• Tidak ada hasil yang ditemukan

APBN 2019 PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT (SATKER 03) DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "APBN 2019 PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT (SATKER 03) DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH Jl. Piere Tendean No. 24 SEMARANG"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

1

APBN 2019

PROGRAM KESEHATAN MASYARAKAT

(SATKER 03)

DINAS KESEHATAN PROVINSI JAWA TENGAH

Jl. Piere Tendean No. 24 SEMARANG

(2)

2 BAB I

PENDAHUALUAN

A. LATAR BELAKANG

Program kesehatan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dengan mengurangi faktor-faktor risiko perilaku dan lingkungan, serta melakukan penilaian epidemiologi untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko permasalahan kesehatan. Promosi kesehatanmerupakansuatu proses yang memungkinkan orang untuk meningkatkan kendali (kontrol) atas kesehatannya, meningkatkan status kesehatan, membantu seseorang merubah gaya hidupnya guna menuju status kesehatan yang optimal. Perubahan gaya hidup melalui kombinasi perubahan pengetahuan, sikap, perilaku dan lingkungan yang mendukung praktek hidup sehat. Dukungan lingkungan akan berdampak besar terhadap perubahan perilaku. Promosi kesehatan dengan berbagai kegiatan, strategi, metode dan teknik berupaya memerangi perilaku-perilaku masyarakat yang berisiko dan mengembangkan hidup sehat.

Gambaran masyarakat Provinsi Jawa Tengah (yang terbagi dalam 35 wilayah kabupaten/kota) masa depan yang ingin dicapai oleh segenap komponen masyarakat tertuang dalam Visi Jawa Tengah yaitu “ Menuju Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari,”. Untuk mewujudkan visi tersebut dituangkan dalam 4 misi, dimana salah satu misi yaitu menjadikan masyarakat Jawa Tengah lebih sehat, lebih pintar, lebih berbudaya, dan mencintai lingkungan.Misi tersebut mengamanatkan pembangunan Provinsi Jawa Tengah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat khususnya di bidang kesehatan. Melalui pembangunan kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang mandiri dan bertumpu pada potensi daerah. Guna mewujudkan hal tersebut ada empat misi yang diemban oleh seluruh jajaran petugas kesehatan di masing-masing jenjang administrasi pemerintahan yaitu menggerakkan pembangunan berwawasan kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dengan bertumpu pada potensi daerah, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu, merata dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, dan mendorong pemeliharaan dan peningkatan kesehatan individu keluarga dan masyarakat.

(3)

3 Berbagai permasalahan kesehatan masih menjadi tantangan yang harus dihadapi, antara lain pencapaian beberapa indikator derajat kesehatan belum mencapai target yang ditetapkan (AKI, kesakitan demam berdarah), meningkatnya penyakit-penyakit akibat perilaku yang berisiko (HIV/AIDS), adanya transmisi demografi dan penyakit yang berpotensi terjadinya bencana/

KLB, masih minimnya dukungan peraturan/kebijakan di Kab./Kota terkait program promosi kesehatan serta keterbatasan jumlah dan kemampuan tenaga, serta sarana prasana. Selain itu era revolusi industri 4,0 juga menjadi tantangan tersendiri, dimana kebebasan informasi di era digital menuntut petugas kesehatan terutama petugas promosi kesehatan untuk senantiasa belajar sepanjang waktu, mampu beradaptasi, serta mampu berinovasi mengembangkan media dan metode promosi kesehatan yang kekinian dan mampu menyadarkan masyarakat akan pentingnya kesehatan.

B. ANALISA SITUASI 1. SEKSI KESGA GIZI

Sesuai dengan pasal 18 Peraturan Gubernur Jawa Tengah nomor 58 tahun 2016 tanggal 15 Desember 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Seksi Kesehatan keluarga dan Gizi mempunyai Tugas Pokok melakukan penyiapan bahan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, evaluasi dan pelaporan di bidang kesehatan keluarga dan gizi.Pelayanan kesehatan keluarga berorientasi pada siklus kehidupan manusia yang dimulai dari dalam kandungan, sampai dengan lansia. Pelayanan kesehatan ibu dimulai sejak usia subur, masa hamil, masa nifas sampai pasca nifas. Sedangkan untuk kesehatan anak meliputi pelayanan neonatal, perkembangan dan pertumbuhan, MTBS, penanganan kesehatan usia sekolah, remaja dan KTP/A sampai pada audit maternal dan perinatal dalam rangka melakukan evaluasi terhadap kasus-kasus kematian.

Program gizi masyarakat untuk tahun 2019 berorientasi pada peningkatan status gizi remaja putri, peningkatan pemberian ASI, dan pemantauan status gizi sebagai evaluasi capaian program gizi melalui pengembangan sistem surveilans secara elektronik e-PPGBM, selain program-program rutin seperti suplementasi Fe kepada ibu hamil dan ibu nifas, pemberian Vitamin A pada bayi dan balita, pemantauan tumbuh kembangdi posyandu.

(4)

4 Penetapan Indikator Kinerja Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi

a. INDIKATOR RPJMD PROVINSI JAWA TENGAH Rencana

Strategis

Indikator Kinerja

2016 2017 2018 2019

Target Capaian Target Capaian Target Capaian Target Capaian Meningkatnya

kesehatan Ibu dan Anak

Angka Kematian Ibu per 100.000 Kelahiran Hidup (AKI)

117 109,65 (602 Kasus)

116,5 88,58 (475 kasus)

116 78,6 (421 kasus)

87 416 ks

Angka

Kematian Bayi (0-1 th) per 1.000 Kelahiran Hidup (AKB)

12 9,99 (5.485 kasus)

11,5 8,93 (4.791 kasus)

11 8,36

(4.481 kasus)

8,3 Proses desk kab/

kota

Angka Kematian Balita (0-5 th) per 1.000 Kelahiran hidup (AKABA)

11,80 11,80 (6.481 kasus)

11,75 10,47 (5.616 kasus)

11 9,48

(5.078 kasus)

10,47 Idem

Prevalensi Gizi

Buruk 0,05 0,03 (982 kasus)

0,04 0,03 (922 kasus)

0,04 0,04 (961 kasus)

0,04 Idem

Cakupan Pertolongan persalinan Nakes

98 98,00 98,5 99,0 98,5 99,30 Idem

Cakupan neonatal risti / komplikasi yang ditangani

83 86,27 84 88,22 85 85,26 Idem

Cakupan kunjungan Bayi

97,5 97,58 98 98,58 85 98,44 Idem

(5)

5 b. INDIKATOR KEMENTERIAN KESEHATAN

Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

2016 2017 2018 2019

Target Capaian Target Capaian Target Capaian Target Capai an Meningkatnya

kesehatan ibu dan anak

Cakupan Kunjungan Ibu Hamil K4

72 93,27 75 92,53 78 93,07 Pros

es desk kab/

kota Cakupan

peserta KB aktif

74 77,87 76 78,91 76 80,31 idem

Cakupan KN

lengkap 90 96,36 91 92,44 92 93,07 Idem

Cakupan ASI Eksklusif

42 55,05 44 54,40 47 64,19 50 Idem

Persentase bayi baru mendapat IMD

41 44 47 50 idem

Cakupan balita gizi buruk yang mendapat perawatan

100 100 100 100 100 100 100 idem

Persentase bumil KEK mendapat makanan tambahan

50 65 80 95 idem

Persentase balita kurus mendapat makanan tambahan

75 80 85 90 idem

Persentase bumil

mendapat TTD

85 90 95 98 idem

Persentase remaja putri mendapat TTD

15 20 25 30 idem

(6)

6 2. SEKSI PROMOSI KESEHATAN

Sasaran

strategi seksi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat tahun 2019 adalah terciptanya kemandirian masyarakat untuk berperilaku hidup sehat dalam rangka mengatasi masalah kesehatan, dengan 1 indikator RPJMD bidang kesehatan, 4 indikator renstra Dinas Kesehatan Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat dan 6 indikator Kementerian Kesehatan.

a. Indikator RPJMD Tahun 2019

NO INDIKATOR KINERJA 2019

Target Capaian 1 Prosentase kab/kota yang telah mencapai

desa siaga aktif mandiri 11% 34,30% 71,4%

2 Prosentase kab/kota yang telah mencapai

rumah tangga sehat 76,5% 62,86% 62,86%

3 Jumlah kab/kota yang telah mengimplementasikan kebijakan PHBS

3 3

4 Prosentase kab/kota yang telah memiliki

posyandu mandiri 27,72% 37,14% 62,86%

5 Jumlah tema pesan dan komunikasi

informasi, edukasi kepada masyarakat 5 5

b. Indikator Kementerian Kesehatan

NO INDIKATOR KINERJA 2017 2018 2019

Target Capaian Target Capaian Target Capaian 1 Persentase Kab/kota yang

memiliki kebijakan PHBS 60% 100 70% 100 100% 100%

2 Jumlah dunia usaha yangmemanfaatkan CSR- nya untuk program kesehatan

12 4 20 16 20 24

3 Jumlah organisasi kemasyarakatan yang memanfaatkan sumber dayanya untuk mendukung kesehatan

9 3 15 12 15 15

4 Persentase Desa yang Memanfaatkan Dana Desa untuk UKBM

30% 35,5% 40% 50,81% 50% 81,83%

5 Jumlah Kabupaten/Kota yang melaksanakan minimal 5 tema kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

100% 100% 100% 100% 100 100

6 Persentase Posyandu Aktif 50% 66,26% 50% 71,97% 50% 74,42%

(7)

7 3. SEKSI KESLING KESJA

Capaian Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olah Raga Dinkes Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi masing-masing indikator kinerja kegiatan dan didukung dengan data-data yangmendukung pencapaianprogram. Untuk memberikan penilaian tingkat capaian kinerja setiap sasaran.

No Kegiatan Indikator Kinerja Target 2019 Target 2019 (Provinsi) 3 Penyehatan

Lingkungan Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan STBM

45000 7700

Persentase Air Minum

yg melakukan

pengawasan

50% 38%

Persentase TTU yg memenuhi syarat kesehatan

58% 83%

Persentase RS yg melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar

36% 100%

Persentase TPM yg memenuhi syarat kesehatan

32% 32%

Jumlah Kab/Kota yg menyelenggarakan tatanan kawasan sehat

386 4

4 Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja dan Olah Raga

Persentase Puskesmas yg menyelenggarakan kesehatan kerja dasar

80% 78%

Jumlah Pos UKK yang

terbentuk di TPI/PPI 730 40

Persentase Fasilitas Pemeriksaan

kesehatan TKI yang memenuhi standard

100% 100%

Prosentase Puskesmas yg telah melaksanakan Kesehatan OLahraga pada kelompok masyarakat

60% 70%

(8)

8 Indikator Kementerian Kesehatan

No Kegiatan Indikator Kinerja Target

Realisasi

% Capaian

Tw1 Tw2 Tw3 Tw4

3 Kesehatan Lingkungan

Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan STBM

45000 7500 7500 7600 7700 8085 105%

Persentase Sarana Air Minum dilakukan pengawasan

50% 38 38 38 38 74.69 %

Persentase TTU yg memenuhi syarat kesehatan

58% 83,00 83,00 83,00 83,48 83,48%

Persentase RS yg melakukan

pengelolaan limbah medis sesuai standar

36% 92,3 92,3 92,3 92,3 100%

Persentase TPM yg memenuhi syarat kesehatan

32% 32 32 32 32 62,26 %

Jumlah Kab/Kota yg menyelenggarakan tatanan kawasan sehat

386 0 0 2 2 4

2 Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja dan Olah Raga

Persentase

Puskesmas yg

menyelenggarakan kesehatan kerja dasar

78% 76.84 76.84 76.84 78 78%

Jumlah Pos UKK yg terbentuk di daerah PPI/TPI

37 40 43 43 43 43

Persentase Fasilitas pemeriksaa Kesehatan TKI yg memenuhi standar

100 100% 100% 100% 100% 100%

Persentase

Puskesmas yg

melaksanakan

Kesehatan Olahraga pada kelompok masyarakat di wilayah kerjanya

70% 74,12 74,12 74,12 74,12 74,12

Rata-rata capaian 100 %

(9)

9 C. TUJUAN

1. UMUM

Untuk mengetahui capaian kinerja program kesehatan masyarakat melalui dana dekonsentrasi

2. KHUSUS

a) Untuk mengetahui capaian kinerja program Pembinaan Gizi Masyarakat melalui dana dekonsentrasi

b) Untuk mengetahui capaian kinerja Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat melalui dana dekonsentrasi

c) Untuk mengetahui capaian kinerja program Program Kesehatan Kerja dan Olah Raga melalui dana dekonsentrasi

d) Untuk mengetahui capaian kinerja program Pembinaan Kesehatan Keluarga melalui dana dekonsentrasi

e) Untuk mengetahui capaian kinerja program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat melalui dana dekonsentrasi

f) Untuk mengetahui capaian kinerja program Kesehatan Lingkungan melalui dana dekonsentrasi

D. SASARAN PENILAIAN KINERJA TAHUN 2019

Sebagaimana yang telah ditetapkan, Perjanjian Kinerja (PK) Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah dengan sasaran sebagai berikut:

1. Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi;

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target 2019

Anggaran

1. Kegiatan Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat

Prosentase Kab/Kota yang melakukan pelayanan Ibu bersalin sesuai standar minimal sebesar 95 %

25,71 %

856.656.000,-

Prosentase Kab/Kota yang melakukan pelayanan ibu bersalin sesuai standar minimal sebesar 95 %

97, 14 %

856.656.000,-

(10)

10 Prosentase Kab/Kota

pelayanan bayi sesuai standar minimal 90 %

77 % 2.671.390.000,- Prosentase Kab/Kota

yang memberikan pelayanan balita sesuai standar minimal 90 %

48,5 %

895.822.000,-

Prosentase Kab/Kota yang memberikan pelayanan remaja sesuai standar minimal 60 %

85,7 %

779.116.000,-

Prosentase Kab/Kota yang memberikan pelayanan lansia sesuai standar minimal 60 %

34,28 %

594.786.000,-

Prosentase Kab/Kota dengan prevalensi gizi buruk kurang dari 0,05

%

48,57 %

3.636.852000,-

Prosentase Kab/Kota dengan prevalensi stunting kurang dari 20

%

8,57 %

1.290.750.000,-

2. Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

2019

Anggaran

2. Promosi

Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

Persentase

kabupaten/kota yang memiliki kebijakan PHBS

100 % Rp.4.468.212.000

Persentase desa yang memanfaatkan dana desa utk UKBM

50 % Rp.186.630.000,-

Jumlah dunia usaha yg memanfaatkan CSR nya untuk program kesehatan

20 Rp.773.344.000,-

(11)

11 Jumlah organisasi

kemasyarakatan yg memanfaatkan sumber dayanya utk mendukung

kesehatan

15 Rp.109.986.000,-

3. Seksi Kesling, Kesja dan Olahraga

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target

2019 Anggaran 1 Penyehatan

Lingkungan Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan

STBM 7700 243.868.000

Persentase Air Minum yg

melakukan pengawasan 38% 131.710.000 Persentase TTU yg

memenuhi syarat

kesehatan 83% 155.634.000

Persentase RS yg melakukan pengelolaan limbah medis sesuai standar

100% 132.704.000

Persentase TPM yg memenuhi syarat kesehatan

32% 137.796.000 Jumlah Kab/Kota yg

menyelenggarakan

tatanan kawasan sehat 4 43.604.000 2 Pembinaan Upaya

Kesehatan Kerja dan Olah Raga

Persentase Puskesmas yg menyelenggarakan

kesehatan kerja dasar 78% 306.459.000 Jumlah Pos UKK yang

terbentuk di TPI/PPI 40 280.154.000 Persentase Fasilitas

Pemeriksaan kesehatan TKI yang memenuhi standard

100% -

Prosentase Puskesmas yg telah melaksanakan Kesehatan OLahraga

pada kelompok

masyarakat

70% 693.142.000

(12)

12 BAB II

HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN

A. PELAKSANAAN KEGIATAN DEKONSENTRASI TAHUN 2019 1. Kegiatan Seksi Kesga Gizi (Program Kesga)

NO KEGIATAN Tujuan Sasaran/ Lokasi

/waktu Jumlah

anggaran Realisasi Fisik Keuangan 1. Penguatan

Intervensi Suplementasi Gizi pada ibu hamil dan balita

1. Stakeholder Kabupaten khususnya Bupati/Walikota dan anggota dewan mendapatkan pemahaman yang jelas tentang masalah stunting

2. Mendapatkan gambaran pelaksanaan paket gizi dalam upaya

pencegahan dan penanggulangan stunting di Kabupaten Prioritas 3. Mendapatkan

rekomendasi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting di masing-masing Kabupaten prioritas.

Sasaran : Petugas Gizi, Bidan Desa, Kader,

Lokasi : 12 Kab Lokus Stunting (Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Kebumen,

Wonosobo, Klaten, Grobogan, Demak, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Blora)

100.000.000 100

%

100.000.000 (100%)

2. Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan dan PMBA

Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta dalam pelaksanaan pengembangan pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA) dan

pemantauan pertumbuhan balita agar lebih efektif dan efisien.

(13)

13 Pelatihan

Pemantauan Pertumbuhan di Provinsi

Idem 15 Kab/Kota 204.336.000 100

%

194.472400 (95,17%)

Pelatihan PMBA di 15 kab/kota

idem

Kab. Magelang Kab. Boyolali Kab. Sukoharjo Kab. Wonogiri Kab. Sragen Kab. Grobogan Kab. Blora Kab. Rembang Kab Temanggung Kab. Tegal Kab. Brebes Kota Magelang Kota Salatiga Kota Semarang Kota Pekalongan

986.414.000 100

%

986.414.000 (100%)

3. Peningkatan Surveilans Gizi

untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan para pengelola program gizi di tingkat

Kabupaten/Kota dan Puskesmas dalam pelaksanaan surveilans sehingga dapat berjalan dengan baik dan lancar dalam upaya melakukan

monitoring dan evaluasi pelaksanaan program gizi secara berjenjang.

Orientasi dan Pemutakhiran data di semua kab/ kota dan puskesmas di Provinsi

Idem 35 Kab/Kota

875 Pkm

Dilaks di Prov (8 Akt)

Maret - Mei 2019

1.883.556.0 00

100

%

1881430.000 (99,89%)

Orientasi dan Pemutakhiran data di semua puskesmas di kab/ kota

Idem 35 Kab/Kota

875 Pkm

Dilaks. di 35 Kab/Kota

Agt – Des 2019

1.175.200.0 00

97 % 1.175.200.00 0 (100%)

(14)

14 Desiminasi

Informasi LP dan LS di Provinsi

Menyebarluaskan informasi tentang hasil pemutakhiran data kegiatan program gizi yang menggambarkan keadaan atau situasi gizi masyarakat dan cakupan kinerja program gizi.

35 Kab/Kota 35 Pkm Dilaks di Prov Nov 2019

129.959.000 100

%

129.959.000 (100%)

4. Pelacakan dan Konfirmasi Masalah Gizi dan Monev Kegiatan Gizi

Untuk melakukan pemantauan dan evaluasi, pembinaan dan pengkajian termasuk penelusuran ke Kabupaten/Kota, Puskesmas dan atau desa serta ke pusat dalam upaya pelaksanaan program perbaikan gizi dengan harapan agar tujuan dan sasaran program perbaikan gizi lebih efektif dan efisien.

Pelacakan, Konfirmasi, masalah Gizi di lapangan

Idem 28 Kab/Kota

28 Pkm

250.200.000 100

%

249.938.600

Kegiatan Seksi Kesga dan Gizi (Program Kesga)

NO KEGIATAN Tujuan Sasaran/ Lokasi

/waktu

Jumlah

anggaran Realisasi Fisik Keuangan 1 Penguatan Audit

Maternal Perinatal (AMP) Terintegrasi dalam Surveilans Kematian Ibu (SKI)

Pengkajian AMP menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan

Banjarnegara, Klaten, Jepara, Kab. Tegal, Kudus, Salatiga,

523.560.000 100

%

523.560.000

(15)

15 KIA melalui upaya

penerapan tata kelola klinik yang baik dalam rangka penurunan AKI dan AKB.

Desiminasi Hasil

Kajian AMP menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan KIA melalui upaya penerapan tata kelola klinik yang baik dalam rangka penurunan AKI dan AKB.

390.560.000 100

%

390.560.000

2 Pendampingan Kesehatan Keluarga

Upaya menurunkan angka stunting di Jawa Tengah dengan pemberian syrup Zync Kid pada BBL suspect stunting

Pendampingan Kesehatan Keluarga

Upaya menurunkan angka stunting di Jawa Tengah dengan pemberian syrup Zync Kid pada BBL suspect stunting

10 kab/ kota, yaitu Cilacap,

Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Brebes, Pemalang, Kab.

Pekalongan, Klaten, Demak, Rembang,

Maret s/d

496.860.000 99,5 3 %

492.228.000

Pembekalan Pertugas Kesehatan dalam rangka Pendampingan Kesga

Upaya menurunkan angka stunting di Jawa Tengah dengan pemberian syrup Zync Kid pada BBL suspect stunting

10 kab/ kota, yaitu Cilacap,

Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Brebes, Pemalang, Kab.

Pekalongan, Klaten, Demak, Rembang,

229.608.000 100

%

229.608.000

(16)

16 Monev dalam

rangka Pembinaan Kesehatan Keluarga

Untuk melihat pelaksanaan kegiatan

pemberian zync pada BBL suspect stunting

35 kab/ kota 195.300.000 100

%

193.480.000 (99,7 %)

Orientasi tata laksana Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (KtP/A) dan TPPO bagi nakes

Meningkatnya Pengetahuan tenaga kesehatan dalam Kekerasa Terhadap Perempuan dan Anak.

Peserta 85 org terdiri dari 70 orang dari kab/

kota dan 15 org dari LP/ LS terkait

161.950.000 100

%

160.910.000 (99,36 %)

Koordinasi dan Konsultasi terkait Program pembinaan kesehatan Keluarga dengan pusat

Konsultasi dan koordinasi program dan kegiataan Kesehatan Keluarga dengan Kementerian Kesehatan

Petugas provinsi 3 orang x 10 kali

170.700.000 100 169.165.300

3 Pelatihan MTBS

Orientasi MTBS Menyediakan

Sumber Daya Manusia dalam pelayanan

kesehatan MTBS.

35 org dari kab, kota, LP propinsi program terkait 29 orang

180.190.000 100 179.210.000 (99,46 %)

Paket pemeriksaan SHK

Melaksanakan pemeriksaan SHK pada BBL

Rembang, Batang, kota Magelang (Maret s/d November)

152.550.000 100 152.550.000

Pembekalan

SHK BBL Pemerikasaan BBL Rembang, Batang, kota Magelang (Maret s/d November)

68.436.000 100 68.436.000

4 Pembinaan dalam Pelaksanaan UKS

Meningkatkan kualitas anak usai sekolah

Propinsi dan kab/

kota (DEMAK, SRAGEN,

KEBUMEN, PATI, KAB.

SEMARANG, TEMANGGUNG, SURAKARTA, BATANG,

SALATIGA, KAB.

TEFGAL)

446.420.000 100 437.095.500

5 Pembinaan Pencegahan Stunting

Meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan

35 orang adri kab/

kota dan LP terkait di propinsi

159.140.000 100

%

159.1430.000

(17)

17 stunting di JAwa

Tengah dilaksanakn April 2019

6 Pembinaan Peningkatan Yankes Lansia

Meningkatkan Pelayanan

kesehataan lansi pada nakes akb/

koat

40 orang dari 10 kab/ kota (2 angkatan)

262.090.000 100 5

261.430.000 (99,75 %)

7 Pembinaan dalam Peningkatan ANC

Meningkatkan kerjasama dan koordinasi kesga/

gizi dengan LP/ LS terkait kab/ kota dan Propinsi

70 orang adri kab/

kota (Dinkes kab/

kpota dan

puskesmas ) dan LP/ LS Propinsi

terkait ,

dilaksanakan

Maret dan

November 2019

332.696.000 100 329.576.000 (99,06 %0

2. Kegiatan Seksi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat

NO KEGIATAN Tujuan Sasaran/ Lokasi

/waktu

Jumlah

anggaran Realisasi Fisik Keuangan 1 Koordinasi

Lintas Sektor terkait Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat :

311,275,000 100

%

309,955,000

(99,58%)

1) Pertemuan Forum Germas di Provinsi 2 kali

Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi implementasi Germas di Provinsi

Peserta 30 orang anggota forkom Germas Prov

2) Pertemuan Forum Germas di Kab / Kota 8 kab

1. Meningkatkan komunikasi, informasi dan edukasi

implementasi Germas di daerah 2. Menyusun draft SK pembentukan Forum Germas di Kabupaten 3. Menyusun draft

peraturan Kepala Daerah bagi Kabupaten yang belum memiliki produk regulasi terkait Germas 4. Menyusun

Lokasi 8 Kab kota lokus:

1) Boyolali 2) Sukoharjo 3) Kudus 4) Rembang 5) Kab Magelang 6) Purworejo 7) Sragen 8) Temanggung

(18)

18 rencana kegiatan

Forum Germas (bagi Kabupaten yang sudah memiliki Forum Germas)

3) Pertemuan Penyusunan Rencana Operasional dengan LS Terkait Dukungan Germas di Kab/Kota

1. Menyusun Rencana Operasional implementasi Germas dari masing-masing anggota Forum Komunikasi Germas 2. Memantapkan

peran semua

OPD dan

kelompok peduli dalam

implementasi Germas

3. Mengidentifikasi kelompok peduli kesehatan yang akan menjadi sasaran

sosialisasi Germas

Lokasi 8 Kab kota lokus:

1. Boyolali 2. Sukoharjo 3. Kudus 4. Rembang 5. Kab Magelang 6. Purworejo 7. Sragen 8. Temanggung

2 Melakukan Penguatan Implementasi Germas:

1,098,620,000 100

%

1,093,442,900 (99,53%)

1) Pelaksanaan Penggeraka n

Masyarakat Pada Kelompok Peduli Lokus 2019

a. Terlaksananya Sosialisasi Gerakan

Masyarakat Hidup Sehat bagi anggota kelompok peduli kesehatan b. Tersebar luasnya

informasi tentang Gerakan

Masyarakat Hidup Sehat kepada masyarakat c. Terselenggranya

gerakan

masyarakat untuk Hidup Sehat.

d. Tersusunnya rencana aksi pada kelompok

Kelompok peduli kesehatan di masyarakat

sejumlah 150 orang, terdiri dari 3 kelompok peduli @ 50 orang

(19)

19 peduli kesehatan

terkait implementasi Germas 2) Evaluasi

Pelaksanaan Kampanye Germas di Kab/Kota

a. Memperoleh gambaran tentang implementasi Germas di lingkup OPD,

Ormas/Dunia

Usaha dan

Kelompok peduli Kesehatan

b. Memperoleh informasi tentang kendala dan upaya

pemecahan masalah dalam implementasi Germas di lingkup OPD,

Ormas/Dunia

Usaha dan

Kelompok peduli Kesehatan

Jumlah peserta sebanyak 30 orang, yaitu : a. Perwakilan OPD Kab/kota : b. Perwakilan

Ormas c. Perwakilan

Dunia Usaha d. Perwakilan

Kelompok Peduli Kesehatan e. Lintas program:

5 orang

3) Sosialisasi Germas Pada Kelompok Peduli Kesehatan Lokus 2019

a. Terlaksananya Sosialisasi Gerakan

Masyarakat Hidup Sehat kepada Kelompok Peduli Kesehatan b. Tersebar luasnya

informasi tentang Gerakan

Masyarakat Hidup Sehat kepada masyarakat c. Terselenggranya

gerakan

masyarakat untuk Hidup Sehat d. Adanya dukungan

dari kelompok peduli kesehatan untuk

implementasi

germas di

kelompoknya

Jumlah peserta sebanyak 30 orang dari unsur kelompok peduli kesehatan yang belum pernah mendapatkan sosialisasi Germas

3 Koordinasi LS/LP terkait pemanfaatan Dana Desa

a) Melaksanakan advokasi kepada para pemangku kepentingan di

Jumlah peserta : 30 orang yang terdiri dari unsur a. Bapermades

186,630,000 100

%

186,250,000 (99,80 %)

(20)

20 untuk

kesehatan:

Advokasi untuk Mendorong Kebijakan Prioritas Pemanfaatan Dana Desa untuk

Kesehatan di Kab Tahun 2020

Kab/Kota dalam pemanfaatan dana desa untuk bidang

kesehatan (UKBM) b) Menyamakan

persepsi dalam pemanfaatan dana desa untuk bidang

kesehatan (UKBM) c) Meningkatkan

pemahaman Kab/Kota dalam pemanfaatan dana desa untuk bidang

kesehatan (UKBM)

b. Pendamping teknis di kabupaten (Perencanaan, pemberdayaan pelayanan dasar) c. Bapeda

kabupaten d. Perwakilan

Asosiasi Kepala Desa/Lurah tk Kab/Kota

e. Perwakilan Kepala

Desa/Kelurahan (peserta paling banyak)

f. Kepala Puskesmas terpilih g. Pendamping

Desa di tk kecamatan 4 Memproduksi

dan

Menyebarluaska n Informasi Tema Prioritas Nasional dan Spesifik Lokal

Memberikan

informasi dan edukasi kesehatan kepada masyarakat terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat focus pada 5 tema yaitu:

(stunting, TBC, Imunisasi, Germas, Kesehatan Ibu dan Anak/5NG) melalui media elektronik, media luar ruang, pameran, media cetak, media transportasi, dan mengembangkan media spesifik local.

35 Kab/Kota 3,256,777,000 100

% 3,144,341,50 0 (96,55%)

5 Melakukan advokasi utk mendorong kebijakan PHBS di Kab kota : 1) Pertemuan

Implementasi Kebijakan PHBS di Kab/Kota

Untuk

meningkatkan komitmen pimpinan dalam rangka penegakan

peraturan/regulasi

2 Kab yang sudah menerbitkan regulasi yang mendukung indikator PHBS(Perda

96,964,000 100

%

96,924,000 (99,96%)

(21)

21 yang mendukung

indicator PHBS di Kabupaten/Kota.

KTR): Kab

Kebumen dan Kab Batang

Jumlah peserta sebanyak 30 orang

2) Pertemuan Sosialisasi Kebijakan Kesehatan Mendukung PHBS di Provinsi 2x

Mensosialisasikan kebijakan

kesehatan

mendukung PHBS (Pergub jateng No.

3 Tahun 2019 tentang KTR) di Provinsi Jateng

Peserta sebanyak 50 orang tiap tahap

Tahap pertama dilaksanakan 11 Juli 2019

Tahap kedua tanggal 23 Juni 2019

6 Melakukan Kemitraan/Jejari ng Kerja dengan Sektoral

a. Adanya komitmen organisasi

kemasyarakatan dan dunia usaha untuk mendukung kesehatan di kab/kota

b. Mensosialisasikan gerakan

masyarakat hidup sehat di kab/kota c. Mensosialisasikan

kondisi kesehatan dan masalah kesehatan

priortitas di kabupaten/kota d. Implementasi

pelaksanaan program

kesehatan pada dunia usaha / ormas

Kegiatan ini dilaksanakan di 8 Kabupaten/Kota lokus terpilih.

Peserta pertemuan sejumlah 30 orang, yang berasal dunia

usaha dan

organisasi

kemasyarakatan di Kab/kota.

Lokasi 8 Kab kota lokus : 1) Boyolali 2) Sukoharjo 3) Kudus 4) Rembang 5) Kab Magelang 6) Purworejo 7) Sragen 8) Temanggung

109,986,000 100

%

109,726,000 (99.76%)

7 Penguatan Pemberdayaan Masyarakat 1) Penilaian

aktifitas pinsaka bakti husada di Kab/Kota

Kegiatan ini bertujuan untuk menilai aktifitas pinsaka Kabupaten/

kota dalam

melakukan pembinaan

terhadap SBH di wilayah Kab/kota

- 8 Kab/Kota yang masuk nominasi dinilai kunjungan lapangan setelah dilaksanakan seleksi administrasi

477,920,000 100

%

474,510,000 (99,29%)

(22)

22 2) Pertemuan

koordinasi SBH dengan Kab/Kota

3) Temu anggota SBH dalam rangka Hari jadi SBH

4) Rapat koordinasi Pinsaka bakti husada di Provinsi

Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan

koordinasi dengan Kwartir daerah dalam pelaksanaan satuan saka bakti husada baik di Kab/Kota tingkat provinsi .maupun kab / kota

menyusun rencana kerja kegiatan selama 1 tahun melakukan evaluasi

dalam

pelaksanakan SBH di tk provinsi maupun kab/kota Kegiatan ini bertujuan untuk memperingati Hari jadi SBH

Kegiatan ini bertujuan

melakukan

koordinasi dengan Kwartir daerah dalam pelaksanaan satuan saka bakti husada baik di tingkat provinsi, menyusun rencana kerja kegiatan selama 1 tahun dan

- Sasaran dari kegiatan ini berjumlah 100 orang terdiri dari :

- 70 orang dari Kab/kota (Kwarcab dan Dinkes Kab) - 30 orang

anggota Pinsaka Provinsi

- Anggota SBH Kab/kota : sebanyak 350 orang

- Masing masing kab/kota

mengirimkan anggota

sebanyak 10 orang Provinsi:

50 orang - Dilaksanakan

17 Juli 2019

- Sasaran dari kegiatan ini berjumlah 75 orang adalah:

pengurus inti SBH yang terdiri dari lintas program terkait serta pengurus kwartir daerah

(23)

23 5) Rapat

koordinasi program promkes dan pemberdaya an

masyarakat

melakukan evaluasi dalam

pelaksanakan SBH di tk provinsi maupun Kab/Kota

Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan

koordinasi kegiatan

yang telah

dilakukan oleh Kab/

Kota, indikator kinerja yang harus dicapai serta mengetahui kendala

yang ada

dilapangan

- Jumlah

peserta: 85 orang yang terdiri dari 2 orang per kab/

kota dan LP/LS Dinkes Prov

3. Kegiatan Seksi Kesling Kesja dan Olahraga

NO KEGIATAN Tujuan Sasaran/

Lokasi /waktu anggaran Jumlah

Realisasi Fisik Keuangan 1 Sosialisasi Peningkatan

Higiene Sanitasi Pangan di Terminal Darat Kelas A

137.796.000 Pembinaan dan pengawasan TPM yang diimplementasika n dengan penerbitan laik higiene sanitasi pangan

Peserta 51 orang Lintas program dan lintas sektor terkait seperti Dinkes Prov, Kab/kota, KKP, BTKL,

puskesmas, Kementerian terkait lainnya

100% 137.026.000 (99,%)

2 Melakukan Orientasi SDM dalam

Pengawasan Pasar Sehat (Praktek Implementasi Pasar Sehat Di Pasar Prioritas)

113.696.000 Pembinaan dan Pengawasan, Advokasi dan Sosialisasi ,Pembentukan pokja pasar sehat,Peningkata n kapasitas sumber daya manusia, Analisis

Peserta

sebanyak 30 orang peserta yang berasal dari 10 pasar yang menjadi prioritas pembinaan berdasarkan data dari

100% 113.696.000 (99,9%)

(24)

24 situasi terkait

kebutuhan komunitas pasar dan identifikasi mitra kerja dalam rangka

mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar.

kementerian perdagangan

3 Orientasi Pengawasan Internal (seluruh pelaku masyarakat

SD,SMP/Sederajat) raport TTU Sehat Layanan Kesling dan Puskesmas

Melakukan Bimbingan Teknis Pengawasan TTU

128.314.000

27.320.000

1. Untuk

meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan di wilayah 2. Output yang akan dihasilkan adalah

terciptanya kenyamanan bagi masyarakat sekolah dan terpenuhinya sarana dan prasarana yang ada di sekolah yang memenuhi syarat kesehatan.

Monitoring dan evaluasi terhadap hasil pembinaan dan pengawasan tempat fasilitas umum

Peserta sebanyak 50 orang Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Program Usaha Kesehatan Sekolah) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten/Kota dan Provinsi , , Balkesmas.

9 (Sembilan) Kabupaten/Kota

100%

100%

124.274.000 (97%)

27.230.000 (99,9%)

4 Orientasi Tehnis Petugas Dalam Pengawasan Kualitas Kesehatan Lingkungan Yang Memenuhi Syarat

131.710.000 Pencapaian indikator kesling sangat diperlukan untuk menjamin diperolehnya hasil kegiatan PKAM dari capaian kegiatan maupun data yang berkualitas dalam rangka upaya percepatan pencapaian indikator.

Peserta 66 orang terdiri dari

1. Pengelol a program Provinsi 2. Pengelol a 35 Kab/Kota 3. Puskesm

as

100% 124.136.000 (95%)

5 Pembinaan

Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat melalui :Implementasi,Rapat Koordinasi, Fasilitas coordinator STBM,

243.860.000 Mencegah dan mengatasi stunting, dan mencegah paparan penyakit- penyakit berbasis lingkungan yang menjadi

Peserta 92 orang terdiri

dari 35

Kabupaten/Kot a sejateng dan 10 Puskesmas terpilih

100% 241.463.000 (96%)

(25)

25

Intervensi Kesling penyebab

terjadinya diare, cacingan, infeksi saluran

pernafasan, dan stunting.

6 Orientasi Limbah Medis Fasilitas Pelayanan Kesehatan

132.704.000 Untuk memperoleh kesamaan pemahaman atas perkembangan kebijakan,

standar dan persyaratan kesehatan tentang pengelolaan limbah medis pada

pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah

Peserta 70 orang teridiri dari Petugas Dinkes Kabupaten/kota, 1 orang Petugas Kesling RSUD, Petugas Kesling Puskesmas per Kecamatan

100% 132.354.000 (99,9%)

7 Melakukan Koordinasi, Advokasi dan Sosialisasi terkait Kab/Kota Sehat

43.604.000 Mensosialisasika n program kabupaten/kota sehat bagi kabupaten/kota sehingga kedepannya kabupaten/kota tersebut dapat berperan aktif dalam verifikasi pada tahun 2021

Peserta 44 orang terdiri dari OPD terkait dan 15 Kabupaten Kota (Dinkes Kab/Kota dan Bappeda Kab/Kota)

100% 43.450.000 (99,9%)

8 Pembinaan

Pemeriksaan Kebugaran Jasmani bagi Pekerja - Pertemuan Koordinas

Kes.Keselamatan Kerja Transportasi.

- Pelaksanaan Pemeriksaan Pengemudi

149.842.000 Melakukan pembinaan terhadap kehatan pekerja,

khususnya kesiapan kesehatan pengemudi pada arus mudik lebaran dan tahun baru

Sasaran Lokasi di Terminal Klas A Kab.

Banyumas, Kota Surakarta, Kota Tegal , Kota Semarang dengan

sasaran pengemudi antara kota sebanyak 100 orang

100% 149.691.000 (99.8%)

9 Pembinaan

Pemeriksaan Kebugaran Jasmani bagi Jamaah Haji

- Pertemuan Konsolidasi pengukuran kebugaran jasmani

487.120.000 Melakukan pembinaan terhadap calon jamaah haji dengan melakukan pemeriksaan kebugaran

- Pertemuan konsolidasi dengan peserta adalah pengelola program Dinkes

100% 486.920.000 (99,9%)

(26)

26 - Pengukuran

kebugaran jasmani jamaah haji

jasmani Kab/Kota

- Sasaran jamaah haji adalah Jamaah haji pada tahun keberangkata n dan atau +

1 th

keberangktan 10 Pembinaan

Pelaksanaan Kesehatan OLahraga bagi anak SD - Pertemuan Koordinasi

Kesehatan OR bagi anak SD

56.180.000 Terkoordinasinya dan

tersosialisasinya stake holder terkait tentang kesehatan olahraga anak sekolah dasar

- Lintas Sektor tingkat Kabupaten di 2 Kab yaitu Sragen dan Pati masing- masing 40 orang

100% 56.180.000 (100%)

11 Pembinaan

Pelaksanaan Pos UKK - Pertemuan dikantor

terkait Pos UKK - Orientasi Kesjaor

280.154.000 Meningkatkan pemahaman petugas kesehatan kab dan Puskesmas tentang

kesehatan kerja dan olahraga termasuk Pos UKK

- Petugas kesehatan

kab /

Puskesmas dari 35 kab/kota sebanyak 80 orang

100% 280.154.000 (100%)

12 Pembinaan Pekerja Perempuan Sehat Produktif

- Sosilaisasi dan Koordinasi

Pelaksanaan GP2SP di kab/Kota

- Pertemuan Koordinasi Kesjaor

- Pembinaan ke Pos UKK, Kab/Kota, Puskesmas - Pembinaan Tim

GP2SP ke kab/KOta

306.459.000 -

Tersosilaisasinya GP2SP kepada Perusahaan Formal dalam rangka

menurunkan AKI

- Lintas sector, Swasta di 3 kab.

- Sasaran pertemuan adalah pengelola program kesjaor di 35 kab/kota - 35

Kab/Kota - Perusahaa

n yang mengirimka n berkas untuk mengajuka n

pengharag aan MBH

100% 306.367.000 (99,9%)

(27)

27 4. Kegiatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya

pada Program Layanan Dukungan Manajemen Eselon I

NO KEGIATAN Tujuan Sasaran/ Lokasi

/waktu anggaran Jumlah Realisasi Fisik Keuangan

DUKMAN 1.309.858.000 100 % 90,69 %

1. Pengelolaan keuangan dan BMN

Melaksanakan kegiatan administrasi

perkantoran dengan tertib dan sesuai aturan

Sarasan ada dalam SK tim, di Dinas Kesehatan provinsi Jateng, selama 1 tahun anggaran

271.118.000 100 % 95,74 %

2. Pertemuan Koordinasi Teknis Program Kesmas Tingkat Provinsi

Tujuan memberikan evaluasi kegiatan bidang kesmas 2019 dan rencana kesmas

Bidang kesmas DKK, kepala bidang dan kepala seksi 4 orang x 35 DKK/

dalam kota Semarang Hotel Harris/Oktober 2019

423.370.000 100 % 96,33 %

3. Penyusunan Rencana Anggaran

Tujuan

melaksanakan konsultasi ke pusat dan pelaksanaan perencanaan di pusat

Sasaran tim perencanaan dan pemegang program, lokasi pusat atau sesuai

undangan, waktu

1 tahun

anggaran

235.620.000 100 % 89,96 %

4. Pembinaan kepada Provinsi dan Kabupaten dalam Bidang Kesehatan

Tujuan melakukan bimbingan teknis kepada kabupaten Kota di Jateng untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Jawa Tengah sesuai permasalahan kesehatan di Kab/Kota

Sasaran DKK dan Puskesmas pemegang program kesmas dan lintas program lintas sektor, lokasi di 35 kab/Kota, waktu 1 tahun anggaran

304.150.000 100 % 93,78 %

5. Penggerakan Provinsi dan Kabupaten dalam pelaksanaan Program

Tujuan untuk melaksanakan kegiatan program kesmas di tingkat pusat

Sasaran pemegang program kesmas, lokasi sesuai undangan dari pusat, waktu 1 tahun anggaran.

75.600.000 100 % 31,87 %

(28)

28 B. PERMASALAHAN

Kegiatan Permasalahan

1. Pendampingan Kesehatan Keluarga

 Hasil ukur panjang lahir dari RS/RB/BPM, setelah di cek petugas puskesmas, berbeda hasilnya

 Ibu khawatir, dan ada kasus yang tidak bersedia mengikuti program

 Perlu dibuat inform consent

 Ibu lupa meminumkan ke bayi  sudah dibuatkan ceklist pemantauan minum Zinc (perlu kader pendamping)

 Petugas puskesmas tidak bisa melaksanakan pemantauan sesuai rencana yang terjadwal 2. EPPGBM - Aplikasi yang sering bermasalah

- Ketersediaan internet di pusat dan daerah yang sering error

- Jumlah SDM yang entry data hanya 1 orang di setiap puskesmas

3. Pembinaan

Peningkatan Yankes pada lansia

Kab/ kota masih terkendala sarpras dalam memberikan pelayanan

4. Kampanye Hidup sehat melalui berbagai media

Ada beberapa kegiatan yang dilaksanakan tidak sesuai jadwal ROK dikarenakan kegiatan berkaitan dengan pihak luar

5. Pertemuan implementasi kebijakan PHBS di Kab/Kota

Regulasi yang sudah ada belum terimplementasi secara optimal (misalnya kebijakan Germas dan kebijakan KTR)

6. Pembinaan Pemeriksaan Kebugaran Jasmani bagi Jamaah Haji

Pengukuran Kebugaran haji yang dikembalikan Kabupaten Karanganyar, Cilacap dan Kota Surakarta karena pengukuran sudah dilaksanakan oleh

Program Kesehatan Haji.

(29)

29 C. REALISASI ANGGARAN

Realisasi anggaran dana dekonsentrasi tahun 2019 pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut :

No Program/Kegiatan Pagu Anggaran (Rp)

Realisai

(Rp) %

Belanja Langsung terdiri:

1 Program Kesehatan

Lingkungan (APBN) 959.004.000 932.545.000 97.24%

2 Program Kesehatan Kerja dan Olah Raga (APBN

1.279.755.000 1.250.994.000 97,75%

3. Pembinaan Gizi Masyarakat

4.927.602.000,- 4.742.847.100,- 96,25 % 4 Pembinaan Kesehatan

Keluarga

3.379.500.000,- 3.192.788.850,- 94,47 % 5. Promosi kesehatan dan

Pemberdayaan Masyarakat

5.538.172.000,- 5.414.409.400,- 97,76 %

6. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya pada Program Pembinaan Kesehatan Masyarakat

1.309.858.000,- 1.187.934.150,- 90,69%

TOTAL KESMAS 17.393.891.000 16.721.519.300

Rata-rata penyerapan anggaran 96,13 %

D. CAPAIAN OUTPUT SESUAI DENGAN PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2019 Capaian Output sesuai dengan Perjanjian Kinerja tahun 2019 adalah sebagai berikut :

1. SEKSI KESEHATAN LINGKUNGAN, KESEHATAN KERJA DAN OLAHRAGA

NO Kegiatan Indikator Kinerja Target %

Capaian

1 Kesehatan Lingkungan

Jumlah desa/kelurahan yang melaksanakan STBM

45000 8085 105%

Persentase Sarana Air Minum dilakukan pengawasan

50% 74.69 %

Persentase TTU yg memenuhi syarat kesehatan

58% 83,48%

(30)

30 Persentase RS yg melakukan

pengelolaan limbah medis sesuai standar

36% 100%

Persentase TPM yg memenuhi syarat kesehatan

32% 62,26 %

Jumlah Kab/Kota yg menyelenggarakan tatanan kawasan sehat

386 4

2 Pembinaan Upaya Kesehatan Kerja dan Olah Raga

Persentase Puskesmas yg menyelenggarakan kesehatan kerja dasar

78% 100%

Jumlah Pos UKK yg terbentuk di daerah PPI/TPI

37 107%

Persentase Fasilitas pemeriksaa Kesehatan TKI yg memenuhi standar

100 100%

Persentase Puskesmas yg melaksanakan Kesehatan Olahraga pada kelompok masyarakat di wilayah kerjanya

70% 74,12

2. SEKSI PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

No Kegiatan Indikator Kinerja Target % Capaian

3 Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan

Masyarakat

Persentase kabupaten/kota yang memiliki kebijakan PHBS

100 % 100 %

Persentase desa yang memanfaatkan dana desa utk UKBM

50 % 81,83 %

Jumlah dunia usaha yg memanfaatkan CSR nya untuk program kesehatan

20 24

Jumlah organisasi kemasyarakatan yg memanfaatkan sumber dayanya utk mendukung kesehatan

15 15

(31)

31 3. SEKSI KESGA DAN GIZI

NO INDIKATOR TARGET

2019

CAPAI AN

PROSEN TASE

1

Prosentase Kab/Kota yang melakukan pelayanan Ibu bersalin sesuai standar minimal sebesar 95 %

25,71 %

25,71% 100%

2

Prosentase Kab/Kota yang melakukan pelayanan Ibu bersalin sesuai standar minimal sebesar 95 %

97, 14 %

97,14% 100%

3

Prosentase Kab/Kota pelayanan bayi sesuai standar minimal 90 %

97, 14 %

97,14% 100%

4

Prosentase Kab/Kota yang

memberikan pelayanan balita sesuai standar minimal 90 %

48,5 %

48,5% 100%

5

Prosentase Kab/Kota yang

memberikan pelayanan remaja sesuai standar minimal 60 %

85,7 %

85,7% 100%

6

Prosentase Kab/Kota yang

memberikan pelayanan lansia sesuai standar minimal 60 %

34,28 %

34,28% 100%

7

Prosentase Kab/Kota dengan

prevalensi gizi buruk kurang dari 0,05

%

48,57 %

48,57% 100%

8

Prosentase Kab/Kota dengan prevalensi stunting kurang dari 20 %

8,57 %

14,28% 166%

(32)

32 BAB III

PENUTUP A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengukuran program dan kegiatan di atas dapat disimpulkan bahwa capaian kinerja fisik tercapai 100% dan anggaran sebesar 96,13%, sehingga dapat dikategorikan “Sangat Baik” artinya capaian kinerja melebihi target yang telah ditetapkan.

B. REKOMENDASI

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka yang dapat direkomendasikan untuk perbaikan perencanaan kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai tahun 2019 adalah sebagai berikut :

1. Perlu dilakukan evaluasi program agar selaras dan relevan dengan sasaran dan tujuan jangka menengah perangkat daerah yang akan capai.

2. Evaluasi terhadap kegiatan, agar selaras dan relevan dengan program yang ada, sehingga capaian kegiatan akan menunjang capaian kinerja organisasi.

Semarang, Desember 2019 Mengetahui

KEPALA DINAS KESEHATAN

PROVINSI JAWA TENGAH KEPALA BIDANG KESEHATAN MASYARAKAT

dr. YULIANTO PRABOWO, M.Kes Pembina Utama Madya NIP. 19620720 198803 1 010

dr. WAHYU SETIANINGSIH, M.Kes (Epid) Pembina

NIP. 19660813 199803 2 002

Referensi

Dokumen terkait

a) Mengupayakan renovasi dan atau pembangunan gedung baru untuk melengkapi sarana dan prasarana yang memadai seperti ruang perkuliahan, perpustakaan, laboratorium,

Status Zarri Bano dalam keluarga berkaitan dengan stereotipe gender ini telah mengikat tubuh Zarri Bano dengan tradisi keluarga yang telah dibentuk secara turun

Menurut Edward Djamaris dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Filologi, metode landasan dipakai apabila menurut tafsiran, nilai naskah jelas berbeda sehingga ada satu

Seperti, tinjauan dari segi sastra dan bahasanya mengingat NHB merupakan karya sastra karena di dalamnya terdapat unsur cerita tentang kisah Nabi Muhammad

Kerjasama yang khususnya dalam bidang politik yaitu antara Eksekutif dan Legislatif mencakup segala proses perumusan kebijakan yang ada pada umumnya dituangkan dalam

Data yang digunakan dalam penelitian mengenai tingkat kepuasan konsumen terdap pelayanan dan jenis produk yang disediakan Toko Rejo Mulyo adalah data primer..

Trace seismik adalah data seismik yang mencerminkan respon dari gelombang elastik terhadap kontras impedansi akustik (reflektivitas) pada batas lapisan batuan yang