• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPRESENTASI KRISIS PERSONAL BRANDING PADA TOKOH COLIN PRYCE DALAM FILM THE RUNNER 2015 Dhindya Puspa Hidayat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "REPRESENTASI KRISIS PERSONAL BRANDING PADA TOKOH COLIN PRYCE DALAM FILM THE RUNNER 2015 Dhindya Puspa Hidayat"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

34

REPRESENTASI KRISIS PERSONAL BRANDING PADA

TOKOH COLIN PRYCE DALAM FILM THE RUNNER 2015

Dhindya Puspa Hidayat

ABSTRAK

Film Hollywood "The Runner" merupakan film yang berasal dari Amerika Serikat dengan genre Drama. Austin Stark bertindak sebagai Sutradara sekaligus pembuat naskah film yang dirilis pada tahun 2015 tersebut. Dalam film ini menceritakan tentang terjadinya krisis berkala pada Colin Pryce. Dia adalah tokoh utama yang sedang membangun personal branding untuk maju sebagai senator, namun rusak seketika karena krisis yang diakibatkan oleh human error. Dari fenomena yang terjadi pada film tersebut, penulis akan meneliti strategi Colin Pryce dalam mengembalikan nama baik dari krisis yang menimpanya) Dalam kajian ini peneliti mengambil rumusan masalah bagaimana representasi krisis personal branding pada tokoh Colin Pryce dalam filim The Runner 2015 dalam perspektif analisis naratif. Pisau bedah untuk mengkaji tersebut, peneliti menggunakan metode analisis naratif.

Kata kunci: The Runner 2015, krisis personal branding, personal branding, analisis naratif

ABSTRACT

Hollywood drama movie “The Runner” was produced in 2015 and was directed by Austin Stark as well as the scriptwriter. It tells about staged crisis of Colin Pryce, a public figure whose strugle for a senator election and try to build a personal branding. However, it might not easy as he thinks because of the ‘human error’. This article is looking at the startegy of Colin Pryce in bringing back his image and reputation. The writer uses narative perspective analysis to observe the background problem of Colin Pryce and how personal crisis represented throughout this movie.

(2)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

35

PENDAHULUAN

ilm merupakan salah satu bentuk komunikasi massa yang

menyampaikan pesan

menggunakan audio dan visual. Film juga dapat menjadi tempat untuk menggambarkan dari realitas kehidupan manusia. Adegan – adegan yang tersaji dalam sebuah film begitu hidup sehingga membuat seolah – olah hal tersebut terjadi di depan penonton. Berbagai realitas kehidupan manusia sering diangkat dalam film, agar penonton mendapatkan pesan moral dan dapat menerapkan dalam kehidupan masing – masing.

Film yang akan dikaji oleh peneliti adalah The Runner (2015). Film Hollywood The Runner merupakan film yang berasal dari Amerika Serikat dengan genre Drama. Austin Stark bertindak sebagai Sutradara sekaligus pembuat naskah film The Runner. Aktor Nicolas Cage menjadi pemeran utama dalam film ini, ia menjadi tokoh Collin Pryce. Ada sejumlah artis lain seperti, Sarah Paulson dan Connie Nielsen.

Keunikan film The Runner ini terdapat pada permasalahan yang dibawa yaitu : pertama, film ini menyajikan kasus peledakan kapal pembawa pengeboran minyak British Protellium dan mengalami pertumpahan minyak di Laut Amerika wilayah Louisiana. Mengakibatkan 11 orang korban, sumur terus memuntahkan lumpur, dan banyak orang yang tinggal didaerah sana merugi besar karena tidak bisa mendapatkan hasil nelayan maksimal. Dimana setelah kasus itu terjadi, Colin Pryce selaku anggota kongres dan warga asli Louisiana ia berusaha untuk memperjuangkan hak para nelayan. Dan ia didukung oleh banyak orang, dan hal yang sudah dilakukannya membuat ia dapat maju untuk menjadi calon senator. Di kehidupan realitas, sudah banyak terjadi dimana ketika terjadi musibah di suatu wilayah, dan terdapat seseorang muncul yang berhati mulia untuk membantu dan memperjuangkan korban dari musibah tersebut, pasti dengan mudah seseorang tersebut akan di kenang namanya. Hal ini lah yang sering

dimanfaatkan oleh para politikus, dimana mereka memanfaatkan masyarakat yang kekurangan dan membuat seolah – olah membantunya sedangkan mereka sebenernya meminta dukungan kepada masyarakat tersebut.

Kedua, film ini menyajikan skandal perselingkuhan Colin Pryce dengan istri seorang nelayan. Skandalnya terungkap ketika tersebarnya video cctv perbuatan asusila Pryce dengn wanita tersebut di lift. Skandal ini terungkap ketika Pryce akan berkampanye untuk maju sebagai senator. Hal ini tentunya merusak reputasi Pryce. Istri Pryce dan 2 orang tim suksesnya sungguh mengecewakan hal ini. Tim sukses Pryce berdebat antara agar Pryce memilih untuk diam, tak muncul di hadapan pers. Atau sebaliknya ia tetap harus memberikan klarifikasi. Pryce benar – benar berada dalam krisis personal branding. Seseorang yang di puja- puja sebagai pejuang Louisiana dan di dukung banyak orang untuk maju menjadi senator, namun terungkap sisi negatifnya oleh media. Situasi yang tidak stabil dengan berbagai kemungkinan menghasilkan hasil yang tidak diingingkan, inilah yang disebut dengan krisis. Dimana seseorang atau organisasi yang mengalami situasi krisis, maka prosedur – prosedur normal tidak dapat berjalan baik. Organisasi mengalami keterkejutan (shock). Jika situasi ini terus berlanjut dalam waktu lama, akan menghasilkan beberapa hasil negatif yang tidak diharapka (Devlin,2007:5).5

Ketiga, film ini menampilkan ketika Colin Pryce berusaha untuk bangkit, namun ia masih belum bisa berfikir jenih. Ia adalah pemilik suatu yayasan nasional di Lousiana, ia tetap berusaha untuk memperjuangkan hak warga Lousiana. Namun ditengah usahanya itu, ia terlena dengan kecantikan salah satu tim suksesnya. Dan Pryce pun mengulangi kesalahannya dengan berselingkuh dengannya. Klimaks dari permasalahan Pryce

5 Kriyantono, Rahmat. 2012. Public Reltions

and Crisis Management. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Hlm 171 - 172

(3)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

36

adalah ketika ayah Pryce meninggal, karena

penyakitnya. Dan di kondisi tersebut ia juga menyatakan ingin bercerai dengan istrinya yang selalu menuntut Pryce tetap maju dalam pemilihan senator. Dan hal yang paling buruk, adalah perempuan selingkuhan Pryce yang berstatus konsultan pada tim suksesnya tersebut meninggalkan Pryce dan memilih kembali ke keluarganya. Di kondisi tersebut, Pryce benar benar terpukul dan ia tak tahu berbuat apa, ia menghabiskan waktunya dengan minum – minuman keras dan menangis.

Keempat, film ini memberikan titik temu dimana perjuangan Pryce dalam memperjuangkan hak warga Lousiana didukung oleh British Protelium. Ternyata, pemilik BP melakukan ini karena kagum dengan usaha dan pekerjaan yang dilakukan Colin, serta untuk kelancarannya untuk maju sebagai kandidat senat. Karena menurut pemimpin BP, ialah satu satu orang yang mampu menjaga kesuluruhan sektor industri dan melindungi investasi. Dimana lawan Pryce yaitu, Chris Wilxon mengatakan tidak akan mengizinkan pengeboran minyak lagi. Menurut pemimpin BP, ini tidak akan baik untuk industri Amerika. Pemimpin BP pun akan membiayai kampanye Collin, atas namanya sendiri bukan atas nama BP.ia adalah satu – satunya senator yang dapat mempertahkan tetap adanya pengeboran minyak. Karena saingan Pryce, yaitu Wilxon memiliki wacana untuk tidak mengizinkan adanya lagi pengeboran minyak, melainkan berevolusi pada energgi alternative. Dukungan tersebut, membuat yayasan Pryce mendapatn hibah 3,500 dolar untuk membantu warga Lousiana. Akhir dalam film ini ditutup dengan kembalinya Pryce dengan istrinya dan ia berani untuk mengungkapkan pada media bahwa ia akan tetap maju menjadi senator. Ia berhasil untuk bangkit dari krisis yang terjadi padanya. Dengan dukungan dari banyak pihak, ia berusaha untuk membangun citra positif kembali, dan melakukan sesuai semestinya, sehingga

berhasil untuk meyakinkan masyarakat untuk tetap percaya kepadanya.

Fokus penelitian ini adalah bagaimana sebuah film merepresentasikan krisis personal branding yang dialami oleh tokoh Colin Pryce dalam film The Runner. Krisis yang menyangkut reputasi seseorang sangatlah berpengaruh pada kehidupannya, apalagi jika seseorang tersebut adalah orang yang dipandang banyak orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis naratif Vladmir Propp, untuk membongkar dan menjelaskan fungsi – fungsi dari masing – masing karakter dalam teks, kemudian menyatakan wacana apa yang terkandung dalam teks tersebut (Stokes,2003)6

Dari paparan yang dijelaskan dalam latar belakang ini, maka pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana representasi krisis personal branding pada tokoh Colin Pryce dalam film The Runner 2015 dilihat dari perspektif analisis naratif? Oleh karena itu, peneliti menetapkan tujuan penelitian ini untuk memahami representasi krisis personal branding pada tokoh Collin Pryce dalam Film The Runner 2015. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu referensi pengetahuan terhadap bagaimana sebuah krisis personal branding terjadi berdasarkan yang telah diadaptasi dalam film The Runner 2015

METODOLOGI

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode analisis naratif Vladimir Propp, dimana metode ini memfokuskan dirinya pada jalan cerita dan fungsi dari karakter – karakter yang ada dalam film The Runner. Masing – masing karakter menempati fungsi masing – masing dalam suatu narasi, sehingga narasi menjadi utuh. Fungsi disini dipahami sebagai tindakan dari sebuah karakter, didefinisikan dari sudut

6 Puspitasari, Fanny.2013. Representasi

Stereotipe Perempuan dalam Film Brave. Surabaya : Jurnal E – Komunikasi Prodi UK Petra. Hlm 14 . (diakses pada 8 Juli 2017)

(4)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

37

pandang signifikasinya sebagai bagian dari

tindakannya dalam teks.7 Oleh Propp, fungsi

di konseptualisasikan menjadi 2 aspek.8

Pertama, tindakan dari karakter tersebut dalam narasi. Tindakan atau perbuatan apa yang dilakukan oleh karakter atau actor. Perbedaan antara tindakan karakter satu dengan karakter lain, bagaimana tiap tindakan dapat membentuk makana tertentu yang ingin disampaikan oleh pembuat cerita. Kedua, akibat dari tindakian dalam cerita (narasi). Dalam Fungsi Narasi – Propp terdapat 31 fungsi.

Subjek penelitian analisis naratif adalah keseluruhan teks dengan berfokus pada struktur kisah atau narasi (Stokes,2003)9. Subjek penelitian ini adalah

keseluruhan film The Runner 2015. Sedangkan objek penelitian ini adalah representasi krisis personal branding pada tokoh Colin Pryce. Unit analisis penelitian ini adalah teks, yakni The Runner (2015). Dalam penelitian ini, peneliti akan mengelompokkan unsur – unsur teks naratif berdasarkan 31 fungsi dan 7 lingkungan aksis yang diungkapkan Vladimir Propp. Kemudian, peneliti akan membongkar representasi krisis personal branding pada tokoh Colin Pryce dalam film The Runner. PEMBAHASAN

Analisis peneliti dapat diringkas menjadi poin - poin berikut ini :

• Narasi film ini menunjukkan bahwa aktivitas politikus yang memanfaatkan keadaan suatu musibah pada warganya, dan menjadi pahlawan untuk warga tersebut sangat membantu dalam menunjang personal branding politikus tersebut. Personal branding adalah suatu kesan yang berkaitan dengan nilai, keahlian, perilaku maupun prestasi yang dibangun oleh seseorang baik secara sengaja ataupun tidak sengaja dengan tujuan untuk

7 Eriyanto. 2013. Analisis Naratif. Jakarta :

Kencana Prenada Media Group. Hlm 66

8 Ibid.,hlm. 67

9 Puspitasari,Fanny.,op.cit. Hlm 19. (diakses

pada 8 Juli 2017)

menampilkan citra dirinya.10 Dalam film ini,

Colin Pryce berhasil membuat personal branding yang baik pada dirinya karena bersimpatik dan berpidato di kongres untuk warga Louisiana yang terkena musibah akibat ledakan bom kapal pembawa minyak. Dengan adanya kondisi tersebut, Colin memanfaatkan hal tersebut untuk dapat maju di kursi senator.

• Krisis personal branding direpresentasikan dengan sifat keputusasaan dalam film ini. Colin Pryce mengalami krisis tersebut, setelah perselingkuhannya diungkap oleh media dan tersebarnya rekaman cctv perbuatan asusilanya dengan istri seorang nelayan. Setelah berita itu muncul, Pryce memilih untuk diam dan tak melakukan apa – apa. Ia tak berani keluar, dan mengurung diri dikamar. Ia hanya mengintip sedikit melalui jendela, para wartawan banyak sekali yang sedang menunggu di halaman rumahnya. Digambarkan ia, bertindak seperti orang linglung, sering memejamkan matanya seakan – akan ia sangat menyesal. Keputusasaan itu juga terlihat ketika Letnan Weyman, seorang ahli Laut di daerah Louisiana yang menelfonnya dan meminta bantuannya untuk menyelesaikan masalah di Louisiana, namun ia tak mau malah menyerahkannya kepada orang lain. Hal ini cukup bertetentangan dengan sikap Pryce ketika diawal ia sedang membangun personal brandingnya.

• Dalam film ini, krisis personal branding juga direpresentasikan dengan sifat yang emosional dan tak berfikir jenih. Colin Pryce ketika dimasa reputasinya hancur lebur, ia melontarkan emosinya kepada siapapun yang berbicara padanya, termasuk istri dan ayahnya. Hubungannya yang sudah agak dingin dengan istrinya, menjadi jauh lebih dingin ketika masalah ini muncul. Sampai Pryce memilih untuk keluar dari rumah, dan tinggal di apartment. Pryce belum bisa berfikir jernih, dengan ditunjukkanya ketika ia

10 Parengkuan,Erwin dan Becky Tumewu.

2014. Personal Brand-INC. Jakarta : Gramedia Pustaka. Hlm 18

(5)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

38

melakukan perselingkuhan kembali dengan

perempuan yang berada dalam tim suksesnya yaitu Kate.

• Krisis yang terjadi pada film The Runner, digambarkan sebagai sesuatu yang terjadi akibat ulahnya manusia itu sendiri atau human error. Dimana, Colin Pryce seseorang yang dipandang dan memiliki nama besar, ia tak berhati – hati dan melakukan hal yang tak patut dilakukannya.

• Melalui narasinya, film ini juga menunjukkan bagaimana Colin Pryce tetap berusaha untuk bangkit meskipun ia masih belum tau harus dimulai darimana. Ia berusaha untuk tak memperdulikan reputasinya, ia mencoba untuk memilih mengurusi yayasan miliknya, dan membantu warga Louisiana kembali untuk mendapatkan hak ganti ruginya, Meskipun terjadi krisis pada diri Pryce, digambarkan bahwa ada suatu waktu dimana ia bangkit, dan memperbaiki reputasinya. • The Runner merepresentasikan bahwa

personal branding adalah sesuatu yang sangat berharga melebihi apapun, ketika personal branding sesorang terjadi krisis karena factor apapun itu, maka seseorang tersebut harus memiliki mentl yang kuat untuk menghadapinya, jika tidak ia akan menjadi sosok orang yang depresi. The Runner memilih penokohan Colin Pryce sebagai politikus, dimana di kehidupan realitas peneliti banyak melihat para politikus yang hilang namanya karena kesalahan – kesalahan yang mereka lakukan pada dirinya sendiri, dan membuat reputasinya hancur sehingga menjadikan masyarakat sudah tak percaya lagi pada mereka.

SIMPULAN

Narasi film The Runner berusaha untuk menunjukkan tentang bagaimana terjadinya seseorang mengalami krisis personal branding. Film ini ingin

menggambarkan bahwa media berperan besar dalam menjunjung atau menjatuhkan reputasi seseorang. Khususnya, untuk orang – orang yang sudah memiliki nama dihati masyarakat, jika ada satu konflik muncul,

apalagi konflik tersebut berhubungan dengan skandal seks,pasti akan berakibat fatal hingga masyarakat tak percaya dengan orang tersebut. Krisis yang terjadi pada Pryce menggambarkan tentang suatu realitas kehidupan dimana seorang politikus terkadang lupa akan statusnya di mata masyarakat, hingga melakukan kesalahan atau human error dan berakibat kepada reputasi dirinya sendiri. Sifat emosional Colin Pryce terlihat jelas dalam film ini, ketika ia sedang mengalami depresi akibat krisis personal branding. Namun terlihat juga pada narasinya, bahwa Colin Pryce dikondisinya yang seperti itu ia masih ada keinginan untuk bangkit dan mengembalikan kepercayaan masyarakat kepadanya.

(6)

Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 1 2017

39

DAFTAR PUSTAKA

Eriyanto. 2013. Analisis Naratif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Kriyantono, Rahmat. 2012. Public Reltions and Crisis Management. Jakarta : Kencana Prenada Media Group

Parengkuan,Erwin dan Becky Tumewu. 2014. Personal Brand-INC. Jakarta : Gramedia pustaka

Puspitasari, Fanny.2013. Representasi Stereotipe Perempuan dalam Film Brave. Surabaya : Jurnal E – Komunikasi Prodi UK Petra. Hlm 14 . (diakses pada 8 Juli 2017)

Nur, Mega. 2014. Skripsi Analisis Narasis Film “My Name is Khan” dalam perspektif komunikasi antar agama dan budaya. Jakarta : Univeristas Islam Negeri Syarif

Referensi

Dokumen terkait

Jatorrizko testuak aukeratu ondoren, berauen laburpenen urre-patroia osatu dugu. Horretarako, bi irakaslek jatorrizko testuen estrakzio- eta abstrakzio-laburpen bilduma

Sertifikat Akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) Nomor : LPPHPL-013-IDN tanggal 2 September 2010 yang diberikan kepada PT EQUALITY Indonesia sebagai Lembaga

item dalam kuesioner digunakan untuk mengukur kecerdasan emosional, adapun. alternatif jawaban dalam kuesioner ini menggunakan

Setelah dilakukan pengategorian diketahui bahwa Kesadaran mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan terhadap kesehatan lingkungan kampus dilihat dari faktor kesadaran pengolahan

PANITIA PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PEKERJAAN PEMBANGUNAN KANOPI PARKIR KANTOR DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TA 2012.. Sekretariat Dewan Pertimbangan

PENGARUH SENAM IRAMA TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL SISWA DI SMK NEGERI 2 CIMAHI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berkenaan dengan hal tersebut, agar Saudara dapat membawa dokumen asli dan menyerahkan rekaman/copy untuk setiap data kualifikasi yang telah dikirim melalui form isian

Buku ini berisikan tentang Sejarah, Visi, Misi, Tujuan Fakultas, Kompetensi Lulusan Program Studi, Penyelenggaraan Pendidikan Program Studi Sarjana, Profesi Ners dan