ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS SEKTOR KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA.

Teks penuh

(1)

TESIS

ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS SEKTOR KEUANGAN

DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Magister Sains

Dalam Bidang Ilmu Ekonomi

Oleh :

HENDRA KESUMA

NIM. 8106162007

PROGRAM PASCA SARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)

i

ABSTRAK

Hendra Kesuma. Analisis Hubungan Kausalitas Sektor Keuangan dan

Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2013.

Sektor keuangan disatu sisi dianggap memiliki pengaruh yang penting dalam pertumbuhan ekonomi, sehingga pemerintah harus mempromosikan pengembangan sektor keuangan yang meliputi pengembangan sektor perbankan, lembaga keuangan non bank dan pasar modal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun disisi lain, merupakan pemborosan sumber daya jika pemerintah menitikberatkan tujuan pada pengembangan sektor keuangan. Dana pembangunan tentu akan lebih berguna jika lebih dialokasikan untuk tujuan-tujuan yang lain, seperti untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan pengembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan kausalitas antara sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia, dimana sektor keuangan di tunjukkan oleh rasio monetisasi, rasio kredit, demand deposit dan tabungan. Dengan menggunakan data sekunder selama periode tahun 2000-2010, penelitian ini menggunakan kerangka analisis kointegrasi dan Vector Error

Correction Model (VECM) antara perkembangan sektor keuangan dan

pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor keuangan yang ditunjukkan oleh rasio monetisasi, rasio kredit, demand deposit dan tabungan tidak mempunyai hubungan kausalitas dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pengaruh signifikan diberikan varibel demand deposit terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya pertumbuhan ekonomi secara signifikan mempengaruhi rasio monetisasi dan tabungan.

(5)

ii

ABSTRACT

Hendra Kesuma.. Causality Analysis of the Financial Sector Relations and Economic Growth in Indonesia . Postgraduate Of The State University Of Medan,

2013.

The financial sector on the one hand is considered to have an important influence on economic growth, the government should promote the development of the financial sector which includes the development of the banking sector, non-bank financial institutions and capital markets in order to boost economic growth. On the other hand, is a waste of resources if the government focused on the objectives of financial sector development. Development funds would be more useful if more allocated for other purposes, such as to improve workforce skills and technology development. This study aims to examine the relationship of causality between financial sector and economic growth in Indonesia, where the financial sector in the show by the monetization ratio, the ratio of loans, demand deposits and savings. By using secondary data for the period 2000-2010, This research uses the analytical framework cointegration and Vector Error Correction Model (VECM) between financial sector development and economic growth. The results showed that the financial sector indicated by the ratio of monetization, credit ratios, demand deposits and savings have no causal relationship with economic growth in Indonesia. Significant influence given variable demand deposits to economic growth. Instead of economic growth significantly affect the monetization and savings.

(6)

iii

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.

Syukur Alhamdulillah kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, hidayah dan karuniaNya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan tesis yang berjudul ”Analisis Hubungan Kausalitas Sektor Keuangan Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia” yang merupakan salah satu syarat memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Ilmu Ekonomi Konsentrasi Ekonomi Keuangan dan Perbankan, Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Segala upaya yang telah dilakukan tentunya tidak terlepas dari doa, bimbingan, bantuan serta dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu hingga tesis ini selesai, terutama disampaikan kepada yang terhormat :

1. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan. 2. Bapak Prof. Dr. H. Abdul Muin Sibuea, M.Pd. selaku Direktur Program

Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. H. Dede Ruslan, M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi, Bapak Dr. Eko W. Nugrahadi, M.Si. selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Ekonomi.

(7)

iv

5. Bapak Dr. H. Dede Ruslan, M.Si., Bapak Dr. Eko W. Nugrahadi, M.Si. dan Prof. Dr. Zulkarnain Lubis, M.Si. selaku narasumber dan sekaligus Dosen

Penguji yang telah banyak memberikan masukan yang sangat berharga bagi penulis demi penyempurnaan dari tesis ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen yang telah membuka wawasan berpikir dan memberikan ilmu kepada penulis selama kegiatan perkuliahan.

7. Terutama kepada orang tua saya Amriel Amin dan Risma (Alm) serta Ibunda Mardiah Siddik (Alm) dan Mertua Saya bapak Tobri dan Ibu Fatimah yang telah memberikan kasih sayang, semangat, doa, pengertian dan dorongan moral dalam setiap langkah kehidupan ini.

8. Teristimewa istri tercinta dr. Zumrotul Pauza. yang sedang menyelesaikan Program Pascasarjana Dokter Spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan di Universitas Sriwijaya Palembang yang selalu setia mendampingi saya dalam suka dan duka sebagai istri serta menyimpan kekuatan besar dalam penyejuk hati dibalik cinta dan kasih sayangnya,

9. Dan buat yang tersayang Ananda Muhammad Fathir Rahman dengan ketulusan dan kepolosannya merupakan kekuatan cinta yang tak ada tandingannya. Segenap jiwa dan sepenuh hati kami berikan serta harapan kami padamu jadilah anak yang pandai berakhlak mulia, Do’a kami selalu dimohonkan untuk kebahagianmu dunia dan akhirat.

10. Bapak T. Indra Abadi selaku Direktur Utama PT. Carsurindo Siperkasa atas dukungannya secara moral terutama memberikan izin waktu kuliah.

(8)

v

12. Berbagai pihak yang telah membantu pelaksanaan program studi dan penelitian yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga semua jasa, bantuan, dan dorongan dari Bapak / Ibu, rekan-rekan sekalian diterima oleh Allah SWT sebagai ladang amal yang bermanfaat. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dengan segala kerendahan hati dan lapang dada penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kelanjutan penelitian ini. Semoga tesis ini dengan segala kekurangannya akan mampu memberikan sumbangsih sekecil apapun untuk diterapkan baik dalam praktek maupun untuk penelitian selanjutnya.

Medan, 13 Maret 2013 Penulis

(9)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ……….... i

ABSTRACT ………... KATA PENGANTAR ………... ii iii DAFTAR ISI ……….... vi

DAFTAR TABEL ……… viii

DAFTAR GAMBAR ……….. x

BAB I PENDAHULUAN ……… 1

1.1. Latar Belakang ………... 1

1.2. Rumusan Masalah ………... 8

1.3. Tujuan Penelitian ………... 8

1.4. Manfaat Penelitian ………... 9

BAB II KAJIAN PUSTAKA ………. 10

2.1. Kerangka Teoritis ………... 10

2.1.1. Teori Pertumbuhan Ekonomi ……….. 10

2.1.2. Sektor Keuangan ………. 15

2.1.3. Perkembangan Sektor Keuangan ………. 16

2.1.4. Peran Sektor Keuangan Terhadap Perekonomian 19 2.1.5. Mekanisme Transmisi Kebijakan Moneter ……. 22

2.2. Penelitian Terdahulu ……… 24

2.3. Kerangka Konseptual ………. 27

(10)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ………. 30

3.1. Ruang Lingkup Penelitian ………... 30

3.2. Jenis dan Sumber Data ……… 30

3.3. Model Analisis Data ……… 30

3.4. Teknik Analisis Data ……….. 32

3.5. Definisi Operasional ……… 36

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ……… 38

4.1. Analisis Deskriptif ………... 38

4.1.1. Gambaran Umum Perkembangan Sektor Keuangan 38 4.1.2. Perkembangan Rasio Monetisasi ………. 40

4.1.3. Perkembangan Rasio Kredit Perbankan Terhadap GDP Nominal ……….. 42

4.1.4. Perkembangan Rasio Deposit Terhadap Jumlah Uang Beredar M1 ………. 43

4.1.5. Perkembangan PDB Indonesia ………. 45

4.1.6. Perkembangan Tabungan ………. 46

4.2. Hasil Evaluasi dan Pembahasan ………... 48

4.2.1. Hasil Uji Stasioneritas Data dan Derajat Integrasi … 48 4.2.2. Hasil Uji Hipotesis (Hypotesis Testing) ……… 59

4.2.3. Pengujian Kausalitas Granger ………... 61

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ……… 67

5.1. Kesimpulan ……….. 67

(11)

DAFTAR PUSTAKA ……….. 69

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1. Perkembangan Jumlah dan Kantor Bank Umum serta Jumlah Uang Beredar (M2) di Indonesia ………... 6 Tabel 4.1. Jumlah asset Berdasarkan Kelompok Bank Periode Tahun

2001-2010 (Milyar Rp) ………... 38 Tabel 4.2. Perkembangan Jumlah Uang Beredar (M2), GDP Tahun

2001-2010 (Milyar Rupiah) ……….. 40 Tabel 4.3.

Rasio Deman Deposit/ Uang M1 (Dalam Milyar Rupiah) …. 44 Tabel 4.4.

Perkembangan Tabungan ………... 47 Tabel 4.5. Hasil Uji Akar Unit Variabel Rasio Monetisasi ……… 50

Tabel 4.6.

Hasil Uji Akar Unit Variabel Rasio Kredit (KY) ………… 51 Tabel 4.7.

Hasil Uji akar Unit Variabel Demand Deposit (DM1) …….. 51 Tabel 4.8. Hasil Uji akar Unit Variabel Tabungan (S) ……… 52

Tabel 4.9

Hasil Uji akar Unit Variabel Pertumbuhan Ekonomi (GDP) . 52 Tabel 4.10 Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel

Rasio Monetisasi ……… 55

Tabel 4.11. Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel Rasio Kredit (KY) ……….. 55 Tabel 4.12. Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel

Demand Deposit (DM1) ………. 56

(13)

Tabel 4.14. Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel Pertumbuhan Ekonomi (GDP) ………... 57 Tabel 4.15.

Hasil Uji Lag Length Variabel GDP – DM1 ……….. 59 Tabel 4.16.

Hasil Uji Lag Length Variabel GDP – M2 ………. 59 Tabel 4.17.

Hasil Uji Lag Length Variabel GDP – KY ……… 60 Tabel 4.18.

Hasil Uji Lag Length Variabel GDP – S ……… 61 Tabel 4.19.

Hasil Uji Kausalitas Granger Variabel GDP – M2 ………… 63 Tabel 4.20.

Hasil Uji Kausalitas Granger Variabel GDP – DM1 ………. 63 Tabel 4.21.

(14)

vi

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1.1. Hubungan Antara M2 dengan PDB (dalam milyar rupiah) ... 2 Gambar 1.2. Rasio Aset Perbankan Terhadap PDB ( % ) ...… 3 Gambar 1.3. Grafik Pertumbuhan GDP Riil Indonesia 2001 – 2010 (diolah) … 7 Gambar 2.1. Kerangka Konseptual Penelitian ……… 29 Gambar 4.1. Jumlah Kantor Bank di Indonesia Tahun 2001-2010 ……… 39 Gambar 4.2. Perkembangan Rasio Monetisasi Tahun 2001-2010 (Milyar

Rupiah) ………. 41 Gambar 4.3. Rasio Kredit Perbankan Terhadap GDP ... 42 Gambar 4.4. Perkembangan Rasio Demand Deposit Terhadap Uang M1 Tahun

2001-2010 ………... 43 Gambar 4.5. Perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun

(15)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sektor keuangan memegang peranan yang sangat signifikan dalam memicu pertumbuhan ekonomi suatu negara. Sektor keuangan menjadi lokomotif pertumbuhan sektor riil melalui akumulasi kapital dan inovasi teknologi. Lebih tepatnya, sektor keuangan mampu memobilisasi tabungan. Mereka menyediakan para peminjam berbagai instrumen keuangan dengan kualitas tinggi dan resiko rendah. Hal ini akan menambah investasi dan akhirnya mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, terjadinya asymmetric information, yang dimanifestasikan dalam bentuk tingginya biaya-biaya transaksi dan biaya-biaya informasi dalam pasar keuangan dapat diminimalisasi, jika sektor keuangan berfungsi secara efisien (Levine, 1997;109, Fritzer, 2004;79, dan Kularatne 2002;120).

Perkembangan sektor keuangan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan perekonomian. Turunnya harga minyak pada awal tahun 1980-an mempengaruhi kinerja perekonomian Indonesia. Pendapatan dari minyak menurun dan pemerintah membutuhkan mobilisasi dana dari dalam negeri untuk membiayai pembangunan. Hal ini kemudian melatarbelakangi deregulasi pada berbagai sektor perekonomian termasuk sektor keuangan.

(16)

2

menetapkan suku bunga deposito dan kredit, sedangkan PAKTO 1988 menitikberatkan pada usaha untuk meningkatkan kompetisi pada sektor keuangan dengan mengurangi hambatan dalam pendirian bank baru. Kedua regulasi tersebut kemudian melatar belakangi perkembangan sektor keuangan di Indonesia.

Deregulasi pada sektor keuangan secara substansial, menghasilkan dampak sangat impresif terhadap lembaga intermediasi keuangan di Indonesia. Indikator financial deepening (M2/PDB) yang mengukur peranan sistem keuangan naik secara signifikan selama 2001 – 2010 seperti terlihat pada gambar 1.1. berikut :

Sumber : Bank Indonesia, 2010 (diolah)

Gambar 1.1. Hubungan antara M2 dengan PDB (dalam milyar rupiah)

Setelah implementasi paket 1983, bank pemerintah tetap mendominasi

market share sektor perbankan. Bank-bank milik negara ini memegang aset

sekitar 75,6% dari total asset perbankan dan liability sebesar 81,5% dari total

liability. Besar sektor perbankan (aset perbankan/PDB) relatif konstan sekitar 0

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

(17)

3

20% dari awal 1980-1988 dan naik secara luar biasa sebelum krisis ekonomi tahun 1997 (56,57).

Kebijakan liberalisasi sektor keuangan menyebabkan boom aset perbankan, hal ini dapat terlihat dari kondisi perbankan selama sepuluh tahun terakhir seperti yang terlihat pada gambar 1.2 berikut yang mencerminkan rasio aset perbankan terhadap PDB.

Sumber : The Wold Bank, 2012 (diolah)

Gambar 1.2. Rasio aset perbankan terhadap PDB (%)

Aktivitas sektor perbankan terhadap sektor swasta ditunjukkan oleh rasio kredit perbankan pada sektor swasta terhadap PDB. Seperti yang terjadi dipertengahan tahun 1990-an , dimana terjadi desakan besar dalam aktivitas perbankan dan mengalami penurunan secara substansial setelah krisis ekonomi. Bahkan, penurunan ini terus berlanjut setelah dirilisnya reprivatisasi awal milenium baru. Setelah PAKTO’88, kredit pada sektor swasta tumbuh dengan tingkat rata-rata 10% per tahun dan mencapai puncak pada 1997, sebesar 53,77%

0

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

(18)

4

dari PDB. (Inggrid, 2006;114). Restrukturisasi sektor perbankan menyebabkan menurunnya aktivitas sektor ini, hanya menjadi 20,42% dari PDB (Levine, 1999;87),

Ukuran efisiensi perbankan dapat dilihat dari dua indikator. Net interest

margin (NIM), perbedaan antara interest income terhadap total asset dan

overhead cost yang merupakan rasio overhead cost perbankan terhadap total

asset. Semakin efisen kinerja perbankan, ditandai oleh penurunan kedua rasio ini.

Besar pasar saham Indonesia diukur dari rasio kapitalisasi pasar terhadap PDB. Peranan pasar saham relatif tidak signifikan pada awal tahun 1980-an. Besar pasar saham naik secara stabil setelah 1988 dan meraih level tertingginya 34,85% dari PDB padatahun 1996. Mengikuti krisis tahun 1997, besar pasar saham jatuh hanya menjadi 20,37% dari PDB (1998) dan cenderung fluktuatif beberapa tahun sesudahnya. Walau pun besar pasar saham ini relatif masih lebih besar dibanding dekade sebelumnya, besar pasar saham Indonesia termasuk underdeveloped dibandingkan pasar saham dunia. Rata-rata dunia 18,55% tahun 1970-an, 28,4% (1980-an) dan 38, 2% (1990-an). (Inggrid , 2006;93).

(19)

5

Jika misalnya Sektor keuangan dianggap memiliki pengaruh yang penting dalam pertumbuhan ekonomi, maka pemerintah harus mempromosikan pengembangan sector keuangan yang meliputi pengembangan sector perbankan, lembaga keuangan non bank dan pasar modal dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi (Lucas, 1988;67 dan Stern 1989;87). Jika kenyataannya demikian maka merupakan pemborosan sumber daya jika pemerintah menitikberatkan tujuan pada pengembangan sector keuangan. Dana pembangunan tentu akan lebih berguna jika lebih dialokasikan untuk tujuan-tujuan yang lain, seperti untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja dan pengembangan teknologi (Darrat, 1999;20). Namun bagaimanapun hubungan yang terjadi, yang jelas bukti dari berbagai studi empiris di berbagai Negara menunjukkan bahwa sector keuangan tidak dapat diabaikan dalam menganalisis perkembangan ekonomi suatu Negara (King dan Levine, 1993;3).

Menurut Graff (2001;102) terdapat empat kemungkinan hubungan yang dapat terjadi antara perkembangan sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi. Hubungan yang dapat terjadi adalah tidak adanya hubungan antara perkembangan sektor keuangan dengan pertumbuhan ekonomi, perkembangan sektor keuangan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang mendorong perkembangan sektor keuangan, dan perkembangan sektor keuangan (meskipun dalam jangka pendek) justru akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

(20)

6

(hipotesis supply-leading) ataukah pertumbuhan ekonomi yang mendorong perkembangan sector keuangan (hepotesis demand-following).

Untuk melihat Perkembangan sector keuangan di Indonesia dan pertumbuhan ekonomi , berikut disajikan tabel perubahan jumlah bank maupun kantor bank, dan jumlah uang beredar (M2) selama tahun 2001 sampai dengan 2010 menunjukkan perkembangan yang sangat berarti.

Tabel 1.1. Perkembangan Jumlah dan Kantor Bank Umum serta Jumlah Uang Beredar ( M2) di Indonesia

Tahun

(21)

7

dengan peningkatan jumlah uang beredar (M2), yang setiap tahunnya terus mengalami kenaikan.

Demikian juga dengan pertumbuhan ekonomi yang terlihat dari pertumbuhan GDP riil (gambar 1.3) yang mengalami pertumbuhan yang berfluktuasi sepanjang tahun 2001 sampai dengan 2010, meskipun ditahun 2009 PDB riil ini mengalami penurunan sebesar 1,60 persen dari tahun sebelumnya.

Sumber : BPS, 2010 (diolah)

Gambar 1.3. Grafik Pertumbuhan GDP Riil Indonesia 2001 – 2010 (diolah)

Tidak berbeda dengan perkembangan perekonomian di berbagai negara, Indonesia juga mengalami perkembangan ekonomi yang fluktuatif, yang mencapai puncaknya ketika terjadi krisis moneter pada tahun 1997. Sektor keuangan disebut sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya krisis tersebut (lihat misalnya Bank Dunia, 2001;141, Nugroho, 2000;78 dan Hill, 2000;96). Hal tersebut kemudian menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sebenarnya hubungan antara perkembangan sektor keuangan dengan pertumbuhan ekonomi maupun volatilitas ekonomi makro di Indonesia.

0

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Persen

(22)

8

Berdasarkan uraian diatas dan banyaknya pendapat para ahli tentang sektor keuangan dan pertumbuhan ekonomi, maka penulis tertarik untuk mengadakan study tentang hal tersebut, yang penulis tuangkan dalam judul “ANALISIS HUBUNGAN KAUSALITAS SEKTOR KEUANGAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI DI INDONESIA“

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah :

• Bagaimana hubungan kausalitas antara jumlah uang beredar dengan pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.

• Bagaimana hubungan kausalitas antara rasio kredit dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

• Bagaimana hubungan kausalitas antara demand deposit dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia

• Bagaimana hubungan kausalitas jumlah tabungan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah ;

• Untuk mengetahui hubungan kausalitas antara jumlah uang beredar dengan pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.

(23)

9

• Untuk mengetahui hubungan kausalitas antara demand deposit dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia

• Untuk mengetahui hubungan kausalitas jumlah tabungan masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Sebagai bahan pertimbangan bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

2. secara akademik, diharapkan bermanfaat sebagai referensi dan bahan kajian terhadap perekonomian Indonesia,

(24)

67

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

1. Rasio monetisasi dan pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai hubungan kausalitas dan rasio monetisasi tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, namun demikian pertumbuhan ekonomi mempengaruhi rasio monetisasi.

2. Rasio kredit dan pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai hubungan kausalitas di Indonesia dan rasio kredit tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, sebaliknya pertumbuhan ekonomi juga tidak mempengaruhi rasio kredit di Indonesia.

3. Demand deposit dan pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai hubungan

kausalitas dan demand deposit mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak mempengaruhi demand

deposit.

4. Tabungan dan pertumbuhan ekonomi tidak mempunyai hubungan kausalitas di Indonesia, dan tabungan tidak mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, namun pertumbuhan ekonomi mempengaruhi tabungan di Indonesia.

(25)

68

5.2. Saran

1. Bank Indonesia diharapkan dapat menstabilkan jumlah uang yang beredar dengan meningkatkan suku bunga yang menarik sehingga masyarakat lebih banyak menabung dan berinvestasi, dengan demikian secara tidak langsung akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

2. Pemerintah diharapkan terus berupaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dengan menggali potensi daerah semaksimal mungkin sehingga meningkatkan pendapatan daerah yang pada gilirannya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

3. Pemerintah bersama-sama dengan Bank Indonesia mensosialisasikan keuntungan menabung dan menyimpan dana dalam lembaga perbankan, meningkatnya dana masyarakat dalam lembaga perbankan akan meningkatkan demand deposit. Meningkatnya demand deposit akan meningkatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia.

(26)

69

DAFTAR PUSTAKA

Allen, Franklin and Oura, Hiroko. August 2004. “Sustained Economic Growth and the Financial System.” IMES Discussion Paper Series, http://www.finance. wharton.upenn. edu/~allenf/download /Vitasustained pdf .

Bank Dunia, 2001, “Finance for Growth: Policy Choices in a Volatile World”, A

World Bank Policy Research Report, Oxford University Press, Inc., New

York.

Bank Indonesia, Statistik Perbankan Indonesia, 1978-2010. Bank Indonesia, Jakarta.

Beck, T., Levine, R., dan Loayza, N., 2001, “Finance and the Sources of Growth”,

Journal of Financial Economics, 59. hal. 261-300.

Benchivenga, VR dan Smith, B.D, 1991, Financial Intermediations and endogeneous Growth, Review of Economics Studies, hal 195 – 209.

Darrat, A.F, 1999, “ Are Financial Deepening and Economic Growth Causally Releted ? Another Look at the Evidence”, International Economic Journal, 13, hal 19 – 35.

Darrat A.F. dan Haj, M., 2001, “Further Evidence on the Link Between Finance and Cyclical Fluctuations”, Working Paper, Louisiana Tech University. Department For International Development (DFID). 2004. “The Importance of

Financial Sector Development for Growth and Poverty Reduction”. Policy

Division Working Paper.

Diamond, D.W, 1984. Financial Intermediation and Delegated Monitoring, Review of economics Studies.

Enders W, 1997, Applied Econometric Time Series, John Wiley and ,Son Inc, New York.

Fritzer, Friedrich. 2004, “Financial Market Structure and Economic Growth: A Cross Country Perspective.” Monetary Policy and The Economy 2nd Quarter, pp. 72-87. <http:// www.oenb.at/en/img/mop_20042_financial_m

arket_tcm16-19681.pdf .

(27)

70

Graff, Michael, 2001. “Financial Development and Economic Growth - New Data and Empirical Analysis.” METU Studies in Development, 28 (1-2),pp.83-110. http://www.feas.metu.edu.tr/ metusd/online/2001/1/3.pdf.

Granger, C.W, 1998, Investigating Causal Relations by Econometric Models and Cross Spectral Methods, Econometrica, 37 (3), hal. 424-438.

Gujarati, Damodar N. (2003), Basic Econometric, 4th Edition, McGraw-Hill. Hasiholan, R. M. 2003. Hubungan Antara Perkembangan Sektor Keuangan

Dengan Pertumbuhan dan Volatilitas Ekonomi di Indonesia, 1983.2-2000.4: Suatu Analisis Kausalitas [tesis]. Program Studi Ilmu Ekonomi

dan Studi Pembangunan Jurusan Ilmu-Ilmu Sosial. Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Hill, H., 2000, The Indonesian Economy, 2nd Edition, Cambridge University Press, Cambridge

Inggrid. 2006. ”Sektor Keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia: Pendekatan Kausalitas dalam Multivariate Vector Error Correction Model (VECM)”. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Fakultas Ekonomi UK

Petra, 8:40-50 .

Jhingan M.L, 2004, Ekonomi Pembangunan, Penerjemah, D.Guritno, Edisi Pertama , Jakarta, Grafindo Persada.

Kar, M. dan E.J. Pentecost. 2000. “Financial Development and Economic Growth in Turkey: Further Evidence on the Causality Issue”, Economic Research

Paper, 00(27), Loughborough University.

King.RG and Laveni.R, 1993, Finance and Growth Schumpeter Might bi Righ Quarty , journal of economic, 108(3).

Kularatne, Chandana. 2002. “An Examination of the Impact of Financial

Deepening on Long-Run Economic Growth : An Application of a VECM Structure to a Middle-Income Country Context.”http://www. csae.ox.ac. uk/conferences/ 2002UPaGiSSA/papers/Kularatnecsae 2002. pdf

-Lee, Jennifer. March 2005. “Financial Intermediation and Economic Growth

Evidence from Canada.” presented at the Eastern Economic Association,

New York, http://www.fordham. edu/images/Undergraduate/economics /Finance +and+Growth.pdf

Levine, Ross. 1997, “Financial Development and Economic Growth: Views and Agenda.” Journal of Economic Literature, 35(2), pp.688-726.

(28)

71

Lynch, David, 1996, “Measuring Financial Sector Development: A Study of

Selected Asia-Pasific Countries”, The Developing Economies, XXXIV-1.

Mankiw, N. G. 2003. Teori Makroekonomi. Imam Nurmawan [penerjemah]. Edisi ke-5. Erlangga, Jakarta.

Mishkin, F.S, 2001, “The Economics of Money, Banking and Financial Markets”, 6th Edition, Addison Wesley Logman, New York.

Mukhlis, 2005, “Analisis Financial Deepening di Indonesia Tahun 1975-2000”, Ekofeum Online, Jurnal Ekonomi Pembangunan, FE-UM.

Nugroho, A.E., 2000, “The Linkages between Banking Sector and the Indonesian Currency Crisis”, Jurnal Ekonomi Pembangunan, 8 (1), hal. 23-44.

Patrick. HT, 1966, Financial Development an Economic Growth in Underveloped Countries, Economic development and Cultural Change, 14 hal 174 -189. Romi Mulyadi Hasiholan dan Sri Adiningsih,2003, Analisis Kausalaitas antara

perkembangan sektor keuangan dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia, Sosiohumanika, 16A (3).

Stren. N, 1989, The Economics of Development, A survey Economic Journal . hal 597-685.

Todaro, M. P. dan S. C. Smith. 2004. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Edisi ke-8. Munandar [penerjemah]. Erlangga,

Figur

Tabel 4.14. Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel Pertumbuhan Ekonomi (GDP) ……………………………..

Tabel 4.14.

Hasil Uji Derajat Integrasi (Second Difference) Variabel Pertumbuhan Ekonomi (GDP) …………………………….. p.13
Gambar 1.1.

Gambar 1.1.

p.14
Gambar  1.1. Hubungan antara M2 dengan PDB (dalam milyar rupiah)

Gambar 1.1.

Hubungan antara M2 dengan PDB (dalam milyar rupiah) p.16
Gambar 1.2. Rasio aset perbankan terhadap PDB (%)

Gambar 1.2.

Rasio aset perbankan terhadap PDB (%) p.17
Tabel 1.1. Perkembangan Jumlah dan Kantor Bank Umum serta Jumlah Uang Beredar ( M2) di Indonesia

Tabel 1.1.

Perkembangan Jumlah dan Kantor Bank Umum serta Jumlah Uang Beredar ( M2) di Indonesia p.20
Gambar 1.3. Grafik Pertumbuhan GDP Riil Indonesia 2001 – 2010 (diolah)

Gambar 1.3.

Grafik Pertumbuhan GDP Riil Indonesia 2001 – 2010 (diolah) p.21

Referensi

Memperbarui...