anggaran 34,41 miliar. Kemudian kita ajukan menjadi 39.500 unit lebih dengan anggaran 196,8 miliar.
6. Penelitian dan pengembangan produk bahasa dan sastra. Ini ada di Badan Bahasa dengan sasaran di pagu indikatif 656 produk dan anggaran 59,7 miliar. Kemudian kita usulkan untuk bisa ditambah menjadi 903 produk dengan anggaran 97,6 miliar.
Berikutnya adalah program dukungan manajemen itu meliputi:
1. Pembayaran gaji tunjangan dan operasional, dengan anggaran 17,7 triliun meliputi 361 satker. Jadi ini untuk seluruh unit baik yang ada di kementrian, maupun di perguruan tinggi, balai-balai dan unit-unit lain di seluruh Indonesia.
2. Untuk kegiatan bahan belajar digital dan model media pendidikan, dengan sasaran di pagu indikatif 393 model dan anggaran 32,74 miliar. Kita juga mengajukan tambahan untuk kegiatan ini.
3. Media dan kehumasan dengan anggaran 48,7 miliar, kemudian kita ajukan menjadi 162,6 miliar.
4. Infrastruktur IT meliputi 14 layanan dengan anggaran 38,8 miliar di pagu indikatif kita juga mengajukan penambahan.
5. Layanan Dewatak dan Adikbud ya. Ini termasuk kegiatan terkait dengan UNESCO dengan anggaran 37,4 miliar, kita juga mengajukan tambahan.
6. Beasiswa unggulan 3.500 orang dengan anggaran 122,8 miliar kemudian kita ajukan menjadi 6.600 dengan anggaran 227,5 miliar.
7. Kemudian reformasi birokrasi dan tata kelola Kementerian meliputi 9 unit atau 361 satker, dengan anggaran 1,6 triliun kemudian kita ajukan menjadi 2,5 triliun.
8. Dan berikutnya lagi adalah kegiatan pengembangan sarana prasarana khususnya untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Biak dan Aceh. Ini adalah LDIKTI baru yang belum punya tempat kerja atau kantor. Sehingga kita ajukan pembangunan dengan didanai oleh SBSN dengan anggaran 218 miliar.
Demikian Bapak/Ibu yang saya hormati perincian masing-masing program termasuk program baru yaitu pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan kita laksanakan di tahun 2022. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
MENDIKBUD-RISTEK RI (NADIEM ANWAR MAKARIM, B.A., M.B.A.):
Terima kasih.
Demikian Bapak/Ibu anggota, Ketua terima kasih.
KETUA RAPAT:
Terima kasih kepada Saudara Mendikbud-ristek RI yang telah menyampaikan paparannya.
Perlu saya sampaikan di dalam halaman pertama paparan itu ada tema RKP tahun 2022 yang tadi disampaikan bahwa yang terkait dengan pendidikan itu hanya beberapa boks. Kalau menurut saya Mas Menteri seluruh boks ini terkait dengan pendidikan. Utamanya kalau 1, 3, 5, 6, 9, 10, itu adalah tentang ilmu dan ilmu terapan, yang 2 dan 4 itu adalah tentang kreativitas, yang 7 dan 9 itu tentang pendidikan karakter. Sementara Kemendikbud-ristek ini menyiapkan untuk pendidikan karakter itu hanya 111 miliar kecil sekali. Mudah-mudahan nanti kalau dapat tambahan pendidkan karakternya ini anggarannya dinaikkan.
Lalu kita melihat juga adanya hal yang ketika ingin dicapai target- targetnya di Kemendikbud ini ada 11 triliun tambahan yang harus dicari.
Untuk itu mungkin sama-sama ya kita harus berjuang ya teman-teman fraksi ke Banggarnya masing-masing, kemudian dari kementrian tentu akan juga berupaya maksimal untuk mencapai tambah-tambahan ke tim anggaran di eksekutif.
Baiklah, selanjutnya kami persilakan kepada para anggota Komisi X untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, saran atas paparan yang telah disampaikan oleh Saudara Mendikbud-ristek RI. Tadi beberapa Kapoksi dan Pimpinan berdiskusi sebelum acara dimulai mengusulkan supaya satu fraksi satu jubir saja, karena masih ada acara konsinyering untuk pendalaman dan tentunya pada hari ini, ini baru pagu indikatif yang kemungkinan besar akan terjadi, mudah-mudahan harapan kita tambahan, sehingga angka-angka yang kita bahas tentu belum belum final. Apakah disetujui satu fraksi satu?
(RAPAT: SETUJU)
Baiklah kita mulai dari Fraksi PDI Perjuangan dipersilakan.
F-PDI PERJUANGAN (dr. SOFYAN TAN):
Terima kasih.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Shalom.
Om swastiastu.
Namo buddhaya.
salam kebajikan.
Yang kami hormati Pimpinan, anggota.
Serta Mas Menteri beserta jajaran.
Melihat pagu indikatif yang disampaikan PDI Perjuangan melihat bahwa angka 73 triliun kalau dibandingkan dengan pagu 2021 terjadi kekurangan sekitar 11 triliun, maka ini tidak sejalan dengan semangat kabinet kerja kita yang mengedepankan pembangunan SDM. Dikaitkan lagi dengan pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan selesainya yang bersamaan kita meluncurkan bahwa pentingnya digitalisasi. Nah jelas bahwa pandemi Covid-19 telah membawa persoalan yang luar biasa bahwa pembelajaran jarak jauh, serta kita butuh teknologi, serta banyaknya mahasiswa maupun siswa orang tuanya terdampak pada masalah ekonomi.
Karena itu kami melihat bahwa pembangunan teknologi itu harus dikedepankan. Kami melihat angkanya sangat kecil malahan TIK itu belum ada angkanya. Karena itu kami melihat Mas Menteri bersama jajarannya harus bekerja keras untuk bisa meyakinkan pihak Bappenas dan Kemenkeu untuk bisa membantu agar kekurangannya itu ditambah.
Di lain pihak kita juga ingin bahwa pembangunan manusia Indonesia yang terampil dan siap pakai. Di mana kita mengedepankan tentang pembangunan SMK yang berkualitas yang kita sebut dengan pusat keunggulan SMK yang justru pada pagu indikatif kali ini tidak menunjukkan ke terpihakan anggaran terhadap apa yang dijalankan selama ini, ini harus menjadi catatan. Di samping itu Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang dalam hal ini kita menginginkan bahwa pembangunan SDM yang berkualitas bebas, justru di dalam angka itu juga tidak menunjukkan keterpihakan itu.
Nah karena itu Fraksi PDI Perjuangan meminta dan mendorong kepada Kemendikbud-ristek agar bisa meyakinkan pihak Bappenas dan Kemenkeu dan jelas bahwa kami mendukung selisih kekurangan yang 20 triliun tersebut agar Kemendikbud-ristek bisa mendapatkan angka sehingga tujuan daripada pembangunan SDM yang mendapat prioritas utama di dalam Kabinet Kerja kali ini untuk bisa terwujud. Saya kira itu yang kami sampaikan selamat berjuang Mas Menteri, kami berada di pihak Mas Menteri beserta jajarannya.
Sekian dan terima kasih
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Saya minta maaf ini sudah tak timer tapi enggak bunyi, ini bagaimana caranya bisa bunyi ya Pak?
PIMPINAN KOMISI/F-P. GOLKAR (Dr. Ir. HETIFAH SJAIFUDIAN, MPP.):
Penuh kesadaran kok Ibu sekarang.
KETUA RAPAT:
Tapi sudah 4 menit 14 detik.
Giliran Ibu Hetifah itu titik-titiknya masih rusak. Silakan Ibu
PIMPINAN KOMISI / F-P. GOLKAR (Dr. Ir. HETIFAH SJAIFUDIAN, MPP.):
Terima kasih kepada Ibu Agustina, Pak Ketua dan juga Pimpinan yang lain yang hadir secara virtual.
Anggota Komisi X.
Mas Menteri beserta seluruh jajaran.
Pagu indikatif seperti tadi sudah disampaikan oleh Pak Tan tentu saja angka 73,08 triliun ini mengecewakan kita semua, padahal kebutuhan kita 93 triliun atau yang diusulkan. Kekurangan 20 triliun tidak sedikit ya, mudah- mudahan kita masih ada waktu untuk sama-sama memperjuangkan, mudah-mudahan saja ya Ibu Agustina harapan kita bisa ada penambahan.
Apalagi anggaran ini kan sebetulnya kontradiktif ya dengan penggabungan Kemendikbud dan Ristek dan juga semangat pembangunan SDM dan juga semangat untuk mengejar ketertinggalan learning loss akibat pandemi, dan juga ketimpangan yang terjadi baik antar daerah maupun antar kelompok masyarakat.
Jadi sebetulnya tantangan dari Mas Mendikbud-ristek ini sangat luar biasa. Jadi sebetulnya ini adalah hal yang merupakan sesuatu yang harus kita perjuangkan bersama dan jika memang toh anggarannya berkurang juga begitu ya, saya kira mungkin kita tetap pikirkan apa strategi khusus yang bisa kita gunakan. Agar ya tadi penerapan prinsip-prinsip money follow programme dan juga kemanfaatan yang terbesar memilih prioritas dan sebagainya ini memang sangat tidak mudah.
Mudah-mudahan kita juga bisa mulai menggunakan perhitungan- perhitungan yang lebih spesifik seperti cost and benefit ataupun bagaimana 1 rupiah anggaran pendidikan kita berkontribusi atau juga mungkin perhitungan seperti berapa rupiah per kepala yang diberikan begitu kan untuk mendidik di Kemendikbud dan kemudian dibandingkan dengan kementerian lain dan sebagainya. Itu menurut saya perhitungan-perhitungan tentang rupiah yang kita keluarkan dan efisiensinya dari tahun-ketahun itu sangat bagus ya untuk menjadi bahan begitu ya untuk kita memperjuangkan penambahan anggaran lain.
Untuk hal-hal yang lainnya kami sedang mencermati mudah- mudahan nanti melalui konsinyering kita bisa bersama-sama mendalami, karena ada beberapa kebutuhan-kebutuhan yang mungkin menjadi pertanyaan tetapi tidak teralokasi atau ada hal yang sebetulnya memang penting, misalnya tadi anggaran untuk mitigasi yang berjumlah 10 kali lipat
tapi targetnya sebenarnya hanya satu setengah kali lipat, ini mungkin kita perlu penjelasan-penjelasan.
Belum lagi kita bicara Ibu Agustina soal kebudayaan dan lain-lainnya ya. Saya kira, soal guru ya, vokasi, begitu ya banyak sekalilah yang akan sangat penting dan menarik untuk kita dalami.
Sekali lagi kami ingin memberikan semangat kepada Mas Menteri beserta seluruh jajaran dan kita semua di Komisi X mudah-mudahan pagi indikatif ini menjadi bahan awal yang bisa kita dalami kembali dan kita perbaiki kita sempurnakan ke depan.
Begitu Ibu Agustina terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Ibu Hetifah, belum 3 menit ya masih ada 22 detik.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada teman-teman dari Fraksi Partai Gerindra.
F-P. GERINDRA (Prof. DR. Ir. DJOHAR ARIFIN):
Terima kasih.
Pimpinan dan seluruh anggota yang saya hormati.
Saudara Menteri beserta jajaran.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih paparannya ya sangat lengkap kami menikmati membacanya. Cuma kita harus tahu bahwa perlu ada perjuangan yang besar lagi karena kalau di lihat dalam Undang-Undang Dasar kita 20% untuk pendidikan itu jumlahnya sekitar 503 triliun, itu mestinya itu yang jatuh ke kementerian. Nah semua pendidikan harus dikontrol di bawah koordinasi Menteri Pendidikan, ini harus bagaimana pun caranya kita serius ke sana.
Nah dari pagu indikatif tahun 2022 sebesar 73,08 praktis kita lihat hanya 5,9 triliun yang dapat digunakan untuk kegiatan prioritas dan dukungan tugas dan fungsi kementerian, sisanya hanya untuk operasional dan pengeluaran wajib. Nah ini harus menjadi perhatian kita bagaimana Kemendikbud-ristek yang besar ini dapat leluasa melakukan transformasi perbaikan pendidikan jika dana anggarannya sangat minim ya sangat minim.
Nah kemudian yang kedua, pagu indikatif program riset, inovasi dan iptek hanya sebesar 1,8 triliun, saat ini dana riset Indonesia hanya 0,28%
dari PDB. Ya mestinya paling tidak 2% dari PDB ini harus jadi perjuangan kita. Riset dan inovasi menjadi salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi ini harus disadari. Untuk itu jika tema RKP 2022 adalah pemulihan ekonomi dan reformasi struktural, maka riset, inovasi dan iptek harus menjadi perhatian yang sangat serius.
Nah kemudian pendidikan karakter yang dikhawatirkan oleh Pimpinan tadi sangat sedikit ya 15,94, inilah modal karakter inilah yang kita tertinggal selama ini. Negara-negara maju kenapa mereka bagus karena pendidikan karakter diutamakan. Kita ini ya walaupun adalah 11 layanan meningkat dari 3 ke 11 tapi anggarannya perlulah, karakter inilah. Ribut- ributnya bangsa ini kan karakteristik kita lemah, pendidikan karakter kita lemah ya. Kejujuran itu sudah tak nomor berapa, bangga tidak jujur, bangga bisa menipu, bangga bisa mencuri dan sebagainya ini tidak boleh terjadi.
Nah kemudian yang keempat pada kegiatan platform digital teknologi pendidikan malah menurun dari empat sistem dengan anggaran 300 miliar menjadi hanya satu sistem anggaran 25 miliar ini bisa timpang. Padahal digitalisasi dan pendidikan menjadi isu yang sangat strategis ke depan pada Covid-19 ini.
Nah ini yang ke program beasiswa KIP Kuliah 2021, 1,1 jiwa siswa ini menjadi turun ya, ini sangat tidak bagus ini tahun 2022. Seharusnya jika target angka partisipasi kasar pendidikan tinggi meningkat maka program beasiswa seperti KIP, Kuliah harus ditingkatkan bukan malah menurun. Nah jadi nanti barangkali ini bisa kita dorong ya oleh kementerian ini betul dapat porsi yang benar agar pendidikan Indonesia ini bisa kita lebih baik karena anggarannya cukup.
Terima kasih mohon maaf.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Iya kurang 3 detik ya.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada teman-teman dari Fraksi Partai Nasdem.
F-P. NASDEM (RIAN FIRMANSYAH, S.Pd.) : Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Yang kami hormati Pak Ketua, Ibu Wakil Ketua dan juga sahabat anggota yang hadir baik secara fisik maupun virtual.
Mas Menteri serta jajaran.
Pertama kami dari Fraksi Nasdem tentunya mengapresiasi paparan yang disampaikan terkait dengan pagu indikatif 2022, terus juga kami mendukung terkait dengan usulan tambahan tentunya, karena bagaimanapun optimalisasi dari kegiatan yang diolah di kementrian tentunya tidak lepas dari anggaran yang maksimal juga. Terus juga kami langsung di sandingan Pagu Indikatif Kemendikbud-ristek terkait program PAUD Dikdasmen dan Wajib Belajar 12 tahun yang juga mengalami penurunan penurunan pada TA 2021.
Nah terus juga ada usulan kenaikan anggaran dari Kemendikbud- ristek tentunya dalam hal ini juga kami mendukung dengan catatan tentunya pemerataan akses layanan pendidikan dan percepatan wajib belajar 12 tahun, penguatan penjaminan mutu pendidikan serta peningkatan tata kelola pembangunan pendidikan di Indonesia. Karena ini menjadi masalah klasik yang memang harus kita selesaikan terus-menerus. Terus juga terkait dengan perubahan nomenklatur dari Kemendikbud menjadi Kemendikbud- ristek. Karena perubahan ini juga berkaitan dengan anggaran riset yang tadi disebutkan oleh Pak Prof. juga seperti terkait dengan per PDB itu. Memang inilah yang, yang memang harus kita, kita benar-benar olah terkait dengan hal tersebut.
Terus juga dalam pagu indikatif anggaran program pemajuan pelestarian bahasa dan kebudayaan. Itu juga sebenarnya tidak lepas terkait dengan link and match-nya terkait dengan penguatan karakter juga. Karena ini kan dalam satu rumah Mas Menteri, kebudayaan dalam satu rumah di Kementerian Pendidikan tentunya optimalisasi link and match program juga harus benar-benar dioptimalkan.
Terus juga terkait dengan program kualitas pengajaran dan pembelajaran terkait transformasi guru atau GTK. Selain Mas Menteri akan meningkatkan atau menaikkan status GTK menjadi PPPK kami mendorong Kemendikbud-ristek untuk menyelenggarakan skema perekrutan bagi guru menjadi ASN. Karena jumlah guru PNS tiap tahun tentunya akan mengalami penurunan karena pensiun dan kesejahteraan bagi guru yang pensiun ini juga harus menjadi fokus kita di sini.
Jadi hal-hal tersebut yang memang akan menjadi fokus kita ke depan Pimpinan juga para sahabat anggota. Tentunya kami dari Fraksi Nasdem akan terus mendukung apa yang menjadi program-program Kemendikbud- ristek. Apalagi beban yang semakin berat saya kira di pundak Mas Menteri, nomenklatur yang semasa Mas Menteri sekarang menjabat sudah beberapa kali berubah. Nah ini tentunya perlu effort atau kerja keras yang sangat luar biasa dan itu juga kerja tim atau team work. Begitu saya kira Pimpinan untuk detailnya nanti di pedalaman ada beberapa catatan.
Terima kasih.
Wabillahittaufiq wal hidayah.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Mas Rian.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.
F-PKB (Dr. H. MUHAMMAD KADAFI, S.H., M.H.):
Baik.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih.
Pimpinan yang saya banggakan.
Seluruh jajaran Pimpinan beserta seluruh teman-teman Anggota Komisi X.
Kemudian yang saya banggakan Saudara Bro Menteri beserta seluruh jajarannya.
Jadinya saya tidak panjang lebar karena ini merupakan awal dari kita berbicara pagu anggaran tahun 2022. Ada dua hal yang mungkin nanti menjadi kehati-hatian dari Bro Menteri. Yang pertama adalah berkenaan dengan kualitas pengajaran dan pembelajaran dan keduanya perguruan tinggi. Kita tahu bahwa dua program prioritas ini harus bisa menjawab tantangan bangsa yang akan datang. Kita memahami kondisi Covid-19 ini telah membuat kita tidak menentu dan bingung bagaimana cara mendorong bonus demografi kita ini tetap bisa kita rasakan secara optimal.
Oleh karena itu program-programnya harus bisa menjawab bagaimana bisa mengembangkan SDM yang berkualitas terhadap generasi bangsa kita yang akan datang. Maka saya sangat setuju apa yang disampaikan oleh teman-teman seperti halnya bantuan TIK itu tetap harus kita konsisten. Karena ada beberapa daerah nantinya belum tentu yang sekarang kondisinya wilayah zona hijau tidak akan berubah ke zona lain, ini pasti akan terjadi pergerakan zona tersebut.
Kemudian juga berkenaan dengan bantuan PIP dan juga KIP. Ini menjadi suatu solusi untuk kita bisa mendorong bahwa adik-adik ini tetap bisa melanjutkan pendidikannya. Kita tahu kondisi ekonomi kita sekarang lagi terpuruk banyak orang tua yang kesulitan untuk menyekolahkan putra- putrinya. Oleh karena itu program ini menjadi solusi dan ini wajib kita dukung, wajib kita dorong untuk terus dilaksanakan.
Kemudian juga berkenaan bicara kualitas, saya sangat mendukung dengan anggaran berkenaan pengembangan platform digital. Dibangun keempat platform, itu menjadi suatu solusi agar kita bisa mendorong pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Kita tahu bahwa dengan
pemerataan kualitas pendidikan Indonesia bonus demografi ini menjadi ukuran yang cukup luar biasa. Jadinya ini menjadi solusi untuk bisa kita mendorong bonus demografi ini masa keemasan bangsa benar-benar bisa kita rasakan di 100 tahun kemerdekaan Indonesia.
Mungkin itu yang dapat saya sampaikan kurang 4 detik.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Luar biasa sekarang Sudah simulasi supaya kurang dari 3 menit.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada teman-teman dari Fraksi Partai Demokrat.
F-P. DEMOKRAT (EVA STEVANY RATABA):
Baik terima kasih Pimpinan.
Pimpinan dan Anggota Komisi X yang saya hormati.
Bapak Menteri beserta jajaran yang kami hormati.
Sebetulnya kalau menurut kami pembahasan ini sebetulnya masih terlalu cepat karena sebetulnya kami itu inginnya mendapat gambaran dahulu gambaran realisasi penyerapan APBD di tahun yang sebelumnya.
Supaya kita bisa melihat apa yang terjadi di tahun kemarin dengan program- program dan anggaran yang cukup besar itu. Nah kalau memang kita lihat itu betul-betul terserap dengan baik, bolehlah kita ajukan untuk lebih banyak lagi.
Saya agak sedikit miris Pimpinan untuk memang kita menyesal kalau ada kekurangan dana 20 triliun. Tetapi apa artinya kita paksakan 20 triliun ini kalau realisasi anggaran di daerah-daerah 3T itu tidak terasa. Ya saya sudah sebutkan dari kemarin masih banyak persoalan pendidikan yang harus menjadi perhatian dari pemerintah pusat.
Jadi intinya kami minta gambaran realisasi anggaran APBN sebelumnya, laporannya seperti apa, penyerapannya seperti apa dan untuk ke depan ini konsepnya seperti apa, artinya harus jelas manajemen penganggarannya itu untuk pendidikan APBN nanti yang akan datang itu harus benar-benar jelas dan harus benar-benar berasaskan keadilan.
Supaya perluasan dan pemerataan terjadi di seluruh Indonesia, mutu dan relevansi pendidikan pun jelas, dan goverment untuk pendidikan di Indonesia ini semakin jelas.
Demikian Pimpinan mungkin teman saya Pak Bram menambahkan sedikit.
F-P. DEMOKRAT (BRAMANTYO SUWONDO, M.M.IR.):
Izin Pimpinan menambahkan untuk waktunya.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Yang saya hormati Pimpinan beserta Anggota Komisi X.
Yang saya hormati Mas Menteri beserta jajarannya.
Langsung saja ini hanya gambaran besar. Menurut kami berkurangnya anggaran Kemendikbud itu tidak mencerminkan RKP dari pemerintah di tahun 2022 yaitu fokus terhadap reformasi struktural. Lebih tepatnya dan/atau lebih khususnya dalam hal ini ada dalam hal pendidikan.
Dengan pagu indikatif yang selisih 20 triliun di bawah, ini tidak menandakan bahwa ada fokus betul dalam hal penanganan pendidikan yang ada di Indonesia ini dan saya harapan kami terus juga bisa mendukung Mas Menteri beserta jajarannya untuk mendapatkan selisih itu dan bisa mendapatkan sesuai yang diajukan oleh dengan Kemendikbud.
Karena menurut kami permasalahan pendidikan ini kita merasakan di pandemi ini set back yang begitu besar, learning loss dan juga kita berpikir juga masa depannya bahwa kalau permasalahan pendidikan di Indonesia ini tidak cepat-cepat dan benar-benar serius ditangani permasalahannya tidak hanya kepada ekonomi growth Indonesia yang rendah tetapi juga permasalahan sosial yang akan muncul karena rendahnya tingkat pendidikan bangsa Indonesia. Oleh karena itu permasalahan pendidikan bukan hanya soal pendidikan tetapi juga permasalahan continuity ataupun keberlanjutan dari bangsa dan negara ini.
Itu saja terima kasih Pimpinan atas kesempatan waktunya.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Terima kasih.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Namun saya kira saya minta tetap satu saja yang bicara yang sesuai kesepakatan tadi ya. Silakan
F-PKS (Hj. LEDIA HANIFA AMALIAH, S.Si., M.Psi.T.):
Iya baik Ibu Ledia ada di pojok kiri.
KETUA RAPAT:
Silakan Teh.
F-PKS (Hj. LEDIA HANIFA AMALIAH, S.Si., M.Psi.T.):
Baik terima kasih.
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pimpinan dan Anggota Komisi X yang berbahagia mudah-mudahan senantiasa sehat.
Mas Menteri beserta seluruh jajaran mudah-mudahan juga tetap diberikan kekuatan untuk amanah menjalankan tugasnya.
Ada beberapa catatan kami bukan beberapa banyak Ketua. Jadi saya akan berbicara dengan sangat cepat mudah-mudahan bisa ditangkap keseluruhannya.
Pertama ketika tadi Mas menteri menyampaikan tentang boks-boks itu ya boks-boks yang ditargetkan. Rasa-rasanya ini banyak yang enggak menyambung dengan turunan programnya. Saya akan mengurut secara sistematis dari halaman 6.
Pertama ketika kita bicara tentang PIP dan KIP maka sistem KIP itu harus diperbaiki. Kenapa? Karena ada banyak anak-anak yang konon kabarnya harusnya mereka mendapatkan KIP tapi ternyata mereka tidak pernah mendapatkannya, enggak pernah dapat benefit-nya, berarti kan ada sesuatu di dalam sistemnya. Karenanya Perlu diperbaiki dan jangan sampai kemudian dilaporkan bahwa KIP sudah selesai semua diberikan tapi ternyata ada banyak anak yang tidak menerima. Karena ketika dia tercatat menerima KIP dia tidak bisa menerima PIP dan ini menjadi problem. Juga termasuk di dalamnya ada isu security di data pribadi yang ada di Dapodik, karena itu menjadi satu hal yang sangat penting.
Kedua antisipasi pada pandemi berlangsung pasti fasilitas TIK itu diperlukan sebagai mana tadi Pak Tan sampaikan, ini malah justru ditiadakan. Kemudian kami memerlukan lokasi lokus sekolah penerima ADEM itu di mana saja sih sebetulnya? Keempat terkait dengan pembinaan PAUD sebetulnya ada yang terkait erat dengan Permendikbud Nomor 9 Tahun 2021 tentang SPS (Satuan Penyelenggara Swasta) yang tidak tercantum di dalam Permendikbud. Sehingga pada saat ini mereka tidak bisa menerima BOP PAUD dan itu menjadi keluhan di daerah kota/kabupaten, saya rasa Bapak/Ibu anggota juga menerima pengaduan itu.
Halaman 7 kalau kita lihat nominal bantuan tunjangan untuk profesi non PNS tampaknya ini berkurang nanti mungkin akan harus jadi bahan diskusi kita di konsinyering. Kemudian selama ini juga platform yang ada kan dilepas kepada publik, harusnya memang sejak awal kan kita sudah mengingatkan platform pendidikan harusnya lebih disiapkan tetapi kenyataannya akhirnya kemudian karena dipandang kurang optimal barangkali jadi seperti itu dikurangi.
Kemudian konsep penguatan karakter seperti apa dengan turunnya anggaran yang drastis kan. Komplain saya sebelumnya adalah karena tidak dimasukkan pada Dikdasmen justru dimasukkan di bawah Pusat Penguatan Karakter. Terus apa yang diperoleh? Bagaimana evaluasinya? Dan bagaimana dengan turunnya anggaran?
Di halaman 8 saya tidak melihat di mana konsep penguatan sekolah inklusi dan bagaimana pola penganggarannya. Inklusi bukan layanan khusus karena dia disepakati untuk berdiri sendiri. Nah masih di halaman 8, satuan pendidikan yang diterapkan kurikulum, ekstrakurikuler, asesmen itu ada 14.455 di bawah PAUD Dikdasmen. Tapi di poin 11-nya masih di halaman 8 ada satuan pendidikan yang melaksanakan asesmen. Sehingga meskipun itu tidak berada di bawah PAUD Dikdasmen jumlahnya jauh lebih banyak, sehingga ni harus disetarakan.
Sedikit lagi Ketua di halaman 9. Kita tidak melihat desain perubahan P4TK dan LPMP menjadi balai penggerak. Mau diapakan dengan programnya, bagaimana pemanfaatan widyaiswaranya dan ada perubahan anggaran rata-ratanya dan modelnya dari 16 miliar menjadi 3,45 miliar mau dibagaimanakan mutu pendidikan kita. Keenam masih di halaman 9, pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat oleh mahasiswa itu tidak ada targetnya tapi ada anggarannya 15 miliar. Demikian juga dengan akreditasi tidak ada angka targetnya tapi ada anggarannya, perlu penjelasan lebih mendalam.
Di halaman 11, sertifikasi SMK tidak ada padahal target di boks tadi sangat besar untuk kesinambungan. Matching fund dan juga penguatan untuk vokasi malah tidak ada tapi di perguruan tinggi ada. Halaman 13, pelayanan publik kepada masyarakat Ditjen Kebudayaan itu maksudnya apa, kenapa tidak ke sekolah? Kenapa event kebudayaan ini juga tidak dikaitkan dengan sistem pendidikan dan pariwisata kita.
Terima kasih Pimpinan
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih.
Selanjutnya kami berikan kesempatan kepada teman-teman dari Fraksi PAN.
F-PAN (Prof. Dr. ZAINUDDIN MALIKI, M.Si.):
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pimpinan yang saya hormati.
Teman-teman Anggota Komisi X yang hadir fisik maupun virtual.
Pak Menteri beserta jajaran yang hormati.
Saya termasuk concern dan ikut prihatin anggaran pagu anggarannya turun mudah-mudahan kebutuhan anggaran 20 triliun nanti bisa kita perjuangkan bersama Pak Menteri. Kemudian saya concern juga dengan Covid-19 yang dampaknya jelas terhadap meningkatnya angka kemiskinan Pak Menteri. Oleh karena itu program-program kita yang nantinya bisa turut membantu mengatasi angka kemiskinan ini hendaknya dijadikan prioritas kita.
Antara lain misalnya pemberian PIP, pemberian KIP, ini juga kalau bisa angkanya diditambah bukan hanya tetap. Ini di program PAUD dan wajib belajar 12 tahun PIP, KIP sekolah tidak ada peningkatan. Ini menurut saya belum berkorelasi dengan realitas di lapangan di mana angka kemiskinan kita itu sekarang mengalami peningkatan. BPS menyebut kemiskinan akibat pandemi itu mencapai 2,7 juta orang.
Kemudian program-program yang lain yang saya kira nanti berkorelasi dengan upaya kita mengatasi kemiskinan berkat pandemi itu seperti yang diusulkan di halaman 10 program kewirausahaan mahasiswa Indonesia ini Pak Dirjen barangkali saya setuju angkanya dinaikkan. Tahun 2021 sudah targetnya itu 50 ribu orang tetapi di pagu indikatif diturunkan tinggal 3 ribu. Saya setuju Pak Dirjen mengusulkan menjadi 50 ribu orang dan ini saya kira perlu kita kawal dengan baik.
Kemudian juga melibatkan mahasiswa untuk mengikuti pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat, ini targetnya enggak ada tetapi anggarannya ada di pagu indikatif 2022, lalu diusulkan oleh Pak Dirjen sesuai dengan target dan anggaran tahun 2021. Saya kira ini juga perlu menjadi perhatian karena sekali lagi concern kita ikut turut serta untuk mengatasi kemiskinan yang muncul akibat pandemi yang kita hadapi sekarang ini.
Di halaman 12 saya juga mendorong setuju usulan untuk meningkatkan penambahan anggaran lembaga kursus dan pelatihan yang di pagu indikatif 2022 sudah diusulkan naik dari 200 menjadi 1.400. Nah ini yang bagus ini usulan dari Kemendikbud menjadi 3.500. Ini saya kira ini bagus sekali tolong juga ini dikawal, ini enggak boleh minta 1 menit saja ya Pimpinan?
Ya sudah ini sebenarnya saya minta ingin konfirmasi isu yang berkembang di luar katanya LLDIKTI nanti akan diubah menjadi UPT sehingga ketua atau kepala LLDIKTI itu hanya eselon II. Saya tidak bisa membayangkan kalau eselon II nanti mengoordinir eselon I, rektor-rektor coba dibayangkan dikoordinir oleh LLDIKTI yang hanya eselon II. Saya ingin meminta penjelasan apakah informasi ini akurat atau hoaks.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Prof.
Selanjutnya yang terakhir kami berikan kesempatan kepada Fraksi PPP.
F-PPP (Hj. ILLIZA SA’ADUDDIN DJAMAL, S.E.):
Assalammu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Syukur pada Allah dan selawat pada Rasulullah.
Pak Ketua, para Pimpinan dan juga seluruh Anggota Komisi X yang saya muliakan.
Mas Menteri seluruh jajaran.
Yang pertama kami juga prihatin dengan pagu indikatif yang berturun drastis ya 20 triliun itu bukan yang sedikit. Tapi kita tahu bagaimana kepiawaian Mas Menteri yang lalu mampu untuk berjuang ya untuk meningkatkan anggaran yang lalu, yang mudah-mudahan kali ini juga bersama-sama kita mudah-mudahan bisa meyakinkan Bappenas dan juga Kemenkeu terhadap kekurangan anggaran ini dan dengan bergabungnya Ristek harusnya harapan kita nantinya perguruan tinggi ini bisa menjadi ujung tombak dalam meriset nasional.
Kami juga mempertanyakan sebagaimana tadi juga dipertanyakan di awal. Bantuan peralatan TIK dana PAUD Disdakmen halaman 6 nomor 3, kemudian kegiatan prioritas dan wajib belajar 12 tahun yang tidak ada di dalam pagu indikatif tahun 2022. Kemudian bagaimana juga kegiatan prioritas pendidikan untuk pendidikan tinggi halaman 10 nomor 6 dan 7, serta kegiatan prioritas program pendidikan dan pelatihan vokasi halaman 11 nomor 2 dan 8 bahwa ini semua ini dikeluarkan. Jadi tidak ada tertera di penjabaran ini, tentu kami sangat menyayangkan karena program ini adalah program yang menjadi program-program kegiatan-kegiatan prioritas.
Terkait dengan penyaluran bantuan terhadap penyaluran PIP di Aceh dan kami kembali mempertanyakan bahwasanya karena memang memasuki tahun ajaran ini kali ini sangat urgent saya pikir untuk bagaimana Mas Menteri bisa memberikan penjelasan untuk menyegerakan penyelesaian terkait bank yang akan menjadi penyalur PIP di Aceh. Karena ada perubahan dari bank konvensional menjadi bank syariah dan kami juga ingin mendapatkan kejelasan terkait competitive dan matching fund untuk 75 lembaga dengan anggaran 487,5 miliar, apa dan bagaimana peruntukannya. Karena dalam pemberitaan mass media, Mas Menteri menjelaskan bahwa program matching fund itu akan diprioritaskan untuk kemitraan yang memiliki dampak terbesar terhadap tingkat indikator kinerja utama, potensi untuk menyelesaikan masalah di masyarakat dan tingkat partisipasi mahasiswa.
Nah keterlibatan perguruan tinggi dengan masyarakat itu sebagai wujud dari tridarma perguruan tinggi. Makanya yang harus dilakukan adalah pemerintah dengan kewenangannya memastikan Du/Di agar memfasilitasi
sebagai wujud dari program CSR di Du/Di tersebut dan anggaran tersebut harusnya dapat diwujudkan dengan memperbanyak hasil riset yang layak jual pada masyarakat dan dunia usaha serta industri. Mungkin itu dan kami mudah- mudahan ke depan bisa fokus juga terhadap pendidikan karakter yang sudah sangat meresahkan kita semua.
Terima kasih.
Wa‘afwa minkum wa astaghfiru lakum
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
KETUA RAPAT:
Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
Masih banyak waktunya Ibu, oh sudah bunyi ya, biasanya bunyinya sampai selesai dan itu berarti ada tambahan 30 detik.
Dengan selesainya pertanyaan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan maka 9 fraksi sudah memberikan tanggapan, pertanyaan, saran, sebagian besar memang berkisar pada mengapa anggaran pagu indikatifnya sangat rendah ya dan adanya dorongan untuk mengupayakan supaya minimal sama dengan tahun 2021. Selain itu adalah tentang masalah hari ini yang kita hadapi terutama di masa pandemi Covid-19. Kemudian beberapa hal juga ada kenaikan mutu pendidikan dan hal-hal teknis yang akan kita tindak lanjuti di dalam proses pembahasan selanjutnya.
Kami persilakan kepada saudara Mendikbud-ristek RI untuk menyampaikan jawaban, namun highlight saja ya tidak perlu terlalu detail karena kita masih ada tahapan selanjutnya sambil menunggu tambahan dari pagu indikatif. Silakan Mas Menteri.
MENDIKBUD-RISTEK RI (NADIEM ANWAR MAKARIM, B.A., M.B.A.):
Terima kasih Ibu Pimpinan.
Seperti yang Ibu bilang tadi karena sebenarnya beberapa pertanyaan mungkin sebaiknya di jawab masing-masing Dirjen di tingkat RDP atau konsinyering. Tapi saya bisa menjawab kira-kira beberapa poin makro karena saya ingin banyak dari poin-poin yang di utarakan hari ini saya sangat setuju sebenarnya dan yang pertama adalah mengenai perannya teknologi dan digitalisasi. Ini mungkin salah satu program digitalisasi terbesar ya di pemerintah sekarang yang kami lakukan di Kemendikbud. Memang belum sempat keluar semua produk-produknya dan tahun ini adalah yang akan kita mulai meluncurkan Inovasi-inovasi baru. Jadi ini bukan produk-produk yang hanya yang sudah dikeluarkan ada yang baru-baru akan dikeluarkan untuk membantu guru dan kepala sekolah.
Jadi ini suatu hal yang benar-benar melakukan leapfrog dan ini menurut kami tidak bisa dikorbankan dan untuk memanfaatkan semua platform