• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, mengamanatkan kepada pemerintah daerah untuk menyusun sejumlah dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Dokumen perencanaan pembangunan daerah tersebut meliputi :

1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJP) yang merupakan kebijakan pembangunan dengan jangka waktu 20 tahun;

2. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun;

3. Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun.

Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah disebutkan bahwa Renstra Perangkat Daerah memuat tujuan, sasaran, program, dan kegiatan pembangunan dalam rangka pelaksanaan Urusan Pemerintahan Wajib dan/atau Urusan Pemerintahan Pilihan sesuai dengan tugas dan fungsi setiap Perangkat Daerah, yang disusun berpedoman kepada RPJMD dan bersifat indikatif.

Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah, Pemerintah Daerah mempunyai kewenangan untuk mengatur dan mengurus pemerintahannya sendiri. Namun demikian, dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah, tetap harus memperhatikan keterkaitan antara perencanaan pemerintahan pusat, provinsi dan antar pemerintah daerah, sehingga pencapaian tujuan daerah mendukung pencapaian tujuan nasional. Aspek hubungan tersebut juga harus memperhatikan kewenangan yang diberikan terkait dengan kepemilikan sumber daya alam dan sumber daya lainnya maupun terkait dengan aspek pelayanan umum dan kemampuan keuangan daerah.

Pengembangan Kecamatan Garung, Kabupaten diarahkan untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan pembangunan daerah yang terintegrasi dengan tujuan nasional sesuai dengan visi, misi, dan arah pembangunan yang telah disepakati bersama. Hal tersebut merupakan sebuah pilihan yang telah menjadi komitmen bersama, sehingga dalam pencapaiannya harus dilakukan secara bersama–sama antara berbagai pemangku kepentingan (Stakeholders) yaitu camat dengan kelompok- kelompok masyarakat baik yang bergerak di bidang sosial budaya,

(2)

ekonomi, maupun politik dan keamanan. Untuk mencapai harapan dimaksud, proses pembangunan daerah harus dilaksanakan secara sistematis mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, monitoring dan evaluasinya sampai dengan tahap pemanfaatan dan pemeliharaan hasil-hasilnya.

Berangkat dari pemikiran di atas, perencanaan pembangunan, baik dilihat dari sisi proses manajemen maupun sebagai sebuah kebijakan, adalah merupakan salah satu instrumen pembangunan yang sangat penting karena didalamnya terkandung formulasi visi, misi, tujuan dan sasaran serta berbagai cara yang dipilih untuk mencapai tujuan dan sasaran dimaksud. Dengan kata lain, melalui perencanaan pembangunan, yang baik diharapkan juga diikuti dengan pelaksanaan pembangunan yang lebih baik. Dengan demikian dapat memberikan manfaat serta dampak yang jauh lebih besar pula.

Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai unsur pelaksana Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Pemerintah Kecamatan Garung mengemban tugas dan tanggung jawab agar proses perencanaan pembangunan di Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo dapat berjalan dengan baik, tersusun secara sistematis, sinergis dan komprehensif sehingga sepenuhnya mengarah kepada pencapaian visi dan misi Kecamatan Garung, sebagaimana diharapkan semua pihak. Untuk merealisasikan strategi pencapaian visi dan misi daerah tadi, secara fungsional Kecamatan Garung dituntut untuk mampu menterjemahkannya kedalam berbagai bentuk kebijakan, program dan kegiatan pembangunan daerah, baik dalam bentuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang berlaku selama lima tahun maupun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang berlaku satu tahunan. Dokumen- dokumen perencanaan inilah yang kemudian mengilhami penyusunan Rencana Strategis dan Rencana Kerja Tahunan Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo.

Renstra Kecamatan Garung memuat gambaran keadaan yang ingin dicapai dalam melaksanakan tugas yang diformulasikan dalam bentuk pernyataan visi, misi hingga strategi yang akan dijalankan selama kurun waktu 5 tahun kedepan.

Selanjutnya dalam kaitan dengan sistem keuangan sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, keberadaan Renja Kecamatan Garung akan menjadi pedoman bagi penyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) Kecamatan Garung yang dalam kaitan ini pula substansi RKA tersebut akan tercermin pada Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

Adapun penyusunan Renstra Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo Tahun 2021-2026 ini mengacu pada RPJMD Kabupaten Wonosobo Tahun 2021-2026 dengan memperhatikan keterkaitan antara kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Kecamatan Garung, sehingga dapat tercapai tujuan dan sasaran yang sama dengan pembangunan yang dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun kedepan. Renstra Perangkat Daerah dijabarkan ke dalam program tahunan yang disebut Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD).

(3)

Dalam rangka menjamin adanya konsistensi dan sinkronisasi dengan dokumen perencanaan pembangunan yang lebih tinggi, penyusunan rencana strategis Perangkat Daerah berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Wonosobo.

Proses penyusunan Renstra melalui tahap, yang pertama analisis gambaran pelayanan dan permasalahan, kemudian menganalisis isu-isu strategis sebagai dasar perumusan tujuan dan sasaran Perangkat Daerah berdasarkan sasaran indikator serta target kinerja Perangkat Daerah agar Renstra yang disusun sesuai yang diharapkan. Hal ini menjadi sebuah tuntutan utama pada sebuah organisasi untuk memiliki tujuan dan arah organisasi agar dapat memberikan gambaran awal dan tujuan akhir periode waktu tertentu suatu kondisi yang diharapkan. Sehingga setiap organisasi publik memiliki tujuan dan sasaran serta upaya pencapaian tujuannya agar hal yang diharapkan dapat terwujud.

Tahapan penyusunan rancangan Rencana Strategis Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo Tahun 2021-2026 dapat digambarkan dalam bagan alur sebagai berikut :

(4)

Sesuai

Disusun OPD

Bappeda

Disusun OPD

Pembahasan dan Penyempurnaan Rancangan Renstra PD

Persiapan

Penyusunan Renstra PD

Penyusunan Rancangan Awal Renstra PD

Penyempurnaan Rancangan Awal/

Penyusunan Rancangan Renstra PD

Forum Perangkat Daerah/Lintas Perangkat Daerah

Perumusan Rancangan Akhir Renstra PD

Verifikasi Rancangan Akhir

Renstra PD

Penetapan Renstra PD

Perkada

Lampiran Renstra PD dengan Pernyataan Kepala OPD

RENSTRA PD

Tidak selaras

(5)

1.2 LANDASAN HUKUM

Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 – 2026 didasarkan pada ketentuan – ketentuan sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah;

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang- Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonasia Nomor 4844);

6. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Dalam Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 138, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4576);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140);

10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);

11. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);

(6)

12. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);

13. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pedoman Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada DPRD, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Masyarakat;

14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah;

15. Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan , Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;

16. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid-19 ) dan/atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional Dan/Atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 131, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6514);

18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2018 tentang Reviu Atas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Strategis Perangkat Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 385);

19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2020 tentang Perencanaan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Derah Tahun 2021 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 461);

20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1781);

21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28);

22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2023;

23. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029;

(7)

24. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Kabupaten Wonosobo Nomor 2);

25. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 1 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6);

26. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 2 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 sampai 2031 (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2011 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 2);

27. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 1 Tahun 2014 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Wonosobo (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2014 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 2);

28. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 8 Tahun 2017 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Wonosobo Tahun 2017-2032;

29. Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 8 Tahun 2021 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Wonosobo Tahun 2021-2026;

30. Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Wonosobo;

31. Surat Tugas Inspektur Kabupaten Wonosobo Nomor 094/060/Rev/2021 tanggal 16 September 2021.

1.3 MAKSUD DAN TUJUAN 1. Maksud

Penyusunan Renstra Kecamatan Garung dimaksud untuk menyediakan tolok ukur dan alat bantu bagi unit-unit kerja yang ada pada lingkungan Kecamatan Garung untuk secara konsekuen dan konsisten menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan fungsi dan peran yang diemban.

2. Tujuan

Memberikan keyakinan terbatas mengenai konsistensi, keterhubungan dan kesesuaian program dan kegiatan dengan tujuan dan sasaran perangkat daerah dalam dokumen Rencana Stratregis Kecamatan Garung serta konsisitensi dan keterhubungan antara dokumen Rencana Strategis Kecamatan Garung dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Wonosobo Tahun 2021-2026.

(8)

3. Ruang Lingkup Reviu

Ruang Lingkup reviu mencakup pengujian terbatas terhadap Dokumen Rencana Strategis Kecamatan Garung dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2021- 2026 mulai dari tahap penyusunan rancangan dokumen sampai dengan siap ditetapkan oleh Camat Garung Kabupaten Wonosobo.

(9)

1.4 SISTEMATIKA PENULISAN

Sistematika naskah Renstra Kecamatan Garung 2021 - 2026 adalah sbb : BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang 1.2. Landasan Hukum 1.3. Maksud dan Tujuan 1.4. Sistematika Penulisan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN GARUNG

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Garung 2.2. Sumber Daya Kecamatan

2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan Garung

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS KECAMATAN GARUNG

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Kecamatan Garung

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala daerah Terpilih

3.3. Telaahan Renstra K / L dan Renstra Provinsi

3.4. Telaahan Rencana tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup strategis

3.5. Penentuan Isu-isu Strategis BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

4.1. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Perangkat Daerah BAB V STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

5.1. Rencana Program dan Kegiatan 5.2. Indikator Kinerja

5.3. Kelompok Sasaran 5.4. Pendanaan Indikatif

BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN

BAB VIII PENUTUP .

(10)

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH KECAMATAN GARUNG

Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Pasal 209 ayat (2) huruf f, Pemerintah Kecamatan merupakan perangkat daerah. Dalam pasal 224 ayat (1) disebutkan bahwa Kecamatan dipimpin oleh seorang Kepala Kecamatan yang disebut Camat yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati/Walikota melalui Sekretaris Daerah.

Secara filosofis, kecamatan yang dipimpin oleh Camat perlu diperkuat dari aspek sarana prasarana, sistem administrasi, keuangan dan kewenangan bidang pemerintahan dalam upaya penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan sebagai ciri pemerintahan kewilayahan yang memegang posisi strategis dalam hubungan dengan pelaksanaan kegiatan pemerintahan kabupaten/kota yang dipimpin oleh bupati/walikota. Sehubungan dengan itu, Camat melaksanakan kewenangan pemerintahan dari 2 (dua) sumber yakni : pertama, bidang kewenangan dalam lingkup tugas umum pemerintahan; dan kedua, kewenangan bidang pemerintahan yang dilimpahkan oleh bupati/walikota dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah.

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kecamatan Garung

Camat atau sebutan lain adalah pemimpin dan koordinator penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kerja kecamatan yang dalam pelaksanaan tugasnya memperoleh pelimpahan kewenangan pemerintahan dari Bupati/Walikota untuk menangani sebagian urusan otonomi daerah, dan menyelenggarakan tugas umum pemerintahan.

Sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2018 pasal 10 Camat dalam memimpin kecamatan bertugas :

a. Menyelenggarakan urusan pemerintahan umum ditingkat Kecamatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur pelaksanaan urusan pemerintahan umum;

b. Mengoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyaarakat, meliputi :

1. Partisipasi masyarakat dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan di desa/kelurahan dan Kecamatan;

2. Sinkronisasi program kerja dan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemrintah daerah dan swasta di wilayah kerja Kecamatan;

3. Efektifitas kegiatan pemberdayaan masayarakat di wilayah Kecamatan;

dan

4. Pelaporan pelaksanaan tugas pemberdayaan masayarakat di wilayah kerja Kecamatan kepada Bupati/Walikota;

c. Mengoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan keteriban umum meliputi ;

1. Sinergitas dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Republik Indonesia dan instansi vertikal di wilayah Kecamatan;

(11)

2. Harmonisasi hubungan dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat;

dan

3. Pelaporan pelaksanaan pembinaan ketentraman dan ketertiban kepada bupati/walikota;

d. Mengoordinasikan penerapan dan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Kepala Daerah meliputi :

1. Sinergitas dengan perangkat daerah yang tugas dan fungsinya di bidang penegakan peraturan perundang-undangan dan/atau Kepolisian Negara Republik Indoensia;

2. Pelaporan pelaksanaan penerapan penegakan peraturan perundang- undangan di wilayah Kecamatan kepada Bupati/Walikota;

e. Mengoordinasikan pemeliharaan prasarana dan sarana pelayanan umum, meliputi :

1. Sinergitas dengan perangkat daerah dan/atau instansi vertikal terkait;

2. Pelaksanaan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum yang melibatkan pihak swata; dan

3. Pelaksanaan pelaporan pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum di wilayah Kecamatan kepada bupati/walikota;

f. Mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan, meliputi :

1. Sinergitas perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dengan perangkat daerah dan instansi vertikal terkait;

2. Efektifitas penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; dan

3. Pelaporan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan kepada bupati/walikota;

g. Membina dana mengawasi penyelenggaraan pemerintahan desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur desa;

h. Melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah kabupaten/kota yang tidak dilaksanakan oleh unit kerja perangkat daerah kabupaten/kota yang ada di Kecamatan, meliputi :

1. Perencanaan kegiatan kepada masyarakat di Kecamatan;

2. Fasilitasi percepatan Standar Pelayanan Minimal di wilayahnya;

3. Efektifitas pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat di wilayah kecamatan; dan

4. Pelaporan pelaksanaan kegiatan kepada masyarakat di wilayah kecamatan kepada bupati/walikota melalui Sekretrais Daerah; dan

i. melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Organisasi Kecamatan terdiri dari Camat, Sekretariat Kecamatan, Seksi Pemerintahan, Seksi Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat, Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial, Sub Bagian Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, Kelompok Jabatan Fungsional dan Kelurahan.

Dalam menjalankan tugasnya, Camat dibantu oleh 1 (satu) Sekretariat yang dipimpin seorang Sekretaris dan 4 (empat) Seksi yang masing- masing dipimpin seorang Kepala Seksi, Sekretariat terdiri dari Sub Bagian

(12)

PATEN. Sedangkan Kelurahan terdiri dari Kepala Kelurahan, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Pemerintahan, Ketentraman dan Ketertiban, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kelompok Jabatan Fungsional.

2.1.1 Camat

Camat memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kecamatan sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Wonosobo.

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Camat mendapatkan sebagian pelimpahan kewenangan dari Bupati sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 32 Tahun 2014 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Pemerintah dari Bupati Kepada Camat dalam Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan, yang meliputi :

a. Pelayanan perizinan;

b. Pelayanan non perizinan.

2.1.2 Sekretariat

Tugas Sekretariat Kecamatan adalah koordinasi, pelaksanaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kecamatan meliputi perencanaan, evaluasi, pelaporan, pengelolaan kepegawaian, keuangan, aset, ketatalaksanaan dan keorganisasian, tata usaha, umum dan kerumahtanggaan, kehumasan, pembinaan hukum dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas Sekretariat Kecamatan mempunyai fungsi : a. Penyiapan perumusan kebijakan operasional tugas administrasi di

lingkungan Kecamatan;

b. Pengkoordinasian pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi di lingkungan Kecamatan;

c. Pembinaan dan pemberian dukungan administrasi yang meliputi keuangan, hukum, hubungan masyarakat, ketatausahaan, kearsipan, kerumahtanggan, kepegawaian dan pelayanan administrasi di lingkungan Kecamatan;

d. Pengkoordinasian, pembinaan dan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Kecamatan;

e. Pengkoordinasian dan penyusunan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaan advokasi hukum di lingkungan Kecamatan;

f. Pengkoordinasian pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah dan pengelolaan informasi dan dokumentasi;

g. Penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan daerah dan pelayanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Kecamatan;

h. Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;

i. Pelaksanaan fungsi kedinasan lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan fungsinya.

(13)

2.1.3 Sub Bagian Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN)

Tugas Sub Bagian Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) adalah melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan di bidang pengelolaan data dan informasi, inventarisasi permasalahan dan bahan pemecahan permasalahan di bidang pelayanan, perizinan, PATEN, serta pengelolaan Data dan Informasi, Data Monografi Kecamatan, Data Kependudukan, dan lain-lain secara terintegrasi dengan PATEN.

2.1.4 Seksi Pemerintahan

Tugas Seksi Pemerintahan adalah melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan di bidang pemerintahan meliputi pemerintahan desa/kelurahan, perangkat dan lembaga desa/kelurahan, pembinaan kerjasama antar desa/kelurahan, batas wilayah desa/kelurahan, pelantikan dan pengambilan sumpah Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa, pengevaluasian Peraturan Desa tentang Pungutan Desa, Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Desa dan Tata Ruang Desa, Pajak Bumi dan Bangunan, Retribusi Daerah, Keagrariaan dan Administrasi Pertanahan.

2.1.5 Seksi Ketentraman , Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat

Tugas Seksi Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat adalah melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan meliputi pengumpulan dan pengolahan data dan informasi, inventarisasi data ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, pembinaan, pengawasan, dan tindakan pembinaan (non yustisia) terhadap ketaatan masyarakat dalam mematuhi Peraturan Daerah serta peraturan perundang-undangan lainnya, patroli wilayah, pengawasan dan pencegahan timbulnya gangguan ketentraman , ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat, pembinaan masyarakat dan generasi muda untuk pencegahan timbulnya penyakit masyarakat, serta pembinaan dan pemberdayaan perlindungan masyarakat desa/kelurahan.

2.1.6 Seksi Ekonomi dan Pembangunan

Tugas Seksi Ekonomi dan Pembangunan adalah penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan bidang pemberdayaan masyarakat dan pembangunan desa/kelurahan terpadu, pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum, pemberdayaan masyarakat bidang fisik prasarana, penyelenggaraan musyawarah rencana pembangunan kecamatan serta perencanaan pembangunan daerah di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan sebagai satu kesatuan perencanaan pembangunan daerah.

(14)

2.1.7 Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial

Tugas Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial adalah melakukan penyiapan bahan perumusan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi serta pelaporan bidang kesejahteraan rakyat meliputi pengumpulan dan pengolahan data dan informasi, bahan pemecahan permasalahan bidang kesejahteraan masyarakat dan sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, kependudukan dan keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, kepemudaan dan olah raga, kebudayaan, kesejahteraan sosial, keagamaan, ketenagakerjaan, perpustakaan, pariwisata baik di tingkat kecamatan dan desa/kelurahan serta pengkoordinasian dan pembinaan organisasi sosial kemasyarakatan.

2.2. Sumber Daya Kecamatan Garung

Sedangkan dalam Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 56 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Kecamatan Kabupaten Wonosobo terdiri atas :

a. Camat

b. Sekretariat terdiri dari :

1. Sub Bagian Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) a. Seksi Pemerintahan

b. Seksi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial c. Seksi Ekonomi dan Pembangunan

d. Seksi Ketentraman, Ketertiban dan Linmas e. Jabatan Fungsional

f. Kelurahan

Tabel 1.1

Bagan organisasi Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo

CAMAT

SEKRETARIAT

SUB BAGIAN PATEN

SEKSI KESRA & SOSIAL SEKSI

PEMERINTAHAN

SEKSI EKBANG

SEKSI TRAMTIB &

LINMAS KELOMPOK

JABATAN FUNGSIONAL

(15)

Tabel 1.2

Bagan Organisasi Kelurahan Garung Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo

2.2.1 Struktur Organisasi Kecamatan Garung 2.2.1. Susunan Kepegawaian

2.2.1.1. Pegawai Kantor Kecamatan Garung Menurut Kedudukan dalam Organisasi

Secara keseluruhan jumlah personil Kantor Kecamatan Garung sampai Bulan Desember 2021 ( triwulan IV ) adalah sebanyak 21 orang dengan komposisi pegawai menurut kedudukan dalam organisasi Kantor K e c a m a t a n Garung adalah sebagaimana tabel berikut :

Tabel 2.1

Personil Kantor Kecamatan Garung Kondisi Bulan Oktober 2021

NO NAMA KEDUDUKAN DALAM

ORGANISASI

KOMPOSISI PEGAWAI L P JUMLAH

1 Drs. Subiyantoro, Camat 1 1

2 Retna Widayanti, SH Sekretaris Kecamatan 1 1 3 Siti Rokhayah Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 1

4 Andika Pangestu Wibowo, S.STP

Kasubag PATEN 1 1

5 Mad Farid Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 1

6 Titin Setyani Bendahara Pengeluaran

1 1

7 Ahmad Yahman Outsorching 1 1

8 Hana Chaniggia Outsorching 1 1

9 Yunus Outsorching 1 - 1

10 Khomsin, SE Kasi Pemerintahan 1 - 1 11 Basir Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 - 1

LURAH

SEKRATRIS LURAH

SEKSI PEMERINTAHAN DAN TRANTIB UMUM

SEKSI PEMBERDAYAAN

MASAYARAKAT KELOMPOK

JABATAN FUNGSIONAL

(16)

12 Panut, S.IP., MM Kasi Ekonomi dan Pembangunan

1 - 1

13 Dini Ariani Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

- 1 1

14 M. Slamet Riyadi, S.IP

Kasi Kesejahteraan Rakyat dan Sosial

1 - 1

15 Dwi Wahyuningsih Outsorching 1 1

16 Machali Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 1

17 Wahyu Adi Wibowo Outsorching 1 - 1 18 Tumirun, SH Kasi Ketentraman,

Ketertiban dan Linmas

1 - 1

19 Sutrisno Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 - 1

20 Sunarto Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 - 1

21 Imam Suroso Staf Pendukung (Jab.

Fungsional)

1 - 1

Tabel 2.2

Personil Kantor Kelurahan Garung Kondisi Bulan Oktober 2021

NO NAMA KEDUDUKAN DALAM

ORGANISASI

KOMPOSISI PEGAWAI L P JUMLAH 1 Gunawan

Ernanto,S.IP

Kepala Kelurahan 1 - 1 2 Lina Natalina H Sekretaris Kelurahan 1 1 3 Bariyah,S.Sos Kasi Pemberdayaan

Masyarakat

1 1

4 Ahmad Nun Staff Pelaksana 1 - 1

5 Edo Sambodo Staff Pelaksana 1 - 1

6 Siti Chamidah Outsorching - 1 1

7 Khoirul Anhari Outsorching 1 - 1 2.2.1.2. Pegawai menurut Tingkat Pendidikan

Mengacu pada klasifikasi status pegawai, maka tingkat pendidikan yang ditamatkan oleh pegawai Kantor Kecamatan Garung, adalah sebagai berikut:

Tabel 2.3

Data Pegawai Kantor Kecamatan Garung Menurut Tingkat Pendidikan Bulan Oktober Tahun 2021

NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH

1 Pasca sarjana ( S 2 ) 1 2 Sarjana ( S 1 )/ D-IV 12

3 Diploma III 1

(17)

4 SLTA 11

5 SLTP 3

5 SD

Tabel 2.4

Data Pegawai Kantor kecamatan Garung Menurut Golongan Bulan Oktober Tahun 2021

No. Golongan Jumlah (tahun)

keterangan 2020 2021

1. Golongan IV 2 2

2. Golongan III 10 10

3. Golongan II 7 7

4. Golongan I 2 2

5. Tenaga

Kontrak/Honda 7 7

Jumlah 28 28

Sumber data: Bagian Kepegawaian Kec. Garung Tabel 2.5

Jumlah Desa/Kelurahan, RT dan RW Kecamatan Garung Tahun 2021

Secara administratif Kecamatan Garung terbagi dalam 14 Desa dan 1 Kelurahan yang terdiri dari:

No Desa / Kelurahan

Jumlah Ket

Dusun/

Lingkungan RW/RT

1 Tegalsari 6 7/38

2 Sitiharjo 5 9/19

3 Sendangsari 4 8/29

4 Gemblengan 4 5/29

5 Lengkong 3 8/21

6 Kayugiyang 4 4/32

7 Garung 2 9/27

8 Siwuran 4 6/27

9 Kuripan 3 3/12

10 Jengkol 3 7/18

(18)

11 Tlogo 2 7/16

12 Maron 1 7/46

13 Menjer 2 7/22

14 Larangan Lor 1 3/14

15 Mlandi 4 8/26

Jumlah 46 115/376

Sumber data: BPS Kec. Garug

Tabel. 2.6

Jumlah Aset Kecamatan Garung Tahun 2021

No Ketersediaan Sarana dan Prasarana Jumlah

1 Portable Generating Set 1

2 Mobil 2

3 Sepeda Motor 22

4 Penyemprot Mesin (Power Sprayer) 4 5 Mesin Ketik Manual Standard (14-16 Inci) 2

6 Lemari Kayu 1

7 Lemari Kayu 3

8 Filing Cabinet Besi 1

9 Alat Penyimpanan Kantor lainnya (SKETSEL PAPA

BACKDROP) 1

10 White Board 24

11 LCD Projector/Infocus 1

12 Papan Nama Instansi 1

13 Kursi Kayu 3

14 Meja Rapat 5

15 Tempat Tidur Kayu 1

16 Meja Resepsionis 3

17 Kursi Rapat 107

18 Kursi Putar 8

19 Bangku Tunggu 4

20 Meja Komputer 3

21 Sofa 1

22 Meubeleur lainnya (ALMARI PAKAIAN) 1

23 Mesin Pemotong Rumput 1

24 A.C. Window 1

25 A.C. Split 1

26 Kompor Gas (Alat Dapur) 2

27 Rice Cooker (Alat Dapur) 2

28 Oven Listrik 1

(19)

29 Tabung Gas 1

30 Alat Dapur lainnya 2

31 Televisi 4

32 Amplifier 1

33 Loudspeaker 2

34 Sound System 4

35 Megaphone 2

36 Alat Rumah Tangga Lain-lain 1

37 Meja Kerja Pejabat Eselon III 3

38 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 7

39 Meja Kerja Pegawai Non Struktural 3

40 Meja Tamu Biasa 2

41 Kursi Kerja Pejabat Eselon III 1

42 Kursi Kerja Pegawai Non Struktural 20 43 Kursi Hadap Depan Meja Kerja Pejabat Eselon III 2 44 Lemari Buku Arsip Untuk Arsip Dinamis 1

45 Analog/Digital Receiver 5

46 Film Projector 1

47 Layar Film/Projector 3

48 Unit Tranceiver VHF Portable 1

49 Clinical Thermometer (Alat Kedokteran Umum) 2

50 P.C Unit 3

51 Lap Top 7

52 Note Book 6

53 CPU (Peralatan Mainframe) 1

54 Monitor 3

55 Printer (Peralatan Personal Komputer) 6 56 Tanah Bangunan Kantor Pemerintah Kelurahan

Garung (10.330 M2) 1

57 Bangunan Gedung Kantor Permanen (126 M2) 1 58 Bangunan Gedung Kantor Permanen (117M2) 1 59 Sek Dinas Hutbun sebagaian UPK (199M2) 1 60 Bangunan Gedung Kantor Permanen Kantor PKK

(207M2) 1

61 Bangunan Gedung Kantor Lain-lain Pendopo (100M2) 1 62 Rumah Negara Golongan III Tipe A Permanen Rumah

Dinas (600 M2) 1

63 Tugu/Tanda Batas Administrasi Desa (9 M2) 1 64 Pagar Keliling Taman Kota Kecamatan Garung (122) 1 65 Tugu/Tanda Batas Lain-lain (dst) 1

(20)

Tabel. 2.6

Jumlah Aset Kelurahan Garung Tahun 2021

No Ketersediaan Sarana dan Parasara Jumlah

1 Portable Generating Set 1

2 Sepeda Motor 2

3 alat angkutan darat bermotor Tossa / New Super Hecules

1

4 Lemari Kayu 2

5 Filing Cabinet Besi 2

6 Lemari Kaca 1

7 Alat Penyimpanan Kantor lainnya 1

8 LCD Projector/Infocus 1

9 Papan Nama Instansi 2

10 Papan Pengumuman 1

11 Meja Kerja Kayu 1

12 Kursi Kayu 1

13 Meja Rapat 1

14 Kursi Tamu 2

15 Bangku Tunggu 1

16 Kursi Lipat 1

17 Meja Komputer 1

18 Meubeleur lainnya 1

19 Alat Pengukur Waktu lainnya 1

20 Televisi 1

21 Sound System 1

22 Megaphone 1

23 Camera Video 1

24 Tustel 1

25 Tiang Bendera 1

26 Karpet 1

27 Meja Kerja Pejabat Eselon IV 4

28 Meja Kerja Pegawai Non Struktural 4

29 Meja Tamu Biasa 1

30 Meja Rapat Pejabat lainnya 1

31 Kursi Kerja Pejabat Eselon IV 4

32 Kursi Kerja Pegawai Non Struktural 8 33 Kursi Rapat Ruangan Rapat Staf 17 34 Kursi Rapat Ruangan Rapat Staf 120

35 Microphone/Wireless MIC 1

36 Uninterruptible Power Supply (UPS) 1

37 Layar Film/Project 2

(21)

38 Handy Talky (HT) 7 39 peeralatan antena shf/parabola lainnya (dst) 1

40 P.C Unit 2

41 Lap Top 4

42 Printer (Peralatan Personal Komputer) 2

43 External Seagate / Std 1

44 Peralatan Jaringan lainnya TP Link 1 45 Bangunan Gedung Kantor Permanen Kantor

Lama

1

46 Bangunan Gedung KantorPermanen 1

47 Bangunan Gedung Kantor Permanen (PKK) 1 48 Bangunan Gedung Kantor kerja (gedung

pertemuan dusun boralan)

1 49 Bangunan Gudang Tertutup Permanen Gudang 1 50 Bangunan Gedung Instalasi TPST Kecamatan

Garung

1 51 Bangunan Gedung Pertemuan Permanen gedung

serba guna kel. Garung

1 52 Bangunan Gedung Pertemuan Darurat 1 53 Bangunan Olah Raga Terbuka Semi Permanen 1 54 Bangunan Gedung Tempat OR Lain-lain (dst)

senderan lapangan kel. Garung

1 55 Bangunan Gedung Perpustakaan Permanen 1 56 Bangunan Tempat Kerja Lain-lain (dst) pagar

keliling trails Pos kesehatan

1 57 Bangunan Gedung Kantor Permanen (PKK)

58 Bangunan Gedung Kantor kerja (gedung pertemuan dusun boralan)

1 59 Bangunan Gudang Tertutup Permanen Gudang 1 60 Bangunan Gedung Instalasi TPST Kecamatan

Garung

1 61 Bangunan Gedung Pertemuan Permanen gedung

serba guna kel. Garung

1 62 Bangunan Gedung Pertemuan Darurat 1 63 Bangunan Olah Raga Terbuka Semi Permanen 1 64 Bangunan Gedung Tempat OR Lain-lain (dst)

senderan lapangan kel. Garung

1 65 Bangunan Gedung Perpustakaan Permanen 1 66 Bangunan Tempat Kerja Lain-lain (dst) pagar

keliling trails Pos kesehatan

1

(22)

22

2.3. Kinerja Pelayanan Kecamatan Garung

Pengukuran indikator kinerja sangat berguna sebagai pedoman untuk memantau keberhasilan dan kinerja kegiatan pembangunan. Dengan berpedoman indikator kinerja, maka pengelolaan dan pengendalian kegiatan akan lebih terarah dan jika ditemui permasalahan akan lebih mudah pemecahan masalahnya.

Pengukuran indikator kinerja Kantor Kecamatan Garung berdasarkan pada pedoman pengukuran indikator kinerja utama sesuai Kepmenpan No 09 Tahun 2007, Pada unit kerja setingkat eselon III/SKPD/unit kerja mandiri sekurang kurangnya menggunakan indikator keluaran. Sehubungan dengan hal tersebut, indikator kinerja Kantor Kecamatan Garung disusun dibatasi dengan menggunakan indikator keluaran. Adapun pencapaian kinerja pelayanan Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo tersusun pada tabel di bawah ini

Tabel 2.7

Pencapaian Kinerja Pelayanan Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo

No.

Indikator Kinerja Sesuai Tugas dan Fungsi Perangkat

Daerah

Target NSPK

Target IKK

Target Indik

ator Lainn ya

Target Renstra

Tahun ke- Realisasi Capaian Tahun ke- Rasio Capaian pada Tahun ke-

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5

1

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM)

- 83 - 75 77 78 80 83 72,52 76,48 83,9 83,5 83,24 99,3 107 106 104 100,3

2 Nilai Evaluasi SAKIP

- 67,5 - 67,5 67,5 67,5 67,5 67,5 67,5 67,5 67,5 67,5 66 100 100 100 100 97,8

Sumber: LKjIP Kecamatan Garung Tahun 2016 – 2020

(23)

23

Tabel 2.8

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan Kecamatan Garung Kabupaten Wonosobo

Uraian Anggaran pada tahun ke- Realisasi Anggaran Pada Tahun ke- Rasio antara realisasi dan anggaran tahun

ke-

Rata-rata Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisas

i

1 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 17 18

Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

106.870.000 106.870.000 122.648.500 110.404.000 120.639.000 106.379.000 117.194.784 103.711.093 99.54% 95.55 85.97% 113.486.300 109.094.959

Program

Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

80.730.000 252.405.000 48.655.000 154,312,000 73.247.000 79.680.300 47.220.410 97.405.000 68.535.945 98.70 92.69% 97.05 97% 93.7% 121.869.800 73.210.414

Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

171.675.000 34.000.000 30.000.000 60.000.000 170.825.000 33.800.000 27.374.000 59.650.000 99.54% 99.41% 91.25 99% 73.918.750 63.188.038

Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan

106.870.000 20.000.000 106.376.076 20.000.000 100% 100% 63.435.000 2.940.597.0

00

Program

pembangunan jalan dan jembatan

0 3.805.000.000 2.940.597.000 77.28 3.805.000.000 389.285.000

Program pembangunan insfrastrukur pedesaan

940.000.000 389.285.000 99.25% 97.40% 940.000.000 38.122.500

Program penyediaan dan pengelolaan air baku

150.000.000 0 0% 150.000.000 21.225.000

Program

pemberdayaan fakir miskis, komunikasi adat terpencil dan penyandang masalah

kesejahteraan sosial

46.000.000 30.0000.000 20.000.000 105.000.000 40.450.000 18.010.000 19.720.000 74.310.000 87.93% 60.03 99% 70.77% 50.250.000 21.000.000

(24)

24

lainnya Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan

15.000.000 39.000.000 13.200.000 29.250.000 88,00% 75% 27.000.000 21.225.000

Program pembinaan dan fasilitasi pengeloaan

keuangan desa

21.000.000 21.000.000 100% 21.000.000 21.000.000

Program penciptaan iklim usaha kecil menengah yang konduktif

50.000.000 49.179.000 98.36 50.000.000 49.179.000

Progam peneningkatan promosi dan kerjasama investasi

50.000.000 49.185.000 98.37 50.000.000 49.185.000

Program peningkatan kesempatan Kerja

60.03

Program pengembangan kewirausahaan dan keuanggulan kompetitif usaha kecil menengah

15.000.000 15.000.000 100% 15.000.000 15.000.000

Program pemeliharaan ketentraman dan pencegahan tindak kriminal

30.000.000 30.000.000 30.000.000 30.000.000

Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan

55.000.000 70.000.000 70.000.000 100.000.000 55.000.000 70.000.000 70.000.000 18.875.000 100% 100% 100% 18.88% 73.750.000 53.468.750

Program Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa

165.000.000 150.000.000 160.000.000 162.980.000 138.736.700 158.145.000 98.78% 92.49 98.84 158.333.333 153.287.233

Program

Peningkatan Peran

Serta dan

Kesetaraan Jender Dalam

Pembangunan

35.000.000 40.000.000 50.000.000 70.000.000 35.000.000 38.500.000 42.146.000 68.500.000 100% 96.25 84.29% 97.86% 48.750.000 46.035.500

(25)

25

Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyrakat

10.000.000 20.000.000 2.100.000 10.000.000 20.000.000 2.100.000 100% 100% 100% 10.700.000 10.700.000

Program pembinaan dan pemasyarakatan olah raga

Program peningkatan keamanan dan kenyamanan lingkungan

25.000.000 25.000.000 100% 25.000.000 25.000.000

Program pemberdayaan masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan

20.000.000 40.000.000 20.000.000 40.000.000 100% 100% 30.000.000 30.000.000

Program pendidikan politik masyarakat

15.000.000 25.000.000 25.000.000 15.000.000 25.000.000 20.380.000 100% 100% 81.52% 21.666.667 20.126.667

Program Perencanaan Pembangunan Daerah

15.000.000 20.000.000 25.000.000 35.000.000 35.000.000 15.000.000 20.000.000 24.200.000 32.990.000 33.625.000 100% 100% 96.80% 94.26% 96.07% 26.000.000 25.163.000

Program Pencegahan

Dini dan

Penanggulang an Korban Bencana Alam

15.000.000 65.000.000 30.000.000 132.900.000 15.000.000 65.000.000 30.000.000 132.453.000 100% 100% 100% 99.66% 60.725.000 60.613.250

Program pengelolaan ruang terbuka hijau

25.000.000 25.000.000 23.500.000 25.000.000 94.00% 100% 25.000.000 24.250.000

Program peningkatan pelayanan publik

100.000.000 100.000.000 115.000.000 63.059.000 78.987.000 107.857.000 63.06% 79% 93.79% 105.000.000 83.301.000

Program peningkatan insfrastruktur pedesaan

3.657.451.000 146.575.000 3.635980.000 146.105.000 99.41% 41.41% 1.902.013.000 1.891.042.50

0

Program penunjang urusan pemerintah Daerah kabupaten/

kota Program penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik

(26)

26

Program pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan100

10.000.000 10.000.000 100% 10.000.000 10.000.000

Program penyelenggaraan urusan pemerintahan umum

Program pembinaan dan pengawasan pemerintahan desa

(27)

27

Tabel 2.9

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Kelurahan Garung

Uraian Anggaran pada tahun ke- Realisasi Anggaran Pada Tahun ke- Rasio antara realisasi dan anggaran tahun ke- Rata-rata

Pertumbuhan

1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Anggaran Realisasi

1 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 2016 2017 2018 2019 2020 17 18

Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran

46.096.000 65.301.280 67.670.125 74.470.125 46.095.900 54.172.196 65.532.954 67.408.142 99.99% 99.99 % 99.91% 90.99%

ProgramProgram Peningkatan peran serta dan kesetaraan jender dalam pembangunan

91.000.000 91.000.000 91.000.000 100.000.000 90.958.000 90.999.990 91.000.000 72.683.375 99.99% 99,99% 100% 73,24%

Program Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan

216.352.000 170.410.000 310.838.00 0

600.000.000 210.150.25 0

170.410.000 310.587.970 522.691.050 100% 100 % 99,99% 91,98%

Program Peningkatan sarana dan Prasarana Aparatur

75.636.000 9.403.750 147.255.00 0

13.955.000 74.817.000 9.403.750 136.513.962 12.411.069 99,96% 90,74% 89,63%

Program Pendidikan Poliitik Masyarakat

10.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 10.000.000 10.000.000 15.000.000 20.000.000 100 % 100% 100% 100%

Program perencana Pembangunan Daerah

10.000.000 10.000.000 10.000.000 20.000.000 10.000.000 10.000.000 10.000.000 19.295.950 100 % 100% 100% 99,87%

Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan

1.275.000.0 00

1.264.671.00 0

99,87%

Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu intas

60.000.000 58.725.000 99,77% 70.77%

Program Lingkungan Sehat Perumahan

100.000.00 0

98.117.000 99,99% 75%

Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan

Lingkungan Hidup

366.000.000 358.721.000 99,21%

(28)

2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Kecamatan Garung Permasalahan atau faktor yang menghambat aktivitas yang terjadi selama memberikan pelayanan publik, baik dari sisi pelanggan/

masyarakat ataupun petugas pemberi pelayanan adalah:

1. Lambatnya verifikasi data kependudukan yang tidak sesuai oleh Disdukcapil Kabupaten Wonosobo mempengaruhi percepatan pembuatan dokumen administrasi kependudukan.

2. Kualitas sumberdaya manusia sudah sesuai dengan kompetensi pekerjaan yang diemban masing-masing pegawai, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundangan-undangan sebagai langkah awal dalam melakukan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, kendala yang dialami ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pembuatan administrasi kependudukan mempengaruhi lambatnya pembuatan administrasi kependudukan, kondisi yang terjadi harus segera diatasi dengan cepat dan terkoordinasi, sehingga tidak menimbulkan perspektif buruk masyarakat terkait lambatnya pelayanan administrasi kependudukan

3. Asumsi masyarakat terhadap pelayanan yang berbelit-belit dalam memenuhi kekurangan persyaratan pengajuan administrasi kependudukan yang dilakukan oleh pemohon, sehingga menimbulkan pandangan negatif kepada pihak perangkat desa/ perangkat kelurahan dan pihak kecamatan pengampu pembuatan Administrasi pelayanan kependudukan.

4. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang denda dalam pembuatan dokumen administrasi kependudukan sehingga masyarakat banyak yang dikenakan sanksi denda administrasi kependudukan.

5. Ketidaksinkronisasian ketentuan peraturan perundang-undangan menjadi permasalahan dalam pelayanan administrasi kependudukan, terdapat beberapa instransi vertikal yang mengajukan persyaratan administrasi kependudukan yang melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan, sehingga pihak kecamatan secara tegas menolak pengajuan persayaratan yang dilakukan oleh pemohon.

6. Kurang memahaminya masyarakat dalam melengkapi persyaratan dan prosedur pembuatan administrasi kependudukan sehingga menimbulkan ketidaksinkronisasian data kependudukan, pihak desa/kelurahan memberikan pengarahan sesuai dengan ketersediaan data yang dibutuhkan oleh pihak kecamatan sehingga mampu memperbaiki kelengkapan persayaratan pada saat melakukan proses peginputan di kecamatan

7. Ketersediaan sarana dan prasarana penyelenggaran pelayanan publik menjadi problema penyelenggara pemerintahan dalam memperbaiki kualitas jenis pelayanan yang ada di kecamatan sehingga mempengaruhi penilaian indeks kepuasan masyarakat yang dilakukan setiap tahunnya, keterbatasan sarana dan prasarana pelayanan mempengaruhi kinerja penyelenggara pemerintahan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diemban

(29)

8. Pelaksanaan pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan sering terjadi mendapat permasalahan karena ketidaktahuan masyarakat akan ketentuan peraturan perundangan yang sudah di tetapkan, sehingga terjadinya pelanggaran pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan, dampak buruk bagi masyarakat yang tidak mengetahui dasar hukum pembuatan IMB bangunan yang sudah didirikan akan dibongkar tidak mendapatkan ganti kerugian.

Rencana program dan solusi untuk meningkatkan pelayanan publik diantaranya:

1. Pihak Disdukcapil Kabupaten Wonosobo memperbanyak kuantitas pegawai yang melakukan verifikasi data kependudukan yang tidak sesuai, sehingga akan berdampak pada percepatan pembuatan dokumen administrasi kependudukan.

2. Pihak Kecamatan melaksanakan pengadaan barang yang mendukung kelancaran pelaksanaan pembuatan administrasi kependudukan sesuai dengan spesifikasi barang yang dibutuhkan dalam rangka percepatan pembuatan dokumen administrasi kependudukan serta melakukan koordinasi dengan pihak Disdukcapil Kabupaten Wonosobo dalam rangka fasilitasi pengadaan barang yang sesuai dengan kebutuhan

3. Pihak kecamatan melakukan pembuatan SOP pelayanan administrasi kependudukan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundangan yang baru, serta melakukan pendistribusian SOP kepada perangkat desa/ perangkat kelurahan yang melayanani adminsitrasi kependudukan sehingga menimbulkan sinkronisasi SOP yang sudah diperbaharui, bagi perangkat desa/ kelurahan apabila pengajuan persayaratan pemohon belum lengkap harus segera dilengkapi, pemohon diarhakan untuk menscan/ memfoto dokumen yang belum lengkap, tahap selanjutnya pemohon melakukan pencetakan administrasi kependudukan dikecamatan. Pihak kecamatan menerima berkas dan melakukan penginputan data kependudukan serta melakukan koordinasi kepada masyarakat dalam pembuatan dokumen administrasi kependudukan dapat diselesaikan kurun waktu 1 hari yang dilaksanakan di Kecamatan Garung.

4. Diperlukannya harmonisasi Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 104 Tahun 2019 tentang Pendokumentasian Administrasi Kependudukan terkait SOP pembuatan administrasi kependudukan kepada instansi vertikal yang mengampu pelayanan adminsitasi, sehingga terciptanya kesamaan prosedur dalam melayani masyarakat.

5. Pihak perangkat desa/ kelurahan melakukan pengarahan sesuai dengan pengajuan persyaratan yang dilakukan oleh pemohon, apabila terdapat ketidaksesuaian administrasi dilakukan sinkronisasi data kependudukan yang sesuai sehingga mampu meminimalisir ketidaksesuaian data pada saat melakukan proses penginputan data di kecamatan.

6. Penilaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) yang dilakukan setiap tahunnya, dijadikan evaluasi penyelenggaraan pelayanan publik, indeks kepuasan masyarakat merupakan alat ukur kinerja penyelenggaran

(30)

pelayanan publik di tahun sebelumnya dalam rangka melakukan identifikasi masalah dari berbagai macam jenis pelayanan yang diberikan oleh pihak kecamatan, sehingga pihak kecamatan mampu memperbaiki permasalahan teknis yang dihadapi untuk dicarikan solusi dalam mengatsi kendala tersebut. ketersediaan sarana dan prasarana pelayanan yang menjadi permasalahan utama dalam melayani masyarakat, dengan memaksimalkan kinerja pelayanan publik mampu menutupi ketersediaan sarana prasarana yang belum dapat diperbaharui oleh pihak kecamatan, serta melakukan rencana perbaikan yang tercantum kedalam dokumen perencanaan daerah untuk mengatasi ketersediaan sarana dan prasarana yang belum optimal.

7. Pihak kecamatan melakukan sosialisasi Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 5, LD. 2011/No. 5 LL Setda Kabupaten Wonosobo : 23 HLM Peraturan Daerah Kabupaten Wnosobo tentang Retribusi Perizinan Tertetu yang ditujukan langsung kepada perangkat desa/ kelurahan dan masyarakat, agar pemerintah desa/kelurahan mengerti dan mengetahui tahapan teknis pembuatan ijin mendidkan bangunan, bagi masyarakat yang berada di wilayah administrasi desa dan kelurahan melakukan pembangunan rumah pribadi, tempat kerja, bangunan lainnya agar melakukan koordinasi kepada perangkat desa/kelurahan dalam rangka menimalisir terjadi kesalahan dalam pembuatan bangunan yang berada di desa/ kelurahan masing-masing, serta pihak desa/ kelurahan menindaklanjuti hasil sosialisasi dengan cara melakukan pendistibusian hasil sosialisasi kepada kepala dusun, Ketua RW dan Ketua RT di wilayah setempat.

8. Pihak kecamatan melakukan sosialisasi Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 25 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan kepada perangkat desa/kelurahan beserta masyarakat dalam menyebarluaskan informasi pelaksanaan penarikan denda yang diakibatkan keterlambatan pembuatan administrasi kependudukan.

BAB III

ISU-ISU STRATEGIS

BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, melaksanakan tugas pokok dan melaksanakan sebagian kewenangan yang dilimpahkan oleh Bupati kepada Camat yang harus emban, sampai saat ini terdapat permasalahan/ kendala atau isu-isu yang harus mendapatkan penanganan. Isu tersebut antara lain :

1. Belum optimalnya pelayanan kepada masyarakat

2. Belum optimalnya koordinasi dan penyelenggaraan pemerintahan di wilayah kecamatan

Referensi

Dokumen terkait

mengenalpasti jenis-jenis jentera dan mesin yang digunakan dalam industri pembinaan seterusnya mendapatkan maklumat terperinci mengenai status dan tahap penggunaan jentera

Dalam hal ini siswa termotivasi untuk mengerahkan seluruh aktivitas mentalnya, memusatkan perhatiannya (konsentrasi), agar dapat menemukan dan mengidentifikasi

Proses pembuatan gambar wayang sebagai ornamen pada kipas tangan daun lontar menerapkan teknik yang sama dengan pembuatan ornamen pada prasi hiasan dinding

Abdurrahman bin Muhammad Ali Dalam Kitab Kifayatul Mubtadi’in dan Relevansinya Dengan Materi Akidah Akhlak di Mdarasah Ibtidaiyah 1. Analisis Konsep Akidah Perspektif

Tapi hal itu tidak berlaku bagi Jingga, dia mati-matian membenci Janus, sejak hari pertama mereka bertemu setahun lalu.. Tepatnya ketika Jingga mengikuti seleksi masuk tim

Sumber data primer yaitu sumber data pokok yang dijadikan bahan penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif, maka yang menjadi sumber data utama adalah

Dalam pembahasan utama ini, penyusun akan membahas tentang sebuah analisis yang dimulai dengan kerangka-kerangka teori dalam hukum acara perdata yaitu antara perkara

Simpang Koni, Simpang Baron Timur dan Simpang Jongke menjadi lebih buruk ketika dilakukan pemasangan lampu lalulintas, karena tundaan yang terjadi lebih besar, dengan nilai