• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)"

Copied!
126
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP Negeri 2 Banjar

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Materi Pokok : Islam dan Ilmu pengetahuan Alokasi Waktu : 3 Pertemuan (9 JP)

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan arti Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al- Mujadilah/58:11 serta hadis tentang menuntut ilmu dengan tepat.

2. Peserta didik dapat menjelaskan makna Q.S. ar- Rahman/55:33 dan Q.S. al- Mujadilah/58:11 serta hadis tentang menuntut ilmu dengan benar.

3. Peserta didik dapat mengidentifikasi hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah dalam Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al-Mujadilah/58:11dengan tepat.

4. Peserta didik dapat menjelaskan hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah dalam Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al-Mujadilah/58:11dengan benar.

5. Peserta didik dapat menunjukkan bacaan Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al- Mujadilah/58:11dengan benar.

6. Peserta didik dapat mendemonstrasikan hafalan Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al- Mujadilah/58:11dengan lancar.

7. Peserta didik dapat menjelaskan keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al-Mujadilah/58:11dengan benar.

8. Peserta didik dapat menampilkan contoh perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi Q.S. ar-Rahman/55:33 dan Q.S. al-Mujadilah/58:11 serta hadis terkait dengan tepat.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 1.1 Terbiasa membaca al-

Qur’an dengan meyakini bahwa Allah SWT akan

1.1.1 Memiliki kemampuan membaca al-Qur’an dengan tartil.

1.1.2 Membiasakan membaca al-Qur’an dalam

(2)

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi meninggikan derajat orang

yang beriman dan berilmu.

kehidupan sehari-hari.

2. 2.1 Menunjukkan perilaku semangat menuntut ilmu sebagai implementasi Q.S.

al-Mujadilah/58: 11, Q.S.

ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait.

2.1.1 Memiliki semangat yang tinggi untuk menuntut ilmu sebagai implementasi Q.S.

al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55:

33 dan hadis terkait.

2.1.2 Bersungguh-sungguh dalam belajar.

2.1.3 Mau mengajarkan ilmu pengetahuan kepada orang lain.

3. 3.1 Memahami makna Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar- Rahman/55: 33 dan hadis terkait tentang menuntut ilmu.

3.1.1 Mampu menterjemahkan Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis tentang menuntut ilmu dengan benar.

3.1.2 Menjelaskan kesimpulan makna Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55:

33 serta hadis tentang menuntut ilmu dengan benar.

4. 4.1.1 Membaca Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 dengan tartil.

4.1.1.1 Menjelaskan hukum bacaan tajwid (Al Syamsiyah dan Al Qamariyah) sebagaimana terkandung dalam Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55:

33 dengan benar.

4.1.1.2 Mengidentifikasi hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah dalam Q.S.

al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar- Rahman/55: 33.

4.1.1.3 Mendemonstrasikan bacaan Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55:

33 dengan tartil.

4.1.2 Menunjukkan hafalan Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33

4.1.2.1 Menghafal Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S.

ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait dengan lancar.

(3)

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi dan hadis terkait dengan

lancar.

4.1.2.2 Mendemonstrasikan hafalan Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait dengan lancar.

4.1.3 Menyajikan keterkaitan semangat menuntut ilmu dengan pesan Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33.

4.1.3.1 Menjelaskan keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S.

al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar- Rahman/55: 33.

4.1.3.2 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55:

33.

C. Materi Pembelajaran

1. Materi Pembelajaran Reguler 1. Q.S. al-Mujadilah/58: 11.

2. Q.S. ar-Rahman/55: 33.

3. Hadis-hadis tentang menuntut ilmu.

4. Arti Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

5. Kandungan makna Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

6. Keterkaitan semangat menuntut ilmu dengan pesan Q.S. al-Mujadilah /58: 11 dan Q.S. ar-Rahman /55: 33.

7. Hukum bacaan tajwid tentang Al Syamsiyah dan Al Qamariyah.

2. Materi Pembelajaran Remidial

a. Kandungan makna Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

b. Keterkaitan semangat menuntut ilmu dengan pesan Q.S. al-Mujadilah /58: 11 dan Q.S. ar-Rahman /55: 33.

(4)

3. Materi Pembelajaran Pengayaan

a. Biografi salah seorang cendikiawan muslim dan sifat-sifat keteladanan yang ada padanya, atau

b. Hukum bacaan tajwid lainnya pada ayat-ayat al-Qur’an yang telah ditentukan

D. Metode Pembelajaran

 Pendekatan : Scientific

 Model Pembelajaran : Inquiry Learning (Active Learning: Whole-Class Teaching)

 Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, drill dan demonstrasi E. Media Pembelajaran

1. Media/alat a. LCD Projector b. Speaker Aktif c. Note Book

d. CD Pembelajaran Interaktif

2. Bahan

a. Kertas karton b. Spidol

F. Sumber Belajar

1. Departemen Agama RI. 2005. Al-Qur’an dan Terjemahnya.

2. Mustahdi dan Sumiyati. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan.

3. Mustahdi dan Sumiyati. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII Buku Guru. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

4. Marzuki. 2009. Prinsip Dasar Akhlak Mulia: Pengantar Studi Konsep-konsep Dasar Etika dalam Islam. Yogyakarta: Debut Wahana.

G. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (3 JP)

a. Pendahuluan (15 menit)

1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

(5)

2) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Qur’an surah/ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3) Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk peserta didik.

4) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

5) Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

6) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.

7) Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.

b. Kegiatan inti (90 menit) 1) Mengamati :

a) Peserta didik mengamati tayangan audio visual seorang qari’ yang sedang membaca al-Qur’an dengan fasih.

b) Peserta didik menyimak penjelasan guru tentang hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah.

2) Menanya :

a) Peserta didik merumuskan pertanyaan tentang bacaan-bacaan tajwid dalam al-Qur’an.

b) Peserta didik saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

3) Mengumpulkan Informasi :

a) Setiap kelompok berdiskusi tentang macam-macam huruf Al Syamsiyah dan Al Qamariyah.

b) Setiap kelompok berdiskusi tentang tanda-tanda dan cara membaca hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah.

c) Setiap kelompok berlatih cara membaca Al Syamsiyah dan Al Qamariyah pada ayat-ayat al-Qur’an.

4) Mengasosiasi :

(6)

a) Setiap kelompok berdiskusi dalam mengidentifikasi contoh-contoh hukum bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah dalam al-Qur’an.

b) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusinya pada kertas karton.

5) Mengkomunikasikan :

a) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan kelompok lain.

b) Setiap kelompok mendemontrasikan bacaan Al Syamsiyah dan Al Qamariyah pada ayat-ayat al-Qur’an.

c) Setiap kelompok memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lainnya.

c. Penutup (15 menit)

1) Guru memfasilitasi peserta didik membuat kesimpulan mengenai hukum bacaan tajwid Al Syamsiyah dan Al Qamariyah.

2) Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3) Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik.

4) Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

5) Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdo’a.

2. Pertemuan Kedua (3 JP) a. Pendahuluan (15 menit )

1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Qur’an surah/ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3) Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk peserta didik.

4) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

(7)

5) Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

6) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.

7) Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.

b. Kegiatan inti (90 menit) 1) Mengamati :

a) Peserta didik mengamati tayangan audio visual bacaan Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis tentang menuntut ilmu dengan cermat.

b) Peserta didik mengamati ayat-ayat dan arti Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S.

ar-Rahman/55: 33 dan hadis tentang menuntut ilmu dengan cermat.

2) Menanya :

Peserta didik saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

3) Mengumpulkan Informasi :

a) Setiap kelompok berdiskusi/berlatih menterjemahkan Q.S. al-Mujadilah/58:

11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait.

b) Setiap kelompok berdiskusi memahami makna Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait.

4) Mengasosiasi :

a) Setiap kelompok membuat kesimpulan tentang kandungan makna Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait.

b) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas yang telah dipersiapkan.

5) Mengkomunikasikan :

a) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan kelompok lain.

b) Setiap kelompok memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lainnya.

(8)

c. Penutup (15 menit)

1) Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

2) Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik.

3) Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.

4) Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdo’a.

3. Pertemuan Ketiga (3 JP) a. Pendahuluan (15 menit)

1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Qur’an surah/ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3) Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk peserta didik.

4) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

5) Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

6) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.

7) Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.

b. Kegiatan inti (90 menit) 1) Mengamati :

Peserta didik menyimak hafalan guru pada Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S.

ar-Rahman/55: 33.

2) Menanya :

Peserta didik mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan cara menghafal ayat-ayat secara mudah dan cepat.

(9)

3) Mengumpulkan Informasi :

a) Setiap kelompok berlatih menghafal Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar- Rahman/55: 33.

b) Setiap kelompok menelaah berbagai sumber belajar sebagai dasar memahami keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S.

al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33 dan hadis tentang ilmu pengetahuan.

4) Mengasosiasi :

a) Setiap kelompok membuat kesimpulan tentang keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar- Rahman/55: 33.

b) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas yang telah dipersiapkan.

5) Mengkomunikasikan :

a) Setiap kelompok mendemontrasikan bacaan dan hafalan Q.S. al- Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55: 33.

b) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang keterkaitan semangat menuntut ilmu sesuai dengan pesan Q.S. al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33.

c) Setiap kelompok memberikan tanggapan terhadap bacaan, hafalan dan hasil presentasi kelompok lain.

c. Penutup (15 menit)

1) Dengan bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran.

2) Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3) Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik.

4) Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

5) Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdo’a.

(10)

H. Penilaian Hasil Pembelajaran 1. Teknik Penilaian

a. Sikap (Spiritual dan Sosial) 1. Penilaian diri

2. Penilaian antar teman b. Pengetahuan

Tes tertulis

c. Keterampilan Performance

2. Instrumen Penilaian : Terlampir 3. Penilain Remidial

Penilaian remidial akan dilaksanakan dalam bentuk:

a. Bimbingan perseorangan, atau

b. Penilaian kembali dengan soal yang sejenis 4. Penilain Pengayaan

Penilaian pengayaan akan dilaksanakan dalam bentuk:

a. Pemberian tugas menyusun biografi salah seorang cendikiawan muslim, serta mendiskripsikan keteladanan yang ada padanya, atau

b. Mengidentifikasi hukum bacaan tajwid lainnya pada ayat-ayat al-Qur’an yang telah ditentukan.

Mengetahui Banjar, Juli 20016

Kepala SMP Negeri 2 Banjar Guru Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti

AA HASAN GUNARA, S.Pd.,M.Pd Dra.WIDA SUSILAWATI NIP.196419221989031013 NIP.196707292007012013

(11)

Lampiran 1 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual)

Nama Peserta Didik Kelas / Semester

: :

...

VII (Tujuh) / Ganjil Teknik Penilaian : Penilaian Diri

Buatlah laporan aktivitasmu dalam membaca al-Qur’an dengan menuliskannya pada lembaran berikut!

No. Tanggal Surat yang dibaca

Paraf Orang Tua Nama Surat Ayat

Banjar,

Mengetahui Siswa yang bersangkutan

Orang tua / wali siswa

(………...………….) (………....………….)

(12)

Lampiran 2 (Alternatif) : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual) Nama Peserta Didik

Kelas / Semester

: :

...

VII (Tujuh) / Ganjil Teknik Penilaian : Penilaian Diri

Penilai : Diri Sendiri

No. Tanggal

Pilihan Jawaban

Skor Sangat

Setuju Setuju Ragu- Ragu

Tidak Setuju 1. Meyakini bahwa tidak semua

ayat al-Qur’an merupakan wahyu Allah SWT.

2. Meyakini bahwa semua ilmu bersumber dari Allah SWT.

3. Meyakini bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah SWT yang hukumnya wajib 4. Memahami kandungan al-

Qur’an dan mengamalkannya tidak ada kaitannya dengan keimanan seorang muslim.

5. Mampu membaca al-Qur’an bukanlah suatu keharusan bagi seorang muslim.

6. Meyakini bahwa Allah SWT memuliakan orang yang berilmu.

Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Pilihan:

Sangat Setuju Setuju

Ragu-Ragu Tidak Setuju

Positif

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Negatif

= Skor 1

= Skor 2

= Skor 3

= Skor 4

Skor yang diperoleh

--- x 4 = --- Skor maksimal

Catatan:

………

………

Banjar, Penilai

(………..…....………….)

(13)

Lampiran 3 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Sosial) Nama Peserta Didik

Kelas / Semester

: :

...

VII (Tujuh) / Ganjil Teknik Penilaian : Penilaian Antar Teman

No. Pernyataan

Pilihan Jawaban

Skor Selalu Sering Kadang-

kadang

Tidak Pernah 1. Memiliki semangat tinggi dalam

menuntut ilmu.

2. Sungguh-sungguh dalam belajar.

3. Mengajarkan ilmu kepada orang lain yang membutuhkan.

4. Mudah menjawab ketika ditanya temannya.

5. Tidak membanggakan diri karena ilmu yang ia miliki.

6. Tidak membeda-bedakan pergaulan atas dasar tingkat kepandaian.

Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Pilihan Selalu Sering

Kadang-kadang Tidak pernah

Positif

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Negatif

= Skor 1

= Skor 2

= Skor 3

= Skor 4

Skor yang diperoleh

--- X 100 = --- Skor maksimal

Catatan:

Banjar, Penilai

(14)

(………..…....………….)

Lampiran 4 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan) Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Kompetensi Dasar : 3.1 Memahami makna Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar- Rahman/55: 33 dan hadis terkait tentang menuntut ilmu.

Indikator : 3.1.1 Menterjemahkan Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar- Rahman/55: 33 dan hadis tentang menuntut ilmu.

3.1.2 Menjelaskan kesimpulan makna Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 serta hadis tentang menuntut ilmu dengan benar.

Teknik Penilaian : Tes Tulis

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Menterjemahkan Q.S. ar- Rahman/55: 33

Terjemahkan Q.S. ar-Rahman/55: 33 berikut ini!

ِتاَواَمَّسلا ِراَطْقَأ ْنِم اْوُذُفنَت نَأ ْمُتْعَطَتْسا ِنِإ ِسنِ ْلْاَو ِّنِجْلا َرَشْعَم اَي

﴿ ٍناَطْلُسِب َّلَِإ َنْوُذُفنَت َلَ اْوُذُفناَف ِضْرَ ْلْاَو ٣٣

2. Menterjemahkan Q.S. al- Mujadilah/58 ayat 11

Terjemahkan Q.S. al-Mujadilah/58: 11 berikut ini!

َن ْوُلَمْعَت اَمِب ُاللهَو ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتْوُأ َنْيِذَّلاَو ْمُكنِم اْوُنَمآ َنْيِذَّلا ُالله ِعَفْرَي

﴿ ٌرْيِبَخ ١١

﴾ 3. Menterjemahkan salah

satu hadis yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan

Terjemahkan hadis tentang menuntut ilmu di bawah ini!

َلاَق ٍكِلاَم ِنْب ِسَنَأ ْنَع َمَّلَسو ِهْيلَع الله ىَّلَص ِالله ُلوُسَر َلاَق :

ِمْلِعْلا ُبَلَط :

ٍمِلْسُم ِّلُك ىَلَع ٌةَضيِرَف (

هجام نبا هاور )

(15)

4 Menjelaskan kesimpulan makna Q.S. al- Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar-Rahman/55: 33 serta hadis tentang menuntut ilmu.

Jelaskan kesimpulan makna Q.S. al-Mujadilah/58: 11!

No. Jawaban

1.

Wahai sekalian jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (ilmu).

2.

Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah SWT Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

3. Dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. (H.R. Ibnu Majah).

4. Allah SWT akan meninggikan derajatnya orang-orang yang beriman dan orang yang berilmu.

Keterangan:

Masing-masing soal memiliki skor maksimal 25.

Skor Maksimal : Skor yang diperoleh

--- x 100 = --- 100

(16)

Lampiran 5 : Instrumen Penilaian (Aspek Keterampilan)

Nama Peserta Didik : ………

Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Kompetensi Dasar : 4.1.1 Membaca Q.S. Al-Mujadilah/58: 11 dan Q.S. ar- Rahman/55: 33 dengan tartil

Teknik Penilaian : Tes Performance

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Membaca Q.S. al- Mujadilah (58): 11

Artikan Q.S. al-Mujadilah/58: 11 berikut ini!

ْمُكنِم ا ْوُنَمآ َنْيِذَّلا ُالله ِعَفْرَي ٌرْيِبَخ َنْوُلَمْعَت اَمِب ُاللهَو ٍتاَجَرَد َمْلِعْلا اوُتْوُأ َنْيِذَّلاَو

﴿ ١١

﴾ 2. Membaca Q.S. ar-

Rahman/55: 33

Artikan Q.S. ar-Rahman/55: 33 berikut ini!

اَمَّسلا ِراَطْقَأ ْنِم اْوُذُفنَت نَأ ْمُتْعَطَتْسا ِنِإ ِسنِ ْلْاَو ِّنِجْلا َرَشْعَم اَي ِتاَو

﴿ ٍناَطْلُسِب َّلَِإ َنْوُذُفنَت َلَ اْوُذُفناَف ِضْرَ ْلْاَو ٣٣

RUBRIK PENILAIAN

No. Nama Surat

Kriteria

Skor Tartil Lancar Kurang

Lancar

Tidak Lancar 1. Q.S. al-Mujadalah/58: 11

(17)

2. Q.S. ar-Rahman/55: 33 Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Tartil Lancar

Kurang Lancar Tidak Lancar

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Skor yang diperoleh

--- X 100 = ---- Skor maksimal

Catatan Guru

………

………

Banjar,

Guru Mata Pelajaran

……….

NIP.

Lampiran 6 (Alternatif) : Instrumen Penilaian (Aspek Keterampilan)

Nama Peserta Didik : ………

Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Kompetensi Dasar : 4.1.2 Menunjukkan hafalan Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S.

ar-Rahman/55: 33 dan hadis terkait dengan lancar Teknik Penilaian : Tes Performance

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Mendemontrasikan hafalan Q.S. al-

Mujadilah/58: 11, Q.S.

ar-Rahman/55: 33 dan hadis tentang menuntut ilmu.

Hafalkan Q.S. al-Mujadilah/58: 11, Q.S. ar-Rahman/55:

33, dan hadis tentang menuntut ilmu!

RUBRIK PENILAIAN

No. Nama Surat

Kriteria

Skor Lancar Kurang

Lancar

Tidak Lancar

(18)

1. Q.S. al-Mujadalah/58: 11 2. Q.S. ar-Rahman/55: 33 3. Hadis

Jumlah Skor

Keterangan Nilai Nilai Akhir

Lancar

Kurang Lancar Tidak Lancar

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Skor yang diperoleh

--- X 100 = ---- Skor maksimal

Catatan Guru

………

………

Banjar,

Guru Mata Pelajaran

……….

NIP.

Lampiran 7 : Materi Pembelajaran

Islam dan Ilmu Pengetahuan a. Q.S. Ar-Rahman (55) ayat 33



































Arti mufradat

Lafal Arti Lafal Arti

(19)

wahai golongan langit dan bumi

jin dan manusia maka lintasilah

Jika kalian sanggup kamu tidak dapat

menembusnya untuk menembus

kecuali dengan kekuatan Allah SWT

dari penjuru

Artinya: “Wahai golongan jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan (Allah SWT)”.

b. Q.S. Al-Mujadilah (58) ayat 11





































































 















































































 















Arti mufradat

Lafal Arti Lafal Arti

niscaya Allah SWT

akan meninggikan beberapa derajat

diantaramu apa yang kamu

kerjakan yang diberi ilmu

pengetahuan Maha Mengetahui

Artinya: “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-

(20)

lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu, dan apabila dikatakan: "berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

c. Hadist tentang menuntut ilmu 1. Hadist nabi Muhammad SAW

Lafal Arti

ملعلا بلط

menuntut ilmu

ةضيرف

Kewajiban

ع

لك ىل

bagi setiap

ملسم

orang Islam

Artinya: “Dari Anas ibn Malik r.a. ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”. (HR. Ibn Majah).

2. Ungkapan imam Syafi’i

Arti Lafal

(21)

barangsiapa yang menghendaki kebahagiaan

دارا نم

Dunia

ايندلا

maka harus mengetahui

هيلعف

Ilmunya

ملعلاب

Akhirat

ةرخلْا

Artinya:“Barang siapa yang menghendaki kebahagiaan dunia, maka harus mengetahui ilmunya, dan barang siapa yang menghendaki kebahagiaan akhirat, maka harus mengetahui ilmunya”

d. Sebab Turunnya Ayat 1) Q.S. al-Mujadilah [58 :11]

Dalam satu riwayat dikemukakan bahwa apabila ada orang mau datang pada Majlis Rasulullah SAW, para sahabat tidak mau memberikan tempat duduk di sisi Rasulullah, kemudian turun surat ini [58:11] sebagai perintah untuk memberi tempat kepada orang yang baru datang. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Qotadah).

Dalam Riwayat lain dikemukakan bahwa ayat ini [58:11] turun pada hari Jum’at disaat pahlawan-pahlawan Badar datang ke tempat pertemuan yang penuh sesak, orang-orang tidak mau memberi tempat pada orang yang baru datang, sehingga terpaksa mereka berdiri, Rasulullah SAW menyuruh berdiri, Rasulullah SAW menyuruh berdiri pada pribumi dan tamu-tamu itu (pahlawan Badar) disuruh duduk di tempat mereka, orang-orang yang disuruh pindah itu merasa tersinggung perasaannya. Ayat ini [58:11] turun sebagai perintah kepada kaum mukminin untuk mentaati perintah Rasulullah SAW dan memberikan tempat duduk sesama mukminin.

2) Q.S. ar-Rahman [55:33]

Surat Ar Rahman [55;33] adalah termasuk salah satu surat yang tidak ada sebab turunnya ayat, dan tidak semua ayat al-Qur’an ada sebab turunnya, termasuk salah satunya adalah Q.S. ar-Rahman ayat 33.

(22)

e. Isi Kandungan Ayat dan hadis 1) Q.S. al-Mujadilah [58:11]

 Keutamaan orang-orang beriman dan berilmu pengetahuan. Orang yang beriman dan berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT.

 Orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan luas akan dihormati oleh orang lain, diberi kepercayaan untuk mengendalikan atau mengelola apa saja yang terjadi dalam kehidupan ini. Ini artinya tingkatan orang yang beriman dan berilmu lebih tinggi di banding orang yang tidak berilmu.

2) Q.S. ar-Rahman ayat 33

 Pentingnya ilmu pengetahuan bagi kehidupan umat manusia. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat mengetahui benda-benda langit. Dengan ilmu pengetahuan, manusia dapat menjelajahi angkasa raya. Dengan ilmu pengetahuan, manusia mampu menembus sekat-sekat yang selama ini belum terkuak.

 Manusia diberi potensi oleh Allah SWT berupa akal. Akal ini harus terus diasah, diberdayakan dengan cara belajar dan berkarya. Dengan belajar, manusia bisa mendapatkan ilmu dan wawasan yang baru. Dengan ilmu, manusia dapat berkarya untuk kehidupan yang lebih baik.

f. Menerapkan Ilmu Tajwid tentang “Al” Syamsiyah dan “Al” Qamariyah

(23)
(24)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Banjar

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Materi Pokok : al-Asma’u al-Husna Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (6JP)

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan pengertian al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al- Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir dengan tepat.

2. Peserta didik dapat menunjukkan dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah SWT dengan benar.

3. Peserta didik dapat menjelaskan makna al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir dengan benar.

4. Peserta didik dapat mengidentifikasi perilaku beriman kepada Allah SWT dengan tepat.

5. Peserta didik dapat melaksanakan perintah Allah SWT atas dasar iman kepada Allah SWT dengan tepat.

6. Peserta didik dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir dengan benar.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

N O .

Kompetensi Dasar Iindikator Pencapaian Kompetensi

1 1

.

Meyakini bahwa Allah SWT Maha

1.3.1 Melaksanakan perintah Allah SWT atas dasar iman kepada Allah SWT.

(25)

. 3 Mengetahui, Maha Waspada, Maha Mendengar dan Maha Melihat.

2 .

2 . 3

Menunjukkan

perilaku percaya diri, tekun, teliti dan kerja keras sebagai implementasi makna al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al- Bashir.

2.3.1 Memiliki rasa percaya diri yang tinggi, berperilaku tekun, teliti dan kerja keras sebagai implementasi dari al-Asma’u al-Husna: al-‘Alim, al-Khabir, as- Sami’ dan al-Bashir.

3 .

3 . 3

Memahami makna al- Asma’u al-Husna: al-

’Alim, al-Khabir, as- Sami’ dan al-Bashir.

3.3.1 Menyebutkan pengertian al-Asma’u al- Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’

dan al-Bashir.

3.3.2 Menunjukkan dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah SWT.

3.3.3 Menjelaskan makna al-Asma’u al- Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’

dan al-Bashir.

4 .

4 . 3

Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani al- Asma’u al-Husna: al-

’Alim, al-Khabir, as- Sami’ dan al-Bashir

4.3.1 Mengidentifikasi perilaku beriman kepada Allah SWT.

4.3.2 Mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-’Alim.

4.3.3 Mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-Khabir.

(26)

4.3.4 Mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: as-Sami’.

4.3.5 Mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-Bashir.

C. Materi Pembelajaran

1. Materi Pembelajaran Reguler

a. Pengertian al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

b. Dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah SWT.

c. Makna al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

d. Contoh-contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

2. Materi Pembelajaran Remidial

a. Makna al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

b. Contoh-contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

3. Materi Pembelajaran Pengayaan

Macam-macam sifat wajib bagi Allah SWT

D. Metode Pembelajaran

 Pendekatan : Scientific

 Model Pembelajaran : Problem Based Learning (Cooperative Learning – Sort Card)

 Metode : Ceramah, tanya jawab, diskusi, drill dan demonstrasi

E. Media Pembelajaran

1. Media/alat

(27)

a. LCD Projector b. Speaker Aktif c. Note Book

d. CD Pembelajaran Interaktif

2. Bahan

a. Kertas karton (kartu) b. Gambar/kaligrafi c. Spidol

F. Sumber Belajar

a. Departemen Agama RI. 2005. Al-Qur’an dan Terjemahnya.

b. Mustahdi dan Sumiyati. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan.

c. Mustahdi dan Sumiyati. 2013. Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SMP/MTs Kelas VII Buku Guru. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

d. Marzuki. 2009. Prinsip Dasar Akhlak Mulia: Pengantar Studi Konsep-konsep Dasar Etika dalam Islam. Yogyakarta: Debut Wahana.

G. Langkah-langkah Pembelajaran 1. Pertemuan Pertama (3JP)

a. Pendahuluan (15 menit)

1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

2) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Qur’an surah/ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

3) Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk peserta didik.

4) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

5) Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

(28)

6) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.

7) Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok.

b. Kegiatan Inti (90 menit) 6) Mengamati :

c) Peserta didik mengamati tayangan audio visual bacaan al-Asma’u al- Husna.

d) Peserta didik mengamati lebih fokus pada al-Asma’u al-Husna: al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir berikut dalil naqli dan aqli tentang iman kepada Allah SWT.

7) Menanya :

Peserta didik saling mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

8) Mengumpulkan Informasi :

c) Setiap kelompok berdiskusi/berlatih menterjemahkan al-Asma’u al- Husna: al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir berikut dalil naqli dan aqli tentang iman kepada Allah SWT.

d) Setiap kelompok berdiskusi memahami makna al-Asma’u al-Husna: al-

‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

9) Mengasosiasi :

c) Setiap kelompok membuat kesimpulan tentang kandungan makna al- Asma’u al-Husna: al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

d) Setiap kelompok menuliskan hasil diskusi pada kertas yang telah dipersiapkan.

10) Mengkomunikasikan :

c) Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di hadapan kelompok lain.

d) Setiap kelompok memberikan tanggapan terhadap presentasi kelompok lainnya.

c. Penutup (15 menit)

(29)

5) Guru bersama-sama para peserta didik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

6) Guru memberikan reward kepada kelompok terbaik.

7) Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur.

8) Guru bersama-sama para peserta didik menutup pelajaran dengan berdo’a.

2. Pertemuan Kedua (3JP) d. Pendahuluan (15 menit)

8) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat.

9) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan al-Qur’an surah/ayat pilihan yang dipimpin oleh salah seorang peserta didik.

10) Guru memperhatikan kesiapan diri peserta didik dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kehadiran, kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk peserta didik.

11) Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pembelajaran.

12) Guru menyampaikan cakupan materi, tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan.

13) Guru menyampaikan lingkup dan teknik penilaian.

14) Guru mengkondisikan peserta didik untuk duduk secara berkelompok (menjadi 5 kelompok).

e. Kegiatan Inti (90 menit) 1) Mengamati :

a) Secara berkelompok peserta didik mengamati gambar/kaligrafi al-Asma’u al-Husna.

b) Peserta didik menyimak dan membaca penjelasan mengenai al-Asma’u al- Husna: al-‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

(30)

2) Menanya :

a) Peserta didik mengajukan pertanyaan mengenai al-Asma’u al-Husna: al-

‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

b) Dengan dibantu oleh siswa, guru membagikan satu set permainan kartu kepada setiap kelompok.

c) Peserta didik mengajukan pertanyaan terkait tentang cara penggunaan media permainan kartu.

3) Mengumpulkan Informasi :

a) Salah satu anggota kelompok mengocok kartu rincian dan membagikan kepada anggota kelompoknya.

b) Kartu induk dibuka dan setiap anggota melempar kartu rincian yang ada di tangan untuk dipasangkan dengan kartu induk yang sesuai.

c) Peserta didik memainkannya hingga terpasang semua antara kartu induk dengan kartu rincian. Permainan kartu berlangsung dua kali putaran pada setiap kelompok.

4) Mengasosiasi :

a) Setiap kelompok membuat kesimpulan tentang materi terkait.

b) Secara berkelompok peserta didik mengerjakan “Lembar Kerja”.

c) “Lembar Kerja” dituliskan pada kertas yang telah disiapkan.

5) Mengkomunikasikan :

a) Setiap kelompok mempresentasikan tentang al-Asma’u al-Husna: al-

‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir mencakup arti, dalil, makna dan contoh perilaku yang mencerminkan keteledanan dari keempat sifat al- Asma’u al-Husna tersebut.

b) Kelompok lain menanggapi presentasi yang disampaikan.

c) Setiap kelompok saling mengevaluasi kelompok lain yang kurang tepat dalam mempresentasikan.

d) Beberapa siswa ditunjuk untuk menjelaskan al-Asma’u al-Husna: al-

‘Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir sesuai dengan peta konsep.

(31)

f. Penutup (15 menit)

1) Peserta didik dibawah bimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis.

2) Peserta didik bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

3) Guru memberikan reward kepada kelompok “terbaik”.

4) Peserta didik melaksanakan Post Test (tertulis).

5) Guru memberikan tugas terstruktur membuat kaligrafi al-Asma’u al-Husna.

6) Menutup pembelajaran dengan berdo’a.

H. Penilaian Hasil Pembelajaran 5. Teknik Penilaian

d. Sikap (Spiritual) Penilaian diri

e. Pengetahuan Tes tertulis

f. Keterampilan Performance

6. Instrumen Penilaian : Terlampir

7. Penilain Remidial

Penilaian remidial akan dilaksanakan dalam bentuk:

c. Bimbingan perseorangan, atau

d. Penilaian kembali dengan soal yang sejenis, atau

e. Tugas individu merangkum materi iman kepada Allah SWT.

8. Penilain Pengayaan

Penilaian pengayaan akan dilaksanakan dalam bentuk:

c. Pemberian tugas menuliskan macam-macam sifat wajib bagi Allah SWT, atau d. Menghafalkan macam-macam sifat wajib bagi Allah SWT berikut artinya.

(32)

Mengetahui Banjar, Juli 2016

Kepala SMP Negeri 2 Banjar Guru Mata Pelajaran PAI dan Budi Pekerti

AA HASAN GUNARA ,S.Pd.,M.Pd Dra.WIDA SUSILAWATI NIP.106310221989031013 NIP.196707202007012013

Lampiran 1 : Instrumen Penilaian (Aspek Sikap Spiritual) Nama Peserta

Didik

Kelas / Semester

: :

...

VII (Tujuh) / Ganjil TeknikPenilaian : Penilaian diri

Penilai : Diri sendiri

N O .

PERNYATAAN

PILIHAN JAWABAN

S K O R S

a n g a t S e t u j u

S e t u j u

Ragu- Ragu

Tidak Setuju

1 .

Saya meyakini bahwa Allah SWT mengetahui semua yang ada di langit dan di bumi.

2 .

Saya meyakini bahwa ilmu yang saya dapatkan adalah hasil jerih payah semata.

3 .

Saya harus berbaik sangka kepada Allah SWT dan orang lain karena tidak mengetahui apa yang terjadi pada

(33)

orang tersebut.

4 .

Saya meyakini bahwa semua perbuatan dan pekerjaan manusia diketa- hui Allah SWT.

5 .

Saya meyakini bahwa saya boleh berkata semaunya karena tidak ada yang mendengarnya.

6 .

Saya meyakini bahwa kita boleh berbuat sesuka hati selama tidak ada orang yang melihat.

7 .

Saya meyakini bahwa penglihatan Allah SWT juga ada batasnya.

8 .

Saya meyakini bahwa paranormal pasti dapat mengetahui sesuatu baik yang tersembunyi maupun tidak karena ia memiliki indera keenam.

9 .

Saya meyakini bahwa Allah SWT kadang- kadang melihat perilaku dan perbuatan saya.

1 0 .

Saya meyakini bahwa saya harus selalu memuji Allah SWT atas ilmu pengetahuan yang dimiliki-Nya.

JUMLAH SKOR

(34)

KETERANGAN NILAI NILAI AKHIR Sanga

t Setuju Setuju Ragu- Ragu Tidak Setuju

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Skor yang diperoleh --- x 100 = --- Skor maksimal

CATATAN:

………

………

………

………...…

Banjar, Penilai

(………..…....………….)

(35)

Lampiran 2 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan) Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil Kompetensi

Dasar

:

3.3 Memahami makna al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al- Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

Indikator :

3.3.1 Menunjukkan dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah SWT.

3.3.2 Menjelaskan makna al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al- Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir.

TeknikPenilaian : Te Tulis

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Menunjukkan dalil naqli dan aqli terkait dengan iman kepada Allah SWT.

Tulislah Q.S. an-Nisa/4:136 yang menyatakan perintah beriman kepada Allah SWT!.

2.

Menjelaskan makna al-Asma’u al- Husna: al-‘Alim.

Jelaskan makna al-Asma’u al-Husna: al-

‘Alim!.

3. Menjelaskan makna al-Asma’u al- Husna: al-Khabir.

Jelaskan makna al-Asma’u al-Husna: al- Khabir!.

4. Menjelaskan makna al-Asma’u al- Husna: as-Sami’.

Jelaskan makna al-Asma’u al-Husna: as- Sami’!.

5. Menjelaskan makna al-Asma’u al- Husna: al-Bashir.

Jelaskan makna al-Asma’u al-Husna: al- Bashir!.

No. Jawaban

1.

نِم َلَزنَأ َٰٓيِذَّلٱ ِب َتِكۡلٱ َو ِهِلوُسَر ىَلَع َلَّزَن ۦ يِذَّلٱ ِب َتِكۡلٱ َو ِهِلوُسَرَو ۦ َِّللّٱ ِب ْاوُنِماَء ْآَٰوُنَماَء َنيِذَّلٱ اَهُّيَأَٰٓ َي

(36)

ِب ۡرُف ۡكَي نَمَو ُُۚلۡبَق َِّللّٱ

ِهِتَكِئ َٰٓ َلَمَو ِهِبُتُكَو ۦ

ِهِلُسُرَو ۦ َو ۦ ِم ۡوَيۡلٱ ِرِخَٰٓ ۡلْٱ َض ۡدَقَف اًديِعَب اَلَ َلَض َّل

١٣١

2.

Al-‘Alim artinya Maha Mengetahui. Allah SWT Maha Mengetahui yang tampak atau yang gaib. Pengetahuan Allah SWT tidak terbatas oleh ruang dan waktu.

Segala aktivitas yang dilakukan oleh makhluk diketahui oleh Allah SWT. Bahkan, peristiwa yang akan terjadipun sudah diketahui oleh Allah SWT.

3.

Al-Khabir artinya Maha Teliti. Allah SWT Maha Teliti terhadap semua ciptaanNya.

Allah SWT menciptakan berjuta-juta makhluk dan semuanya berfungsi sesuai dengan apa yang Dia kehendaki. Tidak ada satupun ciptaan Allah SWT yang salah sasaran. Ini menandakan bahwa Allah SWT Maha teliti dalam menciptakan makhlukNya. Demikian pula Allah SWT dapat mengetahui secara detail apa yang dikerjakan makhlukNya.

4.

As-Sami’ artinya Maha Mendengar. Allah SWT Maha Mendengar semua suara apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah SWT tidak terbatas, tidak ada satupun suara yang lepas dari pendengaranNya, meskipun suara itu sangat pelan.

5. Al-Bashir artinya Maha Melihat. Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil. Allah SWT melihat apa saja yang ada di langit dan di bumi, bahkan seluruh alam semesta ini dapat dipantau.

Keterangan:

Masing-masing soal memiliki skor maksimal 20.

Skor Maksimal : Skor yang diperoleh

--- x 100 = --- 100

(37)

Lampiran 3 : Instrumen Penilaian (Aspek Keterampilan)

Nama Peserta Didik

: ………

Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil Kompetensi

Dasar

: 4.3 Menyajikan contoh perilaku yang mencerminkan orang yang meneladani al-Asma’u al-Husna: al-’Alim, al-Khabir, as-Sami’ dan al-Bashir Teknik Penilaian : Performance

Penilai : Guru

No. Indikator Instrumen

1. Dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-‘Alim.

Tampilkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-‘Alim.

2. Dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-Khabir.

Tampilkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-Khabir.

3. Dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: as-Sami’.

Tampilkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: as-Sami’.

4. Dapat mencontohkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna: al-Bashir.

Tampilkan perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-Bashir.

RUBRIK PENILAIAN

N O .

NAMA SURAT

KRITERIA

S K O R SA

N G AT BA

IK

B A I K

KURANG BAIK

TIDAK BAIK

(38)

1 .

Perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-‘Alim.

2 .

Perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-Khabir.

3 .

Perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: as-Sami’.

4 .

Perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al- Husna: al-Bashir.

JUMLAH SKOR

KETERANGAN NILAI NILAI

AKHIR Sangat

Baik Baik Kurang Baik Tidak Baik

= Skor 4

= Skor 3

= Skor 2

= Skor 1

Skor yang diperoleh --- x 100 = ---

Skor maksimal

CATATAN GURU

………

………

………

(39)

Banjar,

Guru Mata Pelajaran

……….

NIP.

Lampiran 4 : Instrumen Penilaian (Aspek Pengetahuan) – Sort Card Format Perolehan Poin Permainan Kartu Kelompok : ...

Kelas : ...

No.

Kar tu

Penjelasan Nama al-

Asma’u al- Husna

1 Maha Mengetahui

2 Maha Teliti

3 Maha Mendengar

4 Maha Melihat

5

ُر ْو ُدُّصلأٍــَ ذِب ًمْيِلَع ُ َّاللهَو

6

7

8

9 Allah SWT Maha Mengetahui yang nampak dan yang ghaib.

10 Allah SWT melihat semua yang ada di langit dan di bumi walaupun sangat lembut dan

(40)

kecil.

11 Semua ciptaan Allah SWT tidak ada yang salah sasaran, Allah SWT sangat teliti dalam menciptakan makhlukNya.

12 Pendengaran Allah SWT tidak terbatas, sekalipun suara itu sangat pelan.

13 Hasan selalu berhati-hati dalam ucapan dan perbuatan, karena ia yakin Allah SWT Maha Mendengar sekalipun ucapan Hasan sangat pelan.

14 Akmal sedang menghitung uang kencleng kelas dengan teliti, padahal ia bisa saja melaporkan jumlahnya tidak sesuai tetapi ia yakin Allah SWT Maha Teliti.

15 Ali tidak berani menjual kambing peliharaan majikannya, ia bisa saja berbohong kambingnya mati, tetapi ia yakin Allah SWT Maha Mengetahui.

16 Andi tidak berani berbuka puasa di siang hari sekalipun tidak ada orang yang melihat, tetapi ia yakin Allah SWT itu melihatnya.

17 Semangat mencari ilmu sebanyak-banyaknya namun harus selalu rendah hati.

18 Husen mengerjakan tugas PAI dengan teliti agar hasilnya bagus.

19 Bahri sedang mendengarkan penjelasan guru PAI mengenai materi al-Asm’u al-Husna.

20 Kita harus selalu introspeksi diri untuk melihat kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri

(41)

kita.

Lampiran 5 : Materi Pembelajaran

Al-Asma’u al-Husna

a. Pengertian iman kepada Allah SWT

Kata iman berasal dari bahasa Arab yang bermakna percaya. Makna iman dalam pengertian ini adalah percaya dengan sepenuh hati, diucapkan dengan lisan dan

(42)

diamalkan dalam perbuatan sehari-hari.

b. Dalil naqli iman kepada Allah SWT

Menjadi orang yang beriman bukan persoalan yang ringan atau mudah. Sebagai manusia yang memiliki pertanggungjawaban kepada Allah SWT., iman menjadi sangat penting.

Allah SWT sendiri yang memerintah-kan kita untuk beriman, sebagaimana firman-Nya:

Artinya : ”Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah SWT dan rasulNya dan kepada kitab yang Allah SWT turunkan kapada RasulNya serta kitab yang Allah SWT turunkan sebelumnya. Barang siapa yang kafir kepada Allah SWT, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya”.(Q.S. an-Nisa/4:136).

Keimanan seseorang itu bisa tebal dan bisa tipis, bisa bertambah atau berkurang. Salah satu cara untuk meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT adalah dengan memahami nama-namaNya yang baik dan indah. Kita sering mendengar nama-nama indah itu dengan sebutan al-Asma’u al-Husna.

c. Makna al-Asma’u al-Husna

Al-Asma’u al-Husna adalah nama-nama Allah SWT yang baik. Al-Asma’u al-Husna seluruhnya berjumlah 99. Di antara al-Asma’u al-Husna tersebut adalah:

 al-‘Alim (Maha Mengetahui)

 al- Khabir (Maha Teliti)

 as- Sami’ (Maha Mendengar)

 al- Bashir (Maha Melihat)

Al- ‘Alim (Maha Mengetahui)

(43)

Alloh SWT mengetahui semua yang nampak dan ghaib, mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Ilmu Allah SWT sangat luas tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Untuk itu, kita harus mencontohnya dengan mencari ilmu terus menerus dan sebanyak-banyaknya dengan cara belajar. Apabila kita sudah memiliki ilmu yang banyak, maka kita harus senantiasa rendah hati. Dalil yang menunjukan bahwa Allah SWT memiliki al-Asma’u al-Husna: al-‘Alim adalah:

ُر ْو ُدُّصلأٍــَ ذِب ًمْيِلَع ُ َّاللهَو

Al-Khabir (Maha Teliti)

Allah SWT Maha Teliti terhadap semua ciptaanNya, tidak ada yang keliru dan salah sasaran. Hal ini menandakan bahwa Allah SWT Maha Teliti dalam menciptakan makhluk-makhlukNya. Dan Allah SWT Maha Mengetahui secara detail apa yang dikerjakan oleh makhlukNya. Adapun perilaku yang dapat diwujudkan bagi orang yang mengimani bahwa Allah SWT Maha Teliti adalah selalu waspada dan teliti terhadap setiap perbuatan yang dilakukan. Dan cara meneladani terhadap al-Asma’u al-Husna: Al-Khabir adalah senang melakukan penelitian untuk kemajuan kehidupan. Perhatikan Q.S. at-Taubah ayat 9 berikut ini :

Artinya : “Dan Allah SWT Maha teliti terhadap apa yang kamu lakukan”.

As Sami’ (Maha Mendengar)

Allah SWT Maha Mendengar setiap suara sekecil dan sepelan apapun yang ada di alam semesta ini. Pendengaran Allah SWT tidak terbatas dan tidak ada satu suarapun yang terlepas dari pendengaranNya. Hal ini sesuai dengan firman-Nya Q.S. al-Baqarah ayat 256 :

Artinya : “Dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.

(44)

Perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah SWT yang memiliki sifat as- Sami’ adalah selalu mendengarkan orang lain yang sedang berbicara contohnya mendengarkan penjelasan guru di kelas. Sedangkan sikap meneladani as-Sami’

adalah berusaha menjadi pendengar yang baik dan peka terhadap setiap informasi.

Al-Bashir (Maha Melihat)

Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu walaupun lembut dan kecil di langit atau di bumi dan di seluruh alam semsta ini. Sesuai dengan firmanNya Q.S. al-Hujurat ayat 18:

Artinya: “Allah SWT Maha Melihat apa yang kalian kerjakan”.

Adapun perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah SWT yang memiliki al-Asma’u al-Husna: al-Bashir adalah melihat setiap peristiwa yang terjadi sebagai bahan renungan akan kebesaranNya. Keteladanan yang bisa diwujudkan adalah senantiasa introspeksi diri agar hidup lebih terarah.

Contoh perilaku yang mencerminkan keteladanan dari sifat al-Asma’u al-Husna

Kisah Si Penggembala Kambing

Abdullah bin Dinar berjalan bersama Khalifah Umar bin Kha¯¯ab dari Madinah menuju Mekah. Di tengah perjalanan, bertemulah mereka berdua dengan anak gembala. Khalifah hendak mencoba menguji si gembala itu.

"Wahai anak gembala, juallah kepadaku seekor anak kambing dari ternakmu itu!"

ujar Amirul Mukminin.

"Aku hanya seorang budak," jawab si gembala. Khalifah pun membujuk: "Kambing

(45)

itu amat banyak. Apakah majikanmu tahu?"

"Tidak, majikanku tidak tahu berapa ekor jumlah kambingnya. Dia tidak tahu berapa kambing yang mati dan berapa yang lahir. Dia tidak pernah memeriksa dan menghitungnya."

Khalifah terus mencoba membujuk: "Kalau begitu hilang satu ekor kambing, majikanmu tidak akan tahu. Atau Katakan saja nanti pada tuanmu, anak kambing itu dimakan serigala. Ini uangnya, terimalah! Ambil saja buat kamu untuk membeli baju atau roti."

Anak gembala tetap tidak terbujuk dan mengabaikan uang yang disodorkan oleh Umar.

Si pengembala diam sejenak. Ditatapnya wajah Amirul Mukminin. Dari bibirnya terucaplah kata-kata yang menggetarkan hati Khalifah Umar, ‘’Jika Tuan menyuruh saya berbohong, lalu di mana Allah? Bukankah Allah Maha Melihat? Apakah Tuan tidak yakin bahwa Allah pasti mengetahui siapa yang berdusta?”.

Umar bin Kha¯¯ab gemetar mendengar ucapan si gembala itu. Rasa takut menjalari seluruh tu-buhnya, persendian tulangnya terasa lemah. Dia menangis. Mendengar kalimat tauhid itu yang meng-ingatkannya kepada keagungan Allah Swt. dan tanggung jawabnya di hadapan-Nya kelak.

Lalu dibawanya anak gembala yang berstatus budak itu kepada tuannya, Khalifah menebusnya, dan berkatanya, ‘’Telah kumerdekakan kamu, Nak.”

(Sumber: 65 Cerita teladan sebelum tidur, Sakha Aqila Mustofa).

(46)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Banjar

Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas / Semester : VII (Tujuh) / Ganjil

Materi Pokok : Jujur, Amanah dan Istiqamah Alokasi Waktu : 2 Pertemuan (6JP)

A. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menyebutkan pengertian jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait dengan tepat.

2. Peserta didik dapat menjelaskan makna jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait dengan benar.

3. Peserta didik dapat menunjukkan contoh jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait dengan benar.

4. Peserta didik dapat menampilkan perilaku jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait dengan tepat.

5. Peserta didik dapat menyebutkan pengertian amanah sesuai dengan Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait dengan tepat.

6. Peserta didik dapat menjelaskan makna amanah sesuai Q.S. al-Anfal/8:27 dengan dan hadis yang terkait dengan benar.

7. Peserta didik dapat menunjukkan contoh amanah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait dengan benar.

8. Peserta didik dapat menampilkan perilaku amanah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait dengan tepat.

9. Peserta didik dapat menyebutkan pengertian istiqamah sesuai dengan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait dengan tepat.

10. Peserta didik dapat menjelaskan makna istiqamah sesuai dengan Q.S. al-Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait dengan benar.

11. Peserta didik dapat menunjukkan contoh istiqamah sebagai implementasi dari Q.S.

al-Ahqaf/46:13 pemahaman dan hadis yang terkait dengan benar.

12. Peserta didik dapat menampilkan perilaku istiqamah sebagai implementasi dari Q.S.

al-Ahqaf/46:13 pemahaman dan hadis yang terkait dengan tepat.

(47)

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

No. Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 1. 1.5 Meyakini bahwa jujur, amanah

dan istiqamah adalah perintah agama.

1.5.1 Membiasakan berperilaku jujur, amanah dan istiqamah sebagai bagian dari perintah agama.

2. 2.5 Menunjukkan perilaku jujur, amanah dan istiqamah dalam kehidupan sehari-hari.

2.5.1 Menampilkan perilaku jujur sebagai implementasi dari

pemahaman Q.S. al-

Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.

2.5.2 Menampilkan perilaku amanah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.

2.5.3 Menampilkan perilaku istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

3. 3.5 Memahami makna perilaku jujur, amanah dan istiqamah

3.5.1 Menyebutkan pengertian jujur sesuai dengan Q.S. al- Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.

3.5.2 Menjelaskan makna jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.

3.5.3 Menyebutkan pengertian amanah sesuai dengan Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.

(48)

3.5.4 Menjelaskan makna amanah sesuai dengan Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.

3.5.5 Menyebutkan pengertian istiqamah sesuai dengan Q.S. al- Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

3.5.6 Menjelaskan makna istiqamah sesuai dengan Q.S. al-Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

4. 4.5 Menyajikan makna perilaku jujur, amanah dan istiqamah.

4.5.1 Menunjukkan contoh jujur sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.

4.5.2 Menunjukkan contoh amanah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.

4.5.3 Menunjukkan contoh istiqamah sebagai implementasi dari pemahaman Q.S. al-Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

C. Materi Pembelajaran

1. Materi Pembelajaran Reguler

a. Pengertian jujur sesuai dengan Q.S. al-Baqarah/2:42 dan hadis yang terkait.

b. Pengertian amanah sesuai dengan Q.S. al-Anfal/8:27 dan hadis yang terkait.

c. Pengertian istiqamah sesuai dengan Q.S. al-Ahqaf/46:13 dan hadis yang terkait.

d. Makna jujur, amanah dan istiqamah.

e. Contoh perilaku jujur, amanah dan istiqamah.

2. Materi Pembelajaran Remidial a. Makna jujur, amanah dan istiqamah.

b. Contoh perilaku jujur, amanah dan istiqamah.

Referensi

Dokumen terkait

Nilai yang konstan pada drying rate dikarenakan moisture content yang tersisa pada batubara hanya sedikit sehingga massa uap air yang berpindah ke udara juga akan semakin sedikit.

Sehubungan dengan telah selesainya proses Pelelangan Umum Pengadaan Jasa Konstruksi Tahap XIII pada 28 (Duapuluh delapan) paket pekerjaan yang dilelang, dengan memperhatikan ketentuan

Perlakuan salinitas yang berbeda tidak hanya berpengaruh terhadap tingkat penetasan telur (HR) larva kerang mutiara tetapi juga berpengaruh terhadap tingkat

Tujuan penelitian ini adalah mengelompokkan wilayah operasi salesman dalam beberapa cluster dan mendapatkan rute distribusi dengan menerapkan modifikasi k-means yang

Pada kegiatan awal, pembelajaran dimulai dengan guru membuka pembelajaran yaitu mengucapkan salam kemudian peserta didik menjawab salam dengan suara yang lantang, guru

Pembelajaran 1 meliputi (1) Kegiatan Awal a) Guru mengucapkan salam dan menanyakan kabar, b) Guru memulai pembelajaran dengan mengajak siswa berdoa bersama, c)

1) Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat. 2) Guru memulai pembelajaran dengan pembacaan

Latar belakang masalah penelitian ini untuk mengetahui proses pelaksanaan pembuatan video pembelajaran daring melalui supervisi individual dan hasil peningkatan kinerja guru