*)
Working Paper
PERENCANAAN OPTIMALISASI PRODUKSI DENGAN METODE DE NOVO
PROGRAMMING PADA PT. SULLY ABADI
JAYA
Denmin, Haryadi Sarjono
Universitas Bina Nusantara, Jl. KH. Syahdan No. 9, Palmerah, Jakarta Barat [email protected], [email protected]
Abstrak
PT. Sully Abadi Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi bantal dan guling. Penelitian yang dilakukan pada PT. Sully Abadi Jaya ini bertujuan untuk mengetahui metode peramalan yang paling optimal dan berapa banyak jumlah penjualan yang dapat diperoleh dengan metode peramalan tersebut, serta kombinasi produk yang tepat dan optimal yang harus diproduksi oleh PT. Sully Abadi Jaya. Pada penelitian ini digunakan delapan metode peramalan, sedangkan penentuan kombinasi produk yang harus diproduksi digunakan analisis dengan metode de novo programming dimana formulasi modelnya terdiri dari fungsi tujuan maksimisasi, empat variabel keputusan (bantal dacron, guling dacron, bantal microfill, dan guling microfill), dan empat batasan model yang utama (jumlah jam kerja yang tersedia, bahan baku, total biaya bahan baku,dan fluktuasi permintaan). Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa metode peramalan yang paling tepat bagi perusahaan adalah Multiplicative Decomposition (Seasonal): basic for smoothing : average for all data dimana diramalkan permintaan pada periode Maret 2015 adalah sebagai berikut: 2335 bantal dacron, 2027 guling dacron, 1274 bantal microfil, dan 700 guling microfil. Sedangkan, kombinasi produk yang tepat dan optimal yang harus diproduksi pada periode Maret 2015 adalah 2335 bantal dacron, 2027 guling dacron, 1090 bantal microfil, dan 700 guling microfil.(D)
Kata kunci : peramalan, optimalisasi, de novo programming, perencanaan produksi
Abstract
PT. Sully Abadi Jaya is a company that manufactures pillows and bolsters. Research conducted at PT.
Sully Abadi Jaya aims to determine the most optimal forecasting method and how many sales can be obtained with the forecasting methods, as well as the right combination and the optimal product to be produced by PT. Sully Abadi Jaya. In this study researcher used eight methods of forecasting, while to determine the product mix that should be produce we used analysis by the method of de novo programming where the model formulation consists of maximization objective function, four decision variables (dacron pillow, dacron bolster, microfill pillow, and microfill bolster) and four major constratints (available working hour, raw material, total cost of raw material, and demand fluctuation).
The result show that the best forecasting method for the company is Multiplicative Decomposition (Seasonal): basic for smoothing : average for all data where the result of forecast demand at March 2015 are 2335 dacron pillow,2027 dacron bolster,1274 microfill pillow, and 700 microfill bolster. The appropriate and optimum product mix that must be produced on March 2015 is 2335 dacron pillow, 2027 dacron bolster, 1090 microfill pillow, and 700 microfill bolster.(D)
Keyword : forecasting, optimalization, de novo programming, production planning
Pendahuluan
PT. Sully Abadi Jaya merupakan perusahaan yang memproduksi produk berupa bantal dan guling, terdapat 2 jenis produk bantal dan guling yang diproduksi oleh PT.Sully Abadi Jaya yaitu yang berbahan baku dacron dan yang berbahan baku microfil. PT. Sully Abadi Jaya selama ini telah melakukan berbagai usaha untuk menjalankan bisnis nya dengan sebaik mungkin, terutama pada bagian produksi, pemenuhan permintaan, dan peningkatan pendapatan. Namun pada proses produksi yang dilakukan, PT.
Sully Abadi Jaya sering kali mengalami hambatan yang disebabkan oleh adanya fluktuasi permintaan yang tidak menentu yang dihadapi oleh perusahaan. Masalah lain yang harus dihadapi oleh PT. Sully Abadi Jaya adalah terbatasnya input (sumber daya) yang dimiliki perusahaan setiap bulan nya, sedangkan seperti yang telah disampaikan bahwa perusahaan juga sering kali mengalami fluktuasi permintaan yang tidak menentu. Selain itu diketahui pula bahwa selama ini perusahaan tidak melakukan peramalan dengan menggunakan metode peramalan apapun melainkan hanya melalui diskusi dan keputusan yang dihasilkan dalam rapat, tidak jarang pula keputusan yang diambil kurang sesuai dengan kenyataan. Hal inilah yang kemudian menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam menentukan kombinasi produk yang harus diproduksi agar dapat mencapai produksi yang optimal.
Gambar 1. Grafik permintaan PT. Sully Abadi Jaya
Sumber : PT. Sully Abadi Jaya
Gambar 2. Grafik Produksi PT. Sully Abadi Jaya
Sumber : PT. Sully Abadi Jaya
Identifikasi Masalah
1. Metode peramalan apakah yang paling tepat untuk diterapkan pada PT. Sully Abadi Jaya?
2. Berapa hasil peramalan jumlah penjualan yang dapat diperoleh PT. Sully Abadi Jaya pada periode Maret 2015?
3. Bagaimana kombinasi produk yang tepat dan optimal yang harus diproduksi oleh PT. Sully Abadi Jaya pada periode Maret 2015?
Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui metode peramalan apakah yang paling tepat untuk diterapkan pada PT. Sully Abadi Jaya.
2. Untuk mengetahui berapa hasil peramalan jumlah penjualan yang dapat diperoleh PT. Sully Abadi Jaya pada periode Maret 2015.
3. Untuk mengetahui kombinasi produk yang tepat dan optimal yang harus diproduksi oleh PT.
Sully Abadi Jaya pada periode Maret 2015.
Landasan Teori
Menurut Roger Schroeder (2004:207) Peramalan adalah satu masukan untuk semua jenis perencanaan dan pengendalian bisnis, baik di dalam dan di luar fungsi operasi. Sedangkan Menurut Barry Render dan Jay Heizer (2006 : 104) Peramalan adalah seni dan ilmu memprediksi peristiwa – peristiwa masa depan.
Menurut Heizer dan Render (2006, p676) Linear programming atau Program linear adalah teknik matematika yang banyak digunakan dimana dirancang untuk membantu manajer operasi merencanakan dan membuat keputusan yang diperlukan untuk mengalokasikan sumber daya .
Zeleny (1986) mengemukakan bahwa De Novo Programming adalah suatu cara untuk melihat suatu sistem dimana selain mengoptimalkan sistem yang telah ada, juga menyarankan perencanaan suatu sistem yang optimal. Yang dititik beratkan pada membuat suatu desain yang optimal terhadap sistem dengan produktivitas tinggi yang memiliki beberapa criteria. Model De Novo Programming tidak dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan fungsi tujuan berupa minimasi biaya produksi karena salah satu kendala dari model tersebut adalah kendala keterbatasan anggaran (budget), sehingga rencana produksi yang dioptimalkan sudah sesuai dengan biaya yang disediakan perusahaan. Metode De Novo Programming ini digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan fungsi tujuan berupa maksimisasi pendapatan, dimana dengan keterbatasan bahan baku / budget tersebut perusahaan dapat mengetahui berapa banyak tiap produk harus diproduksi untuk mendapatkan profit maksimal dengan sumber daya yang terbatas tersebut.
Dalam penelitian ini data yang digunakan berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan diantaranya : wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Formulasi De Novo Programming Maksimasi Z = C
1
X
1
+ C
2
X
2
+ ... + C
n
X
n
Kendala : v
1
X
1
+ v
2
X
2
+ ... + v
n
X
n
≤ B a
21X
1
+ a
22
X
2
+ ... + a
2n
X
n
≤ b
2
X
1, X
2
, ..., X
n